Suami bohong, isteri ingin pembatalan pernikahan

selamat pagi romo…
saya bth sekali masukan dr Romo..
sy imel saya sdh hampir 3 thn menikah (pernikahan scr katolik), sy mempunyai anak 1..tanpa sepengetahuan saya suami menjalin hub dengan seorang wanita sejak sblm kami menikah..bahkan suami bilang kalo menikah dengan saya itu tdk berdasarkan cinta dan sebenarnya dia ingin membatalkan rencana pernkhan..sblm kami menikah kami sdh berpacaran selama 3,5 thn…terus terang hati saya sakit romo..suami sy bilang itu ketemen2 nya…dia sdh 2 kali blg mau mundur ke org tua saya…sy ga kuat romo..ada kah kesempatan buat sy utk membatalkan pernkhan kami..

Imel

5 Responses to “Suami bohong, isteri ingin pembatalan pernikahan”

  1. @Imel.. sebaiknya anda datang ke pastor paroki. Pengakuan suami anda bisa dijadikan alasan untuk mengajukan permohonan pembatalan. Tetapi hal ini tetap membutuhkan penyelidikan dan memerlukan bukti-bukti otentik dan/atau saksi yang dapat dipercaya yang memberikan alasan untuk mengajukan permohonan tersebut.
    Ada baiknya juga suami anda menemui pastor paroki dan menyampaikan hal tersebut. Perkataan dari mulutnya sendiri karena tentu saja lebih kuat digunakan sebagai bukti daripada keluar dari mulut orang lain.
    KEmungkinan hal yang akan ditanyakan adalah mengapa bila ia tidak cinta, masih melanjutkan pernikahan dan berjalan hingga 3 tahun dan sudah di karuniai anak ? apa yang membuat dia “terpaksa” menjalani semua itu ? Tidakkah ia mencintai anaknya ?
    adakah alasan lain ?
    apakah keluarganya mengetahui hal ini ? apakah pernah ditanyakan ? dan bagaimana menurut pendapat mereka ?

    segera temui pastor paroki untuk berdiskusi.. mintalah dukungan orang-orang terdekat anda, terutama keluarga anda, jangan biarkan hal ini mengganggu diri anda terlalu dalam hingga menggangu pikiran dan kesehatan, bahkan mempengaruhi sikap dan perbuatan anda terhadap orang-orang disekeliling anda, terutama anak anda.
    Ingatlah, bahwa anak anda tidak tahu menahu hal ini, ia membutuhkan kasih sayang orang tuanya. Ia membutuhkan kasih sayang anda. Jadi jangan biarkan karena kejadian ini anda tidak membuatnya tertawa dan ia melulu melihat air mata anda, atau raut wajah yang lesu, kusam, dipenuhi kemarahan dan kebencian.
    Sambil membereskan hal ini (proses permohonan tidak berlangsung dalam waktu yang relatif singkat), mulailah kembali mencari cara-cara untuk mengembalikan diri anda seutuhnya untuk merencanakan masa depan anak anda, terutama bila kondisi terburuk terjadi.Diskusikan dengan keluarga anda. SEbisa mungkin tidak terfokus kepada permohonan pembatalan perkawinan, tetapi lebih terutama kepada rencana masa depan anda dan anak anda.
    Permohonan anda masih ada kemungkinan ditolak, and jika itu terjadi anda harus lebih siap dari hari ini. Jalan yang akan anda lalui akan berat. Tetapi kelak apa yang terjadi hari ini dapat menjadi kesaksian yang menguatkan bagi anak anda dan juga bagi orang-orang di sekitar anda. Tetapi andalah yang harus menentukan hal itu terjadi, bukan orang lain, dan bukan oleh karena anulasi (pembatalan perkawinan).

    Mendekatlah kepada Tuhan, terimalah sakramen Ekaristi dan tobat, berdoalah mohon kekuatan dan petunjuk untuk menuju jalan keluar terbaik dari masalah ini.

    May God bless your steps and protect you and your children.

  2. harus bagaiman q memanggil,dan hrus bagaiman aku bertanya..
    aku dari kalangan muslim..
    tapi saya bgitu susah unt jalanin ibadah .
    setiap aku mnemui sahabat yang berkalangan katolik aku selalu mrasa tenang.
    hati ingin skali ada dikalangan ithu,
    tpi bagaimana aku bs memasuki situ???
    hati aku bingung dengan keyakinan?

    syafila

  3. @syafila
    tanya hatimu apakah benar sperti itu? kalau memang yakin, kamu bisa menemui tokoh katolik di lingkunganmu utk mendapat bimbingan lebih mendalam serta hidup dlm komunitas stempat. salam :)

  4. sy yuli sy mau bertanya..romo apakah greja akan beri jalan untuk kami menikah..sy dan calon suami sama2 katolik dan dari kluarga katolik yang taat, kami sama2 sudah bercerai secara sipil atau negara, kami berdua sepakat untuk menikah..apakah greja bisa memberkati kami berdua dalam pernikahan..kalopun tidak bisa berikannlah solusi untuk kami romo..kami berencana desember tahun ini menikah..tolong berikannlah solusi terbaik untuk kami

  5. Selamat sore Romo,
    Saya butuh sekali pencerahan/masukan dan bantuan doa dari Romo..
    19 oktober 2013 merupakan ulang tahun pernikahan ku yang ke 5.
    Awal pernikahan ku, aku begitu bahagia walaupun suami ku (hendrik) tipe orang yg egois, sensitif dan pemarah. Suami ku tidak pernah menyukai orang tua dan saudara saudari ku. Mungkin karena keluarga ku merupakan keluarga kurang berkecukupan dalam hal materi maka suami ku menganggap remeh dan rendah.Aku berusaha untuk dapat menerima semua ini dengan berbesar hati walau hati ku sungguh sangat sedih melihat perlakuan suami ku terhadap orang tua dan saudara saudari ku.
    Bulan Desember 2010, suamiku memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan nya dan sejak itu, suamiku bermalas malasan dirumah, tidak mencari pekerjaan dan menggantungkan semua keperluan rumah tangga kepada saya karena kebetulan saya bekerja. Hal itu berlangsung sampai pertengahan thn 2012. Keributan dan pertengkaran demi pertengkaran kerap terjadi. Puncak nya, 15 Juli 2012 malam, keluarga dari suami mendatangi rumah kami (orangtua, adik, kakak dan ipar suami), mereka mempersalahkan saya atas semua yang terjadi, melontarkan fitnah terhadap saya dan membuat keributan di rumah kami sampai warga 1 komplek dengar dan menjadi tontonan. Setelah membuat keributan +/- 2jam, akhirnya mereka pulang dengan membawa serta suami dan anakku.

    Perasaan ku hancur saat itu, sakit hati yang begitu mendalam ku rasakan sampai akhirnya aku memutuskan menggugat CERAI.
    Tgl 19 Juli 2012, saya mengajukan gugatan cerai ke PN Jakarta Timur, proses cerai pun berjalan.

    Suatu saat, teman saya mengajak saya untuk mengikuti ibadah Jumat pertama di Gereja Antonius, Otista. Saat itu, saya merasa Tuhan menjamah saya dan membisiki saya kalo apa yang sudah saya perbuat itu salah dan Tuhan tidak pernah suka. Saya menangis di gereja saat itu. Pulang dari gereja, saya temui anak saya (3thn), saya peluk dia, secara spontan anakku berkata “mami, ampuni papi, aku mau papi tinggal bersama kita lagi”. Aku mengampuni suami ku, bulan Oktober 2013, saya mencabut berkas gugatan cerai ku dan mengajak suami ku untuk tinggal bersama kami lagi.

    Sampai sekarang kami masih bersama. Romo, sampai sekarang suami ku belum juga memaafkan kesalahanku yang lalu (menggugat cerai), dia sering mengungkit ungkit masalah tersebut, menyalahkan orangtua dan saudara saudari ku (dia berpikiran kalo orangtua dan saudara saudari ku punya andil besar atas masalah yang lalu). Suami ku menjadi dingin terhadap ku dan seakan trauma menjalin rumah tangga bersama ku. Sering kali suami ku berkata “kamu tidak tulus terhadap saya, cinta kamu hanya sebatas materi”….Kata2 nya sungguh sangat menyakiti hati dan perasaan saya, saya hanya dapat menangis dan meratapi keadaan ini.

    Romo, mohon pencerahan dan bantuan doa untuk rumah tangga saya. Saya menginginkan rumah tangga yang kudus dan bertumpu pada Tuhan, rumah tangga yang penuh kasih dan kedamaian. Mohon doakan juga suami saya agar dia mau membuka hati nya dan mengampuni, memaafkan.
    Terima kasih romo…

    Rinna

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>