Talk Show: Becoming Rich and Happy
Salam Kasih,
Puji Tuhan, acara talkshow Becoming Rich and Happy pada tanggal 26 Oktober 2008 yang lalu dapat berjalan dengan baik bahkan bisa dikatakan diluar harapan panitia. Jumlah peserta yang hadir dan bertahan hingga acara berakhir pun sungguh diluar dugaan yaitu sekitar 120 orang.
Suksesnya acara talkshow Becoming Rich and Happy tidak terlepas dari adanya usaha yang keras dan cerdas dari Mas Mayong sebagai moderator mengarahkan pembicara untuk menyampaikan materi yang relevan. Usaha keras dan cerdas yang dilakukan oleh Mas Mayong sebagai moderator ternyata juga mendapat respon yang cerdas juga dari para pembicara sehingga terjadi sinergisasi yang sangat baik yang mampu memberi suasana sharing yang menginspirasikan peserta.
Sinergisasi antara moderator dengan para pembicara ternyata disambut baik oleh para peserta yang hadir. Sesi ice breaking singkat setelah makan siang yang dibawakan oleh P Stephanus juga mampu membangkitkan kembali semangat peserta talkshow sekaligus juga melengkapi proses sinergisasi yang telah terjadi antara moderator dengan para pembicara. Selama mengikuti acara talkshow secara keseluruhan, peserta talkshow secara umum memperlihatkan antusiasme yang cukup tinggi untuk Becoming Rich and Happy.
Awalnya, acara talkshow berjalan seolah-olah tidak merupakan satu kesatuan dimana sesi pertama terkesan lebih terfokus pada Becoming Rich melalui interpreneurship sedangkan pada sesi kedua terkesan lebih terfokus pada Becoming Happy melalui terciptanya hubungan yang penuh kasih dengan orang-orang yang dicintai. Namun pada akhir acara, Rm Andang menutup acara talkshow dengan menarik benang merah yang membuat seluruh rangkaian acara yang terkesan tidak menyatu menjadi rangkaian yang utuh dan menyatu yaitu Becoming Rich and Happy.
Kami, Tim Panitia Pelaksana, sangat menyesalkan adanya perlakuan yang seolah-olah menolak peserta hanya karena jumlah makan siang yang dipesan tidak mencukupi. Penolakan yang dilakukan bukanlah berupa penolakan dengan kata “Tidak Boleh” tetapi dilakukan dengan mengatakan kepada calon peserta bahwa “Dipersilakan masuk untuk ikut dalam acara talkshow tetapi tidak mendapat makan siang karena jumlahnya tidak mencukupi”. Jumlah peserta yang memilih untuk tidak ikut acara talkshow karena tidak mendapat makan siang (seolah-olah ditolak oleh panitia) sekitar 30 orang.
Kurangnya jumlah makan siang dikarenakan panitia tidak mendapatkan informasi mengenai jumlah peserta yang pasti sampai pada hari H dan target jumlah peserta yang mendaftar sampai pada hari H-1 pun masih kurang dari target 100 peserta, sehingga panitia mengambil keputusan untuk mengurangi jumlah pesanan makan siang agar tidak terjadi kelebihan makanan. Sesungguhnya dari 120 peserta yang hadir umumnya baru mendaftar pada hari H, sementara peserta yang sudah mendaftar dan membayar jauh-jauh hari cukup banyak yang tidak hadir (yang kemungkinan besar karena terlambat mendaftar ulang pada hari H).
Proses persiapan yang dilakukan panitia merupakan satu proses yang panjang dimana masing-masing pribadi berusaha keras untuk saling menyesuaikan diri satu sama lain. Hal ini dikarenakan personil panitia inti sebelumnya belum saling mengenal dan yang pasti belum pernah bekerja sebagai tim, sehingga proses penyesuaian diri yang terjadi pun cukup sulit.
Proses persiapan yang dirasakan sangat berat adalah ketika personil panitia tambahan mulai turut bekerja dalam proses persiapan acara. Dirasakan sangat berat karena para personil tambahan ini tidak terlibat sejak semula sehingga terjadi jarak yang relatif jauh antara personil panitia inti dengan personil panitia tambahan.
Jarak tersebut selain diakibatkan oleh kurangnya intensitas interaksi juga disebabkan oleh ritme kerja yang berbeda, dimana ritme kerja yang dilakukan oleh personil panitia tambahan baru dimulai pada malam hari, sementara jadwal yang dikehendaki dan sudah disepakati bersama pada hari H-1 adalah mulai dari pagi hari sampai malam hari, sehingga proses persiapan yang dilakukan pada hari H-1 pun membutuhkan waktu yang lebih panjang (yaitu sampai jam 2 pagi).
Perbedaan ritme kerja tersebut mendorong personil panitia inti untuk menyesuaikan diri dengan ritme kerja personil panitia tambahan agar persiapan yang dilakukan pun dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Namun penyesuaian diri yang dilakukan oleh personil panitia inti terhadap ritme kerja personil panitia tambahan sangat menguras tenaga dan pikiran sehingga terjadi ketidak sinergisan antara kinerja panitia inti dengan panitia tambahan, hal ini dapat dilihat dari kurangnya persiapan dari Sie. Pendaftaran (yang hanya mendapat briefing singkat karena baru mulai bertugas dan terlibat dalam kepanitiaan 1,5 jam acara dimulai).
Berkat karya Roh Kudus, ketidaksinergisan antara panitia inti dengan panitia tambahan ternyata tidak menyebabkan perpecahan malah mampu menumbuhkan rasa pengertian yang mendalam dari panitia inti terhadap kinerja panitia tambahan yang mayoritas berasal dari muda-mudi St. Anna yang masih pelajar. Panitia tambahan pun berkenan mengikuti arahan dari panitia inti dan berusaha melakukan yang terbaik untuk melaksanakan arahan tugas mereka sehingga acara dapat berjalan dengan baik.
Yang dimaksud dengan personil panitia inti adalah Ketua Panitia, Sekretaris, Bendahara, Sie. Acara, Sie. Konsumsi, Sie. Publikasi, Sie. Perlengkapan dan Dekorasi. Dan yang dimaksud dengan personil panitia tambahan adalah semua personil yang bertugas sebagai Sie. Pendaftaran dan Sie. Keamanan (yang sekaligus bertugas membantu Sie. Publikasi dan Sie. Perlengkapan dan Dekorasi).
Namun semua duka yang dirasakan selama proses persiapan tidak melunturkan semangat panitia inti, malah panitia inti mampu menciptakan satu suasana yang hangat dan penuh dengan kekeluargaan (chemistry) selama melakukan persiapan acara. Chemistry tersebut diekspresikan dengan cara saling menguatkan, saling memberi perhatian, berusaha untuk saling mengerti dan menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan yang terutama adalah saling membantu satu sama lain.
Rasa syukur yang tiada henti dari semua personil yang terlibat di dalam kepanitiaan atas Berkat Tri Tunggal yang Maha Kudus dan Bunda Maria karena telah berkenan memberikan semua pengalaman tak terlupakan yang dialami bersama dan mengirimkan semua pihak yang berkenan membantu suksesnya acara talkshow Becoming Rich and Happy (para romo, DP Sie, Pengembangan SD Insani, moderator dan para pembicara, para sponsor dan donatur, serta semua orang yang berkenan terlibat langsung pada hari H membantu tugas kepanitiaan).
Proficiat…
Familia Novita Simanjuntak







kami ‘wajib’ utk berterima kasih kepada semua yg berkenan hadir atau mendukung acara tersebut. Namun, tidak lupa untuk meminta maaf jk sekiranya, kami panitia, telah melakukan kesalahan2 dan kekurangan2 yg tidak berkenan di hati semua pihak yg terlibat, mulai dari awal mula terbentuknya ide sampai saat acara selesai. semoga semua bisa belajar dari kekurangan2 tersebut.
love u all,
angela a.