Suami fanatik, egois, emosional

Romo,saya menikah 5 tahun lalu. Saya menikah secara islam.Saya pikir dengan saya menerima suami saya, ia akan menjadi lebih baik (tidak lagi mabuk,berjudi). Setelah menikah ia menjadi sedikit lebih baik.

Tahun ke tahun saya jalani dengan sabar, tetapi sekarang saya tidak tahu lagi harus bagaimana? Orang tua saya mengetahui bahwa selama ini suami saya orang yang egois dan emosional.

Selama ini saya tidak pernah mempersoalkan saya harus memenuhi kebutuhan dalam rumah tangga karena gaji suami saya hanya cukup untuk memenuhi kesenangannya saja (mengkoleksi burung,memancing hura – hura dengan temannya). Karena orang tua saya mengetahui hal ini orang tua saya marah kepada saya mengapa saya tidak pernah menceritakan hal ini, saya tidak mau menceritakan hal ini karena pernikahan saya tidak disetujui oleh kedua orang tua saya dan orang tua saya menyarankan saya untuk bercerai.

Sudah sebulan ini saya mohon pengampunan kepada Tuhan dengan kembali mengikuti misa setiap minggu tanpa sepengetahuan suami saya( 5 tahun saya hidup tanpa iman)setiap saya pulang saya merasakan kedamaian dalam hati, saya dapat menghadapi suami saya yang emosional dan egois dengan sabar. Saya tahu percuma saya ke gereja kalau masih saja berbohong.

Suami saya orangnya fanatik walaupun ia hampir tidak pernah menjalankan tugasnya sebagai umat islam,perlakuan orang tuanya yang tidak menyenangkan tidak pernah saya hiraukan.Romo saya mohon saran apa yang harus saya lakukan.Terima kasih Romo.

STW

One Response to “Suami fanatik, egois, emosional”

  1. Yang pertama, ketika anda menikah secara Islam, sebenarnya anda sudah mengingkari iman anda dan melakukan dosa berat yang mengakibatkan anda tidak boleh menerima sakramen Ekaristi. SEbelum anda berdamai dengan Allah. Ada 2 hal yang perlu dilakukan untuk berdamai dengan Allah. Yang pertama sakramen tobat, mengakui semua kesalahan anda termasuk menikah secara Islam (sehingga di mata Gereja pernikahan anda adalah tidak sah). Yang ke-2 adalah membereskan pernikahan itu sendiri secara Katolik atau yang dikenal dengan konvalidasi.

    Membaca cerita anda, saya belum tahu, anda sendiri maunya apa. Tetap hidup bersamanya atau berpisah ? bisakah anda berdua hidup damai setelah anda kembali ke Gereja Katolik ? Tentu saja hal ini harus jelas dulu. Pun bila anda kemudian memutuskan untuk bercerai. Anda tidak bisa serta merta menikah kembali dalam Gereja Katolik. Karena pernikahan anda dengan suami anda saat ini harus mendapatkan anulasi dari Tribunal.
    Jika anda ingin konvalidasi, pastikan bahwa anda bisa menjalankan kewajiban anda sebagai seorang Katolik dan menghindari semua perbuatan yang membahayakan iman anda.

    Pilihlah jalan yang terbaik dimana anda pun bisa berdamai dengan Allah dan kembali ke pangkuan Gereja Katolik.
    Anda pun bisa berdiskusi dengan romo paroki anda mengenai hal di atas.

    May God bless your steps..

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>