Suami lebih mementingkan pekerjaan dan teman-temannya

suami meninggalkan saya sudah hampir 2 bulan.

romo, saat ini saya benar2 bingung tak tau harus berbuat apalagi. kami menikah sudah 2 thn dan punya seorang putra berusia 5 bulan, tp sudah hampir 2 bulan suami saya pergi dari rumah kami, dia juga menghindari saya, sudah 2 minggu kami tak berkomunikasi. setiap kali saya mencoba menghubungi lewat sms ataupun telpon dia tak pernah menghiraukan. dulu pernah saya tanyakan kenapa dia meninggalkan saya tapi dia cuma menjawab lebih baik kita masing2. dia merasa sakit hati pada saya ketika saya menghubungi teman2nya pada saat dia tak pulang. padahal seandainya saat itu dia memberi kabar dan tidak mematikan hp-nya mungkin saya tidak akan menghubungi teman2 kantornya, dia merasa saya permalukan, padahal saya saat itu benar2 panik kalau2 terjadi sesuatu padanya. pernah saya menghubunginya karena anak kami sakit tapi dia tak merespon. saya sebenarnya lebih sakit hati ketika dia lebih mempercayai teman2nya dibanding saya istrinya sendiri, lalu saya harus menerima syarat menjadi nomer 3 setelah pekerjaan dan teman2nya. rasanya saya ingin mati saja, rasanya nafas ini semakin sesak. tolong pencerahannya romo, terima kasih

ADL

2 Responses to “Suami lebih mementingkan pekerjaan dan teman-temannya”

  1. hm… duh para suami…
    Ibu terkasih, saya hanya dapat memberikan doa saya, semoga Ibu tetap tegar & bersemangat. Demi putra tercinta.

    salam hangat

  2. @ADL,

    saya kira masalahnya lebih besar dari sekedar sakit hati suami anda karena tindakan anda menghubungi teman-temannya. Harus ditarik kembali kapan permasalahan komunikasi ini mulai terjadi. Apakah bahkan sebelum pernikahan sudah ada masalah ?

    untuk sementara saya rasa anda butuh dukungan dari orang-orang terdekat anda, terutama keluarga anda. hal ini karena anda butuh kekuatan extra karena saat ini anak anda sangat membutuhkan perhatian dan asuhan ibunya. Utamakan perhatian dan kekuatan anda untuk anak anda.

    KEnyataan yang harus anda hadapi adalah, saat ini anda belum dapat berbuat lebih banyak untuk memperbaiki kondisi hubungan anda dengan suami anda. Karena suami anda pun tidak memberikan respon positif untuk melakukan rekonsiliasi. Padahal hal itu membutuhkan keduanya, anda dan suami anda, saling bekerja sama dan saling berkomitmen untuk melakuan perubahan-perubahan positif untuk membangun keluarga yang bahagia seperti yang Allah kehendaki.

    Jadi coba fokuskan pikiran anda untuk rencana-rencana anak anda. Saya mengerti hal ini akan sulit karena pikiran anda diselubungi kekhawatiran, kecemasan dan ketakutan untuk hal-hal yang tidak dapat anda ketahui dan pastikan terjadi di kemudian hari. Itu sebabnya saya katakan anda membutuhkan dukungan orang lain saat ini, yang dapat anda andalkan. Hal-hal terburuk bisa saja terjadi, untuk itu anda harus siap, setidaknya memiliki rencana. Jika anda siap untuk kondisi terburuk sekalipun, maka anda akan lebih siap menghadapi permasalahan yang kini anda hadapi.

    Jika anda membutuhkan orang lain untuk berdiskusi, carilah orang-orang yang bisa memberikan ide-ide dan dukungan, orang yang anda hormati dan segani. carilah mereka yang memberikan dorongan dan semangat.

    dan hal terakhir yang tidak boleh anda lupakan adalah berdoa dan berdevosi, rajinlah menerima sakramen tobat dan Ekaristi. Allah akan meringankan beban umat-Nya yang percaya kepada-Nya.

    Untuk sementara itu dulu..

    May God bless you, protect you and your child.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>