Tidak Cinta, Apa Harus Tanggung Jawab?

Shalom, saya Andros (bukan nama sebenarnya–adm) seorang katolik. setahun lalu saya tergoda napsu dan akhirnya terjadi hubungan yang terlarang antara saya dan mantan pacar saya. Saya sudah berhati-hati dalam hubungan intim tersebut karena saya tidak mau pacar saya hamil, tapi di luar dugaan, pacar saya sengaja membuat dirinya hamil dengan tidak mau mengikuti perintah saya untuk minum pil KB, alasan dia adalah bahwa dia tau bahwa saya akan meninggalkan dia dan mencari perempuan lain, itu kenapa dia tidak mau rugi, ditiduri oleh saya dan saya tinggalkan, jadi dia sengaja merencanakan kehamilannya. Tak lama kemudian, dia sungguh hamil dan menuntut saya bertangung jawab tapi saya tidak cinta sama dia, dan kebetulan ortu saya juga tidak setuju saya nikah sama dia, ortu saya tau mengenai kehamilan pacar saya dan untungnya mereka pun cuek saja.

Apakah tindakan saya salah? saya memang berulang kali bersumpah dalam nama Tuhan bahwa saya akan nikah sama pacar saya, tapi sampai dia melahirkan, saya tidak pernah menepati janji saya karena saya benci anak saya, saya ingin dia aborsi saja. Saya bingung, jika menikahi pacar saya, toh saya tidak cinta lagi sama dia, apalagi saya harus membiayai anak saya, sementara saya sedang krisis keuangan. apa yg harus saya lakukan? pacar saya sangat benci dan kepahitan pada saya, tapi itu kan salah dia sendiri, salah sendiri dia tidak mau minum pil KB sehingga hamil. apa saya harus tanggung jawab? lagian kan ortu saya ga setuju saya nikah ama pacar saya.
============
Dear all, nama Andros dalam rubrik konsultasi ini bukanlah nama yang sebenarnya. Untuk menghindari kesalahpahaman dan kerugian bagi mereka yang bernama Andros sebagai nama yang sesungguhnya, maka inisial Andros kami ganti NN saja. Mohon tanggapan anda tidak memakai lagi nama Andros, cukup NN saja.

Kami mohon maaf bila ada pihak-pihak yang merasa nama baiknya dicemarkan.
Admin

15 Responses to “Tidak Cinta, Apa Harus Tanggung Jawab?”

  1. Busyet, ini contoh seorang yang ngaku Katolik tapi sedikitpun tidak menunjukkan kekatolikannya, bahkan bertentangan dengan ajaran katolik, tidak menyesal lagi. Sudah berzinah, bersumpah dalam nama Tuhan, menyuruh menggugurkan kandungan, masih ditambah benci calon anaknya, dan ini didukung keluarganya.

    Semoga si wanita sadar untuk tidak meneruskan hubungannya dengan pria pengecut seperti ini walaupun sudah hamil, karena hanya penderitaan berkepanjangan yang akan ditemui. Sebaiknya si wanita menemui pastor atau suster untuk mencari way out-nya tanpa nikah dengan NN.
    Perlu diingat oleh para wanita remaja khususnya bahwa laki-laki memberikan cinta untuk memperoleh sex, sedangkan wanita memberikan sex untuk memperoleh cinta. Jadi jangan mudah tergiur oleh materi, ketampanan atau rayuan gombal !

  2. Dear NN,

    Saya koq ragu-ragu NN ini ada beneran atau seseorang yang cuma ingin ngramein rubrik ini. Karena kalau beneran, koq ada orang yang terdiskripsi seperti pada pengakuan NN.

    Dan kalau memang ada beneran, ngeri banget cewek yang bakalan kawin sama NN, semalang-malangnya pacar NN hamil tidak dinikahi itu jauuuuh lebih baik daripada dinikahi seseorang seperti NN.

    Mengandaikan bahwa NN itu ada beneran, saya sangat setuju dengan way out yang disarankan oleh (Romo ?) Yohanes PR diatas.

    Idealnya, NN menyadari kekeliruan demi kekeliruan yang saat ini masih menjadi “kebenaran” bagi NN. Tapi nampaknya sangat sulit hal tadi akan terjadi dalam waktu dekat. Standard dasar norma susila dan moral saja belum tahu padahal sudah menjadi bapak yang semestinya mulai “mendidik” anaknya.

    Peringatan penting bagi para orang tua, sudahkah kita menanamkan nilai-nilai “kebenaran” kepada anak-anak kita. Tentunya kita tidak ingin mendidik anak seperti orang tua NN, yang mendukung anak untuk lari dari tanggung jawab setelah melakukan serangkaian kesalahan-kesalahan.

    Bila pacar NN juga membaca rubrik ini, mohonlah kekuatan dari Tuhan agar mampu melalui masa yang berat ini dengan tetap berjalan di jalan yang benar. Setiap tindakan ada konsekuensinya, karena dalam kasus ini andapun ada andil, telah menyerahkan diri pada tindak yang belum diperbolehkan karena bukan suami-istri. Anak yang lahir memerlukan setidak-tidaknya seorang ibu kalau ayahnya tidak mau menerima kehadirannya. Dia memerlukan rengkuhan seorang ibu yang kuat.

    Buat NN, renungkanlah kembali baris demi baris dari tulisan NN diatas. Apakah ada ajaran dalam gereja katolik yang “sedikit saja” mirip dengan perilaku NN? Masih perlu jawaban kah pertanyaan NN “Apakah tindakan saya salah?……..

    Mungkin baik lembar konsultasi ini disimak bersama orang tua NN. Harapan saya , dengan pertolongan Roh Kudus yang di dalam hati kita masing-masing akan terjadi “pertobatan massal” dalam keluarga NN. Semoga…..

    Tuhan memberkati NN dan orang tua NN, juga pacar NN.

  3. Benar atau tidaknya ‘seorang yg cuma ingin meramaikan rubrik ini’ hanya admin yg tahu karena admin yg posting di web ini. Mungkin di luar sana ada seorang teridentifikasi NN yg mengalami kasus ini.

    NN yang sedang bingung,

    Jangan bersumpah sembarangan, apalagi anda bersumpah berkali-2 dalam nama Tuhan, Tuhan mendengar apa yang anda katakan dan sekarang anda bingung mau mengingkari kata-kata anda di hadapan Tuhan. Beginikah hasil pendidikan pelajaran agama anda di sekolah?! Btw anda tidak menjelaskan apakah anda masih sekolah, kuliah, atau tidak kerja. Untuk kasus begini dimana orangtua tidak setuju, biasanya anak sekolah atau masih kuliah maka wajar kalau ortu tidak setuju.

    Kalau menurut anda, apakah tindakan anda salah atau tidak? Silahkan dijawab sendiri, jangan mencari pembenaran pada orang lain.

    Kenapa anda membenci bayi yang tidak berdosa terlepas dari segala masalah yang anda hadapi (tidak cinta lagi pada perempuan yang mengandung bayi anda, ortu tidak setuju, krisis keuangan, dst). Saya dulu hadir di dunia tidak diharapkan tapi kata Tuhan “the show must go on”, dan saya syukuri nikmat yang Allah berikan…

    Jangan melihat masa lalu. Kalau bayi itu benar anak anda, berikan perhatian yang sepantasnya dengan cara yang hanya anda sendiri yang tahu… Mungkin Tuhan ingin merubah sifat anda yang keras dengan kelembutan dan cinta kasih melalui bayi ini… Bertobatlah, kerajaan Allah sudah dekat… belajarlah mencintai sesuatu dari hal-hal yang tidak disukai.

  4. Waduh,

    Ini kok kayak ceritanya ‘Oh mama oh papa!’ di majalah-majalah mingguan ibu-ibu itu , ya. Kalau saja ada para penulis skenario sinetron yang mampir di situs ini pastilah akan banyak terinspirasi nih. :)

    Eniwei Mas NN, masak sih jaman ‘dah mileniyum gini gak ada alternatif lain selain PIL KB? kan dah banyak tawarannya. Lagian, mungkin baiknya selain perintah, sekalian dikontrol setiap hari secara langsung, apakah betul dia menggunakan PIL KB atau tidak. (Wah, jadi ada pembelajaran baru nih buat saya juga) :)

    Trus, kalo gak cinta ama perempuan yang mas NN hamili itu. Trus cinta-nya ma siapa? Sama orang kayak saya? Weee, sori ya, mosok ‘djeruk makan djeruk’ ? :)

    Ketimbang bingung-bingung ngapa gak coba langsung bertemu romo-romo atau suster-suster, mereka baik-baik kok. Atau bisa juga ikut tawaran meditasi-nya Rm Sudri atau Pak Hudoyo. Beliau-beliau banyak menginspirasi juga kok, saya juga masih perlu banyak belajar dari beliau-beliau. Bp Hudoyo dan Rm. Sudri itu juga saling bersahabat, kok.

    Dah dulu ya, mau nyiapin daftar belanjaan besok ke ‘carrefour’ dulu…

  5. +ihs

    Sdr NN, dalam hati kita sudah tertanam hukum Tuhan yang sering muncul dalam bentuk suara hati, kesadaran dasar kita akan sesuatu yang baik yang patut dikejar dan sesuatu yang buruk yang patut dihindari. Dengan pilihan kata-katamu sendiri, Anda telah mengungkapkan kesadaran suara hati anda: “tergoda napsu”, “hubungan terlarang”, “.. dia tidak mau rugi… ditiduri… dan… (di)tinggalkan…”, “bersumpah dalam nama Tuhan… tidak menepati janji”, “benci”, “ingin dia aborsi”. Anda bertanya… “apakah tindakan saya salah?”… Kekacauan yang terjadi telah menunjukkan kebenaran sabda “setiap pohon dikenal dari buahnya”, ya Anda salah. Buah-buah pahit yang muncul menunjukkan pohon tindakan-tindakan yang salah. Tentu saja Anda harus bertanggung jawab karena Anda terlibat aktif dalam hubungan dengan “mantan pacar” Anda. Seorang dewasa akan bertindak dengan bebas dan kemudian bertanggung jawab atas tindakannya itu, apalagi jika menyangkut kesejahteraan dan keselamatan orang lain yang terkena tindakannya itu. Tentu tanggung jawab wajar dituntut sesuai dengan kadar keterlibatan dalam tindakan tsb.

    Anda mencoba mengelak dari tanggung jawab dengan melemparkan kesalahan pada pacar yang tidak mau minum pil KB, dengan menyatakan Anda tidak cinta pada pacar Anda (lalu untuk apa pacaran dan bertindak begitu jauh), dan membenarkan tindakan Anda dengan tameng orang tua yang “untungnya cuek saja” dan “ga setuju” Anda nikah dengan pacar Anda (argumen yang lemah karena tak sedikit pasangan yang dewasa dengan sadar menentang orang tua yang keberatan dengan hubungan mereka pada saat mereka benar-benar meyakini kebenaran kebaikan dan keseriusan relasi mereka dan mampu mempertanggung jawabkan cinta mereka). Pernahkah Anda mencoba melihat situasi ini dari sisi pacar Anda? Apakah Anda mampu melihatnya sebagai sesama manusia yang patut Anda kasihi seperti Anda mengasihi diri Anda sendiri, atau sebagai objek saja?

    Saya usulkan anda bertemu dengan pastor paroki atau seseorang yang matang hidup rohaninya, lalu dengan tenang dan terbuka menceritakan kembali seluruh persoalan Anda, terbuka untuk diajak melihat persoalan dengan jernih -karena saat ini kiranya budi dan hati Anda keruh dengan segala macam emosi, nafsu, jeritan suara hati yang luka dsb tercampur aduk – juga terbuka untuk dibimbing memperbaiki situasi agar Anda dapat memperoleh kembali kedamaian dengan Tuhan, dengan diri sendiri, dengan sesama (terutama pacar). Anda harus bertanggung jawab, sebagaimana kita semua harus mempertanggungjawabkan tindakan-tindakan bebas kita. Hati Anda tak kan pernah tenang kalau Anda tidak menyelesaikan persoalan ini dengan benar. Bentuk tanggung jawab Anda seperti apa, baik dibicarakan dengan tenang dengan memperhatikan seluruh konteks, sekali lagi, bersama dengan seorang yang matang yang dapat menemani Anda mengurai persoalan Anda. Bahwa Anda melayangkan email Anda, kita syukuri sebagai tanda Anda mengikuti suara hati yang gelisah mencari kedamaian. Semoga Anda cukup terbuka dan berani mengikuti suara hati yang benar ini.

    Salam

    Rm Ardy

  6. Kasus konsultasi yang masuk ke email admin@gerejastanna.org ini memang terasa aneh. Bahasa dan logika yang dipakai seperti bukan dari orang yang sedang mengalami kasusnya sendiri. Tetapi dalam kenyataan kasus seperti ini bukannya tidak ada. Maka silahkan menanggapi dengan bijaksana.

  7. Aduh…aduh wahai kaum hawa… berhati hatilah dalam hidup, jangan sembarangan serakan barang berharga itu pada laki laki… sy setuju dengan pendapat Yohanes PR, kebanyakan laki2 memberikan cinta untuk mendapatkan sex sedangkan wanita memberikan sex untuk mendapatkan cinta,bagaimana kalau laki2 itu seperti NN, kalau kalian tidak nikah bagaimana nasib sikecil ,tidak berbapak, kalau kalian nikah…. ya bagaimana menikah dengan orang yg tidak mencintai…penderitaan yang bakal terjadi. Bagi NN, cobalah anda merefleksi diri, apakah anda tidak bisa mencoba belajar mencintai mantan pacar anda ini , menikahinya dan berusaha menjadi bapak yang baik. kalau anda mempunyai kemauan dan niat baik sy yakin pasti bisa karena anda bilang wanita ini mantan pacar anda dan pasti ada sisa2 cinta dan kenangan indah yg pernah anda alami.Datanglah pada seorang pastor, mintalah pencerahan dan nasihat darinya.

  8. Wow,, namanya sama lho..
    Tapi sayang kehidupannya berbeda…
    Kok bisa2nya juga pake nama saya,,
    pake inisial aja ini seharusnya..
    Saya sebagai pemilik nama asli Andros sangat malu bila ada manusia seperti Anda..
    Saudaraku coba kamu renungkan kembali pertanyaan Anda..
    Sebenarnya yang harus Anda pertanggung jawabkan cinta Anda atau PERBUATAN Anda??
    Sepertinya Anda bisa menjawab sendiri dengan akal sehat..
    Saya juga mereferensikan Anda untuk mencoba konseling,,
    dan sebaiknya orang tua Anda juga mengikuti proses konseling..
    Semoga Anda dapat memperoleh pencerahan dan jalan terbaik bagi diri sendiri dan Tuhan..

    **ga enak bngt sih ini nama,, masa saya mesti sebut2 nama sendiri..
    hehehehehe
    Ada di Facebook pula..

  9. Kasihan. Orang seperti ini perlu dibantu supaya dia mau dan mampu membuka diri terhadap kasih Allah yang tak terbatas yang pada akhirnya dia mampu untuk mengasihi sesamanya seperti dia mengasihi dirinya sendiri karena Allah hadir di dalam hatinya. Mengenai aborsi, banyak yang mengatakan aborsi itu dosa. silahkan baca dengan hati link berikut ini http://katolisitas.org/2009/10/06/mengapa-aborsi-itu-dosa/

    Tuhan berkati
    Ds

  10. Untung belum jadi pergi belanja, nih. Jadi masih ada waktu buat komentar lagi.

    Bung NN, usianya kehamilan udah berapa bulan? Cobalah ditemui perempuan itu dengan ksatria. Kalau sudah 5 bulan atau lebih ‘kan sudah bisa bergerak-gerak. Coba rasakan getaran di perut ibu-nya. Atau kalau sudah lahir, coba lihat gerakan-gerakan bayinya. Bukankah menggemaskan ?

    Terlepas dari dosa atau tidak, cobalah lihat disitu adanya sebuah kehidupan!!!

    Kalau Bung NN masih pingin aborsi, tidak ada jalan lain, karena Bung NN ngaku katolik. Maka, wahai saudara-saudara yang juga ‘ngaku Katolik. Borgol dan paksa orang-orang macam gini ke gereja!!!

  11. > Hai Andros.. nama gadungan itu sudah diganti jadi NN, jadi Andros gak perlu risau, gak enaknya cuma sebentar gak seperti NN yg akan tersiksa seumur hidup.

    > NN: Ada mantan pacar, mantan istri, mantan suami.. tetapi tidak ada yang namanya mantan anak.

    Buat yg merasa mengirim konsultasi ini ke email admin@gerejastanna.org terima kasih atas masukannya. Mungkin yg mengalami tdk berani cerita sendiri.

    Mari kita ambil hikmahnya, agar kaum hawa lebih berhati-hati dalam membina relasi dengan lawan jenis, dekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa agar tidak mudah tergoda bujuk rayu yang kerap menyesatkan.

  12. Nah, tuh ‘dah ada bukaan meditasi-nya Rm.Sudri. Saya yakin kalau Bung NN mau daftar pertama, bakal jadi penglaris nanti. Coba juga dekatkan diri pada beliau (Rm.Sudri) Kalaupun mungkin lalu disitu cintamu berlabuh. Ya… mungkin sudah kehendak-Nya :)

  13. I dont have the words… May God have mercy on you, both of you…

  14. Sdri NN

    Saat ini usia mudamu menghantarkan tulisan spt ini&menjadikan kenyataan,kamu tertawa&kamu tdk terbebani..kembalilah dalam doa-doamu..apa saja yg mesti kamu lakukan?bukan dari org tua,ttp dari dalam hatimu sendiri.

    Singgahi panti asuhan yg teringat dlm benakmu,kalau kamu sehat&dlm keadaan sadar.Lihat&amati sesama disana.
    Moga-moga hatimu terbuka lebar&sentuhan Iman serta kesadaraan khn terbuka membentang,menyinari kembali apa saja yg kamu alami.
    Respon yg banyak serta masukan yg baik sdh ada disini.Seringlah menilik kesadaraan dari batinmu.

    Kelak beberapa tahun lagi kamu memiliki keluarga,barangkali juga memperoleh seorang putri?apa yg kamu bayangkan kalau itu menimpa pd putrimu?sedih?menderita?kecewa?
    karena saat ini,saat nanti,entah kapan,adalah sama.
    Apa yg kamu pupuk&apa yg kita semua tanam,panenanpun/tuaianpun akan sama.

    Semua mmg tdk luput dari kedosaan,tetapi menyadari segala sesuatu,menuntun kita kembali kepada Roh Allah yg bersemayam di hati kamu begitu dihati kita semua…

    Mohon maaf kalau sharr saya kurang berkenan.

    peace
    r m

  15. halo kawan NN (kalau boleh aku panggil kamu kawan…),

    membaca sharing tentang dirimu sungguh memberi nilai pengalaman tersendiri untukku…
    tanpa bermaksud menilai apapun atas dirimu (karena memang aku sungguh tak pantas), aku sekedar ingin menyampaikan isi hati bahwa sebenarnya setiap pribadi HARUS, KUDU, WAJIB, bertanggung jawab atas dirinya apalagi atas diri orang lain karena kita sebagai pengikut Kristus diminta untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri…

    kini pertanyaannya adalah apakah engkau mencintai dirimu? jika kau cinta dirimu, maka sudah selayaknya kau pun cinta sesamamu (termasuk mantan pacar yang pastinya pernah kau cinta khan…)

    namun, jika cinta terasa sulit untuk diberikan maka setidaknya berusahalah untuk memperlakukan orang lain seperti kau ingin orang lain perlakukan padamu…

    sekian dulu komentar dariku…mohon dimaafkan jika terdapat komentar yang kurang berkenan…

    ~V~

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>