DOA SENAKEL

Doa Senakel pertama kali diselenggarakan di Italia tahun 1974 oleh Father Stefano Gobbi (1930-2011). Beliau menghimpun para imam dalam kesatuan doa penyerahan kepada Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda yang dinamai Gerakan Imam Maria (GIM). Dalam perkembangannya, Doa Senakel diikuti juga oleh para biarawan, biarawati, dan kaum awam; sehingga disebut Gerakan Maria.

Dengan menyerahkan diri kepada Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda, berarti kita hidup bersama Bunda Maria, selanjutnya kita diubah dari dalam oleh Bunda Maria, disatukan dengan Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda dan Hati Mahakudus Yesus, sehingga kita akhirnya menyerupai Bunda Maria dalam sikap dan perilaku.

Di Gereja Santa Anna, sekelompok umat mulai mendaraskan Doa Senakel sekitar tahun 1997. Tetapi kegiatan doa ini mengalami pasang-surut. Pada 2 Juli 2016, Doa Senakel kembali diselenggarakan secara rutin setiap Sabtu pertama, setelah Misa Harian pagi.

Pada 19 Oktober 2017 Paroki Duren Sawit menerima kunjungan Father Laurent Larroque dari Italia. Beliau adalah pemimpin Gerakan Imam Maria (GIM) Internasional yang menggantikan alm. Father Stefano Gobbi. Beliau memimpin Misa Senakel bersama Romo Stefanus Buyung Florianus, OCarm., Direktur Marian Centre Indonesia, dan Father Gabriel Antonelli, CP, untuk umat di Dekenat Timur.  

Mulai 1 Desember 2017, kegiatan Doa Senakel di Gereja Santa Anna diselenggarakan setelah Misa Jumat Pertama sekitar pukul 20.00 WIB, di hadapan Sakramen Mahakudus. Doa Senakel merupakan Gerakan Rohani, terbuka bagi seluruh umat yang mencintai Bunda Maria. Bagi umat Paroki Duren Sawit yang ingin menyerahkan diri kepada Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda, mari bergabung dalam kegiatan Doa Senakel.