Sunatan Menurut Iman Katolik

Saya benar2 orang Katolik.Dan saya ingin menanyakan 1 hal yang saya kurang tahu.Namun,sebelumnya saya minta maaf kalau pertanyaan saya kurang berkenan.

Pertanyaan saya :

1. Menurut Iman Katolik,apakah sunat atau khitan pria diharuskan atau diwajibkan?
2. Ayat Alkitab yang mana yang menjadi dasar jawaban pertanyaan nomor 1?
3. Dalam kitab Kejadian 17,dibicarakan kewajiban sunat.Namun,dalam kitab Galatia 5,dibicarakan sunat tidak diwajibkan lagi.Bagaimana penjelasannya?

Tolong pertanyaan saya ini dijawab karena saya ingin mengetahui yang benar.Tolong dijawab menurut Iman Katolik,bukan menurut medis atau kedokteran.Kalau perlu,Romo sendiri yang menjawab dan menjelaskan saya.Terima kasih.

Sdr H, Jakarta

==========================================================

Sdr H. yang baik, bagi orang Katolik sunat atau khitan pria tidak merupakan keharusan/kewajiban. Sunat merupakan bagian pokok dari ajaran agama Yahudi (seperti yang saudara acu dari kitab Kejadian 17), namun sejak masa Gereja Perdana menjadi jelas bagi orang Kristen, sunat hanya dijalankan untuk anggota jemaat yang punya latar belakang Yahudi yang masih mengikatkan diri dengan tradisi keagamaan lama mereka. Dalam Kis 15:1-21 diceritakan sunat menjadi perbincangan hangat karena Paulus dan Barnabas membaptis orang non-Yahudi tanpa meminta mereka “diyahudikan” dahulu dengan disunat. Orang-orang Kristen dari golongan Farisi yang sangat menekankan pelaksanaan detail hukum Taurat menyatakan “Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa” (Kis 15:5). Sidang para pemuka Gereja Perdana itu kiranya juga masih ingat kasus pembaptisan Kornelius oleh Petrus yang dipersoalkan orang-orang dari golongan bersunat sebelumnya (Kis 10:1-47; 11:1-18). Dikisahkan bahwa Kornelius dan semua orang yang mendengar pewartaan itu mendapat pencurahan Roh Kudus, bahkan sebelum mereka dibaptis dengan air (Kis 10:44-48) sehingga soal sunat atau tidakpun tidak lagi jadi persoalan. Yakobus dalam Konsili Yerusalem akhirnya menetapkan atas nama sidang untuk tidak mempermasalahkan/menjadikan sunat sebagai kewajiban, tetapi masih mewajibkan agar orang-orang Kristen non Yahudi “menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah” (Kis 15:20).

Keputusan Pemuka Gereja perdana itu kiranya berdasar pada semangat ajaran Yesus sendiri yang menempatkan cinta kasih sebagai hukum utama dan terutama (Mrk 12:30-31; Mat 22:37-40; Luk 10:27; Yoh 13:34; 15:12). Saya rasa penting untuk menempatkan “kewajiban”, apapun itu, dalam konteks semangat dasar Yesus tsb yang ditampilkan oleh keempat Injil, juga dalam tulisan-tulisan lain di Perjanjian Baru. Saya akan mengacu pada ajaran Yesus dalam Injil Mateus yang kiranya mewakili ajaran Yesus yang ditampilkan ketiga penulis Injil lain juga. Berkaitan dengan hukum (Taurat, termasuk khitan), Yesus datang untuk menggenapinya (Mat 5:17) dengan membuat tafsir yang melampaui semangat jamanNya, bertumpu pada tantangan untuk “menjadi sempurna, sama seperti Bapa yang disorga adalah sempurna” (Mat 5:48). Salah satu kuncinya: Yang akan masuk dalam kerajaan surga adalah dia yang melakukan kehendak Bapa di surga (Mat 7:21). Kehendak Bapa adalah “belas kasihan (dan keadilan dan kesetiaan) dan bukan persembahan” (Mat 9:13; 12:7; 23:23, “persembahan” disini mengacu pada pelaksanaan hukum Taurat). Orang-orang Farisi sering berusaha menyalahkan Yesus dan murid-murid karena dianggap melanggar Taurat berkenaan dengan hari Sabat (misalnya Mat 12:1-15a), namun Yesus menegaskan Sabat/hukum untuk manusia dan bukan manusia untuk hukum (contoh tanggapan keras Yesus atas interpretasi hukum yang mencampuradukkan adat istiadat dengan perintah Allah yang sejati: Mat 15:1-20; juga Mat 23:1-36).

Gal 5 mencerminkan sikap dasar Paulus yang secara lebih luas dan mendalam argumentasinya dipaparkan di suratnya pada jemaat di Roma. Sejalan dengan semangat Yesus gurunya, Paulus menyatakan yang penting adalah “sunat di dalam hati, secara rohani, bukan hurufiah/lahiriah” (Rom 2:29, ingat komentar Yesus tentang apa yang menajiskan orang adalah lebih soal yang keluar dari hati, bukan soal apapun yang masuk dari luar ke dalam seseorang, yang juga jadi dasar menyatakan semua makanan halal –Mrk 7:15-23). Menarik juga mencatat argumen Paulus bahwa Abraham dibenarkan oleh Tuhan karena imannya sebelum dia disunat, sehingga dia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tidak bersunat juga selain menjadi bapa orang-orang bersunat dengan disunatnya Abraham kemudian (Rom 4:10-12). Bukankah Allah Bapa kita di surga juga adalah Allah Bapa semua mahluk ciptaan, bukan hanya orang Yahudi atau Kristen saja?

49 Responses to “Sunatan Menurut Iman Katolik”

  1. Saya mulai agak mengerti sekarang.Tapi,yang masih membuat Saya penasaran adalah apakah orang yang tidak bersunat bisa masuk Surga menurut Katholik,karena ada tertulis dalam Alkitab Perjanjian Lama:
    Kejadian 17:14 berbunyi “Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”
    Ayat itu yang biasanya menyerang iman umat Katholik tentang penyunatan.
    Saya juga masih bingung kenapa Tuhan tega memberikan Perjanjian Sunat yang menyebabkan kesakitan yang luar biasa kepada manusia.Kenapa kok tidak pengorbanan yang lain & tidak menyakiti manusia?
    Saya mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan dalam konsultasi ini.Terima kasih,Romo.

  2. Dalam perjanjian lama, mereka yang ingin menjadi Yahudi harus mengakui Allah Israel dan harus di sunat, sedangkan dalam perjanjian baru, mereka yang ingin menjadi pengikuti Kristus harus mengakui Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus dan harus di baptis.
    Dalam perjanjian lama mereka yang lahir dalam keluarga Yahudi harus disunat, untuk menjaga tradisi dan keyakinan Yahudi bahwa mereka akan dibangkitkan kelak.

    Oleh karenanya, dalam perjanjian baru, mereka yang lahir dalam Keluarga Kristen dibaptis untuk keyakinan yang sama dengan Yahudi.

    Pola yang sama adalah jika ia adalah seorang dewasa, maka ia harus percaya terlebih dahulu sebelum menerima tradisi ini. Jika ia masih anak2 yang masih sangat muda untuk memiliki kepercayaan, tetap diijinkan menerima tradisi tersebut dalam kuasa bahwa ia akan dibangkitkan dalam iman.

    Ini adalah basis referensi Paulus untuk membaptis sebagai “Sunat dalam nama Kristus” itulah “Sunat” yang kini diyakini oleh Kristiani.

    “Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,
    karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.” (Kol 2:11-12)

  3. Secara tradisi, keluarga kami Katholik dan tidak disunat. Namun pada saat kuliah, saya harus menjalani mata kuliah renang. Seusai renang, mahasiswa laki-laki melakukan mandi bersama dan ganti celana renang bersama di suatu ruangan, karena ruang ganti sangat terbatas. Di situlah, teman-teman mahasiswa yang berbeda agama mau tidak mau melihat kemaluan saya yang memang tidak disunat. Antara ingin tahu dan meledek, mereka bertanya kenapa saya tidak disunat. Mereka bahkan meminta saya memperagakan bagaimana saya membersihkan kemaluan dengan menarik kulit yang seharusnya disunat itu. Setelah kejadian itu, saya berpikir bahwa karena alasan budaya, sebaiknya kemaluan saya disunat saja. Teman-teman mahasiswa mendukung gagasan ini. Maka saya pun disunat dengan ditemani teman-teman mahasiswa pada umur 20 tahun. Mereka bertepuk tangan waktu melihat di ruang penyunatan : kulit saya dipotong habis. Bagi saya, ini merupakan tindakan terkait dengan kebiasaan saja, karena setelah saya disunat, teman-teman mashasiswa semakin bisa menerima saya: mereka sudah bisa melihat bahwa kemaluan saya sudah normal justru karena sudah disunatkan.

  4. Kita yg hidup dmasyarakat memang tdk dpt terlepas dr kebudayaan.
    Namun,kebudayaan tersebut seharusnya tdk mencakup utk hal yg pribadi spt sunat.Kita harus menentukan yg terbaik utk tubuh kita meskipun yg terbaik itu tdk sesuai dengan kebudayaan atau kebiasaan masyarakat kita selama hal tersebut tidak menyebabkan dosa.

    Saya jg pernah mengalami hal serupa spt sdr Budi,namun,saya tetap pada pendirian saya utk tdk bersunat krn itulah yg terbaik bagi diri saya dan kebiasaan tersebut tdk dpt memperngaruhi saya.Meskipun beberapa teman saya yg tdk seagama meledek saya,namun saya tdk pedulikan meskipun ada rasa marah krn saya meyakini bahwa Gereja Katolik tdk menganggap sunat sbg budaya Gereja sebab sunat fisik/lahiriah tdk berarti bagi iman Kristiani.

  5. Dilihat dr kasus sdr Budi,sdr Budi melaksanakan sunat hanya krn terpengaruh oleh kebiasaan/pergaulan sehingga tdk terpikirkan apakah hal tersebut adalah hal terbaik bagi dirinya atau tidak.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai kebenaran pernyataan sunat di luar bidang keagamaan,bisa dilihat di link2 berikut ini :
    http://www.circinfo.org
    http://www.circumstitions.com/index.html
    Dalam link2 tersebut diungkapkan pula beberapa kenyataan yg disembunyikan oleh pihak2 pendukung sunat.
    Utk alasan mengapa umat Kristiani tdk perlu sunat,lihat di link berikut :
    http://www.circumstitions.com/Xy.html#nt

  6. Utk informasi kegunaan dr kulit yg disunat,bisa dilihat di link berikut :
    http://www.foreskin.org/
    Di link tersebut jg terdapat informasi mengenai pengembalian kulit yg telah tersunat menjadi seperti sedia kala.

    Sbg catatan,link2 tersebut berbahasa Inggris dan tdk digunakan utk bermain2 atau hal yg aneh2.Link2 tersebut benar2 nyata dan dibuat utk pengetahuan saja,bkn utk hal2 yg tdk benar.

  7. Cermatilah ayat Alkitab berikut bahwa sunat tdk berarti & dianjurkan tak dilakukan bagi umat Kristen khususnya Katolik.

    Galatia 5:2-6 :
    ” Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.”

  8. Berikut ini adalah link yg saya temukan scr tdk sengaja saat melakukan browsing website2 mengenai iman Katolik :
    http://www.catholicsagainstcircumcision.org

  9. Sunat itu sebenarnya tanpa melihat situs Circumcition pun memang tidak penting.dalam Agama tetangga sunat dianggap untuk kebersihan,tapi di Jepang mayoritas 99% warganya tidak sunat.bahkan Tingkat HIV/AIDS di Jepang 0,5%,Lebih Rendah dibanding Negara Arab dan Yahudi Lainnya.asalkan Kita tiap hari membersihkan penis kita,kesehatan tetap akan kita peroleh.
    sdr.Budi sudah salah persepsi.di Arab dan yahudi sunat dilakukan karena disana krisis Air.sehingga mereka membodohi manusia dgn menganggap sunat itu wajib.

  10. Saya menyadari bahwa dalam agama saya (Katholik) disunat memang tidak harus. Tetapi ketika saya hidup bersama dengan orang-orang yang disunat (beragama lain), saya memilih ikut menyunatkan diri meskipun tetap teguh pada agama Katholik. Lagipula, baru-baru ini ketika tugas luar kota di mana saya harus menginap di hotel dengan teman yang juga Katholik, ternyata dia disunat juga (pada saat kencing bersama, tidak sengaja saya melihat bahwa kemaluannya disunat, bahkan terlihat belum sembuh karena masih di-perban). Menurut teman saya ini, dia disunat baru 1 minggu lalu, yaitu 1 hari setelah dia menikah (dia ini pengantin baru). Dia disunat oleh keluarga istrinya (kebetulan kakak istrinya seorang dokter; meskipun kakak istrinya ini dokter wanita, tetapi bisa menyunat juga). Keluarga istri teman saya ini semua Katholik, tetapi mereka disunat. Saya dan teman saya itu akhirnya saling berbagi cerita bahwa saya pun disunat karena menyesuaikan diri dengan lingkungan (kalau teman saya ini: menyesuaikan diri dengan kebiasaan sunat dari keluarga istrinya). Dari obrolan kami berdua itu (saat itu saya jadi iba karena kemaluan teman itu masih mengeluarkan darah meskipun sudah di-perban), kami sepakat bahwa sunat itu baik untuk kesehatan dan kebersihan kelamin, karena dengan disunat maka kepala kemaluan menjadi bersih. Dan ini pun tidak dilarang agama. Namun bagi yang tidak mau disunat, ya tidak apa-apa, asalkan rajin membersihkan kepala kemaluan yang tertutup kulit (yang digunting kalau saja disunat).

  11. Rupa2nya Sdr.Budi telah terpengaruh oleh budaya sunat di Indonesia.
    Memang bisa dimaklumi bahwa umat Muslim adalah mayoritas di Indonesia.Namun,biarlah mereka percaya apa yg mereka percayai.
    Ternyata Sdr.Budi pun telah melupakan ajaran bahwa Tuhan menciptakan manusia baik adanya pada kisah penciptaan (Kejadian) & Kristus telah menebus dosa kita termasuk kurban sunat dengan darah-Nya di kayu Salib sehingga sia2 lah Kristus menebus kurban sunat utk Anda.
    Jika Anda benar2 mengimani bahwa Allah menciptakan manusia baik adanya,maka Anda harus percaya bahwa kulup (kulit yg dibuang saat sunat) adalah sangat bermanfaat & tidak merugikan meskipun hal2 di luar agama Katolik mengatakan bahwa sunat menguntungkan.
    Sebab,iman tanpa perbuatan adalah sia2.
    Ingat,Allah memberikan hukum Taurat yg juga berisi perintah sunat hanya kepada umat Yahudi & bukan utk umat Katolik sebab hukum Taurat termasuk sunat telah digenapi oleh Kristus & Kristus memberikan hukum baru yaitu Hukum Cinta Kasih.

    Ketahuilah,tingkat sunat terbesar di Indonesia hanya ada pada pulau Jawa & Sumatra.Jika Anda pergi ke daerah lain,maka Anda menemukan bahwa sebagian besar umat Katolik di Bali,Kalimantan,Sulawesi,dsb tidaklah bersunat sampai tua.

    Saya mengalami pula ejekan2 dari orang2 di sekitar saya karena saya tidaklah disunat & saya pun hidup di pulau Jawa di mana kebudayaan sunat sangatlah populer.Tapi,saya yakin bahwa sunat tidak lah memiliki keuntungan apa2 di bidang kesehatan apalagi kebersihan karena saya yakin bahwa Tuhan tidaklah mungkin mencelakakan umat-Nya dengan pemberian kulup pada laki2.Dan,penelitian2 mengenai keuntungan2 sunat semuanya bermasalah & memiliki banyak kelemahan jika Anda melihat lebih teliti sehingga penelitian2 tersebut tidaklah dapat dipercaya.

    Ingat,terkadang apa yg dilakukan mayoritas masyarakat bisa saja salah,contohnya adalah sunat.

  12. saya mengutip perkataan sdr budi demikian : “…mereka sudah bisa melihat bahwa kemaluan saya sudah NORMAL justru karena sudah disunatkan…”

    jadi menurut sdr budi ini kemaluan yg disunat adalah kemaluan yg normal & kemaluan yg tdk disunat adalah kemaluan yg tidak normal alias bercacat. Tuhan Allah menciptakan manusia pd hari keenam & Allah melihat hal itu baik adanya. Kejadian 1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

    kesimpulannya sdr budi menganggap Allah menciptakan manusia dengan sebuah kecacatan berupa pemberian kulit kulup yg harus dibenahi manusia dengan sunat. jika saya mengikuti pemikiran sdr budi ini berarti saya menganggap Allah itu bukanlah Allah yg peduli pd manusia sebab jika sunat memang bermanfaat & Allah benar-benar peduli pd manusia maka pastilah Allah tdk menciptakan kulit kulup tersebut pd tubuh laki-laki.
    bagi saya perkataan sdr budi yg saya kutip adalah penghinaan pd Allah Bapa. jujur saja saya justru menganggap kemaluan yg disunat adalah kemaluan yg tdk normal alias cacat.

    jujur saja saya kagum pd manusia (sebagian) karena dengan akal budi & kelicikannya dia bisa mengubah tindakan tak bermoral & sadis seperti (non terapi) sunat menjadi tindakan yg dpt diterima masyarakat sbg hal yg normal & menguntungkan. dalam bukunya Paus Pius XII menuliskan demikian : “From a moral point of view, circumcision is permissible if, in accordance with therapeutic principles, it prevents a disease that cannot be countered in any other way” (Pius XII, Discorsi e messaggi radiodiffusi, t. XIV, Rome 1952, s. 328-329) & Paus Benedict XIV pd De Synodo dioecesana mengatakan demikian : “…the amputation of any part of the human body is never legal, except when the entire body cannot be saved from destruction by any other method.”

    pd kenyataannya penelitian-penelitian yg mengatakan bahwa sunat itu sangat menguntungkan tdk dpt dibenarkan lagi sebab pd penelitian-penelitian tersebut tdk melihat faktor resiko lainnya.
    silakan baca kesimpulan analisis berupa laporan pd :
    Circumcision health benefit virtually nil, study finds
    silakan baca penelitian yg dimaksud pd :
    Safety and Efficacy of Nontherapeutic Male Circumcision: A Systematic Review oleh para pakar bedah Australia

    dengan demikian non-terapi (non-therapeutic) sunat adalah TIDAK BERMORAL sesuai apa yg dikatakan Paus Pius XII & Paus Benedict XIV karena sunat tidak mencegah penyakit apa pun menurut penelitan & itulah memang kebenarannya.

    sebenarnya para peneliti yg menghasilkan hasil yg mendukung sunat telah terpengaruhi oleh faktor budaya mengenai kebiasaan sunat & faktor ini jelas berpengaruh pada hasil penelitian yg didapatkan.
    & lagi hasil penelitian yg salah ini jelas-jelas melanggar etika kedokteran internasional seperti.

    berikut ini adalah syarat penelitian yg dilanggar oleh para peneliti yg mendukung sunat : “Circumcision practices are largely culturally determined and as a result there are strong beliefs and opinions surrounding its practice. It is important to acknowledge that researchers’ personal biases and the dominant circumcision practices of their respective countries may influence their interpretation of findings.” (Siegfried N, Muller M, Volmink J, Deeks J, Egger M, Low N, Weiss H, Walker S, Williamson P. Male circumcision for prevention of heterosexual acquisition of HIV in men (Cochrane Review). In: The Cochrane Library, Issue 3, 2003. Oxford: Update Software)

    link berikut ini berisi kelemahan-kelamahan penelitian yg mendukung bahwa sunat menurunkan angka infeksi HIV sangat banyak : Male circumcision is not the HIV ‘vaccine’ we have been waiting for!
    jadi,jangan pernah diperdayai lagi oleh tipuan keuntungan sunat.

    dengan demikian non-terapi (non-therapeutic) sunat adalah TIDAK BERMORAL sesuai apa yg dikatakan Paus Pius XII & Paus Benedict XIV karena sunat tidak mencegah penyakit apa pun menurut penelitan & itulah memang kebenarannya.

    sebenarnya para peneliti yg menghasilkan hasil yg mendukung sunat telah terpengaruhi oleh faktor budaya mengenai kebiasaan sunat & faktor ini jelas berpengaruh pada hasil penelitian yg didapatkan.
    & lagi hasil penelitian yg salah ini jelas-jelas melanggar etika kedokteran internasional seperti.
    berikut ini adalah syarat penelitian yg dilanggar oleh para peneliti yg mendukung sunat : “Circumcision practices are largely culturally determined and as a result there are strong beliefs and opinions surrounding its practice. It is important to acknowledge that researchers’ personal biases and the dominant circumcision practices of their respective countries may influence their interpretation of findings.” (Siegfried N, Muller M, Volmink J, Deeks J, Egger M, Low N, Weiss H, Walker S, Williamson P. Male circumcision for prevention of heterosexual acquisition of HIV in men (Cochrane Review). In: The Cochrane Library, Issue 3, 2003. Oxford: Update Software)

    link berikut ini berisi kelemahan-kelamahan penelitian yg mendukung bahwa sunat menurunkan angka infeksi HIV sangat banyak : Male circumcision is not the HIV ‘vaccine’ we have been waiting for!
    jadi,jangan pernah diperdayai lagi oleh tipuan keuntungan sunat.

    kidzzz89@gmail.com
    Chris

  13. karena linknya hilang saat moderasi saya cantumkan ulang :
    silakan baca kesimpulan analisis berupa laporan pd :
    Circumcision health benefit virtually nil, study finds
    silakan baca penelitian yg dimaksud pd :
    Safety and Efficacy of Nontherapeutic Male Circumcision: A Systematic Review oleh para pakar bedah Australia

    saya tdk heran cukup banyaknya umat Katolik yg melakukan sunat karena Gereja Katolik Roma memang secara teknis tdk mengeluarkan larangan sunat dengan doktrin namun secara tdk langsung dr apa yg dikatakan Paus Gereja Katolik Roma melarang praktik sunat pd alat vital yg sehat.

    jujur saja saya memang agak tabu membahas hal ini di tempat religius spt website ini.
    namun demi kebaikan sesama manusia saya wajib memberitaukan mengenai kebenaran ini.
    dengan demikian saya pun menjauhkan diri saya & anak serta keturunan saya dari sunat yg tdk berguna ini sesuai keyakinan Katolik saya. dengan tegas saya melarang praktik sunat ini dalam keluarga saya.
    terima kasih atas perhatian pembaca.

  14. @Chris.. anda salah interpretasi…

    GEreja KAtolik tidak akan pernah melarang adanya sunat. MEngapa ? YEsus juga di sunat !

    di bawah ini adalah QA yang saya ambil dari catholic.com

    Q:“ Since paragraph 2297 of the Catechism of the Catholic Church forbids deliberate mutilation, why is non-therapeutic circumcision allowed?

    ”A: Mutilation involves altering the body for non-therapeutic reasons in ways that interfere with the body’s ability to function. Circumcision was established by God as a sign of the Old Covenant (Gen. 17:10–14) and practiced by God’s people in obedience to him for thousands of years until it was superseded by baptism (Col. 2:11–14). Therefore, we must assume that God would not establish a ritual for his people that can be considered deliberate mutilation and thus intrinsically immoral. Even so, parents who object to non-therapeutic circumcision have the right to refuse to circumcise their sons as a matter of conscience. They should, however, take care not to make their arguments against circumcision in such ways that it casts aspersion on the legitimate choice of other parents to circumcise.

  15. sekali lagi saya ungkapkan bahwa sebelumnya saya menuliskan bahwa secara teknis Gereja Katolik tdk mengeluarkan doktrin yg melarang sunat tapi secara tdk langsung Gereja Katolik melarang praktik sunat melalui perkataan & buku yg ditulis oleh Paus spt yg saya tuliskan di atas.
    mengenai rencana ke depan Gereja Katolik akan mengeluarkan doktrin yg melarang sunat atau tdk saya tdk memastikannya namun scr jelas Paus menuliskan spt yg saya tuliskan di atas & saya lebih mengikuti perkataan Paus tersebut bahwa sunat telah melanggar syarat yg dikemukakan Paus Pius XII daripada perkataan seseorang biasa dlm catholic.com.
    lagipula pengurus catholic.com adalah seorang Amerika di mana terdapat pengaruh sunat yg kuat sehingga apa yg dia kemukakan bisa saja terdapat motivasi utk membenarkan perbuatan tak bermoral yakni sunat.
    mengenai pernyataan “Tuhan tdk akan memberikan praktik sunat jika sunat nantinya dianggap sbg mutilasi & tindakan tdk bermoral” saya memiliki jawabannya sbg berikut.
    perlu digarisbawahi bahwa sunat hanya diberikan utk bangsa Israel & hal itu bkn utk tujuan apakah nantinya bermanfaat atau tdk.
    sunat hanyalah sekedar ritual pengurbanan semata utk membuktikan iman bangsa Israel di mana pada waktu itu terdapat banyak orang yg tdk beriman pada Allah Bapa.
    jika saya mengikuti pernyataan catholic.com berarti saya diperbolehkan utk membunuh karena Bapa memberikan perintah utk jangan membunuh tetapi mengapa Bapa membunuh penduduk kota Sodom & Gomora (Kej 13:10)?
    lalu mengapa Allah Bapa melenyapkan penduduk Sodom & Gomora?
    krn Allah memberikan hukuman kpd penduduk Sodom & Gomora krn dosa-dosa penduduk Sodom & Gomora tdk dpt ditolelir lg (Kej 13:13).
    sama halnya spt sunat dengan memberikan sunat Allah Bapa ingin menghukum umat Israel krn sering kali iman umat Israel kpd Tuhan goyah & Allah ingin memberikan pengujian iman umat Israel dengan sunat.
    tidak ada hukuman yg secara fisik enak.
    jika sunat bukanlah praktik yg tdk bermoral atau salah lalu utk apa Tuhan kita Yesus Kristus memenuhi perjanjian sunat pula utk manusia & menggantinya dengan pembabtisan?
    dalam the official paper of the Roman Catholic Diocese of Brooklyn Father (Romo) John Dietzen mengatakan demikian : “… Elective circumcision clearly violates that standard. It is an amputation and mutilation, and, to my knowledge, and as you note, no significant medical group in the world defends it as having any therapeutic value. In 1999 the Council on Scientific Affairs of the American Medical Association stated that neonatal circumcision is nontherapeutic because no disease is present and no therapeutic treatment is required. …”
    Johan jika anda mengatakan bahwa kita boleh melakukan sunat krn Yesus disunat pula maka anda telah salah besar.
    Yesus disunatkan krn Bunda Maria ingin melaksanakan perintah Taurat sesuai tradisi Yahudi & dengan sunat Yesus memenuhi perjanjian sunat utk semua org yg diadakan Allah kpd Abraham.
    dlm Cantate Domino 1441 Paus Eugene IV menandatangani bahwa umat Katolik tdk boleh terpancing utk msk ke dlm tradisi Yahudi termasuk tradisi sunat.
    & bukti-bukti yg saya tuliskan di sini sdh cukup utk membuktikan bahwa secara tdk langsung Gereja Katolik melarang praktik sunat.
    yg saya bawa di sini adalah bukti-bukti dokumen Gereja Katolik sementara yg dikatakan oleh Michelle Arnold bisa saja merupakan opini dr dirinya utk membenarkan sunat di Amerika.
    dengan adanya dokumen-dokumen tersebut membuktikan bahwa Gereja Katolik sangat menghormati keutuhan tubuh (bodily integrity).
    Johan jika anda berkomentar krn hanya termotivasi utk membenarkan sunat sebaiknya jangan anda lakukan.
    apa yg saya sharingkan adalah demi kebaikan bersama antar umat Katolik & bukan krn motivasi buruk.

  16. sdr Johan jika anda membenarkan sunat krn termotivasi oleh lingkungan tempat tinggal anda di mana sunat sdh menjadi kebiasaan yg ditularkan dr kalangan Muslim maka sebaiknya anda memeriksa kembali iman anda kepada agama mana anda beriman.
    saya tambahkan lg mengenai perjanjian sunat.
    bacalah baik-baik bahwa secara jelas Kej 17:10 menyebutkan bahwa perjanjian sunat hanya diberikan hanya kpd keturunan fisik Abraham yaitu umat Israel & umat lain yg msk ke dlm agama Yahudi Kej 17:12-13.
    bacalah baik-baik pula Ulangan 4:44,1 Tawarikh 16:40,Nehemia 8:1,& Maleakhi 4:4 yg menyebutkan bahwa hukum taurat yg memuat sunat pd mitsvot ke 18 secara jelas hanya diberikan kpd umat Israel bukan utk umat Katolik,dsb.
    & Yesus telah menggenapi hukum Taurat tersebut serta memberikan Hukum Cinta Kasih & tentunya anda paham mengenai hukum ini.
    menurut Hukum Cinta Kasih ini di manakah letak kasih dr non-terapi sunat?
    kasih orangtua kpd anaknya pun tdk sampai melukai anaknya saat orangtua memukul anaknya demi maksud baik krn anaknya berbuat keterlaluan.
    namun secara jelas tdk ada kasih dr praktik melukai seseorang dengan sunat (saya sdh jelaskan tentang Sodom & Gomora di atas).
    sekali lg saya tuliskan bahwa secara tegas Gereja Katolik melalui dokumen-dokumennya menyatakan bahwa yg diizinkan hanyalah (therapeutic) sunat.
    & satu alasan lg Allah berkehendak agar Yesus menggenapi perjanjian sunat adalah krn Allah ingin mempertegas kembali bahwa Allah menciptakan manusia sungguh amat baik & tdk bercacat dengan pemberian kulit kulup kpd laki-laki (Kej 1:31).
    apa yg saya sharingkan ini bukanlah suatu argument namun kenyataan.
    & saya pun mengajarkan kpd anak-anak serta keturunan saya bahwa berdasarkan dokumen-dokumen Gereja yg berasal dr perkataan Paus sendiri iman Katolik adalah iman yg melarang sunat.
    iblis bekerja melalui banyak cara utk menyesatkan umat Kristiani dengan Hukum Sunat salah satunya adalah argumen kesehatan sunat yg jelas-jelas tdk terbukti & rasul Paulus telah memperingatkan hal itu kpd kita umat Kristiani :
    Titus 1:10-11 “Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran. Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan.”
    nasihat saya adalah non-terapi sunat
    sama sekali tdk menguntungkan bagi kesehatan & jangan terpancing oleh tradisi Yahudi & Islam krn iman Katolik bukanlah iman bersunat fisik.
    saya berani & benar-benar yakin meyakini bahwa iman Katolik Roma sebenarnya adalah iman yg melarang sunat.
    mengapa anda sebagai umat Katolik tdk berani meyakini seperti apa yg saya yakini?
    jika bukti-bukti msh kurang maka saya bisa membawa bukti-bukti yg lebih banyak lg ke sini.

  17. satu hal lg bahwa tdk menyunatkan diri adalah salah satu wujud syukur & penghargaan atas apa yg telah diciptakan atau diberikan Allah kpd manusia termasuk bagian yg disunat.
    saya bisa memahami makna perjanjian sunat dlm Kej 17 bahwa kita harus bersyukur krn Tuhan ingin mengambil kulit kulup hanya milik orang Israel saja melalui praktik sunat ini.
    bisa anda bayangkan pasti umat Israel saat ini & dulu memiliki keinginan merasakan bagaimana memiliki kulit kulip.
    namun krn perjanjian sunat utk membuktikan iman umat Israel kpd Tuhan mereka terpaksa menyunatkan diri.
    inti dr apa yg saya tegaskan di sini adalah kita seharusnya bersyukur dr apa yg kita miliki & menghargai apa yg telah diciptakan Allah Bapa.
    janganlah menjadi orang munafik karena mengakui diri yg bersyukur & memiliki kasih namun nyatanya melakukan non-terapi sunat yg menyimbolkan rasa ketdkbersyukuran & ketdkadanya kasih dlm diri anda.
    Gereja telah secara tdk langsung melarang praktik sunat.

  18. dibawah ini adalah kutipan mengenai sunat dari ensiklopedi perjanjian baru :

    1. Penyingkiran selaput. Kebiasaan kuno bgs mesir,edom, amon, moab dan israel, namun tidak dikenal oleh bangsa asyur, khaldea,filistin. Lambang ikut sertanya seseorang dalam suatu masyarakat.

    2. Orang2 ibrani memandangnya sebagai upacara keagamaan. Mereka menghubungkannya dengan abraham, moyang bangsa mereka.Sunat adalah tanda fisik perjanjian dengan Yahweh dan melambangkan integrasi dalam hidup keagamaan bangsa Yahudi.

    3. Gereja Kristen Awal tidak mau membebankan orang kafir yang bertobat dengan kewajiban sunat Yahudi. Paulus menyatakan bahwa iman menjadikan sunat sia-sia, sebab Kristus sendirilah yg menyelamatkan manusia, Sunat sejati bersifat rohani, batiniah; sunat yg demikian tidak dikerjakan dengan tangan.Inti sunat rohani ialah bertobat dan menerima Kristus.
    (Kis 15:1-20,Rm3:30,4:9,1Kor7:19,Gal5:2,6;6:15,Flp3:3,Kol2:11)

  19. @Chris.. anda masih salah interpretasi termasuk menafsirkan ayat kitab suci..

    Tentang Sodom dan Gomora dan masih banyak contoh lain tentang Allah menghancurkan orang-orang yang tidak beriman, harus memahami dulu sifat Allah, dan saya tidak tahu seberapa jauh anda memahami hal ini. Allah yang maha adil tidak bisa berkontradiksi dengan dirinya sendiri.jika pun Allah membunuh seisi bumi ini, itu adalah hak Allah dan apa yang dilakukan Allah itu adil menurut-Nya.. loh kok gitu katanya Allah maha kasih ? jika Allah tidak mengasihi manusia maka ketika manusia jatuh ke dalam dosa langsung masuk neraka. Tetapi Allah merancang karya keselamatan yang luar biasa bagi umat manusia.

    saya tidak akan bahas panjang lebar di sini silahkan anda ke ekaristi.org/forum.. silahkan anda ke sana dan bertanya, anda bisa belajar banyak dari para moderator dan member2 di sana.

    baik kembali ke masalah sunat.. sekali lagi GEreja tidak pernah melarang sunat, karena itu akan bertentangan dengan apa yang telah dilakukan oleh Kepala-Nya yaitu Yesus Kristus. dan bagaimana pun anda tidak bisa punya tulisan atau kutipan siapa pun yang bisa menyangkal hal ini.
    anda benar, YEsus disunat karena tradisi Yahudi.. tetapi apakah Yesus tidak bisa menolaknya jika ini bertentangan dengan kehendak BApa-Nya ? cobalah renungkan hal ini baik-baik, jangan sembrono menafsirkan kitab suci tanpa melihat dasar-dasar yang harus dipahami lebih dulu.

    untuk sementara itu dulu.. nanti saya bahas mengenai kutipan2 anda jika anda cukup bersabar dan tidak emosi membuat argumentasi sanggahan, jika anda kurang bersabar silahkan ke http://www.ekaristi.org/forum, moderator dan member bisa menjawab pernyataan anda di sana

  20. mengenai “tafsiran” Alkitab saya yg anda maksud mengenai sunat saya tdk perlu menanyakannya krn saya menyakini bahwa yg saya yakini adalah kebenarannya.
    tdk perlu ada ucapan salah tafsiran atau salah interpretasi yg ditujukan kpd saya utk membenarkan praktik sunat.
    sesuai kata rasul Paulus dlm Titus 1:10-11 saya harus berhati-hati krn banyak manusia yg mau menjebak umat Kristus ke dalam Hukum Sunat dengan berbagai cara termasuk menyalahartikan Alkitab mengenai larangan sunat dlm Alkitab.
    setelah mengalami banyak kebohongan dari para dokter atau peneliti pendukung sunat saya menjadi tdk percaya pd orang lain pendukung sunat krn mereka telah terinfeksi “penyakit” tradisi sunat yg tak bermoral.
    apa yg dikatakan dlm Alkitab oleh rasul Paulus telah jelas bahwa Gereja secara tdk langsung telah melarang sunat sebagai tindakan tak bermoral.
    Yesus disunat adalah kehendak Bapa untuk mengakhiri praktik sunat pada umat-Nya dengan pemenuhan perjanjian sunat dlm diri Yesus Kristus & jika Bapa tdk berkehendak utk mengakhiri perjanjian sunat maka tentunya Bapa tdk perjanjian sunat namun Bapa memberikan tanda melalui rasul Paulus bahwa Kristus adalah pemenuhan dari segala janji Allah termasuk perjanjian sunat (2 Korintus 1:20).
    saya heran mengapa yg dikutip hanyalah 1 Korintus 7:19 yg terkesan memotong-motong topik Alkitab utk membenarkan non-terapi sunat?
    dalam 1 Korintus 7:18 dikatakan demikian “Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat.”
    dalam 1 Korintus 7:18a dimaksudkan bahwa Gereja menerima umat yg telah terlanjur disunat (dipanggil artinya dibabtis pula) krn jika Gereja melarang sunat secara teknis maka artinya orang bersunat tdk boleh masuk dlm ajaran Gereja namun bukan berarti sebaiknya orang tersebut disunat dahulu sebelum dibabtis & jika demikian artinya orang tersebut mencurangi Allah.
    mengapa dlm 1 Kor 7:18b umat Kristiani tdk boleh disunat?
    jawabannya ada di 1 Korintus 7:19 berbunyi “Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.”,Galatia 5:2-3 “Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.”,& Kolose 2:11 berbunyi “Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa”.
    artinya jika umat Kristiani melakukan non-terapi sunat maka umat tersebut haruslah menaati Hukum Taurat & bukan lagi Hukum Kasih.
    & iblis melakukan banyak cara utk menyesatkan umat Kristiani dengan Hukum Sunat utk alasan apa pun termasuk kebohongan kesehatan (Titus 1:10-11).
    sudah jelaslah bahwa non-terapi sunat adalah penentangan dari Hukum Cinta Kasih.
    saya tdk perlu mengulangi tulisan-tulisan saya sebelumnya.
    perlu anda ketahui saya bukanlah org yg emosian & saya tdk pernah emosi dlm menulis di website sunat ini.
    & juga saya sangat taat pd ajaran Gereja Katolik terutama Alkitab.
    mengenai pengajaran saya mengenai sunat dlm iman Katolik kpd keturunan saya telah saya tetapkan bahwa sunat adalah sesuatu yg berdosa besar (saya sdh ungkapkan alasan saya sebelumnya) bagi umat Kristiani & janganlah mengatur mengenai pengajaran saya ini kpd keturunan saya.
    sudah cukup saya tutup di sini saja utk sementara ini.
    utk komunikasi selanjutnya silakan hubungi saya di email saya yg telah saya tuliskan sebelumnya.

  21. krn saya kelupaan menjawab mengenai sifat Allah maka saya tambahkan sedikit lg.
    & memang benar bahwa Allah memiliki hak utk melakukan apa pun terhadap umat manusia termasuk utk melenyapkan seisi bumi spt dlm Kejadian 6:17.
    namun tdklah semudah itu pemikiran kita terhadap Allah krn Allah adalah maha pengasih & apa yg Allah lakukan spt hukuman kebinasaan adalah demi kebaikan & keadilan umat manusia.
    sama halnya spt sunat Allah ingin menghukum umat Israel krn iman Israel kpd Allah seringlah goyah & meragukan Allah mereka.
    dengan perjanjian sunat Allah memberikan hukuman sebagai konsekuensi dari seringnya terjadi kegoyahan iman Israel kpd Allah sehingga umat Israel harus membuktikan iman mereka kpd Allah dengan kemauan utk menyunatkan diri.
    spt yg saya tulis sebelumnya bahwa hukuman tidaklah enak.
    Allah memberikan perjanjian sunat dlm Kejadian 17 & itu tdklah salah utk umat Israel namun Allah telah memenuhkan perjanjian sunat dlm diri Yesus sehingga Allah menetapkan sunat kembali menjadi arti asalnya yaitu tindakan tak bermoral & kita harus percaya akan hal itu.
    pikirkanlah jika Allah menyatakan bahwa sunat adalah hal yg benar & bukanlah sebuah ritual atau hukuman belaka maka mengapa Allah Bapa menyatakan bahwa apa yg Dia ciptakan (termasuk kulit kulup) baik adanya (Kej 1:31) & Allah memberkati ciptaannya (Yeremia 1:5) serta memenuhi perjanjian sunat dlm diri Yesus?
    jika saya beriman spt apa yg catholic.com katakan mengenai sunat maka tentunya saya harus menghancurkan iman saya bahwa Allah menciptakan manusia baik adanya.

  22. 1. Cantate Domino Eugene IV

    sama sekali tidak bicara mengenai larangan sunat. sebaiknya anda baca terlebih dahulu daripada sekedar mengutip dari tulisan orang lain..

    saya kutip mengenai papal bull tersebut

    “It firmly believes, professes, and teaches that the matter pertaining to the law of the Old Testament, of the Mosaic law, which are divided into ceremonies, sacred rites, sacrifices, and sacraments, because they were established to signify something in the future, although they were suited to the divine worship at that time, after our Lord’s coming had been signified by them, ceased, and the sacraments of the New Testament began; and that whoever, even after the passion, placed hope in these matters of the law and submitted himself to them as necessary for salvation, as if faith in Christ could not save without them, sinned mortally. Yet it does not deny that after the passion of Christ up to the promulgation of the Gospel they could have been observed until they were believed to be in no way necessary for salvation; but after the promulgation of the Gospel it asserts that they cannot be observed without the loss of eternal salvation. All, therefore, who after that time observe circumcision and the Sabbath and the other requirements of the law, it declares alien to the Christian faith and not in the least fit to participate in eternal salvation, unless someday they recover from these errors. Therefore, it commands all who glory in the name of Christian, at whatever time, before or after baptism, to cease entirely from circumcision, since, whether or not one places hope in it, it cannot be observed at all without the loss of eternal salvation.”

    kutipan di atas intinya yaitu keselamatan ada di dalam Yesus, ketidakpercayaan akan hal itu akan menjadikan seseorang berdosa berat walaupun ia mentaati hukum perjanjian lama. Hukum perjanjian lama tidak menyelamatkan apabila seseorang tidak percaya kepada Yesus. Itu sebabnya apabila seseorang sudah percaya kepada Yesus sebagai seorang Kristen, ia menghentikan sunatan [sebagai salah satu tradisi perjanjian lama] sebelum atau sesudah baptis [kecuali hal itu dilakukan bukan karena alasan keperluan untuk keselamatan-karena baptisan sudah memenuhi syarat keselamatan].

    2. Romo John Dietzen dalam akhir tulisannya yang berjudul “The Morality of Circumcision” mengatakan demikian

    “My understanding from physicians is that circumcision rarely if ever arises as an ethical consideration. Usually it is requested by the parents for more social reasons such as, it’s always been done in our family. In that case, the procedure might be carried out in some places rather routinely, even if it is not what the child needs and no curative or remedial reason renders it ethical.”

    dalam kalimat terakhir ia mengatakan bahwa untuk alasan sosial dari orang tua maka hal itu bisa dijalankan, karena hal ini dipertimbangkan bukan sesuatu yang sifatnya rutin.

    3. anda menyindir saya dengan menghubungkan sunat dengan sebuah agama, hal inilah yang justru dijelaskan oleh santo Paulus, bahwa sunat bagi seorang Kristen tidak ada hubungannya dengan agama. Seorang yang mengimani Kristus tidak menggunakan sunat sebagai sebuah sarana keselamatan.

    4. Gereja mengganti tradisi sunat 8 hari setelah bayi dilahirkan dengan desakan untuk membaptis bayi sesegera mungkin.

    5. St. Thomas, St. Agustinus dan para Bapak GEreja mengajarkan hal yang sama mengenai sunat, yaitu iman tentang keselamatan, bukan hanya sekedar perayaan.

    6. sekarang mengenai katekismus Gereja Katolik 2297 [=kutipan Paus Benediktus XVI] terkait dengan amputasi yang juga menjadi argumen mereka yang mengatakan bahwa sunat dilarang oleh Gereja

    saya akan kutip juga dari dokumen GEreja yang anda bisa peroleh dari website vatican.va yang berjudul “INTERNATIONAL THEOLOGICAL COMMISSION – COMMUNION AND STEWARDSHIP: Human Persons Created in the Image of God” (http://www.vatican.va/roman_curia/congregations/cfaith/cti_documents/rc_con_cfaith_doc_20040723_communion-stewardship_en.html)

    saya akan ambil par 83 yang bunyinya sebagai berikut :

    “83. Everyday clinical practice generally accepts a limited form of disposing of the body and certain mental functions in order to preserve life, as for example in the case of the amputation of limbs or the removal of organs. Such practice is permitted by the principle of totality and integrity (also known as the therapeutic principle). The meaning of this principle is that the human person develops, cares for, and preserves all his physical and mental functions in such a way that (1) lower functions are never sacrificed except for the better functioning of the total person, and even then with an effort to compensate for what is being sacrificed; and (2) the fundamental faculties which essentially belong to being human are never sacrificed, except when necessary to save life”

    perhatikan poin 1 “..kecuali untuk fungsi yang lebih baik”

    saya akan berikan link opsi sunat bisa membuat menjadi lebih baik terutama pada saat usia remaja atau dewasa. silahkan ke http://www.circinfo.com/guide_to_decision/index.html dan baca sunat sebagai pilihan dan juga bagian sunat di usia yang berbeda.

    perhatikan poin ke-2 menekankan kepada “fundamental faculties”

  23. amputasi pada poin ke-2 bisa dilakukan apabila syarat-syarat yang tercantum pada par 85 terpenuhi..(baca juga par 84)

    perlu saya luruskan di sini bahwa argumentasi dan penjelasan saya tidak bermaksud menyarankan orang Katolik untuk melakukan sunat, karena sunat bukanlah suatu kewajiban yang harus dipenuhi sebagai seorang Katolik… tetapi lebih menekan bahwa bila seorang Katolik memilih untuk melakukan sunat hal itu tidak di larang oleh Gereja, selama hal itu tidak terkaitan dengan imannya kepada Kristus dan janji keselamatan-Nya.

  24. anda tentunya mengerti tentang ajaran iman tanpa perbuatan adalah sia-sia Yakobus 2:26 “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”.
    demikianlah yg saya imani mengenai Cantate Domino Eugene IV yg mengatakan bahwa sebelum atau sesudah pembabtisan umat Katolik tdk boleh melakukan sunat.
    jika umat Katolik percaya bahwa sunat tdk menyelamatkan & Paus Eugene IV mengatakan agar umat Katolik tdk boleh melakukan sunat maka sebaiknya umat Katolik tdk boleh melakukan sunat utk membuktikan iman mereka melalui perbuatan.
    Tuhan memberikan perjanjian sunat lalu memenuhkannya dlm diri Yesus Kristus serta dlm Kejadian 1:31 tertulis bahwa Allah menciptakan manusia baik adanya & juga perjanjian sunat hanyalah utk umat Israel di masa lampau sebagai konsekuensi atas kebimbangan mereka kpd Allah.
    Allah mengerti bahwa sunat sangatlah tdk bermoral & membuat umat-Nya sengsara & oleh karena itu Allah memenuhkan perjanjian sunat dlm diri Yesus.
    dari sini dapat ditarik sebuah makna bahwa kita sebagai umat Katolik yg telah dilepaskan dr sunat seharusnya bersyukur & tdk melakukan sunat lg.
    mengenai informasi dlm circinfo.com telah dijawab dlm link saya di link Safety and Efficacy of Nontherapeutic Male Circumcision: A Systematic Review (penelitian terbaru) & sebagian besar informasi dlm circinfo.com tersebut adalah salah mengenai sunat dlm kesehatan.
    perlu digaris bawahi bahwa sunat sama sekali tdk mencegah penyakit apa pun.
    jika mau membicarakan mengenai sunat dlm kesehatan lebih detail maka jangan dibicarakan di sini.
    yg anda kutip dr pembicaraan Romo John Dietzen adalah hanya sepengetahuan beliau mengenai sunat dlm kebiasaan Amerika & bukan inti dr pembicaraan beliau.
    berikut ini merupakan inti dr pembicaraan beliau : “Elective circumcision clearly violates that standard. It is an amputation and mutilation, and, to my knowledge, and as you note, no significant medical group in the world defends it as having any therapeutic value.” & bkn seperti yg anda kutip.
    jujur saja jawaban anda sama sekali tdk memuaskan saya & terkesan mempertahankan sunat sebagai praktik yg boleh dilaksanakan.
    saya adalah orang yg berpikiran terbuka jadi jika penjelasan anda memang masuk akal (dlm kerohanian) & bisa saya terima tanpa pergulatan iman maka saya akan terima penjelasan anda.
    seperti yg saya katakan sebelumnya bahwa sunat adalah suatu hukuman bagi umat Israel.
    jika memang sunat berguna,baik,& Allah benar-benar mencintai umat-Nya maka tentunya Allah tdk menciptakan kulit kulup utk laki-laki & semua laki-laki pun pastilah terlahir tanpa kulit kulup.
    jujur saja saya dididik oleh orangtua saya berfokus pada selalu bersyukur sebisa mungkin kpd Allah atas apa yg diberikan-Nya kpd saya & penjelasan anda terkesan menjauhkan saya dr rasa bersyukur tersebut kpd Tuhan.
    membiarkan tubuh tdk disunat merupakan wujud rasa syukur & penghargaan yg paling dasar pada apa yg diciptakan Allah.
    jadi menurut saya anda telah terinfeksi pula oleh “penyakit” tradisi sunat.
    & jika anda memang menjelaskan mengenai hal tersebut maka sebaiknya anda menjelaskannya tanpa terkesan menjauhkan saya dr rasa bersyukur tersebut.
    & telah jelas bahwa sunat memenuhi syarat-syarat definisi mutilasi sehingga sunat pun merupakan MUTILASI ALAT KELAMIN & tdk perlu disembunyi-sembunyikan lg.
    apa yg saya katakan mengenai pengajaran iman Katolik mengenai sunat kpd keturunan saya tetaplah seperti itu & tdk akan saya ubah.
    mohon maaf jika terdapat tulisan saya yg kurang pantas.
    kirimkan saja jawaban anda ke email saya (saya sdh kasih di atas) & tdk perlu menulis kembali di sini krn di sini sedikit tabu utk membicarakan hal sunat.

  25. saya perlu menambahkan sesuatu mengenai sunat ini krn hal ini sangatlah penting.
    seperti pada poin pertama “..kecuali untuk fungsi yang lebih baik”.
    secara jelas telah diungkapkan oleh para peneliti dalam penelitian terbaru bahwa sunat tdk membawa fungsi yg lebih baik pd bagian alat kelamin secara keseluruhan sehingga sunat tdk termasuk ke dlm syarat “kecuali” ini.
    saya kutip hal berikut ini : “That circumcision is far from benign is indicated by a death rate of infants from one year for this procedure of 16 per 90,000, an incidence of 1:6000 operations.” (Baker RL. Newborn male circumcision: needless and dangerous. Sexual Medicine Today 1979;3(11):35-36)
    apakah prosedur yg berisiko kematian ini (kutipan di atas adalah tingkat kematian sunat di Amerika) yg anda anggap membawa fungsi yg lebih baik?
    masih banyak lg penjelasan bahwa non-terapi sunat sama sekali tdk ada gunanya & dengan itu jelaslah bahwa sunat termasuk tindakan tak bermoral menurut syarat yg dikatakan Paus.
    saya yakin dari bukti yg telah saya sampaikan saya menduga bahwa anda telah dibutakan oleh keuntungan-keuntungan sunat yg sebenarnya adalah kebohongan & anda tdk bisa menerima kenyataannya spt itu.
    dlm circinfo.com dituliskan bahwa sunat mencegah kanker tapi penelitian terbaru mengatakan bahwa sunat tdk terbukti dpt mencegah kanker.
    perlu digarisbawahi bahwa sunat sebenarnya sama sekali & tdk akan pernah dpt mencegah suatu penyakit apa pun.
    jadi jangan membohongi bahwa sunat dpt mencegah penyakit!
    demikianlah.
    sekali lg saya mohon maaf jika terdapat kata-kata yg kurang berkenan di hati anda.
    terima kasih.
    silakan balas di email saya saja.

  26. 1Kor7:19 isinya sudah sangat jelas, tanpa perlu dikutip ayat2 sebelumnya. sebgai org kristen (pengikut Yesus) mau disunat apa enggak enggak ada artinya (enggak ngaruh) yg penting menuruti perintah-perintah Allah.

    Perlu dibedakan antara hukuman dan perjanjian. Perjanjian memerlukan persetujuan kedua pihak.jika salah satu pihak berkeberatan maka perjanjian batal.Hukuman tidak perlu ada persetujuan kedua pihak.”Sunat menjadi tanda dari perjanjian antara Allah dengan bgs yahudi.

    Mungkin teman2 dpt melihat tulisannya rm sudri mengnai menemukan sendiri kebenarannya.itu bagus untuk bahan permenungan.

  27. 1. saya perlu membalas pernyataan anda di sini, mengingat tulisan anda merupakan penafsiran pribadi yang keliru mengenai larangan sunat oleh Gereja dan diposting di sini. terlebih anda senang mengutip ayat-ayat Kitab suci yang ditafsirkan secara pribadi untuk mendukung argumentasi anda.

    Jika menggunakan penafsiran anda tentang kutipan ayat kejadian, maka anda hari ini tidak potong rambut atau potong kuku, atau anda akan mengutuk orang yang melakukan toning pada rambutnya yang memutih.

    a. Papal bull Paus Eugene IV tidak membicarakan mengenai larangan sunat per se. Dokumen tersebut harus dibaca seluruhnya dan diartikan dalam kesatuan, bukan sepotong-sepotong yang menyebabkan mis-insterpretasi. dan tidak kalah pentingnya, ketahui mengapa bull itu dikeluarkan [you will be surprised]

    b. Allah tidak melarang sunat, tetapi menggantikan sunat perjanjian lama dengan sunat perjanjian baru yaitu, baptis yang diinisiasikan oleh Kristus.
    Yesus di sunat memang terlihat hanya mengikuti tradisi, tetapi ini adalah peristiwa yang juga penting dalam karya keselamatan Allah (“The Christ, in order to fulfil all justice, was required to endure this humiliation, and bear in His body the stigma of the sins which He had taken upon Himself” [Fouard, A Life of Jesus, tr., I, 54]). Gereja masih merayakan peristiwa ini (In Circumcisione Domini et Octav Nativitatis).

    2. sunat merupakan opsional yang bisa dilakukan selama norma-norma Gereja Katolik diikuti. REferensi terakhir anda terakhir ditujukan untuk sunat terhadap bayi dan dalam hal ini sudah saya tanggapi. Tidak ada bantahan atas saran dari artikel yang saya kutip untuk sunat untuk tujuan higenis bagi remaja dan dewasa.

    silahkan anda baca [jika anda rendah hati dan tidak berpikir menang kalah dalam diskusi anda akan membuka semua link yang saya berikan dan membacanya. Anda tidak perlu mengubah pendapat anda itu, tetapi saya minta anda tidak membuat kebingungan di antara umat Katolik tentang sunat di dalam GK dengan berbagai penafsiran pribadi di atas]

    http://www.circinfo.net/penile_hygiene.html

    akan ada banyak artikel yang bisa disertakan untuk membantah artikel anda (pros and cons) tentang ketidakbaikan sunat dari para ahli kedokteran.

    4. referensi dokumen Gereja terkait dengan penafsiran Katekismus Gereja Katolik dan kutipan perkataan Paus Benediktus XVI juga telah disertakan. SEbaiknya anda sebagai seorang Katolik taat pada penafsiran ini dan tidak menggunakan penafsiran anda pribadi, yang [sekali lagi] membingungkan umat Katolik yang membacanya.

    satu-satunya yang belum saya tanggapi adalah kutipan anda dari tulisan Paus Pius XII. Sebaiknya anda membaca ini :

    “”Where there is neither Gentile nor Jew, circumcision nor uncircumcision, barbarian nor Scythian, bond nor free. But Christ is all and in all.” (Summi Pontificatus, 1940)

  28. “penafsiran pribadi” pernyataan ini anda kemukakan kpd saya terkesan utk memojok-mojokan org meskipun apa yg terungkapkan adalah kebenaran.
    scr jelas dlm 1 Korintus 7:18 berisi agar umat Kristiani tdk boleh bersunat & alasannya telah jelas pd 1 Korintus 7:19 & pd ayat-ayat lainnya spt pada kitab Galatia.
    memang benar bahwa umat Katolik tdklah bersunat krn hanyalah iman yg dpt menyelamatkan.
    namun jika kita beriman pd 1 Korintus 7:18 maka kita harus yakin bahwa umat Katolik janganlah bersunat utk alasan apa pun sebab iman tanpa perbuatan adalah sia-sia (Yakobus 2:26).
    saya pun tdklah membaca sepatah-sepatah saja pada papal Bull tapi saya telah membaca keseluruhannya juga.
    peristiwa disunatnya Yesus dirayakan utk menandai bahwa perjanjian sunat telah berakhir dlm diri Yesus & oleh karena itu makna sunat jasmani kembali ke asalnya yaitu tindakan yg tdk bermoral yg dilakukan kaum barbar pd masa sebelum diberikannya perjanjian sunat.
    anda memberikan link pd circinfo.net tapi informasi tersebut telah dibantah oleh banyak pihak seperti prof.Romeo Lee dr Filipina & prof.Primus Lake dr Timor Leste.
    argumen kebersihan adalah argumen salah yg diadaptasikan dr kaum Muslim.
    berikut ini adalah bantahan mengenai informasi kebersihan dlm sunat :
    bantahan kebersihan 1
    bantahan kebersihan 2
    bantahan langsung pd informasi prof.Brian Morris (pembuat circinfo.net)
    mengenai pemotongan kuku & rambut tdk bisa disamakan dengan sunat krn kuku & rambut adalah bagian yg dpt memperbarui diri utk mengoptimalkan fungsi kuku & rambut serta rambut & kuku tdk memiliki jaringan saraf & pembuluh darah sehingga kuku & saraf tdklah termasuk dlm organ atau bagian dr organ tubuh.
    sedangkan kulit kulup memiliki jaringan saraf & pembuluh darah sehingga kulit kulup termasuk organ hidup atau bagian dr organ tubuh & seseorang bisa merasakan sakit saat pemotongan kulit kulup ini & kulit kulup tdk dpt meregenerasi layaknya kuku & rambut.
    sehingga jelaslah bahwa tdk ada yg bisa dioptimalkan dr pemotongan kulup atau sunat.
    perjanjian yg dilakukan Allah berbeda dengan perjanjian yg dilakukan manusia & saya anggap anda mengerti apa makna tulisan saya ini.
    saya telah mengatakan bahwa karena konsekuensi dr mudahnya iman Israel kpd Tuhan goyah maka Tuhan memberikan perjanjian sunat ini utk membuktikan iman umat Israel.
    sejujurnya saya pun telah membaca-baca tulisan sdr Johan dlm topik lainnya spt perkawinan dsb & saya dpt menyetujui tulisan-tulisan sdr Johan tersebut.
    tapi utk masalah sunat ini tulisan sdr Johan terkesan berbeda dr yg lainnya & membingungkan krn tdk ada inti yg jelas yg dpt saya setujui.
    mengenai penjelasan sunat di catholic.com bagaimana anda bisa menyimpulkan pula bahwa si penulis tdklah berdasarkan atas tafsiran pribadi?
    apakah krn penjelasan tersebut sama spt pemikiran anda lalu anda berkesimpulan bahwa si penulis menulis tdk berdasarkan tafsiran pribadi?
    jika anda menganggap saya sebagai pengganggu dlm mengungkapkan kebenaran & krn saya mengganggu keyakinan fanatik anda bahwa sunat menguntungkan & seharusnya dilaksanakan maka saya akan membuat anda nyaman dengan keyakinan anda tersebut dengan cara tdk menulis lg di topik ini.
    sejujurnya saya setia & taat kpd ajaran Katolik yg lain namun saya tdklah hanya sekedar setia & taat serta hanya ikut ke mana air mengalir tapi saya juga mencari dasar dr ajaran tersebut sehingga saya dpt berpegang teguh pada ajaran Katolik.
    saya sudah berusaha memberikan kebenaran mengenai sunat & hal itu terserah anda utk percaya atau tdk & hal ini bukan perkara menang atau kalah melainkan utk memberikan yg terbaik sbg umat Katolik kpd sesama.
    komplikasi jangka panjang dr sunat sangatlah banyak & mungkin bagi para ibu tdk mengetahuinya dr anaknya langsung & bagi para lelaki yg disunat mereka tdk menyadari bahwa apa yg terjadi pd organ tubuhnya adalah komplikasi krn mereka para lelaki menganggap bahwa hal itu adalah hal biasa & sdh tradisi utk menanggung komplikasi-komplikasi tersebut yg sebenarnya tdk nyaman.
    jangan sampai menyesal nantinya jika komplikasi tersebut terjadi pd anda atau anak anda.
    saya sbg umat Katolik telah berusaha memberikan yg terbaik bagi anda semua yg merupakan tugas saya sbg umat Katolik namun hal itu terserah anda apakah anda mau membuka mata anda atau tdk.
    saya tambahkan mengapa prof.Brian Morris & para dokter menjejali anda dengan keuntungan-keuntungan sunat?
    karena kulit kulup harganya sangat mahal jika dijual & harganya mencapai USD$3000 tiap ukuran tertentu di Amerika utk digunakan berbagai macam proyek tak bermoral baik di dalam & luar Amerika.
    sudah jelaslah motivasi mereka mengapa mereka menjejali anda dengan keuntungan-keuntungan sunat.
    lihat link berikut ini :
    “Scientists in China have created the world’s first embryonic chimeras,hybrid embryos that contain human and rabbit DNA, according to the Journal of Cell Research.The Greek mythological creature called the chimera was a fire-breathing she-monster, with the head of a lion, the body of a goat and a serpent for a tail. A chimera has come to mean any hybrid of two or more creatures and is a term used in genetics.In the
    Chinese experiment, human nuclei was extracted from foreskin tissue and facial tissue from males and females ages 5-60. Samples were obtained from tissue discarded after surgery. …”
    (http://archive.newsmax.com/archives/articles/2003/8/14/153903.shtml)
    link katalog penjualan kulit kulup (foreskin) :
    Foreskin Catalog
    jika anda merasa terganggu pula krn tulisan-tulisan saya maka saya mohon maaf kpd anda semua.
    saya harap kita janganlah saling berpandangan buruk hanya krn topik ini.
    namun jika anda merasa penafsiran anda lebih baik & sesuai daripada saya yg anda anggap memiliki penafsiran yg salah maka silakan berikan tafsiran anda tersebut kpd saya melalui email (saya sdh cantumkan email saya di atas).

  29. ralat :
    kesalahan penulisan :
    “…sehingga kuku & saraf tdklah termasuk dlm organ atau bagian dr organ tubuh. …”
    yg benar :
    “… sehingga kuku & rambut tdklah termasuk dlm organ atau bagian dr organ tubuh. …”
    kesimpulannya bahwa pemotongan kuku & rambut tdk dpt disamakan dengan masalah sunat spt dalam Kejadian 1:31 krn kuku & rambut memang diciptakan Allah dengan fungsi regenerasi utk mengoptimalkan fungsi kuku & rambut.
    berbeda dengan kulit kulup krn kulit kulup diciptakan Allah sbg organ permanen yg memiliki fungsi penting & fungsi penting itu akan hilang jika kulit kulup dipotong.

  30. krn saya kelupaan menanggapi mengenai referensi terakhir saya mengenai sunat pd bayi maka izinkan saya utk menuliskan yg terakhir kali.
    memang dlm Baker RL. Newborn male circumcision: needless and dangerous. Sexual Medicine Today 1979;3(11):35-36 dibahas mengenai sunat pd bayi namun tdk berarti hal itu tdk mencakup sunat pd remaja & dewasa.
    kenyataannya ada 80 remaja atau lelaki dewasa yg meninggal di Eastern Cape Africa krn sunat di tahun 2009 lihat :
    “… The two deaths brought to 80 the total number of boys who died in Eastern Cape initiation schools since the beginning of the year. …” (http://www.news24.com/Content/SouthAfrica/News/1059/6726b0d3513b4544be0a65f2ed63c759/21-12-2009-09-11/Two_initiates_die)
    secara umum sunat remaja atau dewasa utk alasan kebersihan sungguh tdk dpt diterima kebenarannya krn sistem kulit kulup pd lelaki dewasa atau remaja yaitu kulit kulup dpt ditarik ke belakang secara mudah & praktis & tdk seperti yg diutarakan banyak org bahwa membersihkan alat kelamin dewasa itu sulit.
    mengenai masalah phimosis (kulit kulup tdk dpt ditarik ke belakang pd lelaki dewasa) dpt diselesaikan tanpa menggunakan praktik sunat.
    saya ada linknya mengenai penyelesaian kasus phimosis tanpa sunat namun saya tdk akan memberikan link ini di sini tapi saya akan berikan linknya lewat email jika anda meminta link tersebut pd saya melalui email.
    mengenai penelitian sunat jangan berikan penelitian-penelitian yg lama (old studies) krn penelitian-penelitian tersebut telah dibantah dalam link Safety and Efficacy of Nontherapeutic Male Circumcision: A Systematic Review oleh para pakar bedah Australia yg saya berikan sebelumnya bahwa selama ini penelitian tdk berhasil menghubungkan bahwa sunat berpotensi menurunkan tingkat kanker penis,penularan penyakit seks,& infeksi saluran kencing.
    dengan itu di dunia global saat ini sunat sdh tdk lg populer sbg praktik yg menguntungkan & banyak penelitian pendukung sunat yg telah dibantah.
    & jika anda menganggap apa yg saya kemukakan dr Alkitab adalah tafsiran pribadi saya maka anda salah krn saya telah mendiskusikannya dengan teman-teman serta orang-orang di lingkungan saya yg tentunya kemampuan pembahasan Alkitab mereka tdklah biasa-biasa saja & apa yg saya kemukakan adalah hasil dr diskusi saya dengan mereka.
    perlu diketahui ada setidaknya total 10 orang (tentunya Katolik) saat diskusi-diskusi itu & semua orang tersebut tdk memiliki tradisi sunat dlm keluarga mereka & tdk terinfeksi “penyakit” sunat baik secara agama (Islam & Yahudi) serta di luar agama spt kesehatan dr lingkungan tempat tinggal mereka.
    saya tdk perlu lg berdebat dengan anda sekalian di sini krn saya merasa percuma jika anda telah terinfeksi “penyakit” tradisi sunat dlm diri anda.
    sekian terima kasih.

  31. 1. pemahaman anda tidak sesuai dengan penafsiran Gereja Katolik.. anda masih berpikir menang kalah dalam diskusi dengan berkelit mengenai pemahaman di kejadian dengan argumentasi baru. Dengan penafsiran pertama anda, maka argumen saya akan valid. Argumen anda akan membuat pertanyaan ini : mengapa anda harus potong kuku jika Tuhan memang menciptakannya memanjang ? dan mengapa boleh menyemir atau toning rambut anda bila Tuhan telah membuatnya memutih ? bukankah Allah menciptakan segala sesuatunya baik ? lalu anda membantahnya dengan menambahkan bahwa kuku rambut boleh dipotong karena bisa memperbaharui dan bukan bagian organ tubuh. Anda tidak sadar bahwa sebenarnya saya hanya memancing anda menyanggahnya lagi untuk menunjukkan betapa anda ingin memenangkan diskusi ini, tanpa melihat esensi kebenaran ajaran Gereja.
    Mengapa ? anda sudah mengatakan seorang Katolik tidak melakukan sunat, karena Gereja melarangnya, karena merupakan perbuatan tidak bermoral.

    Saya sudah tunjukkan di sini bahwa Gereja tidak pernah menyatakan hal itu, dan itu adalah penafsiran pribadi anda dan mereka yang anti-sunat. Mengutip kejadian sebagai bukti atas argumen anda itu menyebabkan seluruh argumen anda lumpuh.

    Gereja tidak akan menyatakan hal itu, karena itu akan berkontradiksi dengan ketaatan umat beriman kepada Allah pada masa sebelum Yesus, yang merupakan kehendak Allah. Allah tidak pernah akan mengijinkan sesuatu yang tidak menghasilkan sesuatu yang baik atau menghasilkan kesesatan, karena itu berkontradiksi dengan Diri-Nya yang Maha Baik. Itu sebabnya mengapa penafsiran Michelle Arnold lebih sejalan dengan ajaran Gereja dibandingkan penafsiran anda.

    mengapa saya menggunakan catholic.com karena awalnya saya pikir itu akan lebih memudahkan untuk dicerna, daripada saya menjabarkan referensi dokumen Gereja, dst..

    anda juga bisa baca penjelasan Jimmy Akin (apologetik Katolik kebanyakan cukup mengenal siapa beliau) di http://www.jimmyakin.org/2006/11/whole_body_depi.html

    2. 1 Korintus 7:19 tidak berbicara mengenai larangan sunat
    terjemahan bahasa Indonesia ada yang SALAH saya kutip dari versi DR (dan ini bukan satu-satunya, masih ada lagi kesalahan penerjemahan yang ada di dalam kitab suci)

    1Cor 7:17 But as the Lord hath distributed to every one, as God hath called every one, so let him walk: and so in all churches I teach.

    1Cor 7:18 Is any man called, being circumcised ? let him not procure uncircumcision. Is any man called in uncircumcision ? let him not be circumcised. (dalam terjemahannya “…janganlah ia mau bersunat”- yang BENAR adalah “…biarkan ia tidak disunat”) – Komentar Haydock : bahwa seorang yang telah menjadi Kristen sudah dibebaskan, artinya ia tidak perlu pusing dengan hukum perjanjian lama lagi, termasuk apabila ia belum di sunat.

    1Cor 7:19 Circumcision is nothing, and uncircumcision is nothing: but the observance of the commandments of God.

    bagaimana anda bisa menjadi referensi untuk argumentasi anda mengenai larangan sunat ???

    dan anda juga menyambungkan dengan ayat dari Kitab Yakobus tentang iman dan perbuatan ? oh please….

    sebaliknya jika anda masih berusaha men-doktrinasi orang lain dengan pendapat anda ini, anda tidak mentaati ayat tersebut.

    3. apakah anda sudah baca mengenai link kasus di Afrika Selatan yang anda berikan atau memang komprehensi anda dalam bahasa inggris tidak begitu baik ? karena link anda jelas-jelas mengatakan bahwa bukan sunat-nya yang menyebabkan kematian tetapi tindakan sunatnya yang salah. anda tahu bedanya ? bila sunat-nya menimbulkan kematian, mengapa banyak orang yang tidak mati karena disunat ?
    saya kasih contoh : jika anda potong rambut lalu telinga anda tergores gunting. yang salah “kegiatan gunting rambutnya, atau cara memotongnya yang ceroboh ?”

    Lalu mengenai tulisan sanggahan circinfo.net tahukan anda bahwa tulisan itu sudah ditanggapi di website circinfo.net ? (jadi siapa yang tidak up to date ?)

    http://www.circinfo.net/anti_circumcision_lobby_groups.html
    dan di http://www.circinfo.net/pdfs/MorrisSkeptic08.pdf

    3. mengenai penjualan foreskin .. Tuduhan ini cenderung menjadi fitnah. stop doing this jika anda mengaku seorang Katolik.. anda tidak punya bukti apa pun si Brian dan para dokter yang anda tuduh melakukan sunat untuk menjual atau mendukung penjualan foreskin. Kalaupun pun anda punya bukti terhadap dokter A atau B dan itu sungguh terjadi, anda tidak bisa men-generalisir semua dokter [yang melakukan sunat atau memaparkan manfaat sunat] melakukan hal itu.

    See…hanya karena ingin memenangkan diskusi ini, anda lalai menunjukkan iman anda dengan perbuatan.

    again.. jika anda Katolik, saya sarankan untuk menghentikan apa yang anda lakukan di sini dan di tempat lain…

    saya harap pengunjung aktif di website St. Anna ini meng-counter tulisan umat Katolik yang sejalan pikirannya dengan Chris, demi iman Katolik yang ia miliki…

    semoga chris menyadari kesalahan ini dengan rendah hati

  32. 1. jadi anda mengatakan bahwa saya tdk boleh mengungkapkan pemahaman saya krn pemahaman saya tdk sejalan dengan pikiran anda?
    anda mengatakan bahwa saya berkelit apakah krn perkataan saya membuat anda tdk nyaman dengan pemahaman fanatik anda bahwa sunat itu baik?
    saya telah mengatakan bahwa hal ini bukan perkara menang atau kalah sebelumnya tapi anda terus-menerus mengatakan hal demikian.
    saya pun telah memberitahukan kpd anda bahwa jika pemahaman anda mengenai apa yg saya pahami lebih baik maka berikan pemahaman itu kpd saya namun anda tdk memberikannya & anda menciptakan argumentasi-argumentasi pendukung sunat yg baru.analogi anda mengenai pemotongan kuku & rambut scr jelas tdk dpt disamakan dengan pemotongan kulit kulup & saya telah menjelaskan hal terebut scr jelas kpd anda namun anda mengungkapkan argumentasi lain yg tdk jelas utk menyalahkan kebenaran.
    hal-hal yg valid yg dimaksudkan dlm Kejadian 1:31 adalah segala hal yg terkait mengubah tubuh secara permanen dlm hal ini tato termasuk jg & bukanlah spt pemotongan kuku & rambut.
    jika anda menganalogikan pemotongan kuku & rambut sama spt sunat maka anda juga menganalogikan pemotongan kuku & rambut sama spt memotong tangan atau kaki.
    jika saya mengikuti analogi anda maka sunat wanita (pemotongan klitoris atau sebagian klitoris) pun diperbolehkan & tdk ada dlm Alkitab yg mengatakan bahwa sunat wanita dilarang sedangkan sunat wanita di mana-mana tdk ada yg menyetujui padahal struktur klitoris hampir sama dengan struktur alat kelamin pria.
    lalu bagaimana dengan sunat laki-laki?
    apakah ini merupakan ketdkadilan gender?
    jika saya tdk setuju dengan sunat wanita maka saya pun tdk setuju dengan sunat laki-laki.
    saya sebelumnya tdk mengatakan bahwa Gereja Katolik melarang sunat scr keseluruhan namun hanya mengatakan bahwa secara teknis Gereja Katolik tdk melarang sunat dengan doktrin tapi secara moralitas Paus mengatakan bahwa ajaran Gereja melarangnya & diharapkan umat Katolik mencari kebenaran akan hal itu.
    tapi dr yg anda katakan anda menyimpulkan bahwa saya mengatakan Gereja melarang sunat secara keseluruhan.

    2. secara jelas hal itu telah tertulis namun mengapa anda msh meragukannya bahwa sunat msh dibenarkan utk dilakukan.
    mengenai iman sebelum Yesus spt yg telah saya jelaskan sebelumnya bahwa sunat merupakan pembuktian iman & tdk ada yg dpt diragukan dr perjanjian sunat pada masa sebelum Yesus.

    3. spt yg telah dijelaskan sebelumnya bahwa kematian adalah komplikasi dr sunat & masih banyak komplikasi dr sunat serta banyak pula yg telah ahli melakukan sunat melakukan kecerobohan yg menimbulkan komplikasi.
    yg saya tahu saya sebelumnya menuliskan bahwa situs circinfo.com yg tdk terupdate namun entah kenapa saat saya mencarinya di atas tdk ada lg & sptnya tulisan tdk terupdate di atas terhapus jadi bukan circinfo.net yg saya maksud tdk terupdate.jangan membingungkan pembaca dengan perbedaan com & net dlm alamat web!
    mengenai penulis circinfo.net yaitu prof Brian Morris adalah penulis yg memuja sunat atau mutilasi alat kelamin saya sarankan utk berhati-hati dengan tipu dayanya & prof Romeo Lee & Primus Lake secara tegas pernah membantah argumentasi prof Brian Morris ini.
    berikut ini adalah deskripsi mengenai Brian Morris :
    http://www.drmomma.org/2009/11/brian-morris-his-circumfetish-push-to.html
    & jika anda menginginkan hal yg lebih menjijikan lg mengenai orang-orang semacam itu lihat di sini :
    http://www.blogger.com/profile/11085999452260195794
    di sana bisa anda baca mengenai minatnya yaitu :
    “Being masturbated whilst circumcision is being discussed. Watching circumcisions with others. Etc.”
    artinya bahwa orang tersebut melakukan masturbasi dengan melihat atau mendiskusikan proses sunat & msh banyak lg orang-orang semacam itu.

    4. bedakan antara fitnah & kebenaran.
    jika fitnah maka apa yg saya katakan tdk ada buktinya namun saya telah memberikan bukti-buktinya secara jelas hanya saja anda menyangkalnya dengan mengatakan fitnah.

  33. krn apa yg anda jelaskan cenderung membingungkan serta berkelit-kelit,berusaha menipu & merupakan pernyataan penyerang kpd saya utk membuat anda nyaman dengan keyakinan fanatik sunat anda maka saya putuskan bahwa saya tetap pada keyakinan saya mengenai sunat.

    namun saya berterimakasih kpd sdr Johan krn sdr Johan pastilah memiliki maksud baik kpd saya namun saya tdk bisa menerima pernyataan-pernyataan sdr Johan krn pernyataan-pernyataan tersebut tdk jelas & tdk berhasil menyatakan bahwa kebenaran yg saya berikan adalah salah.

    berikut ini adalah informasi bagus mengenai betapa tdk pentingnya sunat & informasi yg memandu anda mengenai kebaikan kulit kulup namun tentunya dengan rendah hati pula anda dpt membacanya dengan sungguh-sungguh & dpt menerima informasi tersebut & janganlah krn nama websitenya namun anda tdk mau membacanya.
    http://www.doctorsopposingcircumcision.org

    saya sertakan pula informasi berikut ini mengenai peringatan penting dlm merawat anak yg baru saja disunat.
    http://www.icgi.org/2010/01/disposable-diapers-lead-to-circumcision-death

    sbg penutup saya mengatakan bahwa saya telah berusaha utk memberikan yg terbaik bagi para pembaca serta membuka hati & mata pembaca namun keputusan tetaplah di tangan pembaca & hal itu bukan urusan saya mengenai keputusan anda.

  34. Sebenarnya masalah sunat ini sudah sangat-sangat jelas diterangkan oleh rm (huruf italic)

    Kelihatannya forum ini sekarang lebih kearah konsultasi kesehatan daripada diskusi mengenai teologia.

    catatan untuk pak Chris :
    1. Sesuatu yg tidak dilarang didalam alkitab belum tentu diperbolehkan karena alkitab bukanlah suatu buku mengenai peraturan seperti KUHP.
    2. tulisan bapak “secara teknis Gereja Katolik tdk melarang sunat dengan doktrin tapi secara moralitas Paus mengatakan bahwa ajaran Gereja melarangnya ” sangat menarik, karena ada pertentangan antara doktrin dan moral. Setahu saya doktrin dan ajaran gereja berdasar dan berkembang dari moral. mungkin bapak dapat memerangkan lebih rinci lagi.

    Catatan untuk pak Johan :
    Kesalahan pada terjemahan alkitab memang tidak dapat dihindari karena kalau tidak salah untuk terjemahan bahasa indonesia diambil dari bhs inggris, terjemahan b. inggris dari latin dan latin dari yunani.
    Mungkin bapak dapat mengumpulkan kesalahan terjemahan tersebut sehingga dapat didiskusikan disini dan membuat kita lebih khatam alkitab.

    tks dan salam damai

  35. 1. saya meng-argue tulisan anda, bukan karena tidak sepaham dengan tulisan saya, melainkan tidak sepaham dengan ajaran Gereja. Anda mendapatkan informasi yang salah, anda menafsirkan dengan salah dan anda menjelaskan dengan cara yang salah tentang posisi Gereja Katolik tentang tindakan sunat. Kesalahan itu bukan karena saya benar.. tetapi karena anda teruji tidak sejalan dengan penafsiran dan ajaran Gereja Katolik. Dan karena kasih, maka saya harus memberitahukannya kepada anda, sebagai bentuk pertanggungjawaban saya sebagai seorang Katolik.
    Terus terang saya tidak peduli dengan ketidaksetujuan anda tentang sunat dan pilihan yang anda buat untuk anak-anak anda. Saya lebih peduli tentang pernyataan anda tentang posisi Gereja Katolik tentang sunat.

    2. Kebanyakan dari bukti yang anda paparkan bukan berasal dari Gereja Katolik. Kalaupun ada beberapa, anda terlihat sekali tidak menafsirkannya dengan benar [again] sesuai ajaran Gereja Katolik dan terkesan main comot hanya untuk mendukung argumen anda, hanya supaya orang Katolik mau mengikuti alur pemikiran anda. dan ini membahayakan iman anda, bila anda sungguh seorang Katolik.

    tanggapan anda tentang tulisan saya mengenai kutipan kejadian semakin menambah bukti bahwa anda terbawa emosi dan tidak melihat esensi kebenaran. anda tidak melihat lagi dokumen Gereja yang saya berikan untuk memberi anda penjelasan mengenai ajaran Gereja tentang amputasi dan mutilasi. [pertanyaan tentang memotong tangan dan kaki : apakah memang perlu dilakukan untuk menyelamatkan hidup ? jika jawaban ya, maka itu permissible)

    sedangkan kutipan saya lain [bukan dari sumber Katolik] bagi saya adalah minor, seperti yang saya pernah sebutkan, bahwa ada banyak artikel di internet yang mendukung sunat, sehingga ini menjadi bahan pros dan cons, terserah mana yang mau dipercaya. Seorang Katolik bebas memilih untuk mempercayai sumber yang mana dalam hal ini.
    Namun seorang Katolik yang tidak setuju dengan tindakan sunat, SALAH bila mengatakan bahwa Gereja Katolik melarang sunat. Sama halnya dengan mereka yang setuju tindakan sunat pun SALAH bila mengatakan bahwa Gereja mengharuskan adanya sunat, karena ini pun tidak sejalan ajaran Gereja.

    Jadi buat saya, saya tidak peduli siapa yang menulis artikel itu, boleh percaya, boleh tidak. Karena saya bukan seorang ahli kedokteran. Pun kalo saya seorang dokter, saya tidak pernah melakukan penelitian untuk membuktikan argumen para ahli tersebut [yang tidak pernah saya kenal pribadi hanya dari website-website di internet].

    namun yang lebih menyedihkan, anda, sebagai seorang Katolik, melupakan kasih. Tindakan anda menggunakan blog pribadi untuk menyerang pribadi seseorang yang lain tidak dibenarkan dalam ajaran Gereja, karena bertentangan dengan kasih. dalam kampanye politik anda sudah menggunakan strategi black campaign, untuk usaha membunuh karakter lawan politik anda, sehingga orang lain tidak melihat lagi justifikasi kompentensi tetapi kepada emosional justifikasi. saya sudah ingatkan anda untuk berhenti tetapi anda tidak mau karena anda terlalu emosi sehingga anda semakin jauh dari ajaran Gereja. semoga anda segera sadar tindakan anda salah.

    Si Brian Morris hanya satu yang menuliskan artikel tentang manfaat sunat di internet. Ada banyak lagi penulis dan artikel tentang research. apakah anda tertarik untuk mencari keburukan satu persatu penulisnya ? seorang Katolik tidak akan melakukan hal ini demi iman-nya.

    tentang penjualan foreskin anda tahu, mengapa saya katakan cenderung fitnah ? karena tulisan anda adalah tuduhan, dan yang anda hadirkan sama sekali bukan bukti.
    baiklah supaya anda mengerti coba anda jawab :
    1. Apakah anda punya bukti seorang dokter di Indonesia yang melakukan praktek sunat menjual foreskin pasiennya ?
    2. Apakah anda punya bukti semua dokter atau katakan sebagian [sebutkan jumlahnya] yang melakukan praktek sunat melakukan hal itu ?

    atau supaya lebih mudah…sesuai dengan tulisan anda di atas..

    Apakah bukti si Brian Morris dan para dokter [entah dokter yang mana yang anda maksud] melakukan promosi sunat untuk penjualan foreskin pasien sunat ?

    jika ya silahkan hadirkan di sini, dan kita sama-sama lihat bukti apa yang anda berikan..

    anda harus menjawab ini [dan memberikan buktinya jika ada] bila anda tidak mau dikatakan memfitnah… and please, jangan menggunakan website atau blog pribadi yang juga tidak jelas siapa yang buat..

    3. anda, sadar atau tidak sadar, sebenarnya terpengaruh oleh mereka yang anti-sunat. bila ditelusuri, gerakan ini mulanya hanya anti-sunat untuk bayi yang baru dilahirkan, entah mengapa bisa menyebar luas dan menjadi gerakan kelompok anti-sunat yang fanatik. gerakan kelompok ini bukan hanya menyebar di kalangan Kristen tetapi ternyata juga di kalangan Islam. Di kalangan kristen, kelompok ini tampaknya menggunakan kutipan-kutipan dokumen untuk mendukung argumentasi mereka. Mengabaikan esensi dokumen itu sendiri dan juga mengabaikan tafsiran Gereja Katolik.

    anda, Chris, mengatakan demikian “… Gereja Katolik Roma memang secara teknis tdk mengeluarkan larangan sunat dengan doktrin namun secara tdk langsung dr apa yg dikatakan Paus Gereja Katolik Roma melarang praktik sunat pd alat vital yg sehat.”

    “secara tidak langsung…Gereja Katolik Roma melarang”.. oh please, masih berkelit ? atau anda sudah lupa anda menuliskan demikian ?

    mengenai tulisan Paus yang anda kutip.. sama sekali tidak menunjukkan bahwa Gereja Katolik baik langsung atau tidak langsung melarang praktik sunat bagi umatnya.. yang anda kutip hanya potongan yang digunakan kelompok anti sunat untuk mendukung argumentasinya.. anda bahkan sama sekali mengabaikan dokumen Gereja yang saya berikan.
    dan dalam tulisan anda jelas terlihat anda tidak memiliki dasar teologis dan pengetahuan iman Katolik yang kuat.
    anda bahkan mengabaikan link website Jimmy akin yang saya berikan. awalnya saya berpikir, untuk memudahkan anda mengerti, saya berikan link tersebut, karena Jimmy akin adalah seorang apologetik [pembela iman] Katolik modern yang handal, dengan penyampaian yang baik dan mudah dipahami.

    3. Pembaca bisa menilai siapa yang berkelit dan berputar dan yang melakukan kecerobohan memaparkan artikel dalam argumennya. Saya hanya berpegang kepada ajaran dan penafsiran Gereja Katolik yang benar. sedangkan anda tampaknya lebih memilih percaya kepada tulisan dan artikel website mereka yang anti-sunat.

    4. nah terakhir, terkait dengan sunat pada wanita, juga sering disebut mutilasi alat kelamin wanita, saya kutip lengkapnya anda bisa baca dari website resmi takhta suci http://www.vatican.va/news_services/press/sinodo/documents/bollettino_23_ii_speciale-africa-2009/02_inglese/b31_02.html

    [jika memperhatikan, dokumen di awal yang saya berikan juga berasal dari website resmi takhta suci Gereja Katolik]

    “H. Exc. Mons. Michael George Mabuga MSONGANZILA, Bishop of Musoma (TANZANIA)

    I make this intervention by giving a concrete example on using the Gospel as the leaven in transforming African values and cultural practices.
    Within the Diocese of Musoma in Tanzania, female genital mutilation is widespread among the people, particularly in the Tarime, Rorya and Serengeti Districts. Despite campaigns that have been carried out, this cultural practice for so long has been taken to be part of the initiation process to maturity and to new state of womanhood and thus paving way for getting married: There is nothing wrong in preparing girls to maturity and to new state of womanhood. In the whole process, positive cultural values of the clan and tribe are transmitted to the girls. They are prepared to take responsibility and behave well the family and society as future mothers This is good! However, should that process be done through the butchering of the most sensitive part of one’s body (girl)?
    Is the pain inflicted to the girls be tolerated as part and parcel of the formation programme in the tribe, clan or society?
    Female genital mutilation has negative health and traumatizing experiences, deaths for many girls. The practice weakens them physically and emotionally. Parents (particularly mothers) are victims of their own circumstances, upbringing and cultural practices that have never changed for many years.
    The time has come to stop this practice of female genital mutilation as a process towards maturity and acquiring new state of womanhood. Women are born with certain body parts for good reason, just as men are. If God had wanted those parts missing, why did he create them?
    Instead of merely preaching against this cultural practice, a pastoral initiative was taken to propose an alternative way of initiating girls to maturity. This dialogue which goes hand in hand with catechesis on the value of the human body (Theology of Human body), rights of Human Being.
    I propose to this Synod to profoundly examine root causes of our obstacles in addressing adverse cultural practices which hinder the enhancement of reconciliation, justice and peace on our continent. We need the courage to draw from the strength of our faith in Christ, so that there is nourishment of relationships with Christ which could reconcile African Cultural practices with our Catholic identity.”

    berbeda dengan sunat pada pria, sunat pada wanita ternyata tidak disetujui secara world wide oleh para ahli kedokteran. Termasuk WHO yang mengatakan bahwa sunat wanita tidak memiliki manfaat kesehatan apapun dan hanya memproduksi kesakitan. (WHO sebaliknya, menyampaikan manfaat praktek sunat pada pria, tetapi ketidaksetujuan saya terhadap tulisan WHO adalah lebih cenderung kepada pencegahan penularan HIV – somehow saya pribadi mengasumsikan hal itu sebagai promosi seks bebas).

    Jika karena sunat wanita anda tidak setuju sunat pada pria, maka alasan ketidaksetujuan anda terhadap sunat pria menjadi lemah.

    Jika diperhatikan maka pada kutipan dokumen vatikan di atas tertulis demikian “…Women are born with certain body parts for good reason, just as men are. If God had wanted those parts missing, why did he create them?”

    supaya pembaca tidak bingung dan mengira tulisan itu sama dengan argumen Chris ketika mengutip ayat kejadian..saya akan jelaskan.

    Tulisan Monsignor Michael George Mabuga mengatakan sunat wanita adalah praktek mutilasi terhadap bagian tubuh yang memiliki alasan untuk tetap ada. pengertian mutilasi di sini tidak bisa di samakan dengan praktek sunat pada pria yang didiskusikan di sini,karena bagian pria yang dipotong tidak memiliki fungsi penting dibandingkan fungsi genital wanita yang dipotong.

    Untuk tahu ini, maka saya akan jelaskan dulu, apa yang dimaksud mutilasi dalam penafsiran Gereja Katolik.
    berikut saya ambil dari Catholic Encyclopedia yang sudah memiliki nihil obstat dan imprimatur (http://www.newadvent.org/cathen/08170a.htm)

    “Mutilation, in the canonical sense, is the separation from the body of one of its principal members or of some part of the body having a distinct office, as a hand or a foot or an eye. He, therefore, who cuts off a finger is not a mutilator, unless
    it be the index finger or thumb, which, for a priest, are accounted principal members.

    yang saya terjemahkan :

    “Mutilasi dalam pengertian kanonikal, adalah pemisahan atas satu dari anggota-anggota penting tubuh atau dari sebagian dari tubuh yang memiliki fungsi yang jelas, seperti sebuah tangan, atau sebuah kaki atau sebuah mata. Karenanya mereka yang memotong sebuah jari, bukanlah mutilator, kecuali jari tersebut adalah jari telunjuk atau ibu jari, yang bagi para Imam, terhitung sebagai anggota tubuh yang penting.”

    supaya mendapatkan gambaran apa itu mutilasi alat kelamin wanita bisa di baca di website WHO di http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs241/en/
    anda bisa telusuri sendiri lebih lanjut apa fungsi-fungsi dari bagian yang dipotong atau efek samping apabila bagian2 itu dipotong pada sunat wanita.

    Dengan demikian posisi Gereja Katolik sudah jelas dalam sunat pada wanita, berbeda dengan posisi Gereja Katolik terhadap praktik sunat pada pria.

    seharusnya sekarang sudah jelas bahwa semua argumen anti sunat yang disampaikan Chris di sini memang tidaklah sesuai dengan ajaran Gereja Katolik. Sentimen anti sunat tersebut terlalu mendominasi argumentasi Chris, sehingga Chris lupa bagaimana seorang Katolik menyikapi pros dan cons sunat pada pria.

    jika saya moderator website St. Anna saya akan tutup topik ini, supaya sentimen kelompok anti-sunat tidak meracuni umat Katolik.

  36. terima kasih kpd sdr Yanto.
    saya ingin sekali mengakhiri diskusi ini sampai di sini krn saya sebenarnya ingin sekali membaca-baca isi situs ini yg lain.
    sejujurnya saya tdk punya banyak waktu utk menggunakan internet sehingga saat saya melihat situs ini saya mesti menanggapi topik ini & saya kehilangan waktu saya utk melihat isi situs st Anna ini krn saya ingin memberikan yg terbaik bagi para pembaca.
    itu saja yg bisa saya ucapkan & saya harap sdr Johan bisa memakluminya.
    salam damai.

  37. dari sini sdr Johan telah menunjukan bahwa betapa bencinya sdr Johan terhadap kelompok anti sunat & hanya karena sdr Johan menganggap bahwa mereka tidak sejalan dengan ajaran Gereja Katolik maka mungkin apa yg mereka sampaikan salah semua termasuk informasi lainnya bagi sdr Johan.
    jika sdr Johan tdk setuju dengan pendapat religius mereka mengenai sunat maka sdr Johan cukup mengatakan bahwa pendapat mereka mengenai sunat dlm Gereja adalah tdk sesuai dengan Gereja & tdk perlu sampai menjelek-jelekan mereka dengan mengatakan bahwa mereka sentimentil dsb.
    menengenai blog pribadi yg sdr Johan anggap menyerang pribadi seseorang jika memang benar kenyataannya begitu maka untuk apa disangkal lg & memang kenyataannya kebanyakan argumen Brian Morris tdk disetujui oleh RACP (organisasi kesehatan resmi Australia) : “Drs Russell and Morris are radicals and extremists: most Australian doctors are opposed to RNC or undecided on the issue, and the Royal Australasian College of Physicians has recently issued yet another statement against the practice.” (http://www.circinfo.org/debate.html).
    perlu saya beritaukan kpd anda bahwa saya hanya memberikan informasi-informasi kpd anda & bkn krn maksud utk menghina pribadi orang itu & jika memang kenyataannya begitu maka mengapa anda masih menyembunyikan kenyataannya?
    perlu saya tegaskan bahwa penjelasan-penjelasan religius yg ada dlm informasi yg sdr Johan sebut sbg anti-sunat adalah informasi-informasi yg telah didiskusikan oleh banyak orang & bukan asal comot spt apa yg sdr Johan tuduhkan kpd mereka.
    perlu saya pertegas pula bahwa WHO tdk pernah melakukan penelitian & keputusan yg diambil oleh WHO hanya berdasarkan hasil penelitian yg salah spt yg diungkapkan oleh Siegfried N dkk & apa yg diungkapkan Siegfried N dkk adalah dasar-dasar apa saja yg dpt membuat pemikiran mengenai keuntungan sunat salah.
    lagipula WHO sudah lelah utk mencari-cari penyembuh dr AIDS sehingga WHO menerima apa saja yg terlihat sebagai harapan meskipun hal itu salah.

  38. seperti yg saya tuliskan sebelumnya bahwa saya mengatakan “para dokter” bukan “semua dokter” sehingga apa yg sdr Johan kemukakan bahwa saya men-generalisir semua dokter adalah salah.
    jika anda ingin bukti lagi mengenai penjualan kulup maka berikut ini adalah buktinya :
    “Following circumcision, a newborn’s foreskin is sold to BioScience labs, where human fibroblast cells are harvested and sold to cosmetic companies…” (http://medicalethics.suite101.com/article.cfm/human-baby-foreskins-in-cosmetics).
    & link katalog produk kulup yg saya berikan sebelumnya sebenarnya sudah menjadi bukti kuat mengenai penjualan kulit kulup.
    “…terhitung sebagai anggota tubuh yang penting.”.
    jadi menurut sdr Johan ini kulit kulup bukanlah sesuatu yg penting & tdklah apa-apa jika dibuang.
    lalu pertanyaan saya adalah jika kulit kulup tdklah penting & merupakan sumber penyakit menurut para pendukung sunat andaikan hal itu benar maka utk apa Tuhan memberikannya kpd lelaki?
    secara jelas apa yg diungkapkan dlm situs newadvent mengenai mutilasi adalah bagian tubuh yg penting serta memiliki fungsi lah yg tdk boleh dimutilasi.
    saya menyetujui apa yg dikatakan mengenai mutilasi alat kelamin wanita dlm link yg sdr Johan berikan jadi saya pun menganggap sunat lelaki adalah mutilasi alat kelamin pria.
    yg dibuang kan sama pada sunat wanita & pria.
    yg pria kulit kulup & yg wanita selaput klitoris yg serupa dengan kulup.
    fungsi dr kulup : http://www.circumcision.org/foreskin.htm
    dengan penutup ini saya dengan rendah hati meminta sdr Johan mengakhiri perdebatan dengan saya maka saya pun tdk menuliskan lg di topik ini.
    jika anda tetap melanjutkan perdebatan ini maka saya pun melanjutkan demi yg terbaik bagi para pembaca.
    saya tetap pd pendirian saya mengenai ajaran sunat tersebut.
    jika anda menganggap saya salah maka saya pun meminta maaf kpd anda.

  39. tambahan :
    mengenai ketdksetujuan saya dengan sunat pria bukan krn saya tdk setuju dengan sunat wanita melainkan krn memang non-terapi sunat pria tdk bermanfaat & argumen-argumen mengenai keuntungan sunat sebagian besar dikarenakan pengaruh budaya & tradisi.
    sejujurnya saya pun setuju dengan sdr Johan bahwa WHO mempromosikan sunat utk masalah AIDS lebih cenderung pada promosi seks bebas & hal itu merupakan fokus dr para pendukung sunat di daerah barat.
    sekian terima kasih.

  40. BAGIAN 1
    Di dalam topik ini, saya mencoba untuk memahami apa yang dipikirkan Pak Chris. Dan kita tidak boleh asal tuduh kepada Pak Chris mengenai iman Katoliknya sebab kita tidak berhak menentukan apakah iman seseorang itu rendah/tinggi dan yang berhak menentukan iman seseorang adalah Allah sendiri. Saya rasa di topik ini terjadi semacam keributan/perdebatan tentang sunat, tetapi saya yakin bahwa tidak ada maksud buruk yang ada pada orang2 yang berdebat di sini termasuk Pak Chris sebab saya yakin juga bahwa orang2 di sini ingin memberikan yang terbaik bagi sesama umat Katolik atau pembaca2 yang lain. Saya minta pembaca untuk membaca sampai tuntas karena saya hanya menulis di topik ini sekali saja.

    Saya perlu menyarankan kepada Pak Chris dan Pak Johan untuk saling memahami satu sama lain dalam menyelesaikan perdebatan di sini dan jangan saling menyalahkan karena anggapan masing2. Saya juga menyarankan agar Pak Chris dan Pak Johan bisa berpikiran jernih dan positif. Begini, sebenarnya saya sudah mengikuti perdebatan di sini sejak beberapa hari lalu karena saya secara tidak sengaja menemukan website ini dan membuat saya tertarik untuk membacanya. Saya juga telah membaca informasi2 (semuanya yang penting) dari circinfo.net yang diberikan Pak Johan dan circumstitions.com dari Pak Chris dan karena saya mencari kebenaran dari informasi2 yang diberikan oleh Pak Chris dan Pak Johan, saya memutuskan untuk tidak menulis di topik ini terlebih dahulu dan saya mengikuti perkembangan yang ada di sini.

    Saya akan membahas mengenai informasi rohani dari Pak Chris terlebih dahulu. Tentang tulisan Paus Pius XII “From a moral point of view, circumcision is permissible if, in accordance with therapeutic principles, it prevents a disease that cannot be countered in any other way”, sebenarnya dari yang saya tangkap, Paus Pius XII memberikan syarat untuk membatasi kemoralan dari sunat dan Paus Pius XII sebenarnya tidak melarang sunat. Di dalam tulisan beliau, dikatakan bahwa “it (circumcision) prevent a disease that cannot be countered in any other way”, kata “prevent” dalam bahasa Inggris diartikan sebagai perlindungan 100% dan Kalau kata “prevent” diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, maka artinya adalah mencegah. Di dalam bahasa Indonesia, kata “mencegah” bisa diartikan sebagai perlindungan 100% atau yang tidak 100%. Di dalam bahasa Inggris, perlindungan yang tidak 100% disebut sebagai “protection/give protection” atau “reducing the rate of a disease”. Dari sini, saya bisa memahami bahwa Pak Chris mengalami sedikit kesalahan dalam menangkap maksud dari tulisan Paus Pius XII. Kalimat “it prevent a disease that cannot be countered in any other way” yang artinya “sunat mencegah (makna 100%) suatu penyakit yang tidak dapat diatasi dengan cara lain selain sunat” yang digabungkan dengan tulisan sebelumnya bisa diartikan bahwa sunat bisa tidak menjadi praktek tak bermoral bila memenuhi tulisan Paus Pius XII dan bisa menjadi praktek tak bermoral bila tak memenuhi prinsip “therapeutic”. Jadi, jangan salah Pak Chris, dalam tulisan Paus Pius XII sebenarnya tidak melarang sunat sepenuhnya, tetapi hanya memberikan syarat saja. Tetapi faktanya, sunat tidak mencegah penyakit apa pun secara 100%, seseorang masih bisa terkena kanker penis (maaf), penyakit menular seksual, AIDS, penularan HPV ke wanita, dan infeksi saluran kencing meskipun seseorang tersebut sudah disunat sehingga dari segi kemoralitasan, sunat memang tidak memenuhi syarat yang dituliskan oleh Paus Pius XII yaitu tentang prinsip “therapeutic”. Oleh karena itu, ada benarnya Kalau Pak Chris menuliskan bahwa umat Katolik sebaiknya jangan melakukan sunat karena sunat tidak sesuai dengan syarat moralitas Paus Pius XII. Tetapi, Kalau Pak Chris mengatakan bahwa Paus Pius XII melarang sunat, Pak Chris salah karena Paus Pius tidak mengatakan larangan sunat itu. Karena sunat tidak memenuhi syarat yang dituliskan oleh Paus Pius XII, Father John Dietzen memang benar dengan mengatakan bahwa sunat menyalahi syarat Paus Pius dengan kata2 “amputation” dan “mutilation”.

  41. BAGIAN 2
    Tentang argumentasi rohani Pak Johan, Pak Johan tidak bisa menolak apa yang dituliskan oleh Paus Pius XII karena dalam menulis buku yang sah apalagi kalau yang menulis adalah Paus, seseorang tentunya tidak boleh main2. Apa yang dikemukakan dalam ajaran Gereja Katolik tidaklah saling berkontradiksi, jadi kalau Pak Johan beranggapan bahwa apa yang ditulis oleh Paus dalam bukunya adalah salah atau ada kontradiksi dengan ajaran yang lainnya, maka Pak Johan berpotensi mematahkan kepercayaan umat Katolik kepada Paus sebagai pendamping Bapa dalam memimpin seluruh umat Katolik dan pemilik penafsiran ajaran Allah Bapa yang tertinggi. Tentu apa yang ditulis oleh Paus Pius XII dalam bukunya didasarkan juga dengan pendampingan Roh Kudus.

    Tentang anggapan Pak Johan tentang Anti Sunat, sebenarnya tidak ada yang salah/jelek dari grup Anti Sunat. Dan apa yang ditulis dalam website http://www.circumstitions.com/Xy.html tidak berisi bahwa ajaran Kristen/Katolik melarang sunat, coba lihat lagi judulnya “Why Christians need not be circumcised” artinya “mengapa umat Kristiani tidak perlu disunat”, dan mungkin karena Pak Chris kurang memperhatikan judulnya, jadi Pak Chris mengatakan bahwa Gereja menurut grup anti sunat ini melarang sunat. Pak Johan sebaiknya bisa memaklumi Pak Chris ini karena apa yang dialami Pak Chris ini adalah human error. Terus terang, saya melihat Pak Johan juga menuduh sembarangan tentang anti sunat setelah membaca tulisan Pak Chris yang mengatakan ajaran Gereja melarang sunat karena berasal dari website circumstitions.com. Pak Johan juga tidak melihat judulnya dan terlalu cepat mengambil keputusan tentang image anti sunat. Tetapi, saya bisa memaklumi Pak Johan karena masalah human error juga. Jadi, cobalah Pak Chris dan Pak Johan untuk mengoreksi lagi human error ini.

    Tentang study sunat, terus terang saja bahwa saya berasal dari keluarga dengan tradisi sunat dan saya juga telah disunat saat umur 18 tahun. Terus terang juga saya merasakan ketidaknyamanan akibat disunat dan saya juga mengalami komplikasi berupa pembengkakan bekas luka sunat yang harus dioperasi untuk dibenahi atas pembengkakan tersebut. Sebelumnya saya beranggapan bahwa sunat memang baik di dalam kesehatan, tetapi dengan berat hati saya harus menerima faktanya bahwa sebenarnya penelitian2 pro-sunat memang telah dipatahkan seperti apa yang dikatakan oleh Pak Chris. Dan saya bisa menjamin hal itu karena saya mendapat konfirmasi dari teman2 saya yang dokter dari Australia. Dan beratnya lagi, argumen2 Prof. Morris tidak disetujui oleh RACP (badan kesehatan resmi Australia) seperti yang diungkapkan Pak Chris dan saya juga mendapatkan konfirmasi dari teman2 saya tersebut bahwa Prof. Morris memang agak sedikit aneh. Teman2 saya tersebut bisa saya percayai dan Kalau mereka membohongi saya, maka saya akan membuat perhitungan dengan mereka :D. Kalau Pak Johan tidak suka akan penjelasan2 Pak Chris, coba baca saja link yang diberikan oleh Pak Chris. Saya perlu beritahukan bahwa saya tidak bermaksud untuk memihak, tetapi saya memberikan faktanya seperti itu. Tentang penjualan kulup, hal itu memang dibenarkan oleh teman2 saya, memang ada juga penjualan semacam itu. Dan tentang tulisan Pak Chris tentang Prof. Morris dan penjualan kulup, hal itu adalah dugaan yang kuat, tetapi juga tidak bisa dipastikan. Terus terang saja, saya menghabiskan banyak pulsa untuk melakukan panggilan kepada teman2 saya di Australia untuk membuktikan informasi2 yang tersedia di sini.

  42. BAGIAN 3
    Tentang ajaran Gereja, tidak perlu dipungkiri bahwa masih banyak umat Katolik yang melakukan sunat karena beralasan bahwa di samping masalah kesehatan dan kebersihan, terdapat juga alasan bahwa Tuhan memerintahkan sunat di dalam kitab Kejadian (saya tanya sendiri alasannya). Liburan sekolah yang lalu saja saya mendapatkan 3 undangan untuk menghadiri syukuran dan pesta sunatan anak dari umat Katolik. Dan yang saya lihat adalah rumah dari sang pengundang ada di lingkungan di mana banyak umat Muslimnya. Jadi, perkiraan saya adalah umat Katolik yang menganggap bahwa sunat masih diharuskan karena tertular oleh keyakinan Islam. Saya memberikan link dari salah satu surat kabar yang berisi bahwa umat Kristen Protestan diwajibkan untuk sunat “Khitan bagi orang muslim dan Kristen Protestan memang diwajibkan oleh agama.” (http://www.surabayapagi.com/index.php?p=detilberita&id=2494). Di sana memang tidak disebutkan umat Katolik karena terus terang saya merasa bahwa umat Kristen lebih populer di kalangan publik Indonesia daripada umat Katolik. Dan kalau ada umat Katolik membacanya, tentu ada kemungkinan bahwa umat Katolik tersebut berpikir bahwa ajaran Kristen diharuskan untuk sunat. Saya sudah mencoba untuk mengontak adminnya melalui email, tetapi tidak ada tanggapan sama sekali.

    Memang ada benarnya tentang tulisan Pak Chris demikian “Circumcision practices are largely culturally determined and as a result there are strong beliefs and opinions surrounding its practice. It is important to acknowledge that researchers’ personal biases and the dominant circumcision practices of their respective countries may influence their interpretation of findings.” karena saya menemukan beberapa website Islam yang memberikan informasi secara salah dan cenderung untuk fokus pada kebaikan sunat dengan hanya memberikan hasil penelitian yang salah/expired/tanpa referensi yang jelas. Kalau peneliti2 hanya berfokus untuk membuktikan sunat sebagai hal yang bagus demi tradisi/ajaran agamanya, maka peneliti2 tersebut berpotensi besar untuk menghasilkan hasil yang salah dan memang hal itu tidak bisa kita pungkiri.
    Saya ambil contoh mengenai informasi yang berpotensi salah dari website2 Islam seperti http://swaramuslim.com/islam/more.php?id=5607_0_4_0_M (lihat bagian II.3 dan II.4) dan referensi pada bagian III.3 sangatlah tidak jelas karena saya sudah mencoba mencari referensinya tetapi tidak ada. Dan Kalau pembaca membaca link ini http://www.missionislam.com/health/circumcisionislam.html, maka pembaca akan menemukan kalimat “And Allah knows best.” yang kalau digabungkan dari isi bacaan tersebut, kita bisa mengetahui bahwa mereka menyediakan informasi2 pro-sunat untuk mendukung bahwa dengan memberikan sunat Allah mengetahui yang terbaik. Memang maksud tersebut tidak salah, tetapi Kalau yang disediakan adalah informasi yang salah atau bertujuan untuk menyesatkan orang lain, maka informasi2 tersebut tidak ada bedanya dengan kebohongan. Pembaca perlu mengetahui bahwa menurut Alkitab, Allah memberikan ritual sunat hanyalah sebagai perjanjian dan bukan karena memang ada keuntungan kesehatan.

    Jadi, di dalam Cantate Domino, Paus Eugene IV ingin menegaskan bahwa sunat tidaklah membawa keselamatan dan jangan sampai umat Katolik terpancing oleh ajaran agama lain tentang keselamatan sunat. Menurut pandangan saya, umat Muslim menganggap sunat sebagai salah satu bagian keselamatan dan mereka berusaha untuk mencari keuntungan sunat agar mereka lebih yakin lagi akan keselamatan dari sunat yang tentunya hal ini berpotensi menghasilkan hasil penelitian yang salah. Sama seperti halnya (perumpamaan sederhana) seseorang yang tidak mengerti akan mencuri dan seseorang tersebut disuruh oleh orang lain untuk mengambil sesuatu tanpa izin dan pembayaran, maka seseorang yang mencuri tersebut tetaplah dianggap mencuri dan menurut pengetahuan saya orang tersebut berdosa meskipun dia tidak tahu apa yang dia lakukan, sama juga seperti sunat, Kalau kita melakukan sunat karena pengaruh budaya Islam, maka kita juga terseret ke dalam pencarian keselamatan dari sunat baik sadar maupun tidak sadar.

  43. BAGIAN 4
    Menurut pendapat saya, perumpamaan pemotongan kuku, rambut, dan hair toning tidak cocok untuk digunakan oleh Pak Johan untuk menjawab argumen Pak Chris dan untuk masalah perumpamaan ini saya lebih setuju kepada Pak Chris, alasannya karena (saya ambil satu contohnya saja) kuku terbuat dari keratin, rambut dan kuku tidak tergolong sebagai organ tubuh dan sedangkan kulup adalah bagian permanen dari organ penis.

    Menurut pendapat saya setelah membaca beberapa website pro dan anti sunat, saya merasa orang2 yang anti sunat dalam website tersebut istilah kasarannya “lebih nggena” karena selain topik tentang Kristiani mereka tidak bertentangan dengan ajaran Gereja, mereka juga menyajikan data secara jujur baik dari penelitian yang pro dan menentang sunat. Dan saya melihat beberapa website pro sunat menyajikan informasi tentang sunat lebih mengarah ke seksualitas dan pornografi (dalam hal ini circinfo.net tidak termasuk).
    Untuk penjelasan yang baik tanpa efek pro dan anti sunat, coba baca2 informasi di http://www.circinfo.org. Meskipun banyak pembahasan tentang sunat pada bayi, tetapi setidaknya terdapat juga pedoman tentang sunat pada usia dewasa dan remaja.

    Pak Johan, tulisan Pak Johan tentang kekatolikan Pak Chris, menurut saya, lebih mengarah ke pengusiran. Kalau Pak Johan menganggap Pak Chris salah persepsi terhadap ajaran Katolik, seharusnya Pak Johan tidak boleh bermaksud untuk mengusir karena di dalam perumpamaan domba yang hilang, Tuhan kita Yesus Kristus tidak mengusir, tetapi mencari. Dan tentang penutupan topik, menurut saya, hal ini lebih mengarah ke pembatasan terhadap hak pembaca untuk mengutarakan pendapat. Jadi, penutupan suatu topik sebenarnya tidak boleh seenaknya main tutup. Harap dikoreksi lagi.

    Pak Chris, tolong dibaca kembali tentang sumber2 yang Pak Chris baca sehingga tidak ada kesalahan persepsi lagi.

    Demikian komentar saya dalam topik ini. Dan karena faktanya menunjukan bahwa sunat tidak terbukti memiliki hubungan dalam pencegahan suatu penyakit dan sebagian besar dari apa yang dikatakan dalam circumstitions.com benar adanya, maka dengan berat hati saya menerima fakta2 tersebut meskipun sebelumnya saya memegang erat pemikiran bahwa sunat memang menguntungkan.
    Terus terang, saya adalah orang yang sangat sibuk, jadi saya mungkin tidak berkunjung ke website ini lagi.
    Saya harap Pak Chris dan Pak Johan serta semuanya yang terlibat dalam diskusi di sini mau saling mengerti, memahami, dan mau menerima fakta yang ada. Pahamilah bahwa kita adalah saudara apalagi kita adalah sesama umat Katolik. Jangan saling menuduh/mencari kesalahan satu sama lain karena bukan itulah yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

    Salam damai, semoga komentar2 saya ini bermanfaat.

  44. @chris dan @Samuel … nanti saya akan jelaskan lebih banyak karena keterbatasan waktu (termasuk pandangan Paus Pius XII mengenai hal ini)

    bagaimanapun ada kesalahan identikal yang anda berdua lakukan di website ini..

    1. saya tidak pernah menjelek2an kelompok anti sunat.. silahkan anda paparkan tulisan saya.. kata “sentimen” tidak pernah melulu digunakan untuk menjelekan sesuatu.. dan sebaliknya anda juga berhenti menuduh sembarangan tentang Morris dan para dokter yang melakukan praktek sunat atau yang mempromosikan tentang manfaat sunat. di link website yang anda berikan pun, tidak menunjuk siapa pelaku praktik penjualan kulup pria, apakah dokter atau bukan.

    2. saya tidak pernah mengusir Chris, tetapi memintanya menghentikan propaganda-nya yang keliru tentang GEREJA KATOLIK MELARANG PRAKTEK SUNAT PADA PRIA (terlebih bila alasannya karena tidak bermoral).

    @Samuel sebaiknya anda tidak fokus membahas penting tidaknya sunat, tetapi lihat dokumen2 dan link2 saya tentang praktek sunat pada pria menurut iman Katolik. sekali lagi saya katakan bahwa saya tidak terlalu peduli pros dan cons manfaat sunat. saya pribadi somehow cenderung tidak setuju sunat pada bayi yang baru lahir.

    itu saja dulu nanti saya lanjutkan.. walaupun saya sibuk saya akan berusaha meluangkan waktu untuk membahasnya ini lebih lanjut demi iman Katolik yang kita semua miliki

  45. pendapat sdr Samuel bisa saya terima.
    sptnya saya mengalami sedikit kesalahan pengertian jadi mohon maaf atas kesalahan saya terebut.
    saya akan coba baca-baca lebih teliti lg namun saya tdk mau melanjutkan diskusi ini lg.
    terima kasih.

  46. Terima kasih atas kehadiran Pak Johan, Pak Chris & Pak Samuel dalam rubrik ini. Saya pribadi appreciate maksud baik bapak-bapak semua untuk menyampaikan informasi “yang terbaik” bagi pengunjung Web St. Anna.
    Saya percaya bahwa argumen-argumen yang sempat mengemuka meski agak kurang mengenakkan, namun hal tersebut justru telah memberikan masukan yang cukup berarti bagi saya yang jarang mengakses berbagai situs sebagai referensi. Saya tetap menantikan tulisan bapak-bapak pada topik-topik mendatang.
    Salam,

  47. Dear all, menanggapi tulisan Chris terkait dengan posisi Gereja Katolik terhadap sunat pada pria saya akan memberikan rangkuman.

    1. Pada masa perjanjian lama, Allah meminta sunat sebagai tanda perjanjian antara Dia dan Abraham. Ini memang perjanjian lama, dan sudah tidak berlaku lagi sejak Kristus menyatakan Diri-Nya sebagai perjanjian baru, antara Allah dengan umat-Nya. Tetapi Allah Maha Baik, dari yang jahat Ia bisa membuat sesuatu yang baik. Tetapi Allah tidak bisa meminta umat-Nya berbuat sesuatu untuk menghasilkan yang jahat, karena itu berkontradiksi dengan Diri-Nya. Karena apabila sunat pada pria menghasilkan sesuatu yang tidak bermoral, maka Allah pasti tidak akan meminta umat-Nya melakukan hal itu.

    2. Berdasarkan prinsip di atas, semua dokumen atau kutipan dari sumber Katolik tidak bisa diterjemahkan secara bertentangan dengan prinsip dasar pertama. baik papal bull Paus Eugene IV atau pesan Paus Pius XII. Tentang bull Paus Eugene IV sudah saya jelaskan di atas, bahwa beliau tidak berbicara mengenai larangan sunat pria per se, tetapi berbicara mengenai keselamatan yang di dalam Kristus.
    Saya cukup menghabiskan waktu mencari pesan lengkap paus Pius XII mulai dari kumpulan perpustakaan online vatican barbahasa Italia dan Inggris atau dari sumber lainnya, tetapi tidak saya temukan kutipan tulisan yang dijadikan referensi tersebut. Semua artikel anti sunat hanya menggunakan potongan pesan Paus XII tersebut. Namun akan sangat baik bila anda yang anti sunat menunjukkan keseluruhan pesan tersebut sehingga kita bisa melihat esensinya dan di bagian mana dari pesan itu yang disampaikan secara ex cathedra. Perlu diberi catatan dalam hidupnya, Paus Pius XII menolak anti semistisme (atau anti Yahudi) – lihat kutipan ensiklik summi pontificatus yang saya quote di sini. Sehingga berdasarkan fakta ini, pun bila beliau benar mengatakan hal itu [terkait dengan moral dalam sunat] dalam pesan radio-nya, maka [menurut saya] tidak mengikat gereja universal, itu artinya beliau tidak berbicara dalam kapasitas ex cathedra. keluarga Yahudi pada tahun 1950-an [yang bahkan sudah lebih sekular dan meninggalkan tradisi judaisme, termasuk yang sudah memeluk Kristen] masih ada yang melakukan sunat.

    3. banyaknya kesalahan prosedur medis sunat pada pria yang menyebabkan kematian, atau trauma rasa sakit adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Namun hal itu tidak menyebabkan secara otomatis sunat pada pria menjadi tidak bermoral dalam pandangan Gereja. Penjelasan Gereja terkait dengan definisi mutilasi sudah saya quote juga dalam penjelasan2 saya sebelumnya. Termasuk paragraf dalam Katekismus Gereja Katolik terkait hal tersebut. Orang tua yang percaya kepada manfaat sunat dan menyunatkan anaknya untuk alasan pemeliharaan kesehatan tidak bersalah dalam hal ini. Dan sangat dianjurkan untuk melakukannya dengan prosedur medis yang benar dan dilakukan oleh seorang ahli medis yang tahu prosedur dan caranya.

    4. bagi mereka yang percaya semua referensi anti sunat, juga tidak bersalah apabila memilih anaknya tidak disunat. Namun juga sangat disarankan mendidik anaknya untuk membersihkan kulup penis secara benar dan teratur untuk menghindari penyakit yang bisa ditimbulkan [boleh-boleh saja tidak percaya bahwa hal ini perlu dilakukan, walaupun sebenarnya pun tidak ada ruginya melakukannya].

    5. Saya menganjurkan kelompok-kelompok anti sunat Katolik tidak secara buta mempropagandakan anti sunat kepada umat Katolik dengan membawa referensi dari dokumen atau sumber lain Gereja Katolik [terlebih pengutipan ayat-ayat Kitab Suci] yang menyebabkan kebingungan umat Katolik mengenai posisi Gereja Katolik tentang sunat. Sangat saya anjurkan untuk tidak membawa propaganda sebagai alasan religius. Propaganda yang buta bisa menjerumuskan seseorang untuk melupakan dasar hukum Allah itu sendiri yaitu cinta kasih, karena kecenderungan untuk memaksakan pemahaman.

    Semoga semua yang membaca diskusi di topik ini mengerti..

  48. terima kasih kpd sdr Johan.
    saya tdk akan memberikan sanggahan lg mengenai tulisan anda,tp saya hanya memberikan pesan sesuai nomor pd penjelasan sdr Johan :

    1. memang benar apa yg dikatakan oleh sdr Johan tp jika saya hanya memikirkan spt itu saja maka akan ada banyak pergulatan iman yg tdk dpt saya terima mengenai gambaran Allah Yang Maha Baik.

    2. seseorang yg menolak & tdk menerima sunat belum tentulah bahwa orang tersebut anti Yahudi.
    jika memang tdk ada dlm situs online spt perpustakaan online maka belum tentu tidak ada krn mungkin saja bahwa informasi tersebut memang tidak dipublikasikan scr online.
    tp memang ada kemungkinan jg mengenai apa yg dikatakan oleh sdr Johan jika apa yg dikatakan Paus tdk diungkapkan scr ex cathedra namun apa yg saya percayai adalah apa yg dikatakan Paus tentunya didasarkan atas bimbingan Roh Kudus.

    3. kita tdk bisa menganggap hasil-hasil yg didptkan dr penelitian-penelitian yg mendukung sunat pasti benar.
    spt yg kita ketahui bahwa pengaruh sunat sdh ada sejak lama & pengaruh tradisi sunat ini bisa mempengaruhi scr kuat dlm menghasilkan suatu hasil dr penelitian-penelitian sunat yg terpengaruh jg oleh tradisi sunat sehingga penelitian-penelitian tersebut dpt menghasilkan hasil-hasil yg sebenarnya salah & kita tdk bisa menolak akan adanya pengaruh kuat sunat dlm penelitian-penelitian tersebut.
    apa yg saya ketahui adalah bahwa kebersihan alat kelamin yg tdk disunat pun tetap terjamin krn pd usia puber & dewasa kulit kulup dpt dengan mudah ditarik ke belakang sehingga memudahkan utk membersihkan bagian dlm dr alat kelamin.
    tdk perlu terlalu memusingkan mengenai kebersihan alat kelamin ini kan seseorang tdk akan mati atau terkena penyakit serius akibat tdk disunat.

    4. saya lebih percaya pada referensi-referensi yg anda sebut sebagai anti sunat krn kebanyakan dr mereka tdk terlalu terpengaruh oleh tradisi sunat.

    5. memang saya akui bahwa saya mengalami sedikit kesalahan yg tdk terlalu banyak dlm pemahaman religiusnya krn memang sebenarnya ajaran Kristen yg disampaikan oleh mereka memang tdk menuliskan bahwa ajaran Kristen melarang sunat.

    apa yg saya pegang adalah bahwa sunat sangat tdk diperlukan dlm ajaran Gereja krn memang tdk penting namun non terapi sunat juga benar-benar tdk bermanfaat bagi kesehatan atau kebersihan.
    & apa yg saya pegang adalah saya melarang sunat dlm keluarga serta keturunan-keturunan saya tp bkn krn alasan religius saya melarangnya.

    saya rasa cukup sudah diskusi ini krn diskusi ini terasa sdh terlalu berlarut-larut.
    harap sdr Johan juga mau mengakhirinya sampai di sini saja.
    terima kasih.

  49. @chris… mengenai poin 1, dimana anda nyatakan ada pergulatan iman yang tidak bisa anda terima tentang kebaikan Allah, coba anda ke http://www.ekaristi.org\forum.. silahkan bawa pergulatan anda di sana.. saya kira para member dan moderator bisa membantu anda mengerti.. bagaimana pun ini adalah bagian dari pengetahuan iman Katolik. Sebagai seorang Katolik adalah sangat baik bila semakin melengkapinya untuk semakin mengenal Allah kita yang Maha Baik dan Maha Kasih..

    dan saya pun memang berniat mengakhiri diskusi ini, dan silahkan bagi orang tua yang membaca memutuskan yang terbaik buat anak-anak mereka… May God guide your steps…