<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Suami Selingkuh, Istri Stress</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-istri-stress/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-istri-stress/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 21:35:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Viona</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-istri-stress/comment-page-1/#comment-5922</link>
		<dc:creator>Viona</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 May 2012 07:32:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=424#comment-5922</guid>
		<description>Saya,ibu Rumah tangga dengan 3 orang anak .2anak laki-laki dan perempun.setelah menikah tinggal di luar kota yang jauh  dari sanak saudara .dari awal pernikahan ,suami sering sekali keluar malam terutama hari Sabtu malam Minggu ,untuk urusan entertaint,dan kami jarang berhubungan intim setelah anak pertama lahir.dan kami sempat berjauhan dlm waktu 3 tahun,hanya sebulan sekali dia pulang.   saya kesepian.tapi kemudian saya memutuskan untuk ikut suami lagi setema anak kedua kami lahir.,tapi dengan kenyataan dia telah terkena herpes,dan beberapa kali menemukan foto 2 dia dengan banyak wanita yg berbeda-beda.                                  Terakhir dia membeli apartemen di kota asal kami,dan di hpnya banyakj sekali dia berfoto dengan abg telanjang.dia menyalahkan saya karena saya pernah berjauhan dengan dia,dan saya lebih memperhatikan anak anak,daripada dia.dia merasa ditelantarkan oleh saya.hanya anak saja yg diurus sedang dia tidak.hal itu yg selalu dia jadikan alasan dia bisa melakukan hal itu,tapi juga dia takut menulari saya,walaupun saya terkena herpes juga ketika hamil anak ketiga.sepertinya dia tidak ada penyesaln karena menurut dia hal ini terjadi semata- mata karena sayA yang memulainya.dia tidak mau berubah,dancenderung semau gue.walaupun secara ekonomi dia masih menafkahi dengan penuh perhitungan,tapi tidak sama sekali untuk kebutuhan batin.Saya,bingung dan tak tau lagi yg harus saya  lakukan.kami berdua adalah dari keluarga Katolik ,tapi semenjak kejadian ini ,saya jarang ke gereja,dan suami saya tidak pernah sama sekali.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya,ibu Rumah tangga dengan 3 orang anak .2anak laki-laki dan perempun.setelah menikah tinggal di luar kota yang jauh  dari sanak saudara .dari awal pernikahan ,suami sering sekali keluar malam terutama hari Sabtu malam Minggu ,untuk urusan entertaint,dan kami jarang berhubungan intim setelah anak pertama lahir.dan kami sempat berjauhan dlm waktu 3 tahun,hanya sebulan sekali dia pulang.   saya kesepian.tapi kemudian saya memutuskan untuk ikut suami lagi setema anak kedua kami lahir.,tapi dengan kenyataan dia telah terkena herpes,dan beberapa kali menemukan foto 2 dia dengan banyak wanita yg berbeda-beda.                                  Terakhir dia membeli apartemen di kota asal kami,dan di hpnya banyakj sekali dia berfoto dengan abg telanjang.dia menyalahkan saya karena saya pernah berjauhan dengan dia,dan saya lebih memperhatikan anak anak,daripada dia.dia merasa ditelantarkan oleh saya.hanya anak saja yg diurus sedang dia tidak.hal itu yg selalu dia jadikan alasan dia bisa melakukan hal itu,tapi juga dia takut menulari saya,walaupun saya terkena herpes juga ketika hamil anak ketiga.sepertinya dia tidak ada penyesaln karena menurut dia hal ini terjadi semata- mata karena sayA yang memulainya.dia tidak mau berubah,dancenderung semau gue.walaupun secara ekonomi dia masih menafkahi dengan penuh perhitungan,tapi tidak sama sekali untuk kebutuhan batin.Saya,bingung dan tak tau lagi yg harus saya  lakukan.kami berdua adalah dari keluarga Katolik ,tapi semenjak kejadian ini ,saya jarang ke gereja,dan suami saya tidak pernah sama sekali.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: LF</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-istri-stress/comment-page-1/#comment-2159</link>
		<dc:creator>LF</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 03:42:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=424#comment-2159</guid>
		<description></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Serenity_jr,</p>
<p>Mungkin yg dikehendaki suami anda, ini mungkin, kerinduan akan pasangan hidup yg seiman dengannya (Katholik).</p>
<p>Kalau anda sejauh itu mengetahui kehidupan WIL, anda bisa mengadakan pendekatan kepada suami untuk menyadarkan dia bahwa apa yg ia lakukan terhadap anda &amp; keluarga adalah dosa karena suami anda telah melanggar hukum Tuhan (Sepuluh Perintah Allah), bahwa dia telah melakukan ‘perlawanan’ terhadap Allah dengan berzinah dst.  Anda bisa mengingatkan suami anda untuk mohon pengampunan dari Allah dan menerima sakramen rekonsiliasi pribadi (biasa disebut mengaku dosa), sebab dengan menginginkan milik sesamanya dengan tidak adil (punya WIL)suami anda tidak layak menyambut Sakramen Ekaristi.  Dia mesti membenahi hubungan pribadinya dengan Allah, berdamai dengan Allah dan Gereja, menyesali dosa-dosa dan mohon ampun atas perbuatannya di hadapan seorang Imam, setelah itu barulah suami anda layak menerima santapan rohani yakni Tubuh Kristus.  Semoga dengan pertobatan suami anda hidup di jalan yang benar.</p>
<p>Meski anak-anak masih terlalu kecil, ajaklah anak-anak untuk berdoa bersama.  Hadapilah hidup ini dari saat ke saat.<br />
Hidup anda patut disyukuri apapun yang IA berikan.  Tetaplah di jalan Tuhan sebab hanya Dia sumber kekuatan.</p>
<p>Salam dan doa untuk anda &amp; anak2.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: serenity_jr</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-istri-stress/comment-page-1/#comment-2156</link>
		<dc:creator>serenity_jr</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 11:20:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=424#comment-2156</guid>
		<description>Topiknya betul2 berhubungan dgn masalah sy. Saya dan suami sudah 5 thn ber RT dan sdh memiliki 2 anak, cewe 4 thn dan cowo 18 bln. Namun, sejak 2 thn ini, suami sy berselingkuh dgn teman kantornya yang berbeda kota, bahkan sdh smp hubungan intim yang dilakukan berulangkali (suami sy mengakui tdk mengeluarkan sperma didalam). Untuk hal ini, WIL tsb yg mendatangi suami sy terus, dan atas permintaan suami saya. 

Dari perbincangan, suami sy terlihat gamang. Disatu sisi, dia msh menyayangi RT kami, tp disisi lain... dia menyayangi bahkan terlanjur mencintai WIL nya itu. Sy bingung... apakah pria bisa seperti itu?? 

Disisi lain, pandangan suami ttg WIL nya itu begitu sempurna... 
WIL nya ini jg beragama Katolik (sama dgn suami, sedang saya protestan), berumur lbh tua 1 thn dari suami saya. Keluarga WIL nya ini, adalah Katolik yang taat... bahkan ayah dari WIL nya ini adalah Pro Diakon di salah satu gereja... Di dinding rumah WIL nya ini jg terpampang banyak foto2 religius... 
Suami sy menyatakan, bhw WIL nya itu mencintai dia dgn ketulusan... dengan dalih, bahwa sebenarnya WIL nya itu sblmnya sudah bertunangan,namun ntah knp pertunangan tsb dibatalkan... dan suami merasa bertanggung jwb atas pembatalan pertunangan itu ... 
Yah, begitulah... suami bahkan lancang menelpon WIL nya tsb didpn mata saya dan di dlm rumah kami, hanya utk mengatakan pd WIL nya tsb... bhw dia sudah mengakui hubnya dgn WIL nya tsb... 

Cape dehh... sempat sy gamang... tp kemudian sy lari ke Romo mohon masukan. Dan tidak lama, sebelum suami sy pulang... sy berdoa dan menemukan kekuatan yg luar biasa. Sy begitu tenang mendengarkan semua cerita cinta Suami sy dgn WIL nya, tdk setetes pun airmata jatuh dr mata sy... Thx GOD. Dan sy skrg mjd semakin dekat dengan Tuhan... walaupun tdk bohong, konsentrasi sy thdp diri dan anak2 agak terganggu... but, aku ingatkan diriku... gak boleh jatuh! gak boleh nangis! jgn terbawa perasaan! Jujur... jika sendiri, pergi ketempat2 biasa sy dan keluarga pergi menghabiskan waktu weekend... sy jd sedih, teringat kekonyolan2 dan kelucuan2 yg tercipta saat itu...but, sekali lg sy memperingatkan diri sy... jgn kenang semua itu!! Itu hanya membuatmu sakit dan jatuh!! Don&#039;t do that!! Yahhh... skrg hub sy dgn suami baik2 saja, walaupun suami msh berhub dgn WIL nya itu... kmi tdk bertengkar sedikitpun... walaupun, sy tau suami sy selalu memancing sy utk bertengkar... tp sy selalu berdoa.. Tuhan, kuatkan saya...biar sy melakukan yg baik dan terbaik.. gitu.. 
Sampai skrg, sy tdk tahu akan spt apa masa depan RT sy... sy hanya berharap, Tuhan bukakan jalan... walaupun sbg manusia dan istri... sy akan berusaha hingga titik darah penghabisan, untuk memperjuangkan suami demi anak2... hati saya?? Sudah sy gadaikan... Mohon bantu doa, jika perlu doa Novena yah... krn spt lidi, jika hanya 1 batang... tidak akan kuat menyapu sampah dan kotoran... namun jk ada ratusan sapu lidi diikat, maka sampah2 berserakan dpt dibuang... begitu jg dgn doa sodara2 sekalian.... Trims before... sy jg bingung, ini curhat ato lg iseng yahh... gak tau jg, lg pengen nulis aja.... biar ngak stres nih.. hehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Topiknya betul2 berhubungan dgn masalah sy. Saya dan suami sudah 5 thn ber RT dan sdh memiliki 2 anak, cewe 4 thn dan cowo 18 bln. Namun, sejak 2 thn ini, suami sy berselingkuh dgn teman kantornya yang berbeda kota, bahkan sdh smp hubungan intim yang dilakukan berulangkali (suami sy mengakui tdk mengeluarkan sperma didalam). Untuk hal ini, WIL tsb yg mendatangi suami sy terus, dan atas permintaan suami saya. </p>
<p>Dari perbincangan, suami sy terlihat gamang. Disatu sisi, dia msh menyayangi RT kami, tp disisi lain&#8230; dia menyayangi bahkan terlanjur mencintai WIL nya itu. Sy bingung&#8230; apakah pria bisa seperti itu?? </p>
<p>Disisi lain, pandangan suami ttg WIL nya itu begitu sempurna&#8230;<br />
WIL nya ini jg beragama Katolik (sama dgn suami, sedang saya protestan), berumur lbh tua 1 thn dari suami saya. Keluarga WIL nya ini, adalah Katolik yang taat&#8230; bahkan ayah dari WIL nya ini adalah Pro Diakon di salah satu gereja&#8230; Di dinding rumah WIL nya ini jg terpampang banyak foto2 religius&#8230;<br />
Suami sy menyatakan, bhw WIL nya itu mencintai dia dgn ketulusan&#8230; dengan dalih, bahwa sebenarnya WIL nya itu sblmnya sudah bertunangan,namun ntah knp pertunangan tsb dibatalkan&#8230; dan suami merasa bertanggung jwb atas pembatalan pertunangan itu &#8230;<br />
Yah, begitulah&#8230; suami bahkan lancang menelpon WIL nya tsb didpn mata saya dan di dlm rumah kami, hanya utk mengatakan pd WIL nya tsb&#8230; bhw dia sudah mengakui hubnya dgn WIL nya tsb&#8230; </p>
<p>Cape dehh&#8230; sempat sy gamang&#8230; tp kemudian sy lari ke Romo mohon masukan. Dan tidak lama, sebelum suami sy pulang&#8230; sy berdoa dan menemukan kekuatan yg luar biasa. Sy begitu tenang mendengarkan semua cerita cinta Suami sy dgn WIL nya, tdk setetes pun airmata jatuh dr mata sy&#8230; Thx GOD. Dan sy skrg mjd semakin dekat dengan Tuhan&#8230; walaupun tdk bohong, konsentrasi sy thdp diri dan anak2 agak terganggu&#8230; but, aku ingatkan diriku&#8230; gak boleh jatuh! gak boleh nangis! jgn terbawa perasaan! Jujur&#8230; jika sendiri, pergi ketempat2 biasa sy dan keluarga pergi menghabiskan waktu weekend&#8230; sy jd sedih, teringat kekonyolan2 dan kelucuan2 yg tercipta saat itu&#8230;but, sekali lg sy memperingatkan diri sy&#8230; jgn kenang semua itu!! Itu hanya membuatmu sakit dan jatuh!! Don&#8217;t do that!! Yahhh&#8230; skrg hub sy dgn suami baik2 saja, walaupun suami msh berhub dgn WIL nya itu&#8230; kmi tdk bertengkar sedikitpun&#8230; walaupun, sy tau suami sy selalu memancing sy utk bertengkar&#8230; tp sy selalu berdoa.. Tuhan, kuatkan saya&#8230;biar sy melakukan yg baik dan terbaik.. gitu..<br />
Sampai skrg, sy tdk tahu akan spt apa masa depan RT sy&#8230; sy hanya berharap, Tuhan bukakan jalan&#8230; walaupun sbg manusia dan istri&#8230; sy akan berusaha hingga titik darah penghabisan, untuk memperjuangkan suami demi anak2&#8230; hati saya?? Sudah sy gadaikan&#8230; Mohon bantu doa, jika perlu doa Novena yah&#8230; krn spt lidi, jika hanya 1 batang&#8230; tidak akan kuat menyapu sampah dan kotoran&#8230; namun jk ada ratusan sapu lidi diikat, maka sampah2 berserakan dpt dibuang&#8230; begitu jg dgn doa sodara2 sekalian&#8230;. Trims before&#8230; sy jg bingung, ini curhat ato lg iseng yahh&#8230; gak tau jg, lg pengen nulis aja&#8230;. biar ngak stres nih.. hehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: helen</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-istri-stress/comment-page-1/#comment-2069</link>
		<dc:creator>helen</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 07:37:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=424#comment-2069</guid>
		<description>@johan:
Terimakasih atas perhatiannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@johan:<br />
Terimakasih atas perhatiannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-istri-stress/comment-page-1/#comment-2014</link>
		<dc:creator>johan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 00:35:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=424#comment-2014</guid>
		<description>kejujuran dan kebenaran itu sering menyakitkan.. 

harus disadari semua orang yang berpartisipasi di forum ini, di sini bukan tempat pengakuan dosa, apa yang diakui di sini tidak menghapus dosa anda. Segera terima sakramen tobat dan akui dosa anda di sini dan lakukan silih atas dosa-dosa anda tersebut.

lakukan silih itu dengan penyesalan dan kerendahan hati.. 

May God bless your steps..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kejujuran dan kebenaran itu sering menyakitkan.. </p>
<p>harus disadari semua orang yang berpartisipasi di forum ini, di sini bukan tempat pengakuan dosa, apa yang diakui di sini tidak menghapus dosa anda. Segera terima sakramen tobat dan akui dosa anda di sini dan lakukan silih atas dosa-dosa anda tersebut.</p>
<p>lakukan silih itu dengan penyesalan dan kerendahan hati.. </p>
<p>May God bless your steps..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Helen</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-istri-stress/comment-page-1/#comment-2009</link>
		<dc:creator>Helen</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 09:37:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=424#comment-2009</guid>
		<description>@rin : ya. Saya berzinah. Dan kami telah membicarakan hal itu. Dan kami sepakat dan sudah menghentikannya. 
@St : introspeksi trhdp diri sendiri dan jujur trhdp diri sendiri selalu menjadi kunci penyelesaian suatu masalah.

@all :
Ternyata semua tdk sesulit yg saya kira.
Mencurahkan isi hati kita, apapun bentuknya, terlepas dari apapun tanggapan orang lain, bukanlah sebuah dosa.
Saya berani mengakui perbuatan saya! Itu intinya.
Bahwa saya mendapatkan cemooh, caci maki atau bahkan simpati, itu hanyalah side effects yg umum terjadi, dan saya tdk terkejut, marah atau terhibur.
People tend to judge what they hear and see. It&#039;s not a big deal, because it&#039;s human nature.
Memberi nasihat adalah hal yg luar biasa sulit.
Hal pertama yg harus dipegang adalah, berada di sisi netral. Yaitu tidak membela atau menghakimi.
Coba lah untuk memahami situasi mereka. Anda tdk berada di posisi mereka. Anda tdk boleh berkata &quot;saya mengerti keadaan anda&quot; padahal anda tidak dalam situasi yg mereka sedang alami, atau mgkn anda blm pernah mengalami berada diposisi mereka. Jadi, atas dasar apakah anda berkata demikian?
Kita saudara dlm kasih Tuhan. Apakah begini cara anda memperlakukan saudara anda yg sedang terlibat masalah? Dgn menghakiminya? Dgn memojokkannya. Saya tdk tahu darimana anda mempelajari itu, tp yg jelas Tuhan saya tdk begitu.
Tp kembali lg, anda dan saya hanyalah manusia biasa. Saya maklum saja. Saya tdk mencari simpati dari anda semua, jgn berburuk sangka. Saya punya Tuhan yg memiliki kasih yg tak pernah habis untuk saya, jd untuk apa saya memintanya dari anda?
Terimakasih untuk semua perhatian anda.

Tuhan memberkati.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@rin : ya. Saya berzinah. Dan kami telah membicarakan hal itu. Dan kami sepakat dan sudah menghentikannya.<br />
@St : introspeksi trhdp diri sendiri dan jujur trhdp diri sendiri selalu menjadi kunci penyelesaian suatu masalah.</p>
<p>@all :<br />
Ternyata semua tdk sesulit yg saya kira.<br />
Mencurahkan isi hati kita, apapun bentuknya, terlepas dari apapun tanggapan orang lain, bukanlah sebuah dosa.<br />
Saya berani mengakui perbuatan saya! Itu intinya.<br />
Bahwa saya mendapatkan cemooh, caci maki atau bahkan simpati, itu hanyalah side effects yg umum terjadi, dan saya tdk terkejut, marah atau terhibur.<br />
People tend to judge what they hear and see. It&#8217;s not a big deal, because it&#8217;s human nature.<br />
Memberi nasihat adalah hal yg luar biasa sulit.<br />
Hal pertama yg harus dipegang adalah, berada di sisi netral. Yaitu tidak membela atau menghakimi.<br />
Coba lah untuk memahami situasi mereka. Anda tdk berada di posisi mereka. Anda tdk boleh berkata &#8220;saya mengerti keadaan anda&#8221; padahal anda tidak dalam situasi yg mereka sedang alami, atau mgkn anda blm pernah mengalami berada diposisi mereka. Jadi, atas dasar apakah anda berkata demikian?<br />
Kita saudara dlm kasih Tuhan. Apakah begini cara anda memperlakukan saudara anda yg sedang terlibat masalah? Dgn menghakiminya? Dgn memojokkannya. Saya tdk tahu darimana anda mempelajari itu, tp yg jelas Tuhan saya tdk begitu.<br />
Tp kembali lg, anda dan saya hanyalah manusia biasa. Saya maklum saja. Saya tdk mencari simpati dari anda semua, jgn berburuk sangka. Saya punya Tuhan yg memiliki kasih yg tak pernah habis untuk saya, jd untuk apa saya memintanya dari anda?<br />
Terimakasih untuk semua perhatian anda.</p>
<p>Tuhan memberkati.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ana</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-istri-stress/comment-page-1/#comment-1662</link>
		<dc:creator>Ana</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 20:49:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=424#comment-1662</guid>
		<description>Boo..hooo...Helen...saya sama sekali tidak simpati dengan anda. Saya 100% setuju dengan tulisan sdr. Johan tgl 29 Oct. Dari awal anda tahu bahwa X sudah beristri dan mempunyai anak, mengapa anda tidak bisa menahan diri dan berhenti berhubungan dengan dia begitu anda menyadari bahwa hubungan diantara kalian sudah melampaui batas-batas friendship.

Anda menulis : 
1. &quot;Saya tidak ingin rumah tangga dia hancur apabila nanti istrinya tau.&quot;
---Anda tidak ingin rumah tangga dia hancur, tapi anda tetap berhubungan dengan dia.
2. &quot;Yg saya cemaskan bukan sakit hati istrinya terhadap dia, tapi beban dia. Saya yakin seandainya istrinya pun tau, istrinya tidak akan menceraikan dia, istrinya adl seorang yg taat.&quot;
---Sebagai sesama perempuan, kok yah tega anda menulis seperti itu. Anda sama sekali tidak mempertimbangkan perasaan istri dan anak-anaknya. Anda adalah seorang yang sangat egois dan mementingkan diri sendiri. 
3. &quot;Tetapi rasa percaya istrinya terhadap dia akan pudar, sehingga menjadi beban bagi kekasih saya.&quot;
---Kalau rasa percaya istrinya terhadap dia akan pudar, itu bukan urusan anda! He has to deal with it! X mengambil suatu tindakan dan merupakan kesalahan, maka dia harus berani mengambil resiko dari kesalahan itu. 

Apa yang anda tulis cuma merupakan alasan pembenaran diri semata dari anda, bahwa sesungguhnya anda tidak ingin memutuskan hubungan dengan X. 

Kalau anda sungguh ingin meninggalkan X dan memutuskan hubungan dengan dia, tidak perlu anda menguraikan panjang lebar tentang perasaan anda terhadap X. Cukup rasanya anda menulis untuk minta bantuan doa supaya anda dibimbing oleh Roh Kudus sehingga anda mempunyai kekuatan untuk mengakhiri hubungan anda dengan X dan putuskan kontak sama sekali dan doakan X supaya rumah tangga nya bahagia. 
Tidak perlu lagi anda bertemu muka dengan X seperti permintaannya untuk membicarakan tentang semua ini. Tidak ada lagi hal yang perlu dibicarakan diantara kalian. Kalau memang tekad dan niat anda sudah bulat, putuskan hubungan kalian lewat telpon dan jangan angkat atau terima telpon dari dia lagi. Atau kirim surat dan ultimatum dia untuk tidak mencari dan menghubungi anda lagi.

Berdoa dan berpuasa minta kekuatan dan pengampunan dari Tuhan. Jika anda Katolik, mengaku dosa dihadapan imam dan menerima sakramen pertobatan akan sangat membantu dan memberi ketenangan.

salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Boo..hooo&#8230;Helen&#8230;saya sama sekali tidak simpati dengan anda. Saya 100% setuju dengan tulisan sdr. Johan tgl 29 Oct. Dari awal anda tahu bahwa X sudah beristri dan mempunyai anak, mengapa anda tidak bisa menahan diri dan berhenti berhubungan dengan dia begitu anda menyadari bahwa hubungan diantara kalian sudah melampaui batas-batas friendship.</p>
<p>Anda menulis :<br />
1. &#8220;Saya tidak ingin rumah tangga dia hancur apabila nanti istrinya tau.&#8221;<br />
&#8212;Anda tidak ingin rumah tangga dia hancur, tapi anda tetap berhubungan dengan dia.<br />
2. &#8220;Yg saya cemaskan bukan sakit hati istrinya terhadap dia, tapi beban dia. Saya yakin seandainya istrinya pun tau, istrinya tidak akan menceraikan dia, istrinya adl seorang yg taat.&#8221;<br />
&#8212;Sebagai sesama perempuan, kok yah tega anda menulis seperti itu. Anda sama sekali tidak mempertimbangkan perasaan istri dan anak-anaknya. Anda adalah seorang yang sangat egois dan mementingkan diri sendiri.<br />
3. &#8220;Tetapi rasa percaya istrinya terhadap dia akan pudar, sehingga menjadi beban bagi kekasih saya.&#8221;<br />
&#8212;Kalau rasa percaya istrinya terhadap dia akan pudar, itu bukan urusan anda! He has to deal with it! X mengambil suatu tindakan dan merupakan kesalahan, maka dia harus berani mengambil resiko dari kesalahan itu. </p>
<p>Apa yang anda tulis cuma merupakan alasan pembenaran diri semata dari anda, bahwa sesungguhnya anda tidak ingin memutuskan hubungan dengan X. </p>
<p>Kalau anda sungguh ingin meninggalkan X dan memutuskan hubungan dengan dia, tidak perlu anda menguraikan panjang lebar tentang perasaan anda terhadap X. Cukup rasanya anda menulis untuk minta bantuan doa supaya anda dibimbing oleh Roh Kudus sehingga anda mempunyai kekuatan untuk mengakhiri hubungan anda dengan X dan putuskan kontak sama sekali dan doakan X supaya rumah tangga nya bahagia.<br />
Tidak perlu lagi anda bertemu muka dengan X seperti permintaannya untuk membicarakan tentang semua ini. Tidak ada lagi hal yang perlu dibicarakan diantara kalian. Kalau memang tekad dan niat anda sudah bulat, putuskan hubungan kalian lewat telpon dan jangan angkat atau terima telpon dari dia lagi. Atau kirim surat dan ultimatum dia untuk tidak mencari dan menghubungi anda lagi.</p>
<p>Berdoa dan berpuasa minta kekuatan dan pengampunan dari Tuhan. Jika anda Katolik, mengaku dosa dihadapan imam dan menerima sakramen pertobatan akan sangat membantu dan memberi ketenangan.</p>
<p>salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rusa</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-istri-stress/comment-page-1/#comment-1651</link>
		<dc:creator>rusa</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 19:40:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=424#comment-1651</guid>
		<description>Oh Sephia..., malam ini &#039;ku tak akan datang. 
Usahlah kau siapkan lagi itu tongseng kambing muda di dalam rantang.
Aku-pun tak lagi minum bir hitam+telor bebek buat sangu di malam panjang.

Doa-ku: s&#039;moga ini bakal bertahan panjang...

NB:
 Buat para personil SO7, kru-nya, keluarga-nya, para penggemarnya, bukan penggemarnya, atau bukan siapa-siapanya. Maaf kalau saya mengutip dikit sekedar lirik lagu-nya. S&#039;moga tidak ada tuntut-menuntut. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oh Sephia&#8230;, malam ini &#8216;ku tak akan datang.<br />
Usahlah kau siapkan lagi itu tongseng kambing muda di dalam rantang.<br />
Aku-pun tak lagi minum bir hitam+telor bebek buat sangu di malam panjang.</p>
<p>Doa-ku: s&#8217;moga ini bakal bertahan panjang&#8230;</p>
<p>NB:<br />
 Buat para personil SO7, kru-nya, keluarga-nya, para penggemarnya, bukan penggemarnya, atau bukan siapa-siapanya. Maaf kalau saya mengutip dikit sekedar lirik lagu-nya. S&#8217;moga tidak ada tuntut-menuntut. <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibnurini</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-istri-stress/comment-page-1/#comment-1648</link>
		<dc:creator>ibnurini</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 03:27:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=424#comment-1648</guid>
		<description>Yang harus betul betul ditinggalkan itu adalah perzinahannya.  Saya tidak tau apakah Helen melakukannya dengan lelaki itu.
Bila ya, tinggalkan perzinahannya.
Bila meninggalkan perzinahannya berarti harus juga meninggalkan lelaki itu ya tinggalkan lelaki itu sama sekali.
Bila tidak ada perzinahan atau bisa berhubungan dengan lelaki itu tanpa zinah ya gpp aja.
Bagaimana pun kita kan diajar untuk saling mengasihi, TAPI DILARANG ZINAH.
Jadi ya lakukanlah!

Kalo suami saya pindah kota, lalu saya tidak mau ikut pindah dan tidak memperhatikan suami saya, lalu ada perempuan lain yang mau memperhatikan suamiku yaaaa... bukan salah perempuan itu lah, lha wong perempuan itu baik mau memperhatikan... sejauh tidak zinah.  Bukankah itu juga yang dilakukan oleh Tuhan kita Yesus?!  Maria Magdalena ngikutin kemana pun, mengasihi Yesus (buktinya Maria Magdalena pergi ke kuburnya subuh subuh) TAPI TIDAK ZINAH.

Bahwa berpisah dari lelaki itu berat dan sulit, memang YA.
Tapi pasti bisa.
Caranya? Cukup tidak bertemu dan tidak komunikasi sama sekali dengan dia.  Jangan pergi ke rumahnya lagi.  simple kan... yang berat ya perasaannya.  Tapi perasaan itu bisa dibiasakan oleh akal budi.  Kalo mau cara gampang: sibukkan diri dengan hal hal lain, misalnya pelayanan, nanti kan lupa pada rasa berat itu.  Ato, ya minta Tuhan supaya Helen dapat lelaki lain yang memang jodohnya Helen.  Helen masih percaya Tuhan sayang Helen kaaan...

salam, rin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang harus betul betul ditinggalkan itu adalah perzinahannya.  Saya tidak tau apakah Helen melakukannya dengan lelaki itu.<br />
Bila ya, tinggalkan perzinahannya.<br />
Bila meninggalkan perzinahannya berarti harus juga meninggalkan lelaki itu ya tinggalkan lelaki itu sama sekali.<br />
Bila tidak ada perzinahan atau bisa berhubungan dengan lelaki itu tanpa zinah ya gpp aja.<br />
Bagaimana pun kita kan diajar untuk saling mengasihi, TAPI DILARANG ZINAH.<br />
Jadi ya lakukanlah!</p>
<p>Kalo suami saya pindah kota, lalu saya tidak mau ikut pindah dan tidak memperhatikan suami saya, lalu ada perempuan lain yang mau memperhatikan suamiku yaaaa&#8230; bukan salah perempuan itu lah, lha wong perempuan itu baik mau memperhatikan&#8230; sejauh tidak zinah.  Bukankah itu juga yang dilakukan oleh Tuhan kita Yesus?!  Maria Magdalena ngikutin kemana pun, mengasihi Yesus (buktinya Maria Magdalena pergi ke kuburnya subuh subuh) TAPI TIDAK ZINAH.</p>
<p>Bahwa berpisah dari lelaki itu berat dan sulit, memang YA.<br />
Tapi pasti bisa.<br />
Caranya? Cukup tidak bertemu dan tidak komunikasi sama sekali dengan dia.  Jangan pergi ke rumahnya lagi.  simple kan&#8230; yang berat ya perasaannya.  Tapi perasaan itu bisa dibiasakan oleh akal budi.  Kalo mau cara gampang: sibukkan diri dengan hal hal lain, misalnya pelayanan, nanti kan lupa pada rasa berat itu.  Ato, ya minta Tuhan supaya Helen dapat lelaki lain yang memang jodohnya Helen.  Helen masih percaya Tuhan sayang Helen kaaan&#8230;</p>
<p>salam, rin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-istri-stress/comment-page-1/#comment-1646</link>
		<dc:creator>johan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 04:01:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=424#comment-1646</guid>
		<description>hmm.. terus terang saya tidak bersimpati kepada Helen, apabila niatnya itu tidak dibuktikan dengan kehendak yang kuat dan tindakan nyata.

tidak sedikit mungkin orang yang berpikir seperi cara berpikir Helen ini :

&quot;Karena aku yakin Tuhan menghantarku ke dia, agar aku menghiburnya, untuk sementara.&quot;

ini keyakinan yang keliru.. Bagaimana Helen yakin itu adalah kehendak Tuhan ? ataukah godaan Iblis ?

Dan ternyata Iblis berhasil menggoda Helen. Jika Helen menyadari kondisi bahwa si pria sudah beristri dan memiliki anak, dan sebagai seorang perempuan yang saya percaya memiliki perasaan yang lebih tajam, maka Helen menghindari bertemu dengan si pria bila bukan karena suatu kepentingan tertentu yang bukan urusan pribadi semata, atau sering bertemu hanya kangen2an terlebih tanpa kehadiran pihak lain di tempat pribadi, untuk menghindari kontak fisik yang mengarah kepada hubungan asmara.

this is completely wrong.. jika Helen berkehendak kuat meninggalkan hubungannya dengan si pria [terlebih dengan alasan tidak ingin melukai sesama kaum perempuan yang adalah isterinya, dan pikirkan juga anak-anak mereka kelak menjadi korban karena perbuatan anda], satu-satunya cara adalah tinggalkan.. tanpa perlu alasan tanpa perlu basa-basi, tanpa perlu kompromi, bahkan tanpa perlu bertemu muka lagi. 

Helen berpikir, karena isterinya taat maka tidak akan menceraikan dia.. tetapi pernahkah ia berpikir apabila si suaminya yang menceraikan isterinya, atau bahwa ternyata si isteri tidak kuat menerima kenyataan bahwa suaminya berhubungan mesra dengan wanita lain dan meminta berpisah (walaupun tidak cerai), atau terjadi pertengkaran-pertengkaran yang juga dipicu dari hubungan Helen dengan si pria. Pernahkah Helen berpikir apa akibatnya bagi anak-anak mereka dari semua kejadian itu.

Pernahkan Helen berpikir, bagaimana bila ia berada di posisi isterinya dan tidak tahu bahwa di luar sana, suami yang dalam persepsinya adalah suami yang jujur, setia dan bertanggungjawab, memiliki hubungan asmara dengan wanita lain. apakah Helen akan menerimanya dengan dada lapang ? 


aneh sekali, cara berpikir ini : 
&quot;Tdk ada yg lebih menyakiti saya selain melihat dia tdk bahagia.&quot;

bagaimana bila kebahagiaannya adalah bersama Helen ?

Helen.. kamu memang menuliskan akan meninggalkan dia, tetapi tulisan kamu juga menyiratkan bahwa kamu setengah hati melakukannya..yang kamu pikirkan adalah diri kamu sendiri [kamu tidak memikirkan perasaan isteri, dan juga anak-anaknya yang memanggil pria yang kamu cintai &quot;papa&quot;]. kamu belum mengenal cinta..

cinta itu tidak se-buta orang katakan.. karena kamu melihat cinta dari kaca mata nafsu manusia bukan kaca mata iman, yaitu bahwa cinta berasal dari Allah yang hidup. Dan cinta yang kamu anggap benar itu salah, dan tidak sesuai dengan hukum Cinta Kasih-Nya.

May God bless your steps..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm.. terus terang saya tidak bersimpati kepada Helen, apabila niatnya itu tidak dibuktikan dengan kehendak yang kuat dan tindakan nyata.</p>
<p>tidak sedikit mungkin orang yang berpikir seperi cara berpikir Helen ini :</p>
<p>&#8220;Karena aku yakin Tuhan menghantarku ke dia, agar aku menghiburnya, untuk sementara.&#8221;</p>
<p>ini keyakinan yang keliru.. Bagaimana Helen yakin itu adalah kehendak Tuhan ? ataukah godaan Iblis ?</p>
<p>Dan ternyata Iblis berhasil menggoda Helen. Jika Helen menyadari kondisi bahwa si pria sudah beristri dan memiliki anak, dan sebagai seorang perempuan yang saya percaya memiliki perasaan yang lebih tajam, maka Helen menghindari bertemu dengan si pria bila bukan karena suatu kepentingan tertentu yang bukan urusan pribadi semata, atau sering bertemu hanya kangen2an terlebih tanpa kehadiran pihak lain di tempat pribadi, untuk menghindari kontak fisik yang mengarah kepada hubungan asmara.</p>
<p>this is completely wrong.. jika Helen berkehendak kuat meninggalkan hubungannya dengan si pria [terlebih dengan alasan tidak ingin melukai sesama kaum perempuan yang adalah isterinya, dan pikirkan juga anak-anak mereka kelak menjadi korban karena perbuatan anda], satu-satunya cara adalah tinggalkan.. tanpa perlu alasan tanpa perlu basa-basi, tanpa perlu kompromi, bahkan tanpa perlu bertemu muka lagi. </p>
<p>Helen berpikir, karena isterinya taat maka tidak akan menceraikan dia.. tetapi pernahkah ia berpikir apabila si suaminya yang menceraikan isterinya, atau bahwa ternyata si isteri tidak kuat menerima kenyataan bahwa suaminya berhubungan mesra dengan wanita lain dan meminta berpisah (walaupun tidak cerai), atau terjadi pertengkaran-pertengkaran yang juga dipicu dari hubungan Helen dengan si pria. Pernahkah Helen berpikir apa akibatnya bagi anak-anak mereka dari semua kejadian itu.</p>
<p>Pernahkan Helen berpikir, bagaimana bila ia berada di posisi isterinya dan tidak tahu bahwa di luar sana, suami yang dalam persepsinya adalah suami yang jujur, setia dan bertanggungjawab, memiliki hubungan asmara dengan wanita lain. apakah Helen akan menerimanya dengan dada lapang ? </p>
<p>aneh sekali, cara berpikir ini :<br />
&#8220;Tdk ada yg lebih menyakiti saya selain melihat dia tdk bahagia.&#8221;</p>
<p>bagaimana bila kebahagiaannya adalah bersama Helen ?</p>
<p>Helen.. kamu memang menuliskan akan meninggalkan dia, tetapi tulisan kamu juga menyiratkan bahwa kamu setengah hati melakukannya..yang kamu pikirkan adalah diri kamu sendiri [kamu tidak memikirkan perasaan isteri, dan juga anak-anaknya yang memanggil pria yang kamu cintai "papa"]. kamu belum mengenal cinta..</p>
<p>cinta itu tidak se-buta orang katakan.. karena kamu melihat cinta dari kaca mata nafsu manusia bukan kaca mata iman, yaitu bahwa cinta berasal dari Allah yang hidup. Dan cinta yang kamu anggap benar itu salah, dan tidak sesuai dengan hukum Cinta Kasih-Nya.</p>
<p>May God bless your steps..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
