Suami ingin mengejar WIL sampai ke Cina
Salam hormat Romo, perkenalkan nama saya Sandra. saya dan suami menikah secara katolik 2 tahun lalu ( saya katolik, dia tidak beragama)… setahun pertama pernikahan saya sudah mulai ngomel ke suami kalo dia kurang serius dalam bekerja( santai) dan sama sekali tidak ada tanggung jawab untuk membiayai keluarga. awalnya saya dikasih uang bulanan, tp katanya saya tidak memberikan makanan atau kebutuhan yang cukup dengan uang itu dan akhirnya dia tidak memberi sampai skr karena dia pikir saya sudah bisa cari uang sendiri dan dia nggak perlu ngasih. saya terus ngomel ngomel meminta dia untuk lebih giat bekerja ( dia punya toko yang mestinya dia harus tahu sebulan omset brp untuk biaya ini itu sisa brp keuntungan, itu sama sekali tidak dia pikirkan) dia hanya minta gaji dari ortunya sebulan sekali. dengan sikapnya yang seolah2 tidak mendengarkan saya dan semaunya sendiri itu saya jd jarang berhubungan badan dengan dia. 2 bulan lalu saya mergokin dia punya wil. ibunya marah2 dan melabrak wil itu. dia hampir membunuh ibunya karena melarak wil nya. dia bilang kenapa dia malah membela saya bukannya dia( suami saya). suami saya mengeluh dia tidak happy dengan saya di rumah makanya dia cari pelarian diluar.karena dorongan ingin hidup bersama dengan wil nya itu dia skr mencari kerja di china dan kebetulan dapat. dia berencana ingin membawa wil itu ilegal (karena mereka berdua tidak sah suami istri, dalam hal pengurusan visa tidak bisa dilakukan). tapi sebelum itu terjadi mertua saya sudah melabrak kalo sampe wil nya ikut dia akan membongkar kejelekan wil itu di kantornya( kebetulan wil nya menggelapkan dana dari kantornya). Menurut pengakuan suami saya sekarang dia sudah tidak berhubungan lagi karena wil nya sudah mundur takut berurusan dengan kepolisian. Suami saya tetap nekad mau ke china tanpa wil atau saya.( karena dia sudah jenuh dengan saya dia tidak mau menguruskan visa untuk istri). Suami saya juga sudah berulang kali minta cerai tp dia tau kalo perkawinan katolik lama prosesnya dan dia malas dengan prosesnya. Yang ingin saya tanyakan romo apa yang harus saya lakukan sementara saya ditinggal sendiri suami saya nekat ke china?
Apakah saya nyusul dia ke china tapi saya usaha cari kerja sendiri tanpa bantuan pengurusan visa dari dia?
Atau saya biarkan dia pergi ke china untuk introspeksi diri tapi saya juga kawatir kalo dia disana tambah parah dan ada wil laen?
Mohon saran dari romo. terima kasih sebelumnya
Srd







Pernah dengar cerita anak yang hilang? kalau memang ibu sayang ma suami ibu, sebaiknya ibu mendukung beri dia kesempatan untuk membuktikan dirinya adalah lelaki yang berguna yang bisa mencari uang buat keluarganya di Cina. Laki-laki itu egonya tinggi semakin ia di hina dan diomeli semakin dia akan ngelunjak. Menunjukan kalau dia bisa melakukan hal apa yang ia mau.
Alasan Cerai yang dia lontarkan sebenarnya hanya tameng untuk melindungi rasa malu ketidak bergunaan dirinya. Beri dukungan bahwa ia bisa bekerja ke cina. Apabila ia gagal terima kembali dirumah. Anda harus mendoakan dia. Tunjukan prilaku seorang kritiani yang baik.
Cuma apabila ia mau kaya secara cepat dicina sebaiknya nasehati untuk jangan melakukan tindakan gegabah, karena hukuman mati dicina tidak melalui persidangan bertele tele seperti di Negara lain, prosesnya hanya 2 hari hingga eksekusi. Jadi kasih masukan saja kerja yang jujur.
@srd, anda harus melepaskan belenggu kekhawatiran yang akan menyiksa anda sendiri. Saya pikir, relakan dia ke China, berikan perhatian dan dukungan yang sungguh-sungguh kepadanya, siapkan perlengkapan yang mungkin ia butuhkan, seperti pakaian, obat2an, atau perlengkapan mandi, bahkan mungkin uang (bila anda memilikinya), lalu selipkan foto perkawinan kalian atau foto kalian yang memiliki kenangan khusus, tuliskan kata-kata mesra dan hangat untuknya di belakang foto itu. jangan pikirkan akan diapakan foto itu olehnya. Letakkan dan lupakan anda pernah menaruhnya.
Antar dia ke bandara bila ia rela, belalah ia bila orang tuanya menghakimi dia karena keputusannya meninggalkanmu. Katakan kepada mereka, bahwa anda merestui dan mendoakannya, berikan senyuman ketika ia melangkah pergi, bahkan walaupun anda merasa ia mengacuhkannya). Dan, berdoalah tak henti-hentinya untuk dirinya, untuk diri anda, untuk anak-anak anda bila kalian telah memilikinya, doakan keluarga anda. DAn selama ia pergi, lanjutkan hidupmu sebagai seorang isteri yang baik dan setia. jalinlah komunikasi dan hubungan yang baik dengan mertua anda.
Namun di satu sisi, anda harus mempersiapkan diri anda untuk kondisi terburuk. Saat ini, anda memilik harapan. Harapan ini baik untuk tidak membuat anda hidup dalam kekhawatiran terus menerus. Tetapi jangan jadikan harapan itu juga adalah kamuflase dari kondisi yang sebenarnya yang juga anda sadari tentang suami anda. Pada prinsipnya jangna melepaskan belenggu di sebelah kiri namun merantai diri anda di sebelah kanan.
Jadi, saat suami anda pergi, lakukan yang terbaik untuk mempersiapkan masa depan. Jangan pikirkan masalah pernikahan kalian atau sikap suami anda. Karena apa yang terjadi di masa depan, dipengaruhi oleh keputusan anda hari ini. Buat hari anda selalu baru oleh kasih Tuhan yang selalu baru (Ratapan 3:22-23).
May God bless your steps…
terima kasih atas sarannya romo. skr saya berusaha untuk bersabar diam sambil terus berdoa novena dan rosario. skr suami saya malah memutuskan kontak dengan saya( tidak telpon, tidak email) dengan alasan ingin menjauh dari saya dan dia berharap saya mencari pria lain. kabar terakhir wil suami saya ini malah mau menyusul suami saya ke cina. saya stress dan ngga tau lagi mesti gimana. kalo saya ikut nyusul nanti disana malah saya terlunta lunta karena dia pasti membela wil nya sedangkan saya pasti akan diusir.apa yg harus saya lakukan romo? sampai berapa lama saya menunggu suami saya? saya juga sudah capek dengan keadaan ini, setiap saya teringat dia pergi meninggalkan saya nangis sendiri merenungi nasib saya yang jelek. mohon saran romo.
@Sandra… langkah pertama,
adalah berdamai dengan masalah itu. Artinya kamu harus menerima bahwa semua sudah terjadi, dan sekarang susunlah rencana untuk anda, untuk mengisi hari-hari anda lebih bermanfaat bagi diri anda dan orang lain. Penyesalan itu tidak berguna, tidak ada perubahan hanya dengan menangis.
Ketahuilah sejak awal proses pembuahan dalam rahim ibu anda, anda sudah menjadi seorang pemenang. Puluhan Juta sel sperma hanya satu yang berhasil membuahi sel telur. Dan itu adalah anda.
Orang tua anda merawat dan menjaga anda sejak anda berada dalam kandungan hingga anda dapat menjadi seorang yang mandiri. Tentunya mereka tidak pernah mengharapkan hidup anda berakhir dengan penyesalan seperti hari ini.
Mereka ingin anda bahagia. Dan kebahagiaan itu masih bisa anda dapatkan, anda-lah yang menentukan, anda hanya cukup melangkahkan kaki menembus badai.
cobalah membaca topik ini
http://gerejastanna.org/suami-lebih-memilih-perempuan-lain-dengan-anaknya/
@All,
kebanyakan orang yang melalui hal yang sama seperti Sandra berpikir bahwa perceraian dan pernikahan kembali adalah solusi dari kemelut perkawinan. Tetapi sebenarnya mereka seperti meletakkan hidup mereka sebagai taruhan di meja judi.
Cara terbaik sebenarnya adalah bagaimana diri mereka sendiri termasuk anda memutuskan apa yang hendak kalian lakukan untuk mengisi hari-hari dengan sesuatu yang berarti.. being single and happy as used to be..
Allah yang melihat kesetiaan anda, tidak akan pernah meninggalkan anda. Ia akan membantu segala usaha anda untuk bangkit menjadi pribadi KAtolik yang kuat dan kelak apa yang anda alami akan menjadi kesaksian bagi orang lain yang menderita.
May God bless your steps..
saya punya rencana ingin nyusul dia ke cina tapi diam2 sambil ngawasin dia kalau sewaktu2 wil nya datang.sebab suami saya sampai sekarang masih ngga stabil( belum mau menerima saya). semua kontak email facebook skype dihapus. seolah2 ingin menghilangkan jejak spy sy tdk mengontak dia. sy berfikir sy cari kerja jg di cina dan tinggal pisah dengan suami sambil pelan2 menyadarkan pemikiran dia tentang saya yg selama ini dia benci.sebab saya pikir kalo saya tidak bertindak dan hanya diam saja nanti wil nya berfikir kalo istrinya saja sudah nggak perduli dan seperti angin segar buat dia untuk mendekati suami saya lagi. bagaimana saran romo?
@Sandra…
saya bukan seorang Imam… saran terakhir saya untuk anda : “That is your choice, but do not forget, that is also his choice. While hoping for the best, whatever you do, You should prepare [be ready] for the worst.
May God bless your steps…