Sama-sama keras, ingin cerai

salam sejahtera Romo dan P. Johan,

saya seorang kristen protestan dan istri saya seorang Katolik, kami telah menikah secara Katolik (dispensasi) pada november 2008, namun sebelumnya kami telah menikah secara protestan pada april di tahun yang sama. Pencatatan sipil dilakukan setelah proses pernikahan Katolik (dengan menggunakan data secara Katolik), namun sampai saat ini surat sipil belum kami terima karena menurut admin gereja perlu dilacak ulang keberadaannya dan untuk melacak diperlukan copy KTP saksi (yang adalah family istri saya dan berlokasi di JKT – sedangkan kami ada di SBY).

dalam pernikahan ini (selama hampir 2thn) kami seringkali bertengkar, karena saya akui kami berdua sama2 keras dan begitu banyak ketidak cocokan dalam pernikahan kami.

dia seringkali memaki saya dan keluarga saya saat dia emosi, dia selalu bilang bahwa saya beruntung kawin dengan dia (posisi saat ini, dia tidak bekerja dan saya manager di sebuah perusahaan asing – dan kami belum punya anak – saya memang tidak membolehkan dia kerja karena saya rasa kami sudah lumayan cukup).

dia selalu perhitungan dengan keluarga saya, dengan ibu saya yang sakit diabetes, bahkan untuk urusan pembelian obat untuk ibu saya, meskipun pada akhirnya dia setuju tapi tentu harus mendengarkan makiannya terlebih dahulu.

Saya merasa sangat tidak cocok dengan dia, dan saya merasa sangat sedih saat dia memaki saya dan keluarga saya, pertanyaan saya; bagaimanakah saya dapat bercerai dengan dia, apa yang harus saya lakukan untuk dapat bercerai dengan dia?

sebagai tambahan, pacaran kami dimulai pada medio 2007, kami berkenalan melalui situs internet, sebenarnya pada saat itu saya sudah mengetahui sifatnya yang emosional dan sama kerasnya dengan saya, namun saya ngotot menikah dengan dia karena saya merasa saya harus bertanggung jawab (kami sudah melakukan intercourse pada saat pacaran meskipun tidak sampai hamil – meskipun dia juga pernah melakukan itu sebelumnya dengan kekasih sebelumnya – pernikahan protestan kami dilakukan karena kami saat itu tergesa-gesa menikah daripada tidak enak diliat tetangga – belum menikah kok sudah hidup sama2 – karena mulai feb 2008 dia sudah saya boyong ke sby, tadinya dia di jkt, karena saya berpikir daripada pacaran long distance, mending saya bawa pulang ke rumah saja, toh saya sudah bertekad menikahinya)

saya merasa saya sudah sangat salah mengambil keputusan untuk menikah, tapi nasi sudah jadi bubur dan saya ingin mengakhirinya sekarang karena saya sudah sangat tidak tahan dengan makiannya.

Mohon sarannya untuk cara melakukan proses perceraian.

Regards,
Daud

One Response to “Sama-sama keras, ingin cerai”

  1. sebenarnya alasan anda sangat minim untuk mengajukan anulasi atau pembatalan pernikahan, kecuali memang bisa dibuktikan bahwa pernikahan anda dengan isteri anda ini sama sekali tidak didasari oleh cinta, melainkan karena keterpaksaan karena beban moral terhadap pasangan anda. Bagaimana pun apa pun alasan yang nanti anda ungkapkan menjadi pertanggungjawaban anda kepada Allah yang tahu isi hati anda yang paling dalam.

    Jadi saran saya silahkan bertemu dengan romo paroki untuk meminta nasihat.

    May God bless your steps..

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>