Suami Berpoligami dan Berniat Tidak Lagi Katolik

Saya dan suami menikah th 2002. Suami saya baru menjadi katholik pd saat kami mau tunangan (awal th 2002). Sekitar akhir Mei’09 saya curiga dg suami saya karena sepertinya ada yg ditutupi, jarang ngobrol. Suatu hari saya bilang “kita suami istri tetapi tidak seperti suami istri, ada sesuatu yg kamu tutupi dr saya, saya salah apa sampai kamu berbuat seperti ini?” akhirnya saya tanya “apa kamu punya perempuan lain?” pd saat itu dia tidak jawab kemudian hanya mengatakan “nanti kita obrolin”.

Kecurigaan saya makin terbukti setelah saya lihat beberapa barang n foto perempuan lain, kemudian ada tel ke rumah yg pd saat saya angkat dimatikan. Seringkali yg seharusnya kami bisa berangkat n pulang kantor bareng, belakangan saya harus pulang sendiri karena suami saya seringkali mengatakan harus ketemu dg teman2nya.

Akhirnya baru pada awal July’09 dia mengaku bahwa ada perempuan lain, suami saya pacaran dg perempuan itu sampai akhirnya dia hamil dan sudah menikahi perempuan itu secara islam.
Saat itu dia mengatakan bahwa dia tidak bisa memilih saya atau perempuan itu. Saya katakan saya tidak bisa sharing.

Saat ini suami saya keluar rumah, dia tinggal di rumah ibunya. Suami saya masih memberi perhatian pada anak kami (2,5th). Awalnya suami saya keluar rumah krn dia tetap telpon perempuan itu meskipun ada saya disitu, saya bilang saya tidak bisa seperti ini, kita jalan masing-masing saja. Kemudian suami saya bilang bahwa dia keluar rumah bukan krn saya usir tetapi krn untuk cooling down.

Saya ingin sekali menyelamatkan perkawinan ini, sepanjang dia punya niat untuk berubah dan komitment tentunya. Saat ini malah dia niat untuk masuk moeslem kembali dan dia ternyata tidak selalu pulang ke rumah ibunya tetapi sesekali pulang ke rumah perempuan itu. Waktu saya ajak untuk pulang kembali ke rmh kami, dia tanya apa saya bisa menerima sikon dia: yg tidak bisa melepas perempuan itu (krn perempuan itu katanya msh mau mempertahankan dia), bahwa kalaupun pulang ke rmh dia bisa saja pulang ke rmh perempuan itu (telpon di depan saya dg perempuan itu saja sudah buat saya nangis, apalagi hrs tau bhw tidak pulang ke rmh tp ke tempat lain) yg t’akhir dia minta kita keluar dari rumah yg sekarang (rumah yg kami tempati skrg rmh pemberian ortu saya).

Jadi saat ini saya harus berbuat apa?

Terima kasih,
tn
==========
Silahkan memberikan tanggapan.

25 Responses to “Suami Berpoligami dan Berniat Tidak Lagi Katolik”

  1. maaf..klo saran sya agak menyinggung perasaan kamu..tpi menurut saya…perkawinan kmu tidak bisa dipertahankan lagi..krna dia sudah menghianati kamu dan janji gereja..memang katolik melarang utk bercerai..tpi dgn kondisi skrang apakah membuat kondisi fisik n jiwa kamu tidak terganggu..?selama kedua belah pihak mau memperbaiki…itu lain soal…mndengar cerita kamu diatas…suamiku kamu tidak ada itikad baik..bicarakanlah dgn keluarga…cari jalan keluar yang terbaik…teruslah berdoa dan memohon ampun atas kesalahan suamimu….trims,

  2. pertanyaannya, bgmana nasib anak ibu dan anak istri lainnya?
    Kesalahan suami tdk bisa dikembalikan, sdh terjadi. Sekarang yg perlu dibantu adalah anak2 tdk berdosa yg tdk pernah menginginkan dilahirkan dr 2 ibu dg 1 ayah.
    Memang berat membagi org yg kita kasihi, tp ketiadaan diri demi anak2 tak berdosa mudah2an dpt membantu ibu untuk tetap mencintai suami apa adanya. Tenangkan hati dan pikiran ibu dlm doa agar ibu terbebas dr siksaan krn dikhianati dan harus berbagi. Doakan suami dan wanita keduanya agar bisa bersama-sama ibu membesarkan anak2 yg telah terlahir dg sebaik-baiknya agar kesalahan yg lalu tdk menjadi beban dosa bagi anak2 itu.

  3. Mbak TN yang manis, usahlah menangis.

    Dari kisah Anda, naga-naganya suami Anda hanya gonta-ganti catatan di KTP saja karena gemuruh kepinginannya. Saya percaya Mbak TN yang manis pasti mencintai-nya. Namun, bukankah Cinta tak melulu harus saling memiliki ?

    Jangan cemas Mbak TN yang manis. Kalau kesedihan itu tak lagi Anda lekati, maka “bulan madu sebenarnya” akan senantiasa mengisi malam-malam panjang Anda.

    Salam gula jawa :)

  4. Dear ; Mba Tn

    moga2 berkenan,pertama-tama Bisa kha Batin ibu Terbebaskan dahulu?
    Kalau kt sudah terbebaskan BATIN kt,apapun yg hendak kt lakukan/putuskan semua akan baik-baik saja!

    Awal mmg sulit,tapi lihat hidup tdk melulu penderitaan/kesenangan.pengalaman dlm hidup rumah tangga banyak sekali macam2nya.satu dgn yg lain hampir serupa,hny bisa kha sekarang ini ‘diri’-ego kt dilenyapkan,sehingga pembicaraan dari
    hati ke hati terasa lebih ringan.

    terasa pahit/terluka/pedih/sakit-karena ‘ego’terus melekat
    tidak memahami katanya orang,bukankah sebaiknya kt lebih dahulu
    memahami ‘diri’ kt sendiri terlebih dahulu?
    kalau Batin sdh terbebaskan lbh dahulu,’ego’ tiada.’diri’ tiada.
    apakah disitu ada luka/kepedihaan/sakit dsb.

    Cinta mmg tdk mesti memiliki-cinta rela berkorban-cinta sesungguhnya tiada penderitaan-cinta yg sesungguhnya tiada sakit-menyakiti.(hy pikiran cinta yg melekat-ikatan yg ternodai/dihianati disitu ada luka),bisakah Cinta sejati Mba miliki saat ini juga!!
    Perjanjian di dpn Altar,sehidup semati/susah -senang harus dijalani setulus iklas mmg janji yg harus di sanggupi&ditepati.
    Kalau ada satu yg melanggar-karena kesadaraan sdh luntur.

    Tindakan mba Tn sdh benar-walau sakit(saat ini)ajak duduk bicara baik2 gimana dgn jalan keluar yg hendak diambil.
    Kalau disitu ada cinta sejati yg sungguh Iklas dari Mba.
    Mba Tn akan membiarkan (suami)boleh hadir sesuka hatinya-kalau ia dtg kerumah.
    Banyak lah Berdoa-memohon segalanya diberi jalan yg pantas&sesuai kehendak NYA.

    Beri perhatian spt biasa-tdk perengut-tdk marah-(jadikan suami bagai sahabat)barangkali hati menjadi reda,melihat seorang anak
    butuh figur ayah,barangkali hati seorang ayah akan tergerak,dgn sikap spt itu.
    kesukaan suami saat ini,mungkin hy sesaat-labil-butuh perhatian lbh-tiada tmn curhat-tiada perhatian-ada yg dirasakan-sebobrok apapun ia,Angkat lah-beri pertolongan padanya,mba yg sdh lbh dulu mempunyai hati yg Iklas&besar.
    kembali ingatan pada masa pacaran yg begitu rela berkorban/penuh perhatian-ada cinta yg ceria,barangkali itu bisa memberi semangat kembali-ingat akan kebaikan2 nya/bukan keburukan2 nya lbh dahulu.

    Kalau itu semua sdh di lakukan,terima semua itu apaadanya- Perjalanan hidup Mba Tn.namun Batin sudah terbebaskan dari pengkondisian yg berlarut2 krn’ego’ dibawa2 terus.
    Hidup hy sekilas yg mestinya semua baik&berbahagia.jika kt tdk
    melakukan terlebih dahulu pada hati kt gimana kt akan melakukan buat orang lain.

    Hidup ceria-tdk menolak apapun juga yg di hadapi didpn kita&juga menerima apa yg mesti tdk sesuai dalam hidup ini.dengan apaadanya-iklas,disitu akan ada keterbebasan-
    membuka Cakrawala Hati yg amat luas-sehingga pikiran pun yg hadir selalu Baik&positif.

    semoga ya.saran ini bisa menyentuh didalam Batin Mba Tn
    Jika Ada kata-kata yg kurang berkenan mohon di maafkan.

    salam

  5. Ibu TN yang baik,
    saya mau sharing pengalaman saya dengan apa yang dialami ibu. saya bisa merasakan masalah yang saat ini ibu alami. saya bicara dari posisi sebagai anak, walaupun saat ini putra/i ibu masih kecil tapi bila dia sudah besar dan masalah ini terus ada dan belum selesai saran dari pengalaman saya mungkin bisa jadi wacana untuk ibu bias menjadi lebih kuat. Realitas hidup kadang tidak selalu bahagia, kadang membuat kita harus mengelus dada, menangis, bertanya-tanya dimana kebahagian hidup sejati tapi percaya dibalik sedih ada tawa , emas harus ditempa untuk menjadi murni buat saya yang pernah mengalami keluarga yang “broken home” kisah sedih itu menjadi mungkin, membuat saya sebagai anak lebih kuat, jadi lebih kompak dengan adik dan kakak saya, terlebih dengan ibu saya. Realitas hidup yang jauh dari bahagia secara kasat mata ini membuat saya menemukan Tuhan, dan saya bersyukur atas semua itu, dan ini proses sepanjang hidup saya.

    Ibu saya seorang muslim dan ketika menikah dengan ayah saya secara katolik kemudian ibu saya belajar agama dan dibabtis ketika anak kedua lahir. Ayah saya punya pekerjaaan yang baik maka keadaan keluarga kami sangat berkecukupan, ayah saya tidak judi, merokok apa lagi minum-minuman keras dan karenanya kelemahan pria yang lain adalah perempuan. dia punya istri lebih dari satu. Dari saya kecil umur 7 thn saya sering menyaksikan ibu saya bertengkar hebat dengan perempuan-perempuan simpanan ayah saya yang kadang nekat datang kerumah untuk menghancurkan ke-utuhan keluarga kami. Dibalik sikap ayah saya yang punya istri simpanan diluar dia masih menghargai ibu saya, dan sangat sayang kepada anak-anaknya. Dan ketika ayah saya punya istri simpanan keadaan keluarga ekonomi kami sedikit demi sedikit mulai diterlantarkan, ayah saya jarang pulang dan sering tidak memberi uang maka kami usaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ibu saya wanita yang sangat tegar dia tidak pernah mengeluh dan tidak pernah punya niat untuk bercerai dari ayah saya demi anak-anak sikap ini yang saya puji dari ibu saya, walaupun mungkin sakit, tapi dia mau terima untuk keutuhan rumah tangganya dan demi anak-anaknya. ini terus berlanjut sampai dengan ayah saya berumur 69 thn sampai dia menghembuskan nafas terakhir.

    Kalau saya dan keluarga dimampukan Tuhan untuk mengalami ini, saya harap ibu juga mampu, Tuhan Yesus yang kita imani sama Percaya Yesus yang akan memberi kekuatan jangan pernah lari dari kenyataan hidup ini jalani saja ada banyak sekali berkat Tuhan untuk kita lewat pengalaman hidup kita. Doa saya semoga Tuhan memberikati ibu dan keluarga.

    Salam hangat saya,
    CL

  6. Jeng Tn,yg tegar

    Tanggapan dari teman2 diatas sudah ckp banyak dan bagus,meski tentunya Jeng Tn perlu pilih2 prioritas,mana dulu yg perlu dijalankan…. satu 2 pasti akan meringankan beban Jeng TN
    ! hal yg bisa saya tambah kan,jikalau Jeng ada kesempatan,mungkin bisa dicoba datang ikut/ belajar meditasi
    di Gdg. Yos jam 7.oo pagisetiap Sabtu,krn yg sy alami,dg tekun ber mdts…hidup harian sy terasa berbeda , jauh lbh “smooth “,Cobalah ,kalo mmg memungkinkan,

    Teriring doa ku… Jeng TN…pasti kuat, memikul salib ini,
    sebab kita masing2 punya Juru Selamat YM Dahsyat…

    Emmanuel, Tuhan beserta Jeng n anak,Suami…pasti dia akan sadar
    suatu saat kelak

    Salamku
    ly

  7. Halo lagi Mbak TN,

    Tawaran Mbak Lily benar. Anda juga bisa berlatih meditasi. Selain di gereja, bisa juga di Vihara Mendut pimpinan Bhante Y.M. Sri Pannyavaro Mahatera, disana ada pembimbingnya juga yang baik.

    Mbak TN, semoga sudah tidak menangis ya. Ok saya mau pamit buat kopi dulu. Bisa pinjam senyumnya? saya kehabisan gula… ;)

  8. Mbak Rosa mau nanya nih dimana Vihara Mendut pimpinan Bhante Y.M Sri Pannyavara Mahatera, Siapa nama pembimbingnya.

  9. Ibu TN yang baik

    Saat ini ibu diuji, dengan peristiwa keluarga yang tidak mengenakkan. Tetap tabahlah sebab hidup didunia ini ibarat hanya numpang minum sehingga harus mawas diri apakah ada yang salah dalam tingkah laku yang tanpa kita sadari. Apakah telah Bersyukur atas Karunia yang kita terima dari Tuhan Yesus Kristus.contoh pada saat bangun tidur apakah telah bersyukur atas perlindungan Tuhan Yesus selama ibu tidur pulas.
    Dalam menghadapi peristiwa ini justru, harus lebih dekat dengan Tuhan Yesus Kristus. Kita memiliki Pastor, Teman lingkungan, maka berkonsultasilah dengan mereka. Percayalah Yesus Kristus akan memberikan jalan Terang buat ibu lewat perantara Para Imam sebagai gembala kita dan teman selingkungan. Saya mohon jangan berpaling pada kekuatan lain selain Iman kepercayaan akan Yesus Kristus lewat para gembalanya (Pastor, teman lingkungan dll.) Tuhan memberkati.
    Salam – Sulas.

  10. Meski anda konsultasi dengan siapapun, achirnya yang menentukan adalah anda sendiri. Saya juga dari keluarga dengan kasus yg mirip spt anda. Saya melihat sendiri betapa banyak derita yg dipikul oleh ibuku. Ia tegar menhadapi penderitaan dengan mencoba kompromi dengan realita. Ia menyelamatkan keutuhan keluarga & selebihnya Tuhan yang melengkapi.
    Dari pengalaman itu saya mengetahui bahwa Tuhan punya rencana indah pada keluarga saya.

    Saran saya, ibu….bertahanlah , banyak berdoa, terima realita apa adanya. Biarlah suamimu mengalami pertaubatan sendiri. Tak usah menghakimi dia. Doakanlah dia. Percayalah bahwa tidak ada senjata lain selain doa. Tebarkan Kasih Kristus kepada orang lain. Baca & Dalami penderitaan Yesus yang dialami pada keempat Injil: Matius,Markus,Lukas,Yohannes. Drama kehidupan IA sejak lahir sampai wafat merupakan penuh derita dengan berujung kebahagiaan untuk seluruh umat manusia. Ikuti DIA, meikul salib & menyangkal dirimu. Tuhan bersertamu. Amin.

  11. Kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan
    Dan ketekunan menimbulkan tahan uji
    Dan tahan uji menimbulkan pengharapan
    Dan pengharapan tidak mengecewakan
    Karena kasih Allah telah dicurahkan
    Didalam hati kita oleh Roh Kudus
    Yang telah dikaruniakan kepada kita
    Rom 5:3-5

  12. Ah, senang juga, akhirnya saya bukan satu-satunya yang terpuji di antara wanita (atau…maaf, kaum Perempuan).

    Mbak Irene yang bersahabat, Vihara Mendut ada di Jawa Tengah, dekat candi Borobudur, khasanah nusantara nan indah.

    Nama pembimbing meditasi di sana sudah beberapa kali disinggung di situs ini. Apakah Anda tidak mengenal-nya? Yang berbahagia Bp. Hudoyo Hupudio, mencerahkan dimana-mana.

    Salam Kebahagiaan

  13. Ibu TN yang terkasih,
    Saya turut prihatin dengan keadaan keluarga ibu saat ini. Dalam kondisi demikian ibu sangat memerlukan teman sharing yang dapat ikut merasakan bagaimana pahitnya hidup yang ibu rasakan. Saya sungguh bersyukur bahwa banyak rekan-rekan yang concern akan penderitaan ibu dan berkenan membagikan saran-saran.
    Sebagai umat Katolik, sebaiknya kita mengambil langkah yang juga “Katolik” dalam menghadapi setiap masalah yang Tuhan ijinkan kita alami. For the righteous nothing comes by surprise, bagi orang percaya segala sesuatu terjadi bukan secara kebetulan. Apabila ibu TN sudah melaksanakan tugas sebagai istri & ibu dengan benar di hadapan Tuhan dan masalah tersebut tetap terjadi, baiklah kita mohon kekuatan dari Tuhan agar ibu dapat melaksanakan peran yang menjadi bagian ibu dengan “benar”. Tanpa pertolongan dan karunia dari Tuhan sulit bagi kita untuk bertindak bijak dalam kondisi demikian.
    Hal yang mungkin dapat membantu mengurangi rasa sakit hati kepada suami barangkali dengan menyadari bahwa suami sedang masuk dalam jerat, dia sendiri sebenarnyapun tidak merasakan kebahagiaan. “Kelemahan” dia sebagai pria dalam rentang waktu tertentu telah membawa “masalah besar” bagi banyak orang juga bagi dia sendiri.
    Tuhan Yesus datang bagi orang berdosa, maka sebagai perpanjangan tangan Kristus seyogyanya kita memberikan wahana bagi mereka yang memerlukan pengorbanan kita untuk mengantar mereka dalam pertobatan. Kawan saya seorang pria mengalami hal yang sama dengan pengalaman ibu, dengan kasih istri kawan saya menerima keadaan suaminya apa adanya dan mengampuninya. Pada waktu sang istri berjumpa dengan kekasih suaminya yang saat itu sedang mengandung, dia katakan….”kita sama-sama menjadi korban”, karena melihat sang istri yang penuh kasih, kekasih sang suami minta maaf kepada sang istri, dia minta agar anak yang akan lahir, diasuh oleh sang istri. Waktu berlalu, kekasih sang suami menikah dengan orang lain dan anak yang lahir dari kekasih sang suami menjadi bagian dalam keluarga kawan saya. Memang berat namun bagi Tuhan tidak ada sesuatu yang mustahil, Tuhan telah memberikan kepada mereka jalan keluar yang indah.
    Saya ingin menyampaikan kepada kawan-kawan yang bergabung dalam topik ini, dengan hormat saya ingin mengajak kawan-kawan semua untuk menyampaikan saran-saran yang “Katolik” karena Web ini adalah Web Gereja Katolik Santa Anna. Katolik mempunyai panduan meditasi yang “aman” diantaranya LATIHAN ROHANI St. Ignasius Loyola (Buku yang diterbitkan oleh Kanisius diterjemahkan oleh Romo J. Darminta, SJ). Menurut saya terlalu riskan untuk menyarankan seseorang yang sedang dalam masalah untuk pergi ke VIHARA, apakah Kristus tidak cukup?
    Saya membaca sebuah buku yang berjudul “THE LOTUS AND THE CROSS” ditulis oleh Ravi Zacharias orang India, seorang ahli yang terkenal dalam perbandingan agama-agama, sekte-sekte dan filsafat. Di Universitas Oxford dia sebagai dosen tamu dalam mata kuliah agama-agama dunia dan apologetika. Dalam buku tersebut Ravi memberikan gambaran sangat jelas siapakah BUDDHA ? dan siapakah YESUS ? Kita tidak dapat membandingkan YESUS dengan siapapun. He is our God, and for me JESUS is enough. Saya sangat sedih mengetahui bahwa media kita ini untuk promosi mencari solusi ke VIHARA………………………………
    Kalau begitu jangan-jangan benar yang ditulis oleh Bpk. Aloysius Adi tanggal 21 Juni 2009 dalam rubrik KEPERCAYAAN MEMBATASI PEMAHAMAN, beliau menulis bahwa di Gereja Santa Anna pernah ada meditasi yang pakai mantra SUTRA ? BODHI SANGHA ? Wow saya miris……………. katanya ada kata-kata SAYA BERLINDUNG PADA BUDDHA dsb……………….??????????

    Baik ibu TN, marilah kita memilih solusi untuk masalah keluarga ibu dengan cara yang “aman”, Tuhan sedang memproses ibu untuk dijadikan alat bagi perpanjangan tanganNya, untuk menjangkau orang-orang yang ibu kasihi dan juga Tuhan kasihi. Tuhan memberkati ibu & segenap keluarga.
    ==========
    (Catatan saya tentang “THE LOTUS AND THE CROSS” yang ditulis oleh Ravi Zacharias: Penulis buku tersebut adalah seorang Kristen apologetik. Ravi menulis sebagai seorang intelektual perbandingan agama-agama yang terkesan arogan. Kekristenan, sebagai system pemikiran religius, diunggulkan dan Buddhisme direndahkan. Arogansi seperti ini tidak cocok untuk dialog religius bagi kita yang hidup di tengah pluralitas agama.

    Pendekatan intelektual tidak akan mampu memahami dimensi mistikal yang tersembunyi dalam agama-agama. Ravi hanya mampu memahami Buddhisme dan Kekristenan sebagai system pemikiran religius tertentu dan tidak memahami Buddhisme dan Kekristenan yang melampaui doktrin.

    Orang-orang senang membaca buku-buku seperti yang ditulis Ravi karena memberikan kejelasan intelektuil saja, tetapi mereka akan menemukan banyak kesulitan membaca tulisan-tulisan dari pendekatan mistikal seperti tulisan sederhana di situs ini “Kepercayaan membatasi pemahaman”.

    Mereka yang tertarik untuk memahami dimensi mistikal dari Buddhisme dan Kekristenan, tulisan-tulisan seperti Thich Nhat Hanh barangkali lebih membantu. Misalnya, “GOING HOME, JESUS AND BUDDHA AS BROTHERS.” Sudrijanta)

  14. Ibu Tn says… “Saya ingin sekali menyelamatkan perkawinan ini, sepanjang dia punya niat untuk berubah dan komitment tentunya.”

    Mnrt sy itu dorongan hati utk sesuatu yg baik, lanjutkan aja bu, rubahlah si ayah dgn perbuatan kasih, dgn doa, dgn tidak putus asa, dan klo keadaan makin bertambah runyam, jalani aja dgn berpasrah, persembahkan ’salib’ ibu utk silih dosa sang ayah, Tuhan itu maha baik, segalanya sudah diketahui oleh Nya sejak dulu, saat ini, dan sampai akhir nanti, klo ibu mengalami hal ini artinya ibu org terpilih, perlu ibu ingat walau cuma sepintas, Kasih Allah sungguh nyata dalam penderitaan umatnya, bertekunlah dlm penderitaan ibu, maka segalanya tidak akan sia2. Sy akan bantu dalam doa.

    GBU ibu

  15. Yth Ibu Regina,

    Terima kasih atas tulisan ibu yang ibu ntujukan untuk saya dan ibu TN yang saya baca tadi siang.

    Salam.

  16. Ibu TN yang baik,

    Sudah banyak yang memberi saran disini dan semoga memberi pencerahan dan membantu ibu mengatasi masalah yang ibu hadapi, hanya ini dari saya :

    Berhentilah menyalahkan orang lain dan diri sendiri
    Sadarilah dan hadapilah realita apa adanya
    Syukurilah apa yang anda miliki
    Songsonglah kebahagiaan didalam diri anda sendiri
    Karena kebahagiaan tidak tergantung pada orang lain

    Semoga Tuhan memberkati dan menguatkan ibu & keluarga.

  17. Ibu TN,

    sebelum ibu bisa memutuskan apa yang harus ibu lakukan, sebaiknya ibu berpisah dengan suami anda (bukan bercerai). Hal itu bisa ibu lakukan dengan persetujuan dari Pastor paroki.
    ibu tidak perlu melakukan itu, apabila, ibu tetap tenang, dapat mengendalikan diri, tidak stress, tidak khawatir, sedih atau gelisah berlebihan, tidak menguras pikiran ibu, dan bisa meminimalisasi semua hal negatif yang mungkin bisa timbul, apabila ibu memikirkan tindakan suami. Mengapa ? karena bila ibu tinggal bersama-sama suami, melihat hal itu di depan mata ibu, dan ibu tidak bisa melakukan semua yang saya tuliskan itu, maka cepat atau lambat, hal itu bisa mempengaruhi hubungan ibu dengan anak anda. terlebih jika fisik dan kondisi psikis ibu terganggu. Jika ibu ragu, sebaiknya, ibu melakukan apa yang suami ibu lakukan, cooling down, untuk sementara jangan bertemu dengan suami ibu, sampai ibu percaya ibu sudah bisa mengatasi situasi hati ibu, bisa mengendalikan emosi dan pikiran ibu untuk tetap fokus kepada keluarga, terutama pada anak.

    Saya tidak mengatakan tidak ada harapan suami kembali kepada ibu. Saya akan ceritakan 2 kejadian yang saya ketahui.

    1. Ada sebuah keluarga berkecukupan. suami dan isteri berasal dari keluarga mampu. tetapi keharmonisan keluarga mereka rusak karena suami ternyata mengaku telah berselingkuh dengan sekretarisnya dan dari perselingkuhannya telah membuahkan seorang anak. Sejak saat itu, rumah seperti neraka. si isteri bahkan sudah tidak bisa melihat muka suaminya karena terbayang-bayang perselingkuhan suaminya. Akhirnya si isteri menemui seorang konselor pernikahan. Konselor itu meminta si ibu untuk mengambil tindakan yang sebelumnya terbayangkan akan ia lakukan, yaitu berbuat baik dan melayani suami dengan penuh cinta tanpa cacat. Berat, tetapi akhirnya si isteri setuju. Ia kemudian belajar untuk menyapa suami. Menanyakan kebutuhan suami. menyiapakan kebutuhan dan mengantar suami berangkat kantor.menunggu dan melayani keperluan suami saat pulang kerja.Awalnya berat, tetapi lama-lama si isteri mulai biasa untuk bisa tersenyum lepas kembali(awalnya memang dipaksakan). Suaminya terheran-heran melihat perubahan isterinya ini. Dan karena tidak bisa menahan keheranannya, suami bertanya mengapa sang isteri mau berbuat demikian padahal tahu ia telah berkhianat. si isteri menjawab, karena ia percaya bahwa cinta lebih kuat dari kebencian.Suami terdiam. Dan keesokan harinya bertanya, apa yang harus ia lakukan dengan kondisi saat ini. Lalu sang isteri mengajak suami menemui konselor. sang konselor mengatakan, selesaikan urusanmu dengan wanita itu beri apa yang ia butuhkan untuk hidup dan bila ia tidak mau mengurus anak itu, pilihlah untuk mengadopsinya. Lalu itulah yang dilakukan suami, ia membuat perjanjian wanita itu, kebetulan karena keluarga mampu, ia memberikan materi yang cukup hingga si perempuan selingkuhannya itu setuju untuk tidak mengganggu sang suami. Dan seingat saya, suami dan isteri itu setuju untuk mengadopsi anak itu dan merawatnya dengan kasih sayang yang sama dengan anak-anak mereka.

    2. cerita yang hampir sama… seorang isteri yang suaminya berselingkuh. suaminya meminta cerai. Saat itu dunianya serasa hancur berkeping-keping dan ia tidak tahu apa yang harus ia perbuat. Seorang konselor menyarankan sesuatu yang diluar dugaannya bisa ia lakukan. sang isteri menyetujui perceraian itu asalkan selama 6 bulan suaminya mengijinkannya untuk memeluk dirinya sebelum berangkat ke kantor. Sang suami setuju dan menyampaikan hal itu kepada selingkuhannya. wanita selingkuhannya kesal tidak menerima, ia khawatir, itu trick sang isteri untuk merebut kembali sang suami. tetapi sang suami meyakinkan selingkuhannya bahwa itu tidak akan terjadi. Akhirnya hal itu pun dilakukan. Setiap pagi sang isteri memeluk suaminya dengan penuh kehangatan, sambil mengucapkan “hati-hati ya Mas” dan selalu tersenyum. Awalnya biasa saja, suami melengos pergi begitu saja. Tetapi itu tidak mempengaruhi sang isteri yang melakukannya. bulan demi bulan berlalu. Sang suami mulai menikmati dan terbiasa dengan kehangatan yang selalu diterima bukan saja pada saat ia berangkat kerja tetapi pada saat ia kembali. Sang isteri tetap melayani dia dan anak-anaknya seperti tidak terjadi sesuatu apa pun. suatu hari, sang suami bertemu dengan selingkuhannya dan mengatakan bahwa ia ingin kembali kepada keluarganya. Suami itu memutuskan bahwa di dalam rumah dan bersama keluarganya ia menemukan kebahagiaan.

    jika Ibu TN lihat, bahwa begitu besar pengorbanan sang isteri. sang isteri bisa saja gagal dalam usahanya, tetapi ia tetap berusaha yang terbaik. Bahkan mereka rela menderita berbuat sesuatu yang sebenarnya menyakitkan mereka. Jadi sangatlah salah apabila dalam kondisi seperti ini sang isteri melimpahkan emosi habis2an, pikiran dan tenaganya habis2an. Karena itu tidak akan memperbaiki kondisi di rumah, malah ia turut berperan memperburuk. Sang suami makin tidak betah di rumah, karena selalu bertengkar, selalu ribut. Di Kantor sudah pusing, di rumah menemui wajah suntuk dan bete sang isteri. malah itu menjadi alasan untuk pergi ke selingkuhannya. Belum lagi apabila hal itu hingga menelantarkan sang anak.

    Satu hal lagi yang perlu diketahui, masa sulit bukan saja pada saat masalah perselingkuhan itu dihadapi, tetapi ketika masalah itu sudah mencapai satu titik keputusan. Dan apabila suami memutuskan kembali, masa sulit itu tetap ada, yaitu saat sang isteri harus berusaha memaafkan sang suami dengan melayaninya sebagai seorang isteri yang baik dan dengan kasih. Hal ini akan semakin sulit jika setiap kali tidur bersama suami selalu terbayang saat suaminya sedang selingkuh. jika sikap mengampuni itu harus dilatih sejak masa sulit pertama dihadapi yaitu saat masalah perselingkuhan itu masih ada. dan ingat, pernyataan maaf itu bukan hanya kata-kata tetapi juga perbuatan dan pikiran. Karena tanpa keduanya, maaf itu hanya di level konsep saja.

    May God bless your steps

  18. untuk menanggapi tanggapan romo Sudrijanta kepada Agnes

    Romo menyarankan demikian : “Mereka yang tertarik untuk memahami dimensi mistikal dari Buddhisme dan Kekristenan, tulisan-tulisan seperti Thich Nhat Hanh barangkali lebih membantu. Misalnya, “GOING HOME, JESUS AND BUDDHA AS BROTHERS.”

    Tahukah apa perbedaan antara Yesus dan Buddha ?

    sebelum mengikuti saran Romo sudri silahkan baca artikel menarik berjudul

    “ARE JESUS AND BUDDHA BROTHERS?
    IF SO, THERE’S A SERIOUS FAMILY FEUD”

    (Apakah Yesus dan Buddha bersaudara ? jika ya, ada serius perseteruan keluarga)

    di http://www.catholic.com/thisrock/2005/0505fea1.asp.

    di bagian akhir artikel itu ada tulisan demikian :

    “Shortly before the Holy Father’s visit to St. Patrick’s Cathedral in 1979, the Dalai Lama was greeted there. A monsignor in the receiving line recalls his encounter with the Buddhist patriarch: The Dalai Lama approached him, gazed into his eyes, and queried, “Father, do you know the difference between you and me?”

    – Sesaat sebelum kunjungan Bapak Suci ke Katedral Santo Patrick di tahun 1979, Dalai Lama disambut di sana. Seorang Monsinyur di jalur penerimaan (tamu) mengingat kembali pertemuannya dengan kepala umat buddha: Dalai Lama mendekatinya, memandang matanya, dan bertanya, “Bapa, apakah kamu tahu perbedaan antara aku dan kau ?”

    “No, Your Holiness,” replied the monsignor.

    –”Tidak, yang mulia,” jawab Monsinyur.

    “You believe in a personal God,” the Dalai Lama observed, “and I do not.”

    –”Kamu percaya pribadi Allah, ” Dalai Lama mengamati, “dan saya tidak.”

    This, above all, marks the difference between Christians and Buddhists. Beyond the rhetoric of “peace,” “compatibility,” and “the way,” there remains one profound difference between Buddha and Jesus: Jesus is God; Buddha is not.”

    –Ini, di atas segalanya, menandakan perbedaan antara umat kristen dan umat Buddha. Di belakang retorika “kedamaian”, “kesesuaian”, dan “jalan,” ada tetap satu perbedaan yang sangat besar antara Buddha dan Yesus: Yesus adalah Allah; Buddha bukan.”

    Semoga semua menyadari, bukan masalah bagaimana kita berkomunikasi dengan umat yang beragama lain. Tetapi bagaimana kita tetap bisa melakukan hal itu, tanpa menghilangkan atau menyamarkan jati diri kita sebagai seorang Katolik yang taat kepada Gereja.

    Back to topik.. admin silahkan pindahkan tanggapan Agnes, jawaban Romo dan tulisan saya ini yang sebenarnya tidak nyambung dengan topiknya ke ruang dan topik lain. Karena sebenarnya mengganggu..

  19. Maaf yang saya maksud Agatha Hadiseputro bukan Agnes.. thanks

  20. Dear Ibu Agatha Hadiseputro & Mba Tn

    Terima kasih kembali Ibu Agatha & tentunya Mba Tn.
    Tentunya kita-kita hadir disini untuk berbagi.Semoga dengan banyaknya respon/tanggapan persoalan Mba Tn dalam kemelut rumah tangganya,dapat segera jalan keluar yang terbaik.
    Apalagi saudara-saudara seiman maupun yang lain sering bertandang kemari.Melihat betapa kesatuan persaudaraan kita ada semua disini untuk saling mendukung dengan Cinta&Belas kasih.

    Harapan saya terakhir kepada Mba Tn setelah melihat respon kami-kami ini mendapat keceriaan,serta membuka ‘kesadaraan’ yg seluas-luasnya untuk mengambil keputusan.Memang keputusan yang baik adalah dari diri kita sendiri&memohon pertolongan dari NYA.

    Mari kita saling bergandeng tangan untuk banyak kebaikan,mencintai sesama dengan memahami satu dengan yang lain.

    Salam sayang saya buat Ibu Agatha Hadiseputro&Mba Tn

    Love&peace

  21. Wah, Mbak TN… betapa banyak penghibur hatimu yang dulu lara. Semoga sudah berbinar, ya. Biar anaknya ikut bersinar.

    Saya rasa pendapat Pak Johan baik, ini kan gereja, kalau mau Buddha-buddha’an kenapa nggak langsung saja ke vihara, ya. Pak Johan, makasih ya pencerahannya, membuat aku tergugah terus diingatkan pada Tuhan Yesus, the lord. :)

    Mo, marah-gak marah, bahagia-gak bahagia, ‘Salam Awareness’ dulu, ya.

    Pak petugas kolekte, saya dah gak nunggak, lho. Boleh ikutan di sessi ‘Salam Damai’ , ya. Indah, jhe!

    Pulang misa bantu bareng masak rica-rica ama mas koster yang bersahaja. Tak cari bumbu di warung Mbah Darmo dulu, deh… :)

  22. Email dari Adik TN;

    =============

    Saya adalah adik dr TN (Suami Berpoligami dan Berniat Tidak Lagi Katolik), sebelumnya terima kasih atas dukungannya kpd kakak sy. Jawaban2 anda mengingatkan kembali akan ajaran Katolik yg begitu baik.

    Sebagai keluarga kami telah bersepakat untuk mendukung kakak kami, namun dukungan tersebut terasa sangat berat karena sejak pengakuan suaminya sampai saat ini masih banyak perbuatan suaminya yg membuat kami terus2an merasa kecewa (tidak diceritakan ibu TN di forum ini).

    Saya mengerti kalau TN akan lebih bisa menerima suaminya walaupun telah disakiti hatinya.. karena dia punya dasar cinta akan pasangannya. Tapi kami sebagai keluarga tidak mempunyai kekuatan cinta itu untuk bisa mendukung 100%.
    Peristiwa ini hanya diketahui oleh beberapa anggota keluarga, dan sejauh pengetahuan sy mereka cenderung menginginkan TN berpisah dgn suaminya.

    Mohon pendapat dari anda, bagaimana kami sebagai anggota keluarga terdekatnya bisa mendukung TN.

    Terimakasih
    MkA

    ==============

  23. Adik MKA yang baik.

    Senang saya membaca sharring singkatmu.Kecintaanmu sdh ada disini dengan memperhatikan persoalan kakakmu Tn.Sebagai ‘Kakak Tn’ barangkali sudah benar yg ia lakukan krn memiliki dasar Cinta.Sehingga hanya mereka berdua lah yg dapat memutuskan persoalan rumah tangga yg sedang dalam dilema apapun yg sdg dihadapinya.

    Berilah dukungan penuh kepada kakakmu Tn begitu juga dengan keluarga besar(dua belah pihak)untuk menolong ‘Sang Suami’dari kakak yg sdg dlm masalah.Dengan begitu pertobatan akan dtg dari suami kakak serta mendapatkan pengampunan yg mulia dari kakakmu.

    Doa dari seorang adik atau dari siapapun yg sungguh-sungguh tergerak&tulus memohon kepada NYA,pasti akan didengar.Dengan begitu harapan-harapan baik untuk kel kakak kan terhujut.

    Sampaikan kepada kakakmu ya kesemangatan& keceriaan didalam kehidupan ini agar kebahagiaan&keindahaan lahir kembali ditengah-tengah keluarganya serta buah cinta seorang ‘anaknya’ menjadi kesadaraan dari mereka berdua sebagaimana mereka dititipkan dari Allah utk mendidik/merawat/mencintai sibuah hatinya.Gbu

    salam

  24. Sdri.ku MkA ytks,
    Terharu ht sy… baca email anda, anda sgt care thd. kakak yg sdg menghadapi problema…sdh agak jarang sdr yg bgt care dijaman spt ini..Bbrp hr lalu, sy ajak kakak anda ikut bermdts, tp sy mmg tak tahu dmn kakak tinggal..apakah dekat gereja atau jauh…Nah,krn sy lg diluar kota..tapi sy tetep ingat pd. Mbak TN… dr kejauhan sy ingin menambahkan 1 hal lg, sapa tau bs..terjangkau dr segi jarak, bila berkenan,sudilah meluangkan wkt ikut Misa Romo, pastilah kakak anda akan mendapat pencerahan,hal ini spt yg sy sendiri alami dikala sy sdg down..sy menyimak Homili Romo,sgt membantu, shg pelan2 sy bisa tenang kembali,bebas lepas…Perlu sy tekankan disini ,bukannya sy Lekat dg Romo,sm sekali tdk .tetapi Homili2 beliau sgt “Universal “,tdk cuma sekedar teory ,tpmengcover problema yg dihadapi pd sebagian umat mns didunia, tdk hanya Paroki ST. Anna sj.. sungguh bs mjd obat,yg bs membantu ,membimbing ,memulihkan kita ,para umat ,spy kita hidup
    dlm keadaan APA ADA NYA,dengan sll menyadari, mengamati,tinggalkan pikran2 yg membelenggu kita, dan belajar masuk kedalam batin yg hening.. dan SIMPLE= SEDERHANA……..
    Marilah kita support kakak anda rame2…pastilah kakak akan bs , n lepas dr perasaannya yg sdg terbelenggu…Tentu sj semua itu hrs dg ketekunan.. ya…tdk bs dtg scr instant,bak membalik telapak tangan.

    Ini saja tambahan dr sy…semoga berkenan… namun sbg mns biasa sy mohon maaf kalau ada kata2 yg mengganggu, kt,mns. pasti tak luput dr kekhilafan,tak ada mns yg sempurna, KESEMPURNAAN hanyalah Milik Dia ,The Lord Almighty.

    Luv in Christ
    L

  25. Ibu TN dan adik MKA yg terkasih..

    Saya sungguh prihatin dgn apa yg terjadi. Saat ini ijinkan saya membagi cerita dgn ibu dgn apa yg pernh sy alami walaupun berbeda masalah,tapi sama rasa dan perasaan ibu..sedih,dll.

    Dulu saya punya masalh yg mengakibatkn sy pny sakit cemas,khawatir,pny rasa benci, dendam,sedih,dll yg gak bagus.
    Sampai suatu saat saya gak sanggup menahan beban dan perasaan yg slm ini sy tahan. Orang2 di sekitar sy mengatakan utk saya sll berdoa dan berdoa dan Iklas. Saya lakukan bu. Sy berdoa dan saya iklas. Tp ternyata dr pikiran dan kedalaman hati sy tersebut tidak sepenuhnya bs menerimanya. Di dalam diri sy sdh tll byk sy timbun dan sy gak kuat.

    Sampai2 sy cari2 di luar diri sy,yaitu, orang2 yg memiliki talenta penyembuhan baik fisik maupun luka2 batin. Sy ikuti bu. Tp ternyata hasilnya nihil,sy malah makin stres,sedih yg berkepanjangan, kecewa,takut,gelisah,bingung dan jd susah tidur..Malah makin byk pemahaman2 yg makin bikin sy stres dan bingung. Harus bikin begini,harus begitu..

    Akhirnya Tuhan bukakan jalan sy,sy bertemu dgn Romo Sudri, dan beliau mengajak saya dan suami sama2 masuk dlm keheningan. 15 menit pertama,kepala sakit minta ampun,smp saya muntah2. Kmdn dilanjutkan lg dan bs 35 menit.Pulang dr sana,sy dapat tidur dgn nyenyak dan tnp bantuan obat tidur. Suami sy yg liat sy tidur nyenyak sekali.

    Di sini saya bukan minta dan mengajak ibu utk ikut meditasi. Semua dr ibu adanya.Kita ttp berdoa dan kita jg menyadari gerak batin ini yg ada di dlm diri kt masing2. Krn mudah sekali orang mengatakan kita harus iklas dan ampuni. Tp apakah bnr2 batin sudah melepaskan pengampunan dan ada keiklasan?Sy hny ceritakan apa adanya. Di dlm meditasi ini,saya mengamati dan menyadari gerak batin saya yg sebenar2nya..Jk slm ini sy katakan,saya gak dendam lg,sy udah iklas kok,itu udah masa lalu. Tp ternyata di kedalaman hati sy tdk demikian adanya,msh suka teringat.. Tp skrg sudh dpt sy sadari setelah sy masuk ke keheningan. Pelan2 dan melalui proses luka2 batin saya dapat sembuh bu..tdk ada lg kecemasan,kekhwatiran,kesedihan,dendam dll.Luka2 batin ini telah sembuh. Tidur makin nyenyak,badan makin sehat. Skrg ini saya msh terus menyadari gerak batin saya bu. Tdk perlu kita mencari2 keluar pertolongan.. Pertolongan kita ada di dalam diri kita. Dgn masuk ke dalm keheningan kita bisa tahu dan apa yg akan kt lakukan pun dgn tindakan murni tnp emosi dan akan banyak perubahan yg kt dapatkan di dlm diri kita dan di luar diri kita,termasuk keluarga dan lingkungan luar kt.

    Smg sharring sy dpt bermanfaat bg ibu. Tuhan memberkati..

    Salam kasih
    Aida

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>