Santa Anna Dahulu, Kini dan Yang Akan Datang

Santa Anna Dahulu, Kini dan Yang Akan Datang

Pertumbuhan umat Katolik di wilayah Klender, Duren Sawit dan sekitarnya yang melesat jauh dari jumlah awal 40 – 60 orang (pada tahun 1970) ke 2.425 orang (pada tahun 1977) merupakan salah satu alasan didirikannya Gereja St. Anna.

Almarhum Rm . A. Van den Braak, SJ., yang pernah menjadi Pastor Paroki di Klender (dari 1 Januari 1978) dikenal sebagai “Pastor Pembangunan”, dalam arti mendirikan gedung gereja maupun Gereja sebagai komunitas umat Allah. Gelar tersebut diberikan karena selain membangun Gereja St. Anna, Gereja Kebayoran Baru blok B yang megah itu merupakan hasil usaha beliau.

Perjuangan Bapak R. Kustoyo dan rekan-rekan panitia pembangunan Gereja St. Anna selama 4 tahun (1980-1984) telah membuahkan hasil, yakni tersedianya tempat bagi umat Katolik di wilayah Klender, Duren Sawit dan sekitarnya untuk merayakan perjamuan Ekaristi bersama di gereja yang baru.

Renovasi Gereja St. Anna
Denah Gabungan

Tahapan-tahapan yang dilalui para panitia pembangunan Gereja St. Anna pun tidak semulus jalan tol, bahkan bisa dibilang seperti roller coaster. Dibutuhkan tiga tahun (1980 – 1983) lamanya untuk bisa mendapatkan izin pembangunan. Surat Perintah Kerja diberikan kepada PT Wijaya Kusuma Contractors sebagai pelaksana pembangunan. Tanggal 15 Oktober 1983, saat peletakan batu pertama sebagai simbolisasi, merupakan momentum dimulainya pembangunan Gereja St. Anna.

Pembangunan Gereja St. Anna harus diselesaikan dalam waktu 300 hari kalender (terhitung dari 15 Oktober 1983) sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Tepat pada hari kemerdekaan bangsa Indonesia ke-38 pembangunan Gereja St. Anna selesai. Tempat ibadah yang diimpikan dan sederhana ini pun akhirnya diresmikan pada 2 September 1984 oleh Uskup Agung Jakarta saat itu, Mgr. Leo Sukoto, SJ (yang kemudian dirayakan sebagai HUT Gereja St. Anna hingga saat ini). Panitia Pembangunan Gereja St. Anna saat itu dipimpin olph Bp. Robertus Kustoyo sebagai ketua umum, didampingi oleh Bp. I Barotodi (alm) dan Bp. M. P. Purwanto DW sebagai Ketua I dan Ketua II.

Renovasi Gereja St. Anna
Denah

Keberhasilan pembanguman Gereja St. Anna ini tidak terlepas dari gotong-royong para “pasukan semut” yang siap sedia mencari dana. Terkumpulnya dana yang cukup untuk membangun Gereja St. Anna yang dirindukan oleh seluruh umat paroki St. Anna, sungguh merupakan suatu rahmat yang melimpah dari Allah Bapa di Surga.

Pemukiman-pemukiman baru untuk penduduk yang mulai berdatangan di wilayah Klender, Duren Sawit, dan
sekitarnya memunculkan kebutuhan merenovasi gedung gereja St. Anna. Renovasi yang terdahulu hasilnya bisa kita lihat sekarang ini: ruang kaca menjadi ruang Sakristi, selasar gereja sudah tidak ada lagi dan adanya kaca-kaca patri (stained glass), maupun menara lonceng. Namun renovasi yang telah dilakukan sebelumnya belum bisa menampung seluruh umat Katolik yang datang pada misa mingguan sekalipun. Untuk itulah renovasi Gereja St. Anna yang akan datang memerlukan dukungan penuh dari seluruh umat. Untuk diketahui, syarat-syarat renovasi (soal tata udara, tata suara, dan pencahayaan) sudah terpenuhi dan rancangan renovasi gedung gereja pun merupakan hasil rancangan pemenang lomba yang memang layak dipilih.

Latar Belakang Renovasi Gereja Santa Anna

Sejak Gereja Santa Anna diresmikan pada 2 September 1984 jumlah umat Paroki St. Anna berkembang dari tahun ke tahun. Sampai saat ini diperkirakan jumlah umat St. Anna lebih dari 10.000 orang, sehingga tempat duduk di dalam gedung gereja sudah tidak dapat menampung umat, terutama yang mengikuti misa kedua jam 08.30 dan misa-misa hari Raya Paskah dan Natal.

Renovasi Gereja St. Anna
Gereja Santa Anna Baru (Sisi Dalam)

Dari kenyataan tersebut, untuk meningkatkan pelayanan kepada umat dan sesuai program Dewan Paroki (DP), pada 9 April 2004 dibentuklah Panitia Master Plan. Panitia ini menyelenggarakan Lomba Re-desain Bangunan Gereja St. Anna beserta bangunan penunjangnya yang akan dijadikan pertimbangan dan arahan, serta pedoman dalam rangka mengembangkan dan merenovasi gereja St. Anna sebagai lambang akan Rumah Tuhan. Akhirnya terpilih seorang pemenang. Desain yang terpilih sebagai permenang lomba tersebut digunakan sebagai acuan untuk merenovasi gereja St. Anna dan penunjangnya.Sebagai persiapan untuk melaksanakan renovasi telah dibuat gambar kerja gereja St. Anna beserta bangunan penunjangnya (area Pastoran), telah dibuat toilet baru, dan telah dibongkar dinding sebelah kanan gereja yang menandakan bahwa renovasi gereja St. Anna akan segera dimulai. Panitia mohon dukungan seluruh umat, agar renovasi gereja St. Anna dapat terwujud dan terlaksana dengan baik.

Sumber : Robertus H. D., (Ketua I Panitia Renovasi Gereja St. Anna)

Susunan Panitia Renovasi Gereja St. Anna – Duren Sawit

Penanggung Jawab: Dewan Paroki Santa Anna
Penasehat: Rudyan Kopot, Stefanus H. Karnadi, F. Harnantoko, Paulus Supangkat, Ambrosius Suroso, Antonius Hutauruk, Robertus Kustoyo
Ketua I: Robertus H.D.
Ketua II: Suryadi R.
Sekretaris I: Evita S.
Sekretaris II: Henny Duhita
Bendahara I: Theresia Honi
Bendahara II: A. Indriyani T.S.
Bidang Ijin Humas: Shadi Siswoyo, Ibrahim Tri Asworo, Maria Jane Taslim,
Bidang Teknisi Ahli: Petrus Rudi Kasimun (Koord.)
Bidang Dana: MT. Inge Aryanti P. (Koord.)

Renovasi Gereja St. Anna
Tampak Depan Gereja St. Anna Baru

25 Responses to “Santa Anna Dahulu, Kini dan Yang Akan Datang”

  1. Saya melihat Foto Design bagian Altar pada “Gereja Santa Anna Baru (Sisi Dalam)”. saya lihat altar berubahnya cukup banyak (signifikan) kalau boleh saya memberi saran supaya jangan dirubah,karena banyak kenangan di altar itu, dari saya kecil (dibabtis, menerima komuni pertama, sampai menerima sakramen krisma)ketika SD di Strada Van lith saya juga sering main kegereja, ikut koor arena anak-anak yang dibimbing oleh romo manto, dimana latihan juga dulu selalu digereja. banyak sekali kenangan disana.

    Ketika awal redesign dihembuskan, dan disosialisasikan, kalau tidak salah tidak akan mngubah banyak. karena tujuan awal adalah memperluas dan merenovasi gereja yang mulai tidak dapat menampung umat yang bertambah banyak dan panas. jadi saya pikir tidak sampai mengubah altarnya juga. tetapi saya lihat perubahannya hampir 100%, saya takut gereja kita kehilangan cirinya, kehilangan identitas. altar adalah bagian penting/identitas bagi gereja katolik, karena perayaan ekaristi berpusat disana.

    saya takut nanti umat (saya dan keluarga) jadi tidak kenal lagi dengan gereja kita ini, tidak lagi merasa familiar, dan juga merasa kehilangan kenangan-kenangan/moment-moment yang dulu terbangun di tiap sudut-sudut gereja st.anna sebelum di redesign) apalagi umat-umat lama.

  2. Saya sih ok2 aja gereja kita diperbaharui, tapi kalau bisa jangan 100% dibongkar. Saya suka bagian altarnya yang lama..Tolong jangan dirubah ya.. :)

  3. Gereja St Anna sudah banyak mengalami perubahan sejak Alm. Pastor Albrech Karim masih berkarya disini dengan segala kenangan indah bersama beliau.Dari gereja yg sederhana sampai keadaan yg sekarang.

    Bagi saya pribadi segala kenangan masa lalu baik itu suasana gereja,bentuk gereja dan perkembangan umat menjadi bagian dari perjalanan hidup ini.Bagaimanapun juga segala sesuatu yg ada didunia ini tidak kekal selalu mengalami perubahan, hanya saja yg saya harapkan adalah perubahan itu menuju kearah yg lebih baik dan bukan sebaliknya.

    Kalau boleh saya memberikan komentar terutama yg dilantai atas.Pertama design lantai atas seharusnya dibuat miring kedepan sehingga umat yg duduk dibaris2 belakang bisa melihat altar.
    Kedua, pagar pembatas dilantai atas seharusnya memakai kaca/acrylic bening dan bukan dari pagar besi seperti sekarang sehingga sangat tidak nyaman/mengganggu pemandangan kealtar.

    Satu lagi menurut saya yg tidak kalah pentingnya adalah disiplin dan sopan santun umat. sebagai contoh, jika umat datang terlambat sementara sedang berlangsung doa….. kalau kita perhatikan biasanya umat langsung mencari tempat duduk apalagi kalau maunya duduk ditengah,tanpa memperdulikan orang disamping yg sedang berdoa , langsung mau duduk. Kadang2 malah petugas yg mempersilahkan duduk.
    Bukankah lebih baik menunggu dibelakang sementara orang itu selesai berdoa atau pada saat pergantian doa?….baru mencari tempat duduk. Ini sangat menganggu sekali.

    Semoga dapat disosialisasikan sehingga perayaan ekaristi dapat berlangsung dengan hikmat dan kualitas sebagai orang Katolik lebih baik…. semoga.

  4. Hi Paulus,
    Saya setuju pendapat anda, bagi umat yang datang terlambat supaya menjaga kekusyukan orang yang sedang berdoa. Juga sekarang ini di pelataran gereja banyak amat yang jualan, sampai-2 tk jual koran jualan korannya didepan pintu Gereja,sebaiknya dapat ditertibkan, semoga jangan ada yang jualan disekitar Gereja, kalau di area parkir sich ok2 aja. semoga..

  5. Hello Maria,
    Trima kasih untuk dukungan anda dan semua umat tentunya.
    Ave Maria.
    http://gerejastanna.org/pavarotti-bono-u2-ave-maria-live/

  6. Mencantumkan jumlah pertambahan umat ada sisi pekanya lho. Ini bisa ditafsirkan bahwa kristenisasi berhasil di daerah Duren Sawit. Apakah tidak ada cara lain untuk mengatakan bahwa gereja perlu direnovasi dengan alasan-alasan yang lebih mulia daripada hitung-hitungan angka, yang pada gilirannya akan mempersulit paroki sendiri?
    Dalam kasih akan Yesus dan Gereja-Nya.

  7. Rekan Yohanes,

    alasan mulia apa yang anda maksud ? Apakah ada alasan lebih mulia selain memberikan tempat bagi mereka yang ingin merayakan Ekaristi Kudus ? Bukankah ini adalah alasan yang paling mulia di hadapan Allah untuk membangun sebuah Gereja sehingga semakin banyak orang yang bisa datang mengenang pengorbanan Yesus ?

    Dominus Vobiscum

  8. Supaya tidak ada yang merasa “terganggu” sewaktu sedang berdoa, maka alangkah baiknya jika yang datang duluan “bermurah hati” menempati posisi di tengah. Marilah kita belajar mengasihi saudara kita umat separoki, dengan memberikan tempat duduk “yang terbaik” bagi mereka, bukan bagi kita sendiri.

  9. wah2 .. ramai. masih juga meributkan soal alasan dan bentuk gereja.
    memang benar bhw alasan pembangunan Gereja tidak hanya sekedar berdasarkan data jumlah umat saja. tapi cobalah untuk realistis. umat paroki kita sdh mencapai 10.000 umat, bahkan lebih. dibandingkan dengan paroki lain?
    contoh, paroki Leo Agung (gereja tenda), umatnya hanya skitar 3.000 orang.
    karena ijin bangun gereja di Indonesia, sulit, yaa… kita akali dengan memperbaiki dan memperluas gereja sendiri, dengan segala keterbatasan, yaitu dana, lokasi, ijin, orang2 yg mau dengan sukarela bekerja, kemampuan, dll.

    jadi, intinya, BERSYUKURLAH!(atas segala yg kita miliki skrg ini).

    JBU all!

    kind regards,
    angela asriarti.

  10. Bro Yohanes,
    Isu tentang Kristenisasi bukan hal yg baru dan bagi “sebagian kecil orang” mendengar kata “gereja” tanpa menyebut angka statistik pun sdh paranoid.Tetapi saya bisa menangkap point yg anda maksud.

    Sis Angela Asriarti,
    Hehe…. kadang serba salah kalau kita diam saja katanya pasif kurang partisipasi.Menurut sya pribadi lho,”Ribut” dan “Bersyukur” adalah dua hal yg berbeda.”meributkan”suatu hal tdk masalah asal dengan niat yg baik untuk mencari hasil yang terbaik dari apa yg ada pada kita….dan tetap BERSYUKUR apapun hasilnya…..

    Peace all.

  11. Yup! Klo gitu sy sepakat.Nah.. karena Sdr.(sy panggilnya apa nih? bapak ato om? hehe..)Paulus sudah aktif dan cepat tanggap, gimana klo sy, selaku salah 1 anggota panitia talkshow ‘Becoming Rich & Happy’, meminta kesediaannya turut serta di tgl 26 Oktober ’08. ok? (hayo.. berani tdk? hehe..)
    Nanti nyesel klo ketinggalan. sy yg jadi MC nya lho.

    kind regards,
    angela a.

  12. Luar Biasa perkembangan Gereja St.Anna
    masa lalu tinggal masa lalu…
    pembaharuan yang baru datanglah…

    nb: jadi gw termasuk jemaat awal 40-60 tahun 1970 dunk????
    ck ck ckc ck

  13. Mau dirubah bentuknya jd apapun, Gereja St.Anna ya tetep Gereja St.Anna…St.Anna dulu dan sekarang..
    Klo hanya karena perubahan bentuk gereja ajah umatnya jd bnyk komen ini itu ini itu, ini ke gereja krn bangunannya atau niat beribadahnya..?!?!
    Perubahan atau renovasi gereja St.Anna kan hanya membuat umat mjd nyaman dan mampu menampung sekian banyak umatnya utk beribadah..
    Chayooo lah St.Anna…

  14. My brother Reza,
    Pertanyaan sentilan ini bisa direnungkan oleh umat
    ini ke gereja krn bangunannya atau niat beribadahnya..?!?!

    Kalo pertanyaan itu ditujukan ke saya:
    Saya mungkin tidak akan mau ke gereja St Anna,lebih baik ke Kathedral yg lebih terasa “rasa gereja”nya atau ke St Theresia yg Full AC…kalo hanya bangunan menjadi alasan.

    St.Anna memang akan tetap St.Anna…tapi gereja St.Anna dulu tidak sama dengan gereja St.Anna sekarang, apalagi dengan gereja St.Anna yg akan datang…..spt yg bro katakan sendiri tentang perubahan dan renovasi…:D

    Peace.

  15. hanya ada satu kata…. Mantaff !!

    Maju terus St.Anna.

  16. Wow, superb ! Setiap kali pulang ke Jakarta pas Natal dan ikut misa disini sepertinya selalu ada perubahan. Mulai dari Sakristi, muncul balkon, trus sisi gereja yang dah berubah. Semoga perubahan gereja St. Anna juga diikuti dengan perubahan komunitas di dalamnya baik itu Putra-Putri Altar, Mudika, Legio, KKMK, YFC, CFC, ME, dll. Semoga semakin mandiri, dewasa, dan kreatif dalam mengadakan setiap kegiatan. Semoga St. Anna juga mampu menghasilkan bibit-bibit panggilan menjadi klerus.

    Best Regards…

  17. Salam dari Madiun,
    kami saat ini sedang mencari format web untuk Gereja kami, Mater Dei Madiun, dan menurut kami, web St Ana sangat bagus,
    so…, bravo…, st Anna…

  18. shaloom gereja kami GKJW greja kristen Jawi wetan Bondowoso jawa timur berencana untuk merenovasi gedung gereja karena pertimbangan kapasitas dan usia gereja yang dibangun tahun 1890an.kami mohon apabila tidak keberatan memiliki jabaran job deskripsi kepanitiaan pembangunan gereja apabila ada kami mohon bantuannya dapat dikirim ke email panitia renovasigkjwbws@yahoo.com
    atas bantuan dan dukungannya kami sampaikan terima kasih
    Tuhan memberkati

  19. maju santa anna semoga sukses yachhh dlm pembangunan gerejanya ><

  20. Saya senang sekali dengan renovasi gereja Santa Anna dan saya mendukung sepenuhnya. Kalau saya boleh bertanya, apakah nantinya gereja akan dilengkapi dengan AC atau kipas angin seperti selama ini? Terima kasih

  21. sebagai mantan sekretaris dewan paroki harian selama 2 periode berturut-turut,perumus AD/ART santa anna,dan namaku tercantum dalam akte notaris santa anna maka saya melihat bahwa pro kontra diatas semuanya baik adanya.itu baik untuk gereja kita.berarti kita peduli.maju terus …. ALLAH BAPA …. memberkati semua

  22. Saya umat katolik di Stasi St Veronika Pekanbaru..dimn sekarang kami berencana membangung gereja baru ukuran yang lebih besar 16×30.Jika memungkinkan kami berharap dapat masukan dari bapak panitia pembangunan sebelumnya…sehingga kepanitiaan kami jg dapat bejalan dengan baik.dan kami membutuhkan desain dari bpk…

  23. Saya Berterima kasih atas segala komentar yang masuk sehubungan dengan pembangunan Renovasi Gereja St.Anna.
    Apapun hasilnya, yang penting nNIAT BAIK dari para pekerja adalah memberikan yang terbaik bagi TUHAN.
    Sangat tidak mungkin memenuhi keinginan semua umat, tapi percayalah PANITIA telah berusaha sepenuh hati dan tenaga untuk hal itu.
    RENOVASI periode ini telah selesai, inilah wajah gereja kita St.Anna yang baru, Bersukur dan berterima kasih lah kepada TUHAN atas segala yang telah kita peroleh. May GOD Bless you Forever

  24. puji syukur berkah dalem..saya senng bgt klo pas di jkt saya pasti ikut misa disana,walaupun saya skrg di jogja tp sering ke jkt t4 nyokap,skalian misa di st anna,karena dl kita nikah disana dengan bantuan romo2 di st.anna. trima kasih st.anna,, smoga slalu maju n bertambah umatna….GBU,

    stanni & devi

  25. ngomong ngomong cara supaya masuk OMK ST.ANNA bagaimana??
    kalau bisa kasih tau ya… saya dari paroki ST.AGUSTINUS . balas nya ke Facebook (omri edwardo sihaloho) aja ya, soalnya email saya dah lupa pasword nya..

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>