Tips Pacaran Bagi Orang Kristen
Karena ada yang gak mendapat dengan lengkap tips pacaran buat orang Kristen, aku coba kirimin lagi yah dengan bahan yang sudah saya rangkum, ok selamat mempelajari Tuhan berkati!
Tips Pacaran Bagi Orang Kristen
1.. Belajarlah untuk mengutamakan Tuhan dalam hidup Anda! Persiapkan diri Anda untuk sebuah pernikahan Kristen! Bacalah Alkitab Anda, berjemaatlah di gereja dimana Anda bertumbuh. Pelajarilah hikmat Tuhan untuk pernikahan, suami-suami dan istri-istri. Alkitab telah memberikan kita satu perintah yang sangat penting untuk bidang ini, yaitu “menjadi pasangan yang seimbang (2 Korintus 6 :14). Pelajarilah ayat ini dan cobalah untuk dapat mengerti arti sebenarnya!
2.. Kenali diri Anda! Ambillah waktu untuk membuat perubahan apapun yang Anda butuhkan untuk dapat menjadi pasangan yang baik bagi seseorang. Anda TIDAK dapat menjadi bahagia dalam pernikahan MANAPUN tanpa bahagia terlebih dahulu dengan diri Anda sendiri!
3.. Mengetahui apa yang Anda butuhkan! Anda harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan Anda, dengan demikian Anda dapat mengkomunikasikannya dengan pasangan Anda di masa depan. Ini adalah hal
yang tidak dapat Anda kompromikan! Tanyakan juga kepada pasangan Anda apa yang dia butuhkan. Kemudian carilah tahu apakah Anda berdua dapat saling memenuhi kebutuhan satu sama lain. Kami bahkan tidak dapat cukup meyakinkan Anda bahwa hal ini sangatlah penting!
4.. Belajarlah untuk peka terhadap tanda-tanda peringatan yang Anda rasakan ketika Anda sedang pacaran dengan seseorang! Menyadari bahwa seseorang yang sedang menjalin hubungan dengan Anda bukanlah “seseorang yang special” adalah separuh dari perjuangan Anda. Anda bisa saja berusaha agar hubungan itu dapat berjalan dengan baik seumur hidup Anda, yang kemudian pada akhirnya, tidak akan pernah berhasil! Semua orang mempunyai kualitas yang baik dan buruk. Hanya karena Anda tidak cocok
dengan seseorang, bukan berarti bahwa orang itu tidak akan menjadi pasangan yang baik bagi orang lain! Apabila memang tidak “cocok”, hormati diri Anda dan pasangan Anda dengan mengakhiri hubungan Anda. Anda berdua layak untuk memiliki hidup yang berbahagia.
5.. Jangan hidup dalam ketakutan dengan kemungkinan bahwa Anda akan tetep sendiri seumur hidup Anda. Ketakutan akan menumbuhkan kegilaan ketika Anda sedang menjalin hubungan! Kebutuhan Anda menjadi tidak berarti sama sekali bagi diri Anda! Anda bahkan dapat membuat keputusan-keputusan bodoh ketika ketakutan ini mengambil alih diri Anda. Isilah kehidupan Anda dengan hal-hal yang dapat membuat Anda merasa gembira. Serahkan semuanya kepada Tuhan dan TINGGALKAN itu di sana!
6.. Minum-minum yang berlebihan (alkoholik, pesta minuman keras di akhir pekan, dll), orang yang bertindak dengan kekerasan dan sejenisnya, adalah orang-orang yang “TIDAK MAMPU” untuk sebuah hubungan dengan komitmen. Orang-orang ini membutuhkan pertolongan dan “penyakit-penyakit” mereka membuat mereka untuk saat itu, tidak mampu membangun suatu hubungan yang
sehat. Tentu saja Allah tidak berkenan bahwa ada sesuatu yang kita ’sembah’ selain Dia. Allah harus selalu menjadi yang pertama. “Hubungan” sejenis ini terbukti hanya akan terus menyakiti Anda berulang-ulang kali. Doronglah mereka selalu, sesering mungkin, untuk mencari pertolongan yang mereka butuhkan, sehingga satu hari nanti mereka akan dapat mengalami hidup yang telah Allah rencanakan bagi mereka.
7.. Carilah seorang konselor Kristen dengan reputasi yang baik, bila memungkinkan, untuk membantu Anda dalam membuat keputusan yang benar. Pernikahan adalah KOMITMEN untuk SEUMUR HIDUP. Anda bertanggung jawab terhadap diri Anda sendiri untuk membuat keputusan terbaik yang bisa
Anda buat. Menemukan pasangan yang tepat dan membuat komitmen untuk seumur hidup dengan orang tersebut adalah sebuah anugerah yang luar biasa dari Tuhan
Bagaimana Saya Mengetahuinya?
Pertanyaaan yang ditanyakan oleh semua orang, inilah pendapat kami!
1.. Apakah Anda merasakan DAMAI..DAMAI..DAMAI..Damai di hati Anda? Apabila sama sekali tidak ada perasaan itu di dalam diri Anda maka Anda tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres! “Tapi mungkin segala sesuatunya akan berubah”, jawab Anda. Apakah Anda sedang membuat alasan-alasan
untuk seseorang, bahkan ketika Anda tidak setuju, atau itu memukul pusat dari diri Anda yang sebenarnya? Apabila Anda harus membuat alasan, bahkan hanya satu alasan, maka Anda benar-benar harus mengawasi dengan benar arah yang sedang Anda tuju. Ini adalah masalah besar, sobat!
2.. Apakah Anda bertengkar/berbaikan lagi.. bertengkar/berbaikan lagi? Ini bukanlah tanda bahwa kalian berdua dapat berpasangan dengan cukup baik. Tuhan tidak pernah memaksudkan pernikahan sebagai medan peperangan dari keinginan-keinginan kita. Apabila ini terjadi ketika Anda sedang
berpacaran, yakinlah bahwa hal ini akan terus berlanjut ketika Anda telah menikah. Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan prinsip pernikahan yang kita ketahui. Kembali lagi kepada kebutuhan-kebutuhan. Kebutuhan seseorang sedang diabaikan, kadang-kadang, kebutuhan ini tidak dapat dipenuhi. Adalah
sangat penting untuk dapat mengetahui apakah pasangan Anda di masa depan dapat memenuhi kebutuhan Anda atau tidak dan sebaliknya. Mengetahui perbedaan yang ada di antara Anda akan dapat menghindarkan Anda dari sakit hati di masa yang akan datang.
3.. Kami beranggapan bila Anda membaca artikel ini maka Anda adalah seorang Kristen atau berniat untuk menjadi kristen, oleh karena itu, seks.. seharusnya tidak pernah menjadi bagian dalam pacaran!! Apa yang kami maksud adalah sebagai berikut. Apabila salah satu dari pasangan itu merasa ditekan oleh seks, maka itu bukanlah hubungan/pernikahan Kristen yang sedang dijalin. Anda dapat yakin bahwa hubungan ini tidak berdasarkan prinsip-prinsip yang Tuhan kehendaki. Anda harus kembali
lagi untuk mengetahui apa yang Anda butuhkan. Apabila Anda menginginkan dan membutuhkan pernikahan Kristen, maka ini akan memberitahukan kepada Anda kemana arah yang sedang Anda tuju! Tidak ada alasan apapun untuk yang satu ini! Tuhan memaksudkan bahwa hubungan seks hanya untuk suami dan istri di dalam sebuah pernikahan kudus!
Ingatlah ini:
Sangatlah mudah untuk menemukan “pasangan yang salah”. Dibutuhkan mengetahui siapa diri Anda sebenarnya, doa yang setia dan kesabaran untuk menemukan yang tepat! Isilah hidup Anda dengan hal-hal yang Anda sukai, bacalah Alkitab maka Anda akan mampu untuk dapat mengikuti kehendak Tuhan di dalam hidup Anda.
Tuhan ingin supaya ANDA memiliki hidup luar biasa seumur hidup Anda dengan pasangan yang istimewa,… demikian juga kami!
Tuhan Memberkati!
3. Cinta Sejati..!
Penuh Kedamaian, Lemah Lembut dan Baik Hati! Cinta yang sejati menenangkan hati kita dari kekacauan, membuat hati kita merasa lebih santai dan bahagia serta memberikan kehangatan dan
kedamaian bagi jiwa kita.
Rendah Hati
Cinta sejati adalah cinta yang rendah hati. Orang yang rendah hati akan menjadi pasangan yang terbaik. Kerendahan hati diri mereka akan menjadi dasar dari kemampuan mereka untuk mencintai.
Jujur dan Penuh kebenaran!
Cinta sejati selalu ingin untuk menjadi jujur setiap waktu! Ini adalah satu-satunya cara agar cinta sejati dapat bertahan. Kejujuran akan membangun kepercayaan. Kepercayaan adalah tulang punggung dari sebuah pernikahan yang baik! Tanpa kepercayaan maka Anda tidak dapat membuat diri Anda menjadi diri Anda yang sebenarnya. Apabila kepercayaan gagal, maka semuanya akan berakhir.
Tidak Mementingkan Diri Sendiri
Cinta sejati adalah seorang “pemberi”. Masing-masing dari pasangan itu menyadari kebutuhan satu sama lain, dan ingin memberi kepada satu sama lain. Pasangan yang tidak mementingkan diri sendiri tahu bahwa mereka harus mencintai satu sama lain seperti Kristus mengasihi gereja-Nya, dengan
sikap seorang hamba.
Abadi
Cinta sejati mengikatkan diri mereka yang satu kepada yang lain untuk seumur hidup! Inilah apa yang Tuhan maksudkan untuk sebuah pernikahan. Tidak ada satupun alasan yang cukup kuat untuk mengkhianati “cinta” yang Tuhan sedang berikan bagi Anda. Kesetiaan adalah satu-satunya cara untuk
menguatkan kepercayaan yang dibutuhkan untuk membangun sebuah pernikahan dari tahun ke tahun!
Memberikan Pengharapan!
Cinta sejati selalu menginginkan apa yang terbaik bagi orang lain. Kecemburuan ataupun iri hati tidak pernah masuk ke dalamnya karena cinta sejati hanya peduli untuk melihat yang lain menjadi yang terbaik dari apa yang mereka bisa!
Sabar
Cinta sejati tidak pernah terburu-buru, selalu mengambil waktu untuk melihat melalui setiap situasi. Cinta sejati menunggu satu sama lain, tidak peduli apapun yang terjadi, untuk apapun, dan … kapanpun.
1.. Cinta Sejati Bukanlah!
Apa yang “DUNIA” ingin Anda percayai tentang apa sebenarnya CINTA itu!
SEKS!
Cinta sejati tidak didasarkan pada cinta secara seksual. Banyak orang yang mencampuradukan CINTA dengan seks, dan ini adalah kondisi yang sangat menyedihkan. Mereka yang terikat dengan seks pranikah tidak akan mampu untuk membangun “cinta sejati” ketika emosi mereka telah terikat dengan cinta seksual. Seks adalah anugerah dari Tuhan yang disediakan secara khusus hanya untuk pernikahan! Sebaliknya, mereka yang ingin menikah hanya untuk memenuhi kebutuhan seks, mereka akan selalu dikecewakan! Banyak pasangan yang telah menikah dan sudah memiliki anak, menemukan bahwa mereka hanya memiliki waktu yang sangat sedikit untuk keintiman, terutama dalam masa awal-awal pertumbuhan anak mereka.
Apabila hubungan Anda didasarkan pada seks sebelum dan/atau sesudah menikah, Anda dapat yakin bahwa masalah-masalah akan bermunculan! Cinta sejati yang dikombinasikan dengan cinta seksual antara dua orang yang telah menikah adalah anugerah yang indah dari Tuhan, penting untuk
kesatuan dari hubungan itu, tapi BUKAN tujuan akhir dari “kehidupan pernikahan!” Apabila Anda menyimpan sesuatu dari artikel ini ke dalam hati Anda, maka adalah harapan kami yang paling tulus bahwa Anda mendengar pesan kami. Pernikahan lebih dari sekedar “SEKS”! Membuat hal ini sebagai prioritas Anda atau mendasarkan pernikahan Anda akan SELALU membawa Anda kepada kekecewaan. Jagalah agar seks tetap ada dalam perspektif yang Tuhan inginkan! Bila tidak, maka Anda akan mendapati diri Anda tidak pernah merasa puas.. dan hasilnya sangat merusak!
Apa Yang Anda Lihat!
Cinta sejati TIDAK ditemukan dari apa yang terlihat dari luar! Anda pernah mendengar cerita lama… “Anda tidak dapat menilai buku yang bagus dengan melihat sampulnya!” Menikahi seseorang karena mereka tampan/cantik dan itu sesuai dengan Anda, tidak akan memberikan Anda kebahagiaan! Cinta sejati melihat seseorang dari dalam, dimana terdapat “kecantikan sejati”, jangan membuat kesalahan untuk yang satu ini! Orang-orang yang “kelihatan” biasa-biasa saja dari luar akan menjadi lebih dari biasa-biasa saat Anda mengetahui siapa sebenarnya diri mereka yang ada di dalamnya. Ada banyak, banyak lajang yang akan menjadi pasangan yang luar biasa, tetapi diremehkan hanya karena mereka tidak dapat menjadi cover dari majalah kesukaan Anda. Dengan berfokus hanya pada apa yang nampak di luar akan membawa kita kepada kekecewaan! Intinya disini adalah bahwa cinta yang sejati terletak jauh di dalam hati, TIDAK PERNAH di luar! Kita harus mengubah pandangan mata kita jauh ke dalam ketika kita sedang mencari pasangan untuk seumur hidup. Apa yang tidak Anda lihat.. adalah apa yang akan Anda dapatkan!
Menyelamatkan!
Cinta sejati TIDAK menghancurkan hidup Anda hanya karena seseorang memiliki masalah. Semua orang bertanggungjawab atas hidup, tindakan, dan keputusan-keputusan mereka sendiri. Apabila keputusan seseorang membuat Anda “gila” atau Anda mencoba untuk mengendalikan kelakuan mereka, Anda cenderung untuk menyakiti diri mereka dan juga diri Anda sendiri. Cinta sejati hanya ada pada orang yang dapat mengurus diri mereka sendiri. Apakah Anda meletakkan hidup dan kebahagiaan Anda dalam keadaan yang berbahaya hanya karena kelakuan buruk orang lain? Apabila Anda mempertimbangkan hendak menikah dan saat ini Anda sendiri sedang tidak bahagia, mengendalikan, atau sedang berusaha menyingkirkan kelakuan buruk seseorang, maka Anda akan membawa diri Anda ke dalam dunia yang
penuh dengan penderitaan! Ini bukanlah CINTA jika Anda berusaha “menyelamatkan” seseorang dari keputusan mereka sendiri!! Semua orang harus menerima konsekuensi dari tindakan-tindakan mereka sendiri! Anda tidak dapat ‘menyelamatkan’ seseorang dari diri mereka sendiri.
Mementingkan Diri Sendiri!
Cinta sejati TIDAK mementingkan diri sendiri! Orang yang mementingkan diri sendiri akan menjadi pasangan yang sangat buruk! Cinta sejati hanya dimiliki oleh orang-orang yang tidak mementingkan dirinya sendiri. Mereka tahu bahwa mereka akan menemukan kebahagiaan saat mereka memberi kepada yang lain. Tidak ada kebahagiaan yang lebih baik di dunia ini daripada kebahagiaan karena memberi. Orang yang mementingkan diri sendiri hanya peduli pada diri mereka sendiri, apa yang mereka miliki dan inginkan. Memenuhi kebutuhan satu sama lain sangatlah penting dalam pernikahan yang sehat. Sangatlah mustahil bagi orang yang egois untuk dapat memberikan apa yang ANDA butuhkan karena kebutuhan mereka selalu lebih pen ing!
Mementingkan Uang!
Cinta yang sejati TIDAK dapat diukur dengan uang! Tidak ada uang dalam jumlah berapapun yang dapat memberikan cinta sejati kepada Anda. Cinta akan uang adalah “akar dari segala kejahatan!” Uang dapat membuat orang melakukan apa yang biasanya tidak mereka lakukan. Bila Anda berpikir
Anda harus menikah demi uang untuk menemukan cinta, untuk memiliki pernikahan yang baik, dan/atau agar semua masalah Anda berakhir, maka Anda sangat salah! Masalah-masalah hanya akan menjadi jauh lebih mahal dengan uang!
Harga Diri yang rendah!
Cinta sejati TIDAK ditemukan pada kepercayaan diri yang tidak sehat! Berapa banyak orang di dunia ini yang percaya bahwa cinta akan membuat mereka bahagia? Apabila Anda tidak bahagia sekarang, maka tidak akan ada satu orangpun yang dapat memberikan kebahagiaan bagi Anda! Anda harus enemukan cinta dalam diri Anda sebelum Anda dapat mencintai seseorang sebagaimana seharusnya. Ada dongeng yang sangat menyesatkan dimana dikatakan “temukan saja seorang pria atau wanita” maka Anda akan
bahagia. Pernikahan yang bahagia ditemukan pada dua orang yang telah mencintai diri mereka sendiri dan peduli akan siapa diri mereka saat ini. Mereka tidak mencari pasangan untuk “membuktikan” bahwa mereka dapat dicintai. Sebaliknya, ketika Anda menyadari bahwa Anda sangat berharga… maka Anda akan membuat pilihan-pilihan yang lebih baik. Orang-orang yang menyakiti dan yang merasa tidak dicintai seringkali akan berbalik kepada orang yang pertama kali datang kepada mereka untuk mengisi kehampaan yang mereka rasakan. Kebanyakan hal ini tidak menghasilkan pernikahan yang sehat. Apabila Anda mendapati diri Anda dalam situasi yang seperti ini, maka Anda perlu melangkah mundur sejenak dari hubungan Anda dan bekerja ke dalam diri Anda untuk mencari akar dari keti dakbahagiaan Anda. Sampai saat itu… maka Anda tidak akan mampu membuat keputusan terbaik yang layak Anda terima untuk diri Anda sendiri!
Penyiksaan secara Verbal Atau Fisik!
Cinta yang sejati tidak menyakiti! Tidak diragukan lagi, tindakan pelecehan dalam bentuk apapun yang dilakukan seseorang BUKANLAH CINTA! Cinta adalah kelembutan dari hati manusia! Cinta tidak menghasilkan kesakitan. Rasa sakit yang dikatakan “atas nama cinta” sangatlah jauh dari kebenaran yang dapat Anda peroleh. Cinta selalu membangun, dan tidak pernah menjatuhkan! Pelecehan secara verbal maupun fisik dapat dikatakan sebagai kelainan tanpa peduli alasan apa yang menyebabkannya. Penyiksaan dalam bentuk apapun sebelum pernikahan dapat dipastikan akan terus berlanjut sampai
kepada pernikahan. Konseling bagi pelaku pelecehan adalah SATU-SATUYA langkah yang harus diambil!
Dimanakah Cinta dalam hidup Anda hari ini? Apabila Anda pernah ragu apakah Anda telah menemukan “cinta yang sejati” maka cobalah untuk membaca 1 Korintus 13. Disana Anda akan menemukan apa yang Tuhan katakan mengenai Cinta, bagaimanapun, Dia adalah Cinta itu sendiri!
Apabila Anda masih belum menikah, tolonglah ambil waktu untuk membuat pilihan yang tepat dalam memilih pasangan seumur hidup Anda. Hidup Anda dan orang-orang yang ada di sekitar Anda akan dipengaruhi oleh pilihan ini. Membuat “pilihan yang tepat” untuk diri Anda mengharuskan Anda untuk
melihat secara obyektif diri Anda sendiri dan orang yang akan Anda nikahi. Apabila Anda berkata kepada diri Anda sendiri “Yah, aku kan bisa bercerai!”
Berhentilah sekarang dan ujilah kembali keputusan yang Anda buat! Anda harus menyadari bahwa pasangan hidup Anda adalah untuk seumur hidup. Tuhan tidak berkenan dan sangat membenci perceraian dan itu untuk alasan yang baik karena kehancuran yang dihasilkannya akan berlangsung seumur hidup, bahkan untuk generasi yang akan datang!
Semua orang layak untuk memperoleh kebahagiaan. Tuhan menginginkan agar Anda menjadi bahagia. Ambillah waktu untuk mencari pasangan hidup yang tepat bagi diri Anda. Ijinkan Tuhan untuk bekerja dalam diri Anda dan dalam diri orang lain sehingga suatu hari nanti Anda berdua akan dapat disatukan dalam suatu kesatuan yang sempurna seperti apa yang Bapa inginkan bagi Anda. Anda TIDAK AKAN pernah MENYESAL harus menunggu ketika Anda telah menemukan “ORANG YANG TEPAT”!
Tuhan Memberkati Anda!
“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih,
dan yang paling besar diantaranya ialah kasih.” 1 Korintus 13:13







gimana cara bertobat dengan sungguh _ sungguh
========
Barangkali Anda bisa search di situs ini dengan kata kunci “perubahan radikal” atau “revolusi batin” atau “pertobatan”. Lalu bacalah tulisan-tulisan yang cocok sebagai referensi untuk mengolah batin Anda.
Admin
maaf kak panggilnya lina aja gak usah panggil anda
bila saya punya masalah dengan pacar saya apa boleh saya curhat?
========
Silahkan Lina tulis lewat rubrik konsultasi atau curhat.
admin
kak, mau tanya. berdasarkan alkitab, kita itu boleh tidak pacaran yang tidak seiman? trus kapan waktu yang tepat untuk pacaran?
Dear Nana,
Manusia itu diciptakan Tuhan tanpa agama.
Coba kamu perhatikan, apa agamanya Adam?
Tidak ada kan?
Tapi dia faktually punya Tuhan.
Adam dikasihi Tuhan.
Untuk itu dalam soal hubungan dengan Tuhan kita tidak bicara soal agamanya. Apalagi soal hubungan antar-manusia, gak penting apa agamanya, yang penting apakah kita mengasihi.
Untuk itu ada juga perkawinan campur yakni perkawinan antara 2 orang yang berbeda agama/gereja. Terhadap perkawinan beda agama berlaku ayat:
I Korintus 7:14 Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.
Artinya, perkawinan antar orang berbeda agama itu dihormati dalam agama Katolik.
Artinya, pacaran antara orang Katolik dan orang agama lain itu bukan haram.
Tapi SEBAIKNYA tidak dilakukan.
Mengapa?
Sebab ada bahaya, bahwa iman Katolik kita jadi tidak terpelihara. Bayangkan, bila orang Katolik pacaran dengan orang agama lain lalu kalau Sabtu Minggu diajak dugem, jamnya Misa/koor/pendalaman iman diajak melakukan kegiatan lain, lalu kita mau jadi orang Katolik macam apa?
Tentu saja, ada juga orang Katolik yang tidak setia Misa, yang ngajak pacarnya pilih dugem dari pada pendalaman iman. Ya jangan pilih pacar yang begitu kalau memang mau tetap Katolik.
So, bukannya dilarang, tapi sebaiknya kalo mau pacaran ya pilihlah pacar yang Katolik baik baik sehingga kalian dapat saling menemani dalam memperkembangkan kehidupan iman kalian.
Pacaran itu apa?
Kita batasi ya pembicaraan kita bahwa pacaran itu merupakan proses ketika kita berpikir bahwa hubungan ini akan berlanjut ke perkawinan. Kalau cuma nonton, makan, antar jemput sih kita masukkan katagori berteman aja. Ini untuk menjawab pertanyaanmu: kapan waktu yang tepat untuk pacaran?
Waktu yang tepat untuk pacaran adalah ketika kalian sama sama sudah siap secara psikologis untuk pacaran. Sedangkan waktu yang tepat untuk sakramen perkawinan adalah ketika kalian sudah siap secara psikologis, biologis dan finansial.
Siap secara psikologis untuk pacaran tuh yang gimana?
Dewasa untuk mengerti dan menerima orang lain. Kalau masih kekanak-kanakan ya mending jangan pacaran dulu deh. Ntar berantem melulu! Berteman aja dulu yang banyak, sehingga tau betul siapa yang emang cocok sama kita, cocok juga sama ortu dan Tuhan.
Coba baca bagian Cinta dan Kelekatan. Kalo sudah mengerti apa itu mencinta, yaaa… bolehlah pikir pikir untuk pacaran.
Semoga kamu dapat pacar yang bisa saling menemani dalam beriman!
Salam, rin
Mau menanyakan apa definisi dari seiman. Apakah harus sama-sama Katolik. Bagaimana jika Katolik dengan Kristen?
Terimakasih
Dear Evi,
Secara sempit yang dimaksud seiman adalah yang seagama. Tapi yang dimaksud oleh Paulus dalam surat kepada umat di Korintus itu adalah sama sama mengimani Tuhan yang Esa melalui Yesus Kristus.
Pembicaraan di atas kan apakah boleh tidak pacaran yang tidak seiman yang saya kaitkan dengan kemungkinan adanya bahaya terhadap iman kita. Dalam percakapan ini konteksnya lebih ke pengertian sempit walaupun itu juga relatif ya. Toh seagama atau tidak, iman seseorang adalah tanggung jawab pribadinya.
Salam berkat Tuhan, rin
maksudnya Katolik dan Protestan ? almarhum Romo Lamers dulu dalam homilinya mengatakan bahwa Katolik dan Protestan walaupun sama-sama percaya kepada Yesus, tidaklah se-iman.. cobalah lihat definisi iman atau “faith”.. mungkin bisa membantu anda..
di antara Protestan sendiri terdiri dari banyak denominasi yang memiliki perbedaan doktrin. ketika seseorang mempercayai doktrin yang satu dan meragukan doktrin atau bahkan tidak mempercayainya, maka ini sudah membedakan imannya dengan iman yang lain. so faith is about believing and it is about loyalty.
jadi kalo pacaran dengan yang se-iman atau menikah dengan yang se-iman pastilah Katolik dengan Katolik.
Kak….benernya saya pengen banget curhat banyak tapi saya tidak tau harus memulainya dari mana…..saya minta didukung doa saja ya semoga Tuhan akan beri yang terbaek buat saya dan orang2 yang saya kasihi…Good Luck
kak,mank apa ajah larangan dalam pacaran oarng kristen?dan apa yg harus di lakukan. . .
Marilyn,
ya tips di atas itu kamu baca baik baik dong….
itu kan isinya cara pacaran a la orang Kristen.
Artinya begitulah sebaiknya orang Kristen berpacaran.
Males baca panjang panjang ya?
Maunya instan?
Heheheheheheeee….. hati hati lho! Tuhan saja membentuk dunia ini tidak instan, ada prosesnya. Kalo kebiasaan instan nanti tertipu.
Pacaran tuh juga jangan maunya instan karena ntar tertipu. Kenapa? Ada kan, orang yang sukanya baru kenal langsung pacaran? Itu instan, akibatnya bisa bisa seperti beli kucing dalam karung. Artinya, bisa terjebak, terdengarnya sih meang meong seperti bakal dapat kucing cantik (pacar yang baik) eeeehhh gak taunya cuma dapat kucing gempor (pacar payah)… hehehehee….
Sebetulnya,
Proses pacaran sih bukan hanya waktu sedang pacaran.
proses itu mulai sejak kita sedang merencanakan pacar model apa yang cocok dengan kita. Maka, pertama, kita mesti kenal dulu dengan diri sendiri. Baru kemudian kita cari pacar yang emang cocok dengan kita. Setelah kenal diri sendiri, sebaiknya ya kenal betul siapa calon pacarnya itu. Bukan koq sedapat-dapatnya aja…
Tiap manusia itu kan unik. Misal, A seorang yang mandiri. B manja. Maka A akan lebih cocok dengan pasangan yang menghargai kemandiriannya (C) sedangkan B akan cocok dengan orang yang bisa memanjakannya (D). Kalo B cuma tunggu saja sampe dapat pacar sedapt-dapatnya yaaaaa… tau tau B dapatnya C kan akibatnya B gak puas karena C tidak memanjakannya sedangkan C juga tidak puas karena punya pacar koq tidak mandiri. Akibatnya waktu B ketemu D, bisa bisa selingkuh…. cape d! Ini yang disebut artikel di atas sebagai ORANG YANG TEPAT.
Karena kita Kristen, murid Yesus, maka hendaknyalah kita menjadikan diri kita semakin menyerupai Yesus. Oleh karenanya dalam cari pacar juga ya mestinya cari yang berproses untuk semakin penuh kasih seperti Yesus.
Sebagai sharing,
biasanya, saya dulu ya pacarannya sama teman jadi sudah tau betul bagaimana dia. Suatu kali saya baru kenalan dengan seseorang yang agaknya dia lebih jeli dari saya sehingga dia mengajak saya pacaran walau belum lama kenal. (tapi mungkin juga karena dia cowoq jadi ya dia modal nembak aja dulu ya… hehehehe…. masalah jadi apa nggak kan soal belakangan. Tapi saya masih yakin, senembak-nembaknya dia, gak bakal dong dia nembak orang yang jauh banget dari idealnya… bisa nyasar bo’!)
Tapi karena keperluan untuk sungguh sungguh kenal siapa dia maka saya minta tenggang waktu untuk adanya pacaran percobaan. Artinya, kami belum masuk fase pacaran tapi kami berkomitmen untuk memikirkan apakah kami akan masuk fase pacaran atau tidak.
Dalam fase pacaran percobaan itu kami saling memperkenalkan diri kami sejujurnya dan membicarakan keluarga macam apa yang kami inginkan. Masa percobaan itu 3 bulan yang intensif dalam masa pembelajaran. Dari masa itu kami ternyata sama sama menginginkan membentuk keluarga seperti keluarga kudus (goal ideal kami)dan secara pribadi tampak bahwa kami cukup match. Oleh karenanya kami memutuskan untuk masuk ke fase berkutnya, yakni pacaran.
Dalam masa pacaran, kami membicarakan banyak hal. Dari garis besar, misal siapa bertanggung jawab atas keluarga, bagaimana keluarga akan dikelola, dll. Sampai ke garis kecil soal keuangan. Itu perlu 1 tahun diskusi intensif. Apa itu terlalu lama? Menurutku sih tidak, karena selain kami saling menilai apakah kami bisa saling menemani dalam hidup berkeluarga tapi juga memperhatikan dengan seksama antara pernyataan pernyataan dan kenyataan kenyataan.
Misal, pernyataannya: aku setia
vs kenyataan: tapi koq malam minggu tidak datang?
lalu ya diperhatikan benar benar mengapa tidak datang?
apakah saya bisa menenggang alasan ketidak-datangannya.
Pokoke pacaran yang memang serius untuk menikah itu emang ribet tapi asyik karena kita bisa saling kenal dengan sebaik baiknya. Kalo mau yang gak ribet sih mending pacaran yang cuma untuk nonton ama jajan aja! hehehehehehheeee……
Yang dilarang ya sudah pasti sex pra nikah. Pacar saya itu baik sehingga dia tidak pernah maksa yang haram. Tapi saya juga tidak akan mau sex pra nikah, bukan hanya karena hukum Tuhan tapi juga soal harga diri dan masa depan. Saya aprreciate pacar saya itu karena tampak benar bahwa dia tidak menjebak saya dan dia juga bijak bisa mengelola antara iman dan iminnya.
Yang dilarang juga: menipu pacarnya. Misal gak perawan bilangnya perawan. Itu hanya akan membawa masalah di belakang hari. Tidak sedikit orang yang akhirnya tidak bisa terima ditipu demikian.
Dalam kasus saya, saya jujur bahwa saya tidak bisa masak. Jadi setelah kawin suami tidak bisa mengatakan bahwa saya menipu.
Lalu jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini pacar temannya…. hwakakakakakaaa…. 10 perintah Allah ya?!?!??!
Oya, yang cukup krusial adalah mempelajari baik baik soal keluarganya, terutama hubungannya dengan orang tuanya. Selain itu juga hubungannya dengan teman temannya.
Seorang cowoq yang menyayangi ibunya tapi tetap mandiri bisa diharapkan kelak akan mengasihi istrinya dengan cara benar.
Bayangkan: sekalipun terhadap kita dia tampak penuh sayang tapi kalau terhadap ibunya dia selalu kasar tidak ada hormatnya, jangan heran kalo kelak dia kasar terhadap istrinya. Karena sikap terhadap ibunya itu pasti sikap mendasarnya yang jujur.
Seorang cowoq yang disayangi oleh semua temannya menggambarkan bahwa dia memang teman yang baik bagi banyak orang, bisa diharapkan bisa menjadi teman hidup yang baik dalam berkeluarga.
Bayangkan: kalo cowoq itu hanya punya teman kita aja, biarpun sikapnya penuh rayuan, patut dicheck ulang bagaimana sikap jujurnya dalam relasinya dengan orang orang lain.
Berpacaranlah dengan cara benar, mudah-mudahan keluarga kalian baik adanya.
Salam berkah Tuhan, rin
Popo,
kalo gitu kamu boleh mulai dari mana aja. Nanti kami bantu untuk menemukan gambarnya dengan benar.
Doa kami dan salam berkah Dalem, rin
Dear Mbak Rini,
Saya sependapat dengan pemikiran Mbak. Karena saya sekarang juga sedang menjalin hubungan dengan seorang pria yang memiiki kepribadian yang Mbak gambarkan. Memang mengenal dan menjalin sebuah hubungan perlu beberapa tahapan dan waktu yang tidak sebentar supaya kita tidak menyesal di kemudian hari. Saya sudah menjalin hubungan dengan seorang pria selama setahun, tapi saya masih merasa belum mengenal dia.Kita memang perlu bersabar dan saling percaya sebagai pasangan yang saling mencintai dan menyayangi, jika menginginkan hubungan kita berlanjut serius dan langgeng.Jangan lupa selalu iringilah dengan doa dan selalu meminta petunjuk Tuhan Yesus agar kita memperoleh kemudahan dan diberkahi kebahagiaan dalam menjalin hubungan dengan pasangan kita. Pada dasarnya, pasangan hidup yang cocok menemani hidup kita selamanya, tidaklah berbeda jauh dengan kepribadian diri kita sendiri. Hubungan yang selaras dan dapat berlanggung lama seharusnya diiringi dengan saling berbagi,saling menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain, saling memahami, saling mempercayai, saling jujur dan terbuka, serta dapat menciptakan komunikasi yang baik dan sejalan satu sama lain.Tidak ada manusia yang sempurna di dunia, jadi terimalah dan sayangilah pasangan yang kamu cintai dengan setulus hati dan penuh cinta kasih. Sayangi dan cintailah pasanganmu dengan berdasarkan hukum cinta kasih yang sudah diajarkan Tuhan Yesus kepada kita.Hal ini juga berlaku supaya kita mencintai dan menyayangi sesama kita dengan penuh cinta kasih, tanpa memandang apapun. Semoga cinta kasih Tuhan Yesus selalu mendamaikan dan membahagiakan kehidupan kita semua. GBU.
Dear Sandra dan para sahabat muda lainnya,
Saya pernah diberitahu seorang romo SMS yang dia terima dari seorang umatnya nun jauh dari Jakarta. SMS itu panjaaaang sekali sampai beberapa SMS, isinya keluhan tentang suaminya. Romo tersebut seorang dosen dan bukan romo paroki. Pertanyaanya,”Apa sih rin yang diajarkan pada kursus perkawinan, koq saya sering dapat keluhan seperti ini?”
SMS SMS yang puanjaaang itu menunjukkan bahwa perempuan itu kurang kenal suaminya. Memang, bagaimana pun kenalnya kita dengan calon suami, tapi biasanya sampai dengan 5 tahun pertama perkawinan kita harus keras berusaha menyesuaikan diri dengan suami. Lha wong tadinya berasal dari 2 keluarga yang beda kan ya pasti beda adat hidupnya. Setelah itu seumur hidup ya harus terus menerus menyesuaikan diri tapi ya gak usah terlalu keras berusaha gpp, wong sudah terbiasa hidup bersama. Tapi itu pun jangan pernah berharap kita akan bisa kenal 100% pasangan kita karena apa yang tersimpan dalam hati kan who knows. So, gak usah terlalu berusaha untuk kenal 100% yang penting apakah bisa saling mengasihi.
Tentu saja kursus/seminar perkawinan yang hanya 2 hari itu kurang memadai. Orang tidak dapat hanya bersandar pada waktu yang sesingkat itu karena topik jadi, entah terlalu padat sehingga peserta belum ngeh waktu sudah habis, entah jadi terlalu ringan karena memang kurang waktu.
Anakku, sudah sejak kecil sudah saya ajak untuk berpikir mengenai apa saja yang dia perlukan apabila berkeputusan untuk membangun keluarga. Perkawinan toh tidak berhenti pada sakramen di altar, tapi yang terpenting adalah sepanjang hidup membangun keluarga yang seturut kehendak Tuhan. Sekarang diusianya yang 15 tahun dia sadar benar bahwa keluarga yang baik hendaknya dibangun oleh orang yang sudah SIAP, artinya: psikologis baik, biologis OK, dan berkemampuan finansial. Itu mendorong dia untuk belajar dengan baik supaya kelak sungguh punya kemampuan finansial agar mampu membiayai anaknya. Dan dia sendiri menilai dirinya bahwa secara psikologis belum siap untuk sebuah rumah tangga sehingga dia akan serius konsentrasi belajar dan tidak mikir pacaran. Bagus to, itu artinya saya tidak usah terlalu repot mengkhawatirkan anakku yang ABG itu dalam soal pacaran.
Ini saya katakan hanya untuk menjelaskan bahwa soal membangun keluarga itu tidak bisa dipikirkan hanya dalam waktu setahun dua tahun, apalagi 2 hari, melainkan sejak anak itu kecil hendaknya dia sudah melihat contoh baik dalam keluarganya sendiri. Seorang anak yang sejak kecil sudah terus menerus melihat ibu bapaknya saling pukul, ketika dewasa bisa saja membangun keluarga yang damai sejahtera karena toh dia berakal budi, tapi dia akan mengalami banyak kesulitan untuk melakukannya.
Sandra:
Pada dasarnya, pasangan hidup yang cocok menemani hidup kita selamanya, tidaklah berbeda jauh dengan kepribadian diri kita sendiri.
Rin:
Memang begitu, tapi hendaknya yang saling melengkapi.
Saya seorang yang santai, tapi keras kepala.
Suami saya santai juga, tapi lucu.
Bayangkan kalo suami saya seorang perfectionist, kan kami akan depresi berdua. Buat aku hidup tidak perfect ya rapopo, nikmati saja. Lha kalo dia menuntut segalanya perfect kan ya bakal ada banyak kekecewaan. Naaa… keras kepala dan lucu itu saling melengkapi. Kalo dia gak lucu pasti kami berdua BT abiz deh! heheheheh….
Itu yang di Jawa disebut tumbu ketemu tutup. Panci diameter 20cm ya tutupnya mesti d20cm walau panci dan tutup bentuknya beda. Jadi, gak usah cari yang betul betul sama dengan kita karena gak bakalan ketemu, cari aja yang asyik buat kita! Kalo kata Ussy sih cari yang klik, gitu to….
Sandra:
Saya sudah menjalin hubungan dengan seorang pria selama setahun, tapi saya masih merasa belum mengenal dia.
Rin:
Coba beri banyak pertanyaan, beri banyak pengalaman yang touch kepribadian kalian, pergi ke tempat yang jauuuuh hanya berdua dengan alat transportasi yang menguras kesabaran. Dari pengalaman, kami pergi ke Jawa Timur dengan bis yang pindah pindah dan gak enak sama sekali. Dari situ saya tau betul bahwa dia cukup sabar tapi lebih baik saya mandiri. Bukan hanya karena saya sendiri memang seorang yang mandiri tapi berharap terlalu banyak padanya rasanya koq mendingan nggak d! Perjalanan jauh yang menguras kesabaran memang bisa memperlihatkan kepribadian asli semua orang. Ada orang yang selama pacaran pura pura sabar tapi begitu keadaan jadi sangat tidak enak lalu keluar aslinya, misal ternyata sebetulnya suka misuh, atau malah makin diam supaya survive. Coba saja.
Soal berdoa, OK!
Selamat berusaha saling kenal, semoga kalian memang bertemu dengan orang yang TEPAT! Favoriteku mohon berkat Tuhan dengan bantuan doa Bunda Maria dan Santo Antonius Padua. Santo Antonius Padua terkenal mau membantu kita mencari segala sesuatu. Maka berdoalah mohon pertolongannya, juga untuk cari orang yang tepat.
Salam berkah Dalem, rin
Dear Mbak Rini,
Terima kasih banyak atas masukan dan bimbingannya. Saya ingin sekali membangun keluarga dan mendidik anak yang seperti Mbak Rini dan suami Mbak lakukan. Mbak, apa saja tips membangun rumah tangga yang kokoh dan penuh cinta kasih antaranggota keluarga. Karena pengalaman ortu saya belum menunjukkan dan mencontohkan cara membangun rumah tangga yang kudus. Mungkin benar kata Mbak kalo seorang anak terbiasa melihat kedua orang tuanya tidak rukun, maka si anak akan mengalami kesulitan membangun keluarga yang lebih baik. Saya sesungguhnya mengalami hal ini, oleh karena itu saya ingin sekali menerapkan dan membangun keluarga kudus seperti yang diajarkan Mbak dan Romo. Saya tidak ingin pengalaman orang tua saya terjadi pada diri saya. Saya ingin sekali memiliki keluarga kudus seperti keluarga kudus Nazaret. Mohon bimbingan dan petunjuk ya Mbak. Terima kasih. GBU
saya memiliki pacar yang blum bertgobat,tapi sya sungguh mengasihinya dengan tulu.
pertanyaan saya:
1.apakah langkah yang kuambil ne salah?
2.bagaimana cara saya supaya dia bisa bertobt?
3.apakah slah ciuman dikening?
terimakasih
1. langkah yang mana yang salah ? mengasihinya ? Tuhan sendiri datang untuk orang berdosa.
2. nasihati, bimbing, beri contoh, dan berdoa
3. tidak..
saya kasih saran, bagaimana pun kamu memiliki pilihan, ingat bahwa kamu tidak perlu berkorban melebihi yang bisa kamu berikan saat ini hanya karena alasan kamu mengasihi dia. apabila tidak ada tanda pertobatan darinya, dan apabila perbuatannya itu kelak bisa merusak hidupnya, bahkan mengganggu orang-orang disekitarnya, bahkan kelak bila kamu menikah dengannya bisa merusak hubungan rumah tangga kalian, sebaiknya kamu sudahi hubunganmu dengannya sebelum lebih jauh lagi. Setelah putus pun kamu bisa tetap membantu dia.. bagaimana pun kamu harus mencari yang terbaik dalam hidupmu sesuai dengan kehendak Allah, dan pacarmu sendiri harus bisa bertanggung jawab atas pilihan dalam hidupnya.
May God bless your steps
Dear Sandra,
Kesadaran akan teladan yang salah oleh orang tua;
kesadaran akan keluarga yang ideal;
tekad untuk membangun keluarga seperti keluarga kudus;
adalah bekal yang baik. Dengan bekal itu kita dapat belajar dari yang lalu bahwa ortu tidak rukun apa akibatnya bagi anak dan relasi pasangan. Lalu, dapat menentukan goal keluarga seperti apa yang hendak kita bangun.
Untuk dapat membangun keluarga yang harmonis, pertama diperlukan bekal pribadi. Tiap pribadi hendaknya mengenal dirinya sendiri, tau benar bagaimana dirinya dan apa maunya. Setelah itu cari pasangan yang tepat. Lihat beberapa tulisan saya di atas.
Setelah itu di dalam keluarga, kuncinya adalah komunikasi yang efektif.
Pertama, mampukan diri untuk mendengar secara efektif. Mendengar yang tulus, yang berempati dan sungguh mengerti apa yang tersurat dan tersirat. Dengan begitu kita sungguh memahami pasangan kita apa kebutuhannya yang sesungguhnya. Untuk dapat efektif mendegar diperlukan latihan. Maka silakan latihan tiap hari. Mendengar ini penting maka Yesus pun berkata “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
Apa maksudnya? Selain harus mendengar secara efektif, kita juga harus mengasihi. Maka hal kedua adalah mengasihi.
Mengasihi dalam berbicara hendaknya sopan, memberikan semangat kasih, dengan materi pembicaraan yang baik.
Mengasihi dalam perbuatan. Anda pernah belajar 7 effective habits? Coba deh diingat lagi dengan kerangka kasih dan lakukan itu secara konsisten bersama pasangan.
Jangan lupa selalu berdoa
Sori dori mori, kali ini tipsnya pendek, sole aku buru buru. Kalo masih ada yang mau ditanya, monggo. Kalo mau pelatihan hayuk aja diatur.
Salam berkah Dalem, rin
Syalom
saya mau tanya skrang sedang pacaran beda agama…sy kristen, cewe sy Islam…tp dia dg tulus hati prcaya Tuhan dan mulai mengenal Kristus…puji Tuhan…akan tetapi orang tua msh blum mngijinkan kami…yang mau sy tanyakan, bagaimna pndangan Alkitab jika cewe saya mau masuk kristen dan sy mau mnikah dgannya ?tks
@a,
sebenarnya sulit mencerna apa maksud pertanyaanmu
tetapi saya jawab demikian :
Bila calon kamu mau menjadi Kristen, tentunya sah-sah saja. Terlebih bila itu memang keinginannya sendiri, dan merupakan panggilan bukan karena pacaran sama kamu atau karena ingin menikah denganmu.
tetapi tantangannya biasanya bukan di situ. Apakah keluarganya setuju dengan hubungan kalian dan kepindahannya menjadi seorang Kristen ?
Jika menjadi Kristen karena panggilan, maka kamu tidak perlu khawatir. Walaupun kelak bila ada campur tangan keluarganya dalam masalah RT-mu, ia tidak akan berbalik kembali menjadi Islam. tetapi sebaliknya, jika cuma karena ingin menikahimu, masih ada kekhawatiran itu, bahkan bisa berakhir dengan perceraian. walaupun mungkin ini terjadi, tetapi sudah banyak kasus yang kecenderungan demikian.
Dan tentu saja jika yang kamu maksud Kristen adalah Protestan, maka setahu saya Gereja Protestan tidak memperkenankan kawin campur. Artinya, calon kamu harus menjadi Protestan terlebih dahulu.
Saya tidak tahu apakah alasan ketidaksetujuan orangtuamu hanya semata-mata karena pacarmu seorang muslim. apakah masih ada kemungkinan orang tuamu tetap tidak setuju, ketika calon isteri kamu memutuskan untuk menjadi Kristen ..
Jadi sebaiknya pikirkan masak-masak dulu apa tujuanmu menikah..
dan tanyakan kepada pasanganmu apa alasan dia menjadi Kristen..
BAgaimana dengan kedua orang tuanya bila ia murtad menjadi Kristen ? BAgaimana ia menyikapi sikap kedua orangtuanya bila mereka tidak setuju ?
Apakah ketidaksetujuan orang tuamu hanya karena alasan agama calon isterimu ?
coba gali lagi hal-hal lain yang nantinya menjadi bahan komitmen untuk kalian berdua untuk kelak menjadi pasangan suami dan isteri untuk membentuk keluarga baru sesuai dengan kehendak Allah..
May God bless your steps
Syalom. Senang sekali membaca artikel ini. Bolehkah kami memuatnya juga di thekingdomseekers.wordpress.com atau pasanganhidupcintasejati.blogger.com? Kami membuat blog ini sebagai media bagi para single kristen dan katholik untuk saling berkenalan dan pada akhirnya memepertemukan mereka dalam acara-acara pertemuan. Untuk visi dan misi ada di blog tersebut. Sedangkan komunitas Facebook kami ada di Pasanganhidup Cintasejati dan Pasangan Hidup. Terima kasih sekali apabila kami diijinkan memuat artikel ini. Terimakasih dan Tuhan memberkati.
==============================================================================
Silahkan Pa Andreas Kurniawan
admin
Trimakasih Sekali pak. Tuhan memberkati bapak dan seluruh tim pelayan Tuhan di tempat bapak. Artikel ini pasti akan sangat bermanfaat untuk lebih banyak orang. ^_^
apakah dalam pacaran di perbolehkan berciuman??
@elsaday.. ciuman dalam pacaran menjadi dosa apabila ciuman itu
1. bertujuan merangsang birahi diri sendiri atau pasangan
2. menyebabkan diri sendiri atau pasangan dikuasai nafsu birahi
3. merupakan pemaksaan (pasangan sebenarnya tidak mau)
selama pacaran, keduanya harus saling membantu pasangan untuk bersikap se-moderate mungkin dalam urusan ekspresi kasih sayang secara fisik, supaya tidak mudah lepas kendali. Seperti tidak berpelukan terlalu lama, mengusap-usap bagian tubuh tertentu untuk menimbulkan sensasi seksual atau berciuman berulang-ulang atau lama. Hindari juga berada di tempat yang private yang tertutup dari orang lain, karena godaan akan jauh lebih besar untuk jatuh ke dalam dosa.
Ada batasan yang harus diingat yang membedakan antara hubungan dua insan yang belum memiliki ikatan perkawinan yang sah dengan mereka yang sudah terikat dalam perkawinan yang sah.
Hope this help
pacaran yang kudus boleh pegang tgn ato gandeng gk yach?
kiz?
@edy.. boleh saja
bila pegangan tangan atau gandengan sudah menimbulkan rangsangan birahi itu menurut saya sudah abnormal
dan Bila itu terjadi [tidak bisa menguasai diri] ya dihindari untuk dilakukan..
terima kasih bro
aq mau share nich
kan ada pnya cewk nich
sblmnnya normal ja erjalan
dan kami ada di satu gereja ya
singkat crita lo
gereja yang kami pergi thu sangat tekankan gk blh pegang tgn,and harus pacaran dgn kudus gt loh
gerej kami bahkan da bimbingan pra nikah gt loh
mereka sangat nekan untuk pacaran kudus gk blh pegan tgn pun gt
kalo suatu hari cewk aq dgr dari salh satu pemimpin,dia nyadar dan untuk nekad berpisah aq selama 1 bulan gt
gk mau ktm,dalam mes ja kata2 mesrah ja gk di kash
isitlahnya break gt la
apa yang aq harus lakuin
and kalo udah ktm tar apa aq harus tny kepada dia,mengap kamu lakuin demikian pada aq
and blg ma dia
pacaran kudus thu gk harus spt thu yach
menurut aq,kalo pegang tgn kalo kiz hug gt,kalo dgn kasih sayang thu gk mslh la yach?
btl gk
boleh tau gk
ni pendeta ya?
ato gmn?
blh share ma aq ke no 085668242266
edy
di ttgu yach
ty
kamu Katolik ? Jika kamu Katolik sebaiknya tidak lagi pergi ke gereja Protestan.
Terlepas dari apa agamamu.. saya sarankan, jika temanmu tidak nyaman dengan gaya pacaran yang sekarang, kamu tidak boleh memaksa, karena memaksakan kehendak untuk ego sendiri tidak sesuai dengan iman kristiani.
DAlam satu artikel mengenai hubungan [pacaran] yang sehat ada 7 unsur yang perlu dipertimbangkan yaitu :
1. mutual respect
2. Trust
3. Honesty
4. Support
5. Fairness/Equality (give-n-take)
6. separate identities (tidak pernah mengubah dirinya menjadi apa yang kamu mau, tetap memberinya ruang kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri dan menjalani hidupnya)
7. good communication
jadi apa yang harus kamu lakukan ? silahkan anda cari jawabannya dengan mempertimbangkan 7 unsur di atas.
May God bless your steps..
Hai.. saya menemukan artikel waktu saya sedang browsing.. saya masukkan artikel in idi di dalam blog peribadi saya agar bisa memperluaskan ladang Tuhan lagi dan share ma orang lain.. TQ… Semua sumber asli akan di tulis jenis…
hy saya gita,
saya mau nanya,saya pacar’n sudah kurang lebih 2th dengan seorang yg beda agama dengan seorang muslim,hubungan kami serius untuk komitmen, saya liat dia ingin mengenal tuhan selama hubungan dengan saya dia gk pernah sholat apa lg puasa tetapi sebelum ia mengenal saya dia di kenal sebagai seorang yg taat ibadah.
jujur org tua’a baik dengan saya, tapi sedikit tidak setuju dengan saya.pernah pacar saya, saya tanyakan “kamu mau mengenal mengasihi tuhan kepercayaan saya”
lalu dia jawab dia mau tapi seperti’kalau saya liat kalau untuk pindah agama saya lum tau apa tanggapan’a.
yang saya ingin tanyakan,
1.bagaimana cara’a tuk memberi pangerian agar cowok saya mau mengasihi dan mengenal tuhan
2.apa yang saya lakukan?
saya dengan pacar saya saling menyayangi dan mencintai bahkan dia sering ngucapin kalau dia tidak mau dipisahkan meskipun org tua sekalipun
3.bagaimanA cara’a agar orang tua setuju?
tolong dijawab ya
terima kasih
GBU
@Gita, perlu kamu ketahui bahwa Islam dikatakan memiliki iman Abraham yang menyembah Allah yang satu yang kita sembah.
Jadi bila pacar kamu lalai menjalankan ibadahnya, berdoa kepada Allah dan menjalankan kewajiban puasa sebenarnya ia tidak memiliki iman yang kuat. Ia tidak bisa memetik kebaikan dari perbuatan-perbuatan itu.
Ia pun tampaknya belum bisa menjawab panggilan Allah untuk masuk menjadi anggota Gereja-Nya melalui tawaran yang kamu sampaikan.
Padahal cinta yang sebenarnya adalah berasal dari Allah, bukan berasal dari dunia. Bila kamu percaya bahwa ada cinta di antara kalian, maka seharusnya baik kamu dan dia akan semakin dekat kepada-Nya, bukan sebaliknya malah menjauh. Cinta itulah yang disebut cinta sejati yang kelak akan mempersatukan kalian di depan altar hingga maut memisahkan kalian.
Jadi, cobalah kamu kembali merefleksikan kembali tulisan pendek saya ini kepada kehidupan kalian masing-masing, bagaimana hubungan kalian membuat iman kalian bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik dilandasi cinta kasih Allah.
Kata-kata lebih mudah diucapkan, terlebih bila seseorang tahu ia bisa memperolehnya hanya dengan kata-kata. Itu sebabnya saya mengingatkan semua insan Katolik yang sedang dimabuk asmara, jangan mudah terbujuk rayu oleh kata-kata. kalian harus melihat pribadi itu lewat imannya. dan imannya itu te-refleksi-kan lewat perkataan dan perbuatannya, dan harus… HARUS di-refleksikan lewat iman dan ajaran Gereja Katolik yang adalah Tubuh-Nya.
Kamu harus tunjukkan iman Katolik-mu kepadanya, dan bila ia tidak melihatnya dengan serius, maka sebaiknya kamu pertimbangkan kembali untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius dengannya… itu yang paling utama, sebelum kamu memikirkan usaha untuk mendapatkan persetujuan dari orang tuamu terhadap hubunganmu dengannya..
dan satu lagi…Rajinlah berdoa dan berdevosi rajin menerima sakramen Ekaristi dan tobat, supaya Allah membimbingmu mengambil keputusan..
May God bless your steps…
Syalom,
Saya seorang mahasiswa, awal kulia hidup saya bisa saja. Setelah semester 3-4 hidup saya sangat glamor. Saya dapat duit 3-6 juta dalam 1 malam dalam berjudi. Hidup foya-foya, ng’drug, bejudi. Dan hanya satu Jinah tidak saya pegang.
Saat akhir semester 4 saya jatuh sakit, trus kehidupan saya tdk terkendali ,khusus nya buat judi saya. HIngga sampai utang uang temen.
Pertengahan Semester 5 saya di ajak oleh temen satu jurusan utk ikut Perkenalan Pendalaman Alkitab InjiL. Dan saya ikutin dan akhirnya saya sampai ikut KK (kelompok kecil). Dan kehidupan saya sangat damai dan kulia saya mulai membaik.
Masalah nya, saya skrg terikat utang,..,.,
Berbohong dgn orang tua utk menambahi modal mau buka usaha di kampus (minjam duit org tua)
Pada hal uang itu di pinjam dr org lain utk saya.
Saat ini uang itu habis untuk nutupin utang saya.
itu pun belum kelar sampai skrg.
Sekarang ini, saya mulai berjudi lagi untuk berharap menutupi utang saya itu.
Tolong bantu say, gmn cara utk menyelesaikannya.,
Saya satu2 nya putra orgtua yg sangat diharapkan utk menjadi orang.
bantu saya utk kembali ke jalan yg benar lagi..,,.
Saya takut menyakitin hati kedua Orangtua saya, bila tahu kondisi saya sekarang.
Terimakasih Banyak,
Yesus Kristus memberkati…
Selasa,26 Agustus 2011 03:43 WIB
@edyson.. jika kamu berjudi dan uang judi itu kamu dapatkan dengan cara yang tidak jujur seperti membohongi orang tua maka ini membuatmu telah berdosa berat
kamu pikir dirimu sudah bertobat.. kamu kembali kepada awal dari kemalangan kamu, yaitu berjudi.. lalu dimanakan pertobatan itu sekarang ? Kamu katakan kamu takut menyakiti orang tua kamu, tetapi mengapa kamu tidak berhenti melakukannya ? bukankah orang tuamu akan sakit hati tahu kamu candu berjudi ?
jika kamu mau bertobat, tinggalkan judi kamu itu..lalu lakukan hal2 di bawah ini…
berusahalah cari pinjaman lunak (tanpa bunga dan dicicil ringan) untuk membayar seluruh hutangmu itu. entah dari orang tuamu atau saudaramu. jika dari orang tuamu itu artinya ceritakan dengan jujur masalahmu dan mintalah pengampunan kepada kedua orangtua kamu..
carilah pekerjaan, untuk membayar hutang dari pinjaman lunak itu.. turunkan life style kamu, ingat kamu adalah orang miskin harta karena hutang-hutangmu. jangan lagi menjalani kehidupan yang menghamburkan uang, kurangi membeli barang yagn tidak perlu, bila perlu jual barang yang tidak penting dalam menunjang hidup kamu. aturlah seirit mungkin pengeluaranmu untuk hal-hal yang terutama.jangan pikirkan image kamu dimata teman-teman party-mu karena perubahan ini. tokh image itu kamu dapat dari gaya hidup yagn sama sekali tidak bisa kamu banggakan sekarang.
sambil bekerja selesai kuliahmu, setelah lulus kamu bisa memperoleh pekerjaan yang lebih layak..
hanya dengan kejujuran dan ketekunan dalam belajar dan bekerja kamu bisa memperbaiki hidup kamu..jangan lupa menerima sakramen tobat, rajin menerima sakramen Ekaristi.. berdoa dan berdevosi…ingatlah carilah dulu kerajaan Allah, Ia yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya yang setia akan memberikan yang kamu butuhkan…
May God bless your steps..
Dear Edyson,
Saran saya: Bertobatlah!
berhentilah sama sekali dari judi. Judi hanya akan semakin menyengsarakanmu. Bukankah anda sudah merasakan sendiri sengsara akibat judi, tapi mengapa masih juga melakukannya? Berhentilah sama sekali: TOTAL!
Perlu uang?
Jujurlah terbuka terhadap orang tuamu. Kalau tidak enak hati karena bakal menyakiti hati ibumu, bicaralah 4 mata dengan ayahmu sebagai anak kepada orang tuanya. Bagaimana pun tangan mencencang bahu memikul. bertanggung jawablah dihadapan ayahmu tentang apapun yang anda lakukan di masa lalu.
Ayah, mungkin anda bakalan digamparnya toh itu resiko anda, tapi adalah lelaki yang mengerti dunia lelaki. Bicaralah dari hati ke hati dan berjanjilah untuk sungguh bertobat, berhenti sama sekali dari judi. Lalu minta ayah untuk mendampingi anda dalam menyelesaikan masalah keuangan tersebut.
Jadilah lelaki sejati dengan sungguh sungguh bertanggung jawab. Kembali berjudi hanya menunjukkan betapa bodohnya jalan itu.
Salam berkat Tuhan, rin
minta penerangan dunkz..
Kalau dalam berpacaran boleh pegangan tangan,cium-ciuman,berdua-dua’an nggak ??
Trus apa yg nggak boleh dilakukan dalam berpacaran ??
Terrimakasih,.
Tuhan yesus memberkati
syaloom…,
saya mau tanya nih, gimana caranya ya menjalani hubungan yang jarak jauh…???
terimakasih.
Kalau saya bilang pacaran itu tergantung kedewasaan sikap.
Ada yang pacaran selama pacaran berantemmmm melulu. Egoisnya tinggi. Itu sih gak usah pacaran. Mending sendiri. Buata apa pacaran kalo dunianya cuma dirinya sendiri. Ketika dah pacran kita dah harus sadar bahwa kita akan korbankan semua hak kita untuk pasangan. Begitu juga sebaliknya.
Saya srankan sebaiknya kalau pacaarn gak usah muna, pura pura baik. Mendingan terbuka jujur seadanya, kalau punya pacar laen bilang, kalau suka judi bilang, kalau suka maen cewek bilang, tapi sesudah itu janji dan komit kepada dia untuk tidak melakukan hal itu lagi. Dan tepati. Ketika keselarasan sudah terjalin maka lanjutkan ke jenjang pernikahan.
Saya dan pacar saya selama 3 tahun pacaran tidak pernah sekalipun bertengkan, mungkin pasangan saya kadang emosional kalau sedang PMS tapi saya orangnya tidak pernah bertengkar. Bagi saya ketika saya sudah memenangi hatinya, maka saya tidak perlu memenangkan semua argumen.
Hal ini tidak dianjurkan tetapi boleh dilakukan kalau anda mau, karena seperti saya bilang terganting kedewasaan sikap anda. 1 tahun sebelum menikah saya sudah tinggal bersama istri saya. Kami tidak tidur satu kamar, saya di lantai 3 dan dia di lt 2 bersama adik adiknya. Disitu kami belajar bersama bagai mana menjalani hidup berumah tangga, berbagi tugas, mengatur keuangan bersama. Pergi kerja bersama pulang bersama. Ketika kami menikah kami sudah siap. Bahwa kami sudah mengenal satu sama lain, kebiasaan, sikap, dan tanggung jawab masing masing.
Indahnya dari hal tersebut, setelah kami menikah, rasanya tetap seperti terus berpacaran walau sudah bertahun tahun. Hahahahaha.
@sersan09…lihat jawaban-jawaban sebelum pertanyaan anda…
@Paul… kesetiaan, kepercayaan dan keep-in-touch (komunikasi) itu saja kuncinya.. tetapi ingat, yang namanya pacaran itu tidak ada ikatan yang sah. kalian perlu sadari, hubungan jarak jauh, sangat penuh dengan tantangan dan godaan, karena terpisah jarak (dan mungkin juga waktu) – berdoalah dan saya usul, sebisa mungkin kamu punya tradisi untuk berdoa bersama saat “bertemu” (baik melalui suara atau audio-visual lewat teknologi)
May God bless your steps..
haii . .
k’…
z icha,,,
mhmhm… k” z mw tnx,, mnuruT k” blh G qtaa brharap Sma org yg qtaa sayang ???
n’
pacaran seperti apa yang baik di mata tuhan ???
mkaciiihhh …..
gbu forever
@Icha.. wah tulisanmu sangat “artistik” ya..
berharap seperti apa ya Icha ? Bila berharap, dia mencintaimu juga, ya boleh-boleh saja.. tetapi jangan memaksa atau dipaksakan ya.. “cinta” karena terpaksa, bukanlah cinta.. sama halnya bila “cinta” hanya karena keindahan fisik atau hal duniawi lainnya, atau hanya nafsu dan ego manusia.
mengenai pacaran yang baik di mata Tuhan.. tentunya adalah pacaran yang tidak bertentangan dengan ajaran iman dan moral. Coba deh baca-baca lagi dari awal topik ini…
itu dulu ya Icha..
May God bless your steps..
saya nita saya mau sharing tp saya tidak mau di publish, antara saya dan anda saja. bolehkah add email saya yunitalumangkun@yahoo.com. thanks GBU
jadi, apakah pacaran dengan orang yang beda agama itu salah ka?
@Evie, Tidak.. selama hal itu tidak membahayakan iman Katolik-mu.
Sama seperti Bpk Ray, sekedar share saja…
Sy berpacaran dg seorg pria Protestan, awal perkenalan memang agak ragu akan perbedaan kami. Tp ketika kami mulai hubungan dari awal sdh berkomitmen utk tdk saling berusaha mengubah apa yg sdh dijalani. Bahkan dia bersedia utk menikah dg cr Katolik.
Dia jg mau menemani sy dalam Misa, memang tdk sering tp itu membuat sy semakin yakin dg kesungguhannya. Bahkan ketika sy membuat alasan utk tdk ke gereja, dia memaksa sy dg mengantarkan sy.
Sy pernah beberapa kali menginap di tempatnya. eitttsss… jgn berpikir negatif dl, biasanya krn terdesak. Namun kami berkomitmen utk selalu menjg kekudusan hubungan, maka sy selalu memilih utk tdr di ruang tamu. Memang dia menyediakan kamarnya utk sy, tp utk menghindari hal2 negatif (dr diri sendiri ataupun dr gunjingan org lain) maka sy lbh memilih di luar.
Menurut kami suatu hubungan akan berjln dg baik, bukan hanya krn kesamaan sj tp jg krn komitmen (prinsip) ketika menjalaninya. Perbedaan bukanlah akhir tp bagaimana kita bisa saling menerima dan yg terpenting adalah saling mendoakan, menjaga & mengingatkan ketika salah satu mulai keluar dari jalurnya.
Syalom…
saya Ruth…
saya mau sharing ttg hubumgan saya sma pacar saya….
kami pacaran da 3 thn lbh…
awalnya sich smuanya baik2 za,bahkan d saat kami pacaran jarak jauh pun selama 2 thn hubungan kami sangat baik.
Tapi ddlm 1 thn belakangan ni setelah saya sama dia dekat hubungan kami malah sebaliknya,sering berantem,dia terkadang cuek bgt sama saya….
terkadang saya bingung dlm menjalani hubungan yg seperti ni…
sering saya bilang sama dia tentang perubahan sifatnya dan jawabannya tak lebih dari “iya saya pasti berubah koq”
memang seminggu dia berubah sama saya…
tp hari berikutnya dia kmbli cuek lagi.
Saya udah pernah minta putus sama dia..tp dia ga mau.
Dan satu hal lagi yg buat saya sebenarnya saya ga mau hubungan kami berakhir karena keluarga dia udah dekat sama saya .bgtu jg dgn dia,keluarga q udh kenal sama dia.
yang ingin saya tanyakan,,,,
apakah saya harus trus melnjutkan hubungan yg seperti ni sampe k jenjang pernikahan…….????
thank”s.
wahh,,, bgmn klo mnurut protestan????
@Rotua Siadari.. syalom..
dalam masa berpacaran sebenarnya tidak ada komitmen yang sifatnya mengikat.. masing-masing masih bebas membuat pilihan.
dalam kasusmu… kamu bisa memilih untuk terus dengan situasi saat ini yang membuat hatimu galau dan bertanya-tanya, atau meneruskan untuk berpacaran dengannya.
Jika kamu berada di ambang keputusan penting untuk menikah, maka saya akan menasihatimu untuk menunda rencana pernikahan itu, hingga ada kesadaran ddari keduabelah pihak bahwa hubungan ini akan mengikat dan bukan lagi yang pertama adalah “I” and “Me” melainkan “Us” and “We”. Dan bila tidak ada perubahan dalam sikap egosentris yang menyakiti perasaan pasangan, maka hubungan itu sebaiknya ditinjau kembali, membuka kembali kesempatan untuk instropeksi. Jika ini tidak dilakukan, maka akan ada potensi gangguan di masa depan yang bisa membawa kepada pertengkaran. Urusan pernikahan bukan melulu hanya bicara cinta seperti orang yang berpacaran, tetapi yang terutama adalah menjalankan amanat dari Tuhan.
Jadi jangan hanya berpikir, mungkin nanti kalo ia menikah ia bisa berubah, mungkin nanti kalo ia sudah punya anak ia bisa berubah, tetapi juga harus berpikir, siapkah aku jika ia tidak berubah, bahkan ketika kami sudah memiliki anak ? apa yang harus aku lakukan bila hal itu yang terjadi ? Mungkin ada yang berpikir “kok dah dipikirin sekarang ?” jawabnya sederhana : pikirkanlah sekarang selama masih dapat bebas memilih, jangan sampai kelak datang kembali meminta nasihat karena ingin bercerai karena tidak tahan kelakukan pasangan.
saya pernah menemukan beberapa kasus dimana pasangan yang sudah mempersiapkan segalanya untuk pernikahan, bahkan undangan sudah disebar, di hari-hari terakhir, salah satunya membatalkan pernikahan itu, karena pasangan diketahui menjalin hubungan dengan orang lain. Saya mengangkat jempol untuk ia yang melakukan hal ini. Karena keputusan yang sulit ini adalah tepat. Jika ragu sebaiknya tunda, jika tidak cinta sebaiknya tidak menikah. Jangan melakukannya karena terpaksa, malu undangan sudah disebar, tidak mau orang tua malu atau sedih atau kecewa, atau memikirkan biaya yang sudah dikeluarkan.
Orang tua seharusnya mendukung keputusannya, bukan sebaliknya mengutamakan ego mereka.
bila seseorang menikah karena terpaksa atau melawan kehendaknya, maka pernikahan itu sifatnya cacat dan tidak sesuai dengan syarat pernikahan Kristiani.
Jadi Rotua, sebaiknya kamu meninjau kembali hubunganmu dengan pasanganmu. layakkah untuk kamu pertahankan. Diskusikan ini bila perlu dengan orang tuamu dan dengar tanggapan mereka. Ingatlah bahwa kamu memiliki kebebasan untuk memilih sesuai dengan iman Kristiani. Bahkan jika orang tuamu pun tidak setuju hubungan itu berakhir, kamu tetap bisa memilih untuk meng-istirahat-kannya atau bahkan mengakhirinya. Apa pun yang kamu hendak putuskan, jangan lupa berdoa… mintalah bantuan Roh Kudus agar keputusanmu itu sesuai dengan kehendak Allah, karena itulah yang terutama.
May God bless your steps..
shalom.. malem kak, dari bahasan di atas saya mau tanya.. saya gadis berusia 20th, tapi selama ini saya belum pernah pacaran kak.. banyak temen yg dket tapi banyakan beda agama. saya g pernah anggep mereka pacar, hanya sebatas temen ngobrol aja. saya berkonsisten untuk memiliki pacar yg seiman (protestan) tapi saya belum merasa menemukannya kak.. bisa tolong kasi masukan?? GBU
@susan, Shalom aleichem ..apakah yang kamu inginkan ?
Saya kristen dan pacar saya muslim,apa kami tidak bisa bersatu?
apakah Tuhan melarang seseorang yang salig menyayangi untuk bersatu?
kak gmana sich cara’ea agar ga curiga ma pcr kn itu jga nyakitin nma’ea ea kn
@Ferry…. jika anda seorang Protestan, cobalah tanyakan kepada pendeta anda, mengapa demikian..
satu lagi.. coba tanyakan juga kepada pacar-mu, mengapa dalam agamanya pun demikian.. seorang perempuan muslim tidak boleh menikah dengan seorang pria Kristen..
dan posting kedua jawabannya di sini jika anda berkenan…
tips bagus …pasti bermanfaat khususnya bagi orang – orang muda..
GBUs
@brama, caranya nggak curiga ?
apa yang perlu dicurigai ?
Jika ia memilih dekat dengan orang lain, itu masih adalah hak-nya. jika memang terjadi demikian, biarkan itu menjadi pilihannya, dan kamu pun bisa memilih, untuk melanjutkan perjalanan hidup kamu yang masih panjang..daripada cuma memikirkan kekesalan karena pilihannya, tidak ada guna, yang ada hanya kamu yang rugi, rugi waktu, tenaga dan pikiran, lebih baik kamu tunjukan bahwa kamu juga punya pilihan yang lebih baik untuk hidupmu…
dengan begitu, akan lebih ringan langkahmu dalam menjalin persahabatan dengan teman-temanmu, hingga kelak kamu melabuhkan perahu hatimu kepada pilihan yang kelak akan menjadi teman hidupmu hingga maut memisahkan kalian
Saya mau tanya, saya sudah pacaran 9 bulan ini, kita juga udah ngomongin tentang langkah kita ke dpan (pernikahan), namun akhir2 ini sering cekcok, bahkan pernah sampai minta putus. Tapi saya dan dia masih sama2 sayang. Pertanyaan saya:
1. Bagaimana cara menjelaskan lewat iman Kristiani agar hubungan kami membaik?
2. Orangtua si cewek blum membolehkan pacaran, tapi kluarga saya udah mulai menerima. Bagaimana pandangan agama menanggapinya?
3. Kalo dia marah gitu, apa saya harus diam memberi waktu untuk dia tenang baru dijelasin?
Terima kasih, Berkah Dalem
@VAundra..
Pertama, bagaimana bobot masalah yang menjadi sumber percekcokan ? apakah ringan atau berat ? jika bobot-nya semakin kecil, tetapi sudah bisa menimbulkan cekcok, kalian perlu meninjau kembali hubungan kalian sebelum melangkah ke jenjang yang serius. Dalam berpacaran, menurut saya hal ini adalah salah satu yang perlu dijajaki selama masa berpacaran. Karena setelah menikah, apakah kalian ingin kehidupan perkawinan kalian dipenuhi pertengkaran karena hal yang sepele. Ukuran sepele atau tidak, kecil atau besar, ini pun harus ada kesepakatan dalam menyikapinya, kebijaksanaan dalam penyampaian, dan kesadaran bahwa hal tersebut memberikan konstribusi yang positif dalam mendewasakan pribadi masing-masing, terutama dalam menjalin hubugnan dengan orang lain.
Remember, it takes two to tango..
masalah seberat apa pun, yagn terpenting adalah bagaimana kalian berdua bersama dapat menghadapinya dan menyelesaikannya. Bahkan dalam kondisi yang sangat berat, seringkali tidak ada penyelesaian yang memuaskan, maka yang dilihat adalah bagaimana keduanya berdamai dengan permasalahan itu.
SEtiap masalah adalah bentuk ujian dalam hubungan kalian. Berat atau ringan, permasalahan2 itu dan cara menghadapi dan penyelesaiannya akan memberikan konstribusi besar dalam kematangan hubungan kalian. Kekuatan dan keeratan ikatan hubungan kalian pun turut dipengaruhi olehnya. Itu sebabnya, pasangan yang telah berhasil bersama-sama melewati “ujian” berat dalam hubungan mereka dengan cinta, kesetiaan dan kepercayaan, dalam keluarga, dalam perkawinan akan semakin kuat ikatan kebersamaan. Sebaliknya jika salah satunya melukai ke-3 hal tersebut, akan semakin berat-lah mereka membangun kebersamaan.
Satu hal yang tidak kalah penting juga adalah pengampunan… memaafkan pasangan atas kesalahan yang diperbuatnya, dan juga keterbukaan diri untuk berani dan mau mengakui bila memang melakukan kesalahan yang melukai hubungan. Dan kesadaran untuk melakukan perbaikan.
sebenarnya bisa panjang lebar pembahasannya.
sekarang menjawab pertanyaanmu :
1. caranya adalah dengan perbuatan. Lakukan perbuatan yang sesuai dengan iman Kristen. Apakah memaki pacar sesuai dengan iman Kristen ? apakah mengabaikan hak orang lain adalah sesuai dengan iman Kristen ? apakah berbohong sesuai dengan iman Kristen ? apakah tidak minta maaf padahal tahu salah atau sebaliknya tidak memaafkan adalah sesuai dengan iman Kristen ? apakah tidak ke GEreja adalah sesuai dengan iman Kristen ? dst..dst.. sebenarnya melakukan kegiatan rohani bersama bisa membangun kebersamaan secara positif. misalkan pergi ke GEreja bersama, berdoa bersama, melakukan aktivitas Gereja lainnya bersama, misal dalam kepanitiaan Gereja.
2. kamu tidak boleh memaksakan hubungan itu HARUS terjadi. Jangan sampai si pacar karena hubunga kalian, harus berbohong, tidak berkata jujur kepada orang tuanya. Bila pacar masih menggantungkan kebutuhan hidupnya kepada orang tuanya, maka pacar anda harus taat kepada orang tua untuk tidak berpacaran sesuai definisi orang tua-nya. Melarang anaknya utnuk berpacaran ini karena si anak perlu berkonsentrasi terlebih dahulu kepada pendidikannya tidak bertentangan dengan iman kristiani, sebaliknya berbohong bertentangan dengan iman kristiani, terlebih karenanya tidak hormat kepada orang tua. PAcar anda tentu saja bisa bertanya kepada orang tuanya, kapan ia diperbolehkan berpacaran, supaya ada kesepakatan. dan kamu harus bersabar menunggu kesempatan itu.
Saya pikir hal ini juga berpotensi memicu pertengkaran dalam hubungan kalian, benarkah ?
3. Kalo bisa jangan sampai marah dong
.. kalo sudah terlanjur marah, tentunya kamu harus dengan cepat menganalisa apa alasan ia marah. Kemarahan merupakan luapan emosi, kata-katamu bisa semakin membuatnya marah atau meneduhkannya. Jadi kamu harus bijaksana memilih kata, bahkan dalam menggunakan bahasa tubuh. Dan jika kamu tidak tahu apa yang harus kamu perbuat, sebaiknya diam, menenangkan diri dan berpikir selanjutnya untuk menanggapi situasi tersebut, sambil berusaha bersikap serius menyimak apa yang ia katakan di sela-sela kemarahannya. Dan bila situasinya sudah lebih tenang, pilihlah kata yang menyejukan bukan mempertanyakan kemarahannya, atau kata-kata yang mengandung sindiran, atau memposisikan dirinya salah dirimu benar, atau kata-kata mengkoreksi… seperti : “sudah selesai marah-marahnya ?”, “kenapa sih kamu marah-marah gitu ?”, “udah capek ?”, “kamu tahu nggak salah kamu apa ?”, “aku nggak ngerti kamu bisa begitu ?”, “yang harusnya marah tuh aku “… dst..dst..
kamu bisa mulai dengan “maafkan aku ya, aku tidak bermaksud membuatmu marah”, “kamu berhak untuk marah”, “aku mengerti mengapa kamu marah”, dst..
intinya temukan cara yang tepat untuk membuka jalur komunikasi kembali setelah badai berlalu.. karena komunikasi adalah langkah awal untuk mengatasi masalah2 yang kalian hadapi..
untuk sementara itu dulu ya.. May God bless your steps..