Suka bertengkar, bingung, ingin menikah
Saya berusia 23tahun dan kekasih saya 27tahun. Kami berpacaran selama 1 tahun lebih, sebelumnya kekasih saya sudah mempunyai pacar yang sudah menjalin kasih selama 4 tahun semenjak kuliah dan mereka putus karena kehadiran saya, karena kekasih saya lebih memilih saya (setelah tamat kuliah, kekasih saya kembali ke kota asal dan berniaga lalu berkenalan dengan saya)
Kami berdua berdoa sebelum memulai hubungan kami, saya minta 3 tanda dari Tuhan dan ketiga tanda itu menunjukan “iya” , tapi akhir-akhir ini saya bimbang dan merasa itu semua karena keegoisan kami berdua. Saya kembali manjalani puasa selama 2 minggu dan tanpa hasil untuk mendamaikan saya. Ketakutan saya pada karma atau menurut Firman Tuhan tentang -Apa yang kau tabur itulah yang akan Kau tuai- Sekarang kekasih saya sedang menjalani Bible Study untuk Pembabtisan, keluarga sudah mendukung kami menikah secara Katolik setelah dia dibabtis.
Beberapa bulan terakhir ini, keyakinan saya naik turun mengenai hubungan kami. Ketakutan saya semakin hari membuat saya tidak mendapatkan kedamaian. Saya selalu mencurigai kekasih saya, ingin tau apapun pesan sms dan dengan siapa dia pergi, saya marah hampir setiap hari. Dia pernah tidak jujur untuk pergi bersama teman nya ketika saya menginginkan dia dan saya untuk pergi ke Persekutuan Doa. Saya mendapatinya berbohong setelah saya memeriksa Handphone nya. Saya murka untuk hal2 kecil dan dia bohong agar kami tidak bertengkar, tapi kekecewaan yang saya dapatkan. Saya terlalu egois dan mau menang sendiri, saya ingin Tuhan pimpin kami berdua, terutama dalam keegoisan saya.
Saya takut untuk menikah, keputusan untuk menikah sungguh merisaukan saya. Ini adalah keputusan besar, mengingat banyak pernikahan yang mengalami perceraian dan tingat perselingkuhan yang tinggi dan Tuhan menentang perceraian, saya menginginkan untuk sekali lagi mendapatkan keyakinan dari Tuhan bukan ego. Apakah memang karma berlaku? apabila iya saya ingin melepaskan karma dalam hidup kami (mengingat bahwa saya adalah org ke 3). Saya tidak tau bagaimana untuk mendengar Tuhan, apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup ku. Saya mau belajar lebih berpasrah dan lebih memiliki kasih. Mohon bantuan saran nya untuk saya mendapat hikmat dan roh kebijaksanaan bagi kami. Terimakasih telah membuka forum konsultasi ini. Kalian sungguh luar biasa mau untuk melayani. Jesus Bless You.
AVW







Dear AVW,
Ketakutanmu masuk akal. Anda merasa bersalah karena pernah jadi orang ke 3, merebut pacar orang. Walaupun, kalo mau dirunut, apa betul sih anda yang merebut dia dari pacarnya? apa bukan dia yang berbelok dari pacarnya dan pilih anda, entah karena pelarian entah karena anda lebih dari si ex? hahahaha….. nanti anda malah lebih takut lagi dong, jelas jelas dia pernah gak setia! Gimana ntar kalo dia gak setia kepada anda….?!?!?!?
Sekarang gini aja, bertobatlah kalian berdua. Toh dari keadaan takut ini takut itu sebetulnya kalian sadar sesadar-sadarnya bahwa apa yang kalian perbuat di masa lalu itu gak bener. Maka, bertekadlah untuk berhenti melakukan perselingkuhan apapun dan jangan ulangi lagi. Saling memaafkan, yang lalu biarlah lalu, sekarang mulai hidup baru.
Kalo berani, postpone dulu hubungan kalian. Lalu pelajari ulang apakah memang baik untuk berhubungan lagi. Kalo emang jodoh nanti kan balik lagi.
Cobalah belajar percaya bahwa dia juga bisa berubah menjadi setia. Jangan menuntut dia untuk setia kepadamu, sebaiknya dia setia kepada Tuhan. Toh manusia bisa belajar dari pengalamannya. Kalo sekali sekali dia masih jatuh juga bohong ini bohong itu, gak usah marah. Itu artinya dia masih gagal menjaga komitmennya. Tinggal dilihat aja apakah dia emang menyayangimu. Apa anda juga masih menyayanginya dan masih sanggup hidup dengannya?
Lihat Tuhan Yesus, dikhianati Petrus sampai 3x juga masih tetap mengasihi Petrus kan…. Kita sendiri, kan bolak balik salah juga Tuhan masih mengampuni.
Gak usah terlalu repot dengan kebohongan dia. Dia berada di luar kontrolmu. biar saja itu jadi urusan dia dengan Tuhan. Yang ada dalam kontrol anda adalah diri anda sendiri, maka sekarang bagaimana hubungan anda dengan Tuhan. Coba dengarkan Tuhan, jangan mendikte Tuhan sedemikian rupa hingga rasanya Tuhan bilang Ya padahal jangan jangan itu kehendak diri sendiri.
Mumpung belum menikah, pikirkan baik baik apa betul kalian akan bisa hidup bersama selamanya. Kalo bakalan gak tahan sama kebohongan-kebohongannya ya gak usah maksa kawin. Kalo anda melihat bahwa kebohongan-kebohongan itu hanya soal kecil ya monggo saja menikmatinya.
Salam berkat Tuhan, rin
Ms.AVW
Perkenankan sy menambah sdkt saja,mudah2 an bs untuk bahan pertimbangan lbh lanjut.
Tolong mbak AVW berhitung kembali…setelah itu baru bs memutuskan langkah mbak.
Berdasarkan life expectance ,kalo manusia hidup sampai usia
70th…..mbak musti hidup bersama nya minimum 45 th…hari per hari.
Sanggupkah kira2? cukup ini saja ya tambahan sy.
Salam, Good Luck menyongsong ms depananda
May Gbu,
ly