Sudah Mengandung dan Ingin Menikahi Suami Orang

Kondisi saya saat ini sedang mengandung anak dari pria yang sudah berkeluarga. Saya seorang Protestan dan belum menikah, tapi calon bapak dari bayi ini Katolik dan sudah berkeluarga (dengan dua anak) yang berarti tidak bisa bercerai dengan isterinya sampai maut yang memisahkan. Saya dan dia (calon bapak bayi yang saya kandung) ingin mencari jalan yang sebisa mungkin baik untuk semua, termasuk untuk anak yang sedang saya kandung ini. Kami ingin menikah tapi tidak tahu apakah bisa dan bagaimana caranya? Saya tidak ingin anak saya nantinya lahir tanpa status pernikahan.. Saat ini saya hanya memikirkan apa yang terbaik untuk anak saya nantinya..

Terus terang kami sudah menjalin hubungan dekat cukup lama meskipun berkali-kali kami mencoba untuk saling menjauh tapi akhirnya selalu dekat lagi.. saya sendiri mencoba tau diri karena saya tau dia sudah berkeluarga tapi nyatanya saya (kami) terlalu lemah karena kami memang saling cinta.. sampai akhirnya terjadi hal ini… Saya memikirkan keluarganya dan terutama anak-anaknya, tapi saya juga memikirkan untuk anak saya nantinya..

Menurut Romo, apa yang sebaiknya saya lakukan? Apakah solusi menikah sipil bisa dilakukan bila statusnya masih berkeluarga? Saya ingin menikah di hadapan Kristus, begitu pun dengan keluarga saya, tapi apakah mungkin? Karena kondisinya tidaklah normal, dia berstatus keluarga dan tidak bisa cerai agama, lalu apakah ada solusinya untuk kami dan anak kami nantinya?
Terima Kasih untuk sarannya…

Salam Damai Sejahtera
ARN

15 Responses to “Sudah Mengandung dan Ingin Menikahi Suami Orang”

  1. Ijinkan saya memberi solusi sedikit saja barangkali berkenan…

    Pertama-tama Mba ARN,datangilah istri dari seorang ayah bagi anakmu.memohon ampun darinya&sujud atas dosa/kesalahan yg dibuat oleh kalian berdua.Lapangkan hati jika ada hal yg tidak berkenan akan diterima oleh kalian berdua.Perbuatan yg karena kalian sdh melukai 3 orang sekaligus(1 org Istri&2 anak2nya).

    Kedua berusaha membesarkan si buah hati yg tidak berdosa itu dengan keadaanmu sendiri,tanpa memohon menjadi status istri ke2.Karena sepasang suami/istri&ke2 anaknya itu sdh hadir lebih dahulu,sebelum engkau hadir ditengah-tengahnya.Perkawinan mereka
    tidak bisa dipisahkan sampai ajal maut.

    Ketiga,Sadarilah keliruan yg sudah terjadi sehingga tuntutan yg lebih dari kamu tidak menambah banyak penderitaan bagi yg lainnya.penderitaan itu yg pasti istri yg sah&ke2 anaknya,orang Tua mba ARN sendiri.
    Sebagai status anak nanti nya diluar nikah ya diterima saja,Tapi kamu sdh menyadari segala kekeliruan yg kamu ambil,sehingga membesarkan si buah hati dengan cinta yg tulus,tanpa merusak keluarga yg kamu nodai.

    Allah maha pengampun,kalau pertobatan itu dinyatakan dengan perbuatan yg luhur&tulus.Tanpa banyak meminta ini-itu/menuntut ini&itu batin mu akan kembali lega&menjalani kehidupan selanjutnya dengan menerima semua itu apaadanya,karena semua sudah terjadi tanpa menyalahkan diri sendiri/orang lain/keadaan situasi,Kembali bangkit menyadari semua itu memang harus kamu lalui dalam kehidupanmu.

    Barangkali dengan ketulusan yg kamu nyatakan dengan kesungguhan hati/batinmu,disitu istri yg sah bisa memberikan jalan keluar yg adil&baik,Atau suatu saat kamu bisa menemukan seorang calon suami yg mau menerima keadaan kamu sesungguhnya?sehingga anak yg kau besarkan tidak kurang kasih sayangnya dari figur seorang ayah kandungnya.Dan bersama-sama membina keluarga yg sejati&penuh cinta&ada pengampunan&bersih dari noda kesalahan yg sdh lewat/saat ini.Sehingga Cinta Tuhan melingkupi hati mu yg juga sedang ada si buah hati tak berdosa itu.

    Semoga berkenan,jika kurang pantas saya mohon maaf,salam buat Mba ARN

    regina mary

    Terlihat tidak mudah ya,tapi kalau dilihat/diamati/disadari keadaan yg berat ini sudah kamu rasakan akan terjadinya saat godaan itu hadir&resiko itu akan muncul yg mesti kamu terima.

  2. @ARN..

    Kamu tidak perlu melakukan saran pertama Regina Mary, karena perbuatanmu itu walaupun dengan niat yang baik, tetapi bisa hasilnya menjadi tidak baik.

    Orang yang tepat meminta ampun kepada keluarga itu pertama kali adalah si bapak yang Katolik itu karena telah mengkhianati janji setianya kepada keluarganya.

    SEdangkan dirimu, bertobatlah karena perbuatanmu pun telah melukai kasih Allah.
    Silih yang tepat menurut saya atas dosamu adalah temui si bapak dan mintalah pertanggungjawaban kepadanya sekali untuk selamanya. Bukan untuk menikahi dirimu, tetapi untuk melahirkan dan memelihara anak yang engkau kandung dan hingga ia dewasa kelak.
    Dan setelah itu pergilah, jauhi si bapak dan keluarganya, seperti dirimu tidak pernah mengenalnya. Dan jangan pernah menghubunginya lagi. Bahkan bila perlu, hindari berbicara dengan si bapak. lakukan ini sebagai permintaan maaf atas keluarga si bapak.

    Jika anak itu tidak bisa engkau pelihara, maka kamu bisa menitipkan anak itu ke panti asuhan anak Katolik. Lebih baik ia dipelihara dan dirawat di sana, dibandingkan ia tidak mendapatkannya dari ke-2 orangtuanya. Semoga kelak akan penderitaannya menjadi kesaksian akan cinta Allah dan semoga ia pun dapat memuliakan Allah dengan perbuatan2nya walaupun hidup tanpa asuhan ke-2 orang tuanya.

    Tetapi jika engkau bisa mengasuhnya dengan penuh cinta tanpa selalu memandang ke belakang siapa ayah dari anak itu, maka perbuatanmu akan terpuji di hadapan Allah. Untuk akte kelahiran, cantumkan nama anda, hal ini pun diperkenankan menurut hukum negara.

    Jika engkau sungguh ingin menjadi saksi Kristus, lakukan sesuai dengan kehendak-Nya walaupun sakit dan malu harus kamu lalui, ingatlah Yesus yang telah lebih dulu menderita karena cintanya kepadamu. Peganglah cinta Kristus ini di atas segala-galanya, bahkan di atas cintamu kepada si bapak.

  3. Kasus Miss ARN.

    Menurut hemat saya comment2nya menyudutkan miss ARN yg nb. Orang protestan, kita sebagai orang Katholik tidak boleh egois atau sok mutlak suci. Bagaimanapun kasus diatas adalah kesalahan mereka berdua dan yang lebih telak adalah prianya ( Imannya lebih kecil daripada biji sesawi ) dan dosanyapun akan berlipat ganda kalau tetap membiarkan Miss ARN harus kebingungan mencari solusi. Tunjukkan bahwa orang Katholih penuh tanggung jawab ; kasih sayang dan peduli pada penderitaan orang lain daripada membela dirinya sendiri dengan segala macam upaya agar lepas dari beban atas dosanya. Yang benar prialah yang harus menyampaikan kepada istrinya dan menanggung segalanya sampai anak itu lahir kemudian diambilnya dan diasuhnya. agar Miss ARN dapat bebas u/ mencari pendamping yg jauh lebih baik dari padanya. Mengapa demikian , karena ketika anak sudah mulai besar dia sudah ada ayah dan ibu meskipun (ibu tiri) dibanding ketika Miss ARN yg mengasuhnya kasihan sianak akan dikenal dengan predikat anak haram . Adapun bagi si Ibu tiri beliau akan lebih mulia di mata Tuhan apabila dengan segala kebesaran jiwanya mau menerima anak tersebut dengan tulus ichlas, yang pasti selama hidupnya semasa belum dewasa anak tersebut akan dibeayai oleh Tuhan dalam arti kalau orang beriman pasti tau maksudnya. Selanjutnya khusus bagi 2 Org pemberi saran diatas tolong jangan lagi memakai kata KAMU u/ menyebut orang lain serendah apapun orang tersebut .Sekian dahulu Tuhan Memberkati.

  4. Wuiih..Sudahlah..tdk perlu saling menyudutkan. Intinya semua berniat baik utk memberi masukan. Tp semua kembali kpd Miss ARN sendiri.

    Saya prihatin dgn apa yg terjd. Tp sy mau ksh contoh nyata dlm khdpn Om sy.

    Om dan tante sy katolik,ktk mrk pny 2 anak,om sy selingkuh,pd saat tante sy hamil yg ke3. Tante sy sgt stres berat. Tp om dan wanita lain tsb tdk peduli,krn mrk katakan mrk saling mencintai dan sulit dipisahkan. si wanita tsb hamil dan dinikahkn scr Siri.Jd sdh sm2 hamil.

    Di thn pernikahan yg ke 16,tante sy minta cerai dan akhirnya dikabulkan oleh gereja dan pengadilan. Anak dr tante sy,sangt sedih dan sgt2 membenci bpknya. Anak tsb terpacu utk membahagiakan ibunya,. Anak tsb sdh kuliah dan mau selesai sbtr lg,di UPH,pelita Harapan,dgn beasiswa penuh krn juara umum dr URSULA.Bgt pl dgn adiknya. Ttp anak ke3nya meninggal krn gagal ginjal..Krn ktk hamil dia Stres..

    Skrg om sy sudah dgn yg ke2,otomatis sdh jd tante sy jg ya.. Tante yg ke2 masuk kristen.Jd om sy jg udah gak Katolik lg. Anak mrk yg pertama sdh 14thn,perempuan,tp kerjaaannya pacaran,dan sering tdk pulang. Smp tante sy yg ke2 stres. Dia berdoa..Dia cari pendeta dan orang pinter yg punya talenta utk penyembuhan, dll..Tp ttp sj..Kl mlm dia gak bisa tidur dan sudah bjaln 2 bln.

    Tp yg tdk disadari tante sy yg ke2,dia tdk sadari gerak seluruh batinnya. Dia mencari keluar dan melarikan semua permasalahnnya keluar..Dia tdk coba utk berdiam..menyadari batin..menyadari Kasih Tuhan yg ada di dlm diri ini, bukan di Luar sana..

    Skrg smua tergantung Miss ARN. Kita semua pst pernh melakukan kesalahan dan dosa. Maka utk itu mari mohon ampun pd Tuhan dan mohon jalan keluar yg terbaik.Selain berdoa,Miss ARN, masuk dlm keheningan,menyadari semua gerak batin,bersama semua rasa yg ada,rasa sedih,rasa bersalah,rs bingung dll..Jgn ditolak,amati..sadari..dan sy yakin stlh itu pst miss ARN dpt jalan keluar yg baik,yg bukan dr pikiran dan perasaan semata, tp jln yg bnr2 Tuhan berikan,akan mengalir. Saya yakin itu krn sy sudah lakukan itu. Dan keputusan yg sy buat jadinya bukan dr pikiran sj tp dr dalam yg menggerakkan,shg memancarkan kasih yg tulus dan iklas.

    Terima kasih. Salam Damai..

  5. …sesal kemudian tiada guna…

    sebuah perkara yang tidak mudah. namun perlu mendapat perhatian. banyak temen-temen yang lain yang mengalami hal yang sama.
    kiranya menjadi sebuah pembelajaran bagi semua pihak… kalo sudah terjadi seperti ini yang paling menderita adalah PIHAK ANAK. baik yang sudah lahir maupun yang masih dalam kandungan, dan bukan kedua belah pihak yang telah berselingkuh. oleh karena itu lebih baik berpikir dulu sebelum bertindak.

    untuk hal yang sudah terjadi: silahkan berpikir secara tenang, di dalam TUHAN. Biar TUHAN yang memberikan jalan keluarnya.

  6. @Brahm

    1. kata “kamu” adalah bahasa Indonesia yang tidak pernah dikaitkan dengan rendah tingginya posisi seseorang. Jika tidak percaya silahkan cari tahu dan tunjukkan di sini apakah kata kamu itu identik dengan merendahkan seseorang.

    2. Saya pernah mengetahui seorang pria yang berselingkuh dan menghamili wanita lain, bertobat dan mengakui perbuatannya. Isterinya menerima kondisi suaminya, dan dengan berbesar hati menerima anak hasil selingkuhan suaminya sebagai anak mereka. Tetapi ingat kondisi ideal ini tidak bisa disamakan bisa dilakukan oleh semua wanita yang mengalami perselingkuhan oleh suaminya. Sangat dimaklumi apabila, sang isteri tidak bisa menerima, mengapa ? karena memaafkan perbuatan suaminya sudah cukup sulit apalagi ditambah dengan kehadiran anak hasil selingkuhan sang suami, yang dapat mengingatkan dia selalu perbuatan suaminya itu.
    Tantangan terbesar bukan saja ada pada saat mengetahui pasangan selingkuh, tetapi juga ketika ia memaafkan dan ketika ia memutuskan untuk menerima kembali orang yang telah mengkhianatinya dan keluarganya. jika anda memiliki pengalaman cukup konseling mengenai hal ini, anda akan mengetahuinya..

  7. Saudari ARN,

    terlepas dari keanggotaan gereja mana pun Anda berasal, dan tanpa mengurangi rasa hormat atau pun bermaksud menghakimi, izinkan saya berbicara, sekiranya mungkin bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

    What is done, is done, there is no turning back.
    Memang dosa yang sudah dibuat tidak dapat dibatalkan karena waktu juga tidak dapat diputar ulang. Tuhan kita, seperti juga yang saya yakin Saudari ARN telah kenal, memang adalah Tuhan yang penuh kasih, tetapi Ia juga Tuhan yang dapat murka.
    Kalau Saudari ingat akan kisah Raja Daud, ia yang sedemikian dekat dan dikasihi Tuhan sekali pun saat terjatuh dalam dosa perzinahan, Tuhan sangat murka dan tidak berkenan kepadanya. Meskipun kemudian Raja Daud menyesal dan bertobat, akibat perbuatannya tetap harus ia tanggung. Tuhan telah memutuskan bahwa bayi hasil perzinahan Raja Daud tersebut harus mati.

    Saya tidak ingin menakut-nakuti Saudari ARN dengan kisah tersebut, namun hanya sekadar mengingatkan. Marilah, Mbak ARN, bertobatlah. Setiap manusia dapat berbuat salah,tetapi Allah kita berkata bahwa Dia tidak akan membiarkan diri-Nya dipermainkan. Kembalilah kepada Tuhan sebelum akibat yang ditimbulkan dosa tersebut semakin besar.

    Tetapi memang untuk benar-benar lepas dari dosa tersebut,pengorbanan yang sangat besar dari Saudari ARN sangat dibutuhkan. Mengenai mengikuti saran dari Bapak Johan ataupun Bapak Brahm.,bukan kapasitas saya untuk menentukan. Saya sarankan Saudari ARN berdoa puasa sungguh-sungguh,dengan jujur meminta petunjuk untuk dapat memilih tindak lanjut yang terbaik,seturut kehendak Tuhan dan bukan kehendak manusia.

    However, sebagai pandangan saja, saran yang dikemukakan Bapak Brahm.,menurut saya sangatlah ideal bila memang bisa dicapai. Anak Anda akan beroleh orang tua, Anda pun berkesempatan untuk bahagia,meski tentunya harus bersama dengan orang lain.
    Happy ending for everyone. Is it?

    Mungkin,jika istri si Bapak sangat berbesar hati dan memiliki kasih Kristus yang berlimpah di dalam hatinya,tidak akan ada masalah. Masalahnya,bila mempertimbangkan aspek-aspek manusiawi,tolong jangan dilupakan bahwa hubungan tidak sah Saudari dan si Bapak,tak mungkin tidak,telah melukai hati sang istri serta anak-anak dari perkawinan mereka yang sah di mata Tuhan.
    Apakah Anda tega menambah perihnya luka tersebut,dengan menyaksikan anak hasil perselingkuhan suami/ayahnya tumbuh bersama mereka dan tinggal bersama mereka setiap hari? Dibutuhkan kasih yang luar biasa besar untuk dapat menanggung beban yang sedemikian berat.

    Pernahkan Saudari juga memikirkan,bila Saudari yang berada pada posisi sang istri,apa yang akan Anda lakukan? Dapatkah Anda mengasihi dan mengampuni dengan tulus,mungkin hanya dengan sedikit pergumulan batin dan air mata?

    Bagaimana pun,tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Jika Saudari ARN sungguh bertobat dan bertekad dengan sungguh untuk kembali pada-Nya,Tuhan pasti akan memberikan jalan.
    Mungkin jalan tersebut adalah salah satu dari yang dikemukakan di forum ini, mungkin juga jalan yang lain,asalkan itu tidak menyimpang dari jalan Tuhan yang benar.

    Tuhan Yesus mengingatkan kita,
    “Pergilah,dan jangan berbuat dosa lagi.”

    Jangan menyerah dan jangan lagi goyah.

    Semoga Tuhan menyertai Anda dan langkah-langkah Anda selanjutnya!

  8. untuk tambahan..mungkin ini bisa menjadi pembelajaran semua orang Katolik di sini. Jika Bapak itu menghadap dan meminta pendapat, maka saran yang diberikan adalah

    1. menyelesaikan permasalahan dengan wanita selingkuhan, satu kali untuk selamanya.. silahkan baca-baca topik lain ada 1 kasus yang saya ceritakan di sana yang kurang lebih menggambarkan apa yang saya tuliskan di sini.

    2. Jika sang isteri memiliki pengampunan dan kasih yang besar. Maka terpujilah perbuatannya, karena bukan saja mengampuni, ia memelihara anak yang dilahirkan dari wanita yang sempat merusak hubungan antara suami dan dirinya. Tetapi jika pun ia memilih untuk tidak melakukannya setelah menerima kembali sang suami. Ia tidak bersalah.

    3. si wanita selingkuhan si bapak, jika ia tidak mampu memelihara si anak, adalah lebih baik si anak dibesarkan dalam lingkungan Kristiani walaupun itu sebuah panti asuhan, daripada ia ragu dapat memberikan kesejahteraan bagi si anak termasuk pendidikan intelektual dan juga terutama moral. Banyak wanita pada posisi ini tidak siap menjadi single parent. Dan keputusan yang diambil ini apabila dilandasi karena kasih kepada si anak dan bukan karena alasan kebencian kepada si laki-laki yang telah menghamilinya, ia tidak bersalah. Setelah itu ia harus melakukan silih yang tepat untuk pertobatannya dosa-dosanya dengan berbuat kebaikan.

    Seorang ibu yang mengasihi anak kandungnya tidak pernah akan melupakannya. Sekalipun ia melupakan anaknya, Allah tidak akan melupakan anak-anak-Nya. (Yesaya 49:15)

    Untuk semua pembaca dan member diskusi.. pilihan yang diberikan ini bukan hanya pendapat pribadi semata. tetapi ada aspek psikologi dan hukum. Bukan saja hukum negara melainkan hukum Gereja. Jadi tolong bagi mereka yang tidak melihat semua aspek ini untuk menahan diri tidak memberikan komentar yang membingungkan atau mengkomentari tulisan member lain dengan pendapat pribadi. Jika anda ragu dengan jawaban di atas, silahkan anda mencari info dari sumber Gereja Katolik dan bandingkan. Lakukan hal ini atas dasar kasih kepada mereka yang membutuhkan nasihat.

    May God bless your steps..

  9. ARN,
    Dalam hukum agama Katolik, tentu kalian tidak dapat menikah. Saya tidak tau apakah kalian dapat menikah dalam hukum agama Protestan dengan cara tidak jujur. Silakan check.

    Seharusnya, bila tidak dilakukan pengesahan perkawinan menurut agama, maka kalian tidak dapat mencatatkan perkawinan di Catatan Sipil. SEHARUSNYA. Dengan demikian maka status anak anda di Akta Kelahiran adalah anak ibu. Tentu ini membawa dampak psikologis tertentu, silakan pikir bagaimana anda akan mendampingi anak anda dalam hal ini.

    Pertanyaan anda: Saya ingin menikah di hadapan Kristus, begitu pun dengan keluarga saya, tapi apakah mungkin?
    Tentu bisa saja menikah di hadapan Kristus tapi tidak dengan lelaki Katolik beristri itu. Kalo mau nekad dengan si lelaki Katolik beristri itu, ya bisa saja dengan cara tidak jujur tapi pertanyaan mendasarnya: untuk apa? wong ya pasti dosa. Dari pada jelas dosa kan mending silakan kawin menurut adat agama lain.

    Solusi?
    Saya punya teman yang sejak kecil aktif Misdinar dan selamanya dia seorang Katolik yang baik. dia nikah 6 tahun tanpa anak. Lalu istrinya menyatakan putus dan pergi ke pulau lain. Mereka pisah 1 tahun. Lalu lelaki ini pacaran dengan wanita muslim baik baik. Kemudian lelaki menceraikan sipil istrinya dan menikahi pacarnya dengan keputusan mantap: dia jadi mualaf. Sekarang dia jadi muslim yang baik. Sholat, puasa, pokoke baik lah. ternyata sekarang dia punya anak.

    So? Konsekwenlah! Kalo emang niat tidak taat pada ajaran Katolik ya konsekwen, jalani menurut cara yang memang dipilih untuk dijalani. Ini bukan penghakiman lho ya, hanya mengajak anda berpikir bagaimana seharusnya. Kalo memang cinta Yesus ya taatlah. Kalo pilih melawan, tentu anda punya hak untuk memilih mau ikut aturan yang mana. Toh hidup tidak hanya Katolik to….

    salam, rin

  10. Sdri. ARN yang terkasih,

    Melihat banyaknya saran yang telah masuk, suatu tanda bahwa cukup banyak pihak yang concern dengan masalah yang Sdri. ARN hadapi saat ini.

    Pilihannya semua tidak mudah, semua mengandung konsekuensi yang cukup sulit. Dalam hal ini kiranya Sdri. ARN dan juga sang Bapak bayi mempertimbangkan langkah yang me-minimize korban.

    Bahwa Bapak bayi yang Katolik dan Sdri. ARN (Protestan) yang juga beriman kepada Tuhan Yesus kiranya tetaplah pada iman kepada Yesus, merupakan pengorbanan yang tiada taranya jika untuk dapat meresmikan hubungan Anda berdua harus melepaskan harta yang tak ternilai itu dengan memakai kaidah agama di luar Kristiani. Atau menutup dosa dengan dosa (dengan tidak jujur agar dapat diberkati di Gereja).

    Alangkah mulia bila setelah melukai sebuah keluarga yang utuh Sdri.ARN mempertimbangkan langkah yang me-minimize penderitaan mereka (istri & anak-anak). Bila sang Bapak diambil oleh Sdri ARN berarti ada 3 orang yang kehilangan, 2 orang anak yang selama ini memiliki hak atas Bapaknya tiba-tiba harus kehilangan, mereka akan tumbuh dalam kekecewaan.

    Saya melihat sebuah contoh, seorang gadis hamil dengan seseorang yang tidak mungkin dipersatukan dalam perkawinan (karena sudah berkeluarga). Mereka mengambil langkah demikian, sang gadis yang hamil tinggal di suatu biarawati yang berkenan menerimanya, setelah lahir sang bayi dipelihara oleh kerabat dekat mereka dan dimasukkan dalam Kartu Keluarga mereka sebagai anak bungsu, pihak Bapak sang bayi men-support dengan biaya pemeliharaan. Saat ini sang bayi telah tumbuh menjadi anak manis karena dibesarkan dalam keluarga Kristiani yang mencintai dia. Sang gadis (ibu anak tsb) menikah secara Kristiani dengan Pria yang bisa menerima keadaan dia secara utuh. Langkah yang diambil oleh Gadis tersebut telah menyelamatkan keutuhan sebuah perkawinan, dan atas kemurahan Tuhan (karena dia bertobat dan mengambil langkah yang memikirkan kepentingan orang lain) dia mendapatkan suami dengan hati yang mulia.

    Sdri. ARN semuanya sudah terjadi, tetapkan langkah dengan segala konsekuensinya. Bagi Tuhan tidak ada sesuatu yang mustahil, mohon ampunlah dan kembali hidup benar di hadapan Tuhan. Janji Tuhan bagi orang benar dalam Mazmur 37:25, Dia tidak akan meninggalkan orang benar dan anak cucunyapun akan dicukupkan.

    Selamat berjuang. Tuhan memberkati.

  11. Tuhan itu baik, sungguh baik.
    Namun manusia selalu meminta, mohon agar doanya
    dikabulkan cepat, instan, sesuai dengan ideal org
    yg berdoa. Kita tahu bahwa dalam realita kehidupan,
    masalah bisa terselesaikan dengan cepat, sedang atau lama. Disini iman kita diuji.
    Naah apapun idealnya yg kita inginkan kita harus berdoa selalu, berserah diri , siap menderita tapi senantiasa dalam keadaan suka cita. Pasrah bukan berarti pasif tapi tentu harus proaktif tapi hasil ujungnya harus diserahkan kepada Maha Pengatur.

    Pilihan ada di mbak yg sedang 2 in 1 (hamil), tentunya. Buanglah keinginan yg egoistis utk meraih happy ending saja. Fokus pikiran anda untuk bagaimana membesarkan anak yang ada di kandungan dengan penuh kasih sayang.

    Kajilah pendapat teman2 diatas, renungkan lalu bawalah persoalan ke Tuhan dengan doa yg penuh hikmat.

    Tuhan itu baik, sungguh baik. IA punya rencana yang indah…pasti !

  12. Kurasakan batin ini bergolak
    Aku mengandung aib yg tak terhapus
    Apakah kebaikanku di hadapanNya
    Sehingga aku melangkah terlalu jauh,
    … masuk dalam ruang paling pribadi menebar duri

    Janin ini tak bersalah
    Aku bersalah
    Tak seharusnya aku ada disana

    Cinta itu tak murni
    Yang ada hawa napsu duniawi
    Dan sekarang ingin dimiliki?
    Benarkah itu cinta sejati?
    Atau sekedar ingin dinikahi?
    Hanya demi masa depan yg tak pasti..

    Segalanya telah terjadi
    Kilaf’ku takkan mengembalikan kepercayaan murni
    Sewajarnya aku mohon maaf pada kekasih hati
    Pergi melangkah berbesar hati
    Anak yg kukandung akan kubesarkan seorang diri
    Mungkin Tuhan punya rencana yg tak kuketahui dibalik ketidak-murnian ini
    kelak Tuhan menjadikan bayi yg tak bersalah ini sebagai alat untuk mewartakan kabar surgawi

    Pro dan kontra itu wajar dan manusiawi
    Terima kasih atas perhatian dan tanggapan saudara saudari
    Akan kutunjukkan bahwa aku masih memiliki hati yang mulia
    Takkan merampas kebahagiaan yg ada
    Takkan kubiarkan diri melangkah lebih jauh lagi
    Melakukan kesalahan untuk kedua kali

    Kiranya Tuhan membimbing aku memasuki babak baru dalam hidupku
    Semoga aku dan bayi ini diberi kekuatan untuk memuliakan Dia
    Penuh sukacita

  13. lakukan 1 atau 2 hal untuk mendapatkan perubahan yang besar. bukan melakukan hak yang besar tetapi mendaptkan atau menghasilkan yang kecil2….. yang terbaik untuk km adalah berbenah diri, lakukan dari dalam diri km mengenai apa yang sudah terjadi di masa lampau kemudian km renungi dan introspeksi diri untuk merubah yang bukan dari diri kita. untuk mendaptkan kehidupan yang sejati..

  14. Ceritanya sama persis menimpa keluarga saya…. suami sy selingkuh dengan teman kerjanya. Mereka sama2 katolik, sedang sy Protestan. Masalah ini sudah sampai ke Romo tempat kami tinggal, sebagai sarana konsultasi. Hanya sampai sekarang belum ketemu solusinya… suami sy temperamen thdp sy dan memperlakukan sy spt orang lain… dan yg bisa sy lakukan adalah bertahan… mencoba menerima segala kekurangan suami… walaupun harus tersakiti….

    Selama sy mengetahui perselingkuhan suami sy, tidak pernah sekalipun sy berusaha utk menghubungi perempuan itu hanya utk mengatakan hal2 yang berbau emosi… saya redam emosi sy, hanya untuk menjaga perasaan suami sy…

    Bahkan hingga perempuan itu mengetahui bahwa sy sdh mengetahui hubungan mereka….perempuan itu tetap saja menjalin hubungan dgn suami sy, namun sy jg tdk berusaha utk memaki2 perempuan itu… lagi… semua utk menjaga perasaan suami saya… sy mencoba berpikir, suami sy sedang salah jalan… walaupun di satu titik waktu tertentu rasa sakit krn pengkhianatan itu terasa menusuk…. tp tetap, sy buang perasaan sakit itu.. lupakan sebisa mungkin…

    Perempuan itu semakin menggila…menekan suami sy secara halus…tujuannya agar suami sy segera ambil keputusan meninggalkan keluarga kami…

    Hingga suatu ketika, jiwa sy benar2 berontak… mengatakan ini tdk boleh dibiarkan terus… sy harus menyatakan sikap terhadap suami dan perempuan itu…
    Akhirnya sy telp perempuan tsb (ttp menahan semua kata2 berbau emosi) dan meminta dengan tegas agar menjauhi suami sy dan tidak menerima telpon suami sy…
    Suami sy pun melihat sendiri sy menelpon perempuan selingkuhannya… sy tdk perduli… krn sy merasa benar dgn menyatakan sikap tanpa mengeluarkan kata2 makian…
    Tp itulah Tuhan….dlm kemarahan dan emosi sy yg meluap2 saat itu… Tuhan bekerja atas sy dan suami sy…kmi tdk bertengkar sedikitpun…kmi bicara baik2, suami sy menanyakan apa yg sy bicarakan dgn perempuan selingkuhannya… sy jawab jujur tanpa ancaman apapun thdp perempuan tsb…

    Sy tdk tahu akan spt apa RT sy kedepan…yg sy lakukan skrg hanyalah menata hati dan hidup sy bagi Tuhan… sy menyadari.. kita tidak boleh berharap pada manusia… krn hasilnya hanyalah kecewa… sulit, sangat sulit utk mengarah ke hal tsb.. krn RT sy dan suami dibangun dari nol… dari perjuangan yg begitu berat…kami alami dan jalani bersama… suka dan dukanya… hingga memang klo bisa sy katakan… suami sy sdh jd bagian hidup sy… spt Anang bilang… Separuh Jiwaku Pergi…

    Buat teman2 yg sudah kasih masukan… jujur sy jg bingung knp sy bisa masuk ke web ini… dan pas sekali pembahasannya dgn masalah yg sdg sy alami skrg…

    Banyak godaan2 utk menyelesaikan masalah ini secara instant… tapi sering hati sy bertanya… apakah ini itu jalan terbaik yg dikasih Tuhan… seperti apakah jawaban Tuhan atas masalah ini…. atau kah sy terlalu lemah sbg perempuan dihadapan suami sy…?? hingga suami sy semakin menyepelekan sy… dengan alasan cinta thdp perempuan itu… sy cuma yakin Tuhan itu tidak buta, Dia melihat segalanya… dan penghakiman itu biarlah datang dr Tuhan….

    Skrg sy berusaha menjalani hidup sy dengan normal… merawat anak2 (dengan ketimpangan yg ada), merawat diri saya, mendekatkan diri pada Tuhan… menyibukkan diri dgn berbagai rutinitas dan kewajiban… tanpa mengurangi perhatian kepada suami sy… Semoga Tuhan mengirim teman2 utk membantu sy keluar dr masalah ini… Amin…

  15. Kalau boleh memberi tambahan, anda sedang dihadapkan kepada pilihan-pilihan yang sulit. Ambil waktu menyendiri dan berdoa meminta pengampunan, ceritakan semua yang sudah dilakukan di hadapan Tuhan, itulah yang paling penting. Hanya Tuhan yang paling mengerti perasaan dan keinginan anda. Mengenai solusi terbaik, Tuhan lebih tahu daripada kita semua.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>