Seks, Keinginan, dan Perjuangan Hidup

Berikut ini kami tampilkan dialog antara Mr Key seorang eks-korban narkoba dengan Sudrijanta seputar seks, keinginan, perjuangan hidup. (Admin)
============

Hi padre…Nama sy Mr Key, umat paroki st.anna, senang sekali jika misa anda yg mempersembahkan, kotbahnya lain drpd yg lain (jujur nih, bukan bermaksud memuji2) dan yg paling penting anda sangat terbuka dlm penggembalaan umat, terbukti dr alamat e-mail anda yg sy dpt dr facebook, bener2 go publik bgt (klo romo2 yg dl boro2, no hp nya aja cm umat tertentu yg punya) hal ini membuat sy berani utk mendekatkan diri ke romo, figur gembala yg exclusive mendadak berubah mjd gembala yg ‘bau kambing’.

Pertama2 sy mohon maap bila sy email lgsg ke sini, krn sy agak sungkan mau tanya2 di forum (membernya org2 dines smua, bahasanya rapih2 dan bnyk istilah2 gak umum), dan semoga Romo mau membalas email saya kapanpun anda sempat, terserah lah, tahun dpn, 5thn lg lg jg gpp…

Saya ingin bertanya ttg ‘nafsu’, hal yg alami rasanya… sdh ada satu paket dlm setiap manusia tak terkecuali anda, nafsu yg utama adlh nafsu manusia utk bertahan hidup yg paling kecil bentuknya adlh nafsu makan dan minum, lalu diikuti oleh nafsu utk mempertahankan kelangsungan hidup dgn cara berketurunan alias kawin. cukup dua nafsu ini saja yg mau sy bahas…

kedua nafsu yg standard ini lalu berkembang dan berevolusi seiring kebutuhan manusia sehingga menjadi luas, keinginan utk makan lalu diikuti dgn perbuatan mencari nafkah, dan ketika nafkah sdh diperoleh lalu munculah keinginan utk memberi makan ‘lapar mata’, ini sdh mulai yg aneh2 pastinya, banyak konflik yg terjadi klo sdh smp tahap ini, dan org bs banyak berubah drastis ketika menggapai keinginan ini aplg klo sdh keturutan.

lalu nafsu yg kedua, juga sama, mungkin cuma sedikit saja org yg bs menahan nafsu ini sampai ke titik nol, at least smp bener2 sah dlm pernikahan, banyak yg menuruti nafsu ini jauh sblm menikah, dan banyak jg yg mengumbar nafsu ini sesuka hati justru setelah sah menikah, sungguh kacau dan dilemma dua-duanya. mengikuti nafsu malah jd konflik, pdhl nafsu itu sendiri sdh melekat sejak awal dlm diri kita.

Pada artikel Romo ttg kotoran batin, hal ini disebutkan sbg ‘keinginan’. saya mau tanya, apkah keinginan dgn nafsu itu berbeda? koq rasanya sama aja yah? trus anda tulis “tindakan yg sesungguhnya tdk bermula dr keinginan, tp dgn tdk adanya keinginan justru mjd tindakan total” saya mau tanya, apa bisa manusia mematikan keinginan nya sdgkn arus kehidupan menuntut utk bertindak setiap saat? bingung saya.. bs jd klo dijawab malah makin bingung nantinya…saya ganti aja deh pertanyaan nya:

- gimana caranya meminimalisir keinginan yg merongrong? (keinginan utk cari nafkah, keinginan seks, keinginan utk menyenangkan org yg kita cintai, dll)
- apakah hanya cukup dgn bekerja apa adanya tanpa nafsu utk mjd sukses dan dpt menjamin kelangsungan hdp anak2 kelak? koq rasanya ga mungkin yah…
- apakah kita perlu berpasrah dan meyakini ttg ‘hari esok yah apa jadinya nanti lah, kan Tuhan sdh mengatur dgn baik”? koq kesan nya ky org pasrah dan pemalas…

Atau mungkin ada cara yg jitu utuk membuat keinginan, batin yg tenang, dan religi bs berjalan dgn selaras semua? selain meditasi ada kah cara lain? sugesti utk pola pikir sy yg sempit ini mungkin? ato solusi2 yg selama ini tdk kelihatan oleh mata hati sy yg spt empang duren sawit ini mungkin?

I need your help Padre… mumpung sy msh muda dan msh banyak energi, agar tdk salah arah nantinya…

Sy makin bingung Mo, makanya sy mau tanya lgsg ke anda… gimana cara agar hdp kita balance semuanya? krn barusan ini teman saya yg sy kenal dan sy jadikan role model krn kehidupan rohaninya yg kuat dlm teori maupun praktek (sungguh), dan karir nya yg sukses bgt, mendadak hancur total dlm wkt singkat gr2 dia ngikutin nafsu dlm hal kerjaan… jd kesimpulan sy, sy hrs pilih slh satu… jd org sukses apa jd org lurus? ga bs jd dua2nya, pasti gagal gr2 nafsu… hiks… parah… dilemma…

santai aja bales email nya Mo, cari wkt yg bener2 enak buat bales email, sy ga nafsu ingin buru2 mdpt jwbn koq… thanx u for just read my email and pray for me…
============
Halo Bung Key

Pertanyaan anda mendorong saya untuk menulis topik tentang seks. Tulisan itu sudah saya posting di situs resmi. Silahkan membacanya.

Saya menanggapi sedikit soal keinginan dan tindakan. Bagi kebanyakan dari kita, tindakan bersumber dari kemauan atau keinginan dan penggerak semua itu adalah pikiran. Pikiran adalah respon ingatan terhap tantangan. Maka tindakan yang bersumber dari pikiran sebenarnya bukan tindakan, tetapi sekedar REAKSI dari pola tertentu yang sudah ada dalam ingatan.

TINDAKAN yang sesungguhnya bersumber bukan dari pikiran. Kalau bukan dari pikiran lalu dari mana? Sebut saja keheningan atau realitas lain yang tidak bisa ditangkap atau dirumuskan pikiran.

Maka tidak ada tindakan tanpa diam (otak yang diam, hening). Kalau tidak ada diam, maka hanya ada reaksi (dari pikiran).

Pikiran (keinginan, kemauan) atau ego kita butuhkan untuk mencari nafkah dan bertahan hidup. Tapi untuk mencari nafkah melulu hanya menggunakan pikiran atau ego justru membahayakan atau merusak dirinya sendiri. Maka perlu ada kearifan atau kecerdasan. Tetapi kearifan atau kecerdasan ini bukan berasal dari akumulasi pengetahuan, pengalaman atau pikiran.

Silahkan menyelidikinya lebih jauh tapi bukan penyelidikan intelektuil karena eksplorasi intelektuil tidak akan membawa kita kepada pemahaman yang melampaui pikiran.

Apakah diperbolehkan dialog kita ini saya posting di situs resmi?
Sudrijanta
============
wah… serius Padre? dimuat di blog? thanx uuuuu… menuju TKP aahh…

ini sy agak mulai terbuka sedikit loh pemahaman ttg tindakan, yg dimaksud keheningan / realitas beyond understanding itu mungkinkah Sensus Vitae? yg menggerakkan tindakan yg sesungguhnya… emang bener sih klo mau sinyal kita kuat utk mendengar Sensus Vitae kita kudu belajar ‘diam’…. dl sy pernah mengalami kondisi sinyal kuat itu, tapi ketika sy mengaplikasikan sensus vitae itu kdlm dunia bisnis…. sy jd agak gila… hahahaha… ga bisa Mo, bertentangan bgt, bisnis itu kejam dan licik.

sesungguh nya hati kecil ini rindu bgt mendengar sapaan angin ketika hening dan clue2 dr sensus vitae, tp apa daya….jgnkn utk ‘diam’, utk memejamkan mata aja susah bgt, banyak slide pictures mondar mandir di kepala saya. dan image2 itu semakin jelas gambar dan warnanya seiring asap rokok yg masuk ke pembuluh darah. hidupku sdh ngelantur ini, saya mau seperti saya yg dulu lagi… tp kudu beresin masalah satu persatu dl, tp itu sesungguhnya yg jd masalah, bukanya bs kembali malah makin ngeblangsak ga karuan. sebel deh..

Yah sudah lah, kadang sy sadar bhw yg terpenting bukan sukses atau tidaknya, tp agar selalu setia kpd panggilan hidup itu yg paling penting, cuma kesadaran itu tdk 100% melekat pd diri saya, seringkali saya dibutakan oleh mata saya yg tdk buta ini… asem.. rasanya klo udh sadar kepingin menculek mata ini. hahahahaa… guyon Mo

eh Mo, mengenai tawaran saya utk membantu keluarga korban narkoba jgn lupa yah…. sy bs terbebaskan krn pelayanan ibu inge, jd sy merasa hrs menolong jg kpd para korban2 yg lain… at least biar sy berguna dikit lah dlm kehidupan yg singkat ini… hehehe. waktu saya bebas koq, ga terikat jam kantor, ga punya bos, jd anytime anywhere lah… (asal jgn diminta sharing ddpn umum, coz sy agak2 pemalu)
peace
-Key-
===========
Batin yang kacau bisa menjadi tertib. Bukan lewat perjuangan yang lama, sedikit demi sedikit atau bertahap, tetapi lewat perubahan seketika. Perubahan seketika itu datang kalau kekacauan batin itu disadari secara tuntas saat kemunculannya, bukan setelahnya.

Anda bisa mulai dengan membiasakan diri untuk sadar bahwa anda tidak sadar. Tidak ada skala kesadaran dari 0%-100%. Yang ada hanya sadar atau tidak sadar. Kalau sadar, maka gerak kelekatan itu berhenti seketika. Lalu kelekatan itu muncul lagi kalau tidak ada kesadaran. Tapi kalau sadar kembali saat kelekatan itu muncul, maka di situ sudah ada revolusi batin. Anda bisa bereksperimen dengan soal ini.

Korban-korban narkoba atau AIDs/HIV pada umumnya malu untuk diketahui publik. Saya di sini sudah didatangi sekitar 10 orang korban selama 2 tahun ini dan mereka ada kecenderungan menutup diri. Barangkali mereka akan bisa mengambil manfaat dari sharing anda melalui situs ini.

Bravo
Sudrijanta

8 Responses to “Seks, Keinginan, dan Perjuangan Hidup”

  1. selamat pagi Romo selamat pagi Mr Key. Mr Key ini boleh nggak, kalau dia mau, diajak ke penjara, kunjungan ke rutan PB untuk memberi kesaksian bukan untuk dijebloskan.

    Terima kasih. Maaf saya terburu2.

    Salam,
    Mpt

  2. Hi Mr Key and Rm Sudri,

    Dialog yang menarik, persoalan nyata yang ada diantara kita dan itu banyak sekali ada disekitar kita. Saya salut untuk Mr Key, anda bisa sharing untuk masalah anda itu sudah merupakan sesuatu yang sangat baik karena tidak semua mantan narkoba ataupun HIV aids bisa melakukankannya, mereka ada rasa minder, cenderung menutup-nutupi padahal dengan keterbukaan seperti yang anda lakukan pasti bisa anda kembali dan bangkit lagi. Juga keinginan anda untuk berbagi bagi para korban, it is a great!

    Sedikit mengenai kedua nafsu yang anda share kan diatas, menurut saya selama masih merupakan keinginan, pengejaran ataupun pelarian maka kita akan terjebak dalam pikiran yang justeru sangat jahat.

    Bila ada cinta/kasih maka apapun yang kita lakukan akan dilaksanakan dengan senang, semangat , tidak tertekan, dalam usaha menghidupi keluarga, juga pasti dilakukan dengan batin yang tenang dan tentunya tidak akan meninggalkan keluarga karena kalau kita bekerja super hebat misalnya lalu melupakan keluarga, apakah ada cinta disana karena keluarga anda jadi korban & terlupakan? Demikian juga dengan nafsu seks, semuanya akan indah bila dilakukan dengan penuh cinta dan kasih. Cinta yang tulus biasanya menginginkan bahwa orang yang kita sayangi misalnya keluarga atau siapapun berbahagia bukan sebaliknya. Kalau kita benar-banar mencintai maka kita tidak ingin orang yang kita cintai menderita.

    Dalam tulisan Rm ttg Revolusi Batin adalah Rev sosial jelas disana bahwa harus terjadi transformasi dalam hidup kita, dalam dunia kerja istilahnya kita menjadi change agent , bukan suatu evolusi, yang sedikit demi sedikit /bertahap. Semua orang bisa termasuk anda saya yakin untuk itu, caranya paling sederhana masuk dalam hening dan batin kita akan tenang , trust it, it works.

    salam,
    mary

  3. hai MPT, nice to know you…

    pertama2 sy mau izin chat di sini dgn anda kpd admin, krn sy ga tau alamat e-mail anda.. sori min, bikin berat server nih..

    Terima kasih utk ajakan anda melayani di LP pondok bambu, konon katanya napi wanitanya cakep2 yah? sori jd ngelantur bro. btw, saya itu tdk bisa krn tdk terbiasa utk sharing di depan umum, bisa buyar semua apa yg sdh saya siapkan. namun saya punya sedikit pengalaman sbg tahanan yg mungkin bs anda jadikan acuan utk melayani para narapidana.

    Dulu ketika saya menjalani hukuman, kami pun sering didatangi org2 dr bermacam2 gereja, tentunya kami sangat senang dan berterima kasih. namun dibalik itu semua, esensi yg kami dapatkan cuma satu, yaitu penghiburan, tdk ada yg lain, tdk mengubah hdp kami sama sekali. pdhl mestinya inti pelayanan yg baik itu tdk berhenti pd penghiburan saja, pasti ada puncaknya yg lbh mulia, tujuan membawa insan utk dekat kpd Tuhan. tak terkecuali siapapun dan dr agama apapun. Pandangan saya ttg dekat kpd Tuhan lebih ke arah perbuatan nyata yg bukan doa, melainkan relasi dgn sesama yg baik.

    Kenapa sy bilang cuma penghiburan? karena, yg pertama pasti kami senang sekali jika mendapat kunjungan pelayanan maka kami diperbolehkan keluar dr sel sempit, menghirup udara segar, melihat awan dan berjalan menuju gereja (jalan kaki sejauh 100m itu merupakan hal yg sulit diperoleh di dalam sana), dan selanjutnya di gereja biasanya kami diberikan makanan yg enak2 dibadingkan dgn makanan jatah sehari2 tentunya, lalu biasanya para pelayanan jg memberikan suvenir berupa peralatan mandi dll.
    Cara ini sudah benar utk menarik simpati melalui perhatian, lalu setelah hati kami bahagia barulah kami diajak utk berdoa dan didoakan, suka cita luar biasa kami rasakan.

    Sayangnya, sukacita itu tdk berlangsung lama, hanya sesaat ketika kami kembali ke kandang kami masing2, semua itu hilang lenyap, yg berbekas hanyalah suvenir, dan perut yg kenyang tentunya. wakakakaka. kembali lagi ke realita yg menyedihkan, semua mjd dingin seperti semula.

    Sayang yah, usaha yg baik itu berhenti begitu saja? namun jgn menyerah, slalu ada jalan utk bekerja di ladang Tuhan bro MPT. Kalo saya boleh memberi sedikit masukan ttg pelayanan utk narapidana, sepertinya ada bentuk perhatian yg lain yg lebih luas dan lebih dalam makna nya.

    Orang2 yg hidup dlm penjara selain bergumul dgn kehidupan yg keras di dalam, mrk juga bergumul dgn kehidupan di luar sana, badan yg terpenjara tdk membatasi angan2 yg bisa terbang sejauh2nya ke luar, memikirkan keluarga, pekerjaan, sekolah, dll. kedua pergumulan ini perlu dibebaskan, namun nampaknya cuma satu yg bisa dilakukan utk meringankan mrk, yaitu menolong pergumulan mrk dgn yg ada di luar.

    Saya pernah melihat sebuah kelompok study mahasiswa fakultas hukum di dlm penjara, mereka secara rutin berkunjung berkelompok utk melakukan bincang2 dgn para narapidana, menyelidiki kasus dan menjadi jembatan komunikasi dgn keluarga yg ada di luar utk mengungkap kebenaran.

    Tanpa disadari, dlm komunikasi study ini telah terjalin hubungan perhatian yg akrab krn mrk sering berjumpa, dan mahasiswa ini juga menjadi jembatan komunikasi dgn keluarga narapidana, jembatan yg menghubungkan angan2 di luar sana yg tadi saya tulis, sehingga berubah manjadi wujud yg nyata, napi2 itu tau benar kondisi keluarganya apakah baik2 saja, ada juga yg sudah lega karena sudah dimaafkan oleh istrinya melalui dialog dgn mahasiswa yg sebenarnya sedang study kasus.

    Lalu saya perhatikan, para narapidana yg ikut program interview ini hidupnya perlahan2 mengalami banyak kemajuan, dari yg sangar menjadi sopan dan halus, rupanya tanpa disadari pergumulan mereka dgn dunia luar bisa terjawab secara tdk langsung dalam jalinan komunikasi berbasis study ini, sehingga berdampak pada kejiwaan mrk yg merubah mrk mjd tenang, rasa tenang itu pun turut menjadikan suasana di dalam sel menjadi hangat. ini merupakan perubahan nyata bukan? terlepas dr tujuan apapun dan latar belakang apapun, perhatian ini sungguh ‘membebaskan’.

    Namun sayangnya blm ada kelompok pelayanan rohani yg mau memakai cara ini (entah sekarang, mungkin sudah ada). Dgn memperbanyak intensitas berjumpa, melakukan pendekatan per-individu bukan perkelompok, dan mau repot utk menjembatani konflik dgn keluarga di luar, saya rasa hasilnya akan sangat optimal, dan anda malah bisa melayani lbh banyak domba bukan?

    Sangat beragam jenis dan rupa2 konflik pergumulan yg dialami oleh narapidana, jika anda senang melakukan panggilan jiwa dlm ladang ini, maka anda akan sangat kaya iman dan bahagia. sayangnya saya msh belum bs merespon panggilan ini dgn sepenuh hati.

    peace
    -key-

  4. Selamat pagi Mr Key, ketemu lagi disini.

    Apa yg anda harap anda lakukan mumpung anda masih muda & masih banyak energi? Keinginan, cita-2, tujuan hidup anda? Apa yg ingin anda raih? Semua itu berpulang kpd anda. Anda ingin melakukan sesuatu mencari nafkah spt dulu (kalau anda pernah bekerja) tetapi anda terkondisi dgn keadaan anda sebelum menyandang predikat ‘mantan’. Predikat adalah predikat yakni mantan narkoba. Anda sekarang sudah menjauhi benda haram itu dan anda ingin maju, ingin sukses. Sukses dlm bidang apa? Sukses dlm hidup anda sekaligus hidup lurus. Anda ingin salah satu meraih sukses atau kedua-2nya, anda sendiri yg menentukan. Anda punya semangat utk bangkit dari keterpurukan, itu baik, dan keluarga anda serta orang-2 disekitar anda mendukung anda termasuk saya. Saya tidak sendiri disini, saya punya teman-teman seantero Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor yg bernaung dibawah Keuskupan Agung Jakarta. Kami bersama-2 memberi perhatian kpd saudara-2 seiman yg hidup di balik jerugi penjara yg tersebar di kota-2 tsb, terlepas dari kondisi apakah mereka bersalah atau tidak.

    Anda sungguh beruntung dpt menghirup udara bebas dan masuk dlm kehangatan keluarga. Puji Tuhan! Mendekat-lah kepada Dia yg telah membebaskan anda dari belenggu penjara. Pengalaman itu sudah lewat dan tdk perlu anda ingat atau anda renung2 setiap hari. Tampaknya sekarang anda terbelenggu dengan kebebasan yg telah anda miliki, anda masih menutup diri. Anda ingin berbuat sesuatu tetapi tidak tahu mana yg lebih dulu: kebutuhan jasmani atau kebutuhan rohani.

    Anda ingin membantu keluarga korban narkoba dan merasa hrs menolong kpd korban-2 yg lain, menurut anda bagaimana caranya? Anda bisa mulai melakukan kunjungan kpd korban narkoba yg tersebar di sejumlah rutan: di Pondok Bambu yg menurut informasi 90% penghuninya korban narkoba, di Cipinang, rutan Mapolda (Komdak), Salemba, Tangerang, dst; jadwal kunjungan akan dikoordinasi bersama teman2 saya yg punya talenta dlm berbagi kasih dengan manusia terpenjara. Berikan support anda kpd mereka. Kalau anda tidak bisa sharing di depan umum, anda bisa memulainya dgn sepatah dua patah kata atau membuat teks/draft terlebih dulu. Pada waktunya nanti Roh Kudus yg akan bekerja dlm diri anda dan membuat anda rindu dan rindu mengunjungi saudara-2 seiman dibalik jeruji penjara. Ada seorang mantan narapidana yg memiliki sebuah sanggar yg berkecimpung dlm bidang seni ukir/pahat di daerah Kalimalang, anda bisa bergabung dengannya bila anda mau. Sanggar lain ada di Tangerang, mungkin terlalu jauh.

    Kalau Mr Key tidak keberatan, dialog anda akan saya forward ke teman-2 saya. Komunitas kami akan mengadakan pertemuan pd tgl 23 Mei nanti di Gedung Yos. Kalau anda sudah siap utk go public, saya akan mengajak anda pd pertemuan nanti tentunya dengan konfirmasi kpd teman-2 saya termaksud diatas. Mereka datang dr berbagai paroki di Jakarta, Tangerang, Bekasi.

    Selamat datang di dunia nyata, Mr Key, be there and always be aware.

    Salam,
    Mpt.

  5. Dear Admin,

    Tolong sampaikan tanggapan dari Ibu Wiwiek dan Bp Hendrik Lie untuk Mr.Key.

    Mr Key, silahkan minta email saya kepada admin for the future correspondence.

    Terima kasih.
    Salam,
    Mpt.

    —————————————————————-

    Sharing dari seseorang yg pernah mengalami sendiri tentu sangat berarti untuk pelayanan kita.

    Tentu apa yang dirasakan oleh masing2 org berbeda karena perbedaan latar belakang kehidupannya, keluarganya saat kejadian itu melanda, pengalaman pertobatannya, dst..sehingga setiap pengalaman itu sifatnya individual. Bahwa pelayanan kita saat ini sebagian besar adalah utk membawa penghiburan, tidak dapat dipungkiri.. tetapi diharapkan dari penghiburan ’sesaat’ tersebut apabila secara rutin diterima dan dengan campur tangan Tuhan, akan ada hati yg tersentuh dan makin dekat dengan Tuhan dalam pertobatannya. Tentu konseling individu akan sangat ideal tp kita toh harus menyadari kemampuan kita.

    Apabila di forum ini semakin banyak sahabat2 kita spt Mr. Key, p. Bambang, Novi, Nova yg mau berbagi sehingga memperkaya dan ikut membantu menentukan arah pelayanan sehingga kita bisa benar2 menjadi penolong bagi mereka, maka pelayanan ini akan sangat efektif. Memang tidak akan bisa memenuhi kebutuhan semuanya, tapi at least pada saatnya kita tau apa yg dibutuhkan oleh umumnya mereka yg di dalam. Semoga. Yang penting bagaimana kita sebagai pelayan mau membuka hati untuk selalu mendengar dan mencoba ‘memakai sepatu mereka’ dalam memutuskan bentuk pelayanan kita.

    Semoga ada banyak mr. Key lainnya yg mau membuka diri utk berbagi dan membantu lebih banyak org menuju pertobatan.

    Salam,
    Wiek

    Dear Mr. Key and Mpt and all friends,
    Saya Hendrik Lie dari Sanggar Semi (SS),mau sharing sedikit :
    Masukan / tulisan Mr. Key 100% benar.
    Saya justeru dulu pernah mengetuk hati teman – teman saya yang di Pelayanan Penjara KAJ bersedia ngak jadi KAKAK ROHANI,IBU ROHANI,BAPAK ROHANI,ORANG TUA ROHANI?
    Catatan ; ORANG TUA ROHANI artinya jika suami istri sama2 dampingi napi tsb.
    Perlu diketahui ; Dari kita sebagai pembimbing rohani napi,
    kita bisa masuk sebagai TALI KASIH NAPI DENGAN KELUARGANYA.
    Tip untuk itu ; Kita harus siap jadi kurir,jadi perantara,jadi supir pribadi dlsbnya.
    Dari kunjungan saya di LP,maka saat ini saya punya anak asuh usia 10 thn.Anak itu di Panti Asuhan Vincentius.
    Anak itu,mamanya masih di LP.Dan satu lagi Novi mantan napi,Anak Novi 2 org(SMP) saat ini di Panti Asuhan Pacet.sedangkan mamanya yang bernama Novi dibina di rumah singgah Sanggar Semi (SS).
    Liburan paska kemarin benar2 sukacita,Novi di SS dengan 2 anaknya dan anak bu Christine sama2 liburan mereka.Saat itu anak Novi jadi 3 org.
    Diluar itu,napi Salemba ada juga saya datangi anak dan keluarganya yang di Jateng.
    Ya,kita doa & harap ada yang mau turun dalam hal ini.
    Saya mau minta ada ngak yang mau bantu saya ke kampung Mbak Merry Utami – pidana mati di LP Wanita, sebagai tali kasih untuk anak gadisnya yang di Madiun atau mungkin beri ticket PP kepada anaknya ke LPW untuk besuk mamanya?Karena mamanya sudah tidak dijumpai anaknya sepertinya terakhir Natal 2007.Hayo… ……..siapa yang mau maju???????? ???
    Saya sekarang lagi masuk ke LP Anak Wanita dan saya mau ulangi seperti dulu saya lakukan di LPWD,sebagai kurir.
    Baiklah teman2,sampai jumpa
    Salam,
    Hendrik Lie – Sanggar Semi

  6. sini saya beri tiket PP pak…
    kirim ke mana? tlg infokan lbh lanjut ke alamat korespondensi saya di…. jarnowae@yahoo.com

    peace
    -key-

  7. saya bisa antar Mr. Hendrik Lie – sanggar semi untuk berkunjung kekediaman keluarga Merry Utami di Solo atau putri nya di madiun.. maybe sblmnya qt bs bertemu dengan pak de dari Sdr Merry Utami di BEKASI.-

    Terima Kasih.– (hub sy di 085718061976)

  8. Mo Sudri,

    Karena romo menuliskan sudah didatangi 10 orang dg HIV Aids, apakah romo tertarik untuk mengadakan pelatihan penanganan HIV Aids di St. Anna? Saya punya teman anak LSM yang menawarkan program ini. Kalo romo kerso ya nanti aku beri kontaknya. Ato kalo aku mau nawari ke DP ke seksi apa ya?

    Pelatihan itu tidak hanya untuk orang ysang sudah kena HIV Aids tapi juga kepada umum. Jadi si 10 orang itu tidak usah takut ketahuan umum bahwa dia kena.

    salam, rin
    ==========
    Seminar seperti yang anda inginkan itu sudah pernah kita lakukan tahun lalu. Dr Bagyo dan dokter-dokter yang lain malah memberi saran, kalau mau bikin pelatihan lagi, lebih baik untuk penanganan hepatitis. Katanya, penyakit hepatitis ini lebih seram dari pada HIV Aids.
    Sudrijanta

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>