Virus dan Suara Emas : Sebuah Refleksi Atas Pelayanan Kasih di LP Cipinang
Selasa, 10 Nopember 2009 perwakilan Seksi Reksa Rohani Penjara Santa Anna bekerjasama dengan Komunitas Kasih Tuhan melakukan pelayanan kasih ke LP Cipinang khusus bagian Narkoba. Pelayanan tersebut diisi dengan Perayaan Ekaristi, pengakuan dosa, bimbingan, dan kesaksian-kesaksian. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Desius Kaki, CSSR. Pada saat Ekaristi berlangsung, suasana begitu tenang. Mereka hanyut dalam Ekaristi Syukur dan pujian-pujian bersama. Acara diakhiri dengan kesaksian dari beberapa napi. Dalam sharingnya mereka menyampaikan rasa perasaan mereka mulai dari awal tertangkap sampai pada saat ini dia menjalani masa tahanan di LP. Ada yang berkisah bahwa uang ternyata tidak dapat membuat segalanya menjadi indah, akan tetapi dalam pertobatannya itu dia merasa bahwa hanya hidup dalam Tuhan sajalah yang menjadikan ketenangan hidup itu bisa dirasakan.
Mereka juga bertutur bahwa salah satu kerinduan terbesar bagi mereka selama ini adalah berjumpa dengan Tuhan untuk menyesali segala kesalahan dan kedosaan mereka. Hal itu diungkapkan oleh Pak Dudung yang pada tanggal 10 Nopember tersebut dia genap 2 tahun menjalani masa tahanan. Pak Dudung mengungkapkan bahwa karena 4.56 gram ganja, dia diberi beban tanggungan atas kesalahannya dengan menjalani masa hukuman selama 6 tahun. Pak Dudung berbagi refleksi dan permenungannya dalam bentuk puisi. Puisi ini kami rasa bagus untuk dipelajari siapa saja khususnya mereka yang mungkin terjerumus dalam lembah hitam narkoba.
Virus
Virus,
Kau penyebab keindahan aura musnah terpupus
Kau menggerogoti sahabat-sahabat ku yang terjerumus
Virus,
Terkadang kau bersembunyi di tempat yang mulus-mulus
Gara-gara kau satu persatu sahabat-sahabat pada mampus.
Kenapa sungai yang mengalir kita cemarkan ?
Kenapa karang lautan kita rusakkan ?
Lestarikanlah pohon kehidupan
Bukankah tubuh ini Bait Allah kepunyaan Tuhan ?
Masalah takkan sirna dengan ngegelek
Mengusik mendung bukanlah dengan nyipek
Terbang di awan hitam hanya membuat capek
Hanya menempa hati bagaikan rempeyek
Berbahagialah dalam penderitaan
Bertahan dalam ujian terhadap iman
Agar menghasilkan ketekunan
Tuk meraih mahkota kehidupan
Putaw mencipta khayal sembari nongkrong
Pakaw mengajar bibir tuk pintar berbohong
Saat pedaw kau kan bengong
Dikala sakaw kau kan melolong
Rindu si putih akhirnya nyolong
Pengen sharing terpaksa nodong
Saudara-saudara
Sahabat-sahabat terkasih dalam Yesus
Mendekatlah pada sang penebus
Renungkanlah Injil Matius
Pelajari surat Paulus dan Petrus
Dengarkan nasehat Yakobus
Jangan patah semangat karena si virus
Karena kita adalah milik Kristus
Karya Pak Dudung – Napi Narkoba – Cipinang
Itulah hasil refleksi dari Pak Dudung, semoga harapan dan doa para Napi lainnya juga senantiasa didengar oleh Tuhan Yang Maharahim.
Suara Emas
Selain Pak Dudung, ada beberapa napi lain yang tergerak hatinya untuk memberi kesaksian dengan menyanyikan sebuah lagu. Sungguh luar biasa, suara mereka bagus sekali sehingga lagu itu enak sekali untuk dinikmati. Mereka yang adalah para tahanan tetapi memiliki kelebihan yang tidak semua orang punya. Mereka dapat menyanyi dengan hati sehingga setiap dari kita yang mendengarkan, dibuatnya diam dan menikmati suara emas mereka. Saat mereka melantunkan lagu, terlihat bagaimana mereka menjiwai dan memuji Tuhan dengan sepenuh hati. Dibalik suaranya yang indah, hatinya sedih, pedih karena harus menjalani masa tahanan mereka untuk menebus dosa dan kesalahan mereka. Disini kita terus memohonkan rahmat semoga Tuhan senantiasa menguatkan mereka dalam menjalani salib kehidupan mereka masing-masing.
Kebesaran Cinta Tuhan
Kebesaran Cinta Tuhan memang nampak jelas, meskipun manusia berdosa, Tuhan tetap mengasihinya. Beberapa hal yang mestinya juga kita syukuri adalah bahwa diantara kelemahan dan kekurangan mereka, mereka tetap memiliki talenta yang indah. Meskipun mereka terkena virus yang merusak akan tetapi Tuhan tetap senantiasa memberikan kelebihan pada mereka. Suara hati itu tidak pernah akan pupus, buktinya mereka dapat membuat puisi dan melantunkan lagu dengan penuh kejiwaan. Mereka sadar bahwa mereka bersalah, mereka sadar bahwa mereka dipenjara akan tetapi mereka menyerahkan semuanya itu dalam nama Tuhan. Inilah kebesaran Tuhan, bahwa ditengah kedosaan manusia, Tuhan senantiasa hadir untuk memelihara serta melawat umat-Nya secara utuh.







Leave a Reply