<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Suami selingkuh, ingin cerai</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-ingin-cerai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-ingin-cerai/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 02:33:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ibnurini</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-ingin-cerai/comment-page-1/#comment-3351</link>
		<dc:creator>ibnurini</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 08:44:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1113#comment-3351</guid>
		<description>Dear Ibu Sartika,

Apakah boleh tau mengapa suami ibu suka selingkuh dan mengapa kemarin KDRT?

Salam berkat Tuhan, rin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Ibu Sartika,</p>
<p>Apakah boleh tau mengapa suami ibu suka selingkuh dan mengapa kemarin KDRT?</p>
<p>Salam berkat Tuhan, rin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-ingin-cerai/comment-page-1/#comment-3343</link>
		<dc:creator>johan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Oct 2010 00:50:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1113#comment-3343</guid>
		<description>@Sartika, saran saya.. jika anda seorang Katolik, segeralah berkonsultasi dengan romo paroki dan meminta ijin untuk hidup terpisah dengan suami anda untuk sementara waktu.. perbuatan suami anda tidak hanya bisa diselesaikan dengan permintaan maaf saja. Harus ada niat tulus dan bukti nyata. cobalah baca posting-posting sebelumnya di topik ini.. 

May God bless your steps..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Sartika, saran saya.. jika anda seorang Katolik, segeralah berkonsultasi dengan romo paroki dan meminta ijin untuk hidup terpisah dengan suami anda untuk sementara waktu.. perbuatan suami anda tidak hanya bisa diselesaikan dengan permintaan maaf saja. Harus ada niat tulus dan bukti nyata. cobalah baca posting-posting sebelumnya di topik ini.. </p>
<p>May God bless your steps..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sartika umar</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-ingin-cerai/comment-page-1/#comment-3340</link>
		<dc:creator>sartika umar</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2010 07:38:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1113#comment-3340</guid>
		<description>halo mbak angel
masalah qta hmpir sama.sy juga menikah thn 2007 dan punya 2 orng anak.suamiku sering skali selingkuh tp sy msh memafkan dia.tp seminggu yg lalu dia melakukan KDRT kpda sy dan sy melapor kekntor polisi.sy mnta cerai tp dia tdk mau dan dia  meminta maaf kpda sy dan berjanji tdk akn melakukan kesalahannya dulu.sy msh bingung apa tindakan yg hrs sy lakukan.terima dia kmbli ato bercerai?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>halo mbak angel<br />
masalah qta hmpir sama.sy juga menikah thn 2007 dan punya 2 orng anak.suamiku sering skali selingkuh tp sy msh memafkan dia.tp seminggu yg lalu dia melakukan KDRT kpda sy dan sy melapor kekntor polisi.sy mnta cerai tp dia tdk mau dan dia  meminta maaf kpda sy dan berjanji tdk akn melakukan kesalahannya dulu.sy msh bingung apa tindakan yg hrs sy lakukan.terima dia kmbli ato bercerai?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibnurini</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-ingin-cerai/comment-page-1/#comment-3009</link>
		<dc:creator>ibnurini</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 03:10:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1113#comment-3009</guid>
		<description>Dear Jeni,
Kalau kalian menikah secara Katolik tentu kalian tidak boleh bercerai.  Dari tulisanmu ada beberapa hal yang hendak saya beri response:

1. Kalaupun ada pihak yang hendak menceraikan, sebaiknya proses cerai itu bukan atas inisiatifmu.  Kalau suami memang niat menceraikan, biar dia lakukan, tapi bukan olehmu.  
Pertama, itu memang tidak boleh, jadi kamu tidak jatuh ke dalam dosa.  
Kedua,  mengurus cerai itu ribet, lama dan perlu uang banyak.  lebih baik berikan untuk makan anakmu daripada untuk ngurus cerai.  

2. Coba introspeksi diri: apa betul kamu memang suka berantem walaupun misalnya menurutmu yang memulai cari perkara itu suamimu?  Kalau ya,  apakah kamu bisa mengalihkan pertengkaran itu menjadi komunikasi yang lebih efektif?  Tingkatkan Emotional Quotientmu sehingga kamu bisa menghadapi semua masalahmu dengan lebih baik.

3. Soal suami senang bawa perempuan lain, coba bicarakan.  Kamu juga mesti hati hati, bisa tertular penyakit kotor.  

Salam berkat Tuhan, rin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Jeni,<br />
Kalau kalian menikah secara Katolik tentu kalian tidak boleh bercerai.  Dari tulisanmu ada beberapa hal yang hendak saya beri response:</p>
<p>1. Kalaupun ada pihak yang hendak menceraikan, sebaiknya proses cerai itu bukan atas inisiatifmu.  Kalau suami memang niat menceraikan, biar dia lakukan, tapi bukan olehmu.<br />
Pertama, itu memang tidak boleh, jadi kamu tidak jatuh ke dalam dosa.<br />
Kedua,  mengurus cerai itu ribet, lama dan perlu uang banyak.  lebih baik berikan untuk makan anakmu daripada untuk ngurus cerai.  </p>
<p>2. Coba introspeksi diri: apa betul kamu memang suka berantem walaupun misalnya menurutmu yang memulai cari perkara itu suamimu?  Kalau ya,  apakah kamu bisa mengalihkan pertengkaran itu menjadi komunikasi yang lebih efektif?  Tingkatkan Emotional Quotientmu sehingga kamu bisa menghadapi semua masalahmu dengan lebih baik.</p>
<p>3. Soal suami senang bawa perempuan lain, coba bicarakan.  Kamu juga mesti hati hati, bisa tertular penyakit kotor.  </p>
<p>Salam berkat Tuhan, rin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-ingin-cerai/comment-page-1/#comment-3005</link>
		<dc:creator>johan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 10:59:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1113#comment-3005</guid>
		<description>mengapa tidak bisa lepas ? financial ? cinta ?

mencintai orang yang tidak mencintaimu lagi adalah hal yang sangat berat, bukankah demikian ?.. bahkan ia tidak meminta maaf karena mengkhianati cintamu itu.. 

saran saya.. bertemu romo paroki dan meminta untuk hidup terpisah dengan suamimu, karena alasan perselingkuhan dan KDRT (kekerasan dalam bentuk ekonomi atau kata-kata termasuk KDRT).
Lalu fokuskanmu kepada perbaikan kualitas hidupmu dan anak-anakmu.. tidak perlu memikirkan perceraian.. tidak perlu memikirkan apa yang terjadi pada suamimu selama ia kau tinggalkan, fokuskan kepada anak-anakmu.. kamu harus berani melawan egomu untuk memikirkan masalah perkawinanmu. Hal itu tidak akan membantumu, tidak akan ada perubahan bila itu kamu lakukan. Yang kamu dapatkan adalah keletihan, but nothing change. Jadi bebaskan dirimu dari keletihan yang sia-sia itu. Cari yang lebih bermanfaat untuk dirimu dan anak-anakmu. 

Jika suamimu telepon jawab sesingkat-singkatnya, apalagi jika ia ingin bicara mengenai perceraian..forget it.. lama-lama kamu akan menemukan &quot;kenikmatan&quot; lain. Bangun dirimu kembali ke dirimu yang utuh. dirimu yang dulu sebelum kamu mengalami masalah ini. Dan pada saat itu, kamu bisa memutuskan apa yang hendak kamu lakukan dengan perkawinanmu.

Mintalah keluargamu untuk tidak mendesakmu bercerai atau mengusik dirimu dengan masalah perkawinanmu.. dan minta mereka mengerti dan mendukung keputusanmu. jika perlu kamu bisa berkonsultasi dengan konselor pernikahan dalam proses ini. Hindari hubungan dekat dengan pria lain untuk sementara waktu.

cari cara-cara yang membuat dirimu merasa nyaman dan aman bersama anak-anakmu.. jangan biarkan masalah ini merengut hal itu darimu..

May God bless your steps..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mengapa tidak bisa lepas ? financial ? cinta ?</p>
<p>mencintai orang yang tidak mencintaimu lagi adalah hal yang sangat berat, bukankah demikian ?.. bahkan ia tidak meminta maaf karena mengkhianati cintamu itu.. </p>
<p>saran saya.. bertemu romo paroki dan meminta untuk hidup terpisah dengan suamimu, karena alasan perselingkuhan dan KDRT (kekerasan dalam bentuk ekonomi atau kata-kata termasuk KDRT).<br />
Lalu fokuskanmu kepada perbaikan kualitas hidupmu dan anak-anakmu.. tidak perlu memikirkan perceraian.. tidak perlu memikirkan apa yang terjadi pada suamimu selama ia kau tinggalkan, fokuskan kepada anak-anakmu.. kamu harus berani melawan egomu untuk memikirkan masalah perkawinanmu. Hal itu tidak akan membantumu, tidak akan ada perubahan bila itu kamu lakukan. Yang kamu dapatkan adalah keletihan, but nothing change. Jadi bebaskan dirimu dari keletihan yang sia-sia itu. Cari yang lebih bermanfaat untuk dirimu dan anak-anakmu. </p>
<p>Jika suamimu telepon jawab sesingkat-singkatnya, apalagi jika ia ingin bicara mengenai perceraian..forget it.. lama-lama kamu akan menemukan &#8220;kenikmatan&#8221; lain. Bangun dirimu kembali ke dirimu yang utuh. dirimu yang dulu sebelum kamu mengalami masalah ini. Dan pada saat itu, kamu bisa memutuskan apa yang hendak kamu lakukan dengan perkawinanmu.</p>
<p>Mintalah keluargamu untuk tidak mendesakmu bercerai atau mengusik dirimu dengan masalah perkawinanmu.. dan minta mereka mengerti dan mendukung keputusanmu. jika perlu kamu bisa berkonsultasi dengan konselor pernikahan dalam proses ini. Hindari hubungan dekat dengan pria lain untuk sementara waktu.</p>
<p>cari cara-cara yang membuat dirimu merasa nyaman dan aman bersama anak-anakmu.. jangan biarkan masalah ini merengut hal itu darimu..</p>
<p>May God bless your steps..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jeni</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-ingin-cerai/comment-page-1/#comment-2993</link>
		<dc:creator>jeni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 04:40:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1113#comment-2993</guid>
		<description>saya punya 2 anak cewek, satu umur 3 setengah thn, satu lagi 4 bln. disaat baby saya baru sebulan, suami saya minta cerai dan mertua gue usir gue keluar rumah, hanya karna gue kerumahnya cari dia, mertua gue bilang, gapain u cari tengkar, kalo u bilang anak gue selingkuh, mana buktinya, gue bilang anak mu salah, lhu ngak marah dia, lhu mihak dia, dia bilang, ya pasti dong, dia anak gue. dia tarik tangan gue kuat@ dan dorong gue kelur pintu, bilang tdk mau menantu seperti gue, waktu itu baby gue masi dirumah sakit, gue baru melahirkan. gue suruh dia temanin gue jaga anak, dia tak mau, dtg lht anak 2 jam, langsung bilang mau keluar kota, tapi sebenarnya bohong. 

kami hampir cerai, tapi tak jadi akhirnya. baru saja lewat 3 bln, dia minta pisah sama gue, tanpa alasan, gue hannya tauya, malam dia bawa cewek ke hotel, pagi jam 6 pergi cari cewek itu lg, gue pergokin. tapi gue anggap nothing happen, sakit hati aja. tapi dia malah cari alasan, sms gue bilang, dia tak tahan sifat gue, cari tengkar mulu, diaa stress. tapi dia ngak sadar tiap kali tengkar, karna ketahuan obat sex en sms cewek. tapi dia tdk pernah mau explain dan tdk pernah mau minta maaf , walau uda nyata dia lakuakan. dia tetap tdk mau akui. malahan selalu amcam gue , kalo tak cocok c, cerai aja.

kali ini, tanpa alasan, dia langsung pindah keluar 17 hari tak pulang, tak mau kirim duit juga.katanya dia tdk akan kirim 1 sen pun kasi gue, karna gue uda tdk ada kaitan sama dia, malahan kami belum cerai. katanya kalo susu anak, tar dia beli sendiri. kalo makan gue , dia bilang dia tak kan tanggung.semalam dia baru pulang, karna gue minta dia pulang. gue memang cewek yg uda diremehkan bgt dan tdk ada harga diri, uda ketahuan dia selingkuh, gue ngak ada tengkkar sama dia, dia tdk minta maaf, malah kasi gue syarat, katanya kalo mau gue pulang, u ngak boleh tengkar sama gue lagi, kalo tengkar lagi, ngak ada cerita, ini terakhir kali kesempatan. katanya jgn kasi gue aturan, gue benci. maksudnya dia mau main cewek atau selingkuh, gue ngak boleh larang.

keluarga gue semua minta gue cerai, termasuk nenek yg uda umur 80 thn. katanya kalo gue cerai, mereka akan sgt senang, dan buka party, hahah.mereka ngak tega lht gue sengsara. tapi gue ngak bisa lepas, gimana ya biar bisa lepas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya punya 2 anak cewek, satu umur 3 setengah thn, satu lagi 4 bln. disaat baby saya baru sebulan, suami saya minta cerai dan mertua gue usir gue keluar rumah, hanya karna gue kerumahnya cari dia, mertua gue bilang, gapain u cari tengkar, kalo u bilang anak gue selingkuh, mana buktinya, gue bilang anak mu salah, lhu ngak marah dia, lhu mihak dia, dia bilang, ya pasti dong, dia anak gue. dia tarik tangan gue kuat@ dan dorong gue kelur pintu, bilang tdk mau menantu seperti gue, waktu itu baby gue masi dirumah sakit, gue baru melahirkan. gue suruh dia temanin gue jaga anak, dia tak mau, dtg lht anak 2 jam, langsung bilang mau keluar kota, tapi sebenarnya bohong. </p>
<p>kami hampir cerai, tapi tak jadi akhirnya. baru saja lewat 3 bln, dia minta pisah sama gue, tanpa alasan, gue hannya tauya, malam dia bawa cewek ke hotel, pagi jam 6 pergi cari cewek itu lg, gue pergokin. tapi gue anggap nothing happen, sakit hati aja. tapi dia malah cari alasan, sms gue bilang, dia tak tahan sifat gue, cari tengkar mulu, diaa stress. tapi dia ngak sadar tiap kali tengkar, karna ketahuan obat sex en sms cewek. tapi dia tdk pernah mau explain dan tdk pernah mau minta maaf , walau uda nyata dia lakuakan. dia tetap tdk mau akui. malahan selalu amcam gue , kalo tak cocok c, cerai aja.</p>
<p>kali ini, tanpa alasan, dia langsung pindah keluar 17 hari tak pulang, tak mau kirim duit juga.katanya dia tdk akan kirim 1 sen pun kasi gue, karna gue uda tdk ada kaitan sama dia, malahan kami belum cerai. katanya kalo susu anak, tar dia beli sendiri. kalo makan gue , dia bilang dia tak kan tanggung.semalam dia baru pulang, karna gue minta dia pulang. gue memang cewek yg uda diremehkan bgt dan tdk ada harga diri, uda ketahuan dia selingkuh, gue ngak ada tengkkar sama dia, dia tdk minta maaf, malah kasi gue syarat, katanya kalo mau gue pulang, u ngak boleh tengkar sama gue lagi, kalo tengkar lagi, ngak ada cerita, ini terakhir kali kesempatan. katanya jgn kasi gue aturan, gue benci. maksudnya dia mau main cewek atau selingkuh, gue ngak boleh larang.</p>
<p>keluarga gue semua minta gue cerai, termasuk nenek yg uda umur 80 thn. katanya kalo gue cerai, mereka akan sgt senang, dan buka party, hahah.mereka ngak tega lht gue sengsara. tapi gue ngak bisa lepas, gimana ya biar bisa lepas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ayu</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-ingin-cerai/comment-page-1/#comment-2562</link>
		<dc:creator>Ayu</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 14:23:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1113#comment-2562</guid>
		<description>Dear ibu angel, saya punya masalah hampir sama dg ibu angel, cuma bedanya saya belum punya anak, saya menikah th 2007, umur saya 31th. Saya menikah di gereja katholik tp tanpa sakramen karena waktu itu saya blm dibaptis. Suami saya selingkuh dengan bule itali, kebetulan suami saya kerja dikapal pesiar. Alasan suami saya minta bercerai karena dia tdk mencintai saya lg dan dia berhak bahagia dg pilihannya skr. Saya blm bisa memenuhi keinginan dia karena saya masih mencintainya tapi kenyataannya dia meninggalkan saya. Saya sdh berdoa dan konseling ke suster tp keadaan saya malah tambah buruk, suami saya semakin menjauh bahkan kami skt lost contact. Mohon sharenya, saya bingung hrs bagaimana. Thanks a lot</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear ibu angel, saya punya masalah hampir sama dg ibu angel, cuma bedanya saya belum punya anak, saya menikah th 2007, umur saya 31th. Saya menikah di gereja katholik tp tanpa sakramen karena waktu itu saya blm dibaptis. Suami saya selingkuh dengan bule itali, kebetulan suami saya kerja dikapal pesiar. Alasan suami saya minta bercerai karena dia tdk mencintai saya lg dan dia berhak bahagia dg pilihannya skr. Saya blm bisa memenuhi keinginan dia karena saya masih mencintainya tapi kenyataannya dia meninggalkan saya. Saya sdh berdoa dan konseling ke suster tp keadaan saya malah tambah buruk, suami saya semakin menjauh bahkan kami skt lost contact. Mohon sharenya, saya bingung hrs bagaimana. Thanks a lot</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibnurini</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-ingin-cerai/comment-page-1/#comment-2265</link>
		<dc:creator>ibnurini</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 04:06:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1113#comment-2265</guid>
		<description></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo mbak Angel,</p>
<p>Mengapa dia pacaran lagi?<br />
Saya mengira itu karena ego lelaki dia.  Mbak kan berpenghasilan lebih tinggi dari dia.  Lalu kebanggan apa yang dia punya?  Mungkin dengan perempuan yag broker itu, kadang dia ada gunanya, buktinya uangnya sampe habis untuk urusan sama perempuan itu to&#8230;<br />
Perhatikan kalimat: ”karena suami saya selalu blg klo dengan wanita ini dia bisa lbh maju dibandingkan dengan saya”<br />
Apa yang dia maksudkan?  Apakah kemudian suami jadi betul betul lebih maju karirnya yang terbukti dengan peningkatan pendapatan?  Kalo emang cuma habis melulu dipakai dengan perempuan itu, ya berarti yang maju bukannya karirnya tapi lelaki itu merasa lebih hebat berdua dengan perempuan itu dibanding berdua dengan mbak.  Dan, kata ”MERASA LEBIH HEBAT” itu penting sekali bagi egonya. </p>
<p>Maka,<br />
Jangan pernah melayani suamimu berantem.  Kalopun dia ngeyel, ngajak berantem, jangan tergoda untuk membalas berantem.  Buatlah dia merasa hebat.  Kalo dia pulang jam 1.00 bukakan pintu tersenyumlah.  Jangan sentuh karena dia hanya pengen cari gara gara.  Kalo pun dia tetap pengen cari gara gara dengan bilang,”Ngapain loe senyum senyum?!!!!”  Jangan marah.  Antepin aja, tetaplah tersenyum.  Kalo dia senang teh manis ya sediakan teh manis (ini tidak berarti mbak merendahkan diri, kan kita diminta mengasihi sesama oleh Gusti Yesus).  Pokoke mbak baiiiikkkk aja, jangan sampe salah apa apa.  Kalo bisa, ajak bercanda.  Bikin dia berasa penting.</p>
<p>Undang ibunya untuk menginap di rumah.  Mbak jangan menceritakan keburukan suami apapun terhadap ibunya.  Jangan ngadu apapunlah.  Ajak saja ibunya ngobrol sampe malam,”Kita tunggu mas sampe pulang yuk bu.”  Biar saja ibunya lihat sendiri kelakukan anaknya.  Ibu Katolik yang baik pasti mengerti bahwa apa yang dilakukan anaknya tidak pantas dan sebagian merupakan tanggung jawabnya untuk membuat anaknya kembali baik.  Tapi jangan sampe dia merasa jatuh malu atas kelakukan anaknya, caranya ya mbak baik baik aja sama dia.</p>
<p>Kalo masih gak mempan, carilah perempuan itu.  Ajak omong baik baik, sebetulnya apa yang dia perlukan?  Kenapa koq sudah tau lelaki itu punya anak istri masih juga berhubungan dengan suami mbak.  Deangarkan saja dulu versi perempuan itu.  Belum tentu kan emang dia yang ngejar.  Sapa tau emang suami mbak aja yang memerlukan perasaan hebat itu, yang bisa dia peroleh saat bersama perempuan itu.<br />
Beritahu dia bahwa perkawinan Katolik tunduk pada stelsel Hukum Barat dalam Hukum Perdata Indonesia.  Artinya, karena tidak ada lembaga perceraian dalam hukum Katolik maka kalo dia berhubungan sex dengan suami mbak, sekalipun mereka menikah, maka mbak dapat menyeret mereka ke Pengadilan Negeri berdasarkan tuduhan perzinahan.<br />
Gak usah galak galak, tapi tegas katakan.  </p>
<p>Kalo suami bilang mau baikan samambak ya langsung maafkan.  terimalah dengan tulus sebab itulah yang diajarkan Tuhan kepada kita.  Jangan pikir buruk apapun.  Bahwa tiba tiba ternyata dia bohong ya tetaplah baik.  Tapi jangan kecil hati apapun.  Tulus hati saja tetap mengajaknya tersenyum.</p>
<p>Berdoa itu baik, mbak.  Tapi toh mbak mesti do something untuk memperjuangkannya.  Lebih dari itu, tetaplah berbahagia!  Mbak punya Tuhan, punya anak, punya pendapatan yang lebih dari cukup, punya keluarga, punya hidup yang baik.  Kalo cuma 1 lelaki salah berpikir ya tidak usah kecil hati.   Ayo, latihan tersenyum!  Berjuanglah!</p>
<p>Salam berkah Dalem, rin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan</title>
		<link>http://gerejastanna.org/suami-selingkuh-ingin-cerai/comment-page-1/#comment-2263</link>
		<dc:creator>johan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 00:21:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1113#comment-2263</guid>
		<description>Bu Angel, 

pernikahan anda sah dan sempurna dalam Gereja Katolik, artinya tidak terceraikan. Jika terjadi perceraian sipil, maka kalian berdua tidak bisa menikah lagi di dalam Gereja hingga maut memisahkan kalian berdua.

Apakah suami anda dapat bertobat dan kembali kepada keluarganya ? saya katakan, dapat. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Namun, pertobatan itu harus muncul dari diri suami anda. Saat ini, hatinya sedang dimabuk cinta buta. Iblis berhasil membujuknya lewat seorang wanita untuk meninggalkan keluarganya.
Lalu kapan ia bertobat ? Tidak ada yang tahu. Sehingga memikirkan suami anda dan perselingkuhannya adalah sia-sia. Karena fakta-fakta di atas.


sekarang apa yang bisa anda lakukan..

1. karena memikirkan ia dan perselingkuhannya adalah sia-sia, maka cobalah berkonsetrasi kembali untuk anak anda. Saya membaca ibu memiliki penghasilan sendiri itu baik. Mengapa saya anjurkan demikian ?karena apabila pikiran ini menjadi dominan dalam diri anda, maka perlahan akan mempengaruhi diri anda, baik sikap, perkataan, atau perbuatan dan anda sulit untuk berkonsentrasi untuk setiap yang anda kerjakan, anda jadi mudah stress dan sensitif. Dan bila sudah kronis, bisa mengganggu kesehatan anda.

2. apabila pikiran itu menjadi beban anda sebaiknya anda berdialog dengan seorang yang anda hormati atau dengan konselor pernikahan atau dengan seorang psikolog profesional atau pada keluarga anda. Hal ini akan sangat membantu diri anda.
Keluarga anda adalah mereka yang pasti mendukung anda secara moral. Tetapi ingatlah bahwa jangan meminta mereka terlibat, atau membiarkan mereka terlibat dengan membuat kondisi menjadi semakin parah, contohnya saja orang tua atau saudara anda melabrak suami anda. Ini tidak akan bermanfaat. Bagi diri anda atau bagi hubungan anda dengan suami. Mintalah supaya mereka tidak melakukan hal itu, melainkan memberi dukungan moral bagi diri anda dan anak anda. Dekatkan anak anda dengan keluarga anda. Sehingga ia pun merasa nyaman.

Manfaatkan situasi di dalam kenyamanan berada di antara keluarga untuk membangun semangat dan pribadi anda kembali seutuhnya.

2. Bagaimana sikap anda dengan suami ? dalam hal ini, anda tetaplah isteri dari suami anda. Jadi apa yang sebenarnya anda lakukan sudah benar, tetapi sekarang lakukanlah dengan lebih tulus, buang jauh-jauh kekesalan, kekecewaan dan kebenciaan saat melayaninya. Saya katakan hal ini mudah, sulit, tetapi setidaknya berusahalah. Lakukan tanpa beban itu akan meringankan anda melakukannya. coba cari topik &quot;perceraian dan pernikahan katolik&quot; saya menulis cukup panjang lebar di sana. Termasuk contoh dimana seorang isteri kembali merebut suaminya dari perselingkuhan. Manfaatkan waktu luang lebih bersama anak anda, setelah anda melakukan kewajiban anda sebagai isteri. Bermain dan belajar bersama. Semoga saja suami anda melihat kehangatan yang anda berikan kepadanya dan terutama kepada anak kalian.

3. Ajarilah anak anda untuk berdoa, dan berdoalah bersamanya setiap ada kesempatan. Ajarilah supaya ia juga mendoakan untuk keselamatan dan kesehatan orang tuanya, termasuk ayahnya.

4. yang perlu anda perhatikan adalah bahwa perselingkuhan ini tidak mengarah kepada ancaman fisik atau psikis baik kepada diri anda atau suami anda. Jangan biarkan ada teror di dalam rumah anda. Dan bila hal ini terjadi, segeralah meninggalkan rumah itu bersama anak anda dan beritahu romo paroki anda, bahwa anda telah pisah rumah dengan suami anda. Carilah perlindungan di dalam keluarga anda. Tinggallah di sana hingga terjadi perubahan berarti yang membuat anda merasa aman dan nyaman untuk kembali. 

5. untuk suami anda. Carilah seorang yang disegani oleh suami anda, dari pihak keluarganya, romo, siapa pun untuk meminta bantuan menasihati suami anda. Tentu saja hal ini memiliki resiko, yaitu suami anda marah kepada anda karena menceritakan aib yang ia perbuat. Tetapi anda tidak perlu takut. anda masih memiliki opsi ke-4. Dan anda tidak perlu membalas meluapkan emosi anda. ungkapkan saja bahwa anda dan anak anda mencintai dia dan tidak rela melihat suami dan ayah keluarga anda pergi meninggalkan anda berdua dan menjauh dari Allah. Aib itu bukan saja suami anda yang menanggung [walaupun sesungguhnya ia layak karena perbuatannya], tetapi yang menerima akibatnya juga anda dan anak kalian. Setelah itu pergilah berdoa. jika ada kekerasan, saat anda mengambil tindakan di poin ke-4.

6. jangan mudah terbujuk untuk kembali ke rumah apabila suami anda memintanya, walaupun hingga berlutut dan menangis. Karena ini bukanlah sebuah jaminan. Mintalah suami anda pulang dan berbuat sesuatu yang lebih nyata untuk perbaikan, seperti berkonsultasi dengan romo atau seorang konselor pernikahan profesional. Lakukanlah itu secara rutin bersama-sama walaupun anda tinggal terpisah dengannya. Lihat perubahan yang anda. Anda bisa memulai hubungan layaknya seorang yang baru saling mengenal dan berpacaran. Lihat sikapnya selama bersama anda. apakah perhatiannya penuh kepada anda. Dalam saat itu, ceritakan sebanyak-banyaknya tentang apa yang anda lakukan dan terutama apa yang terjadi pada anak kalian. Lalu mintalah juga ia menceritakan apa yang terjadi dalam hidupnya. Jika ia mengubah topik meminta anda untuk kembali, katakan bahwa anda belum siap membicarakan topik itu. Lihat apakah emosinya terbakar. Jika ya, akhiri pertemuan dan pulanglah. Lakukan terus dan lihat perubahan sikapnya. Ingatlah bahwa kehendak untuk kembali harus ada dalam diri anda. Anda yang harus membuka topik, bukan dirinya (hal yang umum terjadi isteri pulan ke rumah atas permintaan suami).Rasa aman dan nyaman itu yang harus menggerakan anda untuk menyatakan keinginan untuk kembali berkumpul bersama suami anda.

7. Bila sebaliknya kejadian memburuk. Suami anda tidak bertobat dan malah mengajukan rencana perceraian. Anda bisa menolaknya. Tetapi hal itu tentu saja tidak bisa menghalangi niatnya untuk bercerai sipil. Hadapi saja sidang perceraian itu dengan kekuatan yang telah anda perbaharui dan nyatakan keinginan anda untuk tidak ingin bercerai. Kalo pun anda kalah, anda sudah menunjukkan sikap anda dan memenangkan hak anda untuk mengasuh putri anda. Suami anda tidak layak karena mengabaikan pendidikan moral anak anda dengan menjalin sebuah perselingkuhan. Ingatlah bahwa perceraian sipil itu tidak akan diakui oleh Gereja, sehingga anda dalam kondisi single parent harus tetap menjaga kesucian janji pernikahan anda demi iman anda. Hal ini akan menjadi sangat baik, bagi pertumbuhan iman anak anda kelak melihat kekuatan iman yang menyelamatkan diri anda. Anda akan menjadi role model, panutan bagi dirinya. Dalam kondisi ini, jagalah diri anda untuk tidak tergoda dekat dengan seorang laki-laki lain. Jika ada yang berusaha mendekati anda, tunjukkan bahwa anda tidak tertarik menjalin hubungan dengannya. Konsentrasi kepada anak anda dan have fun with your family and your friends. 

satu hal penting, kelak anda harus menceritakan jujur kepada anak anda apa yang telah terjadi dan biarkan anak anda mengungkapkan perasaannya. waspadai perubahan sikap anak ketika mengetahui ayahnya meninggalkannya. Jangan menunjukkan emosi anda karena perceraian itu kepada anak anda, karena ini tidak akan membantu anak anda mengatasi perasaannya. Jangan menjadikan anak anda tempat curhat anda. Jangan membuat anak anda mengambil pihak, yaitu berpihak kepada anda dan memusuhi ayahnya. SEbaliknya anda harus mengajarkan anak anda untuk selalu mendoakan ayahnya, seperti halnya anda sendiri. Jangan kurangi peraturan-peraturan yang anda buat bagi anak anda, dengan kata lain jangan mengubah kondisi yang sudah terjadi sebelum perceraian. yang tidak boleh tetap tidak boleh, misal : tidak boleh nonton sebelum mengerjakan pekerjaan rumah. Bersabarlah dan lebih bersabar, karena perubahan sikap anak anda bisa memakan emosi anda. Tetapi jangan membuat anda bersikap kasar kepada anak anda, tegas tetapi tidaklah keras, karena justru hal ini justru sama sekali tidak membantu anda membuat anak anda merasa nyaman dan aman bersama anda.
Dan paska perceraian memang merupakan tantangan baru bagi seorang isteri atau suami yang mendapatkan hak asuh anaknya. Ingatlah bahwa &quot;children follow..&quot;

untuk sementara itu dulu... saya berharap anda bisa mulai membuat satu perubahan kecil melalui tulisan saya ini...

May God bless you and your child, and protect you both..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bu Angel, </p>
<p>pernikahan anda sah dan sempurna dalam Gereja Katolik, artinya tidak terceraikan. Jika terjadi perceraian sipil, maka kalian berdua tidak bisa menikah lagi di dalam Gereja hingga maut memisahkan kalian berdua.</p>
<p>Apakah suami anda dapat bertobat dan kembali kepada keluarganya ? saya katakan, dapat. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Namun, pertobatan itu harus muncul dari diri suami anda. Saat ini, hatinya sedang dimabuk cinta buta. Iblis berhasil membujuknya lewat seorang wanita untuk meninggalkan keluarganya.<br />
Lalu kapan ia bertobat ? Tidak ada yang tahu. Sehingga memikirkan suami anda dan perselingkuhannya adalah sia-sia. Karena fakta-fakta di atas.</p>
<p>sekarang apa yang bisa anda lakukan..</p>
<p>1. karena memikirkan ia dan perselingkuhannya adalah sia-sia, maka cobalah berkonsetrasi kembali untuk anak anda. Saya membaca ibu memiliki penghasilan sendiri itu baik. Mengapa saya anjurkan demikian ?karena apabila pikiran ini menjadi dominan dalam diri anda, maka perlahan akan mempengaruhi diri anda, baik sikap, perkataan, atau perbuatan dan anda sulit untuk berkonsentrasi untuk setiap yang anda kerjakan, anda jadi mudah stress dan sensitif. Dan bila sudah kronis, bisa mengganggu kesehatan anda.</p>
<p>2. apabila pikiran itu menjadi beban anda sebaiknya anda berdialog dengan seorang yang anda hormati atau dengan konselor pernikahan atau dengan seorang psikolog profesional atau pada keluarga anda. Hal ini akan sangat membantu diri anda.<br />
Keluarga anda adalah mereka yang pasti mendukung anda secara moral. Tetapi ingatlah bahwa jangan meminta mereka terlibat, atau membiarkan mereka terlibat dengan membuat kondisi menjadi semakin parah, contohnya saja orang tua atau saudara anda melabrak suami anda. Ini tidak akan bermanfaat. Bagi diri anda atau bagi hubungan anda dengan suami. Mintalah supaya mereka tidak melakukan hal itu, melainkan memberi dukungan moral bagi diri anda dan anak anda. Dekatkan anak anda dengan keluarga anda. Sehingga ia pun merasa nyaman.</p>
<p>Manfaatkan situasi di dalam kenyamanan berada di antara keluarga untuk membangun semangat dan pribadi anda kembali seutuhnya.</p>
<p>2. Bagaimana sikap anda dengan suami ? dalam hal ini, anda tetaplah isteri dari suami anda. Jadi apa yang sebenarnya anda lakukan sudah benar, tetapi sekarang lakukanlah dengan lebih tulus, buang jauh-jauh kekesalan, kekecewaan dan kebenciaan saat melayaninya. Saya katakan hal ini mudah, sulit, tetapi setidaknya berusahalah. Lakukan tanpa beban itu akan meringankan anda melakukannya. coba cari topik &#8220;perceraian dan pernikahan katolik&#8221; saya menulis cukup panjang lebar di sana. Termasuk contoh dimana seorang isteri kembali merebut suaminya dari perselingkuhan. Manfaatkan waktu luang lebih bersama anak anda, setelah anda melakukan kewajiban anda sebagai isteri. Bermain dan belajar bersama. Semoga saja suami anda melihat kehangatan yang anda berikan kepadanya dan terutama kepada anak kalian.</p>
<p>3. Ajarilah anak anda untuk berdoa, dan berdoalah bersamanya setiap ada kesempatan. Ajarilah supaya ia juga mendoakan untuk keselamatan dan kesehatan orang tuanya, termasuk ayahnya.</p>
<p>4. yang perlu anda perhatikan adalah bahwa perselingkuhan ini tidak mengarah kepada ancaman fisik atau psikis baik kepada diri anda atau suami anda. Jangan biarkan ada teror di dalam rumah anda. Dan bila hal ini terjadi, segeralah meninggalkan rumah itu bersama anak anda dan beritahu romo paroki anda, bahwa anda telah pisah rumah dengan suami anda. Carilah perlindungan di dalam keluarga anda. Tinggallah di sana hingga terjadi perubahan berarti yang membuat anda merasa aman dan nyaman untuk kembali. </p>
<p>5. untuk suami anda. Carilah seorang yang disegani oleh suami anda, dari pihak keluarganya, romo, siapa pun untuk meminta bantuan menasihati suami anda. Tentu saja hal ini memiliki resiko, yaitu suami anda marah kepada anda karena menceritakan aib yang ia perbuat. Tetapi anda tidak perlu takut. anda masih memiliki opsi ke-4. Dan anda tidak perlu membalas meluapkan emosi anda. ungkapkan saja bahwa anda dan anak anda mencintai dia dan tidak rela melihat suami dan ayah keluarga anda pergi meninggalkan anda berdua dan menjauh dari Allah. Aib itu bukan saja suami anda yang menanggung [walaupun sesungguhnya ia layak karena perbuatannya], tetapi yang menerima akibatnya juga anda dan anak kalian. Setelah itu pergilah berdoa. jika ada kekerasan, saat anda mengambil tindakan di poin ke-4.</p>
<p>6. jangan mudah terbujuk untuk kembali ke rumah apabila suami anda memintanya, walaupun hingga berlutut dan menangis. Karena ini bukanlah sebuah jaminan. Mintalah suami anda pulang dan berbuat sesuatu yang lebih nyata untuk perbaikan, seperti berkonsultasi dengan romo atau seorang konselor pernikahan profesional. Lakukanlah itu secara rutin bersama-sama walaupun anda tinggal terpisah dengannya. Lihat perubahan yang anda. Anda bisa memulai hubungan layaknya seorang yang baru saling mengenal dan berpacaran. Lihat sikapnya selama bersama anda. apakah perhatiannya penuh kepada anda. Dalam saat itu, ceritakan sebanyak-banyaknya tentang apa yang anda lakukan dan terutama apa yang terjadi pada anak kalian. Lalu mintalah juga ia menceritakan apa yang terjadi dalam hidupnya. Jika ia mengubah topik meminta anda untuk kembali, katakan bahwa anda belum siap membicarakan topik itu. Lihat apakah emosinya terbakar. Jika ya, akhiri pertemuan dan pulanglah. Lakukan terus dan lihat perubahan sikapnya. Ingatlah bahwa kehendak untuk kembali harus ada dalam diri anda. Anda yang harus membuka topik, bukan dirinya (hal yang umum terjadi isteri pulan ke rumah atas permintaan suami).Rasa aman dan nyaman itu yang harus menggerakan anda untuk menyatakan keinginan untuk kembali berkumpul bersama suami anda.</p>
<p>7. Bila sebaliknya kejadian memburuk. Suami anda tidak bertobat dan malah mengajukan rencana perceraian. Anda bisa menolaknya. Tetapi hal itu tentu saja tidak bisa menghalangi niatnya untuk bercerai sipil. Hadapi saja sidang perceraian itu dengan kekuatan yang telah anda perbaharui dan nyatakan keinginan anda untuk tidak ingin bercerai. Kalo pun anda kalah, anda sudah menunjukkan sikap anda dan memenangkan hak anda untuk mengasuh putri anda. Suami anda tidak layak karena mengabaikan pendidikan moral anak anda dengan menjalin sebuah perselingkuhan. Ingatlah bahwa perceraian sipil itu tidak akan diakui oleh Gereja, sehingga anda dalam kondisi single parent harus tetap menjaga kesucian janji pernikahan anda demi iman anda. Hal ini akan menjadi sangat baik, bagi pertumbuhan iman anak anda kelak melihat kekuatan iman yang menyelamatkan diri anda. Anda akan menjadi role model, panutan bagi dirinya. Dalam kondisi ini, jagalah diri anda untuk tidak tergoda dekat dengan seorang laki-laki lain. Jika ada yang berusaha mendekati anda, tunjukkan bahwa anda tidak tertarik menjalin hubungan dengannya. Konsentrasi kepada anak anda dan have fun with your family and your friends. </p>
<p>satu hal penting, kelak anda harus menceritakan jujur kepada anak anda apa yang telah terjadi dan biarkan anak anda mengungkapkan perasaannya. waspadai perubahan sikap anak ketika mengetahui ayahnya meninggalkannya. Jangan menunjukkan emosi anda karena perceraian itu kepada anak anda, karena ini tidak akan membantu anak anda mengatasi perasaannya. Jangan menjadikan anak anda tempat curhat anda. Jangan membuat anak anda mengambil pihak, yaitu berpihak kepada anda dan memusuhi ayahnya. SEbaliknya anda harus mengajarkan anak anda untuk selalu mendoakan ayahnya, seperti halnya anda sendiri. Jangan kurangi peraturan-peraturan yang anda buat bagi anak anda, dengan kata lain jangan mengubah kondisi yang sudah terjadi sebelum perceraian. yang tidak boleh tetap tidak boleh, misal : tidak boleh nonton sebelum mengerjakan pekerjaan rumah. Bersabarlah dan lebih bersabar, karena perubahan sikap anak anda bisa memakan emosi anda. Tetapi jangan membuat anda bersikap kasar kepada anak anda, tegas tetapi tidaklah keras, karena justru hal ini justru sama sekali tidak membantu anda membuat anak anda merasa nyaman dan aman bersama anda.<br />
Dan paska perceraian memang merupakan tantangan baru bagi seorang isteri atau suami yang mendapatkan hak asuh anaknya. Ingatlah bahwa &#8220;children follow..&#8221;</p>
<p>untuk sementara itu dulu&#8230; saya berharap anda bisa mulai membuat satu perubahan kecil melalui tulisan saya ini&#8230;</p>
<p>May God bless you and your child, and protect you both..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
