Tips Pacaran Bagi Orang Kristen
Karena ada yang gak mendapat dengan lengkap tips pacaran buat orang Kristen, aku coba kirimin lagi yah dengan bahan yang sudah saya rangkum, ok selamat mempelajari Tuhan berkati!
Tips Pacaran Bagi Orang Kristen
1.. Belajarlah untuk mengutamakan Tuhan dalam hidup Anda! Persiapkan diri Anda untuk sebuah pernikahan Kristen! Bacalah Alkitab Anda, berjemaatlah di gereja dimana Anda bertumbuh. Pelajarilah hikmat Tuhan untuk pernikahan, suami-suami dan istri-istri. Alkitab telah memberikan kita satu perintah yang sangat penting untuk bidang ini, yaitu “menjadi pasangan yang seimbang (2 Korintus 6 :14). Pelajarilah ayat ini dan cobalah untuk dapat mengerti arti sebenarnya!
2.. Kenali diri Anda! Ambillah waktu untuk membuat perubahan apapun yang Anda butuhkan untuk dapat menjadi pasangan yang baik bagi seseorang. Anda TIDAK dapat menjadi bahagia dalam pernikahan MANAPUN tanpa bahagia terlebih dahulu dengan diri Anda sendiri!
3.. Mengetahui apa yang Anda butuhkan! Anda harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan Anda, dengan demikian Anda dapat mengkomunikasikannya dengan pasangan Anda di masa depan. Ini adalah hal
yang tidak dapat Anda kompromikan! Tanyakan juga kepada pasangan Anda apa yang dia butuhkan. Kemudian carilah tahu apakah Anda berdua dapat saling memenuhi kebutuhan satu sama lain. Kami bahkan tidak dapat cukup meyakinkan Anda bahwa hal ini sangatlah penting!
4.. Belajarlah untuk peka terhadap tanda-tanda peringatan yang Anda rasakan ketika Anda sedang pacaran dengan seseorang! Menyadari bahwa seseorang yang sedang menjalin hubungan dengan Anda bukanlah “seseorang yang special” adalah separuh dari perjuangan Anda. Anda bisa saja berusaha agar hubungan itu dapat berjalan dengan baik seumur hidup Anda, yang kemudian pada akhirnya, tidak akan pernah berhasil! Semua orang mempunyai kualitas yang baik dan buruk. Hanya karena Anda tidak cocok
dengan seseorang, bukan berarti bahwa orang itu tidak akan menjadi pasangan yang baik bagi orang lain! Apabila memang tidak “cocok”, hormati diri Anda dan pasangan Anda dengan mengakhiri hubungan Anda. Anda berdua layak untuk memiliki hidup yang berbahagia.
5.. Jangan hidup dalam ketakutan dengan kemungkinan bahwa Anda akan tetep sendiri seumur hidup Anda. Ketakutan akan menumbuhkan kegilaan ketika Anda sedang menjalin hubungan! Kebutuhan Anda menjadi tidak berarti sama sekali bagi diri Anda! Anda bahkan dapat membuat keputusan-keputusan bodoh ketika ketakutan ini mengambil alih diri Anda. Isilah kehidupan Anda dengan hal-hal yang dapat membuat Anda merasa gembira. Serahkan semuanya kepada Tuhan dan TINGGALKAN itu di sana!
6.. Minum-minum yang berlebihan (alkoholik, pesta minuman keras di akhir pekan, dll), orang yang bertindak dengan kekerasan dan sejenisnya, adalah orang-orang yang “TIDAK MAMPU” untuk sebuah hubungan dengan komitmen. Orang-orang ini membutuhkan pertolongan dan “penyakit-penyakit” mereka membuat mereka untuk saat itu, tidak mampu membangun suatu hubungan yang
sehat. Tentu saja Allah tidak berkenan bahwa ada sesuatu yang kita ’sembah’ selain Dia. Allah harus selalu menjadi yang pertama. “Hubungan” sejenis ini terbukti hanya akan terus menyakiti Anda berulang-ulang kali. Doronglah mereka selalu, sesering mungkin, untuk mencari pertolongan yang mereka butuhkan, sehingga satu hari nanti mereka akan dapat mengalami hidup yang telah Allah rencanakan bagi mereka.
7.. Carilah seorang konselor Kristen dengan reputasi yang baik, bila memungkinkan, untuk membantu Anda dalam membuat keputusan yang benar. Pernikahan adalah KOMITMEN untuk SEUMUR HIDUP. Anda bertanggung jawab terhadap diri Anda sendiri untuk membuat keputusan terbaik yang bisa
Anda buat. Menemukan pasangan yang tepat dan membuat komitmen untuk seumur hidup dengan orang tersebut adalah sebuah anugerah yang luar biasa dari Tuhan
Bagaimana Saya Mengetahuinya?
Pertanyaaan yang ditanyakan oleh semua orang, inilah pendapat kami!
1.. Apakah Anda merasakan DAMAI..DAMAI..DAMAI..Damai di hati Anda? Apabila sama sekali tidak ada perasaan itu di dalam diri Anda maka Anda tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres! “Tapi mungkin segala sesuatunya akan berubah”, jawab Anda. Apakah Anda sedang membuat alasan-alasan
untuk seseorang, bahkan ketika Anda tidak setuju, atau itu memukul pusat dari diri Anda yang sebenarnya? Apabila Anda harus membuat alasan, bahkan hanya satu alasan, maka Anda benar-benar harus mengawasi dengan benar arah yang sedang Anda tuju. Ini adalah masalah besar, sobat!
2.. Apakah Anda bertengkar/berbaikan lagi.. bertengkar/berbaikan lagi? Ini bukanlah tanda bahwa kalian berdua dapat berpasangan dengan cukup baik. Tuhan tidak pernah memaksudkan pernikahan sebagai medan peperangan dari keinginan-keinginan kita. Apabila ini terjadi ketika Anda sedang
berpacaran, yakinlah bahwa hal ini akan terus berlanjut ketika Anda telah menikah. Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan prinsip pernikahan yang kita ketahui. Kembali lagi kepada kebutuhan-kebutuhan. Kebutuhan seseorang sedang diabaikan, kadang-kadang, kebutuhan ini tidak dapat dipenuhi. Adalah
sangat penting untuk dapat mengetahui apakah pasangan Anda di masa depan dapat memenuhi kebutuhan Anda atau tidak dan sebaliknya. Mengetahui perbedaan yang ada di antara Anda akan dapat menghindarkan Anda dari sakit hati di masa yang akan datang.
3.. Kami beranggapan bila Anda membaca artikel ini maka Anda adalah seorang Kristen atau berniat untuk menjadi kristen, oleh karena itu, seks.. seharusnya tidak pernah menjadi bagian dalam pacaran!! Apa yang kami maksud adalah sebagai berikut. Apabila salah satu dari pasangan itu merasa ditekan oleh seks, maka itu bukanlah hubungan/pernikahan Kristen yang sedang dijalin. Anda dapat yakin bahwa hubungan ini tidak berdasarkan prinsip-prinsip yang Tuhan kehendaki. Anda harus kembali
lagi untuk mengetahui apa yang Anda butuhkan. Apabila Anda menginginkan dan membutuhkan pernikahan Kristen, maka ini akan memberitahukan kepada Anda kemana arah yang sedang Anda tuju! Tidak ada alasan apapun untuk yang satu ini! Tuhan memaksudkan bahwa hubungan seks hanya untuk suami dan istri di dalam sebuah pernikahan kudus!
Ingatlah ini:
Sangatlah mudah untuk menemukan “pasangan yang salah”. Dibutuhkan mengetahui siapa diri Anda sebenarnya, doa yang setia dan kesabaran untuk menemukan yang tepat! Isilah hidup Anda dengan hal-hal yang Anda sukai, bacalah Alkitab maka Anda akan mampu untuk dapat mengikuti kehendak Tuhan di dalam hidup Anda.
Tuhan ingin supaya ANDA memiliki hidup luar biasa seumur hidup Anda dengan pasangan yang istimewa,… demikian juga kami!
Tuhan Memberkati!
3. Cinta Sejati..!
Penuh Kedamaian, Lemah Lembut dan Baik Hati! Cinta yang sejati menenangkan hati kita dari kekacauan, membuat hati kita merasa lebih santai dan bahagia serta memberikan kehangatan dan
kedamaian bagi jiwa kita.
Rendah Hati
Cinta sejati adalah cinta yang rendah hati. Orang yang rendah hati akan menjadi pasangan yang terbaik. Kerendahan hati diri mereka akan menjadi dasar dari kemampuan mereka untuk mencintai.
Jujur dan Penuh kebenaran!
Cinta sejati selalu ingin untuk menjadi jujur setiap waktu! Ini adalah satu-satunya cara agar cinta sejati dapat bertahan. Kejujuran akan membangun kepercayaan. Kepercayaan adalah tulang punggung dari sebuah pernikahan yang baik! Tanpa kepercayaan maka Anda tidak dapat membuat diri Anda menjadi diri Anda yang sebenarnya. Apabila kepercayaan gagal, maka semuanya akan berakhir.
Tidak Mementingkan Diri Sendiri
Cinta sejati adalah seorang “pemberi”. Masing-masing dari pasangan itu menyadari kebutuhan satu sama lain, dan ingin memberi kepada satu sama lain. Pasangan yang tidak mementingkan diri sendiri tahu bahwa mereka harus mencintai satu sama lain seperti Kristus mengasihi gereja-Nya, dengan
sikap seorang hamba.
Abadi
Cinta sejati mengikatkan diri mereka yang satu kepada yang lain untuk seumur hidup! Inilah apa yang Tuhan maksudkan untuk sebuah pernikahan. Tidak ada satupun alasan yang cukup kuat untuk mengkhianati “cinta” yang Tuhan sedang berikan bagi Anda. Kesetiaan adalah satu-satunya cara untuk
menguatkan kepercayaan yang dibutuhkan untuk membangun sebuah pernikahan dari tahun ke tahun!
Memberikan Pengharapan!
Cinta sejati selalu menginginkan apa yang terbaik bagi orang lain. Kecemburuan ataupun iri hati tidak pernah masuk ke dalamnya karena cinta sejati hanya peduli untuk melihat yang lain menjadi yang terbaik dari apa yang mereka bisa!
Sabar
Cinta sejati tidak pernah terburu-buru, selalu mengambil waktu untuk melihat melalui setiap situasi. Cinta sejati menunggu satu sama lain, tidak peduli apapun yang terjadi, untuk apapun, dan … kapanpun.
1.. Cinta Sejati Bukanlah!
Apa yang “DUNIA” ingin Anda percayai tentang apa sebenarnya CINTA itu!
SEKS!
Cinta sejati tidak didasarkan pada cinta secara seksual. Banyak orang yang mencampuradukan CINTA dengan seks, dan ini adalah kondisi yang sangat menyedihkan. Mereka yang terikat dengan seks pranikah tidak akan mampu untuk membangun “cinta sejati” ketika emosi mereka telah terikat dengan cinta seksual. Seks adalah anugerah dari Tuhan yang disediakan secara khusus hanya untuk pernikahan! Sebaliknya, mereka yang ingin menikah hanya untuk memenuhi kebutuhan seks, mereka akan selalu dikecewakan! Banyak pasangan yang telah menikah dan sudah memiliki anak, menemukan bahwa mereka hanya memiliki waktu yang sangat sedikit untuk keintiman, terutama dalam masa awal-awal pertumbuhan anak mereka.
Apabila hubungan Anda didasarkan pada seks sebelum dan/atau sesudah menikah, Anda dapat yakin bahwa masalah-masalah akan bermunculan! Cinta sejati yang dikombinasikan dengan cinta seksual antara dua orang yang telah menikah adalah anugerah yang indah dari Tuhan, penting untuk
kesatuan dari hubungan itu, tapi BUKAN tujuan akhir dari “kehidupan pernikahan!” Apabila Anda menyimpan sesuatu dari artikel ini ke dalam hati Anda, maka adalah harapan kami yang paling tulus bahwa Anda mendengar pesan kami. Pernikahan lebih dari sekedar “SEKS”! Membuat hal ini sebagai prioritas Anda atau mendasarkan pernikahan Anda akan SELALU membawa Anda kepada kekecewaan. Jagalah agar seks tetap ada dalam perspektif yang Tuhan inginkan! Bila tidak, maka Anda akan mendapati diri Anda tidak pernah merasa puas.. dan hasilnya sangat merusak!
Apa Yang Anda Lihat!
Cinta sejati TIDAK ditemukan dari apa yang terlihat dari luar! Anda pernah mendengar cerita lama… “Anda tidak dapat menilai buku yang bagus dengan melihat sampulnya!” Menikahi seseorang karena mereka tampan/cantik dan itu sesuai dengan Anda, tidak akan memberikan Anda kebahagiaan! Cinta sejati melihat seseorang dari dalam, dimana terdapat “kecantikan sejati”, jangan membuat kesalahan untuk yang satu ini! Orang-orang yang “kelihatan” biasa-biasa saja dari luar akan menjadi lebih dari biasa-biasa saat Anda mengetahui siapa sebenarnya diri mereka yang ada di dalamnya. Ada banyak, banyak lajang yang akan menjadi pasangan yang luar biasa, tetapi diremehkan hanya karena mereka tidak dapat menjadi cover dari majalah kesukaan Anda. Dengan berfokus hanya pada apa yang nampak di luar akan membawa kita kepada kekecewaan! Intinya disini adalah bahwa cinta yang sejati terletak jauh di dalam hati, TIDAK PERNAH di luar! Kita harus mengubah pandangan mata kita jauh ke dalam ketika kita sedang mencari pasangan untuk seumur hidup. Apa yang tidak Anda lihat.. adalah apa yang akan Anda dapatkan!
Menyelamatkan!
Cinta sejati TIDAK menghancurkan hidup Anda hanya karena seseorang memiliki masalah. Semua orang bertanggungjawab atas hidup, tindakan, dan keputusan-keputusan mereka sendiri. Apabila keputusan seseorang membuat Anda “gila” atau Anda mencoba untuk mengendalikan kelakuan mereka, Anda cenderung untuk menyakiti diri mereka dan juga diri Anda sendiri. Cinta sejati hanya ada pada orang yang dapat mengurus diri mereka sendiri. Apakah Anda meletakkan hidup dan kebahagiaan Anda dalam keadaan yang berbahaya hanya karena kelakuan buruk orang lain? Apabila Anda mempertimbangkan hendak menikah dan saat ini Anda sendiri sedang tidak bahagia, mengendalikan, atau sedang berusaha menyingkirkan kelakuan buruk seseorang, maka Anda akan membawa diri Anda ke dalam dunia yang
penuh dengan penderitaan! Ini bukanlah CINTA jika Anda berusaha “menyelamatkan” seseorang dari keputusan mereka sendiri!! Semua orang harus menerima konsekuensi dari tindakan-tindakan mereka sendiri! Anda tidak dapat ‘menyelamatkan’ seseorang dari diri mereka sendiri.
Mementingkan Diri Sendiri!
Cinta sejati TIDAK mementingkan diri sendiri! Orang yang mementingkan diri sendiri akan menjadi pasangan yang sangat buruk! Cinta sejati hanya dimiliki oleh orang-orang yang tidak mementingkan dirinya sendiri. Mereka tahu bahwa mereka akan menemukan kebahagiaan saat mereka memberi kepada yang lain. Tidak ada kebahagiaan yang lebih baik di dunia ini daripada kebahagiaan karena memberi. Orang yang mementingkan diri sendiri hanya peduli pada diri mereka sendiri, apa yang mereka miliki dan inginkan. Memenuhi kebutuhan satu sama lain sangatlah penting dalam pernikahan yang sehat. Sangatlah mustahil bagi orang yang egois untuk dapat memberikan apa yang ANDA butuhkan karena kebutuhan mereka selalu lebih pen ing!
Mementingkan Uang!
Cinta yang sejati TIDAK dapat diukur dengan uang! Tidak ada uang dalam jumlah berapapun yang dapat memberikan cinta sejati kepada Anda. Cinta akan uang adalah “akar dari segala kejahatan!” Uang dapat membuat orang melakukan apa yang biasanya tidak mereka lakukan. Bila Anda berpikir
Anda harus menikah demi uang untuk menemukan cinta, untuk memiliki pernikahan yang baik, dan/atau agar semua masalah Anda berakhir, maka Anda sangat salah! Masalah-masalah hanya akan menjadi jauh lebih mahal dengan uang!
Harga Diri yang rendah!
Cinta sejati TIDAK ditemukan pada kepercayaan diri yang tidak sehat! Berapa banyak orang di dunia ini yang percaya bahwa cinta akan membuat mereka bahagia? Apabila Anda tidak bahagia sekarang, maka tidak akan ada satu orangpun yang dapat memberikan kebahagiaan bagi Anda! Anda harus enemukan cinta dalam diri Anda sebelum Anda dapat mencintai seseorang sebagaimana seharusnya. Ada dongeng yang sangat menyesatkan dimana dikatakan “temukan saja seorang pria atau wanita” maka Anda akan
bahagia. Pernikahan yang bahagia ditemukan pada dua orang yang telah mencintai diri mereka sendiri dan peduli akan siapa diri mereka saat ini. Mereka tidak mencari pasangan untuk “membuktikan” bahwa mereka dapat dicintai. Sebaliknya, ketika Anda menyadari bahwa Anda sangat berharga… maka Anda akan membuat pilihan-pilihan yang lebih baik. Orang-orang yang menyakiti dan yang merasa tidak dicintai seringkali akan berbalik kepada orang yang pertama kali datang kepada mereka untuk mengisi kehampaan yang mereka rasakan. Kebanyakan hal ini tidak menghasilkan pernikahan yang sehat. Apabila Anda mendapati diri Anda dalam situasi yang seperti ini, maka Anda perlu melangkah mundur sejenak dari hubungan Anda dan bekerja ke dalam diri Anda untuk mencari akar dari keti dakbahagiaan Anda. Sampai saat itu… maka Anda tidak akan mampu membuat keputusan terbaik yang layak Anda terima untuk diri Anda sendiri!
Penyiksaan secara Verbal Atau Fisik!
Cinta yang sejati tidak menyakiti! Tidak diragukan lagi, tindakan pelecehan dalam bentuk apapun yang dilakukan seseorang BUKANLAH CINTA! Cinta adalah kelembutan dari hati manusia! Cinta tidak menghasilkan kesakitan. Rasa sakit yang dikatakan “atas nama cinta” sangatlah jauh dari kebenaran yang dapat Anda peroleh. Cinta selalu membangun, dan tidak pernah menjatuhkan! Pelecehan secara verbal maupun fisik dapat dikatakan sebagai kelainan tanpa peduli alasan apa yang menyebabkannya. Penyiksaan dalam bentuk apapun sebelum pernikahan dapat dipastikan akan terus berlanjut sampai
kepada pernikahan. Konseling bagi pelaku pelecehan adalah SATU-SATUYA langkah yang harus diambil!
Dimanakah Cinta dalam hidup Anda hari ini? Apabila Anda pernah ragu apakah Anda telah menemukan “cinta yang sejati” maka cobalah untuk membaca 1 Korintus 13. Disana Anda akan menemukan apa yang Tuhan katakan mengenai Cinta, bagaimanapun, Dia adalah Cinta itu sendiri!
Apabila Anda masih belum menikah, tolonglah ambil waktu untuk membuat pilihan yang tepat dalam memilih pasangan seumur hidup Anda. Hidup Anda dan orang-orang yang ada di sekitar Anda akan dipengaruhi oleh pilihan ini. Membuat “pilihan yang tepat” untuk diri Anda mengharuskan Anda untuk
melihat secara obyektif diri Anda sendiri dan orang yang akan Anda nikahi. Apabila Anda berkata kepada diri Anda sendiri “Yah, aku kan bisa bercerai!”
Berhentilah sekarang dan ujilah kembali keputusan yang Anda buat! Anda harus menyadari bahwa pasangan hidup Anda adalah untuk seumur hidup. Tuhan tidak berkenan dan sangat membenci perceraian dan itu untuk alasan yang baik karena kehancuran yang dihasilkannya akan berlangsung seumur hidup, bahkan untuk generasi yang akan datang!
Semua orang layak untuk memperoleh kebahagiaan. Tuhan menginginkan agar Anda menjadi bahagia. Ambillah waktu untuk mencari pasangan hidup yang tepat bagi diri Anda. Ijinkan Tuhan untuk bekerja dalam diri Anda dan dalam diri orang lain sehingga suatu hari nanti Anda berdua akan dapat disatukan dalam suatu kesatuan yang sempurna seperti apa yang Bapa inginkan bagi Anda. Anda TIDAK AKAN pernah MENYESAL harus menunggu ketika Anda telah menemukan “ORANG YANG TEPAT”!
Tuhan Memberkati Anda!
“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih,
dan yang paling besar diantaranya ialah kasih.” 1 Korintus 13:13







gimana cara bertobat dengan sungguh _ sungguh
========
Barangkali Anda bisa search di situs ini dengan kata kunci “perubahan radikal” atau “revolusi batin” atau “pertobatan”. Lalu bacalah tulisan-tulisan yang cocok sebagai referensi untuk mengolah batin Anda.
Admin
maaf kak panggilnya lina aja gak usah panggil anda
bila saya punya masalah dengan pacar saya apa boleh saya curhat?
========
Silahkan Lina tulis lewat rubrik konsultasi atau curhat.
admin
kak, mau tanya. berdasarkan alkitab, kita itu boleh tidak pacaran yang tidak seiman? trus kapan waktu yang tepat untuk pacaran?
Dear Nana,
Manusia itu diciptakan Tuhan tanpa agama.
Coba kamu perhatikan, apa agamanya Adam?
Tidak ada kan?
Tapi dia faktually punya Tuhan.
Adam dikasihi Tuhan.
Untuk itu dalam soal hubungan dengan Tuhan kita tidak bicara soal agamanya. Apalagi soal hubungan antar-manusia, gak penting apa agamanya, yang penting apakah kita mengasihi.
Untuk itu ada juga perkawinan campur yakni perkawinan antara 2 orang yang berbeda agama/gereja. Terhadap perkawinan beda agama berlaku ayat:
I Korintus 7:14 Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.
Artinya, perkawinan antar orang berbeda agama itu dihormati dalam agama Katolik.
Artinya, pacaran antara orang Katolik dan orang agama lain itu bukan haram.
Tapi SEBAIKNYA tidak dilakukan.
Mengapa?
Sebab ada bahaya, bahwa iman Katolik kita jadi tidak terpelihara. Bayangkan, bila orang Katolik pacaran dengan orang agama lain lalu kalau Sabtu Minggu diajak dugem, jamnya Misa/koor/pendalaman iman diajak melakukan kegiatan lain, lalu kita mau jadi orang Katolik macam apa?
Tentu saja, ada juga orang Katolik yang tidak setia Misa, yang ngajak pacarnya pilih dugem dari pada pendalaman iman. Ya jangan pilih pacar yang begitu kalau memang mau tetap Katolik.
So, bukannya dilarang, tapi sebaiknya kalo mau pacaran ya pilihlah pacar yang Katolik baik baik sehingga kalian dapat saling menemani dalam memperkembangkan kehidupan iman kalian.
Pacaran itu apa?
Kita batasi ya pembicaraan kita bahwa pacaran itu merupakan proses ketika kita berpikir bahwa hubungan ini akan berlanjut ke perkawinan. Kalau cuma nonton, makan, antar jemput sih kita masukkan katagori berteman aja. Ini untuk menjawab pertanyaanmu: kapan waktu yang tepat untuk pacaran?
Waktu yang tepat untuk pacaran adalah ketika kalian sama sama sudah siap secara psikologis untuk pacaran. Sedangkan waktu yang tepat untuk sakramen perkawinan adalah ketika kalian sudah siap secara psikologis, biologis dan finansial.
Siap secara psikologis untuk pacaran tuh yang gimana?
Dewasa untuk mengerti dan menerima orang lain. Kalau masih kekanak-kanakan ya mending jangan pacaran dulu deh. Ntar berantem melulu! Berteman aja dulu yang banyak, sehingga tau betul siapa yang emang cocok sama kita, cocok juga sama ortu dan Tuhan.
Coba baca bagian Cinta dan Kelekatan. Kalo sudah mengerti apa itu mencinta, yaaa… bolehlah pikir pikir untuk pacaran.
Semoga kamu dapat pacar yang bisa saling menemani dalam beriman!
Salam, rin
Mau menanyakan apa definisi dari seiman. Apakah harus sama-sama Katolik. Bagaimana jika Katolik dengan Kristen?
Terimakasih
Dear Evi,
Secara sempit yang dimaksud seiman adalah yang seagama. Tapi yang dimaksud oleh Paulus dalam surat kepada umat di Korintus itu adalah sama sama mengimani Tuhan yang Esa melalui Yesus Kristus.
Pembicaraan di atas kan apakah boleh tidak pacaran yang tidak seiman yang saya kaitkan dengan kemungkinan adanya bahaya terhadap iman kita. Dalam percakapan ini konteksnya lebih ke pengertian sempit walaupun itu juga relatif ya. Toh seagama atau tidak, iman seseorang adalah tanggung jawab pribadinya.
Salam berkat Tuhan, rin
maksudnya Katolik dan Protestan ? almarhum Romo Lamers dulu dalam homilinya mengatakan bahwa Katolik dan Protestan walaupun sama-sama percaya kepada Yesus, tidaklah se-iman.. cobalah lihat definisi iman atau “faith”.. mungkin bisa membantu anda..
di antara Protestan sendiri terdiri dari banyak denominasi yang memiliki perbedaan doktrin. ketika seseorang mempercayai doktrin yang satu dan meragukan doktrin atau bahkan tidak mempercayainya, maka ini sudah membedakan imannya dengan iman yang lain. so faith is about believing and it is about loyalty.
jadi kalo pacaran dengan yang se-iman atau menikah dengan yang se-iman pastilah Katolik dengan Katolik.
Kak….benernya saya pengen banget curhat banyak tapi saya tidak tau harus memulainya dari mana…..saya minta didukung doa saja ya semoga Tuhan akan beri yang terbaek buat saya dan orang2 yang saya kasihi…Good Luck
kak,mank apa ajah larangan dalam pacaran oarng kristen?dan apa yg harus di lakukan. . .
Marilyn,
ya tips di atas itu kamu baca baik baik dong….
itu kan isinya cara pacaran a la orang Kristen.
Artinya begitulah sebaiknya orang Kristen berpacaran.
Males baca panjang panjang ya?
Maunya instan?
Heheheheheheeee….. hati hati lho! Tuhan saja membentuk dunia ini tidak instan, ada prosesnya. Kalo kebiasaan instan nanti tertipu.
Pacaran tuh juga jangan maunya instan karena ntar tertipu. Kenapa? Ada kan, orang yang sukanya baru kenal langsung pacaran? Itu instan, akibatnya bisa bisa seperti beli kucing dalam karung. Artinya, bisa terjebak, terdengarnya sih meang meong seperti bakal dapat kucing cantik (pacar yang baik) eeeehhh gak taunya cuma dapat kucing gempor (pacar payah)… hehehehee….
Sebetulnya,
Proses pacaran sih bukan hanya waktu sedang pacaran.
proses itu mulai sejak kita sedang merencanakan pacar model apa yang cocok dengan kita. Maka, pertama, kita mesti kenal dulu dengan diri sendiri. Baru kemudian kita cari pacar yang emang cocok dengan kita. Setelah kenal diri sendiri, sebaiknya ya kenal betul siapa calon pacarnya itu. Bukan koq sedapat-dapatnya aja…
Tiap manusia itu kan unik. Misal, A seorang yang mandiri. B manja. Maka A akan lebih cocok dengan pasangan yang menghargai kemandiriannya (C) sedangkan B akan cocok dengan orang yang bisa memanjakannya (D). Kalo B cuma tunggu saja sampe dapat pacar sedapt-dapatnya yaaaaa… tau tau B dapatnya C kan akibatnya B gak puas karena C tidak memanjakannya sedangkan C juga tidak puas karena punya pacar koq tidak mandiri. Akibatnya waktu B ketemu D, bisa bisa selingkuh…. cape d! Ini yang disebut artikel di atas sebagai ORANG YANG TEPAT.
Karena kita Kristen, murid Yesus, maka hendaknyalah kita menjadikan diri kita semakin menyerupai Yesus. Oleh karenanya dalam cari pacar juga ya mestinya cari yang berproses untuk semakin penuh kasih seperti Yesus.
Sebagai sharing,
biasanya, saya dulu ya pacarannya sama teman jadi sudah tau betul bagaimana dia. Suatu kali saya baru kenalan dengan seseorang yang agaknya dia lebih jeli dari saya sehingga dia mengajak saya pacaran walau belum lama kenal. (tapi mungkin juga karena dia cowoq jadi ya dia modal nembak aja dulu ya… hehehehe…. masalah jadi apa nggak kan soal belakangan. Tapi saya masih yakin, senembak-nembaknya dia, gak bakal dong dia nembak orang yang jauh banget dari idealnya… bisa nyasar bo’!)
Tapi karena keperluan untuk sungguh sungguh kenal siapa dia maka saya minta tenggang waktu untuk adanya pacaran percobaan. Artinya, kami belum masuk fase pacaran tapi kami berkomitmen untuk memikirkan apakah kami akan masuk fase pacaran atau tidak.
Dalam fase pacaran percobaan itu kami saling memperkenalkan diri kami sejujurnya dan membicarakan keluarga macam apa yang kami inginkan. Masa percobaan itu 3 bulan yang intensif dalam masa pembelajaran. Dari masa itu kami ternyata sama sama menginginkan membentuk keluarga seperti keluarga kudus (goal ideal kami)dan secara pribadi tampak bahwa kami cukup match. Oleh karenanya kami memutuskan untuk masuk ke fase berkutnya, yakni pacaran.
Dalam masa pacaran, kami membicarakan banyak hal. Dari garis besar, misal siapa bertanggung jawab atas keluarga, bagaimana keluarga akan dikelola, dll. Sampai ke garis kecil soal keuangan. Itu perlu 1 tahun diskusi intensif. Apa itu terlalu lama? Menurutku sih tidak, karena selain kami saling menilai apakah kami bisa saling menemani dalam hidup berkeluarga tapi juga memperhatikan dengan seksama antara pernyataan pernyataan dan kenyataan kenyataan.
Misal, pernyataannya: aku setia
vs kenyataan: tapi koq malam minggu tidak datang?
lalu ya diperhatikan benar benar mengapa tidak datang?
apakah saya bisa menenggang alasan ketidak-datangannya.
Pokoke pacaran yang memang serius untuk menikah itu emang ribet tapi asyik karena kita bisa saling kenal dengan sebaik baiknya. Kalo mau yang gak ribet sih mending pacaran yang cuma untuk nonton ama jajan aja! hehehehehehheeee……
Yang dilarang ya sudah pasti sex pra nikah. Pacar saya itu baik sehingga dia tidak pernah maksa yang haram. Tapi saya juga tidak akan mau sex pra nikah, bukan hanya karena hukum Tuhan tapi juga soal harga diri dan masa depan. Saya aprreciate pacar saya itu karena tampak benar bahwa dia tidak menjebak saya dan dia juga bijak bisa mengelola antara iman dan iminnya.
Yang dilarang juga: menipu pacarnya. Misal gak perawan bilangnya perawan. Itu hanya akan membawa masalah di belakang hari. Tidak sedikit orang yang akhirnya tidak bisa terima ditipu demikian.
Dalam kasus saya, saya jujur bahwa saya tidak bisa masak. Jadi setelah kawin suami tidak bisa mengatakan bahwa saya menipu.
Lalu jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini pacar temannya…. hwakakakakakaaa…. 10 perintah Allah ya?!?!??!
Oya, yang cukup krusial adalah mempelajari baik baik soal keluarganya, terutama hubungannya dengan orang tuanya. Selain itu juga hubungannya dengan teman temannya.
Seorang cowoq yang menyayangi ibunya tapi tetap mandiri bisa diharapkan kelak akan mengasihi istrinya dengan cara benar.
Bayangkan: sekalipun terhadap kita dia tampak penuh sayang tapi kalau terhadap ibunya dia selalu kasar tidak ada hormatnya, jangan heran kalo kelak dia kasar terhadap istrinya. Karena sikap terhadap ibunya itu pasti sikap mendasarnya yang jujur.
Seorang cowoq yang disayangi oleh semua temannya menggambarkan bahwa dia memang teman yang baik bagi banyak orang, bisa diharapkan bisa menjadi teman hidup yang baik dalam berkeluarga.
Bayangkan: kalo cowoq itu hanya punya teman kita aja, biarpun sikapnya penuh rayuan, patut dicheck ulang bagaimana sikap jujurnya dalam relasinya dengan orang orang lain.
Berpacaranlah dengan cara benar, mudah-mudahan keluarga kalian baik adanya.
Salam berkah Tuhan, rin
Popo,
kalo gitu kamu boleh mulai dari mana aja. Nanti kami bantu untuk menemukan gambarnya dengan benar.
Doa kami dan salam berkah Dalem, rin
Dear Mbak Rini,
Saya sependapat dengan pemikiran Mbak. Karena saya sekarang juga sedang menjalin hubungan dengan seorang pria yang memiiki kepribadian yang Mbak gambarkan. Memang mengenal dan menjalin sebuah hubungan perlu beberapa tahapan dan waktu yang tidak sebentar supaya kita tidak menyesal di kemudian hari. Saya sudah menjalin hubungan dengan seorang pria selama setahun, tapi saya masih merasa belum mengenal dia.Kita memang perlu bersabar dan saling percaya sebagai pasangan yang saling mencintai dan menyayangi, jika menginginkan hubungan kita berlanjut serius dan langgeng.Jangan lupa selalu iringilah dengan doa dan selalu meminta petunjuk Tuhan Yesus agar kita memperoleh kemudahan dan diberkahi kebahagiaan dalam menjalin hubungan dengan pasangan kita. Pada dasarnya, pasangan hidup yang cocok menemani hidup kita selamanya, tidaklah berbeda jauh dengan kepribadian diri kita sendiri. Hubungan yang selaras dan dapat berlanggung lama seharusnya diiringi dengan saling berbagi,saling menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain, saling memahami, saling mempercayai, saling jujur dan terbuka, serta dapat menciptakan komunikasi yang baik dan sejalan satu sama lain.Tidak ada manusia yang sempurna di dunia, jadi terimalah dan sayangilah pasangan yang kamu cintai dengan setulus hati dan penuh cinta kasih. Sayangi dan cintailah pasanganmu dengan berdasarkan hukum cinta kasih yang sudah diajarkan Tuhan Yesus kepada kita.Hal ini juga berlaku supaya kita mencintai dan menyayangi sesama kita dengan penuh cinta kasih, tanpa memandang apapun. Semoga cinta kasih Tuhan Yesus selalu mendamaikan dan membahagiakan kehidupan kita semua. GBU.
Dear Sandra dan para sahabat muda lainnya,
Saya pernah diberitahu seorang romo SMS yang dia terima dari seorang umatnya nun jauh dari Jakarta. SMS itu panjaaaang sekali sampai beberapa SMS, isinya keluhan tentang suaminya. Romo tersebut seorang dosen dan bukan romo paroki. Pertanyaanya,”Apa sih rin yang diajarkan pada kursus perkawinan, koq saya sering dapat keluhan seperti ini?”
SMS SMS yang puanjaaang itu menunjukkan bahwa perempuan itu kurang kenal suaminya. Memang, bagaimana pun kenalnya kita dengan calon suami, tapi biasanya sampai dengan 5 tahun pertama perkawinan kita harus keras berusaha menyesuaikan diri dengan suami. Lha wong tadinya berasal dari 2 keluarga yang beda kan ya pasti beda adat hidupnya. Setelah itu seumur hidup ya harus terus menerus menyesuaikan diri tapi ya gak usah terlalu keras berusaha gpp, wong sudah terbiasa hidup bersama. Tapi itu pun jangan pernah berharap kita akan bisa kenal 100% pasangan kita karena apa yang tersimpan dalam hati kan who knows. So, gak usah terlalu berusaha untuk kenal 100% yang penting apakah bisa saling mengasihi.
Tentu saja kursus/seminar perkawinan yang hanya 2 hari itu kurang memadai. Orang tidak dapat hanya bersandar pada waktu yang sesingkat itu karena topik jadi, entah terlalu padat sehingga peserta belum ngeh waktu sudah habis, entah jadi terlalu ringan karena memang kurang waktu.
Anakku, sudah sejak kecil sudah saya ajak untuk berpikir mengenai apa saja yang dia perlukan apabila berkeputusan untuk membangun keluarga. Perkawinan toh tidak berhenti pada sakramen di altar, tapi yang terpenting adalah sepanjang hidup membangun keluarga yang seturut kehendak Tuhan. Sekarang diusianya yang 15 tahun dia sadar benar bahwa keluarga yang baik hendaknya dibangun oleh orang yang sudah SIAP, artinya: psikologis baik, biologis OK, dan berkemampuan finansial. Itu mendorong dia untuk belajar dengan baik supaya kelak sungguh punya kemampuan finansial agar mampu membiayai anaknya. Dan dia sendiri menilai dirinya bahwa secara psikologis belum siap untuk sebuah rumah tangga sehingga dia akan serius konsentrasi belajar dan tidak mikir pacaran. Bagus to, itu artinya saya tidak usah terlalu repot mengkhawatirkan anakku yang ABG itu dalam soal pacaran.
Ini saya katakan hanya untuk menjelaskan bahwa soal membangun keluarga itu tidak bisa dipikirkan hanya dalam waktu setahun dua tahun, apalagi 2 hari, melainkan sejak anak itu kecil hendaknya dia sudah melihat contoh baik dalam keluarganya sendiri. Seorang anak yang sejak kecil sudah terus menerus melihat ibu bapaknya saling pukul, ketika dewasa bisa saja membangun keluarga yang damai sejahtera karena toh dia berakal budi, tapi dia akan mengalami banyak kesulitan untuk melakukannya.
Sandra:
Pada dasarnya, pasangan hidup yang cocok menemani hidup kita selamanya, tidaklah berbeda jauh dengan kepribadian diri kita sendiri.
Rin:
Memang begitu, tapi hendaknya yang saling melengkapi.
Saya seorang yang santai, tapi keras kepala.
Suami saya santai juga, tapi lucu.
Bayangkan kalo suami saya seorang perfectionist, kan kami akan depresi berdua. Buat aku hidup tidak perfect ya rapopo, nikmati saja. Lha kalo dia menuntut segalanya perfect kan ya bakal ada banyak kekecewaan. Naaa… keras kepala dan lucu itu saling melengkapi. Kalo dia gak lucu pasti kami berdua BT abiz deh! heheheheh….
Itu yang di Jawa disebut tumbu ketemu tutup. Panci diameter 20cm ya tutupnya mesti d20cm walau panci dan tutup bentuknya beda. Jadi, gak usah cari yang betul betul sama dengan kita karena gak bakalan ketemu, cari aja yang asyik buat kita! Kalo kata Ussy sih cari yang klik, gitu to….
Sandra:
Saya sudah menjalin hubungan dengan seorang pria selama setahun, tapi saya masih merasa belum mengenal dia.
Rin:
Coba beri banyak pertanyaan, beri banyak pengalaman yang touch kepribadian kalian, pergi ke tempat yang jauuuuh hanya berdua dengan alat transportasi yang menguras kesabaran. Dari pengalaman, kami pergi ke Jawa Timur dengan bis yang pindah pindah dan gak enak sama sekali. Dari situ saya tau betul bahwa dia cukup sabar tapi lebih baik saya mandiri. Bukan hanya karena saya sendiri memang seorang yang mandiri tapi berharap terlalu banyak padanya rasanya koq mendingan nggak d! Perjalanan jauh yang menguras kesabaran memang bisa memperlihatkan kepribadian asli semua orang. Ada orang yang selama pacaran pura pura sabar tapi begitu keadaan jadi sangat tidak enak lalu keluar aslinya, misal ternyata sebetulnya suka misuh, atau malah makin diam supaya survive. Coba saja.
Soal berdoa, OK!
Selamat berusaha saling kenal, semoga kalian memang bertemu dengan orang yang TEPAT! Favoriteku mohon berkat Tuhan dengan bantuan doa Bunda Maria dan Santo Antonius Padua. Santo Antonius Padua terkenal mau membantu kita mencari segala sesuatu. Maka berdoalah mohon pertolongannya, juga untuk cari orang yang tepat.
Salam berkah Dalem, rin
Dear Mbak Rini,
Terima kasih banyak atas masukan dan bimbingannya. Saya ingin sekali membangun keluarga dan mendidik anak yang seperti Mbak Rini dan suami Mbak lakukan. Mbak, apa saja tips membangun rumah tangga yang kokoh dan penuh cinta kasih antaranggota keluarga. Karena pengalaman ortu saya belum menunjukkan dan mencontohkan cara membangun rumah tangga yang kudus. Mungkin benar kata Mbak kalo seorang anak terbiasa melihat kedua orang tuanya tidak rukun, maka si anak akan mengalami kesulitan membangun keluarga yang lebih baik. Saya sesungguhnya mengalami hal ini, oleh karena itu saya ingin sekali menerapkan dan membangun keluarga kudus seperti yang diajarkan Mbak dan Romo. Saya tidak ingin pengalaman orang tua saya terjadi pada diri saya. Saya ingin sekali memiliki keluarga kudus seperti keluarga kudus Nazaret. Mohon bimbingan dan petunjuk ya Mbak. Terima kasih. GBU
saya memiliki pacar yang blum bertgobat,tapi sya sungguh mengasihinya dengan tulu.
pertanyaan saya:
1.apakah langkah yang kuambil ne salah?
2.bagaimana cara saya supaya dia bisa bertobt?
3.apakah slah ciuman dikening?
terimakasih
1. langkah yang mana yang salah ? mengasihinya ? Tuhan sendiri datang untuk orang berdosa.
2. nasihati, bimbing, beri contoh, dan berdoa
3. tidak..
saya kasih saran, bagaimana pun kamu memiliki pilihan, ingat bahwa kamu tidak perlu berkorban melebihi yang bisa kamu berikan saat ini hanya karena alasan kamu mengasihi dia. apabila tidak ada tanda pertobatan darinya, dan apabila perbuatannya itu kelak bisa merusak hidupnya, bahkan mengganggu orang-orang disekitarnya, bahkan kelak bila kamu menikah dengannya bisa merusak hubungan rumah tangga kalian, sebaiknya kamu sudahi hubunganmu dengannya sebelum lebih jauh lagi. Setelah putus pun kamu bisa tetap membantu dia.. bagaimana pun kamu harus mencari yang terbaik dalam hidupmu sesuai dengan kehendak Allah, dan pacarmu sendiri harus bisa bertanggung jawab atas pilihan dalam hidupnya.
May God bless your steps
Dear Sandra,
Kesadaran akan teladan yang salah oleh orang tua;
kesadaran akan keluarga yang ideal;
tekad untuk membangun keluarga seperti keluarga kudus;
adalah bekal yang baik. Dengan bekal itu kita dapat belajar dari yang lalu bahwa ortu tidak rukun apa akibatnya bagi anak dan relasi pasangan. Lalu, dapat menentukan goal keluarga seperti apa yang hendak kita bangun.
Untuk dapat membangun keluarga yang harmonis, pertama diperlukan bekal pribadi. Tiap pribadi hendaknya mengenal dirinya sendiri, tau benar bagaimana dirinya dan apa maunya. Setelah itu cari pasangan yang tepat. Lihat beberapa tulisan saya di atas.
Setelah itu di dalam keluarga, kuncinya adalah komunikasi yang efektif.
Pertama, mampukan diri untuk mendengar secara efektif. Mendengar yang tulus, yang berempati dan sungguh mengerti apa yang tersurat dan tersirat. Dengan begitu kita sungguh memahami pasangan kita apa kebutuhannya yang sesungguhnya. Untuk dapat efektif mendegar diperlukan latihan. Maka silakan latihan tiap hari. Mendengar ini penting maka Yesus pun berkata “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
Apa maksudnya? Selain harus mendengar secara efektif, kita juga harus mengasihi. Maka hal kedua adalah mengasihi.
Mengasihi dalam berbicara hendaknya sopan, memberikan semangat kasih, dengan materi pembicaraan yang baik.
Mengasihi dalam perbuatan. Anda pernah belajar 7 effective habits? Coba deh diingat lagi dengan kerangka kasih dan lakukan itu secara konsisten bersama pasangan.
Jangan lupa selalu berdoa
Sori dori mori, kali ini tipsnya pendek, sole aku buru buru. Kalo masih ada yang mau ditanya, monggo. Kalo mau pelatihan hayuk aja diatur.
Salam berkah Dalem, rin