Tidak “suci”, kacau, konflik batin
Saya mempunyai pacar seorang katholik. Saya merasa yakin kalau dia jodoh saya soalnya dia sudah pernah mengajak saya menikah. karena kepercayaan saya tersebut, saya mau melakukan hubungan intim dengannya meskipun belum menikah. tapi setelah itu ternyata dia ninggalin saya dengan alasan memikirkan kariernya dulu. Saya sedih dan kecewa dan mencoba bertahan untuk menunggunya. tapi ternyata setelah 2 bulan tanpa kejelasan, tiba2 saya tahu dia sudah menjalin hubungan dengan orang lain.
Saya merasa terluka, terlebih lagi karena saya sudah tidak “suci” lagi. saya merasa kacau. tapi akhirnya kemarin saya berani mengaku dosa dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Pertanyaan saya: apakah dengan mengaku dosa saja sudah cukup layak bagi saya untuk kembali kepada Tuhan?
bagaimana saya bisa mendapatkan ketenangan lagi. rasanya masih sulit untuk berdamai dengan diri sendiri?
bagaimana sebaiknya sikap saya terhadap cowok tersebut? sebenarnya sudah mencoba memaafkan dan melupakan tapi ternyata tidak mudah.
kiranya cukup sekian Romo. terima kasih.
CT







Sdri Ct yang terkasih,
Sebelum Romo menjawab,saya ikut nimbrung barangkali berkenan.
Semua pertanyaan sdri Ct,bisa terjawab oleh sdri Ct sendiri.Kalau saja didalam gejola batinmu di sadari,dipahami,serta perlahan-lahan “ego” dihilangkan.
Sakit&kecewa,datang dari semua”pikiran”,perbuatan yg sudah terjadi,kalau sdh sdri Ct sadari itu jauh lebih baik&tak perlu disesali lagi.
Dan apalagi sdri Ct berani mengakui dosa2 yg dibuat&berjanji tidak mengulangi lagi.Akan tetapi mohonlah Kepada’DIA’ yg menguasai seluruh dunia,yang tak ubah ‘DIA’yang tinggal bersamamu selalu didalam hatimu.Kalau semua itu sudah ‘disadari’
semua dimudahkan untuk berdamai dengan diri sendiri&kamu iklas kepada cowok yg sudah berubah sifat&prilaku kepadamu.
Sadari setiap’diri’kemanusiaan yg kedagingan ini lemah,kalau sentuhan Allah sendirilah yg hanya bisa,kembalikan cinta&damai bisa bersamamu,sehingga langkah kedepan tetap cerah&ceria seperti dahulu kala,Dan sdri Ct bisa dimampuhkan kembali menata kehidupan yang’baru’..
Kalau sdri Ct suka membaca,coba membuka buku praktis dari Romo Sudri Revolusi Batin adalah Revolusi Sosial,semua persoalan konflik batin,bisa kamu terpahami lewat tulisan-tulisan beliau.Selamat membuka lembaran baru & terus semangat!!!
Mbak CT,
Yang terpenting dari sebuah pertobatan adalah kesadaran akan dosa dan niat untuk sungguh sungguh tidak mengulanginya lagi. Apa bila itu sudah ada dan mbak sudah menjalani Sakramen Tobat, maka cukuplah itu. Percayalah bahwa Tuhan memang sudah mengampuni dosa mbak, dan menerima kembali mbak. Keraguan akan hal itu akan berarti mbak tidak percaya akan ajaran mendasar dalam agama kita bahwa Tuhan memang sudah mengampuni mbak. Oleh karenanya PERCAYALAH.
Anda tetap merasa salah terus? Itu karena anda terus menerus menyalahkan diri sendiri. Lepaskan semua perasaan salah apapun dan fokuslah pada upaya untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi dengan siapapun sebelum resmi menikah. Ubah mindset anda dari “Saya orang hina/berdosa berat” ke “saya orang yang dikasihi Tuhan oleh karenanyalah sebaiknya saya mengasihi Tuhan melalui kasih terhadap sesama”
Berjanjilah kepada diri sendiri untuk sungguh tidak akan mengulangi dosa itu dan serahkan kepada Tuhan agar anda memang dapat menolak keinginan itu. Mohon kepada Bunda Maria untuk menolong anda.
Lihatlah betapa besar Kasih Tuhan! Anda sudah jatruh kotor tapi Dia tetap mau menerima kembali. Tidak hanya itu, anda tetap dicintaiNya. Tetap diberi rejeki, tetap diberi banyak teman dan tetap punya banyak kesempatan untuk bertemu dengan lelaki yang memang baik.
Terhadap ex-pacar anda, kalau memang dia tidak mau melanjutkan hubungannya dengan anda, putuskan saja. Ada banyak lelaki baik yang tidak akan mencelakai anda dengan dalih apapun. Mulai saja hidup baru. Pusat pikiran anda pada kehidupan yang baru. Bekerjalah dengan baik, berdoa, berkarya sosial, isi hidup dengan segala kegiatan yang baik di mata Tuhan. Bergembiralah karena Tuhan mengasihi anda!
Persoalan yang akan tidak mudah juga adalah karena anda sudah pernah melakukan hubungan sex maka sangat bukan tidak mungkin suatu saat anda akan sangat ingin melakukannya lagi. Selama anda belum memutuskan untuk menikah, banyaklah berdoa, melakukan karya dan tetap ingat untuk tidak mengulanginya.
Salam berkah Tuhan, rin
Ibu Mary dan Ibu Rini..
Terima kasih atas tanggapan dan semangatnya.Saya memang sedang membutuhkan itu.Sebenarnya sudah mencoba berbagi cerita dengan beberapa teman tapi masih merasa kurang, masih membutuhkan dukungan untuk memulai hidup baru.
Setelah saya berbagi lewat ini dan mendapatkan dukungan, saya jadi merasa lega dan siap untuk memulai hidup baru lagi.Saya akan berusaha untuk bisa melakukan saran2 ibu, untuk hidup kembali di dalam Tuhan.
sekali lagi terima kasih dan mohon dibantu dengan doa.
Tuhan memberkati….
CT, jika sudah mengaku dosa, percayalah dosa kamu sudah terampuni..
ingin melupakan ? aku rasa tidak perlu susah payah melakukannya dengan sengaja.. kamu hanya perlu melanjutkan hidup kamu saja.. sibukan diri kamu dengan hal lain yang lebih berguna daripada sekedar memikirkan apa yang telah terjadi yang tidak bisa kamu ubah.. history you can’t change, but you can decide what future you want to have right now..
look at the bright side… laki-laki yang meninggalkan kamu itu memang bukan jodoh kamu.. kamu tahu arti “jodoh” sebagai seorang Katolik ? “jodoh” adalah seorang yang dipilih Tuhan, tetapi jika ia sungguh dipilih oleh Tuhan, artinya ia tidak akan menjauhkan dirimu dari-Nya. Ia tidak akan mengajakmu berbuat dosa, seperti yang ia lakukan Ia justru mendekatkan dirimu kepada Allah.
Biarkan apa yang telah kamu perbuat dengannya itu menjadi bagian dari masa lalumu. Supaya kamu ingat bahwa perbuatan itu salah dan tidak ingin kamu lakukan. biarkan perasaan ditinggal yang menyakitkan itu menjadi sensor peringatan bagimu, sehingga kamu tidak akan mengulang kebodohan yang kedua kali dengan orang yang sama atau dengan orang lain.
mengenai teman pria-mu.. tidak perlu semua masa lalumu diceritakan. Jalani hubungannya yang sehat saja antara kamu dengan dia (jangan memberimu dan dirinya peluang untuk membangkitkan nafsu birahi..you know what I mean). jika suatu hari, kamu terpaksa menceritakannya, katakan bahwa itu adalah bagian suram yang sebenarnya tidak ingin kamu ceritakan kepada siapa pun lagi (what happens in the past, stay in the past). Jika laki-laki itu sungguh mencintaimu, ia akan mengerti betapa kamu telah melakukan hal berat demi dirinya, yaitu menceritakan masa suram dalam hidup kamu kepadanya.
Laki-laki yang kecewa dan meninggalkanmu karena masa lalumu, ia hanya melihat masa lalumu dan tidak memikirkan masa depan bersamamu.
Laki-laki yang menuntut hubungan seks setelah mendengar masa lalumu sebagai bukti cintamu kepadanya, sama sekali tidak memikirkan cinta melainkan hanya keegoisan dirinya untuk memuaskan nafsunya, kamu patut meninggalkannya.
Jika laki-laki dari masa lalu yang telah menyakitimu kembali, waspadalah, karena belum tentu ia kembali bukan untuk cintanya di masa lalu, tetapi ingin mendapatkan apa yang ia tidak dapatkan hari ini. Play safe, don’t fall for the second time.
bersyukurlah, kini, kamu akan tahu laki-laki yang mencintaimu bukan karena seks, tetapi karena memang ia mencintaimu dan ia memang jodoh yang diberikan oleh Tuhan, karena mendekatkan dirimu kepada Allah.
May God bless your steps..
Sdri Ct yang baik,
Saya senang mendengarnya,tetapkan&sadari sepenuhnya kalau “Roh Kristus” sendiri yg selalu tinggal didalam batinmu,menyentuh & membukakan pintu hatimu dengan Cinta Kasihnya.Dan sekarang menjadikan hidupmu”Baru”
Tersenyumlah & Semangat!!..Gbu
salam
Trimakasih Sdr Johan atas tanggapannya..
Sekarang saya akan lebih berhati-hati lagi menjaga diri saya.Saya akan melanjutkan hidup saya dan percaya pada Tuhan,Dia pasti telah merencanakan sesuatu indah buat saya.
Terima kasih..
Selamat Natal
Damai natal beserta kita.
Tuhan memberkati
saya katolik tetapi belum baptis dan sekarang dalam katekumen. saya mempunyai calon suami islam di awal dia mau ikut keyakinan saya rencananya menikah secara dispensasi tetapi mau mendekati hari H kurang 3 bulan dia bilang tidak bisa pada saat itu saya bilang ya sudah batal saja bagi saya walaupun sakit saya terima, tetapi orang tua saya tidak mau membatalkannya disini terjadi perdebatan antara saya dengan orang tua dan orang tua bilang saya saja yang ikut dia nanti setelah menikah saya kembali lagi ke keyakinan saya tetapi saya tidak mau. dan akhirnya ortu saya sakit jujur aja ortu saya punya sakit komplikasi. Disini saya seperti buah simalakama bila saya tidak jadi saya korbankan orang tua bila nanti ada apa2 saya yg bertanggungjwb tetapi bila jadi hati saya sakit, dan jujur saja perasaan saya sekarang sama calon saya sudah tidak seperti dulu karena saya merasa dikhianati. Bagaimana sikap yang harus saya pilih jujur bagi saya ini adalah dilema? Trima kasih
@Rita..saya menebak orang tuamu bukan Katolik. Karena di dalam Katolik, orang tua tidak boleh memaksa anaknya untuk menikah dengan seseorang.
saya coba lihat dulu bukan dari sisi agama..
masa depan kamu ada dalam keputusanmu.. bukan orang tuamu. Apa yang terjadi di masa depan adalah hasil dari keputusanmu hari ini. Jadi sebaiknya apa pun yang kamu putuskan, pastikan itu bukan dari paksaan orang lain termasuk orang tua-mu, tetapi dari apa yang telah kamu pikirkan dan pertimbangkan dengan baik dan bijaksana.
Lalu apakah ini tandanya tidak berbakti kepada orang tua ? tidak sayang sama orang tua. SEbab karena memikirkan hal ini mereka sampai jatuh sakit ?
saya pikir keinginan orang tua lebih karena masalah sosial, karena pernikahanmu sudah diumumkan kebanyak pihak, baik keluarga, relasi, teman, tetangga, etc. Ini adalah berita bahagia tentunya buat keluarga-mu. Mereka khawatir [bercampur malu] bila acara tersebut dibatalkan akan menimbulkan banyak pertanyaan. Belum lagi [mungkin] bila sudah cukup banyak uang dikeluarkan untuk acara tersebut.
Kamu perlu jelaskan kepada orang tuamu, bahwa kamu tidak ingin salah melangkah dan menyesalinya seumur hidup. Komitmen sebuah Pernikahan bukan seperti pacaran. status dan hubungan sosial kamu akan berbeda ketika kamu telah menjadi seorang isteri dari seorang suami. Tanggungjawabmu akan berbeda, terlebih ketika kamu telah memiliki seorang anak.
Dalam agama Islam, mudah sekali menjatuhkan talak dan menceraikan isteri, hanya karena alasan ketidakcocokan. Setelah bercerai mereka bisa menikah lagi dengan mudah. dalam agama Islam, bahkan diperkenankan melakukan poligami.
Jika bukan dari panggilan menjadi Katolik, maka iman calon suamimu itu akan mudah digoyahkan dan kembali kepada iman sebelumnya. Terlebih bila ada desakan dari keluarga besarnya. Resiko menikah beda agama memang besar. Jadi sebaiknya dipertimbangkan benar-benar untuk melakukannya.
hal yang pertama kamu harus lakukan adalah meminta maaf kepada orang tuamu, karena kamu tidak bisa mentaati keinginan orang tua-mu menikah dengan pria itu. Katakan kepada mereka, bahwa kamu lakukan itu bukan untuk melukai perasaan mereka, tetapi justru untuk menjaga nama baik keluarga di masa depan. Apabila kehidupan berkeluargamu kelak bahagia bersama pasangan pilihanmu, bukankah banyak orang juga akan melihat bahwa hal itu karena peran orang tuamu selama ini ?
Katakan kepada mereka, janganlah memikirkan hal ini lagi, supaya cepat sembuh. Lalu berdoalah untuk mereka dan untuk dirimu.
Sekarang bicara mengenai keimanan..
sekarang kamu belum penuh menjadi Katolik. secara pribadi saya percaya saat ini kamu sudah menjadi seorang Katolik dengan baptis rindu karena saat ini menjalani katakumen.
Saya pribadi akan mengatakan bahwa kejadian hari ini adalah godaan iblis untuk menjauhkan kamu dari rahmat Allah yang mendorong kamu menjadi anggota Tubuh-Nya. menjadi seorang mualaf terlebih dahulu sebenarnya pengingkaran terhadap apa yang sedang kamu usahakan saat ini untuk menjadi seorang Katolik. Saya tidak yakin, kamu akan diperkenankan belajar agama Katolik ketika kamu sudah menikah dengannya oleh suamimu [terlebih melihat sikapnya yang plin-plan seperti yang kamu ceritakan itu]. Iblis akan tertawa, ketika kamu masuk perangkapnya. Perjalanan kamu menjadi anak Allah di dalam Gerejanya yang satu, kudus, Katolik dan apostolik sesudah pernikahan akan menjadi sangat berat dan tidak mungkin akan menguras seluruh enerji dan pikiran kamu, untuk memaksa kamu menyerah.
Namun, saya pribadi pun percaya, Allah tidak akan melepaskan dirimu begitu saja. Dalam hukum Gereja, berlaku hukum pauline privilege yang dapat membatalkan sebuah pernikahan agama lain, apabila salah satu pasangannya menjadi Katolik dan yang lain yang tidak Katolik tidak dapat hidup damai lagi dengannya. Dan pembatalan ini, memberi kesempatan buat si Katolik untuk menikah lagi di dalam Gereja.
However, it will be different and it will be better, if you, in the beginning, already decide that you would not do the marriage with him. Although now, you are not really a catholic, you will not experience divorce in your marriage life. the other thing, It will be more difficult to you if you already have a child from that marriage. better think again and again and again and think again before deciding.
Saya pribadi bersyukur, karena kamu terpanggil masuk menjadi anggota Gereja-Nya yang kudus. Jangan ragu menjalankan keputusanmu itu menjadi anak Allah. Allah pasti akan menuntunmu.
May God bless your steps.