Suami pembohong, pernah menikah 4 kali, istri trauma

Nama Saya CW (salah satu warga Paroki St. Anna). Sebelum saya menikah dengan suami saya, saya berpacaran kurang lebih selama 1,5Thn, selama berpacaran sudah banyak yang saya rasakan kejanggalan dari suami saya namun nafsu kedaginagn saya lebih kuat. Sebelum saya menikah saya pernah mengalami kekerasan batin dari suami saya. Saat itu 4 atau 6 bln sebelum menikah, calon suami saya marah karena saya telah memakai kartu kredit yang padahal itu CC punya saya sendiri, dgn omongan dia yg kasar dia mengancam saya dengan sebuah batu yg waktu itu dia pegang ditangannya dan pada akhirnya dia minta maaf dengan apa yang dia lakukan.

Sebelum saya menikah dengan suami saya, suami saya adalah seorang muslim kemudian dia mengikuti katekumen kurang lebih selama 6-7bln dan akhirnya di baptis secara Khatolik, saat itu suami saya mengatakan bahwa dia adalah seorang duda beranak 1 namun menikah secara sirih ( dalam islam nikah siri ) tidak ada catatan negaranya, sehingga tidak punya surat nikah , dan akhirnya suami saya membuat KTP dan surat keterangan bahwa dia belum menikah di kelurahan setempat, dan akhirnya terjadilan suatu pernikahan secara Khatolik pada tanggal 7 Mei 2006 di Gereja St.Yoseph – Matraman dan Romo yang menikah kami adalah Romo Ignatius Ibar.

O iya, awalnya orang tua saya tidak menyetujui hubungan saya dengan dia karena status dia sebagai seorang duda dan tidak bisa menunjukkan surat cerainya, dan pada saat menikah tidak ada satupun dari pihak keluarga dia yang hadir. Jadi yang waktu itu mendampingi suami saya sbagai orang tua adalah salah satu teman yang sudah dianggap keluarga yg sama2 mengikuti katekumen.

Selama hampir setahun berjalannya pernikahan kami, keadaan rumah tangga kami baik baik saja, walaupun sering di iringi ribut2 dalam rumah tangga karena sifat suami saya suka bohong dan tidak jujur. Dan pada satu waktu suami saya mengatakan bahwa dia tidak bisa mengikuti ajaran khatolik dan dia kembali kepada iman asalnya, semenjak itu hubungan kami kurang baik dan suami saya juga tidak bisa membimbing saya ke hal yg lebih baik dan selama saya berumah tangga saya sering mengalami kekerasan batin dan kekerasan fisik, bahkan hampir ingin membunuh saya. Dalam perjalanan rumah tangga saya, saya tidak pernah mengalami kebahagian, hidup terasa tertekan apalagi suami saya punya sifat pembohong dan tidak jujur dan bohongnya sangat parah. Adapun kebohongan yang sudah tidak adapat di tolerir lagi adalah :
1. Pada saat sebelum menikah dia bilang bahwa dia seorang duda dan punya anak 1, namun setelah berjalannya pernikahan ternyata anak dari suami saya adalah 5 dan sudah pernah menikah 4kali saya mengetahui hal itu dari salah satu anaknya, anaknya yang paling besar.
2. Tagihan tagihan yang harusnya di bayar sering tidak dibayarkan
3. Dikantornya pernah bilang kalo anaknya yg besar meninggal dunia dan tmn2 kantornya dimintain sumbangan.
4. Banyak orang datang kerumah cari suami saya karena punya sangkutan hutang dimana mana
5. Dia pakai kartu kredit saya dangan mengambil Tunai sebanyak 9juta yang katanya dia tertipu oleh satu orang di departemen pariwisata, ternyata setelah saya cek tidak pernah terjadi hal itu.
6. Dia juga minta saya utk mengajukan Kredit Tanpa Agunan sebanyak 11juta
7. Dia pakai CC saya yg sudah saya belah bagi dua lalu dia sambung lagi dan dia pakai dgn cara ambil tunai.
8. Dia pakai CC saya, yang waktu itu belum saya aktifkan, dan dia aktifkan dengan cara menyuruh orang lain yg mengaku ngaku saya untuk mengaktifkan cc saya dan akhirnya kartu itu dia pakai dengan cara ambil uang tunai

Singkat cerita dengan berjalannya waktu dan dgn keadaan rumah tangga yang sangat tertekan, suami saya mendapatkan kerjaan dan mengharuskan dia untuk pergi keluar kota yaitu kota medan. Bln Des 2009 suami saya berangkat ke medan, bln Jan 2010, bln Feb 2010 masih bisa dihubungi atau dia yg menghubungi saya, awal maret dia cuti dan pulang ke Jakarta selama 4hr dan kembali lagi sekitar tgl 5 maret, selama saya nikah saya tidak pernah di kasih gaji dia secara utuh dgn alasan2 yang tidak masuk akal. Akhir Maret 2010 suami saya tidak bisa dihubungi, HP nya tidak aktif dan setiap kali saya telp ke kantornya yang di medan selalu dibilang tidak di tempat, saya lakukan berulang kali, saya telp hampir setiap hari ke kantornya dan jawaban yg didapat selalu sama “ tidak di tempat” itu saya lakukan selama 1,5bln, dan akhir nya saya memutuskan tidak menghubungi dia dan tidak mencari tau lagi tentang dia walau pun saya pernah dapat kabar bahwa keadaan dia di sana makin maju. Saya pernah berkomunikasi lewat FB, saya kirim pesan, itu pun pertengkaran yg terjadi umpatan dan fitnahan yang saya terima, karena saya emosi saya balik mengumpat dia, dia selalu menuduh saya selingkuh dengan laki2 lain utk menutupi kesalahan dia. Sampai hari ini saya tidak pernah komunikasi dgn dia lewat telepon atau pun yang lainnya. Saya merasa dia tidak bertanggung jawab atas diri saya juga tidak memberikan rasa aman thdp saya sebagai seorang istri. Terakhir saya dengar kabar kalo dia pulang ke Jakarta bln Sep 2010 namun karena tidak ada niat baik dari dia, dia tidak berusaha menemui keluarga saya atau orang tua saya.

Mohon bantuan Romo untuk solusi nya, terus terang dari saya pribadi, saya trauma jika suami saya kembali dan minta bersatu lagi, saya trauma akan mendapatkan perlakukan kasar dan tindakan2 yg diluar batas kemampuan saya. Awalnya 2-3 bln pertama saya agak down, tp setelah saya mendapatkan support dari keluarga saya, saya akhir nya bangkit dan saya merasakan damai dengan kesendirian saya. Atas perhatian Romo saya ucapkan terimakasih….GBU
CW

3 Responses to “Suami pembohong, pernah menikah 4 kali, istri trauma”

  1. @CW jika ceritamu benar, maka kamu bisa mengajukan anulasi untuk pernikahanmu itu.

    Sebenarnya pernikahan siri dalam agama lain atau adat tetap diakui oleh Gereja sebagai pernikahan yang mengikat, sehingga jika ia belum resmi bercerai, Ia tidak bebas untuk dapat menikah di Gereja KAtolik. Saya heran jika hal ini lolos dari penyelidikan Kanonik.

    saya rasa pertanyaan utamamu sudah terjawab, silahkan bertemu romo paroki anda untuk berkonsultasi lebih jauh mengenai hal ini. Dan semoga hal ini menjadi pelajaran bagi orang Katolik yang akan menikah dengan pasangannya, khususnya yang berbeda agama.

    May God bless your steps.

  2. Cerita saya tidak ada yg di buat2, sebetulnya saya tersiksa dengan status saya, saya ingin mengajukan anulasi namun Romo Sudri pernah mengatakan ” saya bisa ajukan anulasi jika saya sdh mengurus cerai secara negara, sementara cerai secara negara membutuhkan biaya paling murah 5-10jt, dan saya tidak punya dana utk biaya tsb. Sampai dengan saat ini saya tidak pernah mendapatkan nafkah dari suami saya dan tidak pernah ada komunikasi sama sekali.

    Salam
    Catarina Widiastuti
    26 April 2012

  3. @Catarina, jika pun anda mendapatkan anulasi, bagaimana kamu bisa menikah kembali jika secara negara anda belum resmi diceraikan ?

    DAn anulasi juga bukan proses yang pendek…

    biaya perceraian tanpa pengacara resminya Rp. 500.000,- mungkin lebih dari itu tetapi tidak sebesar yang anda sebutkan.

    Website ini bisa membantu http://www.lbh-apik.or.id/fact-50.htm

    BTW, ada Pengacara yang berbaik hati melakukan prodeo, memberi bantuan secara cuma-cuma..

    hope this helps..

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>