Suami suka main perempuan

Saya sudah menikah hampir 2 tahun. tapi sebelum kami menikah gereja kami sempat menikah secara adat selama 6 tahun. tapi, didalam 6 tahun itu suami saya sudah selingkuh 4 kali tapi saya selalu mema’afkan dia, dan setelah menikah geraja dia melakukan hal yang sama malah lebih parah dari yang sebelumnya. karena saya saya tidak dan karena terus bertengkar saya minggat dari kos dan saya ingin bercerai. tapi sejauh ini dia tidak mau bercerai tapi dia sulit melepaskan perempuan itu. perlu Romo ketahui bahwa perempuan itu cewek panggilan. dan dia ( suami saya.)tidak pernah tidur di kosnya sendiri selalu tidur dikosya si cewek.
Nama suami saya NN, eks Frater.

saya mau tanya apakah bisa perkawinan katolik cerai?

LCD

One Response to “Suami suka main perempuan”

  1. Tidak ada perceraian dalam agama Katolik dalam arti umum yang diketahui orang apabila seorang pria dan wanita dipisahkan secara hukum negara.

    Kecuali kamu memiliki dasar bahwa pernikahanmu dengan suamimu sejak mulanya dipenuhi dengan kebohongan, atau terjadi karena terpaksa bukan cinta yang melandasi, atau ketiadaan hal hakiki lainnya yang menjadi dasar sebuah pernikahan Katolik, maka pernikahanmu tidak bisa dibatalkan.

    Mengenai kasus kamu, sebaiknya cara yang paling tepat adalah meninggalkan dia dan hidup terpisah untuk sementara waktu, hingga ada perubahan berarti dari diri suamimu. secara hukum sebenarnya kamu pun bisa datang ke wanita selingkuhan suamimu dan memintanya menghentikan perbuatannya itu, jika tidak ingin dituntut atas pelanggaran hukum karena perbuatan zinah. tentu saja hal ini perlu dilakukan secara bijak, termasuk pastikan aman (seorang yang dalam keadaan bahaya bisa berbuat nekat). hal lain, kalo anda membuktikan ancaman anda itu, maka tentu saja hal ini akan menyeret suami anda juga ke pengadilan. Dan rekonsiliasi [apabila ini masih diharapkan] tentunya akan semakin sulit dilakukan.

    saya tidak bisa menduga mengapa ia lebih memilih berhubungan seks dengan wanita lain sedemikian parah dibandingkan dengan isterinya sendiri. Rasanya ada hal lain yang disembunyikan, dan ini harus di”obati” mungkin dengan datang ke konselor atau ke psikolog untuk mengetahui alasannya itu, bila ia tidak bisa berbicara dengan anda. Atau mungkin anda bisa meminta pertolongan seseorang yang ia segani, temannya yang sudah menjadi pastor mungkin..

    sementara itu dulu..janganlah berhenti berdoa dan menerima sakramen Ekaristi..

    May God bless your steps

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>