<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tips Pacaran Bagi Orang Kristen</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 21:35:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: johan(awam)</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-2/#comment-5916</link>
		<dc:creator>johan(awam)</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 May 2012 02:10:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-5916</guid>
		<description>@Novi, Pondasi yang kuat untuk menjadi pengikut Kristus atau seorang Kristen adalah menjawab panggilan. Jika hanya ikut2an atau alasannya untuk dapat menikah dengan pasangannya atau untuk supaya bisa mendekati atau membuat seseorang tertarik atau lebih percaya kepadanya bukanlah pondasi iman yang kuat. jika suatu saat badai datang menerpa, iman Kristianinya bisa goyah, dan tidak jarang banyak yang kembali kepada imannya yang dulu.

Jadi yakinkan dirinya dan juga dirimu, bahwa ia menjadi Kristen bukan karena hanya semata ingin menikahi dirimu. DAlam Gereja Katolik dengan dispensasi atau ijin, masih bisa menikah dengan pasangan berbeda agama. Jadi tidak perlu pindah agama kalo memang tidak mau. Tidak ada paksaan seseorang menjadi Kristen.

HAl ke-2, seberapa besarkah pengaruh kedua orangtua teman priamu itu terhadap hidupnya saat ini, dalam pengambilan keputusan penting, masalah yang ia hadapi, pergaulan, pekerjaan, keuangan, bahkan dalam kehidupan sehari-hari.Jika besar atau bahkan sangat besar, maka menurut saya, kamu perlu mempertimbangkan secara bijaksana terhadap hubungan kalian. Jangan hanya memikirkan perasaan nyaman, cinta dan hal indah bersamanya, karena itu semua bisa hancur dalam sekejap karena sebuah perselisihan atau pertikaian dimana kemudian orangtuanya pun turut campur tangan.
Namun jika teman priamu adalah seorang yang mandiri, melakukan secara bijak proses dan matang dalam mengambil suatu keputusan, atau penyelesaian masalah, tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain, dan memiliki daya juang yang besar, maka seharusnya hal ini bisa ditunjukkan dengan mengungkap tujuan kalian kepada keduaorangtuanya. Jika ia percaya, bahwa kamu adalah pilihan yang tepat menjadi pendamping hidupnya dalam kehidupan perkawinan, maka ia akna berjuang untuk meyakinkan orangtuanya sehingga dapat menerima pilihannya, yaitu dirimu.
Keberanian itu yang terutama dan pertama harus ada dalam diri teman priamu.

Jika di satu titik, ia akhirnya memutuskan untuk tetap memlihmu walau orangtuanya tidak memberikan persetujuan. Orang tuanya berhak mengatakan ia sebagai anak durhaka.

Tetapi, yang terutama bukan karena apa pendapat orang tua mereka itu terhadap anaknya. Tetapi apakah sikap mereka dan sikap teman priamu sesuai dengan kehendak Allah.

Jika dalam menyampaikan kehendak, sikap teman priamu tidak menghormati keduaorangtuanya, tentu saja ini bukan sikap yang dikehendaki Allah. Tetap harus ada hormat walaupun tidak satu pendapat dengan orangtuanya.

Namun jika orangtuany bersikap memaksakan kehendak, hal ini pun tidak sesuai dengan kehendak Allah. 

Perkawinan adalah kehendak Allah. Dan dalam perkawinan harus ada kehendak bebas. Tidak boleh ada yang terpaksa atau dipaksa atau memaksa. Memaksa anaknya untuk mengikuti pilihan mereka terlebih mengancam dengan menyebutnya anak durhaka atau bahkan memutus hubungan kekeluargaan supaya keinginan mereka tercapai, sudah pasti bukan kehendak Allah. 

orang tuanya kelak berhak tidak datang dalam pengukuhan agama di Gereja untuk menunjukkan ketidaksetujuan mereka atau karena agama mereka melarang. Tetapi bukan berarti bahwa hubungan orang tua dan anak atau sebagai keluarga harus diputuskan, atau mengambil sikap bermusuhan. Sikap membenci, mendendam kepada sesama adalah bukan kehendak Allah. Yang perlu dibenci adalah dosa. DAn ini berlaku juga untuk kalian terhadap mereka yang tidak menghendaki hubungan kalian. Ingatlah kelak kalian pun menjadi orang tua. setiap individu yang terlibat di dalam masalah ini harus selalu mengupayakan hal-hal yang sesuai dengan kehendak dan ajaran Ilahi dalam mencapai tujuannya masing-masing.

kamu dipanggil untuk menjadi saksi Kristus, oleh karenanya kamu harus menunjukkan kepada teman priamu, pacar anda, juga kepada orang tuanya, bagaimana seorang Kristen menyikapi masalah ini. Kamu harus mengingatkan pacarmu supaya ia tetap mengasihi orang tuanya, walaupun saat itu ia sedang membela hubungan kalian dihadapan mereka.

Ajaklah ia berdoa bersama untuk orang tua kalian masing-masing, untuk diri kalian masing-masing, dan untuk kalian, supaya Allah menurunkan Roh Kudusnya agar membimbing kalian selalu untuk mengetahui dan mengikuti kehendak Allah.

Untuk sementara itu dulu

May God bless your steps..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Novi, Pondasi yang kuat untuk menjadi pengikut Kristus atau seorang Kristen adalah menjawab panggilan. Jika hanya ikut2an atau alasannya untuk dapat menikah dengan pasangannya atau untuk supaya bisa mendekati atau membuat seseorang tertarik atau lebih percaya kepadanya bukanlah pondasi iman yang kuat. jika suatu saat badai datang menerpa, iman Kristianinya bisa goyah, dan tidak jarang banyak yang kembali kepada imannya yang dulu.</p>
<p>Jadi yakinkan dirinya dan juga dirimu, bahwa ia menjadi Kristen bukan karena hanya semata ingin menikahi dirimu. DAlam Gereja Katolik dengan dispensasi atau ijin, masih bisa menikah dengan pasangan berbeda agama. Jadi tidak perlu pindah agama kalo memang tidak mau. Tidak ada paksaan seseorang menjadi Kristen.</p>
<p>HAl ke-2, seberapa besarkah pengaruh kedua orangtua teman priamu itu terhadap hidupnya saat ini, dalam pengambilan keputusan penting, masalah yang ia hadapi, pergaulan, pekerjaan, keuangan, bahkan dalam kehidupan sehari-hari.Jika besar atau bahkan sangat besar, maka menurut saya, kamu perlu mempertimbangkan secara bijaksana terhadap hubungan kalian. Jangan hanya memikirkan perasaan nyaman, cinta dan hal indah bersamanya, karena itu semua bisa hancur dalam sekejap karena sebuah perselisihan atau pertikaian dimana kemudian orangtuanya pun turut campur tangan.<br />
Namun jika teman priamu adalah seorang yang mandiri, melakukan secara bijak proses dan matang dalam mengambil suatu keputusan, atau penyelesaian masalah, tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain, dan memiliki daya juang yang besar, maka seharusnya hal ini bisa ditunjukkan dengan mengungkap tujuan kalian kepada keduaorangtuanya. Jika ia percaya, bahwa kamu adalah pilihan yang tepat menjadi pendamping hidupnya dalam kehidupan perkawinan, maka ia akna berjuang untuk meyakinkan orangtuanya sehingga dapat menerima pilihannya, yaitu dirimu.<br />
Keberanian itu yang terutama dan pertama harus ada dalam diri teman priamu.</p>
<p>Jika di satu titik, ia akhirnya memutuskan untuk tetap memlihmu walau orangtuanya tidak memberikan persetujuan. Orang tuanya berhak mengatakan ia sebagai anak durhaka.</p>
<p>Tetapi, yang terutama bukan karena apa pendapat orang tua mereka itu terhadap anaknya. Tetapi apakah sikap mereka dan sikap teman priamu sesuai dengan kehendak Allah.</p>
<p>Jika dalam menyampaikan kehendak, sikap teman priamu tidak menghormati keduaorangtuanya, tentu saja ini bukan sikap yang dikehendaki Allah. Tetap harus ada hormat walaupun tidak satu pendapat dengan orangtuanya.</p>
<p>Namun jika orangtuany bersikap memaksakan kehendak, hal ini pun tidak sesuai dengan kehendak Allah. </p>
<p>Perkawinan adalah kehendak Allah. Dan dalam perkawinan harus ada kehendak bebas. Tidak boleh ada yang terpaksa atau dipaksa atau memaksa. Memaksa anaknya untuk mengikuti pilihan mereka terlebih mengancam dengan menyebutnya anak durhaka atau bahkan memutus hubungan kekeluargaan supaya keinginan mereka tercapai, sudah pasti bukan kehendak Allah. </p>
<p>orang tuanya kelak berhak tidak datang dalam pengukuhan agama di Gereja untuk menunjukkan ketidaksetujuan mereka atau karena agama mereka melarang. Tetapi bukan berarti bahwa hubungan orang tua dan anak atau sebagai keluarga harus diputuskan, atau mengambil sikap bermusuhan. Sikap membenci, mendendam kepada sesama adalah bukan kehendak Allah. Yang perlu dibenci adalah dosa. DAn ini berlaku juga untuk kalian terhadap mereka yang tidak menghendaki hubungan kalian. Ingatlah kelak kalian pun menjadi orang tua. setiap individu yang terlibat di dalam masalah ini harus selalu mengupayakan hal-hal yang sesuai dengan kehendak dan ajaran Ilahi dalam mencapai tujuannya masing-masing.</p>
<p>kamu dipanggil untuk menjadi saksi Kristus, oleh karenanya kamu harus menunjukkan kepada teman priamu, pacar anda, juga kepada orang tuanya, bagaimana seorang Kristen menyikapi masalah ini. Kamu harus mengingatkan pacarmu supaya ia tetap mengasihi orang tuanya, walaupun saat itu ia sedang membela hubungan kalian dihadapan mereka.</p>
<p>Ajaklah ia berdoa bersama untuk orang tua kalian masing-masing, untuk diri kalian masing-masing, dan untuk kalian, supaya Allah menurunkan Roh Kudusnya agar membimbing kalian selalu untuk mengetahui dan mengikuti kehendak Allah.</p>
<p>Untuk sementara itu dulu</p>
<p>May God bless your steps..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Novi</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-2/#comment-5880</link>
		<dc:creator>Novi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 18:46:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-5880</guid>
		<description>Kak,aq mau sharing.aq punya pacar yg beda keyakinan dgn aq.Qta sdh mnjlani hub selama 3tahun.dan beberapa bulan trkhir pacarku mulai trlihat ksungguhannya dgn mengikut Kristus.krna usia Qta sdh hmpir 25 tahun maka Qta memutuskan untuk mnjalani hubungan yang serius.namun Qta blm punya kebranian untuk mengungkapkan ke kedua orang tua pacarku.krna mereka brharap aq bs satu keyakinan dgn mereka.yang menjadi pertanyaanku adalah bagaimana Qta bs memiliki kebranian untuk menyampaikan niat Qta brdua kepada kedua Orang tuanya?seandainya pacar saya mengikut Yesus dan tidak ingin kembali pada kyakinan sblmnya sdangkan Orang Tuanya memaksa untuk ttp sama spt kyakinan ortunya sdangkan dia tdk mau.Apakah tu dsebut anak durhaka?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kak,aq mau sharing.aq punya pacar yg beda keyakinan dgn aq.Qta sdh mnjlani hub selama 3tahun.dan beberapa bulan trkhir pacarku mulai trlihat ksungguhannya dgn mengikut Kristus.krna usia Qta sdh hmpir 25 tahun maka Qta memutuskan untuk mnjalani hubungan yang serius.namun Qta blm punya kebranian untuk mengungkapkan ke kedua orang tua pacarku.krna mereka brharap aq bs satu keyakinan dgn mereka.yang menjadi pertanyaanku adalah bagaimana Qta bs memiliki kebranian untuk menyampaikan niat Qta brdua kepada kedua Orang tuanya?seandainya pacar saya mengikut Yesus dan tidak ingin kembali pada kyakinan sblmnya sdangkan Orang Tuanya memaksa untuk ttp sama spt kyakinan ortunya sdangkan dia tdk mau.Apakah tu dsebut anak durhaka?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan(awam)</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-2/#comment-5445</link>
		<dc:creator>johan(awam)</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Feb 2012 01:19:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-5445</guid>
		<description>@Chris, yang saya tahu pasti kedua pasangan itu melakukan dosa berat, karena melakukan hubungan seksual di luar ikatan perkawinan yang sah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Chris, yang saya tahu pasti kedua pasangan itu melakukan dosa berat, karena melakukan hubungan seksual di luar ikatan perkawinan yang sah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Chris</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-2/#comment-5439</link>
		<dc:creator>Chris</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 13:54:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-5439</guid>
		<description>Syalom...
Saya mau bertanya. Jika ada pasangan kekasih yg telah melakukan hubungan seks, namun menjadikan itu sebagai ikatan dalam berpacaran dan bersungguh menepati janji mereka utk bersama sehidup semati. Apakah pasangan itu memiliki dosa yg sama besar dengan pasangan kekasih yg melakukan hubungan seks sekedar kepuasan sementara belaka, atau setelah mereka bosan akan dengan sendirinya mereka berpisah tanpa merasa bahwa keterlanjuran itu hanya enteng di mata mereka? Saya memahami, kedua pasangan ini memiliki dosa yang sama. Namun, apakah keduanya sama besar?
Mohon petunjuk, trims.
TYM :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syalom&#8230;<br />
Saya mau bertanya. Jika ada pasangan kekasih yg telah melakukan hubungan seks, namun menjadikan itu sebagai ikatan dalam berpacaran dan bersungguh menepati janji mereka utk bersama sehidup semati. Apakah pasangan itu memiliki dosa yg sama besar dengan pasangan kekasih yg melakukan hubungan seks sekedar kepuasan sementara belaka, atau setelah mereka bosan akan dengan sendirinya mereka berpisah tanpa merasa bahwa keterlanjuran itu hanya enteng di mata mereka? Saya memahami, kedua pasangan ini memiliki dosa yang sama. Namun, apakah keduanya sama besar?<br />
Mohon petunjuk, trims.<br />
TYM <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-2/#comment-5434</link>
		<dc:creator>johan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 05:27:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-5434</guid>
		<description>@Grace...apakah setelah teman pria anda memikirkan perasaan Grace saat ia mengambil keputusan untuk kembali ke mantan pacarnya ? mungkin sedikit, tetapi tokh ia tetap memutuskan melepaskan ikatan emosionalnya dengan Grace. 
Mengapa hal itu bisa ia lakukan ? Bukan karena ia adalah makhluk yang tidak berperasaan, bukan.
MElainkan karena saat ini, tidak ada yang menghalangi ia memilih dan menjalin ikatan emosional istimewa dengan teman-temannya. Itu adalah haknya.

Dan kondisi itu bukan hanya dia yang memilikinya, tetapi Grace harus sadar, Grace pun demikian.

Jangan biarkan diri Grace terbelenggu oleh karena keputusannya. Tetapi Grace harus juga mampu memutuskan yang terbaik bagi Grace dalam menjalani kehidupan ini sesuai dengan kehendak Tuhan.

Saran saya, sebaiknya Grace tidak perlu buru-buru menerima teman Grace menjadi pacar Grace kembali. Jika ia mudah melepaskan Grace, bukan berarti ia tidak dapat melakukannya lagi. Nikmati kebebasan ini dengan berjumpa dan berkenalan dengan banyak orang [kalo bisa yang seiman ya dengan aktif dalam kegiatan organisasi Katolik termasuk di Gereja]..carilah pengalaman dalam mendewasakan dan menumbuhkembangkan iman KAtolik Grace. 
Seringkali orang yang berpacaran merasa kehilangan kebebasan ini, karena tuntutan dari pacar. Ini adalah hal yang keliru. Pacar tidak bisa menuntut apa pun [apalagi dengan ancaman] karena status &quot;pacar&quot; bukanlah status yang mengikat secara utuh dan terlindungi, hanya sebatas emosional (yang bahkan seringkali juga tidak jujur).
Jangan cemaskan hal lain, Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik bagi Grace saat Grace memberikan selalu yang terbaik untuk Tuhan. Termasuk, pasangan hidup Grace kelak saat menyatakan janji setia dalam cinta di depan altar GEreja.

May God bless your steps..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Grace&#8230;apakah setelah teman pria anda memikirkan perasaan Grace saat ia mengambil keputusan untuk kembali ke mantan pacarnya ? mungkin sedikit, tetapi tokh ia tetap memutuskan melepaskan ikatan emosionalnya dengan Grace.<br />
Mengapa hal itu bisa ia lakukan ? Bukan karena ia adalah makhluk yang tidak berperasaan, bukan.<br />
MElainkan karena saat ini, tidak ada yang menghalangi ia memilih dan menjalin ikatan emosional istimewa dengan teman-temannya. Itu adalah haknya.</p>
<p>Dan kondisi itu bukan hanya dia yang memilikinya, tetapi Grace harus sadar, Grace pun demikian.</p>
<p>Jangan biarkan diri Grace terbelenggu oleh karena keputusannya. Tetapi Grace harus juga mampu memutuskan yang terbaik bagi Grace dalam menjalani kehidupan ini sesuai dengan kehendak Tuhan.</p>
<p>Saran saya, sebaiknya Grace tidak perlu buru-buru menerima teman Grace menjadi pacar Grace kembali. Jika ia mudah melepaskan Grace, bukan berarti ia tidak dapat melakukannya lagi. Nikmati kebebasan ini dengan berjumpa dan berkenalan dengan banyak orang [kalo bisa yang seiman ya dengan aktif dalam kegiatan organisasi Katolik termasuk di Gereja]..carilah pengalaman dalam mendewasakan dan menumbuhkembangkan iman KAtolik Grace.<br />
Seringkali orang yang berpacaran merasa kehilangan kebebasan ini, karena tuntutan dari pacar. Ini adalah hal yang keliru. Pacar tidak bisa menuntut apa pun [apalagi dengan ancaman] karena status &#8220;pacar&#8221; bukanlah status yang mengikat secara utuh dan terlindungi, hanya sebatas emosional (yang bahkan seringkali juga tidak jujur).<br />
Jangan cemaskan hal lain, Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik bagi Grace saat Grace memberikan selalu yang terbaik untuk Tuhan. Termasuk, pasangan hidup Grace kelak saat menyatakan janji setia dalam cinta di depan altar GEreja.</p>
<p>May God bless your steps..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Grace Aprilia Helena</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-2/#comment-5381</link>
		<dc:creator>Grace Aprilia Helena</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 17:32:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-5381</guid>
		<description>Syalom kak..
Grace mau sedikit curhat nih.. :)
Grace 2 bulan lalu punya pacar (protestan).. Nah.. Dia ninggalin grace dengan alasan dia gamau nyakitin grace lagi.. Grace putus sama dia, karena dia ketemu sama mantannya.. hati grace sakit banget kak.. ko bisa-bisanya dia nuker 3 bulan sama grace dengan sekali dua kali ketemu sama mantannya ??? Grace sangat2 sayang sama dia kak.. sangaat sayang... pedih banget ketika grace sadar kalo grace ternyata cuma dianggap angin lalu ka. Seminggu setelah grace putus, dia jadian lagi sama mantannya itu ka.. dengan gampangnya dia bisa jadian lagi..Dan sakit hatinya lagi.. dia langsung post semua cheesy status di facebook tentang mantannya dia.. dia buat event di facebook kalo dia kencan pertama sama si mantannya itu ka.. semuaa hal romantis dia post tentang mantannya.. Apa dia ga mikir ?? Grace sama dia baru 1 minggu putus dan dia tau kita berteman di facebook.. tapi ngepost hal2 seperti itu kak.. heartless.. apa dia memang sengaja nyakitin grace lagi atau itu secara ga sadar dia lakuin ?? 
Akhir2 ini dia ingin baikan lagi sama grace kak.. Dan dia baru sadar semua perbuatannya itu katanya.. apa yang harus grace lakuin ka ?? Rasa sakitnya masih kerasa sampai sekarang.. Dan grace akui.. grace masih sangat sayang sama dia kak.. 
GBU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syalom kak..<br />
Grace mau sedikit curhat nih.. <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Grace 2 bulan lalu punya pacar (protestan).. Nah.. Dia ninggalin grace dengan alasan dia gamau nyakitin grace lagi.. Grace putus sama dia, karena dia ketemu sama mantannya.. hati grace sakit banget kak.. ko bisa-bisanya dia nuker 3 bulan sama grace dengan sekali dua kali ketemu sama mantannya ??? Grace sangat2 sayang sama dia kak.. sangaat sayang&#8230; pedih banget ketika grace sadar kalo grace ternyata cuma dianggap angin lalu ka. Seminggu setelah grace putus, dia jadian lagi sama mantannya itu ka.. dengan gampangnya dia bisa jadian lagi..Dan sakit hatinya lagi.. dia langsung post semua cheesy status di facebook tentang mantannya dia.. dia buat event di facebook kalo dia kencan pertama sama si mantannya itu ka.. semuaa hal romantis dia post tentang mantannya.. Apa dia ga mikir ?? Grace sama dia baru 1 minggu putus dan dia tau kita berteman di facebook.. tapi ngepost hal2 seperti itu kak.. heartless.. apa dia memang sengaja nyakitin grace lagi atau itu secara ga sadar dia lakuin ??<br />
Akhir2 ini dia ingin baikan lagi sama grace kak.. Dan dia baru sadar semua perbuatannya itu katanya.. apa yang harus grace lakuin ka ?? Rasa sakitnya masih kerasa sampai sekarang.. Dan grace akui.. grace masih sangat sayang sama dia kak..<br />
GBU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips Pacaran Bagi Orang Kristen &#124; Web Blog A.N.Widjayanto</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-2/#comment-5293</link>
		<dc:creator>Tips Pacaran Bagi Orang Kristen &#124; Web Blog A.N.Widjayanto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 06:16:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-5293</guid>
		<description>[...] sumber : http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/ [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] sumber : <a href="http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/" rel="nofollow">http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fyanyenleey</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-2/#comment-5285</link>
		<dc:creator>fyanyenleey</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 07:14:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-5285</guid>
		<description>saya mrasa sgt tdorong dgn tip yg telah saudara kmukakan ini.selama ini,saya fikir cinta sejati hanya kesetiaan dan kejujuran shja,tapi bila saya baca tip ini bru saya tau bhwa cinta sejati ini bnyak penorbanan yang harus kita lakukan untuk mencapai cinta sejati.tq atas tip yang mdorong  ni..GDU :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mrasa sgt tdorong dgn tip yg telah saudara kmukakan ini.selama ini,saya fikir cinta sejati hanya kesetiaan dan kejujuran shja,tapi bila saya baca tip ini bru saya tau bhwa cinta sejati ini bnyak penorbanan yang harus kita lakukan untuk mencapai cinta sejati.tq atas tip yang mdorong  ni..GDU <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan(Awam)</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-2/#comment-4990</link>
		<dc:creator>johan(Awam)</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 01:56:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-4990</guid>
		<description>@VAundra.. 

Pertama, bagaimana bobot masalah yang menjadi sumber percekcokan ? apakah ringan atau berat ? jika bobot-nya semakin kecil, tetapi sudah bisa menimbulkan cekcok, kalian perlu meninjau kembali hubungan kalian sebelum melangkah ke jenjang yang serius. Dalam berpacaran, menurut saya hal ini adalah salah satu yang perlu dijajaki selama masa berpacaran. Karena setelah menikah, apakah kalian ingin kehidupan perkawinan kalian dipenuhi pertengkaran karena hal yang sepele. Ukuran sepele atau tidak, kecil atau besar, ini pun harus ada kesepakatan dalam menyikapinya, kebijaksanaan dalam penyampaian, dan kesadaran bahwa hal tersebut memberikan konstribusi yang positif dalam mendewasakan pribadi masing-masing, terutama dalam menjalin hubugnan dengan orang lain. 
Remember, it takes two to tango..

masalah seberat apa pun, yagn terpenting adalah bagaimana kalian berdua bersama dapat menghadapinya dan menyelesaikannya. Bahkan dalam kondisi yang sangat berat, seringkali tidak ada penyelesaian yang memuaskan, maka yang dilihat adalah bagaimana keduanya berdamai dengan permasalahan itu.

SEtiap masalah adalah bentuk ujian dalam hubungan kalian. Berat atau ringan, permasalahan2 itu dan cara menghadapi dan penyelesaiannya akan memberikan konstribusi besar dalam kematangan hubungan kalian. Kekuatan dan keeratan ikatan hubungan kalian pun turut dipengaruhi olehnya. Itu sebabnya, pasangan yang telah berhasil bersama-sama melewati &quot;ujian&quot; berat dalam hubungan mereka dengan cinta, kesetiaan dan kepercayaan, dalam keluarga, dalam perkawinan akan semakin kuat ikatan kebersamaan. Sebaliknya jika salah satunya melukai ke-3 hal tersebut, akan semakin berat-lah mereka membangun kebersamaan.

Satu hal yang tidak kalah penting juga adalah pengampunan... memaafkan pasangan atas kesalahan yang diperbuatnya, dan juga keterbukaan diri untuk berani dan mau mengakui bila memang melakukan kesalahan yang melukai hubungan. Dan kesadaran untuk melakukan perbaikan. 

sebenarnya bisa panjang lebar pembahasannya.
sekarang menjawab pertanyaanmu :

1. caranya adalah dengan perbuatan. Lakukan perbuatan yang sesuai dengan iman Kristen. Apakah memaki pacar sesuai dengan iman Kristen ? apakah mengabaikan hak orang lain adalah sesuai dengan iman Kristen ? apakah berbohong sesuai dengan iman Kristen ? apakah tidak minta maaf padahal tahu salah atau sebaliknya tidak memaafkan adalah sesuai dengan iman Kristen ? apakah tidak ke GEreja adalah sesuai dengan iman Kristen ? dst..dst.. sebenarnya melakukan kegiatan rohani bersama bisa membangun kebersamaan secara positif. misalkan pergi ke GEreja bersama, berdoa bersama, melakukan aktivitas Gereja lainnya bersama, misal dalam kepanitiaan Gereja.

2. kamu tidak boleh memaksakan hubungan itu HARUS terjadi. Jangan sampai si pacar karena hubunga kalian, harus berbohong, tidak berkata jujur kepada orang tuanya. Bila pacar masih menggantungkan kebutuhan hidupnya kepada orang tuanya, maka pacar anda harus taat kepada orang tua untuk tidak berpacaran sesuai definisi orang tua-nya. Melarang anaknya utnuk berpacaran ini karena si anak perlu berkonsentrasi terlebih dahulu kepada pendidikannya tidak bertentangan dengan iman kristiani, sebaliknya berbohong bertentangan dengan iman kristiani, terlebih karenanya tidak hormat kepada orang tua. PAcar anda tentu saja bisa bertanya kepada orang tuanya, kapan ia diperbolehkan berpacaran, supaya ada kesepakatan. dan kamu harus bersabar menunggu kesempatan itu.

Saya pikir hal ini juga berpotensi memicu pertengkaran dalam hubungan kalian, benarkah ? :)

3. Kalo bisa jangan sampai marah dong :).. kalo sudah terlanjur marah, tentunya kamu harus dengan cepat menganalisa apa alasan ia marah. Kemarahan merupakan luapan emosi, kata-katamu bisa semakin membuatnya marah atau meneduhkannya. Jadi kamu harus bijaksana memilih kata, bahkan dalam menggunakan bahasa tubuh. Dan jika kamu tidak tahu apa yang harus kamu perbuat, sebaiknya diam, menenangkan diri dan berpikir selanjutnya untuk menanggapi situasi tersebut, sambil berusaha bersikap serius menyimak apa yang ia katakan di sela-sela kemarahannya. Dan bila situasinya sudah lebih tenang, pilihlah kata yang menyejukan bukan mempertanyakan kemarahannya, atau kata-kata yang mengandung sindiran, atau memposisikan dirinya salah dirimu benar, atau kata-kata mengkoreksi... seperti : &quot;sudah selesai marah-marahnya ?&quot;, &quot;kenapa sih kamu marah-marah gitu ?&quot;, &quot;udah capek ?&quot;, &quot;kamu tahu nggak salah kamu apa ?&quot;, &quot;aku nggak ngerti kamu bisa begitu ?&quot;, &quot;yang harusnya marah tuh aku &quot;... dst..dst..

kamu bisa mulai dengan &quot;maafkan aku ya, aku tidak bermaksud membuatmu marah&quot;, &quot;kamu berhak untuk marah&quot;, &quot;aku mengerti  mengapa kamu marah&quot;, dst..

intinya temukan cara yang tepat untuk membuka jalur komunikasi kembali setelah badai berlalu.. karena komunikasi adalah langkah awal untuk mengatasi masalah2 yang kalian hadapi.. :) 

untuk sementara itu dulu ya.. May God bless your steps..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@VAundra.. </p>
<p>Pertama, bagaimana bobot masalah yang menjadi sumber percekcokan ? apakah ringan atau berat ? jika bobot-nya semakin kecil, tetapi sudah bisa menimbulkan cekcok, kalian perlu meninjau kembali hubungan kalian sebelum melangkah ke jenjang yang serius. Dalam berpacaran, menurut saya hal ini adalah salah satu yang perlu dijajaki selama masa berpacaran. Karena setelah menikah, apakah kalian ingin kehidupan perkawinan kalian dipenuhi pertengkaran karena hal yang sepele. Ukuran sepele atau tidak, kecil atau besar, ini pun harus ada kesepakatan dalam menyikapinya, kebijaksanaan dalam penyampaian, dan kesadaran bahwa hal tersebut memberikan konstribusi yang positif dalam mendewasakan pribadi masing-masing, terutama dalam menjalin hubugnan dengan orang lain.<br />
Remember, it takes two to tango..</p>
<p>masalah seberat apa pun, yagn terpenting adalah bagaimana kalian berdua bersama dapat menghadapinya dan menyelesaikannya. Bahkan dalam kondisi yang sangat berat, seringkali tidak ada penyelesaian yang memuaskan, maka yang dilihat adalah bagaimana keduanya berdamai dengan permasalahan itu.</p>
<p>SEtiap masalah adalah bentuk ujian dalam hubungan kalian. Berat atau ringan, permasalahan2 itu dan cara menghadapi dan penyelesaiannya akan memberikan konstribusi besar dalam kematangan hubungan kalian. Kekuatan dan keeratan ikatan hubungan kalian pun turut dipengaruhi olehnya. Itu sebabnya, pasangan yang telah berhasil bersama-sama melewati &#8220;ujian&#8221; berat dalam hubungan mereka dengan cinta, kesetiaan dan kepercayaan, dalam keluarga, dalam perkawinan akan semakin kuat ikatan kebersamaan. Sebaliknya jika salah satunya melukai ke-3 hal tersebut, akan semakin berat-lah mereka membangun kebersamaan.</p>
<p>Satu hal yang tidak kalah penting juga adalah pengampunan&#8230; memaafkan pasangan atas kesalahan yang diperbuatnya, dan juga keterbukaan diri untuk berani dan mau mengakui bila memang melakukan kesalahan yang melukai hubungan. Dan kesadaran untuk melakukan perbaikan. </p>
<p>sebenarnya bisa panjang lebar pembahasannya.<br />
sekarang menjawab pertanyaanmu :</p>
<p>1. caranya adalah dengan perbuatan. Lakukan perbuatan yang sesuai dengan iman Kristen. Apakah memaki pacar sesuai dengan iman Kristen ? apakah mengabaikan hak orang lain adalah sesuai dengan iman Kristen ? apakah berbohong sesuai dengan iman Kristen ? apakah tidak minta maaf padahal tahu salah atau sebaliknya tidak memaafkan adalah sesuai dengan iman Kristen ? apakah tidak ke GEreja adalah sesuai dengan iman Kristen ? dst..dst.. sebenarnya melakukan kegiatan rohani bersama bisa membangun kebersamaan secara positif. misalkan pergi ke GEreja bersama, berdoa bersama, melakukan aktivitas Gereja lainnya bersama, misal dalam kepanitiaan Gereja.</p>
<p>2. kamu tidak boleh memaksakan hubungan itu HARUS terjadi. Jangan sampai si pacar karena hubunga kalian, harus berbohong, tidak berkata jujur kepada orang tuanya. Bila pacar masih menggantungkan kebutuhan hidupnya kepada orang tuanya, maka pacar anda harus taat kepada orang tua untuk tidak berpacaran sesuai definisi orang tua-nya. Melarang anaknya utnuk berpacaran ini karena si anak perlu berkonsentrasi terlebih dahulu kepada pendidikannya tidak bertentangan dengan iman kristiani, sebaliknya berbohong bertentangan dengan iman kristiani, terlebih karenanya tidak hormat kepada orang tua. PAcar anda tentu saja bisa bertanya kepada orang tuanya, kapan ia diperbolehkan berpacaran, supaya ada kesepakatan. dan kamu harus bersabar menunggu kesempatan itu.</p>
<p>Saya pikir hal ini juga berpotensi memicu pertengkaran dalam hubungan kalian, benarkah ? <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>3. Kalo bisa jangan sampai marah dong <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .. kalo sudah terlanjur marah, tentunya kamu harus dengan cepat menganalisa apa alasan ia marah. Kemarahan merupakan luapan emosi, kata-katamu bisa semakin membuatnya marah atau meneduhkannya. Jadi kamu harus bijaksana memilih kata, bahkan dalam menggunakan bahasa tubuh. Dan jika kamu tidak tahu apa yang harus kamu perbuat, sebaiknya diam, menenangkan diri dan berpikir selanjutnya untuk menanggapi situasi tersebut, sambil berusaha bersikap serius menyimak apa yang ia katakan di sela-sela kemarahannya. Dan bila situasinya sudah lebih tenang, pilihlah kata yang menyejukan bukan mempertanyakan kemarahannya, atau kata-kata yang mengandung sindiran, atau memposisikan dirinya salah dirimu benar, atau kata-kata mengkoreksi&#8230; seperti : &#8220;sudah selesai marah-marahnya ?&#8221;, &#8220;kenapa sih kamu marah-marah gitu ?&#8221;, &#8220;udah capek ?&#8221;, &#8220;kamu tahu nggak salah kamu apa ?&#8221;, &#8220;aku nggak ngerti kamu bisa begitu ?&#8221;, &#8220;yang harusnya marah tuh aku &#8220;&#8230; dst..dst..</p>
<p>kamu bisa mulai dengan &#8220;maafkan aku ya, aku tidak bermaksud membuatmu marah&#8221;, &#8220;kamu berhak untuk marah&#8221;, &#8220;aku mengerti  mengapa kamu marah&#8221;, dst..</p>
<p>intinya temukan cara yang tepat untuk membuka jalur komunikasi kembali setelah badai berlalu.. karena komunikasi adalah langkah awal untuk mengatasi masalah2 yang kalian hadapi.. <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>untuk sementara itu dulu ya.. May God bless your steps..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Vaundra</title>
		<link>http://gerejastanna.org/tips-pacaran-bagi-orang-kristen/comment-page-2/#comment-4982</link>
		<dc:creator>Vaundra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 07:19:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=433#comment-4982</guid>
		<description>Saya mau tanya, saya sudah pacaran 9 bulan ini, kita juga udah ngomongin tentang langkah kita ke dpan (pernikahan), namun akhir2 ini sering cekcok, bahkan pernah sampai minta putus. Tapi saya dan dia masih sama2 sayang. Pertanyaan saya:
1. Bagaimana cara menjelaskan lewat iman Kristiani agar hubungan kami membaik?
2. Orangtua si cewek blum membolehkan pacaran, tapi kluarga saya udah mulai menerima. Bagaimana pandangan agama menanggapinya?
3. Kalo dia marah gitu, apa saya harus diam memberi waktu untuk dia tenang baru dijelasin?
Terima kasih, Berkah Dalem :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau tanya, saya sudah pacaran 9 bulan ini, kita juga udah ngomongin tentang langkah kita ke dpan (pernikahan), namun akhir2 ini sering cekcok, bahkan pernah sampai minta putus. Tapi saya dan dia masih sama2 sayang. Pertanyaan saya:<br />
1. Bagaimana cara menjelaskan lewat iman Kristiani agar hubungan kami membaik?<br />
2. Orangtua si cewek blum membolehkan pacaran, tapi kluarga saya udah mulai menerima. Bagaimana pandangan agama menanggapinya?<br />
3. Kalo dia marah gitu, apa saya harus diam memberi waktu untuk dia tenang baru dijelasin?<br />
Terima kasih, Berkah Dalem <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
