Suami didesak menikah lagi

Dear Romo,

mohon bantuannya untuk masalah saya. saya wanita non katholik dan suami katholik. saya dan suami menikah secara civil/perkawinan negara (beda agama) di singapore. saya sangat mengangaap sakral ikatan perkawinan kami, dan sesungguhnya ingin sekali menikah di indonesia dengan mengikuti tata cara katholik sehingga perkawinan kami bisa diakui di indonesia.

tapi ternyta suami didesak keluarganya untuk menikah dengan wanita katholik pilihan keluarganya.yang ingin saya tanyakan apakah gereja katholik mengakui “perkawinan sah” (akta perkawinan) saya dan suami yang kami lakukan di singapore?

dan apakah akta pernikahan saya bisa menjadi bukti kepada gereja katholik tempat suami saya akan menikah sebagai suatu “halangan pernikahan”?walapun kami tidak mendaftarkan perkawinan kami di catatan sipil indonesia.

saya sangat berharap gereja dapat memberikan solusi terhadap masalah ini, karena saya tidak berkenan suami menikah lagi, dan saya juga tidak berniat bercerai, saya ingin mempertahankan perkawinan ini.

mohon bantuannya romo,
terima kasih banyak

Annabel

One Response to “Suami didesak menikah lagi”

  1. @Annabel

    1. Gereja Katolik tidak mengakui pernikahan kalian adalah pernikahan yang sah menurut hukum GEreja KAtolik.
    Jadi walaupun kalian sah menurut hukum negara, selama belum di sahkan menurut hukum GEreja, maka Gereja tetap menganggap hubungan kalian adalah suatu perzinahan. suami anda telah berdosa berat karena hal ini.

    2. Selama pernikahan anda belum didaftarkan di pencatatan sipil, maka negara pun belum mengakui ke-sah-an pernikahan kalian. Pernikahan kalian menjadi sah menurut hukum negara Indonesia apabila dinas pencatatan sipil telah mengeluarkan surat keterangan pengakuan bahwa adanya akta pernikahan Singapura yang anda miliki.

    Saat ini akta anda hanya diakui secara hukum di Singapura.

    3. Posisi anda secara hukum saat ini lemah, oleh karenanya sebaiknya anda selesaikan dulu proses pernikahan anda secara hukum negara RI terlebih dahulu, dengan mencatatkan pernikahan anda di dinas kependudukan dan pencatatan sipil. Pengesahan berdasarkan hukum negara ini, secara otomatis akan menghalangi pernikahan pasangan anda dengan wanita lain menurut hukum negara.

    Tetapi tentu saja dalam prosesnya anda membutuhkan surat-surat pendukung, bukan saja milik anda, tetapi milik pasangan anda. Ini bisa menjadi halangan bagi anda mengesahkannya bila pasangan anda tidak memberikannya.

    4. Sebaiknya anda melaporkan mengenai status anda ke Gereja dimana anda atau pasangan anda berdomisili. Mengenai apakah bisa menjadi halangan pernikahan, pada prinsipnya Gereja tidak akan menerapkan hukum Gereja namun melukai kasih yang diajarkan dalam Gereja Katolik. Kemungkinan paling besar adalah, Gereja menunda pernikahannya dengan wanita pilihan keluarganya itu, hingga pernikahan sipil di Singapura dibereskan demi keadilan, baik keadilan bagi diri anda dan juga wanita yang akan dinikahi pasangan anda di Gereja Katolik.

    Bila hal ini terjadi, yaitu perceraian sipil di Singapura, maka ini adalah keputusan individu, dimana GEreja tidak bisa campur tangan di dalamnya. Jadi sebenarnya cara terbaik adalah berdialog dengan pasangan anda dan mencari cinta yang dulu mempersatukan kalian dalam pernikahan sipil tersebut di dalam dirinya, dan mengajaknya segera untuk mempersatukannya di dalam berkat Tuhan di dalam GEreja Katolik yang Kudus.

    Tetapi bila perceraian itu harus terjadi, tanpa bisa kamu halangi, menurut saya, sebaiknya anda ikhlaskan, karena dengan demikian, anda pun bisa mencari seseorang yang sungguh-sungguh bisa menjadi seorang suami yang bertanggungjawab atas perbuatannya dan keluarga yang ia bangun dan bina bersama anda.

    Berdoalah, mohon kepada Allah agar Ia membawamu kepada kehendak-Nya. SEmoga Allah menerangi jalanmu..

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>