Testimoni retret (7): Retret ini sangat berbeda

Testimoni THN, 50th, ayah 3 anak, wiraswasta.
============

Soal retret, dari awal mula aku sudah sukacita ikut segala kegiatan yg berbau kontroversial. Aku tak pernah puas dengan kegiatan yg biasa-biasa. Bila tak ada stimulan maka tak menarik bagiku.

Tapi kegiatan retret ini sangat berbeda. Dipimpin oleh seorang Romo Jesuit yg telah melalang-buana dalam dunia pertapaan. Romo yg satu ini sangat bersahaja, intelek, tidak pernah bergeming menghadapi segala pertanyaan yang ditujukan padanya. Juga ia tak pernah gembar gembor publikasi sana sini tentang “meditasi tanpa obyek”. Very low profile tapi full voltase lho.

Sekarang masuk ke main topic yaitu pengalaman meditasi selama retret. Perlu teman-teman ketahui bahwa setelah aku cek buku harianku, ternyata aku sudah mulai bergabung di meditasi di MBS (stasi Maria Bintang Samudra) sudah sejak bulan Mei 2009. Meski demikian frekuensi kunjunganku tidak teratur, boleh dibilang banyak bolongnya. Meditasi disana tidak pernah “In” banget. Seperti kesaksian Bung Andi, aku juga merasa cape melawan pikiran-pikiran yang muncul tanpa diminta. Tak kuasa menahan atau belum tahu cara mengendalikan akhirnya kegelisahan saja muncul dan jenuh “beraz” rasanya.

Tapi retret kali ini bisa kulalui dengan sangat baik. Mungkin karena lihat sahabat-sahabt lain begitu tekun melakukan dengan penuh kepasrahan. Akupun larut dalam suasana demikian. Lebih sukacita dan menikmati saat-saat meditasi kali ini. Apalagi yg namanya walking meditation, aku bisa memperhatikan tumbuh2an, pohon, bunga, daun; semuanya diam, hening tapi terlihat memuji-muji Tuhan dengan menari-nari kena angin. Ooh betapa indahnya!

Selama ini tak pernah aku menanggapi makhluk-makhluk yg sepertinya tidak berarti tapi mereka begitu pasrah aktif kepada Sang Khalik !

Terlebih sangat bermanfaat mendengar kesaksian dari teman-teman, penjelasan teoritis dari Romo yang kali ini “lebih deep” sehingga menarik untuk disimak. Apalagi ada kesempatan beraudiensi dgn Romo langsung pada hari ketiga. Semua pertanyaan yang aku sampaikan dijawab dengan sangat baik dan sabar oleh Romo.

Dan also Puji Tuhan abis praktek, dapat “textbook pelajaran” berjudul “Revolusi Batin adalah Revolusi Sosial”. Waow…….Thank you Romo dan thanks to everyone !

Sebagai kesimpulan, retret kali ini buat saya adalah sebuah retret yg sangat “rejeki pol”. Tentu bukan dari segi finansial tapi pemenuhan rohani yang saya peroleh amat banyak hingga mau tumpah rasanya…..hihihi.

THN

One Response to “Testimoni retret (7): Retret ini sangat berbeda”

  1. Setelah praktek dpt textbook terus dibaca… bulan depan praktek lagi .. Sekali2 Sabtu pagi gabung di gedung Yos dong, boleh kan MO..?!

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>