<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Seks dan Kasih Sayang</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/seks-dan-kasih-sayang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/seks-dan-kasih-sayang/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 02:33:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: rd</title>
		<link>http://gerejastanna.org/seks-dan-kasih-sayang/comment-page-1/#comment-552</link>
		<dc:creator>rd</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 03:05:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=342#comment-552</guid>
		<description>Sekedar info. Saya kira pas sekali dengan topik seks dan kasih sayang yang ditulis Rm.Sudri. Ada buku terbitan Kanisius dengan judul &quot;Lihat Tubuhku&quot; karangan Rm. Deshi Ramadhani,SJ yang berisi ajaran-ajaran Paus Yohanes Paulus II tentang tubuh manusia yang merupakan gambar dan rupa Allah sendiri.

Salam
rd</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sekedar info. Saya kira pas sekali dengan topik seks dan kasih sayang yang ditulis Rm.Sudri. Ada buku terbitan Kanisius dengan judul &#8220;Lihat Tubuhku&#8221; karangan Rm. Deshi Ramadhani,SJ yang berisi ajaran-ajaran Paus Yohanes Paulus II tentang tubuh manusia yang merupakan gambar dan rupa Allah sendiri.</p>
<p>Salam<br />
rd</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rusa_Mendamba</title>
		<link>http://gerejastanna.org/seks-dan-kasih-sayang/comment-page-1/#comment-551</link>
		<dc:creator>Rusa_Mendamba</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 21:58:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=342#comment-551</guid>
		<description>Kebetulan saya  orang awam dan tidak hapal rumusan ayat2 injil (baik perjanjian baru/lama) namun saya teringat Yesus pernah mengatakan bahwa barangsiapa memandang perempuan lain dan terselip sudah keinginan dalam hati untuk memilikinya maka sebenarnya ia sudah berzinah. (mohon di koreksi kalau ada kekeliruan)

Dalam kaitannya dengan artikel di atas, terutama pada sub judul &quot;Seks sebagai kebutuhan dasar?&quot; sebagaimana di tulis romo Sudri, saya mungkin menemukan adanya penjelasan baru dalam memahami pandangan Yesus tersebut. Begitu pula sebaliknya, dalam memahami artikel romo Sudri melalui pendekatan pandangan Yesus sendiri.

Tanpa perlu menempatkannya sebagai dogma dan ketakutan akan dosa (karena seolah2 asal segala yang dilarang Yesus lalu ujug-ujug diamini karena itu dosa)- saya rasa  pandangan Yesus sudah cukup bisa dipahami secara sederhana dalam pengalaman hidup manusiawi. 

Saya rasa kembali lagi ini soal keinginan yang meletup2 itulah yg mula2 menjelma seolah2 menjadi  keinginan dasar, dan buntutnya... malah juga seolah2 merembet jadi seolah-olah  kebutuhan dasar.

Namun tentu ini hanya hasil tafsir-tafsiran atawa othak-athik gathuk cara awam saya sendiri. Betapapun cangginhnya pendekatan yang saya pinjam, biar dari Yesus sekalipun, baru otak saya saja ini yang bisa memahami, hehe. Selebihnya, masih sama dengan rekan2 semua disini,  saya sendiri juga masih  berlatih dalam kehidupan sehari-hari saya, mencoba mengamati keinginan2 saya 

Salam damai :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kebetulan saya  orang awam dan tidak hapal rumusan ayat2 injil (baik perjanjian baru/lama) namun saya teringat Yesus pernah mengatakan bahwa barangsiapa memandang perempuan lain dan terselip sudah keinginan dalam hati untuk memilikinya maka sebenarnya ia sudah berzinah. (mohon di koreksi kalau ada kekeliruan)</p>
<p>Dalam kaitannya dengan artikel di atas, terutama pada sub judul &#8220;Seks sebagai kebutuhan dasar?&#8221; sebagaimana di tulis romo Sudri, saya mungkin menemukan adanya penjelasan baru dalam memahami pandangan Yesus tersebut. Begitu pula sebaliknya, dalam memahami artikel romo Sudri melalui pendekatan pandangan Yesus sendiri.</p>
<p>Tanpa perlu menempatkannya sebagai dogma dan ketakutan akan dosa (karena seolah2 asal segala yang dilarang Yesus lalu ujug-ujug diamini karena itu dosa)- saya rasa  pandangan Yesus sudah cukup bisa dipahami secara sederhana dalam pengalaman hidup manusiawi. </p>
<p>Saya rasa kembali lagi ini soal keinginan yang meletup2 itulah yg mula2 menjelma seolah2 menjadi  keinginan dasar, dan buntutnya&#8230; malah juga seolah2 merembet jadi seolah-olah  kebutuhan dasar.</p>
<p>Namun tentu ini hanya hasil tafsir-tafsiran atawa othak-athik gathuk cara awam saya sendiri. Betapapun cangginhnya pendekatan yang saya pinjam, biar dari Yesus sekalipun, baru otak saya saja ini yang bisa memahami, hehe. Selebihnya, masih sama dengan rekan2 semua disini,  saya sendiri juga masih  berlatih dalam kehidupan sehari-hari saya, mencoba mengamati keinginan2 saya </p>
<p>Salam damai <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lc</title>
		<link>http://gerejastanna.org/seks-dan-kasih-sayang/comment-page-1/#comment-548</link>
		<dc:creator>lc</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 03:22:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=342#comment-548</guid>
		<description>Ajarilah kami saling mengasihi
Ajarilah kami saling mengampuni
Ajarilah kami kasihMu ya Tuhan
kasihMu sungguh tiada batasnya.........


lc</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ajarilah kami saling mengasihi<br />
Ajarilah kami saling mengampuni<br />
Ajarilah kami kasihMu ya Tuhan<br />
kasihMu sungguh tiada batasnya&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>lc</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mr. Key</title>
		<link>http://gerejastanna.org/seks-dan-kasih-sayang/comment-page-1/#comment-544</link>
		<dc:creator>Mr. Key</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 04:45:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=342#comment-544</guid>
		<description>seks dan kasih sayang

kasih itu sabar....
seks itu subur... menjamur di mana2 dr plosok pedesaan smp kota2 besar.

kasih itu murah hati, ia tidak cemburu...
seks itu murahan, ia sering bikin org cemburu buta dan berujung pd tindakan main hakim sendiri.

kasih itu tidak memegahkan diri dan tidak sombong...
seks itu berawal dari expoitasi yg seronok utk menarik daya pikat yg membutakan mata (mata hati, mata beneran, dan mata pencaharian) hahahaha

kasih itu tdk melakukan yg tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri...
seks itu amoral, sering digunakan utk alasan komersial, dan tentunya untung besar bagi para pelaku bisnis di bidang ini.

kasih itu tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan org lain...
seks itu penuh gairah dan sulit utk dilupakan (walaupun jelas2 perbuatan yg salah). sering kali disimpan di dlm file memori dgn nama &#039;my favorite sin&#039;     hahahahaha, menyimpan kesalahan diri sendiri.

kasih itu tdk bersuka cita karena ketidakadilan, melainkan karena kebenaran...
seks itu dijadikan kedok menegakkan keadilan dlm praktek poligami, dan dibenarkan secara sepihak oleh para praktisi nya.

kasih itu menutupi segala sesuatu...
seks itu cuma menutupi aib semata, sedangkan yg lainya dibiarkan serba terbuka tentunya.

kasih itu percaya segala sesuatu...
seks itu konyolnya dipercaya bisa menjadi alat ritual utk mendapatkan pesugihan, ngawur bgt.

kasih itu mengharapkan segala sesuatu...
seks itu mengharapkan kepuasan utk diri sendiri seluruhnya.

kasih itu sabar menaggung segala sesuatu...
seks itu ditanggung sendiri2 akibatnya.

yg saya maksudkan adalah murni seks, dlm artian yg disalah gunakan.
sedangkan mengenai seks sbg kebutuhan dasar, saya kurang begitu paham maksudnya, mungkin yg me-reply di bawah saya selanjutnya lbh paham.

monggo lanjut gan, reply terus biar rame nih thread.

peace
-key-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>seks dan kasih sayang</p>
<p>kasih itu sabar&#8230;.<br />
seks itu subur&#8230; menjamur di mana2 dr plosok pedesaan smp kota2 besar.</p>
<p>kasih itu murah hati, ia tidak cemburu&#8230;<br />
seks itu murahan, ia sering bikin org cemburu buta dan berujung pd tindakan main hakim sendiri.</p>
<p>kasih itu tidak memegahkan diri dan tidak sombong&#8230;<br />
seks itu berawal dari expoitasi yg seronok utk menarik daya pikat yg membutakan mata (mata hati, mata beneran, dan mata pencaharian) hahahaha</p>
<p>kasih itu tdk melakukan yg tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri&#8230;<br />
seks itu amoral, sering digunakan utk alasan komersial, dan tentunya untung besar bagi para pelaku bisnis di bidang ini.</p>
<p>kasih itu tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan org lain&#8230;<br />
seks itu penuh gairah dan sulit utk dilupakan (walaupun jelas2 perbuatan yg salah). sering kali disimpan di dlm file memori dgn nama &#8216;my favorite sin&#8217;     hahahahaha, menyimpan kesalahan diri sendiri.</p>
<p>kasih itu tdk bersuka cita karena ketidakadilan, melainkan karena kebenaran&#8230;<br />
seks itu dijadikan kedok menegakkan keadilan dlm praktek poligami, dan dibenarkan secara sepihak oleh para praktisi nya.</p>
<p>kasih itu menutupi segala sesuatu&#8230;<br />
seks itu cuma menutupi aib semata, sedangkan yg lainya dibiarkan serba terbuka tentunya.</p>
<p>kasih itu percaya segala sesuatu&#8230;<br />
seks itu konyolnya dipercaya bisa menjadi alat ritual utk mendapatkan pesugihan, ngawur bgt.</p>
<p>kasih itu mengharapkan segala sesuatu&#8230;<br />
seks itu mengharapkan kepuasan utk diri sendiri seluruhnya.</p>
<p>kasih itu sabar menaggung segala sesuatu&#8230;<br />
seks itu ditanggung sendiri2 akibatnya.</p>
<p>yg saya maksudkan adalah murni seks, dlm artian yg disalah gunakan.<br />
sedangkan mengenai seks sbg kebutuhan dasar, saya kurang begitu paham maksudnya, mungkin yg me-reply di bawah saya selanjutnya lbh paham.</p>
<p>monggo lanjut gan, reply terus biar rame nih thread.</p>
<p>peace<br />
-key-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: maryliedawita</title>
		<link>http://gerejastanna.org/seks-dan-kasih-sayang/comment-page-1/#comment-542</link>
		<dc:creator>maryliedawita</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 01:13:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=342#comment-542</guid>
		<description>Dear Rm Sudri,
Met pagi, tadi malam saya baca tulisan Rm cuma mau comment rasanya sdh lelah baru plg KEP dan ber&quot;sauna&quot; ria di Gd Yos, cari bacaan yang ringan-ringan aja untuk pengantar tidur. Waktu saya buka situs Gereja, wah ada tulisan Rm dan sy bilang suami saya yang kebetulan lagi baca duduk dekat saya, wah Rm Sudri nulis tentang seks dan kasih sayang, dan dia tanya apa isinya, jadi saya bacakan sekalian untuk dia dengan bersuara sambil  kita senyum-senyum kecil dan diselingi komentar-komentar ringan, any ways, it is ok koq Romo tulisannya.

Saya akan sedikit sharing aja Rm, apa yang Romo tulis sudah bagus dan lengkap, seks dalam sebuah perkawinan atau hidup berkeluarga adalah salah satu bunga-bunga cinta sebagai ujud kasih dalam merajut kebahagiaan nan hakiki dalam manjalani bahtera kehidupan.

Seks sebagai bunga cinta bukan sebagai alat pemuas kebutuhan biologis ataupun psikologis karena kalau saperti itu, cinta &amp; kasih tidak hadir didalamnya.

Seperti penderitaan, idem ditto dengan seks bahwa bila  pikiran, keinginan dan diri ini berhenti maka hasrat/keinginan yang merupakan pikiran juga akan berhenti.

Apakah seks diperlukan dalam diri seseorang bila kebebasan dan kasih sayang sudah ada dalam kehidupannya? Sangat relatif ya Romo dan berbeda satu orang dan lainnya , tergantung tingkat kehidupan orang tersebut, pemahaman tentang seks itu sendiri dan bagaimana bisa memanage hasrat/pikirannya saat hasrat tersebut muncul dan bagaimana kita bisa membebaskan diri dari pikiran yang membelenggu tersebut, yang penting batin ini bebas sehingga kasih dan cinta tumbuh subur disana.

OK gitu aja ya...
Salam,
mary</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Rm Sudri,<br />
Met pagi, tadi malam saya baca tulisan Rm cuma mau comment rasanya sdh lelah baru plg KEP dan ber&#8221;sauna&#8221; ria di Gd Yos, cari bacaan yang ringan-ringan aja untuk pengantar tidur. Waktu saya buka situs Gereja, wah ada tulisan Rm dan sy bilang suami saya yang kebetulan lagi baca duduk dekat saya, wah Rm Sudri nulis tentang seks dan kasih sayang, dan dia tanya apa isinya, jadi saya bacakan sekalian untuk dia dengan bersuara sambil  kita senyum-senyum kecil dan diselingi komentar-komentar ringan, any ways, it is ok koq Romo tulisannya.</p>
<p>Saya akan sedikit sharing aja Rm, apa yang Romo tulis sudah bagus dan lengkap, seks dalam sebuah perkawinan atau hidup berkeluarga adalah salah satu bunga-bunga cinta sebagai ujud kasih dalam merajut kebahagiaan nan hakiki dalam manjalani bahtera kehidupan.</p>
<p>Seks sebagai bunga cinta bukan sebagai alat pemuas kebutuhan biologis ataupun psikologis karena kalau saperti itu, cinta &#038; kasih tidak hadir didalamnya.</p>
<p>Seperti penderitaan, idem ditto dengan seks bahwa bila  pikiran, keinginan dan diri ini berhenti maka hasrat/keinginan yang merupakan pikiran juga akan berhenti.</p>
<p>Apakah seks diperlukan dalam diri seseorang bila kebebasan dan kasih sayang sudah ada dalam kehidupannya? Sangat relatif ya Romo dan berbeda satu orang dan lainnya , tergantung tingkat kehidupan orang tersebut, pemahaman tentang seks itu sendiri dan bagaimana bisa memanage hasrat/pikirannya saat hasrat tersebut muncul dan bagaimana kita bisa membebaskan diri dari pikiran yang membelenggu tersebut, yang penting batin ini bebas sehingga kasih dan cinta tumbuh subur disana.</p>
<p>OK gitu aja ya&#8230;<br />
Salam,<br />
mary</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
