Seorang Buddha ingin menikahi seorang Katolik tidak aktif
Maaf, saya mau nanya klo misalnya saya non katholik (buddha) tapi pasangan saya katholik apakah bisa menikah di agama katholik dan saya bersedia untuk mengikuti agama calon suami saya… tapi gimana caranya dan saya dengar-dengar untuk menikah saya harus memerlukan waktu sampai 1 tahun apakah tidak bisa kalo dipercepat dan apakah harus ikut kursus terlebih dahulu…
saya malu untuk datang langsung ke gereja karena kebetulan calon suami saya juga tidak aktif di gereja.
gmn solusinya ya?
oh ya ada lagi calon suami saya juga belum komuni jadi apakah bisa kami berdua menikah di gereja. apakah saya harus dibaptis n komuni juga serta apakah kami harus mengikuti katakumen yg lama sampai 1 tahun serta bagaimana prosedurnya dan syaratnya soalnya saya ingin menikah tahun depan tapi kami bingung dengan pemberkatan nikah kami tolong bantuannya agar kami bisa menikah di hadapan tuhan.
terima kasih
DHS







@DHS.. anda tidak perlu menjadi Katolik dulu untuk menikah secara Katolik. Dengna dispensasi dari ordinaris wilayah atau keuskupan, maka anda bisa mengukuhkan pernikahan anda di Gereja Katolik. Suami anda akan diminta berjanji untuk menjaga imannya dari bahaya dan dengan semaksimal mungkin membawa anak-anak kalian ke dalam Gereja Katolik.
sifat pernikahan kalian bukanlah sakramen pada saat nanti dikukuhkan. Tetapi bila kelak kamu dibaptis secara Katolik, maka otomatis sifat pernikahanmu adalah sakramen. Memang syarat untuk menerima baptisan Katolik adalah belajar mengenai iman Katolik. Bagi anda yang memiliki dasar iman yang sangat berbeda dengan iman kristiani memang [pada umumnya] membutuhkan waktu yang relatif lama [biasanya 1 tahun]. Tetapi jika ini merupakan panggilan Allah dan anda hendak menjawabnya dengan kesungguhan hati [bukan hanya semata karena iman [calon]suami anda] maka hal ini tentulah bukan suatu masalah.
Yang menjadi pertanyaan saya.. bagaimana ia [calon suami] belum menerima sakramen Ekaristi (komuni) ? Jika ia baptis dewasa, seharusnya juga menerima sakramen Ekaristi. Pun, bila ia baptis bayi.. mengapa terjadi penundaan yang sangat lama hingga dewasa. Coba ditanyakan lagi, bagaimana hal ini bisa terjadi.. Ini sesuatu yang janggal, atau hanya mis-informasi/ ketidaktahuan. Coba ditanya atau bila perlu temui romo paroki untuk menanyakan hal ini.
Saya berharap calon suami anda hanya tidak aktif dalam arti tidak berperan serta dalam kepengurusan, tetapi aktif menjalankan kewajibannya sebagai seorang Katolik, seperti ke Gereja setiap hari Sabtu Sore atau Minggu, menerima sakramen tobat minimal 1x dalam 1 tahun, merayakan hari raya wajib Gereja Katolik, memberikan persembahan untuk GEreja, berpuasa dan berpantang pada hari yang ditentukan.
Mengapa ? karena hal ini sangat baik untuk membangun perkawinan dan keluarga kalian kelak. Agama adalah salah satu media untuk merekatkan perkawinan kalian sesuai kehendak Allah [menghindari/mencegah terjadinya pertikaian yang menyebabkan keretakan bahkan perceraian], membimbing kalian membangun keluarga yang harmonis. Mengajarkan iman dan moral yang benar kepada putra-putri kalian kelak. Jadi ingatkanlah ia, dan ajaklah ia untuk menjalani kehidupan iman-nya dengan baik dan benar, dan kelak hal ini akan menjadi pupuk yang subur bagi perjalanan perkawinan kalian nanti dari awal-nya, sehingga kalian akan menikmati buah-buah dari rahmat Allah yang memberkati kalian sebagai saksi cinta-Nya di dunia..
May God bless your steps..
Halo,
saya mau tanya. Saya budha dan calon suami saya katolik tapi belum dibaptis. Apakah kami boleh menikah di gereja tanpa dibaptis terlebih dahulu/dalam proses katakumen? Karna waktu yang diperlukan untuk katakumen paling cepat 1tahun. Sedangkan kami akan melangsungkan pernikahan dalam 6 bulan ini.
Trims. GBU
@Ly,
bila ia sudah menjadi seorang Katakumen hal itu bisa dilakukan.
silahkan berkonsultasi dengan pastor paroki…
Hope this helps..