Testimoni retret 9-17 Sept 2010 (5): “Memandang sakit secara baru”
Saudari Nd, 40 tahun, Katolik, professional hypnotherapist.
========
Hari ini tepat 1 minggu kita pulang dr retret. …
Pada awal meditasi, semua sel-sel tubuh terasa sakit. Si aku mulai mengamati semua titik2 sakit tsb. Aha, dgn halus pikiran mulai masuk dan menganalisa rasa sakit di masing2 titik. Sadar, muncul intervensi, sadar lagi dst. Begitulah semua mengalir…
Hari ke 4 dan ke 5, Aku mengalami kekeringan yg mendalam. Rasa sakit di berbagai titik mulai pudar, tetapi ngilu punggung dan nyeri dada kuat mendominasi rasa sakit dlm tubuh. Sakitnya luar biasa. Dengan sadar si Aku merasakan sensasi ngilu yg pekat di punggung dgn suara bor yg kuat dan menyakitkan di telinga. Sementara di titik lain, dada terasa nyeri dan sesak nafas mendera. Detik yg berbeda, si Aku melihat energi kental yang menekan dan mendesak utk keluar dr dalam tubuh. Aku mengikuti kemana energi itu berjalan dan rasa ngilu serta sesak nafas berhenti.
Entah berapa lama semua diam, pada menit berikutnya, pikiran kembali masuk,begitulah dualitas muncul dan membuat konflik dalam batin antara “berjuang” utk tetap eling dan tinggal diam dalam rasa ngilu dan sesak nafas serta gerak batin yg ingin lari utk sejenak keluar dr rasa sakit tsb.
Pada hari berikutnya, semua memori muncul tak terbendung, layaknya menonton film. Ego mulai lekat pada moment tsb dan memori membawa ke past life tepat di moment asal muasal sakit punggung dan dada. Kembali konflik muncul, mengikuti moment ini dengan daya upaya utk melihat lebih jauh atau membiarkan moment ini lewat tanpa daya upaya utk menahan, menolak dst. Pikiran belumselesai menganalisa, pada saat yg sama, aku melihat dgn jelas lubang hitam di punggung dan anak panah yg menacap dgn kuatnya di dada. Kembali ego berdaya upaya utk melawan dgn munculnya person yg membantu mencabut anak panah tsb. Hingga retret berakhir, konflik dlm batin dengan simtom tubuh sebagai maktubnya tetap ada…
Dalam meditasi pagi ini, rasa ngilu dan nyeri tetap ada, tetapi tdk mempengaruhi batinku lagi. Membiarkan semua tetap ada, tanpa daya upaya utk melawan rasa sakit itu. Tidak ada keinginan lagi utk mengurai rasa sakit dan mencari tahu penyebab rasa sakit tsb. Entah itu dari medis barat, medis timur, Latihan Rohani, dll. Memandang sakit dengan cara baru, menyadari simtom tubuh dgn berkesinambungan, mungkin itu yg “pas” utk saat ini.
Thank’s , telah berbagi kasih dan berproses bersama utk runtuhnya ego dalam peziarahan hidup… ?*







Ya..mmg benar,dgn melatih meditasi kesadaran,kita dpt memandang sakit scr baru. Sakit ya sakit,namun tdk mengganggu batin. Saya jg dl prnah merasakan sakit nyeri di dada,jantung spt ditusuk2 jarum. Kuat,dan kencang tekanan dan getarannya. Dulu sy sll menganalisa dan bertanya2,bahkan ada orang or saudara,yg tanpa sy tanya,mengatakan bhw saya dikerjai orang (dlm tanda kutip,istilahnya disantet). Saya terpengaruh. Mulailah pikiran menganalisa shg Pd saat itu,batin sangat menderita,bhkn kesehatan fisik menurun.
Setelah saya mengenal meditasi mengenal diri dan munculnya kesadaran mk ketika rasa sakit itu muncul,saya diam sj,tnp reaksi atau menilai,yg biasanya sy pst akan memberi respon,namun kali ini diam.. Mmg terjadi bbrp kali sakit tsb. Terakhir,ketika sdng tidur mlm,tepatnya jam 12mlm,sy trbangun tiba2,jantung berdegup kencang,sakit di dada spt ditusuk2,keringat bercucuran. Saya lihat suami tertidur pulas dan dgn msh kondisi yg menyakitkan,saya ambil rosario, saya berdoa,dgn batin diam,sadar dan pasrah,brsamaan itu jg sy lakukan meditasi kesadaran. Krn meditasi kesadaran ini dpt kita lakukn,bukan hny ketika kita duduk diam. Ketika kita berdoa,bekerja atau berbicara pun,mdts kesadaran ini dpt dilakukan.Pd saat peristiwa ketiga, rasa sakit itu hilang. Dan sampai saat ini,rasa sakit dan perasaan itu tidak pernah muncul kembali..Dan skrg saya menempati rumah dgn ketenangan dan kdamaian. Krn dulu,saya jg mganalisa,bhw krn rumah ini saya jd sakit2tan. Namun semua itu sdh berlalu dan saya sangat bersyukur kpd Tuhan dan kpd Romo yg sdh mengenalkan saya agar dpt mengenal diri saya ini.
Dan stlh itu,jk saya sakit,spt akhir bln juli lalu,saya tdk kesakitan dan menderita. Sampai dokternya bingung,kok sakit malah ngelucu dan ceria. Spt yg Novi lihat ya pas besuk aku,dokternya visit,aku malah bikin dokternya ketawa2 ya. Hehehe..Tp semua ada prosesnya..Awalnya yg jelek2 dr kita keluar semua,yg membuat saya bingung,namun akhirnya sy sadari sj tnp menilai,dan akhirnya aku sdh tdk menderita spt dulu lg,krn adanya Kesadaran.
Terima kasih.
@Nd: Anda beruntung merasakan sakit yang demikian. Sakit itu membuat Anda belajar apa artinya kemelekatan pada tubuh. Kalau rasa sakit itu tertembus, barangkali muncul sesuatu yang lain yang tidak sembarang orang bisa mengalaminya tanpa menembus rasa sakit.
Js
=======
Iya, aku beruntung dapat mengalaminya. Setelah menembus itu, banyak hal terjadi dlm waktu yg singkat dan itu di luar bayanganku….
Nd