Rangkuman Arahan Kunjungan Uskup Agung Jakarta
CATATAN berikut ini dihimpun dari Arahan & Tanggapan atas Laporan Dewan Paroki oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr. Julius Kardinal Darmaatmdja, SJ, pada Acara Kunjungan Pastoral & Tatap Muka/ Rapat Pleno Dewan Paroki Santa Anna, Duren Sawit. Pertemuan bertempat di Gedung Yos Sudarso, 24 Mei 2009.
1. “Rendah Hati” adalah sikap yang diminta oleh Bpk. Uskup dalam keberhasilan khususnya dalam menaggapi capaian-capaian « pamer » yang disampaikan di dalam laporan Dewan Paroki.
2. Gerakan Lingkungan
a. Agar diyakinkan 10 Lingkungan yang tidak hadir dalam kesempatan tatap muka mendapatkan informasi tentang arahan dari Bpk. Uskup.
b. Perinsip Pastoral Gembala Baik: penekanan bukan pada presensi namun berapa/ siapa yang tidak hadir.
c. Lingkungan agar menjadi tempat suatu data dikumpulkan dan sekaligus menjadi tanggung jawab data yang dibuat.
d. Ligkungan adalah pemilik data, bukan sebagai pengakses data.
3. Wilayah:
a. Perannya sebagai koordinatif.
b. Identitas Lingkungan agar dipertahankan, misalnya: Koor yang punya harus Lingkungan, bukan Wilayah. Dengan demikian lebih banyak anggota Lingkungan yang aktif. Bila berbasis Wilayah akan cenderung yang terlibat orang- orang yang sama dan identitas masing- masing Lingkungan akan hilang… yang muncul identitas Wilayah.
c. Lingkungan menjadi Umat Basis yang berbasis pada masyarakat setempat, bukan hanya berbasis Rohani saja.
4. Mendata Kegiatan Lingkungan:
a. Bukan hanya sekedar mendata, namun harus lebih dikhususkan lagi. Misalnya: berapa jumlah umat yang ikut rosario, berapa yang ikut kitab suci dll.
b. Harus ada absensi: Jumlah umat berapa?, yang datang berapa ? dan yang tidak datang siapa ?
c. Absensi dilakukan untuk setiap item dan setiap tanggal.
d. Umat yang tidak hadir terus – menerus akan menjadi kurus. « Gembala Baik » menyediakan rumput yang hijau bagi gembalaannya.
e. Siapa yang tidak datang diberikan tanda hingga diketahui kenapa tidak datang?
f. Dilakukan tindak lanjut & diperbaiki.
5. Lingkungan dengan jumlah umat yang besar:
a. Setuju dilakukan pemekaran agar semua mendapat rumput hijau.
b. Dilihat apakah ada masalah pastoral Gembala Baik?
c. Jangan melihat jumlah KK semata, namun juga seberapa mampu Lingkungan menerima beban tersebut.
d. Catatan presensi & absensi diberlakukan.
6. Ada beberapa macam Pemberdayaan Lingkungan:
a. Gerakan persuasive.
b. Retret Lingkungan untuk semua: cermati yang tidak aktif, mungkin dengan retret mereka ikut dan menjadi aktif.
c. Bila masih belum bisa, harus diselidiki, namun jangan memberikan beban bathin kepada mereka.
d. Yang ikut KEP dicermati, apakah mereka aktif?
e. Dibentuk Sub- Linkungan, tapi selalu dibuat laporan kepada Ketua Lingkungan.
f. Dibentuk Pastoral Keluarga Khusus: bisa diterima secara menyenangkan bagi keluarga tersebut.
7. Data Lingkungan:
a. Jumlah KK, Umat: pria & wanita…. Supaya dibagi juga dalam kelompok umur.
b. OMK… kelompok usia berapa?
8. Data- Data Paroki:
a. Dilengkapi: Kunjungan Pastor, Misa Kudus, Doa Rosario dll.
b. Catatan khusus:
i. Pindah ke agama lain. Alasannya apa?
ii. Baptis usia 1-7 tahun: cari tahu keluarga siapa? Masalahnya apa?
iii. Baptis 7 tahun ke atas : dari kel. Siapa ? alasan ?
iv. Sakramen Krisma : cari tahu di Lingkungan2 apakah ada yang belum ?
v. Sakramen Pernikahan : Katolik dengan katolik, katolik dengan Kristen.
vi. Meninggal dunia: belum dilengkapi dengan data yang sudah/ belum menerima sakramen pengurapan.
9. OMK:
a. Dapat menjadi penggerak umat basis
b. Jangan membuat generation gap.
c. OMK harus mewarisi iman orang tua & anak mempunyai iman orang tua.
d. Dana dilalokasikan ke Anak Muda: bisa juga kurang baik kalau kegiatannya sama sekali terpisah dengan kegiatan orang tua.
e. Generasi muda hendaknya membuat proposal yang bermutu. Jangan dilepas oleh oarang tua… harus ada arahan.
10. Sie Pendidikan:
a. Disyukuri sudah mengumpulkan guru-guru katolik menjadi Kelompok Kategorial.
b. Agar dikembangkan Kelompok Basis, berkumpul dengan guru- guru agama lain (non-katolik).







Thank U God