Suami dan Istri Kesulitan dalam Komunikasi

Dear Romo,
saya adalah wanita yg telah menikah selama 1 thn, umur 29 thn, suami umur 35 thn. kami menikah secara katolik dengan dipensasi karena saya seorang beragama Kong Hu Cu. suami saya adalah seorang katolik yg taat, selama 1thn pernikahan kami, hampir tiap bulan selalu ada masalah kadang berat kadang sepele,tetapi kenapa saya sgt sulit untuk melupakan setiap masalah yg telah terjadi dan cenderung punya kecurigaan yg bermacam macam pada suami. perlu romo ketahui, suami saya adalah orang yg pendiam, sgt sulit menunjukkan ekspresi ataupun luapan perasaan baik untuk permasalahan dia maupun masalah2 yg sering saya sharing ke dia, jadi kecenderungannya selama ini kami kurang komunikasi yg serius sehingga saya cenderung jengkel karena merasa dia kurang perhatian pada saya.

Saat inipun dia cenderung lebih perhitungan pada saya, padahal dulu waktu masa penjajakan seringkali dia menawarkan byk sekali barang untuk dia bayar tetapi selalu saya tolak karena saya merasa kami belum tentu menjadi pasangan resmi sehingga saya tidak mau membebani dia, tetapi kenapa justru ketika saya menjadi istrinya, dia menjadi sangat pelit, gaji dia terbilang cukup tetapi dia harus membiayai juga ortu, uang belanja yg diberikan pun hanya cukup untuk kehidupan bersama, sedangkan untuk barang2 yg saya inginkan saya harus bayar sendiri (untungnya saya punya penghasilan sndr).

Apa yg harus saya lakukan romo? apakah saya terlalu kekanak kanakan dan terlalu mencurigai suami saya tanpa sebab yg jelas? bagaimana saya bisa memperbaiki hubungan saya dengan suami?

Saya adalah orang yg tdk mudah percaya pada org lain, pendendam, dan cenderung berpikir negatif terhadap pria krn sebab latar belakang keluarga saya. saya memiliki seorang papa yg sangat bertanggung jawab dan perhatian pada keluarga(pada masa sekarang), tetapi dulu dia bukan seorang suami yg baik karena dulu terlalu banyak memihak pada saudara dan mamanya(nenek saya) sehingga sering terjadi cek cok dengan mama saya, bahkan karena terlalu sering cek cok tersebut, hampir terjadi perselingkuhan antara papa saya dengan perempuan lain yg hingga saat ini meninggalkan luka yg mendalam di hati mama dan juga saya, walaupun sekarang mereka tetap tinggal serumah dan papa sudah byk berubah. perkenalan dan perkawinan saya dengan suami terjadi karena perjodohan dan keinginan mama untuk supaya saya bisa hidup normal seperti wanita lain, walaupun sebelumnya saya bertekad untuk hidup sendiri sampai tua.

Apakah latar belakang saya berpengaruh terhadap kehidupan rumah tangga saya sekarang romo? bagaimana saya bisa tetap yakin dengan kesetiaan suami dan bisa mempertahankan pernikahan saya karena akhir2 saya berpikir kembali untuk hidup sendiri? tolong solusi secepatnya romo, karena sekarang pun saya sedang puasa bicara dengan suami, dan saya tidak ada tempat untuk curhat dengan siapapun karena saya adalah org yg tertutup.
Terima Kasih

LG

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>