Usia perkawinan 13 tahun di ambang kehancuran

Membaca tentang hancurnya biduk perkawinan kristiani membuat saya khawatir.

Saya sendiri mengalami hal serupa di usia 13 tahun ini. Saya kehilangan jatidiri dan meremehkan peran istri dalam hidup saya sehingga istri akhirnya tidak tahan serta meninggalkan saya pulang ke rumah ortunya bersama anak-anak saya. Sekarang ini istri menjadi beku hatinya gara-gara saya. Bahkan meminta cerai secara baik-baik setelah anak-anak menginjak dewasa nantinya.

Ternyata saya begitu egois dan lupa akan uluran tangan Tuhan dan bahkan saya kibaskan. Saya pernah juga terlena dengan wanita lain meskipun tidak membawa saya ke hubungan fisik (sex). Kekaguman pada wanita lain ini jelas tidak bisa diterima.

Menyesal memang menyesal namun sepertinya nasi telah menjadi kerak karena terlalu lama di atas api. Gosong!

Setelah istri berhasil bangkit dari kehancuran … ia mengancam saya akan menggugat cerai di pengadilan negeri.

Mengingat penyebab luka hati istri adalah saya, saya akhirnya menuruti permintaannya. Memang hingga sekarang belum terjadi. Namun istri sudah membatasi pertemuan saya dengan nya dan anak-anak.

Namun mengingat janji saya didepan Altar dahulu saya ngeri apabila hal ini saya lakukan (Cerai). Hati saya bergulat dengan dilema tersebut.
Saat ini saya berusaha sedikit demi sedikit selalu memperhatikan istri dan anak-anak secara pasif (apabila ada sms saya selalu membalasnya dengan hati.) Sebab kalau aktif saya selalu kena damprat. Saya memang Biadab.

Harapan kecil akan kembali membangun biduk baru untuk istri dan anak-anak tetap ada, mumpung anak2 belum mengetahui duduk perkaranya dan masih menganggap ayah pergi bekerja. Oleh karena itu lah saya tetap bertahan dengan jarak terhadap istri dan anak sambil berusaha membuang “HATI BIADAB” saya dan merenungkan bagaimana dan langkah apa yang harus selalu saya ambil sebagai kepala keluarga yang bertanggungjawab dan mencintai keluarga.

Saat ini saya hanya bisa mengirimkan uang saja untuk hidup mereka. Istri tetap bekerja.

Inilah kisah saya. Semoga bagi pasangan (terutama yang laki-laki) agar jangan membawa egois yang berlebihan (terhadap istri). hehe … Sebisa mungkin menempatkannya dalam lubuk hati yang dalam agar istri dan anak-anak merasa terlindungi, hangat dan nyaman tinggal dihati.

Romo, mohon pencerahannya. Terimakasih

DHS

3 Responses to “Usia perkawinan 13 tahun di ambang kehancuran”

  1. Hallo pak DHS!

    Saya puji bapak karena bapak bisa sadar betul bahwa akar permasalahan dalam rumah tangga kalian adalah diri anda. Kesadaran itu bagus sebagai langkah awal perbaikan diri. Kalau sudah sampai step itu, saran saya:

    1. Bertobatlah dan serahkan semua yang sudah lalu ke dalam tangan Tuhan. Mohonlah agar Yesus mengubahnya menjadi anggur manis dalam kehidupan kalian.

    2. Karena sudah diserahkan semua kepada Tuhan, maka jangan ulangi sama sekali semua yang salah. Berhentilah menghakimi diri sendiri dengan mengatakan bahwa anda biadab. Mulailah jadi manusia baru. Ingat, anda sudah diampuni Tuhan, maka mulailah hidup baru yang penuh kasih terhadap keluarga.

    3. Sebagai manusia yang lahir baru, bertindaklah sebagai lelaki baru dan ayah baru. Lelaki baru yang menawan hati bagi istri anda. Ayah baru yang penuh kasih terhadap anak anak.

    4. Saya puji anda masih terus mengirimkan biaya untuk anak anak. Itu artinya bapak memang lelaki yang bertanggung jawab.

    5. Cari waktu yang tepat untuk dapat bicara berdua dari hati ke hati dengan istri. Misal, pada suatu Jumat sore datanglah ke kantornya sebagai tamu terhormat. Ajaklah dia keluar makan malam dan bicaralah. Kan dia tidak mungkin ngamuk mengusir anda di depan teman teman dan atasannya. Bapak juga jangan maksa apapun, benar benar harus elegan. Siapkan untuk makan di resto yang memang cozy untuk bicara.

    6. Apa yang perlu dibicarakan?
    a. Mintalah maaf atas masa lalu. Tidak perlu terlalu merendahkan diri tapi permintaan maaf itu perlu.
    b. katakan saja niat bapak untuk memulai hidup baru dalam berkeluarga.
    c. Bagaimana kalau istri kekeuh marekeuh sumekeuh minta cerai? Katakan saja bapak minta diberi kesempatan 1x lagi untuk memperbaiki keadaan. Minta waktu misal 1 tahun untuk evaluasi bahwa bapak sungguh berubah.
    d. Jangan memaksa apapun, tetaplah elegan.

    Dicoba dulu ya. Semoga keluarga bapak bahagia!

    Salam berkat Tuhan, rin

  2. Halo juga Ibu Rin,

    Setelah Mencermati tulisan tanggapan ibu terhadap kasus saya, rasanya harapan kecil itu menjadi semakin nyata.

    Saya semakin merasakan jamahan lembut tangan Tuhan. Tuhan terimakasih.

    Tulisan Ibu Rin merupakan solusi yang menarik, yang tidak saya sangka dan terpikirkan. maklum ibu, saya bergelut setiap hari dengan code-code komputer. Profesi saya memang pemrogram komputer. Kadang hal itulah yang mengakibatkan saya kurang peka dan memahami bahasa cinta istri …

    Terimakasih atas tanggapan dan perhatian ibu. Ibu bener2 hebat.
    Satu hal ini saja akan saya persiapkan dan kerjakan dengan sungguh2 sepenuh hati.
    Saya rasa Bapak di Surga sudah mengijinkan, Ibu Maria sudah menasehati, Mas Christ sudah membimbingku, dan Roh Kudus sudah menguatkanku Bu.

    Once again thankyou very very much.

  3. Dear Pak Damian,

    saya berdoa bagi kalian. Semoga pelajaran yang 1x ini menjadi titik balik kebahagiaan kalian bersama.

    Sebetulnya, terpesona pada seseorang itu gpp aja. Lha namanya hidup kan mungkin saja kita tiba tiba bertemu dengan seseorang yang memesona. Lha kalo memang kwalitas dia bagus masa’ ya kita tidak boleh terpesona…
    Saya sering juga terpesona. Ada orang yang tampaknya sederhana tapi ternyata hebat. Contoh: ada seorang bapak yang sederhana tapi dia melayani penjara dengan setia. Yang dilakukannya adalah mengajak para napi katolik berdoa rosario. Pelayanannya memang sesederhana itu tapi dia setia. Hasilnya? Banyak! Banyak napi yang merasa terlepas beban hidupnya oleh doa doa mereka. Saya terpesona padanya! Bagaimana dia begitu pasrah dan setia melayani sesama karena kasihnya kepada Tuhan. Dan nyata, hidupnya dipelihara Tuhan. Saya selalu bertanya kepada diri sendiri: Rin, apa yang kamu lakukan? Bapak itu begitu sederhana saja bisa melayani dengan baik. Kamu?!
    Belum lagi kalau baca Beata Teresa, saya terpesona juga.

    Pokoknya soal terpesona itu sih OK. Itu saatnya kita bisa benchmark terhadap apa yang mereka lakukan.

    Soal penghargaan suami terhadap istri, sebetulnya itu bukan suatu yang sulit. Bagi istri mandiri seperti istri bapak, saya kira yang penting bapak tidak neko neko keterlaluan menghina ya baik laaahhh…. Yang diperlukan biasanya: toleransi, perhatian, dukungan, sikap manis, gembira bersama. Tidak sulit kan?

    Sebagai sharing:
    Saya juga kerja kantor. Suami saya dengan senang hati juga mengerjakan pekerjaan domestik. Sejak kami menikah saya tidak pernah ribut soal pekerjaan domestik. sejauh saya bisa lakukan, saya lakukan. Kalau saya kecapekan ya saya tidur karena saya taat untuk mengasihi diri saya sendiri selain mengasihi keluarga. Pekerjaan tidak selesai buat saya bukan soal, yang penting saya sudah berusaha mengerjakan hal yang terpenting: menyediakan makanan untuk keluarga. Karena melihat keadaan rumah tangga yang ternyata memerlukan dia untuk kerja domestik, maka apa yang tidak bisa saya lakukan itulah yang dicover oleh suami. Dengan sendirinya dia menyelesaikan pekerjaan pekerjaan yang tidak mampu saya selesaiakan. Oleh karenanya saya sangat menghargai dia sebagai suami yang baik.
    Dia sungguh teman hidup yang menyenangkan bagi saya.

    Satu lagi, saat kami berdua, kami sering mengucap syukur atas pasangan kami,”Tuhan, terima kasih atas suami yang enak ini!” Bukankah itu menyenangkan dari pada tiap kali meributkan ini itu? Toh diributkan juga hanya bikin sakit hati….

    Mungkin sharing saya tidak pas terhadap permasalahan rumah tangga bapak. Saya hanya ingin mengatakan bahwa menjadi suami yang menyenangkan itu tidak sulit. Dengan demikian keluarga kalian akan jadi bahagia.

    Salam buat istri. Bilang, cerai itu hanya akan menimbulkan masalah baru. Itu akan banyak menyakiti perasaan anak anak.

    Selamat berkencan dengan istri! Pesan saya: dandan yang keren ya! Buat dia jatuh hati lagi pada bapak. Hasilnya gimana, boleh sharing dooong! Good luck!

    Salam berkat Tuhan, rin

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>