Suami Selingkuh, Istri Stress

Kami adalah umat Katolik yg menikah tahun 2005 dan telah memiliki seorang
anak. Awal pernikahan kami sangat bahagia, tetapi 2 tahun terakhir suami
berubah. Suami ketahuan selingkuh. Dia juga ga peduli keluarga, selalu
pulang larut malam (kadang subuh).

Singkat cerita, kami selalu bertengkar dan kami sama2 tidak ada yg mau
mengalah. Dia juga menganggap dirinya tidak bersalah. Dia tidak ada
kejujuran dan keterbukaan. Kami juga jarang komunikasi.
Terakhir, dia bilang dia tidak lagi mencintai diriku tetapi mencintai
orang lain. Orang tersebut adalah istri orang. Karena cinta mereka tidak
terwujud maka begitu pula yg ia wujudkan terhadap cintaku. Dia slalu
bepergian dgn teman2nya yg aku anggap pelarian kesedihan hatinya dan upaya
untuk menghindar dariku.

Aku slalu berusaha mempertahankan pernikahan ini, tetapi melihat tingkah
lakunya dan penolakan upaya untuk rujuk (sering saya meminta dia untuk
melakukan upaya rujuk dgn merubah sikap dan perilaku dia tetapi yg dia
minta hanyalah mengerti dia) dia sama sekali tidak peduli sakit hatiku.
Apa yg harus aku lakukan? Aku sangat bingung, sedih, frustasi, stress. kerjaan di kantor jadi terbengkalai. aku jadi malas dan hampir menelantarkan anakku.

Aku bener2 mohon doa dan solusi.

Thanks & Regards,
St
=========
St,
Persoalan anda mirip dengan persoalan Saudara Blank. Silahkan membaca ”Obat luka Batin” di forum konsultasi.

Pokok persoalan anda adalah bisakah kesedihan anda itu berakhir sepenuhnya. Kalau itu berakhir, maka mungkin ada cinta dan welas asih. Kalau tidak ada cinta dan welas asih, maka anda akan terus menuntut suami anda untuk berubah dan anda lihat tidak ada perubahan. Juga anda akan menuntut diri anda sendiri untuk berubah dan terbebas dari kesedihan anda dan perubahan itu tidak terjadi. Kalapun ada, perubahannya tidak akan significan.

Anda mengalami bingung, sedih, frustasi, stress. Cobalah itu dipahami secara utuh. Bisakah anda sendiri tinggal bersama itu? Soal memahami kesedihan secara utuh, anda bisa baca ”Memahami Rasa Sedih” di situs ini.

Anda melihat bahwa suami anda suka menghindar dari kesedihan hatinya sendiri. Bukankah itu juga yang sering kita alami? Kalau kita tinggal bersama kesedihan, tidak lari, maka ada kemungkinan kesedihan itu berakhir sepenuhnya. Dan kalau kesedihan dan kebingungan anda berhenti, energi dan stamina kembali anda miliki dan anda barangkali akan berelasi secara baru dengan suami anda.

Jadi sadarilah kesedihan dan kebingungan anda. Dengan menyadari, ada kemungkinan bagi terlahirnya perubahan yang berarti dalam diri anda. Kalau batin anda berubah, suami dan orang di sekitar anda mungkin juga akan berubah. Tetapi kalau proses ini dibalik—anda menuntut orang lain berubah, baru anda merubah diri sendiri—maka anda akan melihat perubahan itu tak kunjung datang.
Sudrijanta

20 Responses to “Suami Selingkuh, Istri Stress”

  1. Dear St,

    Masalah kalian ada 3:
    1. Masalah Anda
    Untuk dapat berhubungan dengan sehat dengan suami, hendaknya Anda terlebih dulu tau dengan benar siapa Anda dan bagaimana hubungan Anda dan suami. Misal: Aku adalah anak yang dikasihi Tuhan dan aku menikah dengan A. Aku istrinya A, aku bersahabat dengan A.

    Pertanyaannya: mengapa anda bertengkar dengan suami?
    Rumuskan dulu perasaan anda sehingga harus bertengkar dengan suami soal perselingkuhannya. Apakah anda cemburu? apakah anda takut kehilangan dia demi diri sendiri? apakah anda takut kehilangan suami demi anak? Hanya anda yang tau jawabnya dan silakan jujur tanpa harus bilang sapa sapa.

    Cemburu itu soal merasa ada saingan. Kenyataannya, perempuan itu bukan saingan anda. Anda legal berhubungan dengan suami dan perempuan itu tidak, kan. Apa akibat legal? Anda punya hak untuk develop hubungan anda dan suami. Tanya hati anda: dia sahabat hidupku sedang dalam problema, bagaimana aku bisa membantunya?

    Dalam upaya membantu suami, jaga objectivitas masalah. Jangan menyerang orangnya. Ajak suami berdiskusi baik baik, misal saat suami pulang subuh, sambut suami dengan penuh rasa syukur karena dia toh pulang:
    “Wah, kemana aja koq pulang subuh?”
    “Mau tau aja kamu!”
    gak usah sewot, yang bikin berantem kan kalo istrinya sewot. Peluk dan cium aja. Bilang,”Aku khawatir mas celaka di jalan. Mau aku buatkan teh manis?”
    Biarkan saja dia tidur, nanti kalo sudah longgar bicarakan.
    “aku dengar mas sekarang pacaran dengan B. Apakah benar?”
    “NGAPAIN SIH KAMU RUMPI RUMPI GITU?!?!?! SOK TAU!!!!”
    “Hiiii…. gpp sih, aku denger aja. Kan lebih baik kalo dengar langsung darimu apa yang benar. Kalo ya, ya ayo diurus. kalo salah ya syukur.”
    “MANGSOED LOE?! APA YANG DIURUS?!?!??!”
    “Heee… santai aja lagee! B emang bahenol koq… serius nih senang sama dia?” ajak aja bercanda.

    Dalam cerita Anda:
    Terakhir, dia bilang dia tidak lagi mencintai diriku tetapi mencintai orang lain. Orang tersebut adalah istri orang. Karena cinta mereka tidak terwujud maka begitu pula yg ia wujudkan terhadap cintaku. Dia slalu bepergian dgn teman2nya yg aku anggap pelarian kesedihan hatinya dan upaya untuk menghindar dariku.

    Terimalah kata katanya dengan lapang hati. Belum tentu dia benar benar tidak lagi cinta kepada Anda. Mungkin dia sedang gede ego aja jadi bilang gak cinta lagi. Saat itu perlihatkan mutu Anda sebagai Anak Tuhan yang dicintai Tuhan. Kasih yang sejati adalah Kasih yang membangun.
    Tawari beberapa opsi:
    apakah suami ingin rumah tangga kalian berjalan baik?
    apakah suami ingin dibantu menyelesaikan soal selingkuhannya?

    bicarakan saja baik baik, hindari memberi opsi: apakah suami ingin rumah tangga kalian bubar?
    Opsi ini hendaknya tidak terlontar dari Anda, agar Anda tidak salah.

    2. Masalah Suami
    Coba lihat masalah suami dengan obyektif.
    apa yang membuat suami mencintai perempuan itu habis habisan?
    apakah soal sex? apakah soal enak ngobrol? apakah soal uang? Tanya saja baik baik. Tentu silakan Anda tetap jadi diri sendiri, tidak usah harus jadi perempuan itu. Tapi diskusikan saja apa yang bisa membuat perkawianan kalian jadi lebih enak dan menyenangkan. Ajak suami untuk realistis menerima keadaan.

    (sharing saya tentang hal ini:
    Suami saya bilang bahwa pacar pacarnya dulu lebih cantik dari saya. Tentu saja saya tertawa dan bilang,”Ya gpp, tapi kan yang mau kawin sama mas cuma aku!” hahahaha…. Tidak usah merasa kalah apapun, hadapi dengan cara realistis.
    Senada dengan itu mungkin Anda bisa berkata,”Baik, dia memang cantik, sexy, pandai. Tapi nyatanya dia lebih pilih lelaki lain. Dan mas toh berumah tangga denganku. So what gitu loh?”)

    3. Masalah anak
    Bagaimana pun kalian harus pikir soal anak. Jadi, ajak suami untuk pikir baik baik bagaimana membuat anak kalian tumbuh dengan bahagia.

    Jangan lupa berdoa. Percayalah Tuhan memberi yang terbaik. Serapuh apapun rumah tangga kalo masih dipersembahkan kepada Yesus, pasti air akan diubah jadi anggur!

    salam, rin

  2. Dear sdr. Rin,

    terima kasih ya atas sharing pengalaman yang benar2 realistis………

    kenyataan yang menunjukkan maraknya perselingkuhan sampai perceraian bahkan d dalam keluarga katolik yang tidak mengenal perceraian telah membuat saya “parno atau ilfil” untuk menikah, karena yang sesungguhnya masalah dalam pernikahan bukan hanya tentang kita bdua saja tetapi juga menyangkut keluarga dan hubungan sosial………

    jika masalah dengan pasangan belum kunjung dapat diatasi bagaimana mungkin bisa menghadapi dan melalui khidupan pnikahan dg sgala pmasalahan yang ada………

    namun setelah membaca sharing sdr. Rin telah menginspirasi saya bagaimana sharusnya bersikap dg pasangan dlm khidupan pkawinan…meski tidak semudah membalik tangan, namun jika batin ini sudah siap maka sudah pasti akan mampu menghadapi pmasalahan apapun yang muncul…………..

    dalam hati ini tiada henti bharap agar nilai2 suci pkawinan trutama dalam keluarga katolik dapat djaga dan dpertahankan tentunya dg bantuan dan peran serta Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus serta Bunda Maria………….

    once again, thank you so much 4ur inspiring sharing…may God bless you&family…

    Cheerz,
    V

  3. Hallo V,

    You’re welcome.

    Jangan takut, sebab Tuhan selalu ada bersama kita!

    Ada orang bilang, perkawinan itu ibarat perjudian. Kalo pas dapat pasangan bagus sih kita menang. Tapi kalo pas dapat pasangan jelek ya artinya kita kalah.

    Aku tidak sependapat dengan orang itu. Pasangan bagus itu bisa dimohon kepada Tuhan. Tapi kitanya juga harus bagus. Kalo kita tidak bagus, gimana pasangan bisa bagus.

    Gimana bisa dapat pasangan yang bagus? Ya kita harus mau mendengar Tuhan. Melihat orang lain sebagaimana Tuhan melihat. Tuhan mau manusia jujur, maka kita mesti jujur, orang itu juga mesti jujur. Carilah yang jujur. Tuhan mau orang mengasihi, maka kita mesti mengasihi, carilah pasangan yang mengasihi. Tuhan mau manusia cerdik seperti ular tulus seperti merpati, jadikan diri kita begitu, cari juga yang begitu.

    Aku pernah melalui jalan itu, maka aku bisa bilang,”Tuhan itu Maha Kasih. Jangan takut apapun dalam Dia!” Jadi itu bukan bullshit.

    Lagi pula tiap pasangan itu bukan soal menerima apa adanya. Tapi bagaimana saling membangun. Ada banyak seninya karena manusia berbeda beda. Jadi apa yang cocok dengan aku belum tentu cocok dengan anda.

    Suamiku baik walaupun isengnya bukan main. Kami menikah 16 tahun. Dia mendevelop aku untuk semakin sabar menghadapi banyak hal. Aku mendevelop dia untuk semakin mengerti apa yang dimaksud sebagai pemimpin keluarga. Jadi, bagaikan intan, kami tidak bertemu langsung intan. Melainkan harus diasah supaya tampak kecemerlangannya. Apakah aku akan berkata bahwa kami tidak akan cerai?
    Aku tidak berani setakabur itu. Segala sesuatu ada kemungkinannya. Kalo tidak hati hati, apa sih yang tidak mungkin terjadi?
    Soal masalah dalam perkawinan ya pasti ada. Wong lajang juga punya masalah, romo juga punya masalah. Tapi sejauh masih berserah kepada Tuhan, tenaaaang…. jangan takut apapun! Na, kalo sudah berserah kepada ego sendiri, baru deh bisa ruwet! hehehehhe…

    salam, rin

  4. Saya seorg suami katholik sudah 7 tahun tdk berhubungan sex dg istri (khatolik). Alasan istri tdk bisa merasakan apa2 kemudian bbrp kali kepergok ada sms dr cowok lain dan seringkali hpnya tdk boleh disentuh. kalo saya tanyakan masalah ini, dia ngotot minta cerai tp saya tdk mau krn kasihan sama anak (skrg 11 th). Stlh ribut, hidup biasa2 lagi tp tetap tdk hubungan sex. dia pernah bilang sdh tdk sayang lagi tp saya tau sebenarnya dia msh sayang. saya berusaha doa rosario setiap hari. thanks atas atensinya

  5. Pak Iwan, kehidupan suami isteri anda tidak sehat.. tetapi saya salut, selama itu anda berjuang mempertahankan keutuhan RT yang anda bangun demi anak kalian.. jika demikian, maka lebih dari 4 tahun awal kehidupan keluarga anda baik-baik saja. Pernahkah anda menganalisa kembali kapan titik balik itu terjadi dan mengapa ? jika anda sulit melakukannya seorang diri, anda mungkin membutuhkan bantuan seorang profesional (seorang konselor pernikahan atau seorang psikolog, bila memungkinkan seorang Katolik). Sangat baik, apabila anda bisa mengajak pasangan anda untuk ikut konseling untuk menemukan akar permasalahan itu, sekaligus menyambung komunikasi yang saat ini sudah tidak berfungsi dengan baik sebagai suami dan isteri.

    may God bless your steps..

  6. Aku ingin berbagi. Kalau di atas cerita nya adalah suami yg selingkuh, kemudian ada jg yg istrinya selingkuh, maka ada tambahan satu lagi, yaitu saya, pihak ketiga. Saya kenal dgn X 7thn yg lalu. Tetapi baru berkasih sejak 2th lalu. Saya tau dia pny istri yg cantik, dan 2 org anak yg pintar. Usia pernikahan mereka 15th. Dia tinggal terpisah dgn keluarganya, beda kota, tp cm 1jam penerbangan. Aku dan dia satu kota, tp tdk satu rumah. Kadang 5hari disini, 2hari disana, kadang 4hari disana 3hari disini,tidak tentu. Aku sering diundang ke rumahnya, dan aku sering menjadi tamu. Dia tinggal sendiri dgn beberapa pembantu dan pegawainya yg notabene adalah keponakan istrinya. Kami suka ngobrol dirumahnya. Semua orang di rumahnya tahu tentang kedekatan kami. Setiap aku datang, aku selalu lihat foto istri dan 2 anaknya. Hatiku tidak bergeming. Aku sangat cinta dia, dan aku menyayangkan sikap istrinya yg tidak mau ikut tinggal dgn dia hanya karena alasan anak2 mereka tdk suka tinggal disini. Aku memujanya, dan melayaninya seolah aku istrinya,tp aku tetap ingat, aku bukan istrinya. Dia bilang dia sangat cinta aku, begitupun aku. Hampir setiap hari aku datang ke rumahnya jika dia disini, hampir setiap hari pula aku melihat betapa dia kesepian. Aku tdk bisa dan tdk mau meninggalkan dia. Toh aku tdk minta anak atau pernikahan, karena itu kesepakatan kami. Walau kami kadang bertengkar karena ternyata aku tdk mau hidup sendirian. Tp kami berbaikan kembali. Aku bilang padanya, aku pasti menginginkan keturunan, dan bila itu tdk dpt dibendung,aku akan meninggalkanmu,karna aku tahu kamu tdk mau memberi aku keturunan. Dia hanya diam, lalu berkata, jangan pernah kamu pergi dari sisiku. Inti dari ceritaku, aku tidak ada keinginan sama sekali untuk mengambil posisi istrinya yg cantik dan tidak tahu apa2. Aku hanya wanita yg mencintai seseorang yg sudah berstatus menikah. Aku tahu suatu hari nanti aku harus pergi. Tapi tdk dgn cara kasar. Kini aku terus berdoa untuk kesejahteraan dia, dan keluarganya. Sampai sekarang aku masih bersama dia, dan sampai detik ini aku masih berdoa hingga tiba saat yg indah, dimana Tuhan gapai tanganku dan membawaku pergi darinya dengan cara yg indah. Karena aku yakin Tuhan menghantarku ke dia, agar aku menghiburnya, untuk sementara.

  7. Dear Helen,
    Sdri Helen sebetulnya adalah seorang yg sadar, jernih n bening hatinya.. dan sampai menulis ini sy berkesimpulan adalah pribadi yg baik….barangkali lg tersandung aja ya… bila boleh sy memberi advis… eling lah Sdri ku, tinggalkan EGO anda,..dan bertaubat lah kepada YM Kuasa n Maha Tau….itu sj,slnjt nya..kembali kpd Sdri Helen sdriapakah msh mau bermain api..or stop disini… mohon maaf, sy hanya remind aja…

    Semoga Tuhan selalu membimbing andake JlnNYA..yg Benar,
    Salam ELING,

  8. Saya eling mbak lily. Terimakasih sudah mengasihi saya. Saya rasa, Tuhan mulai memberi saya celah untuk keluar. Saya sadar akan rasa sayang saya terhadap dia. Saya tidak ingin rumah tangga dia hancur apabila nanti istrinya tau. Yg saya cemaskan bukan sakit hati istrinya terhadap dia, tapi beban dia. Saya yakin seandainya istrinya pun tau, istrinya tidak akan menceraikan dia, istrinya adl seorang yg taat. Tetapi rasa percaya istrinya terhadap dia akan pudar, sehingga menjadi beban bagi kekasih saya. Tdk ada yg lebih menyakiti saya selain melihat dia tdk bahagia. Saya sudah memutuskan utk meninggalkan dia, karna saya begitu mengasihinya. Didalam hati saya, dia adalah kekasih saya, dan akan terus begitu. Saya tau akan berat nantinya, tp Tuhan akan bantu saya, karna Tuhan selalu ada utk saya, dan saya percaya padaNya. Saya sudah memberitahu dia ttg keputusan saya, dan dia minta waktu untuk bertemu dan berbicara ttg semuanya. Saya mengiyakan,karna tdk adil rasanya bila saya memutuskan hubungan ini lewat telpon. Tapi keputusan saya sudah bulat. Saya akan mengerahkan seluruh kekuatan saya untuk mengeluarkan diri saya dari dosa yang manis ini.
    Salam.

  9. Well Helen , suatu keputusan yang baik sekali karena cinta tidak harus memiliki apalagi membuat orang yang kita cintai terbeban dan menderita. Bila anda keluar dari permainan ini saya yakin anda akan merasa sangat lega dan terbebaskan.
    Seringkali mencintai itu diartikan bahwa orang yang kita cintai tidak boleh begini dan begitu yang tidak sesuai keinginan atau harapan kita, padahal sesungguhnya hal tersebut kita hanya cinta diri kita bukan mencintai orang yang kita cintai.
    Nah selamat buat Helen, anda mulai memahami arti cinta sesungguhnya. GBU

    salam,
    mary

  10. Dear Helen…
    Maju terus ya dlm iman… setialah, dan taatlah pd.NYA selalu
    Tuhan memberkati Anda pasti…bebaskan diri anda dr. Belenggu ini..anda akan merasa lega….”plong”
    dan setialah pikul Salib..anda n saya: salib kita masing2….
    akan baik n manis hikmah dikemudian hari….Tuhan memberkati..

    Doaku selalu sdri ku…
    l

  11. hmm.. terus terang saya tidak bersimpati kepada Helen, apabila niatnya itu tidak dibuktikan dengan kehendak yang kuat dan tindakan nyata.

    tidak sedikit mungkin orang yang berpikir seperi cara berpikir Helen ini :

    “Karena aku yakin Tuhan menghantarku ke dia, agar aku menghiburnya, untuk sementara.”

    ini keyakinan yang keliru.. Bagaimana Helen yakin itu adalah kehendak Tuhan ? ataukah godaan Iblis ?

    Dan ternyata Iblis berhasil menggoda Helen. Jika Helen menyadari kondisi bahwa si pria sudah beristri dan memiliki anak, dan sebagai seorang perempuan yang saya percaya memiliki perasaan yang lebih tajam, maka Helen menghindari bertemu dengan si pria bila bukan karena suatu kepentingan tertentu yang bukan urusan pribadi semata, atau sering bertemu hanya kangen2an terlebih tanpa kehadiran pihak lain di tempat pribadi, untuk menghindari kontak fisik yang mengarah kepada hubungan asmara.

    this is completely wrong.. jika Helen berkehendak kuat meninggalkan hubungannya dengan si pria [terlebih dengan alasan tidak ingin melukai sesama kaum perempuan yang adalah isterinya, dan pikirkan juga anak-anak mereka kelak menjadi korban karena perbuatan anda], satu-satunya cara adalah tinggalkan.. tanpa perlu alasan tanpa perlu basa-basi, tanpa perlu kompromi, bahkan tanpa perlu bertemu muka lagi.

    Helen berpikir, karena isterinya taat maka tidak akan menceraikan dia.. tetapi pernahkah ia berpikir apabila si suaminya yang menceraikan isterinya, atau bahwa ternyata si isteri tidak kuat menerima kenyataan bahwa suaminya berhubungan mesra dengan wanita lain dan meminta berpisah (walaupun tidak cerai), atau terjadi pertengkaran-pertengkaran yang juga dipicu dari hubungan Helen dengan si pria. Pernahkah Helen berpikir apa akibatnya bagi anak-anak mereka dari semua kejadian itu.

    Pernahkan Helen berpikir, bagaimana bila ia berada di posisi isterinya dan tidak tahu bahwa di luar sana, suami yang dalam persepsinya adalah suami yang jujur, setia dan bertanggungjawab, memiliki hubungan asmara dengan wanita lain. apakah Helen akan menerimanya dengan dada lapang ?

    aneh sekali, cara berpikir ini :
    “Tdk ada yg lebih menyakiti saya selain melihat dia tdk bahagia.”

    bagaimana bila kebahagiaannya adalah bersama Helen ?

    Helen.. kamu memang menuliskan akan meninggalkan dia, tetapi tulisan kamu juga menyiratkan bahwa kamu setengah hati melakukannya..yang kamu pikirkan adalah diri kamu sendiri [kamu tidak memikirkan perasaan isteri, dan juga anak-anaknya yang memanggil pria yang kamu cintai "papa"]. kamu belum mengenal cinta..

    cinta itu tidak se-buta orang katakan.. karena kamu melihat cinta dari kaca mata nafsu manusia bukan kaca mata iman, yaitu bahwa cinta berasal dari Allah yang hidup. Dan cinta yang kamu anggap benar itu salah, dan tidak sesuai dengan hukum Cinta Kasih-Nya.

    May God bless your steps..

  12. Yang harus betul betul ditinggalkan itu adalah perzinahannya. Saya tidak tau apakah Helen melakukannya dengan lelaki itu.
    Bila ya, tinggalkan perzinahannya.
    Bila meninggalkan perzinahannya berarti harus juga meninggalkan lelaki itu ya tinggalkan lelaki itu sama sekali.
    Bila tidak ada perzinahan atau bisa berhubungan dengan lelaki itu tanpa zinah ya gpp aja.
    Bagaimana pun kita kan diajar untuk saling mengasihi, TAPI DILARANG ZINAH.
    Jadi ya lakukanlah!

    Kalo suami saya pindah kota, lalu saya tidak mau ikut pindah dan tidak memperhatikan suami saya, lalu ada perempuan lain yang mau memperhatikan suamiku yaaaa… bukan salah perempuan itu lah, lha wong perempuan itu baik mau memperhatikan… sejauh tidak zinah. Bukankah itu juga yang dilakukan oleh Tuhan kita Yesus?! Maria Magdalena ngikutin kemana pun, mengasihi Yesus (buktinya Maria Magdalena pergi ke kuburnya subuh subuh) TAPI TIDAK ZINAH.

    Bahwa berpisah dari lelaki itu berat dan sulit, memang YA.
    Tapi pasti bisa.
    Caranya? Cukup tidak bertemu dan tidak komunikasi sama sekali dengan dia. Jangan pergi ke rumahnya lagi. simple kan… yang berat ya perasaannya. Tapi perasaan itu bisa dibiasakan oleh akal budi. Kalo mau cara gampang: sibukkan diri dengan hal hal lain, misalnya pelayanan, nanti kan lupa pada rasa berat itu. Ato, ya minta Tuhan supaya Helen dapat lelaki lain yang memang jodohnya Helen. Helen masih percaya Tuhan sayang Helen kaaan…

    salam, rin

  13. Oh Sephia…, malam ini ‘ku tak akan datang.
    Usahlah kau siapkan lagi itu tongseng kambing muda di dalam rantang.
    Aku-pun tak lagi minum bir hitam+telor bebek buat sangu di malam panjang.

    Doa-ku: s’moga ini bakal bertahan panjang…

    NB:
    Buat para personil SO7, kru-nya, keluarga-nya, para penggemarnya, bukan penggemarnya, atau bukan siapa-siapanya. Maaf kalau saya mengutip dikit sekedar lirik lagu-nya. S’moga tidak ada tuntut-menuntut. :)

  14. Boo..hooo…Helen…saya sama sekali tidak simpati dengan anda. Saya 100% setuju dengan tulisan sdr. Johan tgl 29 Oct. Dari awal anda tahu bahwa X sudah beristri dan mempunyai anak, mengapa anda tidak bisa menahan diri dan berhenti berhubungan dengan dia begitu anda menyadari bahwa hubungan diantara kalian sudah melampaui batas-batas friendship.

    Anda menulis :
    1. “Saya tidak ingin rumah tangga dia hancur apabila nanti istrinya tau.”
    —Anda tidak ingin rumah tangga dia hancur, tapi anda tetap berhubungan dengan dia.
    2. “Yg saya cemaskan bukan sakit hati istrinya terhadap dia, tapi beban dia. Saya yakin seandainya istrinya pun tau, istrinya tidak akan menceraikan dia, istrinya adl seorang yg taat.”
    —Sebagai sesama perempuan, kok yah tega anda menulis seperti itu. Anda sama sekali tidak mempertimbangkan perasaan istri dan anak-anaknya. Anda adalah seorang yang sangat egois dan mementingkan diri sendiri.
    3. “Tetapi rasa percaya istrinya terhadap dia akan pudar, sehingga menjadi beban bagi kekasih saya.”
    —Kalau rasa percaya istrinya terhadap dia akan pudar, itu bukan urusan anda! He has to deal with it! X mengambil suatu tindakan dan merupakan kesalahan, maka dia harus berani mengambil resiko dari kesalahan itu.

    Apa yang anda tulis cuma merupakan alasan pembenaran diri semata dari anda, bahwa sesungguhnya anda tidak ingin memutuskan hubungan dengan X.

    Kalau anda sungguh ingin meninggalkan X dan memutuskan hubungan dengan dia, tidak perlu anda menguraikan panjang lebar tentang perasaan anda terhadap X. Cukup rasanya anda menulis untuk minta bantuan doa supaya anda dibimbing oleh Roh Kudus sehingga anda mempunyai kekuatan untuk mengakhiri hubungan anda dengan X dan putuskan kontak sama sekali dan doakan X supaya rumah tangga nya bahagia.
    Tidak perlu lagi anda bertemu muka dengan X seperti permintaannya untuk membicarakan tentang semua ini. Tidak ada lagi hal yang perlu dibicarakan diantara kalian. Kalau memang tekad dan niat anda sudah bulat, putuskan hubungan kalian lewat telpon dan jangan angkat atau terima telpon dari dia lagi. Atau kirim surat dan ultimatum dia untuk tidak mencari dan menghubungi anda lagi.

    Berdoa dan berpuasa minta kekuatan dan pengampunan dari Tuhan. Jika anda Katolik, mengaku dosa dihadapan imam dan menerima sakramen pertobatan akan sangat membantu dan memberi ketenangan.

    salam.

  15. @rin : ya. Saya berzinah. Dan kami telah membicarakan hal itu. Dan kami sepakat dan sudah menghentikannya.
    @St : introspeksi trhdp diri sendiri dan jujur trhdp diri sendiri selalu menjadi kunci penyelesaian suatu masalah.

    @all :
    Ternyata semua tdk sesulit yg saya kira.
    Mencurahkan isi hati kita, apapun bentuknya, terlepas dari apapun tanggapan orang lain, bukanlah sebuah dosa.
    Saya berani mengakui perbuatan saya! Itu intinya.
    Bahwa saya mendapatkan cemooh, caci maki atau bahkan simpati, itu hanyalah side effects yg umum terjadi, dan saya tdk terkejut, marah atau terhibur.
    People tend to judge what they hear and see. It’s not a big deal, because it’s human nature.
    Memberi nasihat adalah hal yg luar biasa sulit.
    Hal pertama yg harus dipegang adalah, berada di sisi netral. Yaitu tidak membela atau menghakimi.
    Coba lah untuk memahami situasi mereka. Anda tdk berada di posisi mereka. Anda tdk boleh berkata “saya mengerti keadaan anda” padahal anda tidak dalam situasi yg mereka sedang alami, atau mgkn anda blm pernah mengalami berada diposisi mereka. Jadi, atas dasar apakah anda berkata demikian?
    Kita saudara dlm kasih Tuhan. Apakah begini cara anda memperlakukan saudara anda yg sedang terlibat masalah? Dgn menghakiminya? Dgn memojokkannya. Saya tdk tahu darimana anda mempelajari itu, tp yg jelas Tuhan saya tdk begitu.
    Tp kembali lg, anda dan saya hanyalah manusia biasa. Saya maklum saja. Saya tdk mencari simpati dari anda semua, jgn berburuk sangka. Saya punya Tuhan yg memiliki kasih yg tak pernah habis untuk saya, jd untuk apa saya memintanya dari anda?
    Terimakasih untuk semua perhatian anda.

    Tuhan memberkati.

  16. kejujuran dan kebenaran itu sering menyakitkan..

    harus disadari semua orang yang berpartisipasi di forum ini, di sini bukan tempat pengakuan dosa, apa yang diakui di sini tidak menghapus dosa anda. Segera terima sakramen tobat dan akui dosa anda di sini dan lakukan silih atas dosa-dosa anda tersebut.

    lakukan silih itu dengan penyesalan dan kerendahan hati..

    May God bless your steps..

  17. @johan:
    Terimakasih atas perhatiannya.

  18. Topiknya betul2 berhubungan dgn masalah sy. Saya dan suami sudah 5 thn ber RT dan sdh memiliki 2 anak, cewe 4 thn dan cowo 18 bln. Namun, sejak 2 thn ini, suami sy berselingkuh dgn teman kantornya yang berbeda kota, bahkan sdh smp hubungan intim yang dilakukan berulangkali (suami sy mengakui tdk mengeluarkan sperma didalam). Untuk hal ini, WIL tsb yg mendatangi suami sy terus, dan atas permintaan suami saya.

    Dari perbincangan, suami sy terlihat gamang. Disatu sisi, dia msh menyayangi RT kami, tp disisi lain… dia menyayangi bahkan terlanjur mencintai WIL nya itu. Sy bingung… apakah pria bisa seperti itu??

    Disisi lain, pandangan suami ttg WIL nya itu begitu sempurna…
    WIL nya ini jg beragama Katolik (sama dgn suami, sedang saya protestan), berumur lbh tua 1 thn dari suami saya. Keluarga WIL nya ini, adalah Katolik yang taat… bahkan ayah dari WIL nya ini adalah Pro Diakon di salah satu gereja… Di dinding rumah WIL nya ini jg terpampang banyak foto2 religius…
    Suami sy menyatakan, bhw WIL nya itu mencintai dia dgn ketulusan… dengan dalih, bahwa sebenarnya WIL nya itu sblmnya sudah bertunangan,namun ntah knp pertunangan tsb dibatalkan… dan suami merasa bertanggung jwb atas pembatalan pertunangan itu …
    Yah, begitulah… suami bahkan lancang menelpon WIL nya tsb didpn mata saya dan di dlm rumah kami, hanya utk mengatakan pd WIL nya tsb… bhw dia sudah mengakui hubnya dgn WIL nya tsb…

    Cape dehh… sempat sy gamang… tp kemudian sy lari ke Romo mohon masukan. Dan tidak lama, sebelum suami sy pulang… sy berdoa dan menemukan kekuatan yg luar biasa. Sy begitu tenang mendengarkan semua cerita cinta Suami sy dgn WIL nya, tdk setetes pun airmata jatuh dr mata sy… Thx GOD. Dan sy skrg mjd semakin dekat dengan Tuhan… walaupun tdk bohong, konsentrasi sy thdp diri dan anak2 agak terganggu… but, aku ingatkan diriku… gak boleh jatuh! gak boleh nangis! jgn terbawa perasaan! Jujur… jika sendiri, pergi ketempat2 biasa sy dan keluarga pergi menghabiskan waktu weekend… sy jd sedih, teringat kekonyolan2 dan kelucuan2 yg tercipta saat itu…but, sekali lg sy memperingatkan diri sy… jgn kenang semua itu!! Itu hanya membuatmu sakit dan jatuh!! Don’t do that!! Yahhh… skrg hub sy dgn suami baik2 saja, walaupun suami msh berhub dgn WIL nya itu… kmi tdk bertengkar sedikitpun… walaupun, sy tau suami sy selalu memancing sy utk bertengkar… tp sy selalu berdoa.. Tuhan, kuatkan saya…biar sy melakukan yg baik dan terbaik.. gitu..
    Sampai skrg, sy tdk tahu akan spt apa masa depan RT sy… sy hanya berharap, Tuhan bukakan jalan… walaupun sbg manusia dan istri… sy akan berusaha hingga titik darah penghabisan, untuk memperjuangkan suami demi anak2… hati saya?? Sudah sy gadaikan… Mohon bantu doa, jika perlu doa Novena yah… krn spt lidi, jika hanya 1 batang… tidak akan kuat menyapu sampah dan kotoran… namun jk ada ratusan sapu lidi diikat, maka sampah2 berserakan dpt dibuang… begitu jg dgn doa sodara2 sekalian…. Trims before… sy jg bingung, ini curhat ato lg iseng yahh… gak tau jg, lg pengen nulis aja…. biar ngak stres nih.. hehe..

  19. @ Serenity_jr,

    Mungkin yg dikehendaki suami anda, ini mungkin, kerinduan akan pasangan hidup yg seiman dengannya (Katholik).

    Kalau anda sejauh itu mengetahui kehidupan WIL, anda bisa mengadakan pendekatan kepada suami untuk menyadarkan dia bahwa apa yg ia lakukan terhadap anda & keluarga adalah dosa karena suami anda telah melanggar hukum Tuhan (Sepuluh Perintah Allah), bahwa dia telah melakukan ‘perlawanan’ terhadap Allah dengan berzinah dst. Anda bisa mengingatkan suami anda untuk mohon pengampunan dari Allah dan menerima sakramen rekonsiliasi pribadi (biasa disebut mengaku dosa), sebab dengan menginginkan milik sesamanya dengan tidak adil (punya WIL)suami anda tidak layak menyambut Sakramen Ekaristi. Dia mesti membenahi hubungan pribadinya dengan Allah, berdamai dengan Allah dan Gereja, menyesali dosa-dosa dan mohon ampun atas perbuatannya di hadapan seorang Imam, setelah itu barulah suami anda layak menerima santapan rohani yakni Tubuh Kristus. Semoga dengan pertobatan suami anda hidup di jalan yang benar.

    Meski anak-anak masih terlalu kecil, ajaklah anak-anak untuk berdoa bersama. Hadapilah hidup ini dari saat ke saat.
    Hidup anda patut disyukuri apapun yang IA berikan. Tetaplah di jalan Tuhan sebab hanya Dia sumber kekuatan.

    Salam dan doa untuk anda & anak2.

  20. Saya,ibu Rumah tangga dengan 3 orang anak .2anak laki-laki dan perempun.setelah menikah tinggal di luar kota yang jauh dari sanak saudara .dari awal pernikahan ,suami sering sekali keluar malam terutama hari Sabtu malam Minggu ,untuk urusan entertaint,dan kami jarang berhubungan intim setelah anak pertama lahir.dan kami sempat berjauhan dlm waktu 3 tahun,hanya sebulan sekali dia pulang. saya kesepian.tapi kemudian saya memutuskan untuk ikut suami lagi setema anak kedua kami lahir.,tapi dengan kenyataan dia telah terkena herpes,dan beberapa kali menemukan foto 2 dia dengan banyak wanita yg berbeda-beda. Terakhir dia membeli apartemen di kota asal kami,dan di hpnya banyakj sekali dia berfoto dengan abg telanjang.dia menyalahkan saya karena saya pernah berjauhan dengan dia,dan saya lebih memperhatikan anak anak,daripada dia.dia merasa ditelantarkan oleh saya.hanya anak saja yg diurus sedang dia tidak.hal itu yg selalu dia jadikan alasan dia bisa melakukan hal itu,tapi juga dia takut menulari saya,walaupun saya terkena herpes juga ketika hamil anak ketiga.sepertinya dia tidak ada penyesaln karena menurut dia hal ini terjadi semata- mata karena sayA yang memulainya.dia tidak mau berubah,dancenderung semau gue.walaupun secara ekonomi dia masih menafkahi dengan penuh perhitungan,tapi tidak sama sekali untuk kebutuhan batin.Saya,bingung dan tak tau lagi yg harus saya lakukan.kami berdua adalah dari keluarga Katolik ,tapi semenjak kejadian ini ,saya jarang ke gereja,dan suami saya tidak pernah sama sekali.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>