Tahu Berterima Kasih

“Sungguh menjengkelkan!” kata Ari ketua lingkungan baru itu. “Mengapa kok marah-marah terus?” kata Danu sekretarisnya. “Bagaimana tidak marah, Pak Ali itu sudah dibantu membayar uang sekolah anak-anaknya setiap bulan, sekarang ia malahan marah-marah gara-gara lingkungan tidak dapat membayar sepenuhnya lagi. Ia menuntut kita tetap membayar penuh uang sekolah anaknya. Katanya lingkungan sudah berjanji. Sungguh tak tahu terima kasih! kata Ari sekali lagi. “Oh jangan marah dulu!” kata Danu, “Ini hanyalah karena Pak Ali lupa, bahwa membayar uang sekolah itu kewajiban orang tua”. Sebaliknya ia menganggap itu merupakan kewajiban rutin lingkungan yang sudah berjanji. Maka wajar ia tidak merasa perlu berterima kasih. Ia justru merasa berjasa kepada lingkungan karena
telah memberi kesempatan kepada lingkungan melaksanakan tugasnya.
“Itu sama dengan bapak ketua seksi!” kata Ibu Melani. “Sebagai anggota saya hanya sukarela, tidak digaji. Dengan senang hati saya mencarikan tempat rapat kerja seksi, tahu-tahu sekarang dibatalkan tanpa alasan jelas. Padahal sudah bayar persekot! kemarin surveynya saya lakukan juga tanpa uang transport! Dia tak tahu menghargai kerja orang!” jangan ngambek dahulu” kata Corry, “Pak ketua itu tahunya beres. Salahnya kamu sendiri tidak menjadi ketua!” Kalau kamu mau survey, yah itu kan keinginanmu, bukan maunya pak ketua!” Ooh, begitu?”.
Mencermati dua keluhan di atas, memang menyakitkan hati bila orang yang kita tolong tidak mengucapkan atau mengungkapkan rasa terima kasih. Janganlah dalam hal besar, dalam kecil pun akan sungguh menjengkelkan. Hal inilah rupanya yang dialami Yesus. Dalam Injil hari ini (Luk 17:11-19) diceritakan Yesus menyembuhkan sepuluh orang yang sakit kusta, tetapi hanya satu orang yang datang kembali kepada Yesus untuk berterima kasih. Ia bukan orang Yahudi. melainkan orang samaria yang dianggap lebih buruk daripada orang Yahudi. Sebagai orang Samaria dan sebagai orang yang berpenyakit kusta memang ia dijauhi masyarakat. Dengan disembuhkan Yesus, kini relasi dengan masyarakatnya disembuhkan kembali, diterima masyarakat lagi. Karena itu ia gembira. Ia merasa harus berterima kasih. Sebaliknya sembilan orang Yahudi lain tidak. Walaupun dengan penyembuhan mereka tidak dikucilkan lagi, penyembuhan bagi mereka hanyalah kebiasaan, karakter, sifat Allah yang memang mestinya baik. Itu biasa, bukan sesuatu yang besar. karena itu pula sama seperti pak Ali, sama dengan pak ketua stasi, Mereka merasa tidak perlu berterima kasih.
Bagaimana kita? Apakah kita seperti sembilan Yahudi yang tidak berterima kasih? Seperti pak Ali dan pak ketua seksi? Tentu tidak! Kita mengimani bahwa Allah telah berbuat banyak bagi kita. Kita telah diciptakan dan diberkati hidup bahagia. Allah telah membebaskan kita, bukan saja dari belenggu penyakit dan kenajisan, tetapi juga dari dosa-dosa kita. Allah telah berjuang dan membiarkan PuteraNya hidup menderita, disalibkan, wafat dan bangkit agar kita hidup bahagia. Karena itulah kita perlu berterima kasih seperti Naaman (2Raj 5:14-17), seperti orang Samaria (Luk 17:11-19) yang disembuhkan dari kustanya.
Bagaimana cara kita berterima kasih? Seperti Naaman dan orang Samaria, kita berterima kasih dengan menyadari, bahwa kebaikan Tuhan bukan suatu yang begitu saja, rutin dan harus diberikan, tetapi sesuatu yang diberikan Tuhan karena kasihNya, bahkan dengan penderitaan dan kematian PuteraNya. Dalam Injil berkali-kali Yesus meminta agar kita melakukan apa yang dibuatNya. Karenanya Paulus juga meminta kita berterima kasih, bersyukur dengan berbuat seperti Yesus bagi sesama kita, dengan ikut serta menderita dan mati bersama Kristus, dengan bertahan dalam penderitaan bersama Kristus untuk mengantar orang beriman pada kebangkitan masing-masing (2Tim 2:8-13). Kita berterima kasih dengan menghayati hidup sebagai tugas, bukan sekedar pemberian Allah. Hidup kita hayati sebagai perjuangan bersama Yesus, sebagai kewajiban kita sehari-hari membantu orang lain, itulah syukur dan terima kasih yang wajib kita haturkan.
(H. Hardi Tjandraatmadja)

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>