Suami selingkuh, ingin cerai

dear romo,
Saya wanita berumur 31 tahun, telah menikah dan memiliki 1 orang anak perempuan yang masi kecil, menikah di tahun 2007. Saya dan suami menikah dalam gereja katolik dengan pemberkatan sakramen karena kami berdua telah dibaptis katolik. Pernikhan saya yang menginjak 3 tahun ini terkena badai. Suami saya berselingkuh dengan temen kantornya. Kejadian ini baru awal tahun 2010. Sebelumnya pernikahan kami baik-baik saja dan suami juga sayang saya dan anak kami. Sejak awal tahun 2010 sikap suami berubah drastic. Dia sering pulang pagi dan sering menelepon wanita itu. Sebelumnya wanita itu tahu kalau suami saya telah berkeluarga.

Sekarang yang mau saya tanyakan apa yang harus saya lakukan terhadap perkawinan saya ini. Saya sungguh ingin mempertahankan pernikahan saya, setiap hari saya berdoa novena salam maria dan doa koronka kerahimnan, meminta kepada Tuhan agar suami saya berbalik lagi ke kami dan Tuhan. Sebelumnya suami saya percaya pada TUHAN. Tapi skrg dia kagak pcaya lagi dengan Tuhan dan dia selalu memurkai Tuhan klo saya menasehatinya untuk bertobat dan kembali lagi ke jalan Tuhan karena dia merasa Tuhan tdk pnah mendengar doanya sebelumnya.

Secara finansial, memang pendapatan saya lbh tinggi dari suami. Jadi semua pengeluaran rumah tangga adalah menjadi beban saya selama ini. Saya tdk pernah mengeluh sama sekali ttg hal ini, tapi skrg setelah suami saya memiliki wanita lain dia menghabiskan semua uangnya hanya untuk wanita itu dan dia tdk peduli dengan saya sama skali.

Romo, suami saya masi tetap pulang ke rumah, tapi pulang nya setiap hari adalah jam 1 pagi atau lebih. suami saya sering minta pisah dan cerai dengan saya. tapi stiap kali dia meminta hal itu saya selalu berkata saya tdk akan pisah atupun cerai karena saya tdk mau kamu menyesal stelah kamu menyadari smuanya. setiap kali saya selalu di jadiin spt musuh oleh dia. sampe saya sentuh aja suami saya, dia akan menolak dan menghindar.

hingga saat ini saya masih tetap berpegang kepada TUHAN dan sabar atas semua cobaan ini. tapi di dalam hati saya yang paling dalam sering tumbuh ketakutan sampai kapan ini cobaan ini akan menimpa saya. saya tetap menjalanin semua kewajiban saya sebagai istri dan saya tetap diam dan saya tdk pnah mencari wanita itu, walaupun sayaa memiliki no telp dan alamat rumahnya. karena dalam pemikiran saya, tdk ada gunanya saya mencari wanita itu, karena bukan akan membantu saya tapi malah akan membuat saya lbh terpuruk. saya hanya akan minta bantuan Tuhan saja untuk mengembalikan suami saya ke saya. suami saya sekarang selalu melimpahkan semua kejadian yang terjadi skrg ini adalah akibat kesalahan saya. tapi saya blg ke dia jauh di lubuk hati kamu yang terdalam kamu tau saya tdk bersalah sama skali. kamu sengaja memojokkan saya supaya hati kamu merasa lbh tenang untuk melakukan perselingkuhan ini dan dia jawab “yah begitulah.” saya meminta romo untuk membantu saya memberikan solusi atas masalah saya ini. romo mungkinkah suami kembali lagi ke saya dan anak saya?

karena suami saya selalu blg klo dengan wanita ini dia bisa lbh maju dibandingkan dengan saya, daripda dia melepaskan wanita ini lbh baik dia melepaskan saya dan anak saya. saya tdk menyangka suami saya bisa setega ini kepada saya dan anak saya. suami saya berpacaran dengan seorag wanita yang bekerja sebagai broker. romo dalam keadaan spt yg saya ceritakan ini, apakah saya masih harus mempertahankannnya atau melepaskannya? jujur dr hati yg terdalam saya masih mencintai suami saya dan saya masih berharap semuanya bisa kembali ke keadaan semula lagi dimana di dalamnya penuh dengan kebahagiaan dan kesetiaan.

Angel

3 Responses to “Suami selingkuh, ingin cerai”

  1. Bu Angel,

    pernikahan anda sah dan sempurna dalam Gereja Katolik, artinya tidak terceraikan. Jika terjadi perceraian sipil, maka kalian berdua tidak bisa menikah lagi di dalam Gereja hingga maut memisahkan kalian berdua.

    Apakah suami anda dapat bertobat dan kembali kepada keluarganya ? saya katakan, dapat. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Namun, pertobatan itu harus muncul dari diri suami anda. Saat ini, hatinya sedang dimabuk cinta buta. Iblis berhasil membujuknya lewat seorang wanita untuk meninggalkan keluarganya.
    Lalu kapan ia bertobat ? Tidak ada yang tahu. Sehingga memikirkan suami anda dan perselingkuhannya adalah sia-sia. Karena fakta-fakta di atas.

    sekarang apa yang bisa anda lakukan..

    1. karena memikirkan ia dan perselingkuhannya adalah sia-sia, maka cobalah berkonsetrasi kembali untuk anak anda. Saya membaca ibu memiliki penghasilan sendiri itu baik. Mengapa saya anjurkan demikian ?karena apabila pikiran ini menjadi dominan dalam diri anda, maka perlahan akan mempengaruhi diri anda, baik sikap, perkataan, atau perbuatan dan anda sulit untuk berkonsentrasi untuk setiap yang anda kerjakan, anda jadi mudah stress dan sensitif. Dan bila sudah kronis, bisa mengganggu kesehatan anda.

    2. apabila pikiran itu menjadi beban anda sebaiknya anda berdialog dengan seorang yang anda hormati atau dengan konselor pernikahan atau dengan seorang psikolog profesional atau pada keluarga anda. Hal ini akan sangat membantu diri anda.
    Keluarga anda adalah mereka yang pasti mendukung anda secara moral. Tetapi ingatlah bahwa jangan meminta mereka terlibat, atau membiarkan mereka terlibat dengan membuat kondisi menjadi semakin parah, contohnya saja orang tua atau saudara anda melabrak suami anda. Ini tidak akan bermanfaat. Bagi diri anda atau bagi hubungan anda dengan suami. Mintalah supaya mereka tidak melakukan hal itu, melainkan memberi dukungan moral bagi diri anda dan anak anda. Dekatkan anak anda dengan keluarga anda. Sehingga ia pun merasa nyaman.

    Manfaatkan situasi di dalam kenyamanan berada di antara keluarga untuk membangun semangat dan pribadi anda kembali seutuhnya.

    2. Bagaimana sikap anda dengan suami ? dalam hal ini, anda tetaplah isteri dari suami anda. Jadi apa yang sebenarnya anda lakukan sudah benar, tetapi sekarang lakukanlah dengan lebih tulus, buang jauh-jauh kekesalan, kekecewaan dan kebenciaan saat melayaninya. Saya katakan hal ini mudah, sulit, tetapi setidaknya berusahalah. Lakukan tanpa beban itu akan meringankan anda melakukannya. coba cari topik “perceraian dan pernikahan katolik” saya menulis cukup panjang lebar di sana. Termasuk contoh dimana seorang isteri kembali merebut suaminya dari perselingkuhan. Manfaatkan waktu luang lebih bersama anak anda, setelah anda melakukan kewajiban anda sebagai isteri. Bermain dan belajar bersama. Semoga saja suami anda melihat kehangatan yang anda berikan kepadanya dan terutama kepada anak kalian.

    3. Ajarilah anak anda untuk berdoa, dan berdoalah bersamanya setiap ada kesempatan. Ajarilah supaya ia juga mendoakan untuk keselamatan dan kesehatan orang tuanya, termasuk ayahnya.

    4. yang perlu anda perhatikan adalah bahwa perselingkuhan ini tidak mengarah kepada ancaman fisik atau psikis baik kepada diri anda atau suami anda. Jangan biarkan ada teror di dalam rumah anda. Dan bila hal ini terjadi, segeralah meninggalkan rumah itu bersama anak anda dan beritahu romo paroki anda, bahwa anda telah pisah rumah dengan suami anda. Carilah perlindungan di dalam keluarga anda. Tinggallah di sana hingga terjadi perubahan berarti yang membuat anda merasa aman dan nyaman untuk kembali.

    5. untuk suami anda. Carilah seorang yang disegani oleh suami anda, dari pihak keluarganya, romo, siapa pun untuk meminta bantuan menasihati suami anda. Tentu saja hal ini memiliki resiko, yaitu suami anda marah kepada anda karena menceritakan aib yang ia perbuat. Tetapi anda tidak perlu takut. anda masih memiliki opsi ke-4. Dan anda tidak perlu membalas meluapkan emosi anda. ungkapkan saja bahwa anda dan anak anda mencintai dia dan tidak rela melihat suami dan ayah keluarga anda pergi meninggalkan anda berdua dan menjauh dari Allah. Aib itu bukan saja suami anda yang menanggung [walaupun sesungguhnya ia layak karena perbuatannya], tetapi yang menerima akibatnya juga anda dan anak kalian. Setelah itu pergilah berdoa. jika ada kekerasan, saat anda mengambil tindakan di poin ke-4.

    6. jangan mudah terbujuk untuk kembali ke rumah apabila suami anda memintanya, walaupun hingga berlutut dan menangis. Karena ini bukanlah sebuah jaminan. Mintalah suami anda pulang dan berbuat sesuatu yang lebih nyata untuk perbaikan, seperti berkonsultasi dengan romo atau seorang konselor pernikahan profesional. Lakukanlah itu secara rutin bersama-sama walaupun anda tinggal terpisah dengannya. Lihat perubahan yang anda. Anda bisa memulai hubungan layaknya seorang yang baru saling mengenal dan berpacaran. Lihat sikapnya selama bersama anda. apakah perhatiannya penuh kepada anda. Dalam saat itu, ceritakan sebanyak-banyaknya tentang apa yang anda lakukan dan terutama apa yang terjadi pada anak kalian. Lalu mintalah juga ia menceritakan apa yang terjadi dalam hidupnya. Jika ia mengubah topik meminta anda untuk kembali, katakan bahwa anda belum siap membicarakan topik itu. Lihat apakah emosinya terbakar. Jika ya, akhiri pertemuan dan pulanglah. Lakukan terus dan lihat perubahan sikapnya. Ingatlah bahwa kehendak untuk kembali harus ada dalam diri anda. Anda yang harus membuka topik, bukan dirinya (hal yang umum terjadi isteri pulan ke rumah atas permintaan suami).Rasa aman dan nyaman itu yang harus menggerakan anda untuk menyatakan keinginan untuk kembali berkumpul bersama suami anda.

    7. Bila sebaliknya kejadian memburuk. Suami anda tidak bertobat dan malah mengajukan rencana perceraian. Anda bisa menolaknya. Tetapi hal itu tentu saja tidak bisa menghalangi niatnya untuk bercerai sipil. Hadapi saja sidang perceraian itu dengan kekuatan yang telah anda perbaharui dan nyatakan keinginan anda untuk tidak ingin bercerai. Kalo pun anda kalah, anda sudah menunjukkan sikap anda dan memenangkan hak anda untuk mengasuh putri anda. Suami anda tidak layak karena mengabaikan pendidikan moral anak anda dengan menjalin sebuah perselingkuhan. Ingatlah bahwa perceraian sipil itu tidak akan diakui oleh Gereja, sehingga anda dalam kondisi single parent harus tetap menjaga kesucian janji pernikahan anda demi iman anda. Hal ini akan menjadi sangat baik, bagi pertumbuhan iman anak anda kelak melihat kekuatan iman yang menyelamatkan diri anda. Anda akan menjadi role model, panutan bagi dirinya. Dalam kondisi ini, jagalah diri anda untuk tidak tergoda dekat dengan seorang laki-laki lain. Jika ada yang berusaha mendekati anda, tunjukkan bahwa anda tidak tertarik menjalin hubungan dengannya. Konsentrasi kepada anak anda dan have fun with your family and your friends.

    satu hal penting, kelak anda harus menceritakan jujur kepada anak anda apa yang telah terjadi dan biarkan anak anda mengungkapkan perasaannya. waspadai perubahan sikap anak ketika mengetahui ayahnya meninggalkannya. Jangan menunjukkan emosi anda karena perceraian itu kepada anak anda, karena ini tidak akan membantu anak anda mengatasi perasaannya. Jangan menjadikan anak anda tempat curhat anda. Jangan membuat anak anda mengambil pihak, yaitu berpihak kepada anda dan memusuhi ayahnya. SEbaliknya anda harus mengajarkan anak anda untuk selalu mendoakan ayahnya, seperti halnya anda sendiri. Jangan kurangi peraturan-peraturan yang anda buat bagi anak anda, dengan kata lain jangan mengubah kondisi yang sudah terjadi sebelum perceraian. yang tidak boleh tetap tidak boleh, misal : tidak boleh nonton sebelum mengerjakan pekerjaan rumah. Bersabarlah dan lebih bersabar, karena perubahan sikap anak anda bisa memakan emosi anda. Tetapi jangan membuat anda bersikap kasar kepada anak anda, tegas tetapi tidaklah keras, karena justru hal ini justru sama sekali tidak membantu anda membuat anak anda merasa nyaman dan aman bersama anda.
    Dan paska perceraian memang merupakan tantangan baru bagi seorang isteri atau suami yang mendapatkan hak asuh anaknya. Ingatlah bahwa “children follow..”

    untuk sementara itu dulu… saya berharap anda bisa mulai membuat satu perubahan kecil melalui tulisan saya ini…

    May God bless you and your child, and protect you both..

  2. Hallo mbak Angel,

    Mengapa dia pacaran lagi?
    Saya mengira itu karena ego lelaki dia. Mbak kan berpenghasilan lebih tinggi dari dia. Lalu kebanggan apa yang dia punya? Mungkin dengan perempuan yag broker itu, kadang dia ada gunanya, buktinya uangnya sampe habis untuk urusan sama perempuan itu to…
    Perhatikan kalimat: ”karena suami saya selalu blg klo dengan wanita ini dia bisa lbh maju dibandingkan dengan saya”
    Apa yang dia maksudkan? Apakah kemudian suami jadi betul betul lebih maju karirnya yang terbukti dengan peningkatan pendapatan? Kalo emang cuma habis melulu dipakai dengan perempuan itu, ya berarti yang maju bukannya karirnya tapi lelaki itu merasa lebih hebat berdua dengan perempuan itu dibanding berdua dengan mbak. Dan, kata ”MERASA LEBIH HEBAT” itu penting sekali bagi egonya.

    Maka,
    Jangan pernah melayani suamimu berantem. Kalopun dia ngeyel, ngajak berantem, jangan tergoda untuk membalas berantem. Buatlah dia merasa hebat. Kalo dia pulang jam 1.00 bukakan pintu tersenyumlah. Jangan sentuh karena dia hanya pengen cari gara gara. Kalo pun dia tetap pengen cari gara gara dengan bilang,”Ngapain loe senyum senyum?!!!!” Jangan marah. Antepin aja, tetaplah tersenyum. Kalo dia senang teh manis ya sediakan teh manis (ini tidak berarti mbak merendahkan diri, kan kita diminta mengasihi sesama oleh Gusti Yesus). Pokoke mbak baiiiikkkk aja, jangan sampe salah apa apa. Kalo bisa, ajak bercanda. Bikin dia berasa penting.

    Undang ibunya untuk menginap di rumah. Mbak jangan menceritakan keburukan suami apapun terhadap ibunya. Jangan ngadu apapunlah. Ajak saja ibunya ngobrol sampe malam,”Kita tunggu mas sampe pulang yuk bu.” Biar saja ibunya lihat sendiri kelakukan anaknya. Ibu Katolik yang baik pasti mengerti bahwa apa yang dilakukan anaknya tidak pantas dan sebagian merupakan tanggung jawabnya untuk membuat anaknya kembali baik. Tapi jangan sampe dia merasa jatuh malu atas kelakukan anaknya, caranya ya mbak baik baik aja sama dia.

    Kalo masih gak mempan, carilah perempuan itu. Ajak omong baik baik, sebetulnya apa yang dia perlukan? Kenapa koq sudah tau lelaki itu punya anak istri masih juga berhubungan dengan suami mbak. Deangarkan saja dulu versi perempuan itu. Belum tentu kan emang dia yang ngejar. Sapa tau emang suami mbak aja yang memerlukan perasaan hebat itu, yang bisa dia peroleh saat bersama perempuan itu.
    Beritahu dia bahwa perkawinan Katolik tunduk pada stelsel Hukum Barat dalam Hukum Perdata Indonesia. Artinya, karena tidak ada lembaga perceraian dalam hukum Katolik maka kalo dia berhubungan sex dengan suami mbak, sekalipun mereka menikah, maka mbak dapat menyeret mereka ke Pengadilan Negeri berdasarkan tuduhan perzinahan.
    Gak usah galak galak, tapi tegas katakan.

    Kalo suami bilang mau baikan samambak ya langsung maafkan. terimalah dengan tulus sebab itulah yang diajarkan Tuhan kepada kita. Jangan pikir buruk apapun. Bahwa tiba tiba ternyata dia bohong ya tetaplah baik. Tapi jangan kecil hati apapun. Tulus hati saja tetap mengajaknya tersenyum.

    Berdoa itu baik, mbak. Tapi toh mbak mesti do something untuk memperjuangkannya. Lebih dari itu, tetaplah berbahagia! Mbak punya Tuhan, punya anak, punya pendapatan yang lebih dari cukup, punya keluarga, punya hidup yang baik. Kalo cuma 1 lelaki salah berpikir ya tidak usah kecil hati. Ayo, latihan tersenyum! Berjuanglah!

    Salam berkah Dalem, rin

  3. Dear ibu angel, saya punya masalah hampir sama dg ibu angel, cuma bedanya saya belum punya anak, saya menikah th 2007, umur saya 31th. Saya menikah di gereja katholik tp tanpa sakramen karena waktu itu saya blm dibaptis. Suami saya selingkuh dengan bule itali, kebetulan suami saya kerja dikapal pesiar. Alasan suami saya minta bercerai karena dia tdk mencintai saya lg dan dia berhak bahagia dg pilihannya skr. Saya blm bisa memenuhi keinginan dia karena saya masih mencintainya tapi kenyataannya dia meninggalkan saya. Saya sdh berdoa dan konseling ke suster tp keadaan saya malah tambah buruk, suami saya semakin menjauh bahkan kami skt lost contact. Mohon sharenya, saya bingung hrs bagaimana. Thanks a lot

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>