Visi dan Misi

Sebuah Misi Pemberdayaan Paroki

Paroki dewasa ini. Khalayak umum non-Katholik maupun kebanyakan orang Katholik mengenal pertama kali dan mempunyai kesan-kesan tentang “Gereja” dari paroki. Bagi khalayak umum, paroki dilihat tidak kurang sebagai basis persekutuan dari umat Katholik. Bagi orang Katholik, di sanalah mereka pertama kalinya dimasukkan dalam persekutuan dengan Tubuh Kristus. Di sanalah perjuangan hidup harian, suka dan duka, penderitaan dan pengharapan, kematian dan kebangkitan dirayakan. Pendeknya, paroki dilihat sebagai “pintu depan” Gereja dan karenanya posisi pentingnya bagi orang Katholik maupun non-Katholik tidak bisa dipandang remeh.

Paroki Yesuit dewasa ini. Menurut Kongregasi Jendral (KJ) 34, dekrit tentang pelayanan paroki, terdapat sekurang-kurangnya empat unsur yang menentukan ciri paroki Yesuit: 1) rencana dan tujuan Gereja local atau keuskupan setempat; 2) prioritas apostolis Serikat Yesus; 3) Rancangan perutusan provinsi; 4) cara kerja kita.

Paroki merupakan sebuah tempat kerasulan yang menyimpan potensi yang sangat besar untuk berbagai kemungkinan besar. Namun untuk mewujudkan potensinya, paroki semestinya tidak hanya menjadi kegiatan Gereja local yang melayani kebutuhan rohani, sacramental, katekese dan lain-lain:

“Paroki jangan hanya semata-mata merupakan sebuah tempat di mana sakramen-sakramen diberikan kepada sejumlah kecil orang-orang Kristiani yang masih setia menjalankan kewajiban keagamaan mereka. Paroki-paroki Yesuit hendaknya menjadi sebuah pusat di mana Sabda Allah diwartakan dan memberikan inspirasi untuk pencarian yang mendalam; Menjadi pusat di mana terdapat keterbukaan terhadap permasalahan-permasalahan local yang menyangkut bidang sosial, ekonomi dan budaya. Paroki Yesuit haruslah menjadi tempat perjumpaan bagi setiap orang di wilayah itu. Yang menjadi keprihatinan khususnya adalah kaum miskin, para pekerja, mereka yang terpinggirkan, orang-orang yang tidak beriman dan semua yang menjauhkan diri dari Gereja. Paroki Yesuit juga perlu menyediakan berbagai macam kesempatan untuk melaksanakan iman dan penegakan keadilan sesuai dengan Dekrit KJ ke-32.” (Pedro Arrupe, “Parish Apostolate,”, no. 10, 8 Desember 1979)

Apa prioritas pastoral KWI dan KAJ pada tahun-tahun terakhir?
Semenjak SAGKI 2000, tema habitus baru dan pembangunan umat basis menjadi tema sentral: membangun komunitas basis Kristiani yang terarah pada pembentukan komunitas basis insani mulai dari komunitas-komunitas lingkungan dan kelompok-kelompok kategorial. Komunitas-komunitas ini digerakkan oleh cara hidup baru secara individual maupun kolektif.

Dalam kunjungan ke Paroki St Anna 18 Agustus 2007 dan pertemuan dengan para Pastor Paroki Dekanat Jakarta Timur 20 Agustus 2007, Bapak Uskup menandaskan bahwa mekanisme pastoral yang ada sekarang hanya mampu melayani mereka yang sudah aktif, padahal masih banyak yang belum terjangkau oleh kegiatan penggembalaan Paroki. Model pastoral “pastor centris” tidak akan mampu menjawab kebutuhan tersebut. Maka model itu musti diubah menjadi “umat centris”. Pemberdayaan umat basis Kristiani dan insani menjadi strategi untuk menerapkan pastoral gembala baik yang berpusat pada umat.

Prioritas apostolis Serikat Yesus dewasa ini terangkum dalam jalinan empat dimensi: iman, keadilan, kebudayaan, dialog antar agama (KJ 34 no. 47)

”Tiada pelayanan iman tanpa
– Penegakan keadilan
– Masuk ke dalam budaya-budaya
– Keterbukaan pada pengalaman-pengalaman religius lain.
Tiada penegakan keadilan tanpa
– Komunikasi iman
– Transformasi budaya-budaya
– Kerjasama dengan tradisi-tradisi religius lain.
Tiada inkulturasi berlangsung tanpa
– Komunikasi iman dengan orang-orang lain
– Dialog dengan tradisi-tradisi lain
– Keterlibatan pada keadilan.
Tiada dialog tanpa
– Berbagi kepercayaan dengan orang-orang lain
– Mengevaluasi budaya-budaya
– Keprihatinan akan keadilan.”

Rancangan perutusan provinsi SJ untuk karya kerasulan paroki.
Orientasi karya kerasulan paroki Serikat Yesus (“Provindo memasuki Tahun 2000, Mengolah Karya-karya Kita Lima Tahun Mendatang,” Commissio de Ministeriis, 1 Januari 1998):

1. Perlu dibangun paroki diaspora, yakni paroki yang betul-betul hidup dari kelompok-kelompok kecil teritorial maupun kategorial sehingga mandiri dan tidak klerikalis. Misalnya, pemberian otoritas terbatas kepada petugas atau pejabat pastoral, pro-diakon, katekis, ketua seksi, dst.
2. Pola pelayanan diubah menjadi pola pemberdayaan, yaitu mengikutsertakan sebanyak mungkin kemampuan umat, memanfaatkan moment-moment penting dan sumber daya yang ada.
3. Mengembangkan hubungan dan jalinan kerjasama dan komunikasi dengan berbagai pihak dan lembaga lain, bahkan tidak perlu dengan lembaga gerejawi saja.
4. Perlu diambil langkah jelas, bagaimana mengembangkan paroki integral. Di sini perhatian ditujukan pada persoalan-persoalan kehidupan yang luas, pengembangan sosial, ekonomi, penyadaran politik, kerjasama dengan Islam atau agama lain dan sebagainya.

Cara kita bertindak. Merujuk pada surat P. Pedro Arrupe 18 Januari 1979 tentang “Cara Kita Bertindak”, kita harus selalu siap untuk mengubah tindakan yang terikat pada situasi dan kondisi tertentu untuk mencapai tujuan “menolong jiwa-jiwa” secara lebih baik sebagai inti dari charisma Serikat. “Menolong jiwa-jiwa” kurang lebih sama dengan “perambatan iman” yang tidak bisa dilepaskan dari dimensi “penegakan keadilan,” “inkulturasi,” dan “dialog antar agama.”

Digerakkan oleh Spiritualitas Ignatian yang berakar pada Latihan Rohani, warga paroki sebagai pribadi dan sebagai komunitas didorong untuk mengalami, mengikuti dan bersatu lebih dekat dengan pribadi Kristus yang berjuang dewasa ini. Dengan kata lain, pembangunan dan penguatan gerakan spiritual (umat basis Kristiani) dan gerakan sosial (umat basis insani) menjadi arah orientasi cara kita bertindak. Tekanan di sini pada kesinambungan antara aksi dan refleksi, bukan berhenti pada doa, perayaan liturgi, refleksi, retret, ziarah, seminar dan semacamnya.

Strategi kerja
• Pastoral berbasis data. Data umat (baptis, profesi, demografi, dst) dibutuhkan bukan hanya sebagai pendukung pelayanan (backgrounder) tetapi juga sebagai dasar orientasi pelayanan ke depan (trend setter). Untuk mendukung program ini, seksi data di lingkungan mutlak dibutuhkan. Satu tenaga informasi purna waktu di sekretariat paroki sudah disediakan untuk mendukung program ini. Website eksternal dan internal juga sudah dibuat, tinggal dioptimalkan. Kalau perlu kita bisa memasang jaringan satelit komunitas untuk mendukung gerakan ini.

• Membangun dan memperkuat ”gerakan gotong-royong plus”. Spirit dari gerakan komunitas basis bukan hanya ”aksi” saja atau ”refleksi” saja, melainkan kesatuan gerak ”aksi dan refleksi” dalam menjawab kebutuhan-kebutuhan di lingkungannya. Disebut ”plus” karena gerakan gotong-royong ini bukan hanya berhenti pada ”kegiatan” saja, tetapi juga mempunyai deminsi ”refleksi”. Masyarakat luas non-Katolik kiranya akan relatif mudah menerima semangat ”gotong-royong plus” ini dan terbuka untuk terlibat bersama.

• Mencari bidang “frontier” (bidang unggulan). Berdasarkan orientasi pastoral KWI dan KAJ, harus ditetapkan prioritas kerja secara konkrit. Kebutuhan apa yang penting dan/atau mendesak untuk direspons? Prioritas kebutuhan mana yang dipilih? Sampai kapan prioritas ini akan mendapat focus perhatian?

• Empat lingkar kerja pengembangan dan pemberdayaan. Kerja pengembangan dan pemberdayaan berpusat pada empat lingkaran konsentris (Zwart 1983: 55 dalam P.G. van Hooijdonk 1996:118): pengembangan pribadi, pengembangan kelompok, pengembangan organisasi dan pengembangan (organisme gerakan) masyarakat. Kerja pemberdayaan ini berjalan bukan secara linear tetapi secara siklis dan berkelanjutan. Keterjalinan antar lingkar konsentris perlu dibentuk dan dipelihara.

• Paroki sebagai system terbuka. Pengembangan dan penguatan gerakan spiritual dan gerakan sosial ini berbasis pada teritori paroki, namun terbuka terhadap partisipasi umat atau orang-orang dari luar paroki termasuk dari masyarakat luas. Maka tekanan tidak hanya terletak pada ‘lokalitas’ melainkan pada ‘keanggotaan’. Di sini paroki bisa menjadi ”corong” pelayanan yang terbuka keluar seluas mungkin.

• ”Pelembagaan” habitus baru. Perubahan perilaku menurut habitus baru tidak cukup berhenti di tingkat individu, tapi musti diperluas menjangkau kelompok, organisasi dan masyarakat lebih luas. Untuk memperkuat dan memperluas jangkauan ini, maka perlu dibuat “strukturisasi” atau “institusionalisasi” habitus baru.

• Membangun system keuangan yang diintegrasikan dengan mekanisme kehidupan umat basis. Tidak cukup memiliki bendahara atau tenaga pembukuan yang professional, tetapi juga kesadaran dan partisipasi umat untuk menjalankan mekanisme keuangan yang transparan dan akuntabel mulai dari tingkat Dewan Paroki sampai ke lingkungan, kelompok atau seksi, organisasi dan organisme-organisme gerakan masyarakat yang berada di bawah Dewan Paroki atau yang masih menjadi reksa pastoral Dewan Paroki.

• Management focus rangkap. Kepemimpinan paroki melibatkan imam dan awam; kedua-duanya bekerjasama dalam menjalankan reksa spiritual-pastoral dan sosial-pastoral. Yang satu bukan tambahan untuk yang lain. Management lingkungan/wilayah/stasi/paroki perlu ditingkatkan untuk mencapai tujuan reksa spiritual dan reksa sosial yang terintegrasi dan lebih baik.

Jakarta, 14 Desember 2008
Y. Sudriyanto, SJ

23 Responses to “Visi dan Misi”

  1. Ytk : Rm. Sudrijanta, Sj

    Suatu kebanggaan bagi saya menjadi bagian dari umat Paroki St. Anna dengan adanya Website ini dan saya bisa cerita banyak ke sahabat-sahabat saya dan memperkenalkan website St Anna. Harapan saya semoga Umat St. Anna semakin lebih mengenal dekat dan mencintai Parokinya. Selamat untuk semua pribadi yang terlibat, dan bekerja keras untuk Website Gereja St. Anna.

    Christina L.

  2. Ytk. Christina L

    Terima kasih banyak atas dukungannya. Semoga keberadaan Website Gereja St. Anna ini dapat memberikan informasi sebanyak-banyaknya bagi umat Santa Anna.

    Gbu
    Jane-Seksi Komsos St. Anna

  3. Salam hangat,
    saya baru 2 kali ini membuka website tercinta ini. trima kasih atas kerja keras semua pihak yang telah mewujudkan situs ini. saya sungguh punya harapan kelak semakin banyak kaum muda yang tertarik mengunjungi dan mengisinya. Ayolah.. jadikan kasih karunia Allah ini jadi tempat kalian untuk curhat atau apa saja. kalau ada yang ingin kenal atau sekedar berbincang dengan saya, silahkan.

    Nama: angela asriarti
    Lingkungan: Vincentius, Bintara
    HP: 0817820560
    Telp: (021)8643886
    Telp kantor: (021)6281700 ext.563

  4. Dear Romo Sudri,Sj.

    Saya baru pertama kali visit ke website gerejastanna.org, dan saya juga buka yang parokistanna.org cuma informasinya sudah out of date dan disana masih berita-berita th 2006 dan sebagian 2007 serta DP nya juga masih yang lama.Saya baru tahu ada website st anna kemarin setelah di inform di gereja untuk melihat lebih jauh tentang Pemilu di website St Anna dan saya kira ini bagus sekali. Ada baiknya situs resminya satu saja, yang gerejastanna.org lebih updated.

    Meskipun sudah setahun ditulis oleh Romo Sudri tentang visi dan Misi St Anna, saya baru baca sekarang dan masih sangat up to date dan begitu banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan, terutama dalam membangun Paroki Diaspora & pola pemberdayaan umat serta kerjasama antar lembaga/instansi terkait. Semoga visi dan misi tersebut benar-benar menjadi guidance dalam kita melayani Tuhan dan sesama

    Saya usul alangkah baiknya kalau bisa informasi di sosialisikan dari/untuk DP ke/dari Wilayah/Lingkungan/kategorial/kelompok melalui milis ini dan di update setiap minggu.

    Selamat berkarya dan Tuhan memberkati.

    Jakarta,Medio September 2008
    Maryliedawita-Lingkungan Angela

  5. Dear Romo Sudri ,
    Selamat atas terlaksananya Raker Depa Santa Anna baru-baru ini ,
    dan saya baru sempat membuka wbsite ini , saya tertarik untuk ikut raker tersebut , karena saya ingin mendapat informasi tentang semua yang mungkin bisa saya serap dan dapatkan dari Raker tersebut , dan nyatanya saya dapatkan semua , termasuk semangat saya untuk membantu melayani dan berbagi pengalaman dengan yg lain. semoga apa yang telah dirumuskan dan diDiskusikan akan ditindaklanjuti ( Follow Up ) sehingga tdk sia-sia adanya…….SEMOGA ……..

    Saya dari Bidang Pelayanan Stasi Yoakhim

  6. slamat sore semuanya.
    Untuk Romo Sudri.
    aku niat banget mau ngedaftarin diri masuk serikat yesus. Pokoke kalo gak kesono nggak ayem banget atiku. Mohon saran, dan kapan aku bisa ngedaftarin diri? maunya saya sih besok.hee.hee. Aku udah kelanjur suka ama Yesus the lord.haa..ha…please aku mohon saran banget. tengkiu. JBU.
    ==========
    Bung Endro,
    Sudah nggak tahan untuk masuk ya? Tunggu dulu bung. Anda sekarang tinggal dimana dan punya kegiatan apa? Sebaiknya anda ketemu dengan seorang Yesuit yang anda kenal untuk wawancara. Lalu anda akan diarahkan musti ke mana kemudian.

    Kalau lolos seleksi, paling cepat anda baru bisa masuk bulan Juli 2010.
    Sudrijanta

  7. Halo Mas Endor, eh Endro… Kasino-nya mana??? kubawa damai bagimuuuu! Salimna salam allaikum!

    Kok bisa seritme ya? saya juga kepingin, jhe! Tapi saya dah bebojoan. Gimana ya???

    Apa jadi koster nyambi bakul rosario di pelosok desa aja, ya? :)

  8. Mas Endro,

    silakan kontak dengan:
    Pater Setyodarmono SJ [ nano_setyodarmono@yahoo.com ]
    Pater Hendro Subekti SJ [ hendro_sj@plasa.com ]
    Frater Budi Harsanto SJ [ pbudi.dik@gmail.com ]

    salam, rin

  9. Mas Endro,

    Kalau lebih suka jadi koster bersahaja juga tak ada salahnya. Silahkan dipertimbangkan lagi benar-benar.

    Titip salam agar burung-burung manyar jangan terpencar.
    Fajar di timur sudah memancar!

    :)

  10. saya seorang mahasiswa di Universitas Sriwijaya, Palembang, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, smstr 2. Saya bnyak bnget ikut kegiatan di sini, dari kegiatan kampus nyampek kegiatan2 gereja. Dari seluruh kegiatan,yang paling membuatku mau dan sebenarnya sudah jadi tekad bulatku untuk jadi salah satu karyawan perusahaan ALLAH BAPA, adalah LKK (Latihan Kepemimpinan Kader) PMKRI. Ada materi fundamentalis Leadership, hasilnya : YESUS. Dan beberapa buku juga ikut mempengaruhi ; Heroik Leadership (dari mantan seminaris Yesuit), bbrapa buku C.S Lewis, Buku Jhon Goethe, The seven habits dan the eight habits from effectif to be greatness karya steven R. Covey. Sungguh, Aku hanya mau Yesus, dan kupikir + yakin untuk jadi bagian dari Serikat Yesus. Apapun akan aku lakukan untuk jadi bagian dari karya besar YESUS.

    Sebuah kutipan dari sebuah buku yang kubaca yang membuatku ke sini :
    ” …Hanya kebenaran yang menjadi diri kita adalah diri kita sebenarnya….”

    ” …Apa yang kita lakukan dan kita pikirkan dibatasi oleh apa yang tidak kita ketahui, dan karena kita tidak berhasil mengetahui apa-apa yang tidak kita ketahui maka sedikit hal yang dapat kita lakukan pada perubahan….”

    AKU MAU PERUBAHAN BESAR.

    ya begitulah saya.hee..he.., karena ada PILIHAN sich.Wkwkwk.

    o ya, tengkiu untuk yang udah komeng eh komen ke aku. dan untuk saran jadi koster sambil bakul rosario, asku wiz biasa ngoster di grejaku e mas rusa, bakul rosario, wah kerjaan mudika kami, mas. ha..ha.bye. miss u . I LOP YU PUL. Hah…hakkk

  11. o ya lupa. YESUS, I NEED U FULL. SERIKAT YESUS, I WANT U FULL. WAKKK…..WAKKKK…WAKK.

  12. O ya, kapan ya pendaftarannya? ngebet nich. hatur nuwun.

  13. weleh2… enaknya yg jadi pria yaa… langsung tancap gas masuk Serikat Yesus hehe..
    Kayak begini nih yang jarang, ndak perlu banyak komentar langsung tahu bagaimana mewujudkan secara nyata iman yang dewasa dan matang.Siap hadapi tantangan?
    Didoakan deh, semoga spriritnya nular ke OMK lainnya. Tetap semangaat, Sdr. Endro!

    salam hangat,
    angela a.

  14. Buat Yth : Para pemerhati.

    Tulisan Rm Sudri ini sampai sekarang masih up to-date untuk dilaksanakan, urut urutan langkahnya telah jelas terinci dengan sempurna.
    Pola Pelayanan dirubah Pemberdayaan ( mengikut sertakan sebanyak mungkin kemampuan umat ).
    Semua program tsb. diawali dengan Pastoral berbasis data ( data umat). Apa data semua lingkungan telah di up date ?? (tantangan)
    Kondisi riil saat ini Potensi Orang Muda Katolik (OMK)cukup besar tetapi sangat lesu dalam setiap kegiatan Gerejani. Pada hal ditangan OMK lah kita harapkan untuk penerus Karya Kerasulan Paroki.
    Sekarang bagaimana cara nyata untuk dapat membangkitkan kelesuhan OMK agar dapat aktif dengan Iman Kristiani yang kuat.
    Ayo diupayakan (jangan ngomong doang) agar :
    KEHIDUPAN GEREJA MENARIK BUAT KAUM MUDA ( Ada kerinduan untuk menumpahkan segala persoalan suka dan duka di gereja, jangan sampai ada persoalan justru lupa akan Iman Gerejani dan menyelesaikan diluar ajaran Gerejani.
    Inilah keprihatinan saya akan kelesuhan OMK kita
    Matur nuwun.
    Sulas – Bintara jaya.

  15. wah, koq g’ada jawaban atas pertanyaan saya?
    Kalo gitu saya minta nomor romo (yesuit) donk.
    o ya, untuk sdri angel (mbak javanesse ya, koq namanya angel, artinya susah tho?) wkwkwk……….

    unt semuanya yang baca, aku hari ini berpikir seperti ini:
    – apakah hanya ini yang mampu saya lakukan dalam keadaan seperti sekarang ini?
    – Apakah ini keadaan yang seharusnya saya atau dalam cakupan luas, inikah keadaan yang seharusnya kita rasakan?
    – Inikah yang seharusnya saya kerjakan atau ada hal lain yang lebih baik untuk saya kerjkan atau malahan, apa hal terbaik yang bisa saya kerjakan?

    O ya,ntah sejak kapan aku lupa, aku jadi ingin tahu semua kata2 yesus. enak saja gitu. aku sungguh haus kata2 Yesus, wkwkwk……….

    Mengenai OMK,setahuku disini banyak kegiatan banget. gak bosen kami sama kegiatan2nya. nyengerin bner. Anak muda banget lah.

  16. Endro,

    Aku kan sudah memberi kontak e-mail. apakah kamu sudah coba?
    kalo ingin nomor telfon ya telfon saja sekretariat St Anna. Nanti kan disambungkan dengan romo yang ada. 866 028 81, 79

    nanti kalo beneran kamu masuk SJ kabar kabari ya!

    salam, rin

  17. Ndro-ndro,

    Oalah, ternyata kamu yang di Universitas Sriwijaya. Kupikir Endro yang di Universitas Srilangka. hehe…

    Gimana sih kamu, Ndro. Kamu yang sudah dicontohin mbak Angel sebagai figur pemuda yang dewasa dan matang dalam beriman, kok malah balik menggodanya. Mbak Angela bukan main tersipunya itu. Nanti kamu gak jadi masuk SJ, lho. Pilih mana, masuk SJ atau jadi PNS?

    Mbak Angel itu bukan orang jawa, kayaknya orang amrik. ‘Angela Jolie’! :)

    Ndro,makanya… lain waktu kalau beli A.O. jangan yang di kiosnya bang Udin, ya. Disana itu paling kondang gak ada ‘depkes’nya. hehe… Beli yang lebih bermerk, dong! hehe…

    Nanti kalau beneran jadi PNS, jangan buka-buka situs internet yang tidak-tidak di kantor, ya. haha…
    Eh, keliru… mau daftar SJ ding, ya. Teruskan! tentu akan didukung oleh saudara-saudara beriman.

    Ok dah dulu ya…

    Keep On Reggae!
    Jesus Jammin With U :)

  18. wkwkwk…….ternyata bang rusa lutju juga yo. wah jadi tertiwi geli. ya wiz salam anget wae untuk semua yang lagi kedinginan.

    o ya, bwt (mbak ato mas ato bang) Rin, he…he..belum aku kirim email ke mereka. aku masih ketemu2 sama romo2 di parokiku.

    y wiz lagi .tengkiu por ol. I lop pyu pul.

  19. Ndro,

    Kamu dimana ndro? aku menunggumu.

    Aku mau gelar sembahyangan bareng, bawa teman-temanmu, tapi jangan sampai ada kata ‘paksa’ itu…

    Sembahyangan dari ketulusan kita, sampai memancar di semesta raya!

    Kita hidupkan malam-malam, kalaupun tiada rembulan, biarkan hati kita jadi pantulan terang-mencerahkan…

    Jangan kau usir laron-laron berdatangan

    Seusainya, kita main ke warung Bang Udin,

    Aku hendak meminta maaf padanya di keheningan batin. Bukan, bukan itu maksdu-ku. Kau tahu, Ndro, nama itu hanya kita yang tahu.. bukan sebagaimana nama-nama yang mereka semua bayangkan.

    Kemiskinan memang harus kita perhatikan, tapi… bisa kah kita jelaskan, kemiskinan yang bagaimana? mereka yang ditindas? atau bermental memelas?

    Agar pundi-pundi kita kucurkan seturut jalan. Agar pundi-pundi kita kucurkan, tak cuma tampilkan tangga keberadaan.

    YESUS…..s…..r

  20. wkk…wkk. Lebay banget tho mas rusa.

    Dulunya penyair yo.

    O YA. gud nait. HAVE A RICE CREAM Eh nice dream ding.

  21. Selamat Siang,

    Perkenalkan nama saya Elisius Isnu saya berasal dari Paroki Keluarga Kudus Ps Minggu,
    Tujuan saya ini berlatar belakang melihat betapa aktifnya Gereja Katolik St Anna paroki
    Duren Sawit dalam pengelolaan website, karena itu kami bermaksud untuk belajar cara pembuatan
    dan pengelolaan website ini, karena kebetulan saya ditunjuk untuk memprakarsai pembuatan perdana
    pembuatan website di paroki ps minggu,
    Boleh kiranya saya diperkenalkan dengan orang – orang yang luar biasa ini dalam pengelolaan website ini,
    terima kasih atas bantuannya.ysnoedevoe@yahoo.com

  22. halow admin…
    saya warga baru di wilayah paroki st anna
    mau nanya kalo jl kapuk klender itu masuk lingkungan mana dan wilayah mana yah….dan dengan ketua lingkungan siapa saya harus melaporkan diri
    thanks sebelumnya. GBU

    ary

  23. siang pak Aryanto,
    bapak masuk di lingkungan Joyoseputro – Wil. Klender,
    Nama Ket. Lingkungan: Bp. Marius Winarso
    No. telp: 8660 4334

    terima kasih,

    salam
    sekretariat

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>