<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tips Pacaran Bagi Orang Kristen</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 02:33:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: johan(Awam)</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-2/#comment-4990</link>
		<dc:creator>johan(Awam)</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 01:56:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-4990</guid>
		<description>@VAundra.. 

Pertama, bagaimana bobot masalah yang menjadi sumber percekcokan ? apakah ringan atau berat ? jika bobot-nya semakin kecil, tetapi sudah bisa menimbulkan cekcok, kalian perlu meninjau kembali hubungan kalian sebelum melangkah ke jenjang yang serius. Dalam berpacaran, menurut saya hal ini adalah salah satu yang perlu dijajaki selama masa berpacaran. Karena setelah menikah, apakah kalian ingin kehidupan perkawinan kalian dipenuhi pertengkaran karena hal yang sepele. Ukuran sepele atau tidak, kecil atau besar, ini pun harus ada kesepakatan dalam menyikapinya, kebijaksanaan dalam penyampaian, dan kesadaran bahwa hal tersebut memberikan konstribusi yang positif dalam mendewasakan pribadi masing-masing, terutama dalam menjalin hubugnan dengan orang lain. 
Remember, it takes two to tango..

masalah seberat apa pun, yagn terpenting adalah bagaimana kalian berdua bersama dapat menghadapinya dan menyelesaikannya. Bahkan dalam kondisi yang sangat berat, seringkali tidak ada penyelesaian yang memuaskan, maka yang dilihat adalah bagaimana keduanya berdamai dengan permasalahan itu.

SEtiap masalah adalah bentuk ujian dalam hubungan kalian. Berat atau ringan, permasalahan2 itu dan cara menghadapi dan penyelesaiannya akan memberikan konstribusi besar dalam kematangan hubungan kalian. Kekuatan dan keeratan ikatan hubungan kalian pun turut dipengaruhi olehnya. Itu sebabnya, pasangan yang telah berhasil bersama-sama melewati &quot;ujian&quot; berat dalam hubungan mereka dengan cinta, kesetiaan dan kepercayaan, dalam keluarga, dalam perkawinan akan semakin kuat ikatan kebersamaan. Sebaliknya jika salah satunya melukai ke-3 hal tersebut, akan semakin berat-lah mereka membangun kebersamaan.

Satu hal yang tidak kalah penting juga adalah pengampunan... memaafkan pasangan atas kesalahan yang diperbuatnya, dan juga keterbukaan diri untuk berani dan mau mengakui bila memang melakukan kesalahan yang melukai hubungan. Dan kesadaran untuk melakukan perbaikan. 

sebenarnya bisa panjang lebar pembahasannya.
sekarang menjawab pertanyaanmu :

1. caranya adalah dengan perbuatan. Lakukan perbuatan yang sesuai dengan iman Kristen. Apakah memaki pacar sesuai dengan iman Kristen ? apakah mengabaikan hak orang lain adalah sesuai dengan iman Kristen ? apakah berbohong sesuai dengan iman Kristen ? apakah tidak minta maaf padahal tahu salah atau sebaliknya tidak memaafkan adalah sesuai dengan iman Kristen ? apakah tidak ke GEreja adalah sesuai dengan iman Kristen ? dst..dst.. sebenarnya melakukan kegiatan rohani bersama bisa membangun kebersamaan secara positif. misalkan pergi ke GEreja bersama, berdoa bersama, melakukan aktivitas Gereja lainnya bersama, misal dalam kepanitiaan Gereja.

2. kamu tidak boleh memaksakan hubungan itu HARUS terjadi. Jangan sampai si pacar karena hubunga kalian, harus berbohong, tidak berkata jujur kepada orang tuanya. Bila pacar masih menggantungkan kebutuhan hidupnya kepada orang tuanya, maka pacar anda harus taat kepada orang tua untuk tidak berpacaran sesuai definisi orang tua-nya. Melarang anaknya utnuk berpacaran ini karena si anak perlu berkonsentrasi terlebih dahulu kepada pendidikannya tidak bertentangan dengan iman kristiani, sebaliknya berbohong bertentangan dengan iman kristiani, terlebih karenanya tidak hormat kepada orang tua. PAcar anda tentu saja bisa bertanya kepada orang tuanya, kapan ia diperbolehkan berpacaran, supaya ada kesepakatan. dan kamu harus bersabar menunggu kesempatan itu.

Saya pikir hal ini juga berpotensi memicu pertengkaran dalam hubungan kalian, benarkah ? :)

3. Kalo bisa jangan sampai marah dong :).. kalo sudah terlanjur marah, tentunya kamu harus dengan cepat menganalisa apa alasan ia marah. Kemarahan merupakan luapan emosi, kata-katamu bisa semakin membuatnya marah atau meneduhkannya. Jadi kamu harus bijaksana memilih kata, bahkan dalam menggunakan bahasa tubuh. Dan jika kamu tidak tahu apa yang harus kamu perbuat, sebaiknya diam, menenangkan diri dan berpikir selanjutnya untuk menanggapi situasi tersebut, sambil berusaha bersikap serius menyimak apa yang ia katakan di sela-sela kemarahannya. Dan bila situasinya sudah lebih tenang, pilihlah kata yang menyejukan bukan mempertanyakan kemarahannya, atau kata-kata yang mengandung sindiran, atau memposisikan dirinya salah dirimu benar, atau kata-kata mengkoreksi... seperti : &quot;sudah selesai marah-marahnya ?&quot;, &quot;kenapa sih kamu marah-marah gitu ?&quot;, &quot;udah capek ?&quot;, &quot;kamu tahu nggak salah kamu apa ?&quot;, &quot;aku nggak ngerti kamu bisa begitu ?&quot;, &quot;yang harusnya marah tuh aku &quot;... dst..dst..

kamu bisa mulai dengan &quot;maafkan aku ya, aku tidak bermaksud membuatmu marah&quot;, &quot;kamu berhak untuk marah&quot;, &quot;aku mengerti  mengapa kamu marah&quot;, dst..

intinya temukan cara yang tepat untuk membuka jalur komunikasi kembali setelah badai berlalu.. karena komunikasi adalah langkah awal untuk mengatasi masalah2 yang kalian hadapi.. :) 

untuk sementara itu dulu ya.. May God bless your steps..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@VAundra.. </p>
<p>Pertama, bagaimana bobot masalah yang menjadi sumber percekcokan ? apakah ringan atau berat ? jika bobot-nya semakin kecil, tetapi sudah bisa menimbulkan cekcok, kalian perlu meninjau kembali hubungan kalian sebelum melangkah ke jenjang yang serius. Dalam berpacaran, menurut saya hal ini adalah salah satu yang perlu dijajaki selama masa berpacaran. Karena setelah menikah, apakah kalian ingin kehidupan perkawinan kalian dipenuhi pertengkaran karena hal yang sepele. Ukuran sepele atau tidak, kecil atau besar, ini pun harus ada kesepakatan dalam menyikapinya, kebijaksanaan dalam penyampaian, dan kesadaran bahwa hal tersebut memberikan konstribusi yang positif dalam mendewasakan pribadi masing-masing, terutama dalam menjalin hubugnan dengan orang lain.<br />
Remember, it takes two to tango..</p>
<p>masalah seberat apa pun, yagn terpenting adalah bagaimana kalian berdua bersama dapat menghadapinya dan menyelesaikannya. Bahkan dalam kondisi yang sangat berat, seringkali tidak ada penyelesaian yang memuaskan, maka yang dilihat adalah bagaimana keduanya berdamai dengan permasalahan itu.</p>
<p>SEtiap masalah adalah bentuk ujian dalam hubungan kalian. Berat atau ringan, permasalahan2 itu dan cara menghadapi dan penyelesaiannya akan memberikan konstribusi besar dalam kematangan hubungan kalian. Kekuatan dan keeratan ikatan hubungan kalian pun turut dipengaruhi olehnya. Itu sebabnya, pasangan yang telah berhasil bersama-sama melewati &#8220;ujian&#8221; berat dalam hubungan mereka dengan cinta, kesetiaan dan kepercayaan, dalam keluarga, dalam perkawinan akan semakin kuat ikatan kebersamaan. Sebaliknya jika salah satunya melukai ke-3 hal tersebut, akan semakin berat-lah mereka membangun kebersamaan.</p>
<p>Satu hal yang tidak kalah penting juga adalah pengampunan&#8230; memaafkan pasangan atas kesalahan yang diperbuatnya, dan juga keterbukaan diri untuk berani dan mau mengakui bila memang melakukan kesalahan yang melukai hubungan. Dan kesadaran untuk melakukan perbaikan. </p>
<p>sebenarnya bisa panjang lebar pembahasannya.<br />
sekarang menjawab pertanyaanmu :</p>
<p>1. caranya adalah dengan perbuatan. Lakukan perbuatan yang sesuai dengan iman Kristen. Apakah memaki pacar sesuai dengan iman Kristen ? apakah mengabaikan hak orang lain adalah sesuai dengan iman Kristen ? apakah berbohong sesuai dengan iman Kristen ? apakah tidak minta maaf padahal tahu salah atau sebaliknya tidak memaafkan adalah sesuai dengan iman Kristen ? apakah tidak ke GEreja adalah sesuai dengan iman Kristen ? dst..dst.. sebenarnya melakukan kegiatan rohani bersama bisa membangun kebersamaan secara positif. misalkan pergi ke GEreja bersama, berdoa bersama, melakukan aktivitas Gereja lainnya bersama, misal dalam kepanitiaan Gereja.</p>
<p>2. kamu tidak boleh memaksakan hubungan itu HARUS terjadi. Jangan sampai si pacar karena hubunga kalian, harus berbohong, tidak berkata jujur kepada orang tuanya. Bila pacar masih menggantungkan kebutuhan hidupnya kepada orang tuanya, maka pacar anda harus taat kepada orang tua untuk tidak berpacaran sesuai definisi orang tua-nya. Melarang anaknya utnuk berpacaran ini karena si anak perlu berkonsentrasi terlebih dahulu kepada pendidikannya tidak bertentangan dengan iman kristiani, sebaliknya berbohong bertentangan dengan iman kristiani, terlebih karenanya tidak hormat kepada orang tua. PAcar anda tentu saja bisa bertanya kepada orang tuanya, kapan ia diperbolehkan berpacaran, supaya ada kesepakatan. dan kamu harus bersabar menunggu kesempatan itu.</p>
<p>Saya pikir hal ini juga berpotensi memicu pertengkaran dalam hubungan kalian, benarkah ? <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>3. Kalo bisa jangan sampai marah dong <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .. kalo sudah terlanjur marah, tentunya kamu harus dengan cepat menganalisa apa alasan ia marah. Kemarahan merupakan luapan emosi, kata-katamu bisa semakin membuatnya marah atau meneduhkannya. Jadi kamu harus bijaksana memilih kata, bahkan dalam menggunakan bahasa tubuh. Dan jika kamu tidak tahu apa yang harus kamu perbuat, sebaiknya diam, menenangkan diri dan berpikir selanjutnya untuk menanggapi situasi tersebut, sambil berusaha bersikap serius menyimak apa yang ia katakan di sela-sela kemarahannya. Dan bila situasinya sudah lebih tenang, pilihlah kata yang menyejukan bukan mempertanyakan kemarahannya, atau kata-kata yang mengandung sindiran, atau memposisikan dirinya salah dirimu benar, atau kata-kata mengkoreksi&#8230; seperti : &#8220;sudah selesai marah-marahnya ?&#8221;, &#8220;kenapa sih kamu marah-marah gitu ?&#8221;, &#8220;udah capek ?&#8221;, &#8220;kamu tahu nggak salah kamu apa ?&#8221;, &#8220;aku nggak ngerti kamu bisa begitu ?&#8221;, &#8220;yang harusnya marah tuh aku &#8220;&#8230; dst..dst..</p>
<p>kamu bisa mulai dengan &#8220;maafkan aku ya, aku tidak bermaksud membuatmu marah&#8221;, &#8220;kamu berhak untuk marah&#8221;, &#8220;aku mengerti  mengapa kamu marah&#8221;, dst..</p>
<p>intinya temukan cara yang tepat untuk membuka jalur komunikasi kembali setelah badai berlalu.. karena komunikasi adalah langkah awal untuk mengatasi masalah2 yang kalian hadapi.. <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>untuk sementara itu dulu ya.. May God bless your steps..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Vaundra</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-2/#comment-4982</link>
		<dc:creator>Vaundra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 07:19:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-4982</guid>
		<description>Saya mau tanya, saya sudah pacaran 9 bulan ini, kita juga udah ngomongin tentang langkah kita ke dpan (pernikahan), namun akhir2 ini sering cekcok, bahkan pernah sampai minta putus. Tapi saya dan dia masih sama2 sayang. Pertanyaan saya:
1. Bagaimana cara menjelaskan lewat iman Kristiani agar hubungan kami membaik?
2. Orangtua si cewek blum membolehkan pacaran, tapi kluarga saya udah mulai menerima. Bagaimana pandangan agama menanggapinya?
3. Kalo dia marah gitu, apa saya harus diam memberi waktu untuk dia tenang baru dijelasin?
Terima kasih, Berkah Dalem :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau tanya, saya sudah pacaran 9 bulan ini, kita juga udah ngomongin tentang langkah kita ke dpan (pernikahan), namun akhir2 ini sering cekcok, bahkan pernah sampai minta putus. Tapi saya dan dia masih sama2 sayang. Pertanyaan saya:<br />
1. Bagaimana cara menjelaskan lewat iman Kristiani agar hubungan kami membaik?<br />
2. Orangtua si cewek blum membolehkan pacaran, tapi kluarga saya udah mulai menerima. Bagaimana pandangan agama menanggapinya?<br />
3. Kalo dia marah gitu, apa saya harus diam memberi waktu untuk dia tenang baru dijelasin?<br />
Terima kasih, Berkah Dalem <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan(awam)</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-2/#comment-4972</link>
		<dc:creator>johan(awam)</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 09:31:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-4972</guid>
		<description>@brama, caranya nggak curiga ? :) apa yang perlu dicurigai ?

Jika ia memilih dekat dengan orang lain, itu masih adalah hak-nya. jika memang terjadi demikian, biarkan itu menjadi pilihannya, dan kamu pun bisa memilih, untuk melanjutkan perjalanan hidup kamu yang masih panjang..daripada cuma memikirkan kekesalan karena pilihannya, tidak ada guna, yang ada hanya kamu yang rugi, rugi waktu, tenaga dan pikiran, lebih baik kamu tunjukan bahwa kamu juga punya pilihan yang lebih baik untuk hidupmu...

dengan begitu, akan lebih ringan langkahmu dalam menjalin persahabatan dengan teman-temanmu, hingga kelak kamu melabuhkan perahu hatimu kepada pilihan yang kelak akan menjadi teman hidupmu hingga maut memisahkan kalian :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@brama, caranya nggak curiga ? <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  apa yang perlu dicurigai ?</p>
<p>Jika ia memilih dekat dengan orang lain, itu masih adalah hak-nya. jika memang terjadi demikian, biarkan itu menjadi pilihannya, dan kamu pun bisa memilih, untuk melanjutkan perjalanan hidup kamu yang masih panjang..daripada cuma memikirkan kekesalan karena pilihannya, tidak ada guna, yang ada hanya kamu yang rugi, rugi waktu, tenaga dan pikiran, lebih baik kamu tunjukan bahwa kamu juga punya pilihan yang lebih baik untuk hidupmu&#8230;</p>
<p>dengan begitu, akan lebih ringan langkahmu dalam menjalin persahabatan dengan teman-temanmu, hingga kelak kamu melabuhkan perahu hatimu kepada pilihan yang kelak akan menjadi teman hidupmu hingga maut memisahkan kalian <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: junan</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-2/#comment-4887</link>
		<dc:creator>junan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 11:54:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-4887</guid>
		<description>tips bagus ...pasti bermanfaat khususnya bagi orang - orang muda..
GBUs</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tips bagus &#8230;pasti bermanfaat khususnya bagi orang &#8211; orang muda..<br />
GBUs</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan (Awam)</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-2/#comment-4873</link>
		<dc:creator>johan (Awam)</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 01:21:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-4873</guid>
		<description>@Ferry.... jika anda seorang Protestan, cobalah tanyakan kepada pendeta anda, mengapa demikian.. 
satu lagi.. coba tanyakan juga kepada pacar-mu, mengapa dalam agamanya pun demikian.. seorang perempuan muslim tidak boleh menikah dengan seorang pria Kristen..

dan posting kedua jawabannya di sini jika anda berkenan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ferry&#8230;. jika anda seorang Protestan, cobalah tanyakan kepada pendeta anda, mengapa demikian..<br />
satu lagi.. coba tanyakan juga kepada pacar-mu, mengapa dalam agamanya pun demikian.. seorang perempuan muslim tidak boleh menikah dengan seorang pria Kristen..</p>
<p>dan posting kedua jawabannya di sini jika anda berkenan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: brama</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-1/#comment-4865</link>
		<dc:creator>brama</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 10:05:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-4865</guid>
		<description>kak gmana sich cara&#039;ea agar ga curiga ma pcr kn itu jga nyakitin nma&#039;ea ea kn</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kak gmana sich cara&#8217;ea agar ga curiga ma pcr kn itu jga nyakitin nma&#8217;ea ea kn</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ferry</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-1/#comment-4826</link>
		<dc:creator>Ferry</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 17:13:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-4826</guid>
		<description>Saya kristen dan pacar saya muslim,apa kami tidak bisa bersatu?
apakah Tuhan melarang seseorang yang salig menyayangi untuk bersatu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kristen dan pacar saya muslim,apa kami tidak bisa bersatu?<br />
apakah Tuhan melarang seseorang yang salig menyayangi untuk bersatu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan (Awam)</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-1/#comment-4761</link>
		<dc:creator>johan (Awam)</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 01:32:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-4761</guid>
		<description>@susan,  Shalom aleichem ..apakah yang kamu inginkan ? :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@susan,  Shalom aleichem ..apakah yang kamu inginkan ? <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: susan</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-1/#comment-4726</link>
		<dc:creator>susan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 14:42:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-4726</guid>
		<description>shalom.. malem kak, dari bahasan di atas saya mau tanya.. saya gadis berusia 20th, tapi selama ini saya belum pernah pacaran kak.. banyak temen yg dket tapi banyakan beda agama. saya g pernah anggep mereka pacar, hanya sebatas temen ngobrol aja. saya berkonsisten untuk memiliki pacar yg seiman (protestan) tapi saya belum merasa menemukannya kak.. bisa tolong kasi masukan?? GBU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>shalom.. malem kak, dari bahasan di atas saya mau tanya.. saya gadis berusia 20th, tapi selama ini saya belum pernah pacaran kak.. banyak temen yg dket tapi banyakan beda agama. saya g pernah anggep mereka pacar, hanya sebatas temen ngobrol aja. saya berkonsisten untuk memiliki pacar yg seiman (protestan) tapi saya belum merasa menemukannya kak.. bisa tolong kasi masukan?? GBU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan (awam)</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-1/#comment-4713</link>
		<dc:creator>johan (awam)</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 01:17:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-4713</guid>
		<description>@Rotua Siadari.. syalom..

dalam masa berpacaran sebenarnya tidak ada komitmen yang sifatnya mengikat.. masing-masing masih bebas membuat pilihan. 

dalam kasusmu... kamu bisa memilih untuk terus dengan situasi saat ini yang membuat hatimu galau dan bertanya-tanya, atau meneruskan untuk berpacaran dengannya. 

Jika kamu berada di ambang keputusan penting untuk menikah, maka saya akan menasihatimu untuk menunda rencana pernikahan itu, hingga ada kesadaran ddari keduabelah pihak bahwa hubungan ini akan mengikat dan bukan lagi yang pertama adalah &quot;I&quot; and &quot;Me&quot; melainkan &quot;Us&quot; and &quot;We&quot;. Dan bila tidak ada perubahan dalam sikap egosentris yang menyakiti perasaan pasangan, maka hubungan itu sebaiknya ditinjau kembali, membuka kembali kesempatan untuk instropeksi. Jika ini tidak dilakukan, maka akan ada potensi gangguan di masa depan yang bisa membawa kepada pertengkaran. Urusan pernikahan bukan melulu hanya bicara cinta seperti orang yang berpacaran, tetapi yang terutama adalah menjalankan amanat dari Tuhan.

Jadi jangan hanya berpikir, mungkin nanti kalo ia menikah ia bisa berubah, mungkin nanti kalo ia sudah punya anak ia bisa berubah, tetapi juga harus berpikir, siapkah aku jika ia tidak berubah, bahkan ketika kami sudah memiliki anak ? apa yang harus aku lakukan bila hal itu yang terjadi ? Mungkin ada yang berpikir &quot;kok dah dipikirin sekarang ?&quot; jawabnya sederhana : pikirkanlah sekarang selama masih dapat bebas memilih, jangan sampai kelak datang kembali meminta nasihat karena ingin bercerai karena tidak tahan kelakukan pasangan.

saya pernah menemukan beberapa kasus dimana pasangan yang sudah mempersiapkan segalanya untuk pernikahan, bahkan undangan sudah disebar, di hari-hari terakhir, salah satunya membatalkan pernikahan itu, karena pasangan diketahui menjalin hubungan dengan orang lain. Saya mengangkat jempol untuk ia yang melakukan hal ini. Karena keputusan yang sulit ini adalah tepat. Jika ragu sebaiknya tunda, jika tidak cinta sebaiknya tidak menikah. Jangan melakukannya karena terpaksa, malu undangan sudah disebar, tidak mau orang tua malu atau sedih atau kecewa, atau memikirkan biaya yang sudah dikeluarkan.

Orang tua seharusnya mendukung keputusannya, bukan sebaliknya mengutamakan ego mereka.

bila seseorang menikah karena terpaksa atau melawan kehendaknya, maka pernikahan itu sifatnya cacat dan tidak sesuai dengan syarat pernikahan Kristiani.

Jadi Rotua, sebaiknya kamu meninjau kembali hubunganmu dengan pasanganmu. layakkah untuk kamu pertahankan. Diskusikan ini bila perlu dengan orang tuamu dan dengar tanggapan mereka. Ingatlah bahwa kamu memiliki kebebasan untuk memilih sesuai dengan iman Kristiani. Bahkan jika orang tuamu pun tidak setuju hubungan itu berakhir, kamu tetap bisa memilih untuk meng-istirahat-kannya atau bahkan mengakhirinya. Apa pun yang kamu hendak putuskan, jangan lupa berdoa... mintalah bantuan Roh Kudus agar keputusanmu itu sesuai dengan kehendak Allah, karena itulah yang terutama.

May God bless your steps..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Rotua Siadari.. syalom..</p>
<p>dalam masa berpacaran sebenarnya tidak ada komitmen yang sifatnya mengikat.. masing-masing masih bebas membuat pilihan. </p>
<p>dalam kasusmu&#8230; kamu bisa memilih untuk terus dengan situasi saat ini yang membuat hatimu galau dan bertanya-tanya, atau meneruskan untuk berpacaran dengannya. </p>
<p>Jika kamu berada di ambang keputusan penting untuk menikah, maka saya akan menasihatimu untuk menunda rencana pernikahan itu, hingga ada kesadaran ddari keduabelah pihak bahwa hubungan ini akan mengikat dan bukan lagi yang pertama adalah &#8220;I&#8221; and &#8220;Me&#8221; melainkan &#8220;Us&#8221; and &#8220;We&#8221;. Dan bila tidak ada perubahan dalam sikap egosentris yang menyakiti perasaan pasangan, maka hubungan itu sebaiknya ditinjau kembali, membuka kembali kesempatan untuk instropeksi. Jika ini tidak dilakukan, maka akan ada potensi gangguan di masa depan yang bisa membawa kepada pertengkaran. Urusan pernikahan bukan melulu hanya bicara cinta seperti orang yang berpacaran, tetapi yang terutama adalah menjalankan amanat dari Tuhan.</p>
<p>Jadi jangan hanya berpikir, mungkin nanti kalo ia menikah ia bisa berubah, mungkin nanti kalo ia sudah punya anak ia bisa berubah, tetapi juga harus berpikir, siapkah aku jika ia tidak berubah, bahkan ketika kami sudah memiliki anak ? apa yang harus aku lakukan bila hal itu yang terjadi ? Mungkin ada yang berpikir &#8220;kok dah dipikirin sekarang ?&#8221; jawabnya sederhana : pikirkanlah sekarang selama masih dapat bebas memilih, jangan sampai kelak datang kembali meminta nasihat karena ingin bercerai karena tidak tahan kelakukan pasangan.</p>
<p>saya pernah menemukan beberapa kasus dimana pasangan yang sudah mempersiapkan segalanya untuk pernikahan, bahkan undangan sudah disebar, di hari-hari terakhir, salah satunya membatalkan pernikahan itu, karena pasangan diketahui menjalin hubungan dengan orang lain. Saya mengangkat jempol untuk ia yang melakukan hal ini. Karena keputusan yang sulit ini adalah tepat. Jika ragu sebaiknya tunda, jika tidak cinta sebaiknya tidak menikah. Jangan melakukannya karena terpaksa, malu undangan sudah disebar, tidak mau orang tua malu atau sedih atau kecewa, atau memikirkan biaya yang sudah dikeluarkan.</p>
<p>Orang tua seharusnya mendukung keputusannya, bukan sebaliknya mengutamakan ego mereka.</p>
<p>bila seseorang menikah karena terpaksa atau melawan kehendaknya, maka pernikahan itu sifatnya cacat dan tidak sesuai dengan syarat pernikahan Kristiani.</p>
<p>Jadi Rotua, sebaiknya kamu meninjau kembali hubunganmu dengan pasanganmu. layakkah untuk kamu pertahankan. Diskusikan ini bila perlu dengan orang tuamu dan dengar tanggapan mereka. Ingatlah bahwa kamu memiliki kebebasan untuk memilih sesuai dengan iman Kristiani. Bahkan jika orang tuamu pun tidak setuju hubungan itu berakhir, kamu tetap bisa memilih untuk meng-istirahat-kannya atau bahkan mengakhirinya. Apa pun yang kamu hendak putuskan, jangan lupa berdoa&#8230; mintalah bantuan Roh Kudus agar keputusanmu itu sesuai dengan kehendak Allah, karena itulah yang terutama.</p>
<p>May God bless your steps..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
