Setiap kali konflik, istri minta cerai
Saya laki-laki usia 35 th, menikah dan mempunyai 1 org putra usia 3 th. pernikahan kami sudah menginjak usia +/- 5 th. saya seorang karyawan di sebuah perusahaan, cacat fisik karena kecelakaan lalu lintas 8 Th yll. Dalam lika-liku perjalanan pernikahan kami mengalami masalah finansial.
singkat cerita :
jujur saja karena keterbatasan keuangan maka istri saya sebagai membantu mencukupi kebutuhan keluarga kami. saya kadang pernah menangis dalam hati karena melihat istri saya begitu berharganya bagi hidup saya. pada suatu hari saat pertengkaran terjadi ada kata-kata yang sering di lontarkan dari istri saya yaitu ” Perceraian” entah berapa kali dia berkata seperti itu sampai sekarang dan saya tidak komentar jika dia berkata seperti itu. saya jujur saja apa pun permintaan istri telah saya laksanakan antara lain: tidak boleh melakukan kebutuhan biologis selama 4 Th. jujur saja padahal kalau saya mendapatkan rejeki walaupun sedikit saya berikan ke istri.
maaf………..saya tidak sanggup lagi untuk meneruskan cerita ini lagi……….
mohon saran pemecahan dalam permasalahan ini.
sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terimakasih.
HWR
==========
Silahkan menanggapi.







Dear Bpk HWR.
Saya turut prihatin atas kisah rumah tangga yg bpk alami saat ini.Saya mencoba memberi respon pertama di web ini.Alkisah ini adalah kehidupan umat manusia di dunia yg tidak sendiri yg bpk alami.Banyak sekali kemelut rumah tangga bermacam-macam semua menyerupai satu dgn yg lainnya.Begitu juga yg dialami sahabat sy ia wanita yg di serang terus oleh suaminya dengan kata’becerai’.Namun sampai saat ini keadaannya sudah jauh lebih baik.Yang tak terasa mungkin bagi orang lain,namum mungkin bagi “Sang Pemberi kehidupan” ini.
Pertama-tama saya memberi saran,bisakah batin bpk terbebaskan dahulu.Melihat reaksi-reaksi batin/pikiran/perasaan.Bisa rasa derita/sedih/putus asa/kecewa/penderitaan.Diamati-terima semua itu apaadanya,tanpa berlari utk kesana-kemari mengaduh/perasaan bersalah/perasaan malang-tiada kuasa-tiada harapan dsb.
Kalau bpk sdh perlahan-lahan’menyadarinya’semua itu.Segala’keakuan’yg msh ada didalam batin&pikiran perlahan2an di tuntaskan dengan mau menerima apaadanya’ego’tiada.disana batin ter’bebaskan dari semuanya itu.
Sepertinya ko mudah ya hny bicara?kalau tdk merasakan?nah.kt disini untuk lagi2 berbagi.Dari beberapa pengalaman teman2.Kalau kt tdk mencoba untuk menyadari disetiap gerak pikiran/batin kt yg ada semua menjadi spt diatas!Masalah yg bisa terselesaikan kalau kt lebih dahulu sadar’diri’ini siapa?yg tak lain mahluk yg lemah.kenapa lemah?krn pikiran kt yg diandalkan.Pikiran sibuk untuk’diri’kt.Sehingga yg dirasa bpk adalah yg paling merana-istri tdk mengerti-seharusnya begini-begitu.Sampai2 bpk sedih krn kebutuhan biologis sdh dibuat aturan oleh istri.Mari bpk mencoba melihat kedalam hati bpk lagi(Cinta yg tulus).timbulkan rasa/kenangan baik wkt pertama bertemu.bukankah ada janji untuk berkorban sehidup semati sehingga maut memisahkan.Apapun prilaku yg kurang dari istri saat ini!itu menjadi”pengorbanan bpk”.
Kalau ucapan istri barangkali mengulang2 kt cerai&masih bisa di diamkan oleh bpk,asal hati bpk sungguh iklas.Dan tidak ambil tindakan lbh dahulu,atau mau mengajak kembali diskusi2 yg tdk mementingkan ‘diri’sendiri untuk dikasihi oleh istri.Barangkali dgn sikap yg bpk tujukan akan meluluhkan hati sang istri.Karena sikap bpk yg tdk banyak menuntut kpd istri.Yakin kesadaraan nya dtg,krn melihat sikap suami yg tegar/tetap penuh kasih/menyayangi anak/mau menolong istri jika ia memerlukan bpk.
atau bpk menganggap istri bagian dari keluarga/sahabat.Bukan sebagai pasangan hidup yg mesti melayani/mengasihi saat bpk menderita.dengan sikap itu saya rasa dapat membantu,membuka kesadaraan kepada istri.
Ada perkataan doa2 yg sangat baik:semoga aku lbh ingin menghibur daripada dihibur,memahami daripada dipahami,mencintai daripada dicintai.Sebab dgn memberi aku menerima,dengan mengampuni aku diampuni.Kalau sdh bpk Imani&sadari kata2 ini,dengan segala kerendahaan hati serta ketulusan bapak,kesedihaan itu akan berakhir.IA akan mendatangkan sukacita yang berlimpah.Kepenuhan Cinta dari NYA tak pernah hilang/pergi sedetikpun.Senantiasa memberi hal baik dibalik krisis rumah tangga bpk.Yakinkan itu semua dengan hati yg sungguh-sungguh tulus dengan penuh kepasrahaan pada Allah Bapa kita semua yg selalu tinggal di setiap hati siapapun yg mengasihi&mencintai melebihi dari ‘diri’nya sendiri.
Inilah kesukaan sy untuk berbagi,shg panjang tulisannya semoga yg membaca tdk jemu & bosan.Terutama kpd Bpk HWR ada jalan baik
untuk berdoa dalam ‘keheningan’moga2 membantu&terselesaikan persoalan keluarga bpk&semoga sang istri bisa membacanya juga?sehingga ada kembali kasih diantara kalian berdua&putranya.
Tuhan Yesus memberkati&menolongnya..ya!!
peace
Bpk HWR ytk,
Tanggapan dan saran dari ibu regina sudah sangat lengkap dan baik, saran saya hanya menjadi bagian dari tanggapan ibu regina, tapi sebelumnya saya mohon maaf jika kata-kata saya tidak berkenan di hati Bpk.
Sebagai pria tentu saya mengerti sekali apa artinya kebutuhan biologis tidak terpenuhi selama 4 tahun. Tapi saya ingin mengajak Bpk berpikir sebagai berikut :
Kebutuhan biologis bukan segala-galanya dalam kehidupan suami istri, bpk tetap dapat hidup bahagia tanpa itu. Mungkin Bpk akan berpikir mudah dikatakannya. Untuk menjawabnya saya ingin mengajak Bpk melihat lebih dalam lagi. Saya tidak tahu apa penyebab konflik dan sejauh mana kecelakaan tersebut membuat bpk cacat, tapi hal yang pasti dalam setiap konflik ego sangat berperan, baik ego bpk maupun istri bpk. Ego istri diluar kuasa bpk, maka sebaiknya kita tinggalkan saja, tidak usah dipikirkan. Cobalah amati dan sadari ego bpk, amati apa yang dirasakan oleh ego bpk, apakah dia merasa harus dikasihani karena cacat, apakah ego menuntut istri melayani bpk dan mengasihi dengan lebih karena kondisi bpk, apakah ego menjadi malas dan takut,atau justru ego tidak menerima keadaan / kenyataan yang ada, sadarilah itu dulu semuanya dan bebaskan dari semua rasa itu
Bpk mengatakan berusaha memenuhi semua permintaan istri, coba amati dan sadari kenapa bpk melakukan itu, apa yang ada dipikiran bpk, apakah bpk takut ditinggalkan istri? Atau bpk memang menCINTAi istri, kalau bpk sungguh CINTA sadarilah cinta itu dengan sepenuhnya, doa yang disebutkan ibu regina sangat baik, ulanglah doa itu sesering mungkin, bpk akan menyadari CINTA yang penuh, yang sesungguhnya adalah diri bpk, semoga kesadaran itu akan membantu bpk menerima kenyataan apa adanya, melakukan permintaan istri bpk, tegar dan percaya diri, terus mengasihi istri apapun kelakuannya.
Renungan hari ini sungguh baik untuk saya teruskan kepada bpk, bersihkan diri, hati dan jiwa dari dalam terlebih dahulu, kalau batin ini sudah bersih maka bpk dapat membantu yang diluar (istri) menjadi bersih juga, jadi berhentilah mengasihani diri sendiri, jangan biarkan masa lalu mengekang bpk dan masa depan membingungkan bpk, lakukan yang terbaik hari ini, Tuhan memberkati.
maap pak, sy ga bs kasi feed back panjang lebar krn sy cuma menengkap separuh cerita, tanpa mengetahui keluh kesah istri anda, dia berbuat sekejam itu tentu krn punya alasan tersendiri juga.
Saran saya, coba cari solusi lewat orang ke tiga.
Apa anda punya kenalan yg dekat dan sama2 disegani oleh anda maupun istri? paman, RT, RW, mertua, ketua lingk mungkin, ato romo paroki maungkin?
konsultasikan masalah ini scr terpisah supaya pihak ke tiga (yg netral tentunya) bs mendengar semua keluhan dr anda maupun istri, lalu selanjutnya kalian duduk ber-tiga utk mencari jalan keluarnya.
ato anda bs coba ikut grup marrige encounter aja di gereja, biasanya klo banyak temen (temen yg senasib) kan lbh enak utk sharing.
masalah komunikasi kadang keliatan sepele tapi klo didiemin terlalu lama akibatnya bs berabe.
Dear Pak HWR,
karena bapak menikah dengan ibu ya berati kalo ada masalah ya harusnya diselesaikan berdua. Coba bapak lihat dari sudut istri: mengapa dia sering minta cerai. supaya bapak tau jawabnya tentu bapak harus mengajak dia komunikasi, tanya langsung apa masalah sebetulnya:
apa karena masalah uang? ato karena cacad fisik? ato dia rasa bapak kurang bersyukur? ato karena bapak omong kasar, menurut perasaannya? apa bapak kurang mijeti dia?
Carilah jawabnya. Ajak duduk berdua yang tenang. Jangan ajak berantem ya. Kalo bapak diam saja maka, ibu jadi makin gemes lalu makin sering ngancem.
Ibu katolik? Kalo ya, ajak berdoa bersama. seberantem apapun, explisit katakan apa niat baik bapak. ajak ke gereja, ato Bunda Maria.
Pak, orang kalo sering berantem jauh rejeki. Ini pengalaman pribadi lho, jadi emang terjadi pada keluarga kami. Bedanya, kami tidak pake berantem. Masalah keuangan paling parah dalam hidup berkeluarga kami terjadi 10 tahun lalu ketika tiba tiba kami harus keluar dari rumah kontrakan. Kami strss berdua. Saking stressnya kami tidak tau mesti apa selain berdoa berdua. Percaya saja Tuhan pasti tolong. Lalu ternyata itu adalah saatnya Tuhan menolong kami untuk punya rumah sendiri. Kalo saja waktu itu kami tidak terpaksa keluar dari rumah itu, mungkin sampe sekarang kami tidak punya rumah, keenakan ngontrak. kalo saja waktu itu kami lalu berantem, dari mana kami bisa berpikir jernih? kan tambah stress to…
So, semakin sulit beban hidup, semakin harus kompak, semakin harus saling menemani berdoa.
kalo ibu nekaaaad minta cerai, bapak jawab deh,”Baik, tapi aku akan ikut kamu kemana pun kamu mau. Aku kan lelaki Katolik. Lelaki Katolik sejati bersatu dengan istrinya…” Lihat aja apa dia masih bisa ketawa…
salam, rin
Permasalahan Bp. HWR ini cukup ruwet, mungkin informasinya agak kurang tepat, mohon maaf kalau saya keliru, yaitu : Bp. HWR menikah +/- 5 th, anak umur 3 th, tidak boleh berhubungan badan 4 th. Dari data ini apakah ada masalah dengan orang ketiga (sekali lagi mohon maaf). Kalau pokok permasalahannya tidak diketahui dengan tepat maka usulan pemecahannya juga akan keliru.
Yang ingin saya sampaikan disini terutama ialah bahwa berdasar pengalaman mengamati diri sendiri maupun rekan-rekan lain, ternyata ungkapan ” kecemasanmu adalah doamu” pada umumnya memang menjadi kenyataan, apa yang dicemaskan justru malah terjadi. Bahkan artis-artis penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu sedih atau penderitaan, tak lama lagi muncul di infotainment sedang mengalami masalah sebagaimana lirik yang dinyanyikan itu.
Jadi, hanya sekedar anjuran, mulailah mencoba melihat permasalahan yang ada dengan kacamata positif, karena dengan berkeluhkesah ternyata permasalahan tidak hilang tetapi malah menambah beban hidup.
Saya sendiri selalu mencoba menyadari kehadiran Allah dalam hidup ini, dan meyakini bahwa Dia selalu peduli, menolong dan akhirnya ….menyelamatkan, sehingga dalam perjalanan hidup ini saya masih bisa tersenyum walaupun tekanan begitu menyesakkan (sampai-sampai, pada waktu itu, saya mengira bahwa yang memberi penderitaan itu Tuhan sendiri…ampuni aku ya Tuhan).
Tuhan, utuslah Roah Kudus-Mu bagi bp. HWR ini agar dia menemukan jalan yang tepat dalam memecahkan masalahnya, sebab Engkaulah Sang Pembebas sejati selama-lamanya. Amin
to ADMIN:
si bapak ke mana MIN? koq ga bales komen kita2? ato jangan2 udah rukun ama si mamak yah? lagi jalan2 sekeluarga ke taman mini. syukurlah klo gitu MIN.
case closed