Prosedur Perkawinan Katolik

ayo sekolah

GEREJA KATOLIK SANTA ANNA
Jl. Laut Arafuru A7/7 Kav. AL – Duren Sawit
Jakarta Timur 13440
Telp. (021) 861 2817 ; 8660 2879, Fax: (021) 8660 2881
Email : sekretariat_stanna@yahoo.com
Website: www.gerejastanna.org

PROSEDUR PERKAWINAN

I. PENDAFTARAN PERKAWINAN
1. Mendaftar di buku tunggu perkawinan yang tersedia di sekretariat paroki minimal 3 (tiga) bulan sebelum pelaksanaan perkawinan.
2. Setelah mendaftar di buku perkawinan, tanggal pelaksanaan perkawinan tersebut langsung dibicarakan dengan pastor yang memberkati .
3. Formulir pendaftaran perkawinan diserahkan min. 2 bulan sebelum pelaksanaan pemberkatan perkawinan di sekretariat paroki dalam keadaan terisi dengan lengkap.
4. Dalam satu bulan belum mengumpulkan berkas-berkas dan tanpa pemberitahuan, rencana menikah di Gereja Santa Anna dianggap Batal.
5. Berkas Kanonik limpahan dari paroki lain diserahkan ke sekretariat Paroki St.Anna – Duren Sawit paling lambat 1 (satu) bulan sebelum pemberkatan perkawinan termasuk data-data saksi perkawinan.

II. DOKUMEN PERKAWINAN GEREJA YANG DI PERLUKAN
1. Salinan asli surat baptis terbaru. Terbaru artinya, tidak lebih dari 6 (enam) bulan dari pelaksanaan perkawinan
2. Fotokopi Sertifikat Kursus Perkawinan masing – masing 1 (satu) lembar
3. Mengisi formulir pendaftaran perkawinan yang ditanda tangani ketua lingkungan calon mempelai sesuai tempat berdomisili.
4. Fotokopi KTP calon mempelai & saksi masing-masing 1 (satu) lembar.
5. Foto berwarna berdampingan Pria disebelah kanan wanita ukuran 4×6 secara melintang sebanyak 03 lembar
6. Fotokopi surat baptis dan surat sidi dari calon mempelai yang beragama Kristen Protestan (01 lembar)
7. Jika calon mempelai berasal dari Paroki Luar St. Anna, harus menyertai surat pengantar/keterangan dari ketua lingkungannya yang mengetahui romo paroki.
8. Jika calon mempelai berasal dari TNI/POLRI harus ada surat ijin dari komandan/atasannya.

III. PERSIAPAN PERKAWINAN
1. Penyelidikan kanonik dilaksanakan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum pelaksanaan perkawinan dengan syarat membawa semua dokumen – dokumen dengan lengkap.
2. Waktu dan pelaksanaan untuk penyelidikan kanonik dibicarakan langsung dengan pastor yang akan menyelidiki/memberkati.
3. Untuk mendapatkan status Liber (status Bebas) bagi calon mempelai non-katolik dibutuhkan 2 (dua) orang saksi pada saat Kanonik, yang mengetahui dengan sesungguhnya bahwa calon non-katolik tersebut belum pernah menikah dan tidak sedang terkena halangan ikatan nikah atau halangan-halangan perkawinan lainnya.
4. Penyelidikan Kanonik dilaksanakan:
>> Katolik dengan Katolik>> diprioritaskan di paroki mempelai wanita
>> Katolik dengan non-Katolik di>> mempelai yang katolik
5. Buku liturgi perkawinan dikoreksikan kepada pastor yang akan menikahkan.
6. Gereja tidak mengurusi catatan sipil, tetapi calon mempelai dapat melihat dokumen-dokumen yang diperlukan di point V dan dapat mengurus surat catatan sipil di:
>> Pribumi: Kantor Sudin Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Timur, jl. Cipinang Baru Raya No. 16 Jakarta Timur Telp. 4603844,48703401,4895725.
>> Non Pribumi: Kantor Sudin Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta, jl. Letjen. S. Parman No. 7 Jakarta Barat, Telp. 5662400, 5666242

Pendaftaran di Sekretariat paroki -> hubungi Pastor Paroki -> Kursus Perkawinan -> Penyelidikan kanonik -> Pengumuman Perkawinan -> Pelaksanaan Perkawinan

IV. INFORMASI PENTING
1. Jam perkawinan di Gereja Santa Anna – Duren Sawit adalah sebagai berikut:
>> Hari Sabtu: jam 09:00, 11.00, 13.00.
>> Hari Minggu: jam 11:00 dan 13:00
2. Gereja tidak menyiapkan dekorasi bunga untuk perkawinan. Namun calon mempelai dapat menghubungi WKRI Sie. Dekorasi: Ibu . Bunga Altar yang sudah dipersembahkan di Gereja tidak boleh dibawa pulang.
3. Sumbangan untuk Gereja adalah:
>> Stipendium/Iura stolae diserahkan langsung kepada Pastor yang mengurusi dan/atau memberkati perkawinan.
>> Sumbangan untuk listrik dan prasarana Gereja diserahkan melalui Sekretariat paroki sebesar Rp 350.000,-
5. Yang membutuhkan putra Altar/misdinar dan Lektor/lektris dapat menghubungi koster gereja

V. DOKUMEN YANG PERLU DIPERSIAPKAN UNTUK MENGURUS DI CATATAN SIPIL
1. Fotokopi surat baptis terbaru dan fotokopi surat nikah gereja
2. Fotokopi Akte Kelahiran, fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga yang dilegalisir kelurahan
3. Formulir Surat Keterangan menikah dari Kelurahan.
4. Foto calon mempelai berdampingan ukuran 4×6 sebanyak 5 lembar.
5. Fotokopi KTP Saksi Perkawinan
6. Syarat tambahan untuk WNI keturunan yaitu fotokopi SKBRI, WNI, K1 dan ganti nama.
Penyerahan dokumen paling lambat 1 (satu) bulan sebelum pelaksanaan perkawinan. Jika sampai 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan belum menyerahkan berkas yang diatas, maka harus disertai surat dispensasi dari camat.

Di buat di : Jakarta
Pada tanggal : 08 Januari 2011

Silahkan klik dibawah ini untuk download

Prosedur Perkawinan Gereja Katolik Santa Anna

310 Responses to “Prosedur Perkawinan Katolik”

  1. V. DOKUMEN YANG PERLU DIPERSIAPKAN UNTUK MENGURUS DI CATATAN SIPIL

    6. Syarat tambahan untuk WNI keturunan yaitu fotocopy SKBRI, WNI, K1 dan ganti nama.

    Apakah ini masih diwajibkan karena setahu saya ,SBKRI,K1 sudah dihapuskan oleh pemerintah.

    Mohon penjelasan .

    Terima kasih.

  2. Mas Paulus,

    Seharusnya memang begitu. Tapi di bawah, kenyataannya berbeda. Para petugas catatan sipil di lapangan kenyataannya masih “wajib kejar setoran”. Kita tidak tahu persis apakah memang masih diwajibkan oleh atasan mereka atau itu hanya permainan di bawah.

    Ada yang mau membantu investigasi soal ini?

    Sekretariat

  3. Didi: bagaimana dengan prosedur pembaharuan perkawinan. Sy dengar jika sebelumnya suami istri menikah dengan cara lain, sedangkan salah satu mempelai adalah sebenarnya Katolik, maka dapat melakukan proses pembaharuan perkawinan. benarkah seperti itu? mohon penjelasan beserta prosedurnya. Hal lain sy dipahamkan bahwa prosedur ini tetap menghormati mempelai yg lain memeluk agamanya. Tentu sy mengerti prosedur ini bukanlah perkawinan bersifat sakramental.
    S: Untuk kasus anda, yang diperlukan bukan pembaharuan perkawinan tetapi pemberesan perkawinan. Sebaiknya anda datang kepada pastor paroki terdekat. Dalam pembicaraan dengan pastor, akan diketahui apakah kasus anda bisa dibereskan atau tidak. Kalau bisa, maka anda (Katolik) dan istri (Non-Katolik) akan diminta datang untuk menjalani proses kanonik. Dua orang saksi dari pihak istri juga akan diminta kehadirannya untuk memberikan kesaksian atas status liber (tidak terikat perkawinan lain) dari pihak istri anda. Proses kanonik sekitar 1 jam. Pastor kemudian akan mengurus dispensasi/ijin ke uskup untuk perkawinan beda agama/beda gereja. Kalau dispensasi/ijin berhasil didapatkan, pastor akan memanggil anda berdua untuk penandatanganan akta pernikahan Katolik. Begitu saja.

  4. romo, saya mau tanya apakah perkawinan beda agama, dalam hal ini telah di langsungkan di gereja katolik atas dispensasi. apakah perkawinan tersebut tercatat di kantor catatan sipil?
    terima kasih romo…
    ============

    Perkawinan agama (cara Katolik atau Islam misalnya) di Jakarta ini tidak otomatis dicatat di catatan sipil. Supaya dicatat, yang melangsungkan perkawinan menurut agama tertentu musti mencatatkan diri di kantor pencatatan sipil. Petugas catatan sipil juga bisa diundang di gereja tempat anda melangsungkan perkawinan. Kalau anda sudah menikah di gereja, dengan ijin/dispensasi atau tanpa ijin/dispensasi, sebaiknya selekas mungkin mengurus di pencatatan sipil. Karena catatan sipil hanya menganut perkawinan satu agama, maka anda perlu mendapatkan surat keterangan dari gereja bahwa (calon) pasangan anda yang non-Katolik adalah seorang katekumen. (Sudrijanta)

  5. romo, saya mau menanyakan : calon saya berbeda agama dengan saya (dia muslim) dan saya katolik, dia WNA dari Amerika dan akan datang ke indonesia dalam waktu dekat. saya ingin menikah dulu di sini secara katolik baru pergi ke negaranya. bisa tidak ya dan ada dispensasi khusus untuk kasus saya : saat dia datang ke indonesia, kita ikut kursus perkawinan katolik kemudian langsung menikah secara katolik. karena utk visa yang di dapat kira2 hanya sekitar 2 bulan saja.
    terima kasih romo.
    =============
    Waktu 2 bulan cukup mepet tapi masih mungkin. Lebih baik, begitu calon anda tiba di Indonesia, anda berdua bertemu dengan pastor paroki di mana anda tinggal dan meminta kanonik. Lalu kursus perkawinan bisa dilakukan setelahnya. Masalahnya, apakah calon anda mempunyai 2 orang saksi yang akan dimintai keterangan tentang status liber (tidak terikat pada perkawinan). Kalau boleh tahu, berapa lama anda berpacaran dan berapa kali anda mempunyai kesempatan bertemu secara fisik dengan calon anda? Apakah anda merasa sudah cukup mengenalnya?
    Sudrijanta

  6. Terima kasih romo atas penjelasannya. romo. apakah 2 saksi tersebut harus tinggal di indonesia? apakah bisa orang yang diminta keterangan utk proses kanonik tersebut berada di luar negeri? calon saya sudah pernah menikah 2 kali sebelumnya dan sudah tidak ada ikatan lagi dengan pernikahan sebelumnya( saya ada fotokopi surat dari pengadilan di amerika tentang hal tersebut). saya sudah hampir 2 tahun saling mengenal. jika diijinkan, boleh tidak ya, saya minta email romo? saya ingin sharing dan bertanya lebih banyak secara khusus.
    terima kasih,romo.
    ============
    Dua saksi tentu yang mengenal yang bersangkutan, tidak peduli tinggalnya di mana.

    Rasanya anda perlu mengenal lebih jauh calon suami anda sebelum anda putuskan untuk menikah. Misalnya anda berkunjung ke Amerika dan mengenal lebih dekat.
    S

  7. Dear sekertariat

    saya mau tolong tanya
    surat catatan siil saya sampai saat ini belum keluar
    padahal sudah hampir 2 bulan

    kemarin saya menanyakan untuk kesekian kali ke org catatan sipilnya
    dia malah membutuhkan akte kelahiran asli saya dan istri

    yang ingin saya tanyakan apakah selama ini dalam pengurusan catatan sipil akte asli dibutuhkan??? padahal sebelum pemberkatan semua berkas yang dibutuhkan sudah saya serahkan dan sudah dinyatakan lengkap….

    2. apakah srt pernikahan dr gereja langsung diberikan ke catatan sipil setelah acara pemberkatan selesai???

    3. kalo memang diserahkan berarti srt pernikahan gereja saya ada di catatan sipil… saya berarti harus meminta ke catatan sipil atau masih di gereja ???

    soalnya waktu itu saya pernah nanya ke sekretariat katanya srt saya sdh di serahkan…

    saya minta tolong dijelaskan alur jalannya surat…. soalnya saya bingung dan ini mempersulit saya untuk mengurus srt2 yang lainnya….

    terimakasih sebelumnya

  8. Dear Romo..
    Untuk perkawinan beda agama… misal katolik dan Protestan.tetapi pemberkatan tetap di Katolik. yang saya mau tanyakan , apakah pas pemberkatan Hari H, Pendeta boleh bertugas di acara pemberkatan itu. mis… Khotbah atau Dll. Terima Kasih.GBU
    ============

    Upacara pemberkatan perkawinan antara pasangan beda gereja dengan melibatkan pastor dan pendeta disebut pemberkatan ekumenis. Untuk pemberkatan ekumenis dibutuhkan ijin dari uskup atau ordinaris wilayah. Pastor yang akan memproses kanonik anda, akan membantu anda.
    Sudrijanta

  9. Dear Romo & Sekretariat,

    Saya mempunyai kasus yang sama dengan Mba Fika, Calon saya Warganegara Amerika tapi single dan beragama Kristen.
    Dokument apa saja yang dibutuhkan calon saya untuk menikah di gereja katolik?.
    Sebenarnya kami ingin menikah setelah saya mendapatkan visa karena kalau saya menikah dulu di Indonesia takutnya saya tidak diizinkan ke Amerika. Saat ini saya masih mendapatkan kendala dalam pembuatan visa dan ingin mencari tahu bagaimana menikah di Indonesia dengan WNA.
    Kalau boleh, bisakah saya berkenalan dengan Mba Fika karena menurut Mba Fika proses visa hanya 2 bulan sedangkan calon saya menanyakan ke Imigrasi di Amerika sekitar 8 bln sampai 1 tahun.
    Mohon bantuannya supaya saya bisa berkenalan dg Mba Fika.
    Terima kasih. Gbu.
    ============
    Silahkan berdialog dengan Fika. Email anda sudah saya forward ke Fika.
    S

  10. Dear Romo,
    Saya mau tanya apakah ada aturan soal waktu dan tempat untuk pemberkatan perkawinan? krn kebetulan saya dapat gedung waktunya terlalu bersamaan dgn jadwal misa hari minggu jam 11-13, kalo saya rencanakan pemberkatan di gedung hari minggu jam 9 pagi apa boleh? Apa mungkin ada Romo yang bersedia untuk pemberkatan di gedung?
    Terimakasih…
    ============
    Kalau anda tidak bisa mengubah jam pesta di gedung, anda bisa mencoba mencari kapel yang kosong pada hari minggu. Memang kebanyakan Gereja masih dipakai untuk misa pada jam 09.00.K alau tidak coba anda bicarakan langsung dengan romo yang bersedia untuk pemberkatan di gedung.
    Sudrijanta

  11. Dear Romo,
    Terima kasih masukan nya. Memang rencananya jika tidak diperbolehkan pemberkatan digedung, saya akan berusaha mencari kapel yang kosong untuk pemberkatan pada jam 9.00.
    Tapi apa itu berarti tidak ada aturan dari gereja yang menyebutkan pemberkatan hanya boleh di gereja saja? Atau semua tergantung Romo yang bersangkutan bersedia / tidak pemberkatan di gedung?
    Terimakasih…

  12. Dear Romo,

    Seperti Fika , saya juga akan mengalami hal yang sama ttg kesulitan yang di hadapi.
    Calon saya yang berkebangsaan Perancis, bersedia menjalani ritual perkawinan secara katolik di Indonesia, setelah itu baru menjalani perkawinan secara negara di kedutaan besar perancis di Indonesia.. dan di catatan sipil Jakarta.
    Saya ingin tahu lebih lanjut syarat syarat apa saja yang wajib saya penuhi, karena dia akan datang pada akhir september ini, tp sungguh tidak mungkin mengikut sertakan dia pada kursus perkawinan di indonesia.. apakah di perbolehkan pasangan yang ingin menikah secara katolik tanpa mengikuti kursus perkawinan.
    Jika benar akhirnya terlaksana perkawinan di indonesia, apakah harus ada 2 orang saksi dari pihak calon?
    Lalu bagaimana jika seorang katolik tapi tidak melaksanakan perkawinan gerejawi, dan hanya perkawinan secara negara?
    apakah mungkin perkawinan gerejawi di adakan di negara calon ( Perancis).
    Mohon bantuan Romo, untuk memberikan advise nya.

    terima kasih.
    ===========
    Yang perlu anda segera lakukan:
    1. Sebaiknya anda segera menghubungi pastor paroki tempat anda tinggal.
    2. Kursus perkawinan memang tidak dituntut sebagai prasyarat legal agar bisa menikah, tetapi sebagai bantuan agar calon pasangan bisa menyiapkan perkawinan secara baik. Kalau tidak bisa mengikuti kursus formal di Indonesia, barangkali bisa mengambil kursus di Perancis, atau minta team dari paroki atau team dekenat anda untuk mendampingi secara informal. Tidak ada ruginya anda sendiri mengambil kursus sendiri secara lengkap.
    3. Proses kanonik di tempat calon yang katolik. Kalau keduanya katolik, tinggal pilih salah satu.
    4. Kalau calon anda non-katolik, saksi kanonik harus orang yang mengenal calon pasangan anda.
    5. Saksi perkawinan biasanya mewakili masing-masing calon mempelai. Tapi bisa juga sepasang suami istri bertindak sebagai saksi calon mempelai laki-laki sekaligus perempuan.
    6. Perkawinan gereja bisa dilangsungkan di Indonesia atau di Perancis.
    7. Di Indonesia, perkawinan mengikuti hukum agama. Di negara lain saya tidak tahu.
    8. Silahkan melihat dokumen persyaratan menikah di situs ini. Untuk pernikahan sipil di Indonesia, barangkali masih ditambahkan surat keterangan kewarganegaraan dari Kedutaan Perancis.

    Sudrijanta

  13. Saya mariani,
    Saya mau tanya romo rencananya saya akan menikah 3 bulan lagi secara katolik tapi calon suami saya sekarang angkatan dan dia lagi dinas si Bali bagaimna caranya kami bisa belajar pra nikah ? apa kah itu penting sebelum melangsungkan pernikahan? Dan rencananya kami akan menikah di medan ? Terima kasih romo.
    =========
    Calon suami sekarang “angkatan” itu maksudnya TNI? Kursus pra-nikah bagi kebanyakan orang sangat membantu. Kursus pra-nikah biasanya menjadi kesempatan calon untuk saling mengenal lebih dalam. Bahkan ada beberapa calon pasangan yang tidak jadi menikah setelah mereka mengolah serius relasi mereka. Sebaiknya anda kursus berpasangan sehingga bisa mengolah bahan untuk refleksi bersama. Kalau tidak mungkin bisa mengambil kursus sendiri-sendiri di tempat berbeda. Silahkan beritahukan rencana anda segera ke pastor paroki anda.
    Sudrijanta

  14. halo,saya mau tanya
    apakah kalo di gereja katolik, pemberkatan nikah harus di gereja??
    tidak bisakah pemberkatan dilakukan di tmpt laen yg bukan gereja?? saya mempunyai planning menikah di outdoor,dan pemberkatan nikahnya di outdoor juga, boleh tidak????
    terus, calon istri saya dari lahir di lombok,berarti paroki di lombok,sedangkan saya dari jogja,paroki di jogja, jika saya mau melangsungkan pernikahan di jogja, harus ijin ke paroki di lombok???
    ==========
    Soal tempat pemberkatan, silahkan anda konsultasikan langsung dengan pastor yang akan memberkati anda.
    Yang perlu anda lakukan sekarang adalah menghadap pastor paroki tempat anda tinggal sekarang. Kalau anda sekarang ini tinggal di wilayah sebuah paroki selama minimal 6 bulan, maka anda mendapat hak untuk mendapatkan pelayanan pastoral di paroki tersebut. Maka datanglah ke pastor paroki tempat anda tinggal sekarang. Tempat menikah bisa di mana saja, entah di Jogja atau di Lombok.
    Sudrijanta

  15. Romo,kami (saya katolik & pasangan saya islam) sedang konsultasi dengan romo paroki setempat. Dan romo tersebut mengatakan bahwa kami harus membuat perjanjian yang salah satu isinya mendidik anak secara katolik. Yang menjadi pertanyaan saya bila kami sudah berjanji tetapi dilanggar apakah ada (hukumannya)?? apakah pernikahan kami menjadi tidak sah??

    terimakasih romo atas jawabannya
    ===========
    Frendy,

    Untuk menikah secara Katolik, anda (Katolik) musti menandatangani perjanjian resmi yang isinya:
    1) anda hendak selalu SETIA kepada agama Katolik
    2) anda hendak BERUSAHA SEKUAT TENAGA untuk memberikan permandian Katolik sera pendidikan Katolik kepada semua anak anda.

    Perjanjian itu DIKETAHUI (bukan disetujui) oleh calon pasangan anda non-Katolik. Maka calon pasangan juga diminta untuk tanda tangan.

    Kalau anda melanggar atau tidak bisa melakukannya, itu tidak membatalkan sahnya perkawinan. Tetapi tanggung jawab moral tetap berada di pihak anda.

    Kalau sejak awal anda melihat bahwa perjanjian itu akan dilanggar, sebaiknya anda bicarakan dulu sampai tuntas dan anda selesaikan dengan calon pasangan anda sebelum anda melangsungkan pernikahan. Sebab kalau pemahaman dan penerimaan dalam hal ini tidak bisa dicapai, anda sudah memiliki benih konflik yang terus akan anda bawa dalam hidup perkawinan anda.

    Sudrijanta

  16. Frendy, yang pertama yang harus diperiksa adalah niat yang tulus dan kehendak baik untuk melangsungkan sebuah pernikahan Katolik. Salah satunya adalah ada pengertian dikeduabelah pihak dimana calon isteri anda yang seorang Islam tahu apa yang harus dan perlu dilakukan oleh anda seorang Katolik dalam menjaga iman anda dan dalam membangun sebuah keluarga sesuai dengan kehendak Allah dan Gereja-Nya yang satu, kudus, Katolik dan Apostolik, salah satunya adalah membangun iman anak-anak dalam ajaran Gereja Katolik.
    Nah, jika calon anda bersedia menikah dalam Gereja Katolik, saya pikir tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jadi, Apa yang penyebab kekhawatiran anda tersebut ? :)

    menjawab pertanyaan anda..apakah pernikahan tetap sah bila melanggarnya.. jawabnya : Sepanjang syarat-syarat sebuah pernikahan Katolik ada, pernikahan anda tetap sah.
    Apakah ada hukuman mengenai pelanggaran ini ? hukuman fisik jelas tidak ada .. tetapi apakah ada sanksi Gereja bila melanggar, silahkan berkonsultasi dengan pastor Paroki, tetapi saya berpikir tergantung seberapa besar dan motif pelanggaran tersebut. Bagaimana pun adalah dosa bila berbohong, bila sejak awal anda tidak memiliki niat yang tulus dan kehendak yang baik menyatakan janji tersebut dihadapan Allah dan Gereja.

  17. Romo, saya mau tanya, kebetulan saya ingin mendapatkan pemberkatan pernikahan secara tapi calon saya berasal dari non-katholik. Apakah dapat dispensasi ? dan Bagaimana prosedurnya? Apakah bisa diberkati tanpa harus mengikuti Kursus Persiapan Perkawinan ? Apakah pemberkatan bisa dilakukan diluar gereja ?

    Terima Kasih Romo

  18. Anton, perkawinan beda agama baptis Katolik – Non Baptis memang memerlukan dispenasi dari Keuskupan. Ini tidaklah sulit mengurusnya sendiri… namun coba datang ke Paroki di tempat anda, dan menanyakan apakah prosesnya bisa dibantu.
    Dalam perkawinan beda agama anda yang Katolik diminta berjanji untuk setia dan menjaga iman Katolik anda, mendidik anak-anak anda secara Katolik, dan kalian berdua diminta memahami arti pernikahan Katolik.
    Kursus pernikahan tetap harus dijalani, bahkan dalam keadaan mendesak pun (kasus khusus), adalah kewajiban pastor paroki untuk memastikan calon pengantin mengetahui dasar-dasar pemahaman sebuah pernikahan Katolik.
    Pemberkatan di luar GEreja Katolik bisa dilakukan dengan dispensasi khusus dari Uskup…hmm.. mungkin saya perlu sedikit tambahkan mengenai kasus khusus di atas… contoh : pasangan yang terlanjur berhubungan seks sehingga si wanita hamil. Dalam kondisi ini, pastor paroki biasanya akan meminta pasangan menunda pernikahan, terlebih bila secara mental dan finansial belum siap. Di satu sisi dasar pernikahan cacat, karena pasangan menikah karena terpaksa, bukan karena cinta. dan resiko masalah rumah tangga yang berat sangat mungkin terjadi. Namun karena pasangan tetap ingin menikah, pastor tersebut bersedia memberikan sakramen atau berkat pernikahan, tetapi pastor tetap memberikan pengetahuan kepada calon pengantin mengenai dasar-dasar penikahan Katolik, tentunya dengan harapan bahwa kedua calon setelah mengetahui dalam waktu yang relatif lebih singkat itu, dapat mencerna dan kemudian memahami dan melaksanakan dalam kehidupan RT yang akan mereka bina di kemudian hari, atau mempertimbangkan kembali keputusan untuk buru-buru menikah.
    Jadi silahkan berkonsultasi dengan pastor paroki anda..
    May God bless your steps..

  19. Dear Romo ,

    November ini saya akan menikah secara katolik pada hari minggu , dan kami sudah mendaftarkan nama kami untuk memohon pemberkatannya sejak tahun lalu , namun tak disangka-sangka ada 1 pasangan lagi yang akan di berkati perkawinannya bersamaan dimana sang pihak perempuan adalah katolik namun sang pria budha , sedangan saya dan pasangan sama2 beragama katolik , sebenarnya prosesinya bagaimana ? ada yang mengatakan bahwa yang non katolik harus di bawah altar tidak boleh di atas bila demikian bagaimana susunannya ? agak membingungka juga sebab saya sudah menanyakan sekretariat mereka juga bingung , terlebih kami .. mohon infonya untuk hal ini Romo .. thanks
    ==========
    Saya belum menangkap kesulitan yang anda hadapi. Apakah maksudnya pasangan kawin campur tidak boleh melakukan tanda tangan akta perkawinan di altar seperti pasangan Katolik?

    Tidak ada aturan baku secara liturgis mengenai tempat dilangsungkannya penandatangan akta pernikahan. Pada umumnya mengambil tempat di altar. Beberapa gereja juga ada yang memiliki tempat khusus di sekitar altar.

    Coba anda konsultasikan langsung dengan imam yang akan meneguhkan perkawinan anda.

    Sudrijanta

  20. Dear Romo,

    kesulitan yang sedang kami hadapi adalah prosesi perkawinan tersebut seharusnya bagaimana ,(seperti posisi pengatin no 1 dan pengantin kedua) dan sebenarnya bagi pasangan campur (Non-Katolik)apakah diperbolehkan menerima sakramen perkawinan atau hanya pemberkatan perkawinan saja yah ? sebelumnya terima kasih Romo

    nb: Romo yang akan meneguhkan perkawinan kami sedang tugas , oleh karena itu tidak bisa dihubungi hingga sept ,sementara kami 2 pasangan yang menikah bareng jadi agak ribet juga ..
    ===========
    Inti perayaan penerimaan sakramen perkawinan bukan pada ekaristinya tetapi pada janji yang diucapkan oleh masing-masing pasangan. Rumus janji perkawinan pasangan Katolik tentu berbeda dengan pasangan perkawinan campur beda agama. Yang satu sakramen, yang lain bukan sakramen. Jadi perbedaannya hanya pada rumus janji perkawinan yang diucapkan.

    Prosesinya sendiri bisa diatur sedemikian rupa seperti untuk pasangan Katolik. Menurut hemat saya, tidak ada kesulitan penerimaan sakramen perkawinan anda dirayakan dengan ekaristi bersama dengan pemberkatan pasangan perkawinan campur agama untuk pasangan lain. Kalau mau dirayakan tanpa ekaristi juga bisa dan itu tidak mengurangi martabat sakramen perkawinan yang saling anda terimakan.

    Tentang rumusan janji perkawinan, rumusan doa-doa, prosesi dst tentu musti dituangkan dalam teks perkawinan. Untuk itu silahkan anda langsung konsultasikan dengan imam yang akan meneguhkan anda. Para romo sekarang pada umumnya sudah memiliki email. Saya kira anda bisa konsultasikan lewat email.

    Sudrijanta

  21. memang membingungkan kasus anda, artinya kalo terjadi maka itu menjadi hal yang tidak lazim.. rasanya pernikahan anda tidak akan dilangsungkan bersamaan dengan pernikahan kawin campur itu, karena pernikahan anda bersifat sakramen sedangkan pernikahan kawin campur (Katolik dengan Non baptis] sifatnya berupa pemberkatan… coba anda pastikan dulu dengan pastor paroki, [seharusnya sekretariat juga tahu] mengenai jadwal pernikahan anda apakah apakah waktu, tempat dan romo yang bertugas sama..

  22. Dear Romo ,

    Waktu nya , hari dan Romo yang memberkati bersamaan sebab saya mendapatkan pemberkatan di hari minggu pkl 12 siang dan pada hari minggu tersebut hanya diperbolehkan untuk 1 pemberkatan pernikahan namun bila ada pasangan dr paroki yg sama maka diperbolehkan batas maksimalnya 2 pasang , dahulu mereka bisa menjalankannya tanpa ada kebingungan seperti ini sebab ke dua2 pasangannya katolikdan tidak campur ,sekretariat pun tidak bisa menjawab untuk prosesi seperti apa , krn hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya . . . Maaf saya bertanya panjang lebar ,sebab banyak sekali yang saya tanya tapi semua juga tidak bs menjawabnya . . .
    Sebelumnya terima kasih

  23. test.. karena sudah berkali2 post tidak masuk

  24. jawaban saya.. ritual yang diikuti adalah ritual sakramen pernikahan. walaupun pasangan Katolik-Non baptis mengikuti ritual ini, sifat pernikahan mereka tidak menjadi sakramen. Jadi persiapkan saja ritual sakramen Ekaristi.. nanti setelah romo kembali diskusikan detilnya..

    SEmoga lancar ya semua persiapannya dan kalian semua sungguh menjadi saksi Cinta-Nya di dunia

  25. romo mo tanya..gimana kalo seandainya pernikahan tidak di restui orang tua salah satu pihak? sampai2 surat2nya di tahan dengan ancaman kita ga akan perna bisa menikah tanpa surat2 itu,apa bnar2 kita tidak akan bisa menikah?
    mohon solusinya romo..terimakasih
    ==========
    Kalau anda seorang perempuan sudah berumur di atas 18 tahun, anda bisa menikah tanpa persetujuan orang tua. Untuk menikah secara Katolik, hanya dibutuhkan surat baptis terbaru. Untuk catatan sipil, hanya dibutuhkan surat perkawinan gereja dan KTP.
    Sudrijanta

  26. Romo,

    bersyukur skali saya menemukan website ini..saya sedang dalam masalah..dengan mantan calon mertua saya..di sebut mantan karena smua sudah rencana pernikahan kami yg semestinya des ini sudah di batalkan..tp hubungan saya dan calon suami saya sementara ini baik2 saja..
    saya sangatt membutuhkan nasehat dari romo..karena saya sudah tidak tau lagi mesti bagaimana menghadapi situasi ini..

    sebenarnya dari awal saja sudah banyak hal yg bsa memicu keributan, tp karena saya rasa masi bsa saya tolerir saya iya iya saja..supaya tidak timbul masalah..
    saya di katain murtad kalo tidak masuk katolik..dan mantan calon mertua saya berkata kalo dia tidak menikahkan anaknya dengan yg katolik jg dia akan sangatt berdosa skali, dengan ancaman kalo tidak kita tidak bole menikah,saya berusaha memenuhi kaeinginan dia dengan blajar agama (skrang sedang dan masi berlangsung),
    disaat lamaran..saat di bicarakan masalah biaya pernikahan, kita pihak wanita di minta untuk bagi dua biaya pesta yg notabene pestanya di kota kelahiran calon suami saya dan sudah pasti pihak saya tidak akan ada yg bsa datang,itu saja masi di setujui orangtua saya,terus terang saya keberatan skali dengan ini smua, karena saya rasa ini sudah sangat tidak adil utk keluarga saya,dan di bawah ancaman,kalo tidak,tunda saja dulu pernikahan,tp saya cuma bsa protes dengan calon suami saya, sampai akhirnya dia memastikan ke orangtuanya (perempuan) ..ma, mengenai pembagian biaya pesta itu, ga total smua bagi dua kan? soalnya kan dari pihak perempuan yg dateng pasti dikit skalii..mantan calon mertua saya (perempuan) langsung marah dan dengan suara besar ..iyah dong..smua, total biaya bagi dua..lalu kita berdua pun diam, dan di saat itu jg saya di tanyain mengenai hotel..gimana udah dapet? saya waktu itu ada rekomendasi dari teman jg beberapa hotel..saya sebut ..ada tante..hotel B atau hotel A..mantan calon mertua saya dengan tenangnya..oo..tp itu hotelnya mahal lohh,ga mau cari yg murah? tp terserah sihh, soalnya kan hotel mama kamu yg bayar..astagaa..rasanya saat itu saya benar2 hampir hilang kontrol..apa yg harus saya lakukan? akhirnya saya cuma bsa senyum..sambil memandang calon suami saya yg saat itu cuma bisa geleng2 kepala..
    terus terang, saya dan calon suami saya masi kurang masalah finansial, karena itu kita ingin menikah sederhana saja, kalo perlu cuma di gereja saja, tp mantan calon mertua saya mengharuskan ada pesta yg menimbulkan banyak skali masalah lahir dan batin..saya btul2 tertekan..
    hingga suatu hari..mantan calon mertua mengetahui kalo kita berdua punya seekor anjing kecil..dia ribut memaksa kalo kita harus membuangnya, kalo tidak, kalian batal menikah..ancaman lagi..
    saya berpikir, tolong..ini cuma masalah kecil..bole dong saya skaliii ini saja meminta persetujuan untuk mempertahankan anjing yg sudah brapa tahun bersama kami..ternyata tidak, begitu kerasnya paksaan dan ancaman, saya sudah tidak bisa, calon suami jg mempertahankan keinginan saya,hingga timbullah keributan, dan mantan calon mertua saya menghubungi orangtua saya untuk membatalkan smua rencana pernikahan..karena saya berkata tidak..
    apa saya harus slamanya berkata iyaa..supaya tidak ada masalah?sementara saya menderita??
    sudah lewat brapa bulan kejadian itu,mantan calon mertua sering sms atau telpon calon suami saya berusaha memaksa calon suami saya untuk memutuskan hubungan dengan saya..kalo tidak mendengar dan memenuhi keinginannya, calon suami saya akan susah rezeki,dll..dll..mengatakan ntah maksudnya kelakuan siapa yg seperti anjing,aduh, rasanya itu bukan hal proper yg seharusnya di ucapkan dari mulut orangtua seperti dia..
    bahkan baru2 ini, mau menarik smua barang2 yg perna di berikan calon suami saya sama saya..dan banyak hal2 yg menyakitkan lainnya..
    romo, sementara di pihak saya smua ketakutan melihat sifat mantan calon mertua saya (perempuan), dan bersyukur smua itu di batalkan..karena tidak berani membayangkan akan hidup dalam rumah macam apa saya nanti kalo jadi menikah..
    saya di minta berlapang hati memutuskan hubungan ini, supaya mantan calon mertua saya senang dan tidak menjahati saya lagi..supaya calon suami saya jg tidak stres menhadapi masalah ini..
    tp romo, kami berdua itu tidak ada masalahh, calon suami saya itu orang yg sangat baikk..selama 4 tahun kami menjalani hubungan ini,smuanya berjalan baik sampai saat kita mulai merencanakan pernikahan.
    saya tidak tau harus bagaimana romo..kami berencana akan tetap menikah des ini, tp apa kami berdosa berat kalo tetap menikah tanpa mantan calon mertua? dan masalah surat2 penting yg kami kira sangat di butuhkan sudah di tahan oleh mantan calon mertua (perempuan)..kalian tidak akan perna bisa menikah di mana saja tanpa saya..aduhh, saya benar2 sakit hati..tp saya tidak perna mau menyakiti hati nya,maka saya jg menghindarinya supaya tidak ada lagi keributan2 lainnya..

    mohon bantuan romo,bagaimana saya harus bersikap?saya sangat bingung sekali..
    terimakasih banyak romo..

  27. Mbak Melisa,
    mo Sudri benar dengan mengatakan:
    Kalau anda seorang perempuan sudah berumur di atas 18 tahun, anda bisa menikah tanpa persetujuan orang tua. Untuk menikah secara Katolik, hanya dibutuhkan surat baptis terbaru. Untuk catatan sipil, hanya dibutuhkan surat perkawinan gereja dan KTP.

    Maka pertanyaan anda:
    apa kami berdosa berat kalo tetap menikah tanpa mantan calon mertua?
    Jawabannya adalah TIDAK DOSA

    Tapi,
    hidup kan bukan melulu soal dosa ato tidak dosa, melainkan harmonisasi
    Kalo kalian menikah tanpa persetujuan ibu calon suami tentu kalian akan tidak harmonis dengan sang ibu. Pertanyaannya adalah: apakah kalian akan mampu menghadapi ketidakharmonisan itu?

    Pilihannya:
    1. Kalo dalam pertimbangan kalian, kalian akan mampu hidup tanpa keharmonisan dengan ibu suami; ya LANJUT! kawin saja dan tetap hidup dalam lingkaran ibu suami sehingga tetap harus menghadapi suasana tidak harmonis
    2. Kalo rasanya tidak mampu hidup yang tidak harmonis dengan mertua; ya berarti tidak jadi kawin ato kawin tapi keluar dari lingkaran ibu suami.

    Mbak,
    karena yang punya ibu kan calon suami mbak, ya mbak tanya saja apa yang diinginkan oleh calon suami. Mbak berhak tidak tahan terhadap ibu suami dan tidak mau hidup dalam lingkaran ibu suami. Kalo calon suami maunya bertahan dengan ibunya ya silakan saja, itu haknya. Tapi dalam KS kan jelas bahwa lelaki bersatu dengan istrinya dan bukan bersatu dengan ibunya. (Ef 5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.) Silakan mbak mengambil keputusan.

    Salam, rin

  28. selamat malamRomo

    saya punya rencana menikah tahun depan ( 2010 ) dan saya sudah mulai persiapan dari sekarang karena:
    calon saya kerja sebagai pelayar yang akan pulang pertengahan november 2009 dan akan berangkat lagi bln januari2010, dan dia akan bekerja selama 8 bulan dan akan kembali bulan september 2010.
    Rencana awal saya dan calon saya akan mengikuti KPP bulan november ini (karena calon akan berangkat tugas lagi bln januari dan kembali bulan september.) Sehingga kami pikir pernikahan akan bisa dilaksanakan bulan oktober 2010.
    Namun saya baru mengetahui bahwa sertifikat KPP berlaku hanya 6 bulan..saya jadi bingung mencari solusinya.
    Yang ingin saya tanyakan apakan ada kelonggaran untuk kasus seperti saya ?
    Perlu diketahui saya beragama Katholik dan calon saya beragama kristen Oekumene.Kami sama2 berrniat mengikuti KPP dan juga baik dari calonku dan pihak keluarga calonku setuju untuk melangsungkan perrnikahan digereja katholik, yang tentunya saya sangat bersyukur atas hal tersebut.
    Namun saat ini kami terbentur untuk masalah KPP. Sedangkan untuk gedung dan lainnya kami sudah persiapkan.
    Mohon bantuanya Romo.

    Terima kasih banyak..
    Mohon untuk petunjuknya.
    Terimakasih banyak
    =========
    Mau ambil KPP sebelum 6 bulan dari hari “H” pernikahan? Menurut hemat saya, tidak ada masalah. Beritahukan saja pada romo yang akan kanonik tentang situasi anda.
    Sudrijanta

  29. terimakasih banyak atas masukannya.
    Berarti bila saya melaksanakan KPP pada desember ini dan pelaksanaan pernikahannya bulan oktober tahun 2010 dimungkinkan?
    kalo memang benar adanya…saya sangat lega…
    terimakasih banyak.

  30. Dear Romo,

    Saya (katolik-klaten) berencana nikah pd tgl 5 des 09 dgn calon saya(kristen-gki jkt). kami sdh sepakat utk menikah secara katolik.

    Berkas apa yg hrs kami siapkan cowok (mis surat baptis 6 bln terakhir) dan cewek (???). mohon sarannya.

    Kami berencana mengadakannya di katedral jkt, berkas apa saja yg harus kami siapkan?

    Sdgkan kursus perkawinan yg cewek apakah harus di katolik / boleh di gki?

    Thx bantuannya.

  31. dear romo,

    romo saya mau bertanya mengenai pernikahan secara katolik lebih lengkap lagi romo.

    1. saya seorang protestan sedangkan calon saya katolik,apa yg harus saya lakukan romo supaya dapat diberkati pernikahan saya dengan cara katolik????

    Mohon penjelasannya romo karna saya ko kurang paham,apakah memang sulit dan ribet daperti yang teman saya katakan,Terima kasih romo

  32. Untuk Melisa, yang perlu dijawab adalah apa yang kalian berdua inginkan untuk pernikahan kalian..

    yang saya baca, calon suami anda tidak bisa mengambil keputusan layaknya seorang calon pemimpin. Jika ini tidak bisa dilakukan, maka bisa dipastikan, kelak campur tangan mertua masih mendominasi keputusan-keputusan suami anda, bahkan mencampuri urusan rumah tangga kalian.

    Jadi sebaiknya, tanyakan dulu calon suami anda, seberapa tulus niatnya membangun kehidupan keluarga bersama anda. Kehidupan keluarga seperti apa yang hendak kalian bangun bersama. Bagaimana bila ia menyikapi pilihan apabila salah satunya adalah pilihan ibunya sendiri. dan menjawab pertanyaan ini tidak cuma bisa dijawab satu kata saja.

    Jadi saran saya, tunda pernikahan anda. dan temukan dulu komitmen ini kembali. jika sudah yakin sekali dan siap dengan segala resikonya, bahas rencana pernikahan, kali ini, rencana pernikahan kalian berdua, bukan rencana pernikahan orang tua kalian.

    mengenai apakah pernikahan harus di GK bagi orang Katolik.. jawabnya YA. tetapi pernikahan bukanlah sebuah akhir, tetapi awal sebuah perjalanan. Kalian dipanggil menjadi saksi cinta Tuhan dalam sebuah keluarga. Jadi pertama kali yang harus dipertimbangkan adalah, bagaimana kalian membangun keluarga dalam cinta yang utuh dan diberkati Allah. Jika ibu mertua atau siapa pun merecoki keluarga anda, bagaimana anda dan suami anda dengan cinta itu mengatasinya.

    May God bless your steps..

  33. untuk mereka yang berbeda agama dan berniat menikah dalam GEreja Katolik..

    bagi Katolik dan Non-Baptis Katolik (Protestan) cukup mendapatkan ijin dari Uskup. sedangkan Katolik – Non Baptis, memerlukan dispensasi dari Keuskupan.

    yang Katolik diminta berjanji :

    1. menjaga imannya dari bahaya
    2. berusaha dengan maksimal untuk mendidik anak-anaknya dalam Gereja Katolik.

    dan yang non-Katolik harus diberitahu arti pernikahan secara Katolik. yang Katolik dilarang mengukuhkan pernikahan di luar Gereja Katolik sebelum atau sesudah pengukuhan GK.

    Nah syarat2 administratif lain dapat ditanyakan ke sekretariat paroki.

    Saya sendiri mendengar ada yang mengatakan pernikahan Katolik ribet dan ruwet.. Yang perlu disadari adalah bahwa Gereja Katolik melindungi umatnya supaya mereka dapat sungguh menjadi saksi cinta Tuhan kelak ketika sudah menikah dan membangun keluarga. Karena pernikahan yang diberkati dalam Gereja Katolik yang valid dan sempurna adalah pernikahan Katolik yang tidak terpisahkan oleh manusia. Yang memisahkan adalah maut.

    tetapi dibilang rumit dan ruwet juga tidak, justru ini merupakan ujian bagi pasangan. Seberapa besar niat dan ketulusan pasangan untuk mempersatukan cinta mereka di hadapan Allah di dalam Gereja-Nya yang satu, kudus, Katolik dan Apostolik. Jika ke-2 hal itu ada, maka segalanya akan terasa mudah. Jangan karena ganjalan administratif, atau sikap seseorang yang tidak kooperatif dalam melayani saat kalian mengurus pernikahan, membuat kalian mundur. tetapi justru ini adalah saat dimana kalian perlu berjuang bersama. Percayalah, ketulusan hati kalian diketahui Allah, dan He will help you to find a way…His way.. in the Catholic church..

  34. Dear Anton,

    berkas yg hrs d siapn pihak co:
    * surat keterangan dr lingkungan+tandatangan romo paroki klaten yg mnyatakan bhwa co itu memang warga paroki klaten

    berkas yg hrs d siapn cwe:
    *surat baptis & surat sidi
    *kpp hrs scara katolik

    mrk rencananya mo kanonik dmn??
    trs pd saat kanonik mrk hrs bw saksi dr pihak cwe..

    krna mo mnikah d katedral,lbh bae lg cba mrk tnya lgsng ksna,tkutny msi ad yg krang..

  35. Dear Romo,
    Saya dan calon suami adalah katolik ingin melangsungkan pernikahan secara katolik 3 bulan lagi tapi pada saat mengurus kanonik ternyata calon saya belum sakramen krisma, apakah kami tidak boleh menerima sakramen pernikahan karena salah seorang belum menerima sakramen krisma? Apa yang bisa kami lakukan agar pernikahan kami bisa tetap dilaksanakan? Apakah ada hal2 khusus untuk mengatasi hal tersebut? Mohon informasinya. Thanks
    ==========
    Untuk bisa menikah secara Katolik, tidak dituntut lebih dahulu menerima Sakramen Krisma. Setelah menikah, suami anda masih bisa menerima Sakramen Krisma.
    Sudrijanta

  36. DAER ROMO

    APAKAH PERNIKAHAN BEDA AGAMA SAYA KATHOLIK SUAMI KATEKUMEN PADA SAAT MENIKAH.DAN MENIKAH DIGEREJA, TETAP TIDAK BISA DICERAIKAN ? TERIMA KASIH
    ===========
    Saudari Agnes,
    Masalah apa yang sesungguhnya sedang anda hadapi?
    Mohon anda tidak menulis semua kata dengan huruf kapital.
    Sudrijanta

  37. Dear Romo,

    Mau tanya, saya sudah mengikuti KPP (Kursus Persiapan Perkawinan) bulan 4-5 September 2009 kemarin. Apakah ada masa berlaku utk sertifikat KPP itu sendiri ? Dan direncanakan menikah di tanggal 21 Maret 2010, apakah bisa diberkati di Gereja pada bulan tersebut, karena yg saya tau bulan tersebut sedang masa pra-paskah ?

    Mohon penjelasan dari Romo. Thanks

  38. Dear Anton,

    setahu saya untuk sertifikat KPP tidak ada masa berlakunya, tetapi tergantung romo yang memberikan kanonik juga. kalau sudah terlalu lama mungkin anda harus mengikuti KPP lagi. kalau anda menikah tanggal 21 Maret 2010 dan KPP nya tanggal 4-5 September 2009 saya rasa masih bisa.
    sepertinya anda tidak bisa melakukan pemberkatan/sakramen perkawinan di gereja pada masa prapaskah.

    Yoseph

  39. Dear Romo,

    Saya WNI katholik yang akan menikah dengan WNA Jerman yang juga katholik di akhir October 2009 ini di gereja di jakarta.
    Semua dokumen untuk gereja dan catatan sipil sudah lengkap dan juga sudah diumumkan di gereja sebanyak 3 kali, buku holy matrimony juga sudah dicetak berikut nama 2 orang saksi dalam misa pernikahan kami juga sudah tercetak dalam buku tersebut.
    Saya mau menanyakan perihal saksi. Kami tadinya sudah mempunyai 2 saksi, tetapi kami baru mendapat kabar dari salah satu saksi (saksi dari pihak calon suami saya) yang tinggal di austria bahwa beliau tidak dapat hadir pada hari pernikahan kami. Jadi, kami saat ini sedang memilih saksi lainnya untuk menggantikan saksi yang tidak dapat hadir tersebut.
    Pertanyaannya, apakah boleh dari 2 orang saksi dalam pernikahan kami nanti salah satu saksinya tidak/bukan beragama katholik, tetapi beragama Kristen?
    saya tunggu kabar jawabannya romo. terimakasih.
    Blessing,
    Josephine

  40. Dear Josephine,
    untuk saksi pernikahan keduanya harus Katolik.
    coba anda klik link dibawah ini, atau di copy paste.
    http://www.imankatolik.or.id/PROSEDUR%20PERNIKAHAN%20GEREJA%20KATOLIK.html

  41. Dear Romo,

    saya ingin konsultasi dengan romo.
    saya sekeluarga penganut katolik semua. yang menjadi masalah sekarang adalah saya punya adik telah menghamili pasangannya, (pasangan adik saya non katolik /budha.) bagaimana cara pemberkatannya? apakah gereja boleh memberkati pasangan yang belum menikah tetapi sudah hamil? tolong di balas romo, karena kami sekeluarga bingung akan pemberkatannya. kami ingin agar adik kami di berkati di gereja. mohon saran dan petunjuknya romo.
    sekedar info, adik saya sudah di babtis dari lahir dan sudah menerima sakramen krisma.

  42. adik anda tentu saja bisa menikah di dalam Gereja Katolik.. tetapi biasanya pastor paroki akan meminta adik anda menunda pernikahan dan mempertimbangkannya kembali. Pernikahan akibat hamil di luar nikah pada umumnya memiliki potensi masalah dalam rumah tangga yang dibangun, kecuali memang keduanya siap secara mental/rohani maupun secara keuangan, artinya sejak awal mereka siap untuk membangun RT dan menjadi orang tua. Tidak jarang permasalahan tersebut berakhir pada tuntutan perceraian.

    Silahkan anda datang ke pastor paroki setempat untuk berkonsultasi

  43. dear romo,
    kami telah mempunyai anak diluar nikah sekarang sudah berumur 5 bulan.

    sedangkan pihak ibu dari anak kami seorang katolik yang sekarang ini mempersiapkan diri akan menikah lagi secara katolik dengan seseorang laki laki yg kemampuan membiayai rumah tangganya meragukan. pihak ibu dari anak telah memaksa untuk memutuskan hubungan silahturami saya dengan anak saya, padahal dari pihak keluarga saya, sangat ingin melihat keberadaan anak tersebut.

    apakah perkawinan secara katolik pihak ibu dari anak biologis saya dengan laki laki lain dapat berlangsung??

    apakah pihak paroki dapat me-mediasi penyelesaian masalah ini secara baik-baik

  44. dear romo,

    romo saya akan menikah di gereja katolik tapi pasangan saya beragama budha..semua prosedur sebetulnya sudah selesai semua sampai dengan kanonik..
    tp masalahnya ketika saya ingin mendaftarkan ke catatan sipil, petugas bilang kalau surat nikah gereja jangan sampai tertera beda agama karena akan sulit sekali mengurusnya..
    saya sudah menanyakan pada sekretariat gereja dan mereka bilang bahwa mereka tidak akan menuliskan beda agama di surat nikah gereja tsb.
    tapi biasanya harus dilampirkan surat keterangan bahawa yang bersangkutan sedang katekumen karena di KTP nya agama Budha..
    yang saya ingin tanya kepada romo, saya harus bagaiman romo..?apabila harus membuat surat keterangan katekumen pakah mesti harus dari gereja sedangkan pasangan saya belum berpikiran untuk pindah agama sementara waktu ini..

    apakah akan menjadi masalah romo di catatn sipil nanti?apa yg harus saya lakukan romo?

    terima kasih romo..

  45. @Joni… tulisan anda sedikit membingungkan.. saya coba uraikan kembali.. bahwa

    1. anda telah memiliki anak dari teman perempuan anda.
    2. teman perempuan anda merencanakan menikah dengan pria lain dan keluarganya mendukung. Itu sebabnya keluarganya meminta anda memutuskan hubungan dengan anda. Sedangkan anak tersebut akan dipelihara oleh pihak perempuan.
    3. keluarga anda hendak melihat anak anda tersebut.

    Pertanyaan anda : apakah si perempuan bisa menikah secara resmi dalam GK ?

    jawabnya bisa, apabila hubungan kalian belum diresmikan menjadi suami dan isteri secara sah di dalam GK.lalu bagaimana dengan kondisi anda saat ini ?

    saya tidak tahu alasan mengapa teman perempuan anda ingin memutuskan hubungan dengan anda.. apakah anda sendiri mengetahuinya ?

    jika teman perempuan anda itu berkehendak menikah dengan laki-laki Katolik lain dengan keputusannya sendiri, maka hargailah keputusan itu. Let her go and move on..namun jika anda tahu bahwa keputusan itu merupakan suatu paksaan dari pihak lain dan bukan keinginan teman perempuan anda, maka anda bisa melaporkan hal itu kepada paroki teman perempuan anda, karena keterpaksaan tersebut merupakan hal yang dapat menghalangi pernikahan tersebut dalam GK.

    lalu bagaimana dengan anak itu, apakah anda boleh tetap berhubungan dengannya. sebaiknya ini dibicarakan dengan ibu dari anak tersebut. dan sebaiknya ini dibicarakan supaya tidak ada masalah di kemudian hari dan menjadi batu sandungan bagi perjalanan hidup anda dan juga teman perempuan anda, namun terutama anak anda kelak.
    dan dalam membuat keputusan, anda perlu berkorban jika anda sungguh mencintai teman perempuan anda, dan terutama anak dari hubungan kalian. Bukankah terkadang demikian, cinta memerlukan pengorbanan ?

    May God bless your steps..

  46. @Lisa, ikuti saja petunjuk paroki. Pastinya bukan sekali dua kali saja mereka menangani pernikahan beda agama. so no worry so much..

  47. romo..

    aku seorang katholik, pasangan kristen protestan..
    kami berencana menikah tahun depan.
    pasangan ingin menikah secara kristen.
    yg mengharuskan saya menjadi jemaat di gereja pasangan saya.
    sehingga saya diharuskan ikut katekisasi dan pengakuan kepercayaan (sidi).
    apakah saya akan dikucilkan dari gereja katholik jika saya melakukan pengakuan kepercayaan (sidi) di gereja kristen?
    apakah solusi nya untuk masalah saya?
    karena pasangan tidak bersedia melakukan pemberkatan di gereja katholik..sedangkan saya tidak ingin pindah agama..
    apakah benar pernikahan tidak sah jika hanya dilakukan di catatan sipil saja?

  48. @Erica… istilahnya bukan dikucilkan tetapi ter-ekskomunikasi yang artinya kamu tidak layak menerima sakramen Ekaristi atau sakramen lain, karena kamu telah mengingkari iman-mu, hingga kamu kembali ke pangkuan GK.

    Solusinya ? dalam hukum Kanon pengukuhan sebelum atau sesudah pengukuhan di dalam GK dilarang. Jadi artinya tidak ada jalan lain kecuali menikah di dalam GK. GK sendiri masih berkenan mengukuhkan pernikahan Katolik dengan Non-Katolik dengan syarat yaitu menjaga iman Katolik dari bahaya dan dengan segala kemampuannya mendidik anak-anak dalam Gereja Katolik.
    Jika pasangan tidak bersedia melakukan pemberkatan di GK, berarti ia memegang teguh apa yang ia imani dan ia tidak kompromi terhadapnya [mungkin ia lebih memilih berpisah dengan anda dibandingkan mengingkari imannya].. pertanyaannya apakah iman-mu seteguh yang pasanganmu miliki ?

  49. Dear Romo,

    Sekedar ingin bertanya.. Saya akan menikah bulan april nanti di gereja bartolomeus bekasi. Saya pribadi tinggal di Belanda dan calon suami saya juga seorang yang berkebangsaan belanda. Kami akan mengikuti kursus perkawinan pada bulan januari. Mudah2an semua nya berjalan lancar.
    Sejak kecil saya selalu berangan – angan ingin sekali menjalankan prosesi perkawinan seperti yang ada di film – film, dimana saya berjalan menuju altar dengan ayah saya. Diantar beliau, pahlawan hidup saya dan di depan altar sudah menanti calon suami saya.
    Yang saya mau tanyakan, saya belum pernah melihat prosesi sakramen pernikahan yang seperti itu di Indonesia. Yang saya tau di Indonesia, pastur akan menjemput pasangan pengantin di depan pintu gereja dan diikuti oleh pihak keluarga. Apakah kira2 saya bisa mewujudkan impian saya? Mohon infonya romo.. Tuhan berkati.
    ============
    Prosesi penerimaan calon mempelai bukan di depan Gereja tetapi di depan altar seperti yang anda gambarkan sudah sering dilakukan di sini. Semoga impian anda terwujud.
    js

  50. Dear Romo,

    Saya dan pasangan berencana menikah di pertengahan tahun 2010 di paroki St Anna. Apakah ada jadwal tertentu untuk mengikuti kanonik? Apakah kanonik dilaksanakan secara kolektif?

    Terima kasih.

    GBU

  51. Dear Ita,
    Jadwal kanonik di Gereja Santa Anna tidak ada jadwal tertentu, mba Ita bisa langsung menghubungi Romo yang akan memberikan kanonik.
    Trima kasih.
    GBU too

  52. Dear Romo,

    saya dan pasangan berencana menikah dibulan Januari akhir digereja katholik, saya katholik dan suami kristen, salah satu persyaratan dari gereja katolik adlah mengharuskan ikut KPP sebelum pemberkatan, masalahnya saya telat mengikuti KPP dibulan november, akhirnya saya daftar untuk bulan december di tgl 5-6, namun untuk tgl 6 saya tidak dapat mengikutinya karena bentrok dengan jadwal saya. dari pihak tempat saya mendaftar memberikan solusi bahwa untuk hari kedua saya dapat mengikuti dibulan januari, namun setelah saya check jadwal kpp dibulan januari tgl 9-10, yang berarti setelah tgl 10 saya baru dapat menerima sertifikat KPP, dan setelah menerima sertifikat baru saya dapat mengikuti Kanonik, yang saya kawatirkan, apakah keburu untuk mengejar jadwal pernikahan kami yang jatuh di akhir januari. karena setahu saya bila menikah dengan lain agama membutuhkan surat dispensasi yang saya dengar cukup memakan waktu prosesnya. mohon advisenya romo

    Thanks GBU
    =========
    Sebaiknya anda segera datang ke pastor paroki anda hari-hari ini untuk proses kanonik. KPP bisa anda ambil setelahnya. KPP bisa anda ambil di dekenat tempat anda tinggal atau dekenat lain yang waktunya paling dekat. Bisa saja anda ambil KPP tanggal 5 Des dan 10 Jan atau 5 Des plus tambahan khusus dari panitia KPP kalau panitia bersedia. Sertifikat KPP bisa disusulkan. Sebelum sertifikat KPP dikeluarkan, musti ada ada kepastian dalam bentuk surat pernyataan yang ditanda-tangani panitia KPP, misalnya, bahwa anda sudah selesai KPP.
    js

  53. Dear romo,
    Thn dpn sy akan menikah,sy katolik dan calon suami sy budha..apakah bs untuk menerima pemberkatan di gereja dan seminggu lagi kami catatan sipil di tmpt asal suami sy,krn calon sy ingin catatan sipil menurut agamanya,sdgkan sy cm ingin menerima pemberkatan di grj..
    jd klo MISAL,sy catatan sipil dgn agama budha,apa sy tdk blh pemberkatan di grj?
    Sy bingung bagaimana alurnya dan syaratnya,mohon penjelasannya ya romo..thanks alot..GBU

  54. Dear sasa,
    mba sasa bisa melangsungkan pemberkatan perkawinan di gereja, dengan mendapatkan dispensasi dari Keuskupan Agung Jakarta.
    kalau sudah pemberkatan digereja berarti tidak bisa catatan sipil agama budha…
    kalau catatan sipil katolik masi bisa dengan surat keterangan Katekisasi dari gereja…
    makasi…

  55. Romo, saya berencana menikah di jogja tahun 2010 ini. Kebetulan saya dan calon istri sama-sama bekerja di jakarta. Apakah saya boleh kanonik dan kursus di Jakarta. Lalu syarat apa yang saya perlukan sehingga boleh “numpang” kanonik dan kursus…
    terima kasih.

  56. Dear Romo,

    saya dan pasangan berencana menikah dibulan april digereja katholik, saya katholik dan saya telah dibaptis sejak dan belum melaksanakan komuni pertama tetapi telah menerima komuni dan masalahnya saya belum melaksanakan komuni pertama dan saya harus gmn??? sedangkan pernikahan tinggal sebentar dan solusinya gmn??? terima kasih.

  57. Salam Romo,
    Saya Lia. Saya ada rencana menikah dengan pasangan tahun 2010 ini. Dari yang saya tahu, syarat untuk calon yang beragama kristen harus melampirkan surat baptis. Nah, masalahnya, pasangan saya belum babtis Romo.
    Kalau saran dari calon mertua saya sih, calon saya disarankan ikut katekumen dan babtis secara katholik. Tapi buat saya, saya tidak mau memaksakan suatu agama ke orang lain. Dan sepertinya pasangan saya masih ingin tetap di GKI Romo.
    Untuk kasus saya ini bagaimana ya Romo?
    Terima kasih sebelumnya Romo.

  58. @Mikael, kamu bisa melakukan kursus dan kanonik di paroki dimana kamu atau pasanganmu berdomisili saat ini. Nanti hasil kanoniknya dikirimkan ke paroki di Jogya, sekaligus ijin untuk melangsung pernikahan di Jogya.

    @ Antonius, tulisanmu terpotong-potong. Namun, apabila kamu baptis dewasa bisa menerima langsung menerima sakramen penguatan dan sakramen ekaristi.

  59. @Lia, sepanjang pengetahuanku surat baptis untuk pasanganmu tidak mutlak. yang mutlak kamu butuhkan adalah ijin dari keuskupan untuk menikah beda agama. Again, setahu saya, baptisan GKI pun tidak sah [formulanya berbeda] menurut hukum GEreja Katolik, sehingga sifat pernikahanmu tidak bisa menjadi sakramen, melainkan pemberkatan.

    Memang sangat baik bila pasanganmu ikut katakumen dan menerima baptisan dalam GK, karena secara otomatis, pernikahanmu menjadi sakramen.

    FYI, pernikahanmu harus dikukuhkan dengan tata cara GK. Kamu bisa menghadirkan pendeta dalam pengukuhan bersama dengan imam Katolik atau melakukannya di luar gereja dengan ijin keuskupan. tanpa ijin tersebut kamu tidak bisa melakukan. Kamu dilarang mengukuhkan pernikahan kamu dengna tata cara Protestan sebelum atau sesudah pengukuhan GK (artinya pengukuhan hanya terjadi sekali dengan tata cara yang tidak bertentangan dengan ajaran dan hukum GK).

    sesuai ajaran iman Katolik, dalam pernikahan beda agama, kamu diminta berjanji untuk menjaga iman Katolik-mu dari bahaya, dan berusaha dengan semaksimal kamu untuk mendidik anak-anak dalam GK.

    Silahkan mendiskusikan kasus kamu ini dengan romo paroki dan pasanganmu. Akan sangat baik, bila pasanganmu bisa ikut ketika berdiskusi dengan romo paroki.

    May God bless your steps.

  60. Salam,

    Untuk pengurusan di catatan sipil, bilamana akte kelahiran hilang, apakah bisa diganti dengan surat keterangan lahir?

    Sebelum perkawinan, apakah diperlukan surat keterangan bujang dari paroki asal (paroki dimana kita dibaptis)? apakah tidak ada dispensasi bilamana paroki asal jauh dari tempat tinggal sekarang..

    Terima kasih.
    Salam

  61. @A. Budi.. pertanyaan pertama itu out of topik next time sebaiknya bikin topik lain atau tanyakan langsung ke kependudukan catatan sipil setempat..

    akte kelahiran hilang, tapi ada fotocopy-nya tidak ?

    syarat untuk mengurus akte kelahiran di catatan sipil adalah

    Untuk kutipan akte kelahiran yang hilang persyaratannya :
    1. Surat Pengantar RT/RW
    2. Surat Pengantar Kelurahan
    3. Surat Keterangan Hilang dari Kepolisian
    4. Foto copy kutipan akte yang hilang
    5. mungkin dibutuhkan disiapkan saja fotocopy KTP dan KK pemohon

    selanjutnya silahkan ke kependudukan catatan sipil setempat.

    untuk pertanyaan ke-2, jawabannya Gereja tidak akan pernah mengeluarkan surat keterangan yang anda sebutkan itu. Ikuti saja syarat dokumen yang harus dipenuhi [termasuk pembaharuan surat baptis, yang mau tidak mau harus diurus di Gereja tempat dimana kamu dibaptis]. Selanjutnya silahkan anda berkonsultasi ke paroki di tempat di mana nanti pernikahan anda akan dikukuhkan.

  62. Terima kasih Romo buat pencerahannya.
    Saya akan berkonsultasi dengan Romo Paroki.
    Tuhan memberkati

  63. Salam romo,
    Saya mau menanyakan mengenai KPP. Pasangan saya WNI dan katolik tetapi dia berdomisili dan bekerja di USA, dan rasanya tidak memungkinkan jika pasangan saya harus datang ke jakarta untuk KPP. apakah diperbolehkan jika hanya saya sendiri yang mengikuti KPP? Kami berencana untuk menikah pertengahan tahun ini.
    Terima Kasih
    =========
    Barangkali calon pasangan Anda bisa diminta untuk mengambil kursus persiapan perkawinan di USA dan Anda mengambil KPP di Jakarta.
    Js

  64. Salam Romo,

    Fc Akta kelahiran tidak ada, jadi akta asli benar2 hilang atau ketlingsut entah dimana…

    Baik, akan saya konsultasikan dengan Romo Paroki.

    Terima kasih.
    Salam

  65. Salam Romo,

    Saya Lory, saya ada rencana menikah pada bulan 4, tetapi saya dan pasangan saya belum menerima sakramen krisma, apakah pernikahan kami bisa diberkati di Gereja Katolik Romo

    Terima kasih

  66. @Lory,

    jika anda dan pasangan dapat dipersiapkan untuk menerima sakramen penguatan dengan cukup sebelum pernikaham maka ini harus dilakukan. Tetapi jika tidak memungkinkan atau ada halangan berat, maka setelah sakramen pernikahan, maka secepatnya anda berdua melanjutkan persiapan penerimaan sakramen penguatan.

    May God bless your steps..

  67. Dear Lory,
    kalau anda dan pasangan anda sudah dibaptis secara Katolik, anda sudah bisa menerima sakramen perkawinan di Gereja Katolik.

  68. Dear Romo,

    Saya dan pasangan sudah melakukan hubungan di luar nikah, kemudian sekarang saya menuntut tanggung jawab pasangan saya untuk menikahi saya. Tapi tuntutan tanggung jawab ini menimbulkan keributan dari pihak saya, dimana akhirnya membuat pihak keluarga laki-laki tidak menyetujui hubungan kami. Dan pasangan saya juga lebih memilih untuk tidak diusir dari keluarga daripada menikahi saya, karena pasangan saya berpikir dia belum cukup mapan.

    Yang ingin saya tanyakan Romo:
    1. Apakah pantas saya menuntut tanggung jawab pasangan saya?
    2. Apakah dosa yang sudah kami lakukan dapat diampuni?
    3. Jika menikah tanpa persetujuan orang tua apakah boleh?

    Terima kasih Romo

  69. @Gita

    1. sebagai seorang Katolik hal itu tidak pantas dilakukan… bagaimanapun memaksa atau terpaksa bukanlah dasar pernikahan Katolik, karena pernikahan tidak lagi murni didasari oleh cinta. Banyak kasus perceraian terjadi karena unsur keterpaksaan saat menikah.

    2. tentu saja… segeralah terima sakramen tobat.

    3. pernikahan bisa terjadi tanpa persetujuan orang tua. Namun sebaiknya anda berdua menunda pernikahan, hingga kalian siap secara moral, spiritual dan secara finansial.

    saya tidak tahu apa yang diributkan keluargamu, [kecuali kamu hamil karena hubungan intim dengan pacarmu], bagaimana pun kamu membutuhkan dukungan secara psikis dan fisik dari keluargamu, dan membaca cerita pendekmu, pria yang kamu tuntut tanggung jawabnya itu, belum siap untuk bertanggung jawab.

  70. Salam Romo,

    Saya Christian, dan pasangan saya berasal dari paroki St Anna. Saya ingin menanyakan bagaimana prosedur untuk mengadakan pengumuman pernikahan dan syarat-syarat apa saja yang diperlukan? Serta kapan waktu yang diperbolehkan untuk pembuatan pengumuman tersebut? Adapun saya dan pasangan saya telah selesai mengikuti proses kanonik dan juga telah mengikuti KPP, tetapi surat kanoniknya baru akan selesai per minggu ini.

    Terima kasih romo
    ========
    Langsung saja Anda datang ke sekretariat St Anna dengan membawa dokumen formulir perkawinan yang sudah diisi lengkap.

    Admin

  71. Dear Romo,

    Dokumen dan formulir perkawinan yang lengkap telah saya masukkan ke Sekretariat St Anna. Tetapi saya ingin menanyakan lebih jelas apakah pengumuman pernikahan harus dibuat dengan persetujuan Romo yang memberkati ataukah setelah seluruh dokumen dan formulir perkawinan yang lengkap saya dan pasangan saya dapat mengajukan agar pengumuman dapat segera diumumkan di Gereja?

    Terima kasih Romo

  72. Dear Pak Christian,

    sebelumnya saya mau menanyakan, anda mo menikah tanggal brapa??
    karena untuk pengumuman perkawinan itu di sesuai kan dengan tanggal pernikahan & formulir pendaftaran yang sudah diserahkan ke sekretariat.
    terima kasih.

    salam,

    stephanie/sekretariat

  73. dear Romo,
    saya berencana menikah oktober 2010,
    saya ingin bertanya apakah bisa kita merubah data kita di surat baptis, seperti nama saya dan nama ortu?
    saya menanyakan ini karena ada perbedaan antara data surat baptis dengan akte kelahiran.
    sehingga pada salinan pembaharuan surat baptis yang diperlukan untuk mengikuti pemberkatan “klop” dengan data pada akte kelahiran saya?
    terimakasih sebelumnya.
    =========
    Coba Anda konsultasikan langsung dengan pastor paroki Anda.
    js

  74. Romo, saya dan calon istri sama2 pendatang di Jakarta. Kami berdua sama2 tidak pernah aktif di lingkungan. Kami berencana menikah bulan mei di Jogja (sudah KPP juga). Tapi Romo paroki tempat kami berencana menikah meminta kanonik dilakukan di Jakarta saja biar tidak repot (walaupun kami lebih suka kanonik di jogja). Gimana ya mengingat saya dan calon tidak mengenal ketua lingkungan masing-masing di jakarta.
    =========
    Coba Anda datang ke sekretariat paroki tempat Anda tinggal sekarang dan tanyakan ketua lingkungannya. Lalu segera meminta romo paroki Anda untuk proses kanonik.
    js

  75. Romo, saya dan calon suami akan melakukan pernikahan dengan cara oikumene, bisakah saya minta contoh liturginya romo?

    trima kasih romo…..
    ===========
    Sebaiknya untuk soal ini Anda bicarakan langsung dengan Pastor yang memproses kanonik Anda.

    Kalau Anda mau melangsungkan perkawinan secara ekumenis di Gereja Katolik, liturginya tidak terlalu beda. Biasanya Pendeta hadir sebagai saksi dan bisa diberi peran sebagai pengkotbah. Kalau Anda mau melangsungkan perkawinan secara ekumenis di Gereja Kristen, biasanya liturginya mengikuti tata cara Gereja Kristen tersebut. Lalau Pastor hadir sebagai saksi peneguh. Tetapi rumus janji perkawinan musti standard seperti yang dijelaskan dalam kursus persiapan perkawinan Katolik.
    js

  76. Dear Romo,

    Saya ingin menanyakan apakah untuk menerima Sakramen Perkawinan diwajibkan untuk kedua mempelai menerima Sakramen Krisma terlebih dahulu? Bagaimana jika salah satu belum menerima Sakramen Krisma, apakah masih bisa dilakukan pemberkatan perkawinan di Gereja? Sebaikanya berapa bulan sebelum hari H untuk mendaftarkan perkawinan di Gereja? Terima Kasih Romo.
    ========

    Untuk bisa saling menerimakan Sakramen Perkawinan, tidak diwajibkan sudah menerima Sakramen Krisma. Tetapi alangkah baiknya kalau menerima Sakramen Krisma lebih dahulu sebelum menikah.
    js

  77. Salam Damai Romo

    saya ada masalah… saya pikir aneh… memang benar nama di surat baptis saya dengan KTP, Paspor, dan NPWP… berbeda… juga di surat baptis ada nama china…. misalnya saja Lukas Ci Ping Budi…. saya sudah mendapat SKBRI dan menjadi misalnya Lukas Budi… nah tapi mengapa saaat saya mau menikah… surat nikah tetap berpedoman dengan nama Baptis?? Mengapa Gereja tidak bisa merubah segalanya jadi lebih mudah?? bukankah akan bertambah susah nantinya… bila surat nikah tetap membawa-bawa nama cina yang ada di surat baptis….?? bukankah gereja bisa lebih luwes mengikuti perkembangan…. bagaimana, Romo…. bisakah gereja merubah peraturan yang kaku itu??? Maafkan saya romo…. tapi hal ini juga saya tanyakan kepada kakak saya yang romo dan biarawati….

    salam dalam Kristus
    ==========
    Coba konsultasikan langsung dengan pastor paroki tempat Anda dibaptis. Pada hemat saya, perubahan nama seperti dalam kasus Anda dimungkinkan. Tentu musti ada catatan tambahan yang harus ditulis di buku induk baptis.

    js

  78. terima kasih, Romo… saya akan coba konsultasi kan hal ini

  79. Salam Romo,
    Saya tinggal di Jakarta, berencana akan menikahi gadis Katolik, sedangkan sy Non Katolik (Islam), kami sdh lama pacaran, apakah kami bs menikah secara sah menurut agama dan negara? dan bagaimanakah caranya. mohon penjelasan Romo.terimakasih.

  80. @Bagus, (sebaiknya juga kamu sampaikan ini ke pasangan anda)

    1. untuk pernikahan beda agama Katolik – non Baptis seperti anda, maka si Katolik membutuhkan dispensasi dari Keuskupan.

    si Katolik diminta berjanji untuk menjaga imannya dari bahaya.. artinya ia harus bisa menunaikan kewajibannya sebagai seorang Katolik tanpa ada halangan dari pasangannya yang beda agama

    jika hal ini tidak bisa diperoleh dari pasangan, bisa dipastikan dikemudian hari akan timbul perselisihan yang sifatnya prinsipal.

    yang ke-2, dengan semaksimal mungkin berusaha supaya anak-anaknya masuk dalam Gereja Katolik.. dan hal ini sebaiknya dibicarakan sejak awal pernikahan supaya kelak tidak menimbulkan percekcokan.

    menurut hukum Gereja, si Katolik tidak boleh mengukuhkan pernikahannya dengan tatacara atau agama lain baik sebelum atau sesudah pengukuhan Gereja Katolik, artinya pengukuhan hanya boleh terjadi satu kali yaitu di dalam Gereja Katolik.

    setelah mendapatkan dispensasi si Katolik bisa mengurus administrasi yang detailnya bisa diketahui di tempat di mana ia berdomisili. di sana anda dan pasangan juga akan mendapatkan penjelasan lebih detail.

    satu hal lagi, dalam waktu yang tepat, kalian berdua, harus mengetahui arti dan sifat pernikahan Katolik yang antara lain monogami dan tidak terceraikan.

    Sebaiknya anda berpikir matang mengenai pernikahan ini, tidak ada pasangan yang memikirkan perceraian di awal pernikahan. Tetapi pernikahan yang sah di dalam hukum Gereja tidak terceraikan walaupun secara sipil itu sudah disahkan. Namun dalam agama anda, anda diijinkan bercerai, dan kemudian menikah lagi. Saya tidak tahu seberapa besar pengaruh keluarga anda dalam hal ini. tetapi jika pengaruhnya cukup besar, saya sangat menyarankan anda menunda pernikahan ini, hingga pasangan anda sendiri yakin, bahwa anda tidak akan menceraikan atau memaksakan iman anda kepadanya walaupun itu desakan dari keluarga anda. Ujilah diri anda sendiri siapa yang akan anda bela dan pertahankan.

    Saya hanya berdoa, semoga jika kalian dipersatukan oleh Allah, semoga langkah-langkah kakimu dibimbing menuju kebenaran sejati yaitu di dalam Gereja-Nya yang satu, kudus, Katolik dan apostolik…May God bless you both..

  81. terima kasih romo.

  82. dear romo…
    yang saya tanyakan apabila kota tempat tinggal pasangan berjahuan apakah bisa KPP di lakukan di kota masing2 secara terpisah (melakukan KPP sendiri-sendiri)
    Trimakasih.
    ========
    Tidak masalah. Hanya saja Anda kehilangan kesempatan untuk duduk bersama calon pasangan Anda, mendengar bahan yang sama dan mengolahnya bersama-bersama.
    js

  83. Dear Romo…
    Romo rncn nya dlm 1 sampai 2 thn kedepan saya dan pasangan saya merencanakan pernikahan. Tetapi yg menjadi ganjalan adalah pasangan saya itu tidak memeluk agama mnpun, krn bagi dia agama tidaklah penting, yg terpenting adalah kelakuan dan menjalankan 10 perintah allah. tetapi dari awal pcran saya sdh tegas kan bahwa sy ingin menerima sakramen pernikahan saat menikah nanti, dan dia menyetujui nya. Setelah mengetahui bahwa proses untuk katekumen membutuhkan waktu yg ckp lm, dia agak males dan ga mau ribet. Dia minta saya temani selama katekumena, padahal saya dan dia beda kota (saya di bdg dan dia di sby), krn bagi dia ini smua untuk pernikahan kita bedua, jd dia minta sy hrs menemani dia. Saya bingung sy hrs bgmn?! Mohon saran dari romo terima kasih

  84. Jika anda yakin dengan pilihanmu, maka cobalah lihat apakah anda bisa berdiskusi dan berdialog dengan baik untuk mencari jalan keluar setiap masalah yang kalian berdua hadapi, atau sebaliknya, ia mendominasi, mau menang sendiri, tidak pengertian, atau tidak peduli, cuek, dst..dst.. Tentunya tidak seorang pun di sini yang bisa memberi saran kalo pasangan anda memaksa anda menemaninya katakumen sementara kamu berada di luar kota. Itu akan menjadi pilihan anda, apakah anda akan memenuhi keinginannya atau meminta pengertiannya untuk melakukannya tanpa anda, tokh itu tidak berarti mengurangi arti pernikahan yang hendak anda jalani bersamanya. Idealnya memang katakumen dilakukan bersama-sama. Ada tantangan sendiri mempersiapkan pernikahan, sementara pasangan tinggal beda kota. Tetapi ada pasangan yang tinggal beda negara, bisa melakukannya dan hidup tenang dan damai hingga hari ini.

    walaupun tidak anda ceritakan, saya percaya, seharusnya ada banyak hal dalam persiapan pernikahan yang perlu didiskusikan bersama. Coba lihat secara umum bagaimana sikapnya. sikap itu merupakan cerminan yang akan anda hadapi dalam keseharian bersamanya kelak. Walaupun tidak mungkin tidak berubah suatu hari kelak, tetapi pastinya tidak dalam waktu singkat, dan itu pun butuh kesepakatan, pengertian dan kerjasama kedua belah pihak. tanpa semuanya itu akan semakin sulit dan bahkan mustahil bisa dilakukan. sedapat dan sebanyak mungkin usahakan anda bisa mendapatkan kesepakatan-kesepakatan dengannya tentang bagaimana kalian berdua menjalani pernikahannya, termasuk mengenai pendidikan moral dan iman anak-anak kalian kelak (mengingat sikapnya yang memilih agama-nya sendiri)

    May God bless your steps..

  85. Romo, bulan mei 2010, saya akan menikah. Pasangan saya kristen belum baptis. Saya sudah ikut kpp, tetapi masih menunggu telepon dari gereja untuk kanonik. Saya sudah ke catatan sipil, dan mengalami masalah yaitu : catatan sipil meminta surat baptis katolik dari pasangan saya yang kristen. Saya bingung harus bagaimana ? mengingat waktu menjelang hari “H” sudah dekat.
    Terima Kasih.
    =========
    Bukankah Anda tahu bahwa Kanonik sebaiknya dilakukan 3 bulan sebelum pari pernikahan? Jangan menunggu Anda ditelpon, tapi telponlah secara langsung pastor Anda. Lalu minta langsung untuk janjian buat kanonik. Kalau hari ini bisa Anda lakukan, mengapa ditunda-tunda?
    Admin

  86. Salam…saya mau minta contoh surat..ijin dari orang tua untuk anaknya menikah…trimakasih..saya berharap ada yang menolong saya.salam.
    ========
    Surat ijin dari orang-tua untuk pernikahan anaknya hanya berlaku kalau anaknya di bawah umur usia dewasa. Tidak ada Formulir surat ijin yang khusus. Jadi Anda bisa membuatnya sendiri. Kalau perlu bantuan bisa datang ke sekretariat paroki.

    Admin

  87. Saya mau bertanya sama Romo………Desember 2010 nati pulang kampung dr kalimantan ke tapanuli sumut.saat ini status saya duda karna istri meninggal.saya aktif di gereja katholik paroki bontang kaltim.PERTANYAN.apabila saya ketemu wanita di kampung dan saling mau ke pernikahan apakah bisa saya di berkati di gereja khatolik sementara waktu saya hanya 1 minggu harus kembali ke kalimantan.apakah perlu saya bawa surat dr paroki untuk jaga2 siapa tau dapat cewek yg mau di ajak nikah.terima kasih

  88. salam damai Kristus Romo..

    Saya sedang menghadapi masalah Romo..
    Saya dan pasangan saya berencana menikah secara Katolik, Kebetulan calon saya sebelumnya pernah menikah dan dikaruniai seorang anak. Pernikahan calon istri saya dengan suaminya gagal di tengah jalan dan mereka telah bercerai menurut Negara. Sebelumnya saya lanjutkan, Calon istri saya sebelumnya menikah secara Gereja Kristen GPIB, karena Suaminya terdahulu adalah Kristen Protestan. Pernikahan mereka tidak langgeng dan banyak percekcokan dan sering terjadi KDRT dimana Suaminya memukuli terus setiap hari. Dan dengan alasan tersebut, Calon Istri saya mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Negeri dan sudah ada putusan Cerainya.

    Kembali ke masalah saya Romo.. sekarang (saya dan calon istri saya yang sudah cerai tsb) berencana melangsungkan pernikahan, dan kami ingin sekali Pernikahan kami diberkati di Gereja Katolik seperti keyakinan kami dari kecil yaitu Katolik. Yang jadi pertanyaan saya Romo… apakah kami masih diberi kesempatan untuk bisa menikah dan diberkati secara Katolik? Kami saling mencintai tapi kami sangat berharap agar Pernikahan kami bisa Langgeng karena diberkati secara Katolik. Kemudian apa saja yang harus kami persiapkan untuk Pernikahan kami ini Romo… Mohon Saran dari Romo…

    Terima kasih,

    Salam Damai Kristus…..
    ========
    Barangkali Anda bisa melangsungkan pernikahan Anda di Gereja Katolik. Prosedurnya biasa seperti calon pasangan lain.
    js

  89. Selamat pagi Romo,

    Saya mau tanya mengenai kursus persiapan pernikahan,berhubung calon saya WNA yang tidak mengerti bahasa indonesia,apakah ada KPP yang menggunakan bahasa inggris?bukankah akan percuma kalau dia ikut KPP bersama saya tapi tidak mengerti apa yang disampaikan oleh pembimbing?saya mohon saran dari romo,karena saya ingin pernikahan saya dilangsungkan secara katolik.Terima kasih.
    =========
    Untuk kursus dalam bahasa Inggris, coba Anda hubungi pastor untuk expatriate, Pater Nico Dumais. Beliau tinggal di Paroki Theresia, Menteng.

    JS

  90. Romo, selamat siang.
    Saya berencana menikah 11 oktober 2010. Saya katolik pasangan saya Konghucu. Saya tinggal di Pontianak, pasangan di Jakarta. Kami mau menikah di Gereja di Pontianak, namun ada beberapa hal yang mau saya tanyakan, bisakah di toleransi:
    1. Kami rencana ikut KPP di gereja di Jakarta, karena nanti bulan Juli saya akan berada di jakarta, jadi sekalian kami KPP disana. Apa saja yang perlu saya siapkan ya?
    2. Bisakah kami ikut kanonik di Jakarta juga? untuk hal ini saya sudah menanyakan di sekretariat parokiku, katanya kanonik musti di paroki tempat asal cewe, tapi apakah bisa ditolerir buat kami ikut kanonik di Jakarta? berhubung masalah cuti dan biaya bolak balik mahal. Kalo bisa, apa saja prosedurnya?
    3. Mengenai saksi2 untuk kanonik dan hari “H”, apa saja ketentuannya?
    Makasih byk Romo, tolong dibantu soalnya saya sudah pusing banget mikirin hal ini.
    =========
    1. KPP di mana saja bisa. Sebaiknya Anda berdua mengikuti KPP secara tidak terpisah supaya ada kesempatan mendapatkan bahan yang sama untuk pendalaman bersama.
    2. Kanonik dilakukan di paroki tempat tinggal (domisili atau quasi domisili) calon pasangan yang Katolik. Jadi dalam kasus seperti Anda yang tinggal di Pontianak, kanonik memang tidak bisa dilakukan di Jakarta, kecuali Anda sudah berada di Jakarta selama 6 bulan.
    3. Dibutuhkan 2 orang saksi untuk kanonik dari pihak calon pasangan non-Katolik. Saksi perkawinan lain lagi: 2 orang dari pihak masing-masing calon pasangan.
    js

  91. Dear Romo,

    Maaf sebelumnya kalau pertanyaan ini sudah ditanyakan oleh teman2 yang lain sebelumnya.
    Romo, saya katolik dan pasangan saya Protestan. kita sudah berencana akan menikah dan dia setuju untuk menikah beda gereja di Gereja Katolik. Tapi yang menjadi pertanyaan, apakah anak2 harus menjadi Katolik? tidak bisakah dibagi ada yang ikut Katolik dan ada yang ikut Protestan?
    Terima kasih,

  92. Maaf Romo, ada tambahan pertanyaan : Apa perbedaan mendasar Sakramen Pernikahan dan Pemberkatan (ada beberapa tulisan yg saya baca mengenai perbedaan ini, tp jujur saya belum paham betul)
    Terima kasih

  93. @Ria

    untuk pertanyaan pertama saya kutip dari Katekismus Gereja Katolik par 1635

    “1635 Sesuai dengan hukum yang berlaku dalam Gereja Latin, maka Perkawinan campur membutuhkan izin eksplisit dari otoritas Gereja, supaya diizinkan. Bdk. CIC, can. 1124. Dalam hal perbedaan agama dibutuhkan dispensasi eksplisit dari halangan ini demi keabsahannya. Bdk. CIC, can. 1086. Izin dan dispensasi ini mengandaikan bahwa kedua mempelai mengetahui dan tidak menolak tujuan dan sifat-sifat hakiki perkawinan, demikian pula kewajiban yang dipikul pihak Katolik menyangkut pembaptisan dan pendidikan anak-anak dalam Gereja Katolik. Bdk. CIC, can. 1125.”

    dan hukum Kanon Gereja Katolik

    “1125 Izin semacam itu dapat diberikan oleh Ordinaris wilayah, jika terdapat alasan yang wajar dan masuk akal; izin itu jangan diberikan jika belum terpenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
    1. pihak katolik menyatakan bersedia menjauhkan bahaya meninggalkan iman serta memberikan janji yang jujur bahwa ia akan berbuat segala sesuatu dengan sekuat tenaga, agar semua anaknya dibaptis dan dididik dalam Gereja katolik;
    2. mengenai janji-janji yang harus dibuat oleh pihak katolik itu pihak yang lain hendaknya diberitahu pada waktunya, sedemikian sehingga jelas bahwa ia sungguh sadar akan janji dan kewajiban pihak katolik;
    3. kedua pihak hendaknya diajar mengenai tujuan-tujuan dan ciri-ciri hakiki perkawinan, yang tidak boleh dikecualikan oleh seorang pun dari keduanya.”

  94. untuk perbedaan antara sakramen dan pemberkatan… secara yang terlihat adalah bentuk perayaan-nya yang berbeda tentunya, gampangnya pemberkatan tidak ada misa ekaristi, hanya ibadat sabda.

    sedangkan yang tidak terlihat, Pernikahan Kristen yang berupa sakramen mendapatkan kesempurnaan dibandingkan pasangan beda agama yang mendapatkan berkat. Lalu pertanyaan berikutnya, kok pasangan beda agama dikatakan tidak mendapat kesempurnaan ini ?

    Kesempurnaan yang dimaksud adalah seperti yang dikatakan oleh Bapa Gereja berikut ini :

    “Betapa mengagumkan pasangan itu; dua orang beriman, dengan satu harapan, satu keinginan, satu cara hidup, satu pengabdian ! Anak-anak dari satu Bapa. abdi dari satu Tuhan ! Tidak ada pemisahan antara mereka dalam jiwa maupun dalam raga, tetapi sungguh dua dalam satu daging. Bila dagingnya itu satu, satu pulalah roh mereka” (Tertulianus, ux. 2,9)”

    Pasangan beda agama, pasangan yang tidak satu iman, tidak memiliki kesempurnaan itu karena ada gap yang relatif jauh untuk memandang suatu persoalan, atau pun dalam pendidikan moral dan iman anak-anaknya.

    Jika dikatakan sempurna, mengapa masih ada pasangan Katolik yang mengalami kasus perselingkuhan, bercerai, atau masih ada kasus KDRT ? Allah telah memberikan rahmat yang berlimpah pada saat pasangan itu dikukuhkan dalam sakramen, tentu saja seharusnya ada rahmat yang cukup bagi pasangan untuk menjaga keharmonisan pernikahan dan rumah tangganya baik suka maupun duka, untung maupun malang, sehat ataupun sakit. Tetapi kecenderungan manusia berbuat dosa, yang membuat manusia menggunakan kehendak bebasnya untuk merusak keharmonisan itu dan mengabaikan rahmat Allah. Jadi Sakramen itu bukan jaminan kehidupan rumah tangga menjadi selalu harmonis, ideal, dan bahagia. Sakramen itu adalah bekal yang mencukupi bagi iman, harapan dan cinta pasangan untuk menjalani kehidupan pernikahan yang sesuai dengan kehendak Allah.

    Ada juga pasangan beda agama yang hidupnya harmonis dan jauh dari pertengkaran. hidupnya aman damai tenang dan bahagia. Tetapi bagaimanapun tetaplah tidak sempurna, karena perbedaan iman itu.
    Sempurna di mata Allah berbeda dengan sempurna di mata manusia.

    Tidak perlu berkecil hati bagi orang Katolik yang menikah beda agama walaupun pengukuhan berupa berkat. Berkat yang diterima di dalam Gereja Katolik adalah bukti bahwa semua orang Katolik dipanggil untuk menjadi saksi cinta-Nya di dunia. orang Katolik di dalam pernikahan beda agama pun dipanggil untuk membawa keluarganya supaya dapat hidup seturut kehendak Allah. (1 Kor 7:14). Itu sebabnya bagi yang Katolik berbuat segala sesuatu dan dengan sekuat tenaga membawa anak-anaknya dibaptis dan dididik dalam Gereja Katolik (lihat KHK 1125)

  95. Dear romo,

    Salam kasih dalam Tuhan Yesus,

    saya mau menikah bulan Okt 2010 ini, pacar saya kristen dan sudah mau pindah ke katolik. Apakah pacar saya masih harus babtis lagi karena dia sudah sidi,atau apakah cukup hanya mengucap syahadat rasul saja?
    Kami akan ikut kursus perkawinan bulan Agustus nanti.
    Mohon pencerahan dan doa restunya dari romo

    salam hormat kami
    erick-lucy
    =========
    Kalau ingin menjadi Katolik musti mengikuti kursus katekumenat lebih dahulu selama kurang lebih 1 tahun. Yang belum dibaptis lalu dibaptis, yang sudah baptis Kristen diterima penuh di Gereja Katolik dalam upacara pembaptisan.
    Kalau mau menikah sebelum calon Anda diterima di Gereja Katolik, maka Anda membutuhkan ijin/dispensasi.
    js

  96. Romo,
    kalau 10 th yg lalu waktu menikah secara Katholik (ke2nya Katholik) lalu 3 th lalu suami pindah jadi Muslim, apa yg hrs dilakukan? apa hrs mendaftar lg untuk dpt dispensasi?

  97. @LNH, tidak perlu .. pernikahan kalian sudah sah secara hukum Gereja sejak 10 tahun yang lalu

  98. apa saja dan wewenang seorang yang menjadi saksi nikah?

  99. Dear Romo,

    Saya mempunyai seorang teman (laki2) dan tinggal di jakarta, saat ini, ia baru saja 1 minggu pindah menjadi katolik, ia mempunyai seorang pacar yang beragama katolik dan tinggal di surabaya. Keduanya berencana untuk melangsungkan pernikahan secara katolik. dalam bulan ini pihak wanita akan berkunjung ke jakarta untuk membicarakannya, dan ingin melakukan pemberkatannya di jakarta. Yang menjadi pertanyaan saya, bagaimana prosedur pernikahannya? karena paroki pihak wanita berada di surabaya, sedangkan di Jakarta, teman saya itu belum mengerti seluk beluk katolik. Trimakasih Romo.
    =========
    Langkah-langkahnya:
    1. Datanglah ke paroki tempat tinggal salah satu dari calon. Tanyakan ke sekretariat langkah-langkah apa yang harus diambil. Contoh Persyaratan dan formulir menikah bisa diunduh di situs ini.
    2. Kanonik dan kursus perkawinan bisa dilakukan entah di Jakarta atau Surabaya. Jadwal kursus perkawinan di Jakarta juga tersedia di situs ini. Sebaiknya kursus perkawinan diambil di tempat dan waktu yang sama, entah di Jakarta atau Surabaya.

    js

  100. sebagai tambahan info dari rm. Sudri..

    1. Apabila penyelidikan kanonik di lakukan di Jakarta, dan pernikahannya dilangsungkan di surabaya. Maka hasil penyelidikan dikirimkan ke paroki Surabaya dimana pengukuhan akan dilakukan. begitu juga sebaliknya.

    2. Pernikahan bisa dilakukan di Jakarta atau di Surabaya. Sebenarnya “aturan” pernikahan “harus” dilakukan di paroki mempelai wanita tidak ada. Namun apabila terjadi kebingungan, maka paroki mempelai wanita harus memberikan pelayanan.

  101. Romo…
    Mungkin pertanyaan ini sudah dibahas sebelumnya, tapi untuk lebih jelasnya saya mau menanyakan lagi.
    1. saya berasal dari paroki magelang, dan calon suami saya dari paroki semarang. Tetapi sekarang saya bekerja di denpasar, dan calon suami bekerja di kupang.Tahun ini kami berencana menikah di magelang.Apakah bisa kami tetap mengurus syarat2 pernikahan di magelang?
    2. bisakah kami mengikuti KPP dan Kanonik bersama di magelang tidak secara terpisah di denpasar maupun di kupang?

    mohon dijawab..terima kasih
    =========
    Kalau Anda berdua bisa mengurus Kanonik dan kursus perkawinan di Magelang itu lebih bagus.
    js

  102. terimakasih jawabannya Romo…

    tetapi masalahnya saya sudah mencoba menghubungi paroki Magelang untuk mengurus semua syarat2nya di Magelang katanya aturan gereja, saya n pasangan harus menyelesaikan proses administrasi termasuk kursus n kanonik di paroki dimana kami tinggal sekarang (Kupang dan Denpasar).

    Jadi paroki magelang hanya sebagai tempat saja,apakah tidak ada toleransi untuk tetap menyelesaikan proses administrasi sampai kanonik di magelang???itu yang membuat saya bingung…terima kasih
    ==========
    Tempat untuk kanonik dan kursus perkawinan biasanya mengikuti domisili atau quasi domisili (tempat tinggal atau tempat tinggal sementara). Aturan itu justru untuk membantu agar lebih memudahkan agar orang mendapatkan pelayanan. Kalau Anda tinggal di Denpasar atau Kupang tetapi Anda musti mengurus persiapan perkawinan di Magelang, bukankan itu lebih repot? Kalau Anda lebih sering pergi ke Magelang meski bekerja di Bali, saya rasa pastor paroki di Magelang tidak akan menolak untuk memberikan pelayanan. Tetapi kalau Anda lebih banyak di Denpasar atau Kupang, tinggal pilih saja mana tempat yang paling mudah Anda akses berdua. Setelah selesai proses kanonik, dokumen akan dikirim ke Magelang sebagai tempat pemberkatan.
    js

  103. Romo,

    Saya sdh menikah secara Katolik pada bulan des’09 kemarin,saya penganut Katolik sejak kecil sedangkan suami baru dibaptis thn.2005 (stlh 2tahun pacaran),kel.suami terutama papanya beragama Budha dan menghendaki smua anaknya dinikahkan scr Budha. Pada pernikahan kami des’09 lalu, kel.suami tidak ada yg datang sama sekali,hanya mamanya mengetahui. Akte Nikah Catatan Sipil jg blm dibuat krn berkas2 pny suami masih ditahan kel.

    Juli ini akan diadakan resepsi di kel.suami dengan sblmnya mengadakan pemberkatan secara Budha dan pembuatan akta nikah cat.sipil berdasarkan agama Budha (agama saya ditulis Budha) , pertanyaan saya :

    1. Apakah GK masih mengakui Pernikahan kami jika kami menerima pemberkatan scr Budha tersebut? secara ini hanya utk formalitas demi memenuhi kemauan papa mertua.
    2. Apakah dengan adanya pemberkatan scr Budha tersebut kami jg terkena ekskomunikasio?
    3. Apakah dimungkinkan kami melakukan perubahan agama pada akte cat.sipil bdsk Akte Perkawinan Katolik yg sdh kami terima dari gereja atau ada solusi lainnya? krn kami berdua ingin membina RT sesuai iman katolik dan menggunakan berkas2 yg sesuai dengan iman kami.

    Mohon pencerahannya Mo..

    Terima kasih

  104. Romo,
    Saya berencana menikah bulan Mei 2011, saya Katolik dan pasangan saya Kristen Oikumene.Pasangan saya ingin agar kami pemberkatan di gerejanya, namun ketika hal ini saya sampaikan ke ortu saya, mereka menolak dan dijelaskan bahwa pernikahan antar 2 gereja bisa terjadi dengan adanya kawin campur. Hal ini sudah saya sampaikan ke pasangan saya, tapi dia berkata kalau ada 2 agama dalam 1 rumah tangga, bagaimana cara mendidik anak-anak kami kelak, mo katolik atau kristen, saya jawab kalau menikah di GK, anak akan dididik secara katolik, sepertinya dia keberatan. bagaimana solusinya ya Romo?
    Dari gereja dia sudah ada pemberitahuan bahwa saya tidak perlu ikut sidi, tapi harus kursus persiapan perkawinan, ortu saya bilang ok kalau mengikuti KPP di 2 gereja (GK dan Gerejanya). Apakah itu bisa Mo?
    Terima kasih Romo.

  105. saya jelaskan dulu mengenai pernikahan Katolik – Non baptis Katolik.

    Pernikahan anda membutuhkan ijin dari keuskupan. Anda yang Katolik harus berjanji 1) menjaga iman anda dari bahaya artinya bahwa anda tetap dapat menjalankan kewajiban anda sebagai seorang Katolik 2) dengan sekuat kekuatan anda membaptis dan membawa anak-anak anda ke dalam Gereja Katolik dan dalam sebuah kesempatan anda dan/atau pasangan anda perlu diberitahu makna hakiki pernikahan Katolik (Protestan masih mengijinkan adanya perceraian tetapi tidak di dalam Gereja Katolik). kursus pernikahan justru ini adalah waktu yang tepat bagi kamu dan/atau pasanganmu untuk mengetahui hal tersebut

    Dilarang mengukuhkan pernikahan sebelum atau sesudah pengukuhan Kanonis. Pernikahan bisa saja di lakukan dalam gereja Protestan dengan ijin Ordinaris wilayah atau pastor yang mendapatkan otoritas. walaupun demikian norma yang digunakan tidak boleh bertentangan dengan norma Katolik. Dan sesudah pengukuhan wajib segera dicatatkan ke buku pernikahan Kuria di paroki si Katolik.

    Nah, sekarang pertanyaan kamu tentang tata cara pernikahan Katolik dan non baptis Katolik yang disahkan oleh Gereja Katolik seperti apa harusnya sudah seluruhnya atau sebagian besar terjawab.

    Saya ingin kembali menengok rencana pernikahan kamu.
    janji untuk menjaga iman Katolik-mu dan dengan segenap kekuatan membaptis dan mendidik anak secara Katolik, seharusnya bukan saja harus diucapkan oleh anda yang Katolik tetapi harus didengar dan disepakati oleh si Protestan. Terutama ia tidak akan menghalangimu untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang Katolik, contohnya setiap minggu kamu wajib menghadiri perayaan Ekaristi kudus di Gereja Katolik, atau contoh lain, ia tidak memaksa kamu berpartisipasi aktif dalam perjamuan gerejanya.

    mengikuti ceritamu, maka kamu perlu memahami tantangan yang akan kamu hadapi kelak bersama pasanganmu ini, termasuk apabila kelak ada desakan yang kuat bagimu mengingkari iman Katolik yang kamu miliki. Walaupun iman Protestan terkesan mirip dengan Katolik, pada dasarnya banyak sekali perbedaan. Namun apabila pasanganmu tidak diterangi oleh cahaya egoisme, dominasi dan kesombongan, kalian tentunya dapat hidup damai dan bahagia. Namun sebaliknya, bisa jadi malah timbul percekcokan yang sifatnya prinsipal bagi individu masing-masing. Jika ia dapat bersikukuh dengan iman Protestan, ujian bagimu adalah apakah kamu sekuat atau lebih kuat darinya menjaga iman Katolik-mu.

    May God bless your steps..

  106. dear romo,,
    saya dan pasangan berencana akan melangsungkan prnikahan.kami sudah mengikuti kpp di jakarta(tempat tinggal kami sekarang).tapi kami berencana ingin mengikuti kanonik dan pemberkatan di flores(tempat domisili kedua ortu qmi).yang ingin sya tanyakan:
    1.bisakah kami kanonik&pemberkatan di flores padahal kursus di jakarta?
    2.apa saja kah persyaratan yang harus qmi lengkapi agar dapat menikah di flores,,sedangkan kmi sudah masuk dalam anggota pariki di jakarta??
    3.apa benar harus ada surat pengantar dari paroki jakarta?surat untuk apakah yang dimaksud? mohon bantuan nya.
    ==========
    Seharusnya Anda bisa menjawabnya sendiri karena sudah mengikuti KPP.
    1. Kalau itu memudahkan bagi Anda, kanonik sekaligus pemberkatan bisa dilakukan di Flores.
    2. Persyaratannya tidak berbeda dengan persyaratan kalau Anda menikah di Jakarta. Di rubrik paling atas, ada daftar persyaratan yang perlu dipenuhi. Silahkan dibaca kembali.
    3. Betul, Anda membutuhkan surat pengantar dari paroki tempat tinggal Anda sekarang di Jakarta. Datang saja ke sekretariat Paroki Anda untuk urusan ini.

    js

  107. Romo,
    Saya seorang katholik dan pasangan Kristen Protestan (GKJ) yang pada bulan Oktober 10 nanti akan melangsungkan pernikahan di Gereja Katholik. Untuk kelengkapan surat surat tinggal menunggu ijin dispensasi. Saya sudah berkonsultasi dengan Romo Paroki untuk upacara penerimaan sakramen perkawinan tsb.Namun masih ada hal yang mengganjal dihati saya. Saya berharap sekali ada MISA, akan tetapi tidak diijinkan karena beda gereja sehingga hanya ibadat sabda atau Ekuminis. Apakah memang aturannya demikian Romo?
    Terimakasih banyak sebelumnya untuk penjelasan Romo.
    ==========
    Pastor paroki diberi wewenang pastoral di wilayah parokinya untuk memberikan pemberkatan perkawinan dengan ekaristi atau tanpa ekaristi. Jadi Anda musti mengikuti aturan main di paroki tempat Anda akan melangsungkan pemberkatan pernikahan.

    js

  108. Romo,
    Saya dan pasangan berencana akan mendaftar KPP, masalahnya saya bukan orang asli Jakarta, untuk mendapatkan surat pengantar paroki saya menggunakan surat pengantar paroki asal tempat saya, atau paroki tempat saya tinggal sekarang?
    Mengenai KPP harusnya dilaksanakan brp lama sebelum tanggal pernikahan?

    Terima kasih.
    =========
    Kalau sudah tinggal di Jakarta 6 bulan, Anda bisa mencari surat pengantar dari lingkungan/paroki tempat Anda tinggal sekarang (quasi domisili). KPP bisa dilakukan sekitar 6 bulan sebelum hari H.
    js

  109. Romo.Sy Stanislaus Jerry P, (umat St Anna) mau menikah dgn calon saya (Katholik) tinggal di Medan.Pemberkatan akan dilakukan di Medan. Mohon petunjuk syarat-syarat/dokumen apa saja yang harus saya urus dari Jakarta.Terima kasih

  110. Romo, saya dan pasangan sama-sama Katolik hanya berbeda kewarganegaraan saya Indonesia dan dia Inggris. Bagaimana prosedur untuk dapat menikah secara Katolik di Indonesia? Mengingat rencana kami untuk menikah bulan Desember? Mohon bimbingan Romo. Terima kasih.
    ==========
    Anda bisa mengurus persiapan perkawinan di paroki tempat tinggal Anda di Inggris lalu bisa melangsungkan pernikahan di Indonesia. Kalau mau mengurus persiapan perkawinan di Indonesia, Anda musti berada di Indonesia 2-3 bulan sebelum hari “H”. Pada bulan Desember, biasanya para paroki tidak melayani pemberkatan perkawinan dari minggu ke-3 Adven sampai Natal.
    js

  111. @Jerry,
    Anda dan calon pasangan sekarang tinggal dimana??
    di Jakarta atau di Medan??
    untuk kanoniknya seharusnya di pihak perempuan,
    untuk berkasnya yang harus bapak lengkapi hanya:
    Surat Keterangan dari Lingkungan nanti tinggal diketahui oleh Romo Paroki St. Anna.

    terima kasih,

    sekretariat paroki.

  112. Romo, saya bertanya, saya seorang katolik dan pasangan saya non katolik (budha), kami akan merencanakan pernikahan di okt 2011.
    kami telah sepakat melaksanakan pernikahan di gereja Katolik, dan akan mendidik anak2 kami menurut ajaran katolik.
    pertanyaanya:
    langkah2 apa yg harus kami jalani, utk bisa menikah, dan sah dimata agama dan hukum negara?
    ==========
    Prosedurnya hampir sama dengan prosedur pernikahan Katolik pada umumnya. Silahkan buka “prosedur pernikahan katolik” atau topik sekitar perkawinan beda agama di situs ini.

    js

  113. Romo, saya ingin bertanya, apa halangan, larangan, syarat, dan perbedaan kawin campur(beda gereja maupun beda agama)? Ritus apa yang digunakan dalam upacara sakramental dan kawin campur? Mana yang boleh bercerai dan mana yang tidak boleh? Apa ritus utama dan ritus yang boleh ditambahkan/dikurangkan dalam upacara pernikahan ini?
    Tolong dijawab selengkapnya Romo karena ini merupakan tugas kampus, makasih

  114. Dominus Vobiscum

    Romo, saya lagi kalut. Saya terlahir Islam, tetapi oleh berkat karunia Allah, saya dipanggil melalui untuk memuji dan menyembahNya melalui iman kristiani dan dibaptis secara Katholik (Herman Joseph). Saya merasa mendapat banyak berkat dalam hidup saya. Agama keluarga saya campur baur, ada yang katholik, ada yang haji, dan sampai sekarang tetap rukun.

    Saat ini saya sedang dekat dengan perempuan muslim. Kami sudah sepakat satu sama lain untuk saling menghormati agama masing-masing dan melakukan pernikahan beda agama. Namun, seperti umunya pihak keluarga perempuan agak keberatan. Sedangkan dari keluarga saya, sudah pasrah sepenuhnya dengan saya (no problem).

    Singkat cerita, setelah bingung dan kalut, sebagai orang Jawa, keluarga saya menentukan tanggal kawin ‘yang baik’ berdasarkan hitungan neptu dan pasaran, yaitu sekitar tanggal 28 Nop 2010.

    Saya tentu bingung, karena belum sempat konsultasi dengan pastur paroki tentang dispensasi, KPP, dsb.

    Pihak perempuan menuntut untuk nikah secara islam. Saya mau, asalkan nanti juga nikah secara katholik dan pemberkatan. Calon saya bersedia. Apakah bisa dibenarkan?

    Menurut romo bagaimana? apakah saya harus menunda dulu, sampai semua beres? Ataukah, tetap dilaksanakan secara islami (tuntutan keluarga perempuan)… lalu kemudian kami mengurus pemberkatan secara Katholik?

    Terima kasih sebelumnya.

    Benedicte!

  115. Kang Kardjo.. saya yakin anda tahu, bahwa menyetujui pengukuhan secara Islam sama saja melukai iman KAtolik yang anda katakan merupakan karunia Allah dalam hidup anda.

    Hukum Gereja dengan tegas melarang pernikahan yang dikukuhkan di luar tata cara yang disetujui oleh Gereja Katolik baik sebelum atau sesudah pengukuhan kanonik.

    Jadi sebaiknya mengurus dispensasi terlebih dahulu, dan mengurus segala sesuatu yang diperlukan untuk mengukuhkan pernikahan kalian menurut tata cara yang sah dalam GK. Dengan dispensasi ordinaris wilayah atau keuskupan, pengukuhan bisa dilakukan di tempat lain (bukan di dalam Gereja), jika itu menjadi faktor keberatan calon isterimu..

    Semoga anda memutuskannnya dengan bijaksana…

    May God bless your steps.

  116. Salam Romo,

    Saya seorang Katolik dan pasangan saya Kristen Protestan (GKP) Kami akan segera melangsungkan pernikahan. Saya dan Calon Suami tidak mempermasalahkan Iman kami masing-masing dan kami menghargai satu sama lain. Calon Suami ingin Permberkatan Pernikahan kami dilakukan di GKP, dengan alasan untuk menghormati Orang Tuanya, saya tidak mempermasalahkan hal tersebut dan sudah menjelaskan kepada Calon Suami bahwa kita bisa melakukan Pemberkatan Ekumenis (Upacara pemberkatan perkawinan antara pasangan beda gereja dengan melibatkan Pastor dan Pendeta) Namun Orang Tua saya juga menginginkan Pemberkatan dilakukan di Gereja Katolik bukan Pemberkatan Ekumenis, dengan alasan ingin dihormati juga. Yang ingin saya tanyakan apakah bisa dilakukan 2 kali Pemberkatan, yaitu: Pemberkatan Gereja Katolik (hari sabtu) setelah itu Pemberkatan di GKP (hari minggu)? Mohon bantuan penjelasannya Romo, sebelumnya terima kasih :)

  117. @Tina,
    pertama pernikahan beda agama membutuhkan ijin dari ordinaris wilayah atau keuskupan. Dan anda sebagai seorang Katolik diminta berjanji untuk menjaga iman anda dari bahaya. Artinya suami pun tahu, bahwa anda sebagai seorang Katolik memiliki kewajiban, dan ia tidak akan menghalangi anda menjalankannya, contoh : ke Gereja Katolik setiap hari Minggu (walaupun anda sudah diminta menemaninya ke Gereja Protestan), contoh lain : anda tidak boleh berpartisipasi aktif dalam perjamuan Protestan seperti menerima roti dan anggur yang disediakan di sana.
    Janji lain yang perlu menjadi komitmenmu adalah berusaha semaksimal mungkin untuk membawa anak-anakmu kelak ke dalam Gereja Katolik.

    Nah terkait dengan pertanyaanmu, jawabannya, Tidak boleh. kamu dilarang mengukuhkan pernikahanmu di luar tata cara peneguhan kanonik baik sebelum atau sesudahnya. Cara terbaik adalah pernikahan eukumenis, yang tata cara peneguhannya tidak melanggar norma Gereja Katolik, dan dengan ijin ordinaris wilayah, bisa dilakukan di tempat lain yang lebih netral. Dengan demikian, pernikahanmu tetap adalah pernikahan yang sah menurut GK ini yang paling penting dalam hal ini, bukan soal kehormatan duniawi.

    May God bless your steps

  118. dear Romo,

    Saya punya teman tinggal di luar negeri dan ingin menikah di indonesia, tetapi calon suaminya adalah ateis dan bersedia menikah secara katolik di gereja katolik juga, pertanyaan saya Romo, apakah ada dispensasi untuk kasus seperti ini seperti kasus pernikahan beda agama, kalo iya bagaimana? dan kalo tidak boleh sama sekali berarti calon pengantin pria harus memeluk agama katolik terlebih dahulu dan dibaptis secara katolik? proses nya berapa lama ya Romo?

    terima kasih

  119. Salam Romo,

    Romo saya berniat untuk menikah secara Katolik dengan pasangan saya yang non Katolik (Protestan) pada bulan January 2011, sedangkan saya baru akan mengikuti KPP pada bulan November akhir, apakah saya boleh melakukan kanonik sebelum memiliki sertifikat KPP dan biasanya berapa lama ijin pernikahan dari Gereja/Uskup bisa keluar, karena saya jadi takut untuk memesan undangan dsb.

    Mohon petunjuknya ya Romo, maturnuwun.

    GBU
    Angela
    ========
    Bisa saja Anda menjalani kanonik sebelum KPP. Sekarang tinggal janjian dengan romo paroki Anda.
    js

  120. @Yanti.. jika pasangannya adalah seorang atheis, maka sulit mendapatkan dispensasi [bahkan tidak akan mendapatkannya]. Yang dikhawatirkan adalah hambatan yang terjadi untuk membangun keluarga sesuai kehendak Allah, juga hambatan bagi pertumbuhan imanmu, dan terutama iman anak-anakmu.

    Menjadi seorang Katolik hanya sebagai status untuk dapat menikah, bukanlah solusi. Hanya menipu diri sendiri..

    Semoga temanmu memikirkan kembali hubungan dengan pria tersebut, terlebih bila ia tetap meng-iman-i ke-atheis-an-nya itu.

  121. Romo Yth,

    Apa yg harus kami lakukan untuk persiapan pernikahan.Saya katolik,calon saya kristen. Saya ingin menikah secara katolik, dan calon saya setuju, apa saja yg hrs kami jalani terlebih dulu atau syarat yg harus kami penuhi supaya dapat menikah di gereja katolik?terimakasih Romo.
    =======
    Silahkan melihat topik ‘prosedur dan masalah perkawinan beda gereja’ di rubrik konsultasi ini.
    js

  122. romo saya mau tanya.saya akan menikah tahun depan, tapi saya pernah melakukan hubungan suami isti yang tidak seharusnya dengan pasangan saya.yang mau saya tanyaan:
    1.apakah saya bisa melakukan pemberkatan di gereja katolik?
    2.apakah ada perbedaan untuk umat yang masih virgin dan tidak virgin di dalam pemberkatan pernikahan?baik secara teknis dalam acara pelaksanaan pernikahannya nanti?
    terima kasih romo..

  123. @Ryas

    1. Bisa
    2. tidak ada

    hanya saja sebelum kamu menikah, sudah sepantasnya kamu mengakukan dosamu itu dalam sakramen tobat, dan jangan mengulanginya lagi hingga pernikahanmu kamu dan pasanganmu di-sah-kan di dalam Gereja Katolik…

    May God bless your steps..

  124. dear Romo,

    saya bertanya atas nama keponakan saya. tanggal 12 desember 2010 ini keponakan saya akan menikah. dia katolik, sedangkan calon suaminya budha. tetapi masalahnya sekarang adalah dia hendak menikah karena sudah hamil duluan, dan sudah dipastikan mereka sudah siap secara mental dan ekonomi. tetapi selain masalah waktu yang sudah mepet dan kehamilan tadi, ada lagi masalah yang lainnya:
    1. keluarga keponakan saya tidak mempunyai KK Katolik, karena sepertinya orang tuanya (kakak saya) tidak mendaftar ke lingkungan.
    2. kakak saya (perempuan) sudah bercerai dengan ayah kandung keponakan saya, dan telah menikah lagi, tetapi sudah cerai lagi (keduanya bukan katolik). tetapi karena waktu menikah dengan ayah kandung keponakan saya itu, kakak saya tidak membuat surat nikah, jadi di akta kelahiran keponakan saya tertulis anak diluar nikah.
    3. saat ini keponakan tinggal dengan tante (bukan katolik) karena rumah kakak sudah dijual, dan kakak bekerja di luar negeri.
    4. mereka belum ikut KPP dan pesta diadakan pada tanggal 12 desember 2010

    dengan situasi yang rumit tsb, apakah bisa mereka mendapatkan sakramen pernikahan berbarengan dengan tanggal pesta pernikahannya? jika tidak, apakah boleh mereka pesta dulu baru kemudian ikut KPP dan menerima sakramen pernikahan?

    terima kasih.

  125. @sophie..

    Pernikahan beda agama jelas bukan sakramen, dan membutuhkan dispensasi dari ordinaris wilayah atau keuskupan. Keponakan anda diminta berjanji untuk menjaga iman KAtolik-nya. Ini artinya suaminya yang Budha berjanji tidak menghalanginya menjalankan kewajibannya sebagai seorang Katolik. Keponakan anda diminta juga berjanji untuk berusaha semaksimal mungkin mendorong anak-anaknya ke dalam GEreja Katolik.

    Mengenai KK, keponakan anda datang saja ke Ketua Lingkungan dalam paroki di mana ia berdomisili, untuk meminta surat keterangan sebagai syarat administrasi untuk pernikahan di Gereja. Setelah menikah ia akan dibuatkan KK baru di lingkungan dimana ia akan tinggal. KPP dalam kondisi khusus bisa saja dipercepat, tetapi dasar-dasar pernikahan Katolik tetap harus disampaikan dan dipastikan keduanya mengerti.

    Jadi masalah administrasi bukan masalah terbesar, tetapi permasalahan terbesarnya bukan di sana. Permasalahannya adalah pernikahan ini tidak terjadi karena dasar cinta melainkan lebih didorong keterpaksaan karena kehamilan. Jadi bisa jadi secara fisik dan finansial terlihat siap, tetapi secara psikis belum tentu. Walaupun demikian, kadang keluarga atau ke-2 calon terutama si wanita lebih tampaknya tidak peduli hal ini dulu, pokoknya cepat menikah untuk menghindari gunjingan orang-orang di sekitar mereka, makin cepat makin baik.

    Jadi sebenarnya dalam hal ini jawabannya kembali kepada keponakan anda, apa arti pernikahan bagi dirinya, dan apakah teman prianya sekarang bisa menjadi partner hidup dalam mewujudkan harapannya itu, terutama dalam membangun keluarga yang sesuai dengan kehendak Allah. Apakah selama ini, mereka pernah membicarakan bagaiaman membangun keluarga bersama dan mendidik anak-anak mereka kelak, dimana keduanya memiliki perbedaan iman. Andaikan saja keponakan anda dan pihak keluarga berpikir secara tenang (tidak panik) dan bijaksana berdikusi dan memutuskan, maka tentunya ada hal-hal yang perlu dibahas lebih dulu sebelum menyelesaikan masalah dengan pernikahan yang dikukuhkan dalam Gereja Katolik.. (jangan sampai menyelesaikan masalah dengan masalah)

    May God bless your steps

  126. Romo, saya Yanto
    ada beberapa hal yang ingin saya ketahui dari ttg pernikahan katolik ini,

    1. jika saya dan pasangan saya yang sama2 katolik, ingin melangsungkan pernikahan tetapi bukan diparoki saya maupun paroki dia, apakah boleh? mengingat calon saya ingin menikah di gereja tempat dia dibaptis. (masih 1 kota) apakah boleh?

    2.dan jika romo yang menikahkan bukan romo paroki yg bersangkutan bagaimana romo?

    Terima kasih
    =========
    Anda berdua bisa melangsungkan pernikahan di Gereja Katolik manapun dengan romo manapun yang sudah mendapatkan surat delegasi untuk meneguhkan pernikahan dari romo paroki yang akan memproses kanonik Anda. Jadi Anda bisa melangsungkan pernikahan tidak harus di gereja tempat Anda atau calon pasangan Anda tinggal, tidak harus dengan romo paroki tempat Anda atau calon Anda tinggal.
    js

  127. Romo,
    Saya mau tanya, setahu saya, menikah dengan saudara sepupu (yang berasal dari kakek/nenek yang sama) tidak diperbolehkan dalam Gereja Katolik. Apakah hal tsb masih berlaku? Lalu apabila menikah dengan saudara sepupu yang berasal dari saudara kandungnya kakek/nenek apakah diperbolehkan ?
    Terima kasih.

  128. Shalom Romo,

    Romo saya mo tanya, apakah selama masa pra paskah dan paskah kita tidak boleh melakukan resepsi pernikahan?
    Begini Romo, saya ada niat menikah tanggal 29 January 2011 di Gereja (belum memasuki masa prapaskah) dan Resepsinya niatnya adalah tanggal 26 February 2011 (dimana tanggal tsb sudah memasuki masa prapaskah)
    Apakah hal tersebut diijinkan Gereja Romo?

    Mohon petunjuknya ya Romo, maturnuwun

    Salam,
    Angela

  129. @Agustin, lihat topik http://gerejastanna.org/hubungan-semenda-bolehkah-menikah/

    @Angela,

    ini jawaban dari Romo Edward McNamara, professor Liturgi di Universitas Regina Apostolorum Pontifical.
    “…

    Beberapa koresponden juga bertanya mengenai waktu yang tepat untuk pernikahan, khususnya saat masa pertobatan.

    Meskipun tidak ada larangan mutlak tentan perayaan perkawinan selama masa puasa dan advent (lihat Pengenalan kepada Upacara Perkawinan 13) banyak keuskupan membuat kecil hati mereka, khususnya selama puasa. Keuskupan Romo, contohnya, meminta para pastor untuk tidak menjadwalkan pernikahan selama masa puasa, meskipun pengecualian boleh diuat untuk kasus tertentu.

    Juga, sementara perkawinan demikian boleh dilakukan pada hari Minggu pada masa puasa atau advent, hanya Ekaristi pada hari itu yang boleh dirayakan (Johan : jadi artinya tidak ada misa Ekaristi tersendiri untuk perkawinan pada hari Minggu]…”

    May God bless your steps..

  130. Selamat malam Romo,

    saya mau bertanya. Kebetulan saya (beragama katolik) dan calon saya beragama non katolik (Budha). Kami berencana akan melangsungkan pernikahan bulan Juni mendatang. Saya sudah membaca pertanyaan dan jawaban-jawaban Romo mengenai pernikahan beda agama namun ada pertanyaan yang masih mengganjal hati saya.
    1. Apakah pernikahan beda agama akan sulit untuk dicatatkan di catatan sipil? walaupun sudah mendapat surat dispensasi dari uskup
    2. Seandainya pasangan saya mau menjadi katolik, Apakah waktu 6 bulan cukup untuk menjadi katekumen?
    3. Apakah kami bisa melangsukan pernikahan secara katolik jika pasangan saya adalah katekumen?
    Sekian Romo. Terima kasih atas bantuannya Romo.

  131. @Fransiska..

    1. UU Perkawinan No 1 tahun 1974 memang masih menyulitkan pasangan beda agama mencatatkan pernikahannya, tetapi bukan berarti tidak mungkin saya kira, coba kamu tanya ke paroki di mana kamu berdomisili atau paroki dimana kalian akan menikah, sekretariat paroki yang mungkin bisa membantu pasangan beda agama dalam hal ini.

    2. Sebaiknya menjadi Katolik janganlah karena didasarkan atas kemudahan mencatatkan pernikahan secara sipil. Sebaiknya hal ini terjadi karena keinginan pribadi untuk menjadi Katolik. Menjadi Katolik berarti percaya akan Gereja Katolik. Hal percaya ini tidak bisa didorong atas suatu pemaksaan. Ada yang mengatakan menjadi Katolik itu panggilan. Saya katakan itu memang benar. Untuk itu mengapa seorang non-Kristen, seperti pasangan anda membutuhkan waktu lebih lama dari 6 bulan untuk belajar mengenai iman Katolik dan kemudian di baptis dalam Gereja Katolik.

    3. Pernikahan kalian walaupun bukan Sakreman bila dilakukan dalam GEreja Katolik adalah sah. Ketika pasanganmu kelak menjadi Katolik, maka secara otomoatis pernikahanmu menjadi Sakramen.

    May God bless your steps..

  132. Selamat malam romo….
    Romo saya dan pasangan katolik (dia WNA Ingris)rencana hendak menikah bulan desember ini.
    Masalahnya saya masiih dalam proses pembatalan pernikahan saya terdahulu karena pernikahan saya yg pertama (ternyata dia sudah menikah dan belum bercerai)
    Apa saya bisa melangsungkan pernikahan secara katolik dengan pacar saya yg sekarang romo karena saat ini saya sudah terlanjur hamil. Dan sebetulnya saya sudah menerima blessing pernikahan adat bali beberapa bulan yang lalu.
    Dan saat ini saya bingung mengurus dokument saya untuk melegalkan pernikahan saya yg kedua ini. Mohon petunjuk romo. Terimakasih sebelumnya

  133. kehamilan di luar nikah kamu di luar nikah itu sendiri sebenarnya memperlemah dasar pernikahan Katolik, yang seharusnya di dasari oleh cinta. jadi saya pikir memang sebaiknya ditunda hingga kamu selesai mengurus perceraian dan pembatalan pernikahanmu yang pertama. Jika calon suamimu benar-benar mencintai kamu bukan hanya karena seks semata (terlebih dia sudah menghamili kamu), ia akan bersedia menanti dan tidak menuntutmu untuk melayani kebutuhan seksnya selama masa penantian itu (karena perbuatan ini sama saja dosa).

    Coba kamu diskusikan dengan calon suamimu dan juga romo paroki dimana kamu berdomisili…

    May God bless your steps..

  134. dear Romo,,
    Romo, saya baru saja selesai KPP
    dan saya segera mendaftarkan untuk kanonik ke Romo di paroki saya
    akan tetapi,, susah sekali mendapatkan jadwal yang sama dengan kami, dimana kebetulan partner saya dari luar negri akan datang ke jakarta untuk mengurusi pernikahan kami.

    kami berencana kanonik bulan desember ini
    akan tetapi susah sekali mendapatkan jadwal di desember bersama Romo terkait,
    Romo kami suggest kami mengadakan kanonik terpisah,
    partner saya sudah melakukan kanonik di negaranya
    dan juga sudah disetujui oleh uskup agung di negaranya

    kami berencana,, ketika pasangan saya sampai di Jakarta, kita segera melakukan kanonik dan sekalian konsultasi dengan Romo terkait.

    romo suggest Januari, sedangkan Januari saya sudah harus urus ujian visa di kedutaan,, dan maret mulai mengumpulkan dokument ke imigrasi di luar negri dan kedutaan terkait

    kira-kira apakah romo ada masukan bagaimana kami bisa melunakan hati romo kami?
    ataukah memang jodoh jadwal kami memang bulan Januari :(

    terima kasih banyak Romo
    Gbu
    ========
    Memang dimungkinkan kanonik dilakukan terpisah. Tetapi sejauh mungkin akan lebih baik kalau kanonik dilakukan bersama di depan romo yang sama. Prosesnya tidak lama, hanya sekitar 1 jam. Kalau Anda dan romonya sama-sama super sibuk, barangkali bisa minta waktu 1 jam sebelum romonya tidur malam.
    js

  135. Syaloom Dear Romo,

    Saya adalah seorg protestan yg berencana untuk menikahi pacar saya yg adalah seorg katolik (kami sdh berpacaran selama 6 tahun). Hambatannya skrg adalah perbedaan Gereja( saya katakan Gereja krn kami berdua sama2 percaya akan Tuhan Yesus sebg juru selamat) saya sebenarnya mengganggap Katolik, Protestan, Pantekosta, aliran Gereja lainnya adalah sama krn semua menuju kepada Kristus Yesus. Saya yakin kata Kristen itu adalah pengikut Kristus. Kalo mmg pengikut Kristus kenapa tidak bisa dipersatukan? Saya sebenarnya tidak masalah jika saya ikut dia tapi saya blom yakin, krn kalo saya hanya ikut masuk Katolik karena dia tapi bukan krn iman bukakah itu adalah hal yg tidak baik. Sebaliknya saya tidak mau memaksakan dia untuk ikut saya jika dia tidak yakin. Bgmkah tanggapan Romo? Pacar saya juga tidak menginginkan perkawinan beda gereja.Kalo soal didikan anak di Katolik saya tidak masalah yg penting mereka beriman kepada Kristus dari pada mereka jadi anak2 yg tak beriman.Terima kasih banyak.

  136. Dear Romo,

    Saya berencana menikah dengan pasangan non Katolik (Kristen), dia sudah bersedia untuk melakukan pemberkatan di gereja Katolik dan mengurus dispensasi. Di paroki saya biasanya untuk perkawinan beda gereja dilaksanakan tanpa ekaristi, pertanyaannya : apakah ini masih termasuk Sakramen ?

    Lalu, apakah berdoa pada Bunda Maria adalah tata cara wajib dalam Pernikahan Katolik? Bagaimana dengan pihak Kristen yang biasanya tidak berdoa pada Bunda Maria, apakah ada dispensasi atau solusi terbaiknya?

    Terima kasih Romo.

  137. @Ariel, pernikahan kalian tetap bisa dikukuhkan dalam Gereja Katolik, bahkan dengan ijin ordinaris wilayah atau keuskupan hal itu pun bisa di lakukan di gereja Protestan dengan tata cara yang tidak boleh bertentantan dengan hukum kanonik, dihadiri juga oleh Imam Katolik dan dua orang saksi. Anda tidak perlu menjadi seorang Katolik untuk menikah dengan seorang Katolik. Namun…

    pasanganmu yang Katolik diminta untuk mendapatkan ijin dari ordinaris wilayah atau keuskupan untuk menikah denganmu yang baptis non-Katolik. Ia yang Katolik diminta berjanji untuk menjaga imannya dari bahaya, artinya ia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang Katolik, seperti wajib menghadiri misa setiap hari Minggu dan hari raya wajib GEreja Katolik. Dan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang Katolik ini pun anda ketahui dan anda berjanji mengijinkannya dan tidak menghalanginya.
    Satu hal lagi, bahwa si Katolik berjanji untuk dengan segenap kemampuannya membawa anak-anaknya ke dalam Gereja Katolik..

    @Sinta, secara teologis, bila baptisan pasanganmu yang Protestan sah menurut Gereja Katolik (forma : “Aku membaptis Engkau dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus” dan materi baptisannya adalah air), maka pernikahan kalian adalah sakramen. jika forma dan materinya tidak sah menurut Gereja Katolik, maka pernikahanmu bukanlah sakramen. Tetapi akan menjadi Sakramen secara otomatis, apabila pasanganmu dibaptis dalam Gereja Katolik.

    Berdoa kepada Bunda Maria dalam upacara pengukuhan, tidak wajib.

    May God bless your steps..

  138. Syaloom Romo,

    Saya berencana menikah pada pertengahan tahun ini dengan pasangan yang non katolik. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan ;
    1. Apa yg dimaksud dengan Kanonik? Kenapa harus di daerah asal? Sementara saya sekarang berdomisili di Jakarta dalam 2 tahun ini. Bagaimana solusinya? Rencananya saya akan menikah di daerah asal tetapi akan mengikuti KPP di Jakarta
    2. Bagaimana dengan saksi2 dari pihak pasangan saya yang non muslim?

    Terima kasih banyak Romo

  139. Shalom Romo,

    Saya berencana menikah pertengahan tahun ini. Saya Protestan dan pasangan saya Katholik. Orangtua dari pacar saya menginginkan acara pernikahan secara Katholik, sedangkan orangtua saya menginginkan digereja Protestan. Akan tetapi setelah perundingan akhirnya disetujui bahwa pernikahan akan dilangsungkan secara Katholik.

    Suatu hari saya dan pacar saya menemui Pastor untuk berkonsultasi mengenai apa saja yang diperlukan untuk mengurus pernikahan. Akan tetapi saya masih bingung dengan beberapa istilah yang beliau sebutkan.
    1. Apa yg disebut dengan Katekumen dan Kanonik itu?
    2. Apakah untuk menjadi seorang Katholik itu diharuskan belajar selama 1 tahun? Karena mengingat saya akan menikah dalam kurun waktu kurang dari setahun. Apakah tidak bisa dipersingkat, sehingga nantinya saya dan pasangan saya akan menerima sakramen pernikahan bukan pemberkatan pernikahan. Karena dari yang saya baca diatas, nantinya kami hanya menerima pemberkatan bukan sakramen.
    3. Saya berencana nantinya melangsungkan penandatanganan akta catatan sipil sekalian dengan pemberkatan pernikahan (biasanya di gereja saya seperti itu). Akan tetapi jika nanti ketika dilangsungkan pemberkatan status saya masih beragama Protestan dan pasangan saya Katholik apakah pernikahan saya bisa disahkan oleh Catatan Sipil??
    4. Domisili saya di Bandung dan pacar di Jakarta. Saya rencananya akan mengikuti kursus belajar agama Katholik di Bandung. Untuk KPP apakah sebaiknya mengikuti di Bandung atau di Jakarta? Berapa lama KPP biasanya berlangsung?

    Trims Romo, Tuhan Memberkati

  140. @Fleo, apakah yang kamu maksud penyelidikan kanonik ? jika ya, bisa dilakukan di mana anda berdomisili, hasilnya nanti dikirimkan ke paroki dimana pengukuhan akan dilakukan. Penyelidikan kanonik dalam pengertian sederhana, adalah penyelidikan yang bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada halangan untuk pernikahan kalian sesuai hukum Gereja dan juga kesiapan kalian menjadi pasangan suami dan isteri.

    untuk pertanyaan ke-2 tidak jelas apa yang dimaksud. Tetapi saya mengingatkan bahwa kamu membutuhkan dispensasi untuk menikah dengan pasangan non-Kristen, atau ijin untuk menikah dengan pasangan non-baptis Katolik dari ordinaris wilayah atau keuskupan. Dan bahwa kamu harus berjanji untuk menjaga iman Katolikmu dan berusaha maksimal untuk membawa anak-anakmu ke dalam GEreja Katolik. Dan kamu dilarang mengukuhkan pernikahan dengan tata cara agama lain baik sebelum atau sesudah pengukuhan Kanonik.

    May God bless your steps..

  141. dear Romo,,

    Romo, saya bingung,,
    saya baru saja selesai kanonik dan sudah membuat surat delegasi dari paroki saya ke romo yang dituju
    rencana menikah kami bulan Mei

    akan tetapi, ternyata romo yang kami tuju, tidak bisa memimpin sakramen pernikahan kami bulan mei 2011, karena romonya pergi ke luar kota/negri (mungkin panggilan mendadak, karena sebelumnya kita sudah bertemu dengan romo yang kita tuju, dan romo nya bilang ok dan dapat memimpin). apa yang harus saya lakukan dengan surat delegasi yang sudah dittd oleh pastor kepala paroki saya?,, apakah saya tetap berikan ke romo yang kita tuju walaupun romonya berhalangan?
    atau saya buat surat delegasi yang baru?

    romo, apa yang harus saya lakukan?
    karena sampai sekarang saya belum punya romo yang mau dan dapat memimpin sakramen pernikahan kami :(
    untuk sakramennya kami memang memilih bahasa inggris, karena partner saya orang expat.

    apakah romo mempunyai info-info tentang romo-romo yang dapat membawa sakramen dalam bahasa inggris?

    terima kasih banyak ya romo,,
    Gbu

  142. Dear Mbak Anggie,
    Dimana kalian akan menikah? Jakarta?
    Akan saya bantu cari, silakan japri saya di ibnurini@suzuki.co.id

    salam berkat Tuhan, rin

  143. romo saya ingin bertanya, apakah seseorang jika menikah harus jelas asal usul dalam artian apakah seorang yatim piatu harus menemukan ibu kandung atau ayah kandungnya dalam menikah?

    jika memang bisa menikah tanpa restu salah satu pihak, apakah itu sama saja akan menyakiti hati orang tua pihak lain…, karena di kebudayaan indonesia masih menuntut norma, untuk melibatkan orangtua, restu orang tua dalam perkawinan,

    lalu, sama saja kita berdosa karena tidak menghormati ayau ibu kita,,,……., saya ingin bertanya romo, kenapa mash ada orang yang memandang asal usul? walaupun sangat penting, jawaban apakah yang harus saya katakan kepada orang yang berpendapat demikian, memang benar pernikahan itu menyangkut kedua belah pihak, (suami dan istri) , namun pada kenyataannya pernikahan juga ‘menikahkan’ keluarga suami dan istri, saya juga mau bertanya apakah hati orangtua bisa berubah, untuk memberikan restu kepada pernikahan anaknya?

  144. Dear Romo,
    Saya seorang Katolik, pasangan saya adalah warganegara China yang tidak memeluk agama, melainkan kepercayaan Confucius. Bila kami menikah, apakah kami bisa mendapatkan pemberkatan pernikahan di gereja Katolik? Apa saja prosedur dan syarat2 yang harus kami penuhi apabila ingin mengadakan pernikahan di gereja? Mohon penjelasan dari Romo. Terima kasih…
    ========
    Anda bisa menikah di Gereja Katolik kalau mendapatkan dispensasi dari halangan nikah beda agama. Syarat-syaratnya bisa Anda baca pada rubrik “prosedur perkawinan beda agama”.
    js

  145. @angela, semua jawaban kamu kembali ke individu masing-masing..

    Gereja bisa menikahkan kalian tanpa memandang asal usul kalian, bahkan tanpa restu orang tua, selama segala syarat terpenuhi. Karena pernikahan bukanlah menjadi milik eksklusif orang tua, bahkan juga bukan miliki eksklusif pasangan yang menikah. Melainkan karena itu adalah rencana dan kehendak Allah.

    jika kamu sulit meyakinkan kedua orangtuamu, minta tolonglah orang lain yang menurut kalian bisa membantu kalian menjelaskan hal tersebut.

    May God bless your steps

  146. dear Romo,
    saya dan calon suami saya berencana menikah di awal bulan Juli ini di kota Jambi. Saat ini kami berdua bekerja di Jakarta. Domisili saya di Tebet dan calon suami saya di Depok. Yang ingin saya tanyakan, apakah bisa kami mengikuti KPP di Jakarta? Sedangkan kami berdua pendatang dan belum terdaftar di paroki manapun. Mohon saran Romo, karena kami tidak memiliki relasi/kerabat yang bisa membantu. Terima kasih.

  147. @Christine.. sudah sepantasnya dan selayaknya anda dan suami melaporkan kehadiran kalian ke ketua lingkungan di wilayah/paroki di mana anda berdomisili, sehingga anda terdaftar di sana.

    Anda tidak membutuhkan relasi atau kerabat, kalian punya saudara se-iman yang bisa membantu kalian. Jadi mengapa tidak kalian mulai memperkenalkan diri anda kepada lingkungan Katolik di tempat anda..

    mengenai KPP di Jakarta, tentu saja bisa, tidak memperhitungkan kalian berasal dari paroki mana..

    MAy God bless your steps..

  148. romo tolong kirim kan ke e-mail saya prosedur perkawinan katolik
    tahun 2011. karena saya bingung harus mulai darimana dan apa saja yang perlu disiapkan. Mohon bantuannya. trima kasih

  149. @Stefanus Kurniawan.
    prosedur perkawinan di atas sudah diperbaharui th 2011…
    silahkan lihat…

  150. romo yang terhormat,saya mohon solusi,saya katolik calon istri saya kristen,kedua orang tua setuju dengan hubungan kami,tapi kedua orang tua kami harus menikah di greja katolik,sedangkan yang orang tua calon istri saya,minta pemberkatan di greja kristen,keadaan ini terus berlarut,hingga akhirnya ibu dari calon istri,dipanggil Tuhan dan mengamanatkan harus menikah di greja kristen(GKJW),romo apakah saya bisa menikah di greja kristen?saya sudah konsultasi dengan romo di madura katanya bisa,tapi di surabaya koq gak bisa.(saya kerja di madura)trims

  151. saya kutip saja dari Kitab Hukum Kanonik terjemahan Indonesia

    1118 § 1 Perkawinan antara orang-orang katolik atau antara pihak katolik dan pihak yang dibaptis bukan katolik hendaknya dirayakan di gereja paroki; dapat dilangsungkan di gereja atau ruang doa lain dengan izin Ordinaris wilayah atau pastor paroki.
    § 2 Ordinaris wilayah dapat mengizinkan perkawinan dirayakan di tempat lain yang layak.

    1121 § 2 Setiap kali perkawinan dilangsungkan menurut ketentuan Kanon 1116, imam atau diakon yang menghadiri perkawinan itu, atau kalau tidak, para saksi, diwajibkan bersama dengan para mempelai untuk secepat mungkin memberitahukan perkawinan yang telah dilangsungkan itu kepada pastor paroki atau Ordinaris wilayah.
    § 3 Mengenai perkawinan yang dilangsungkan dengan dispensasi dari tata peneguhan kanonik, Ordinaris wilayah yang memberikan dispensasi hendaknya mengusahakan agar dispensasi dan perayaan dicatat dalam buku perkawinan baik kuria maupun paroki pihak katolik, yang pastor parokinya melaksanakan penyelidikan mengenai status bebasnya; mempelai yang katolik diwajibkan secepat mungkin memberitahukan perkawinan yang telah dirayakan kepada Ordinaris itu atau pastor paroki, juga dengan menyebutkan tempat perkawinan dirayakan serta tata peneguhan publik yang telah diikuti.

    1125 Izin semacam itu dapat diberikan oleh Ordinaris wilayah, jika terdapat alasan yang wajar dan masuk akal; izin itu jangan diberikan jika belum terpenuhi syarat-syarat sebagai berikut
    pihak katolik menyatakan bersedia menjauhkan bahaya meninggalkan iman serta memberikan janji yang jujur bahwa ia akan berbuat segala sesuatu dengan sekuat tenaga, agar semua anaknya dibaptis dan dididik dalam Gereja katolik;
    mengenai janji-janji yang harus dibuat oleh pihak katolik itu pihak yang lain hendaknya diberitahu pada waktunya, sedemikian sehingga jelas bahwa ia sungguh sadar akan janji dan kewajiban pihak katolik;
    kedua pihak hendaknya diajar mengenai tujuan-tujuan dan ciri-ciri hakiki perkawinan, yang tidak boleh dikecualikan oleh seorang pun dari keduanya.

    1127 § 2 Jika terdapat kesulitan-kesulitan besar untuk menaati tata peneguhan kanonik, Ordinaris wilayah dari pihak katolik berhak untuk memberikan dispensasi dari tata peneguhan kanonik itu dalam tiap-tiap kasus, tetapi setelah minta pendapat Ordinaris wilayah tempat perkawinan dirayakan, dan demi sahnya harus ada suatu bentuk publik perayaan; Konferensi para Uskup berhak menetapkan norma-norma, agar dispensasi tersebut diberikan dengan alasan yang disepakati bersama.

    Hope those help

  152. trima kasih atas sarannya,tapi jujur saja sya masih bingung maksud dan tujuan dari hukum kanonik tersebut,mohon bisa dijelaskan lebih sederhana lagi.trima kasih banyak.

  153. singkatnya bila kamu ingin melakukan pengukuhan di gereja lain, hal itu bisa dilakukan dengan ijin dari ordinaris wilayah atau keuskupan(KHK 1118 par 2), dilakukan dengan tata cara yang disepakati bersama dengan pejabat Gereja KAtolik (KHK 1127), dihadiri oleh pastor paroki atau diakon dan minimal 2 orang saksi dan segera mencatatkan pernikahan di gereja Protestan tersebut. (KHK 1121).
    Dan satu hal yang penting, untuk mendapatkan ijin tersebut, kamu harus berjanji untuk menjaga imanmu dari segala bahaya (tetap menjalankan kewajibanmu sebagai seorang Katolik, seperti tiap minggu ke Gereja Katolik, tidak menerima perjamuan Protestan), dengan sekuat tenaga membawa anak2mu ke GEreja Katolik (dibaptis dan dididik secara Katolik), dan kamu dan pasanganmu harus tahu tujuan dan ciri hakiki perkawinan Katolik (KHK 1125).

  154. Salam Damai Romo,
    Saya ingin menanyakan ttg proses Kanonik. Saya Katholik & Calon saya Kristen Protestan. Dia warganegara USA.Rencananya saya & dia akan menikah di gereja Katholik di Lampung, tempat domisili saya. Saya sudah menanyakan ke Paroki saya, dan mereka memeberitahu dalam proses kanonik calon saya harus datang ke paroki. Masalahnya Romo, dia tinggal di Chicago dan baru beberapa minggu lalu dia kembali ke sana. Yang saya ingin tanyakan, apakah tidak ada toleransi dalam proses kanonik ini, misalnya dia melakukan proses kanonik di gereja katholik di daerah tempat tinggalnya kemudian berkasnya dikirim ke keuskupan Lampung atau prosesnya dilakukan melalui teknologi informasi( internet ) : fitur skype, dimana kita bisa bertatap muka & berbicara melalui video call. Maaf Romo, saya menanyakan alternatif ini karena perjalanan yang sangat lama ( 72 jam PP) dan ongkos yang sangat mahal dari Chicago – Indonesia. Dan apakah sertifikat kursus perkawinan diperlukan dalam proses kanonik? Apakah bisa proses kanonik dilakukan sebelum kita mengikuti kursus perkawinan? Rencananya dia akan mengikuti kursus perkawinan di Gereja Katholik di sana.
    Terima Kasih Banyak sebelumnya Romo atas bantuannya.
    GBU always.

  155. Maaf Romo, sekalian mau menanyakan tentang proses pembaharuan surat baptis, apakah itu diperlukan sebagai syarat untuk perkawinan & bagaimana prosedurnya dan apakah harus dilakukan di paroki tempat kita di baptis? Bisa tidak di perbaharui di paroki domisili saya sekarang?
    terima kasih Romo.

  156. soalan sya mengenai perkawinan yang berlangsung sebelum menjadi orang kristin katolik? adakah perkahwinan itu di berkadti? walau tiada janji perkahwinan?

  157. romo yang terhormat.ada beberapa pertanyaan tentang persiapan pernikahan saya dengan calon istri yang protestan?
    1.apa yang dimaksud pengukuhan kanonik?
    2.apakah bisa mengikuti kursus pernikahan di gereja kristen,lalu bagaimana pelaporan di gereja katolik?
    3. dengan sekuat tenaga membawa anak2mu ke GEreja Katolik (dibaptis dan dididik secara Katolik), pernyataan ini apakah bisa ditoleransi,karena calon isteri saya masih memegang amanat ibunya yang sudah dipangggil TUHAN,anak harus dibaptis di protestan?

  158. 1.apa yang dimaksud pengukuhan kanonik?

    JAWAB : pengukuhan pernikahan yang sesuai dengan hukum Gereja Katolik.

    2.apakah bisa mengikuti kursus pernikahan di gereja kristen,lalu bagaimana pelaporan di gereja katolik?

    JAWAB : Tidak bisa. Makna pernikahan menurut iman Katolik bisa saja berbeda dengan makna pernikahan menurut iman PRotestan (Protestan masih mengijinkan adanya perceraian)

    3. dengan sekuat tenaga membawa anak2mu ke GEreja Katolik (dibaptis dan dididik secara Katolik), pernyataan ini apakah bisa ditoleransi,karena calon isteri saya masih memegang amanat ibunya yang sudah dipangggil TUHAN,anak harus dibaptis di protestan?

    JAWAB : tidak ada hukum GEreja yang bisa ditoleransi. Jika anda tidak berusaha, anda berarti tidak menepati janji anda. Sebaiknya diskusikan dengan isteri anda, dan juga dengan pastor paroki. Jika almarhum ibunya meminta calon suami anaknya menikah di Protestan, bahkan di baptis di gereja Protestan, apakah anda akan mentaati keinginan almarhum untuk dapat menikah dengan anaknya ?

    May God bless your steps

  159. Romo,sya rencnax mau menikah secara katolik dengan pcr sya yg beragama islam,dan ia sdh menyetujui syarat2 menikah secara katolik…tp yg jadi mslh setelah ortu sya berkonsultasi dgn pastor paroki dilingkungan kmi,pastor paroki tdk menyetujui rencna kmi ini,setau sya gereja bsa menikahkan beda agama dengan mendptkan dispensasi dr keuskupan…bgmna kmi bsa menikah apabila pastor paroki tidak menyetujui rencna kmi ini?apa yg hrs kmi lakukan?mohon saran dan solusi dr romo,karna sya sdh tdk tahu lg hrs bgmna…terima kasih…

  160. @Neylinda.. saya bukan seorang romo, tetapi saya mencoba menjawab pertanyaanmu tersebut. sebenarnya kamu pun bisa datang kepada romo dan menanyakan alasan ketidaksetujuan romo.

    SEkarang menjawab pertanyaanmu :
    apakah kamu bisa menikah beda agama ? tentu saja bisa.. syaratnya kamu harus mendapatkan dispensasi dari ordinaris wilayah atau keuskupan. Lalu kamu, harus berjanji, menjaga iman Katolikmu dari bahaya [ini artinya bahwa suamimu tidak akan menghalangi kamu melakukan kewajibanmu sebagai seorang Katolik, atau dengan sengaja memintamu tidak melakukan kewajibanmu karena suatu alasan, atau bahkan meminta/memaksamu mengingkari imanmu untuk mengikuti ajaran imannya] dan berusaha maksimal membawa anak-anakmu ke dalam GEreja Katolik.
    yang perlu diingat juga bahwa kamu dilarang mengukuhkan pernikahanmu dengan tata cara agama Islam baik sebelum atau sesudah pengukuhan menurut Gereja Katolik.

    Hal lain yang perlu kamu sadari adalah bagaimana peran orang tuanya dalam mengambil keputusan dalam hidup pasanganmu. Tidak sedikit kasus, dimana orang tua justru yang mendorong perceraian pasangan beda agama agar si anak kembali kepada imannya dan/atau mendapatkan pasangan yang se-iman. Terlebih sejak awal sudah ada indikasi ketidaksetujuan orang tua pasangan.
    Tantangan lain adalah bahwa hukum Islam menyatakan pernikahan yang dilakukan di luar ajaran Islam adalah kemurtadan, sehingga bila seorang yang beragama Islam yang menikah diluar tata cara agama Islam menceraikan isterinya dan menikah lagi menurut agama Islam, hal itu adalah pertobatan. Hukum Islam tidak mengharamkan perceraian. Dimana sebaliknya Katolik mengharamkannya.
    Jadi ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan secara masak mengenai pernikahan beda agama. Jangan hanya terdorong oleh perasaan yang anda kenal dengan “cinta”. Karena sudah banyak kasus nyata, kata “cinta” tidak ada artinya lagi ketika konflik rumah tangga terjadi dan perbedaan iman pun terseret di dalamnya. Kata itu hanya janji semu kebahagiaan ketika ancaman perceraian sudah di depan mata. kata itu bermetafora menjadi “sesal”.
    Namun jika niatmu sudah bulat, kamu menyadari segala konsekuensinya. Kamu siap dengan segala resiko dan tantangan yang akan kamu hadapi dalam membangun rumah tangga bersamanya, maka kamu berdua bisa menghadap romo paroki dan menyatakan sendiri hal tersebut kepada romo. SEmoga saja kelak bila memang akhirnya kamu dengannya dipersatukan dalam GEreja Katolik, pasanganmu pun terpanggil menjadi anggota Tubuh-Nya dan bersamanya kamu bisa membangun GEreja domestik dalam keluarga yang kalian.

    May God bles your steps..

  161. Trima kasih pak johan atas jawaban n solusinya….sya slalu berdoa smga Tuhan mengetuk pintu hatix agar mw bersma2 dgn sya memuji dan menyembh Tuhan Yesus…setelah sekian lma sya dan dia menjalin hub kira2 sktr 9 tahun kmi slalu memimpikan agar bsa menikah dan smpai hr ini solusi yg bsa kmi sepakati hanyalah dgn menikah beda agama,dan dia sdh mengalah untk menikah di gereja katolik…smga saja suatu saat dia bsa brsma2 dgn sya memuji dan menyembah Tuhan kta Yesus Krstus…amin.

  162. maaf pak johan,ada lg yg ingin sya tanyakan….apabila sya dan calon psngan sya menghadap romo dan keputusan romo ttp tidak bsa menikahkan kami…apakah bsa kmi memohon kpda romo di paroki lain?dan memang rencnax apabila kmi akan menikah,kmi akan menikah di luar daerah kmi karna untk menghargai keluarga calon psngan sya ini…ia ingin menikah di luar daerah..itu artix diluar paroki kmi..apakah bsa seperti itu? Terima kasih banyak sebelumx…Tuhan Yesus memberkati….

  163. @neylinda.. cobalah bertemu dan berdiskusi dengan romo paroki, supaya jelas keberatan romo.. biarkan romo mengatakan hal itu langsung kepada anda dan pasangan, sehingga kalian pun bisa memberi tanggapan atas keberatan romo tersebut.

    apakah bisa meminta pengukuhan melalui romo lain ? tentu saja bisa. apakah bisa menikah di paroki luar kota ? tentu saja bisa Selama kamu sudah mendapatkan dispensasi dari ordinaris wilayah atau keuskupan, melalui penyelidikan kanonik dan kursus persiapan perkawinan, memenuhi semua syarat administrasi, dan kalian berdua tentu saja bebas menikah, maka kalian bisa menikah di Gereja Katolik…

    May God bless your steps..

  164. Trima kasih banyak pak….sya akan coba berdiskusi dengan romo paroki saya….

  165. Saya masih gak mengerti esensi pembaharuan Surat Baptis yang hanya berlaku 6 bulan. Secara logika pun ini suatu sistem yang sangat mudah dimanipulasi. Artinya si pasangan harus MENGKONFIRMASI dirinya sendiri ke PAROKI dimana ia dibabtis. Bukankah itu tugasnya gereja. Harusnya Gereja yang mengurus konfirmasinya untuk mendapatkan kepastian. Kalau akhirnya si pasangan memalsukan surat pembaharuan babptisnya, saya berani jamin paroki yang menerima dokumen itu gak akan memeriksanya ke paroki gereja yang mengeluarkan. Dan kalau sampai mereka memeriksanya adalah suatu perbuatan sia sia kenapa mereka tidak langsung saja yang sendiri mengkonfirmasi dengan fotokopi surat babptis pasangannya?

    Maaf saja sih, tapi kalau alasan gereja bilang untuk memastikan saya rasa itu adalah hal yang tidak mempunyai fondasi yang kuat. Malah kecenderungan untuk fraud lebih banyak. Saya rasa kalau orang sudah dibabptis lebih dari 20 thn lalu, pengurus gereja dimana ia dibabptis juga tidak tahu apa benar itu surat babptis aseli gereja tersebut atau tidak, apalagi kalau dokumen sudah tidak ada. COntoh apa bila saya bilang dulu dibaptis di afrika selatan. Saya kasih surat palsu dan no telp palsu. Apa bisa dideteksi oleh Paroki Gereja dijakarta?

    Sudah saatnya sih keuskupan agung membuat satu pusat data base sekali seumur hidup untuk mengontrol dokumentasi umat umatnya. Sehingga paroki hanya perlu mengkonfirmasi kepada keuskupan. Tidak perlu lari kemana mana lagi.

  166. semua sakramen yang telah diterima umat di-simpan bersama data surat baptis (baik sakramen baptis, sakramen penguatan, sakramen Imamat dan juga sakramen pernikahan). Jadi sebenarnya bila surat baptis anda diperbaharui artinya anda dikonfirmasikan statusnya bebas untuk menikah (tidak pernah menikah di Gereja Katolik sebelumnya atau berstatus tertahbis).

    Lalu mengapa bukan sekretariat Gereja sendiri yang melakukannya ? Sekretariat Gereja bukan saja mengurus satu pasang insan yang hendak menikah, dan juga tidak mengurus hanya masalah pernikahan. TEtapi seluruh kepentingan dan keperluan Gereja. Jadi Gereja lebih banyak orang yang dilayani dibandingkan anda dalam hal kebutuhan gerejani.
    Jadi mengapa tidak anda yang membantu gereja untuk kepentingan anda sendiri itu ? :)

    Bila anda memalsukannya, dan katakan saja hal itu berhasil anda lakukan dan mengelabui petugas Gereja, tetapi anda tidak bisa mengelabui Tuhan. Anda telah melakukan dosa berat dan hukumannya adalah kekal jika anda tidak lekas bertobat. Kalo anda lakukan dan anda tidak berhasil, hanya mempermalukan diri sendiri, sementara banyak pasangan muda lain mau berusaha untuk menjalankannya dengan jujur.

    ide anda mengenai sentralisasi database merupakan ide yang juga sudah dipikirkan. Tetapi ini perlu masuk dalam rencana dan tahapan yang cukup panjang. kita perlu bersabar. Sementara itu mengapa kita tidak menolong Gereja kita untuk mau sedikit repot untuk menyatukan kasih anda kepada pasangan anda dalam berkat Allah di Gereja-Nya yang Kudus.
    Jika ini sangaaaaaat suliiiiitt cobalah anda berdiskusi dengan romo paroki bagaimana mengatasi kesulitan itu.

    May God bless your steps..

  167. permisi….sya mw bertanya lg nie pak johan… apakah benar ada aturan baru di catatan sipil bahwa tidak bisa melaksanakan pernikahan beda agama?karna baru2 ini ortu sya konsultasi dengan pegawai catatan sipil,menurut pegawai itu,catatan sipil tidak bsa menikahkan psngan beda agama…bgmna solusinya untuk kami? terimakasih….

  168. @neylinda, sebenarnya itu bukan aturan baru.. UU no 1 tahun 1974 memang menyulitkan pasangan beda agama, yaitu penafsiran pasal 2 UU tersebut yang berbunyi demikian :

    “Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu.”

    jika berbeda agama, maka diragukan apakah pernikahan yang dilakukan itu sah menurut agama masing-masing. Contoh jika seorang Katolik menikah dengan Islam, sedangkan hukum Islam jelas melarang pernikahan beda agama.

    Tetapi sudah banyak pasangan beda agama yang dikukuhkan dalam GEreja Katolik dan tidak mengalami masalah dalam pencatatan sipil.

    saya ambil contoh kasus yang saya peroleh :

    http://www.kependudukancapil.go.id/index.php/suara-warga?func=view&catid=10&id=3646

    Hope this helps.

  169. Dear romo, saya mo bertanya
    saya umat Katolik menikah dengan WNA non katolik di gereja Non Katolik di indonesia beberapa tahun yang lampau. status kami sekarang sudah bercerai. tahun depan saya berencana menikah dengan pria katolik single. pertanyaan saya
    1) apakah saya dan pasangan saya bisa mendapatkan pemberkatan di gereja katolik?
    2)Jika tidak , apakah persyaratan yang harus kami lakukan supaya bisa menikah di gereja Katolik?berapa lama prosesnya?

    terimakasih

  170. @Pak Johan,

    Saya bukan tidak mau membantu gereja dalam mengurus prosedur admin gereja, tetapi saya melihat ada kelemahan di prosedur. Dan prosedur itu bisa menjadi celah untuk orang yang diluar Gereja untuk memanipulasi melakukan kejahatan. Sangat mudah untuk mendapatkan pembaharuan surat babptis. Pembaharuan surat babptis bisa kesekretarian, dalam 15 menit, hanya dengan menyerahkan fotokopi surat baptis atau scan lewat email. Kemudia aselinya tinggal di ambil. Melihat begitu mudahnya suatu dokumen gereja di buat. Amat sangat riskan tanpa kontrol yang kuat terhadap penggunanya kalau data tidak disentralisasi. Akibatnya umat gereja yang akan dirugikan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Terima Kasih.

  171. @Raymond, perhatian anda sangat baik.. dan mungkin kekhawatiran anda sudah terjadi, bahwa ada kasus dimana seseorang dapat menikah lebih dari satu kali di Gereja Katolik. Walaupun secara otomatis pernikahan itu sifatnya null, aksi penipuan ini merugikan umat Katolik yang kurang mengenali kehidupan pasangannya, secara moral dan materi.

    Itu sebabnya saya sangat menyarankan semua pasangan Katolik yang hendak menikah untuk sungguh-sungguh mengenali pasangan bukan saja pribadi pasangan itu sendiri tetapi juga keluarga pasangan.

    ada kasus menarik yang pernah ditangani romo Sudri, anda bisa simak di link :

    http://gerejastanna.org/perkawinan-batal-sehari-sebelum-hari-h/

    itu sebabnya juga Gereja mewajibkan umat Katolik yang mengetahui ada halangan pernikahan segera melaporkan. Artinya Gereja pun meminta peran serta seluruh umat Katolik untuk mencegah terjadinya cacad secara hukum dalam pernikahan yang akan diselenggarakan.

    Lalu juga ada penyelidikan kanonik yang dilakukan oleh romo paroki. kecurigaan pun bisa terungkap di dalam penyelidikan ini sehingga bisa digali lebih dalam lagi sebelum mendapat persetujuan untuk mengukuhkan pernikahan.

    Rasanya sekretariat pun cukup teliti dalam memeriksa kelengkapan administrasi perkawinan, dan bisa saja ditemukan keraguan atas keaslian surat baptis yang diberikan, sehingga sekretariat akan menghubungi paroki yang mengeluarkan surat baptis tersebut untuk memeriksanya.

    Namun kunciya tetap kembali kepada pengenalan umat terhadap pasangannya.

    May God bless your steps.

  172. saya wanita Khatolik dan menikahi pria Protestan, karena salah satu sebah kami harus segera menikah dah saya tidak sempat mengurus ke gereja Khatolik, pencatatan sipil juga dilakukan di gereja protestan, bagaimana supaya saya bisa tetap ke gereja Khatolik menerima komuni seperti biasanya, syarat2 apa yang diperlukan? terima kasih.

  173. @Reen, terima sakramen tobat dan lakukan pemberesan pernikahan di Gereja KAtolik. Silahkan menghubungi romo paroki anda untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai pemberesan pernikahan ini.

    May God bless your steps..

  174. syalom Romo…
    slmt mlm,maaf mengganggu Romo..
    Saya mau tnya apakah di paroki st.anna msh buka kursus persiapan pernikahan di tahun ini?krn saya rencana bln okt akan menikah..Tp pasangan saya non katolik ( protestan ),jd apa yg hrs saya n pasangan saya lakukan ya?tolong bantuannya ya,Romo…trimakasih-anton
    =============================================================
    Bpk. Anton
    Kursus Persiapan Pernikahan di Gereja Santa Anna sudah bulan Maret lalu…

    silahkan klik atau CoPas link dibawah untuk melihat jadwal KPP di Gereja lain
    http://gerejastanna.org/jadwal-kursus-persiapan-perkawinan-2011/

  175. syalom Romo…
    saya mau tanya apakah di grj st anna kursus persiapan pernikahan pd thn ini hanya bln maret aja?apakah tidak ad buka lg ya,Romo?tlg bantuan infonya ya…
    trimakasi-anton-

    ==============================================================
    Pada tahun ini KPP di Gereja Santa Anna hanya di bulan Maret, akan ada lagi tahun 2012.
    untuk KPP di gereja mana saja tidak apa…
    silahkah kunjungi
    http://gerejastanna.org/jadwal-kursus-persiapan-perkawinan-2011/
    salam
    Admin

  176. Romo,
    Saya seorang perempuan katolik dan pacar saya seorang beragama buddha..kami belum ada rencana untuk menikah dalam waktu dekat ini, yang ingin saya tanyakan adalah apakah mungkin bagi kami,nantinya, untuk menikah secara katolik tapi tidak di dalam gereja (misalnya di tempat terbuka/gedung lain)..dan setelah pemberkatan tersebut dilanjutkan dengan pemberkatan secara agama buddha?
    Terima kasih.

  177. @yoan,

    jawabnya : dapat, dengan ijin ordinaris wilayah pernikahan di tempat lain (bukan di dalam GEreja) bisa dilakukan…(KHK 1118 par 2 dan 3) tetapi jawaban yang kedua, TIDAK BOLEH..

    dari Kitab Hukum Kanonik

    1127 § 3 Dilarang, baik sebelum maupun sesudah perayaan kanonik menurut norma § 1, mengadakan perayaan keagamaan lain bagi perkawinan itu dengan maksud untuk menyatakan atau memperbarui kesepakatan nikah; demikian pula jangan mengadakan perayaan keagamaan, dimana peneguh katolik dan pelayan tidak katolik menanyakan kesepakatan mempelai secara bersama-sama, dengan melakukan ritusnya sendiri-sendiri.

  178. syalom… Romo

    saya protestan dan calon suami katholik. kami akan menikah 29 mei ini secara katholik. besok kami dijadwalkan untuk kanonik. saya ingin sekali resmi menjadi warga katholik, bukan karna terpaksa atau karna calon suami saya katholik. tapi benar” dari diri kemantapan saya.mama saya tidak menyetujui kalo saya resmi masuk katholik. tapi papa n kluarga besar mendukung saya. setelah resmi menikah saya berencana untuk masuk katholik. Romo.. apakah saya salah kalo saya tidak meminta ijin/ tidak memberitahu rencana saya ke mama saya? karna pasti beliau tidak akan menyetujui. saya dan mama sering bertengkar kalo membahas masalah ini. mohon saran dari Romo.. trimaksih. GBU

  179. sebenarnya kamu tidak perlu meminta ijin untuk menjadi seorang Katolik ketika kamu sudah hidup mandiri.
    Kebebasan beragama dilindungi oleh hukum negara sebagai hak asasi manusia. Sehingga bahkan seluruh keluarga besarmu tidak setuju keputusanmu, kamu tetap bisa menjadi seorang Katolik
    Apa yang kamu lakukan sudah benar. Kamu kembali ke pangkuan Gereja Katolik. Pernikahanmu sempurna menjadi sakramen. Dan bersama suamimu, kalian terpanggil menjadi saksi cinta Allah dan membangun gereja domestik di dalam keluarga kalian.

    yang menarik untuk dibahas di sini adalah apa alasan keberatan mama-mu kamu menjadi Katolik ? jika itu menyangkut ke-iman-an Katolik maka semua itu bisa dijawab. Hanya saja, apakah mama-mu dapat menerima dan mencerna jawaban yang kamu berikan atau memuntahkannya sebelum dicerna. Jika yang ke-2, apa pun yang kamu katakan, tidak akan mengubah keputusan ibumu, karena saat itu bukan akal lagi yang berbicara melainkan hanya perasaan. Jadi untuk sementara hindarilah percakapan mengenai hal ini dengan ibumu, berkonsentrasilah pada kehendakmu untuk bersatu dengan gereja KAtolik. jangan lupa berdoa kepada Allah, doa orang benar besar kuasanya. Kita tidak pernah tahu, Allah akan menjamah hati ibumu untuk melegakanmu dengan cara-Nya.

    Untunglah keluarga besarmu mendukung, mungkin hati ibumu akan lebih tenang bila mendengarkan kata-kata dukungan kepadamu dan hiburan kepadanya,beliau dengar dari keluarga besarmu.

    Selamat karena telah menemukan jalan untuk bergabung dalam GEreja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik

    ..MAy God bless your steps..

  180. Romo,saya ingin bertanya…saya beragama katolik sedangkan pasangan saya beragama kristen protestan.saya dan pasangan saya ingin menikah secara katolik,tetapi kami baru berusia 18 tahun apakah bisa dilaksanakan dan sah?
    kemudian orang tua saya beragama kristen pantekosta,dan mereka tidak mau menjadi wali di gereja katolik karena mereka bukan umat katolik.apakah pernikahan masih tetap bisa dilangsungkan jika tante/keluarga saya yang lain yang akan menjadi wali di gereja katolik nantinya?
    terima kasih sebelumnya

  181. Menurut Hukum Negara usiamu sudah melewati batas minimal usia pernikahan yaitu 16 tahun, tetapi karena usiamu masih di bawah 21 tahun, maka perlu ijin dari orang tua.

    Jadi halangan terberatmu untuk menikah adalah bagaimana kalian mendapatkan restu orang tua, sehingga tidak melanggar hukum negara.

    Hal lain adalah usia kalian masih sangat muda. Apakah kalian sungguh siap membina rumah tangga. bukan saja secara psikis tetapi secara finansial. Apakah salah satu dari kalian sudah memiliki pekerjaan tetap yang mapan. Bagaimana kalian tinggal, mencukupi kebutuhan sehari-hari dan juga merencanakan masa depan terutama saat kalian memiliki keturunan (Ingatlah bahwa perkawinan Katolik harus terbuka terhadap keturunan).

    Jika kalian belum memiliki rencana dan persiapan yang matang, ada potensi masalah yang besar di kemudian hari.

    Jadi pertimbangkanlah secara bijak, jangan terbawa emosi, jangan karena terpaksa atau dipaksa kondisi. Bertukarpikiranlah dengan orang-orang yang kalian hormati dan menjadi panutan. kalian pun bisa berdiskusi dengan romo paroki.

    May God bless your steps.

  182. Dear Romo & Sekretariat,

    Saya mempunyai kasus yang sama dengan Mba Sisilia, Calon saya Warganegara Amerika tapi single dan beragama Kristen.
    Dokument apa saja yang dibutuhkan calon saya untuk menikah di gereja katolik?.
    Saya berencana ingin menikah dahulu secara catatan sipil di Amerika, lalu setelah itu ingin melakukan pernikahan secara katolik di Indonesia.
    Kalau boleh, Mohon bantuannya supaya saya bisa berkenalan dg Mba Sisilia. (Mba Sisilia mengirimkan pertanyaan pada tgl 29 Mei 2009)

    Terima kasih atas bantuannya. Tuhan Memberkati

  183. @Christine..

    jika menikah sipil di luar maka secara hukum negara anda harus mencatatkan pernikahan anda di pencatatan sipil RI selambat-lambatnya 1 tahun sejak pernikahanmu. Jika tidak maka perkawinanmu secara hukum negara RI tidaklah sah.

    Untuk Gereja KAtolik, syaratnya adalah : harus ada saksi atau surat pernyataan dari pastor paroki di mana ia berdomisili atau dari Kedutaan Besar Indonesia di Amerika yang menyatakan bahwa ia bebas untuk menikah.

    Ada baiknya bila kalian berdiskusi langsung dengan romo paroki dimana pernikahan kalian akan dikukuhkan mengenai hal ini.

    May God bless your steps..

  184. Dear Romo,

    Romo, sy dengan pasangan sy mau melakukan pengukuhan pernikahan katholik kami / pemulihan perkawinan. karena 7th yg lalu, kami menikah secara adat saja( diketahui oleh kedua pihak keluarga ). Kami berdua sama-sama katolik dan sudah menerima sakramen babtis.
    Pertanyaannya:
    1. Bagaimana tata cara yg harus kami lakukan sekarang ?
    2. Berapa lama prosesnya ?
    3. Trima kasih banyak jawabannya Romo. God Bless You

  185. Dear pak Ari,

    sebelum menjawab pertanyaan dari pak ari,
    apakah bpk dengan istrinya sudah dibaptis dari kecil atau baru saja dibaptisnya??
    karena ini berpengaruh untuk persyaratan pemberesan pernikahan bpk.
    terima kasih

    -sekretariat st. Anna-

  186. dear romo,

    romo saya mau bertanya saya akan menikah bulan nov tahun ini,saya beragama katolik tetapi calon suami non katolik, kami juga sudah mengikuti KPP bln feb 2011, dan sebentar lagi mau menjalankan kanonik, romo dari paroki gereja yang akan memberkati kami memberikan jadwal kanonik hanya boleh dilakukan hari selasa, sedangkan kami berdua bekerja para saksi untuk calon suami juga bekerja, bila kanonik untuk calon suami saya dilakukan bukan di gereja tempat saya kanonik apakah bisa? karena kebetulan calon suami tinggal di jakarta, sedangkan gereja untuk kanonik kami dibogor, kendalanya para saksi calon suami yg mengenal dekat tgl dijakarta dan keberatan bila harus ke bogor..
    mohon infonya romo, terima kasih

  187. @sisca, penyelidikan kanonik bisa saja dilakukan terpisah dengan surat dispensasi, lalu hasil penyelidikan dikirimkan ke pastor paroki anda yang akan memberkati pernikahan kalian. Untuk lebih jelasnya silahkan diskusikan dengan romo paroki atau ke keuskupan [bagaimana pun kamu pun membutuhkan ijin ordinaris wilayah untuk menikah dengan pasangan non Katolik]

    May God bless your steps.

  188. Romo kalau mau mita izin pernikahan beda gereja (pernikahan di gereja protestan) apakah saya (saya khatolik) harus minta surat pengantar ketua lingkungan sebelum bertemu romo paroki? syarat apa saja yang dibutuhkan?

  189. @Tere surat dari ketua lingkungan tetap diperlukan baik kamu menikah dengan seorang Katolik atau non Katolik :)

    sedangkan izin pernikahan dengan non-baptis Katolik dan menikah di gereja lain diberikan oleh ordinaris wilayah atau keuskupan..

  190. Romo yth,
    mohon informasi apakah ada dispensasi untuk waktu penyelidikan kanonik 2 minggu sebelum Misa Perkawinan, dan juga untuk gereja asal mempelai juga bisa tidak kalau hanya diumumkan 1 atau 2 kali pengumuman saja sebelum misa Perkawinan,
    Atas perhatian romo terima kasih

    salam damai
    Suhendra
    =======
    Kalau Anda sudah jauh-jauh hari merencanakan tanggal pernikahan, sebaiknya Anda segera bertemu dengan pastor paroki Anda. Kalau Anda sekarang berada di luar negri, tentu penyelidikan kanonik dilakukan di paroki tempat Anda tinggal sekarang. Lalu pengumuman perkawinan bisa dilaksanakan di paroki asal Anda atau sekaligus juga di Gereja tempat tinggal Anda sekarang.

    Tetapi kalau Anda ingin menikah 2 minggu lagi dari hari sekarang dan Anda baru akan bertemu dengan pastor paroki Anda untuk penyelidikan Kanonik, apakah mungkin Anda mendapatkan dispensasi untuk pengumuman perkawinan kurang dari 3 kali? Mungkin saja, asal ada alasan yang kuat. Tetapi biasanya, perkawinan yang dilangsungkan terburu-buru oleh waktu sudah menunjukkan sesuatu yang tidak beres.

    Sebaiknya Anda segera datang ke pastor paroki. Beritahukan kasus yang Anda punyai dan mintalah masukan apa yang musti dilakukan. Yang memiliki wewenang untuk memberikan dispensasi adalah pastor paroki.

    JS

  191. saya mau bertanya…
    misalkan perkawinan beda agama gimana?
    antara islam dan katolik..

  192. @dhina, si Katolik membutuhkan dispensasi dari ordinaris wilayah atau keuskupan untuk dapat menikah dengan si Islam. si Katolik harus berjanji untuk menjaga imannya dari bahaya. Itu artinya si Islam pun tahu dan mengijinkan si Katolik untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang katolik. Lalu si Katolik harus berusaha semaksimal mungkin untuk membawa anak-anaknya ke dalam GEreja Katolik. Lalu baik si Katolik maupun si Islam, diberitahu makna dan prinsip-prinsip pernikahan Katolik (seperti monogami dan tidak terceraikan)
    Si Katolik dilarang mengukuhkan pernikahannya dengan tata cara lain (misal akad nikah dalam Islam) selain tata cara yang sah menurut Gereja KAtolik baik sesudah atau sebelum pengukuhan Kanonik.
    Sebaiknya anda jalan-jalan di forum konsultasi website ini, anda akan menemukan bahwa pernikahan Katolik dan Islam memiliki tantangan yang besar dalam perjalanan pernikahan, terlebih bila sebenarnya pernikahan itu sudah mendapat rintangan karena masalah iman sejak awalnya.

  193. romo,saya ingin menanyakan kalau ingin menikah di gereja katolik tapi pasangan saya kristen GKI apakah bisa dicampurkan misanya? secara ibadah mereha hampir sama dengan kita, atau bisakah pendetanya datang untuk memberkati juga? thx.

  194. saya mau bertanya, saya dan pasangan saya berencana menikah secara katolik (sakramen). kebetulan saat ini pasangan saya masih non katolik, tapi sedang mengikuti pelajaran baptis dewasa, dulunya dia beragama Hindu.
    bila kami nantinya juga melangsungkan perkawinan secara adat Bali, apakah itu menggugurkan pernikahan Katolik kami. karena antara adat Bali dan agama Hindu sedikit susah dipisahkan. dari yang kami tau, adat Bali yg akan dilangsungkan nanti, akan dihadari oleh Pendeta Hindu dan beliau mendoakan kami secara Hindu tapi kami tidak melakukan doa atau prosesi apapun secara Hindu, hanya 1 prosesi yang dilewati yaitu mengelilingi lingkaran api.
    apakah hal tersebut dapat menggugurkan perkawinan katolik kami?

  195. @Anastasia… lebih tepat bukan di campur, karena tidak boleh membuat tata cara ibadat sendiri di luar yang sudah ditetapkan dalam hukum kanonik.. jadi sebaiknya diskusikan dengan Imam yang memberkati pernikahanmu, bagaimana pengaturannya, dan pengukuhan itu hanya terjadi satu kali yaitu dikukuhkan menurut hukum Gereja Katolik. Dan jangan lupa kamu membutuhkan ijin ordinaris wilayah untuk menikah dengan pasanganmu yang baptis non Katolik. Kamu pun harus berjanji untuk menjaga imanmu dari bahaya, artinya kamu tidak boleh lalai menjalankan kewajibanmu sebagai seorang Katolik dan ia tidak boleh melarangmu melakukannya. Kamu juga harus berusaha semaksimal mungkin membawa anak-anakmu ke dalam Gereja Katolik.

    setahu saya baptisan GKI valid menurut hukum Gereja Katolik, sehingga pernikahanmu adalah sakramen.. (walaupun demikian pasanganmu tidak boleh menerima komuni)

    Hope this helps

  196. @Lina, kamu tidak boleh melakukan pengukuhan dengan tata cara agama Hindu. Jika pun harus dengan adat Bali, maka lakukan dengan tata cara yang tidak bertentangan dengan hukum Gereja Katolik.
    Jadi mengikutsertakan sulinggih/pedanda dalam tata cara pengukuhan tidak boleh dilakukan baik sebelum atau sesudah pengukuhan menurut hukum Kanonik.

    Walaupun Pernikahan Katolik tidak akan tidak menjadi sah karenanya, Bila kamu lakukan, maka secara otomatis kamu jatuh ke dalam dosa berat yang memisahkanmu dari rahmat Allah.

    Dalam meminta dispensasi atas pernikahanmu kepada ordinaris wilayah atau keuskupan, kamu diminta untuk menjaga imanmu dari bahaya. Melakukan pengukuhan dengan tata cara yang bertentangan dengan hukum GEreja Katolik adalah pengingkaran janji..

    Renungkanlah ini ketika kamu mengucapkan atau menyatakan janji itu.. Allah yang mengetahui isi hati manusia yang paling dalam… berdoalah dan mohon petunjuk Allah dalam mengambil keputusan. Ingatlah bahwa Dia telah lebih dulu mencintai-Mu dengan darah-Nya di kayu salib.

    May God bless your steps..

  197. Romo..
    Saya menjalani hubungan dengan seorang janda yg mempunyai anak 1 dan dulu ia menikah secara budha. Dan saat ini pasangan saya berniat katekumen.. Dan berencana menikah dengan saya scr khatolik. Yang ingin saya tanyakan. Pada saat penyelidikaan kanonik. Apakah status pasangan saya janda atau blm menikah. Adakah kendala bila janda budha yg sdh dbaptis scr khatolik lalu menikah dengan pria khatolik.

  198. @Robby,

    pastikan bahwa teman wanita anda benar-benar memiliki status bebas menikah. Artinya bila ia telah bercerai dengan suami terdahulu, harus ada bukti yang kuat, salah satunya berupa surat cerai dari pengadilan sipil.

    Dalam hal Status, janda atau belum menikah bukanlah menjadi halangan untuk menikah secara Katolik, yang pasti harus bebas untuk menikah menurut hukum negara dan hukum Gereja.

    Hope this helps..

    May God bless your steps..

  199. Romo..,
    Menurut Gereja Katolik apakah diperbolehkan menikahi wanita dalam keadaan hamil?Kalau boleh apakah ada syarat2 khusus?terima kasih Romo..

  200. @Koko..

    siapakah ayah dari anak yang dikandung wanita itu ?

  201. Syalom Romo,,,,
    Saya pria (khatolik) dan sy berencana ingin menikahi wanita (protestan karismatik). Setelah didiskusikan, kami sepakat untuk dilakukan pemberkatan secara protestan di medan. Yang mau saya tanyakan adalah:
    1. Apakah saya berdosa karena tdk mengikuti adat istiadat khatolik?
    2. Apakah saya masih bisa ikut ekaristi di gereja saya (ST. Yoakhim)?
    3. Menurut romo, bagaimana nasib anak kami nantinya (agamanya)
    4. Saya juga belum sakramen krisma, apa boleh?
    5. Ada pesan2 untuk saya tidak sebelum melaksanakan pernikahan kami?
    Terima kasih romo…

  202. @agus

    aneh rasanya mendengar hukum Gereja dikatakan sebagai adat istiadat..

    Ada perbedaan antara Adat Istiadat, Tradisi dan Disiplin

    Adat Istiadat .. GEreja lebih mengenal istilah Tradisi (dengan “T” besar) dan tradisi (dengan “t” kecil).. namun yang kita bicarakan di sini lebih ke arah disiplin yang diatur dalam hukum Gereja.

    1. Apakah saya berdosa karena tdk mengikuti adat istiadat khatolik?

    JAWAB :
    MEngapa kamu tdak berdiskusi dengan pastor paroki meminta jalankeluar untuk dapat menikah di gereja Protestan ?
    Sehingga kamu tidak melanggar hukum Gereja dan GEreja Katolik mengenali perkawinanmu dengannya.

    2. Apakah saya masih bisa ikut ekaristi di gereja saya (ST. Yoakhim)?

    JAWAB :
    bisa, tetapi sebaiknya tidak menerima sakramen Ekaristi dahulu, sebelum dipastikan kamu tidak berdosa berat karena pernikahanmu itu. jadi sebelum terlambat, silahkan berdiskusi dengan romo paroki.

    3. Menurut romo, bagaimana nasib anak kami nantinya (agamanya)

    JAWAB : berusahalah dengan sekuat tenagamu untuk membawanya ke dalam GEreja Katolik. Itu adalah salah satu janji seorang Katolik dlam pernikahan beda agama, selain menjaga imannya dari bahaya.

    4. Saya juga belum sakramen krisma, apa boleh?

    JAWAB : segeralah menerima sakramen Krisma.

    5. Ada pesan2 untuk saya tidak sebelum melaksanakan pernikahan kami?
    Terima kasih romo…

    JAWAB : segeralah berdiskusi dengan romo paroki dan meminta jalan keluar terbaik supaya kamu dapat menikah dengan pasanganmu. Jangan biarkan kelemahan daging mengalahkan imanmu akan GEreja-Nya yang satu, kudus, Katolik dan apostolik.

  203. Saya ingin bertanya, sudah pernahkah ada pernikahan antara katolik dengan hkbp tanpa harus pindah keanggotaan gereja?
    jika belum pernah ada,perlu berapa lamakah bagi seorang kristen untuk pindah menjadi warga katolik dan apa saja yang diperlukan?
    trimakasih

  204. salam romo

    romo saya mau tanya, saya beragama katolik dan ingin menikah dengan pacar saya yang beragama islam, orang tua saya sangat tidak setuju akan rencana kami itu, yang ingin saya tanyakan: bolehkah saya menikah dengan orang yang beda agama meskipun dilarang oleh orang tua?

  205. @lina, saya tidak tahu .. tetapi jawaban pertanyaanmu sebenarnya sudah ada di topik ini, jika kamu membacanya dengan teliti.. pasangan yang berbeda agama bisa menikah di dalam Gereja Katolik, dan tetap menganut agamanya… asalkan pernikahannya hanya dan hanya dikukuhkan dengan tata cara yang sah menurut hukum Gereja Katolik.

  206. malam romo,
    saya mau tanya tolong di jawab dan di beri option solusinya ya.

    calon saya (pria), akan pindah keluar kota pada 15 oktober ini, dan mengajak saya untuk menikah agar saya bisa turut pindah dgn calon saya.

    apa mungkin waktunya keburu romo?
    krn setau saya proses mulai dr KPP, Kanonik, nikah gereja hingga Catatan Sipil memakan waktu yang cukup lama (paling cepat 3 – 4 bulan).

    kami pasangan katolik – katolik.
    1.apa mungkin kalau kami ambil KPP dan kanonik di paroki yg berbeda dgn domisili? (misal: KPP dan kanonik di paroki katedral dgn alasan itu yg tercepat [10,11,18 sept]. tapi domisili saya di paroki maria bunda karmel)

    2.berapa lama waktu yg dibutuhkan untuk menunggu kanonik?(mulai dr selesai KPP ke kanonik)

    3.apakah sakramen krisma itu bersifat mutlak sbg syarat sakramen perkawinan? krn calon saya belum krisma, tp saya sudah.

    4.misalkan KPP dan Kanonik sudah beres, mungkinkah saya mengadakan sakramen pernikahan di gereja yg berbeda dgn tmpat saya KPP&kanonik?

    terima kasih romo.

  207. @Stevany, alasan pernikahanmu lebih karena alasan pindah keluar kota.. mengapa harus dipaksakan ?

    1. memungkinkan
    2. bisa anda tanyakan kepada Imam yang akan mengukuhkan pernikahan kalian
    3. Jawabannya “ya, jika penerimaan sakramen tersebut dapat dilakukan tanpa kesulitan/ketidaknyamana yang serius” (KHK 1065).. jika Sakramen PEnguatan bisa diterima sebelum pernikahan, maka ini harus dilakukan, tetapi jika sama sekali tidak mungkin, maka Imam harus meminta/mendorong si Katolik tersebut menerimanya sesegera setelah pernikahan.
    4. ya.. Imam paroki yang melakukan penyelidikan kanonik mengirimkan hasil penyelidikan ke Imam yang akan mengukuhkan kalian. Sedangkan kelengkapan dokumen lain termasuk KPP kalian sertakan dalam proses administrasi di gereja di mana kalian akan dikukuhkan.

    Hope this helps..

  208. Yth. Romo,
    Saya berencana akan menikah dengan pasangan saya yang kebetulan non-katholik. Permasalahannya pasangan saya duda cerai tanpa anak, kemarin saya sudah berkonsultasi dengan romo paroki & ternyata diluar perkiraan saya ternyata pernikahan dispensasi tidak berlaku bagi pasangan saya yang notabene seorang duda. Namun setelah membaca bbrp threat diatas pernikahan dispensasi tidak ada pengecualian asalkan pasangan saya sudah mempunyai bukti akta cerai dari pengadilan dan tidak harus mjd katholik dulu utk bisa menikah dgn saya…saya sangat bingung dengan pernyataan yang berbeda ini. Mohon saran dari romo karena saya tidak mau mengorbankan iman katholik yang sudah saya imani dr kecil ini.
    Terima kasih

  209. Romo,kakak saya Yasintha Kusuma Ekasari memiliki putra Arya(TK)& Tasya(1tahun4bulan)ditinggalkan suaminya selama 2 th tanpa kabar oleh suaminya Ignatius Oktavia Hapsoro yg menikah lagi dg Winda di jogja dg pindah agama Islam sekarang punya 1 anak bernama Oval,selama 2 tahun kami melacak keberadaannya tidak diketahui,lewat akun facebook kami berhasil menemukan Oki sudah menikah lagi dan pindah agama muslim dan oki&winda punya 1 anak dari hasil perkawinan mereka yg kedua,padahal kk saya tidak memberikan ijin untuk menikah lagi tapi kok bisa menikah dan pindah agama dg gampang???Kami tinggal di JL.DURIAN GG.ANGKOLA NO:2A RT:005 RW:004 KELURAHAN LABUH BARU TIMUR,KECAMATAN PAYUNG SEKAKI PEKANBARU RIAU 28291 TELP:076147351,Telp orangtua kami:085278719759Kami hendak mengurus pembatalan pernikahan,Keluarga besar kami sedih banget merasa seperti bola,dari romo di pekanbaru disuruh ke Kalasan Jogja karna kk saya menikah di jogja,Trus dari kalasan disuruh ke Babadan Jogja.oleh romo di babadan kami disuruh ke keuskupan medan dg alasan Sari kk kami berada di keuskupan padang,padang tidak punya LEMBAGA PERNIKAHAN,makanya kami disuruh ke medan sebagai Keuskupan Agung yang membawahi Keuskupan Padang,SUNGGUH ROMO KAMI SEKELUARGA capek hati,pikiran&keuangan tentunya karena kami seperti dilempar lempar seperti bola,ayah kami hanya guru SD dan akhir tahun ini akan pensiun,kami tidak tau alamat keuskupan medan dan harus menghubungi siapa disana nanti,mohon masukkan dari romo,TERIMAKASIH.

  210. @Teresia..sebenarnya kamu bisa menanyakan lebih lanjut mengenai jawaban pastor paroki kepada pastor paroki tersebut. Mengapa status duda menghalangi ia menikah dengan anda di GEreja…(saya pikir bukan hanya statusnya yang duda)

    Apakah calon kamu adalah seorang Kristen ?

    Jika ya, maka calon kamu harus mendapatkan status null (anulasi) terhadap perkawinan sebelumnya dari keuskupan, baru dapat menikah dengan anda di Gereja Katolik

    Tetapi jika ia seorang beragama non-Kristen.. maka dengan bukti bahwa perceraiannya sudah di sah-kan secara hukum. maka tentu saja ia bisa menikah dengan anda di dalam GEreja Katolik. Bukti yang ditunjukan harus asli [menghindari pemalsuan surat cerai], bila perlu ada saksi yang menguatkan.

    kedua hal di atas adalah untuk memastikan bahwa calon anda bebas untuk menikah dalam Gereja Katolik.

    Namun ada hal lain yang [saya sarankan] perlu kamu juga ketahui di sini, yaitu alasan perceraiannya terdahulu. Mengapa ? supaya anda tidak dirugikan. contoh : perceraian itu terjadi oleh karena inisiasi calon kamu terhadap isteri terdahulu, karena alasan-alasan ketidakcocokan. Atau perceraian itu terjadi karena inisiasi isteri calon kamu terdahulu karena calon kamu [dulu] tidak bertanggungjawab atau memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami. Kamu harus selidiki hal ini bukan hanya dari ucapannya tetapi juga bisa dilihat dari dukungan keluarganya atau teman-temannya. anda harus memastikan kemungkinan itu terulang dalam pernikahan anda sangat sangat kecil atau bahkan tidak ada.

    Hope this helps…

  211. @Damianus,

    Saya turut prihatin atas kondisi kakak anda..

    sebelum menjawab pertanyaan anda :

    Dari cerita anda, saya sendiri tidak menemukan adanya alasan untuk dapat membatalkan pernikahan kakak anda. Perselingkuhan bahkan KDRT tidak secara otomatis mendapatkan alasan tersebut. Pembatalan pernikahan hanay dapat dilakukan apabila sejak awalnya ada cacat dalam pernikahan kakak anda dengan suaminya. Namun dari cerita anda, hal itu tidak terlihat.

    Anda bisa berusaha tetapi hasilnya kemungkinan besar adalah sia-sia.

    Sebenarnya secara hukum, pernikahan suami kakak anda bisa dibatalkan karena tidak sah, mengingat statusnya yang masih adalah suami yang sah dari kakak anda. Perempuan yang suami kakak anda nikahi, belum tentu tahu mengenai status pernikahannya dengna kakak anda yang masih sah menurut hukum, atau bahkan perempuan itu tidak tahu, bahwa laki-laki yang ia nikahi sudah memiliki isteri dan anak. Secara hukum,anda bisa meminta bantuan aparat hukum untuk melacak keberadaan suami kakak anda dan bila benar ia menikah kembali, maka pernikahan ke-2nya tersebut harus dibatalkan.

    Namun hal di atas, tidak memberi kepastian suami akan bertobat, dan pun bila ia mengaku salah, pertobatannya patut diragukan karena terjadi dalam waktu yang terlalu singkat dan dalam kondisi yang tidak menguntungkan baginya (alias kepepet)

    SEkarang mengenai pertanyaan anda :

    Memang tidak semua keuskupan memiliki TRIBUNAL atau PENGADILAN GEREJA yang berhak memutuskan suatu permohonan pembatalan pernikahan.

    Dan pemohon yang hendak membatalkan memang harus mengajukan permohonan tertulis beserta dokumen dan bukti-bukti yang dibutuhkan temasuk nama-nama saksi yang bisa dihubungi kepada keuskupan terdekat dimana ia berdomisili yang memiliki tribunal Gereja. Informasi ini bisa ia peroleh di keuskupan tempat kakak anda berdomisili. (saya tidak tahu sudah seberapa jauhkah kakak anda berkonsultasi dengan pastor paroki mengenai pengajuan permohonan pembatalan ini terutama untuk mencari dan menemukan adanya cacat pernikahan sebelum atau saat menikah dengan suaminya)

    Gereja di Pekan baru, berada dalam teritorial Keuskupan Padang, dimana keuskupan Padang sendiri adalah merupakan keuskupan sufragan (mitra gembala) dengan Gereja keuskupan Agung Medan. Kemungkinan keuskupan Padang tidak memiliki tribunal sehingga harus diajukan ke keuskupan medan.

    Alamat Keuskupan Agung medan :

    Alfred Gonti Pius Datubara, O.F.M. Cap., Uskup Agung
    Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap., Coadjutor Uskup Agung

    Alamat: Jl. Imam Bonjol 39, Kotak Pos 1191, Medan 20152, Sumatera Utara, Indonesia
    Telpon: (061)451-6647; 451-9768
    Fax: 414-5745

    again… saya sarankan kakak anda untuk lebih dulu berkonsentrasi untuk kesejahteraan anak-anaknya. Dan tidak mengejar anulasi sebagai hal yang utama. Anda dan keluarga memberi dukungan moral dan membantunya dalam beradaptasi dengan kondisi baru yang penuh tantangan ini, dan janganlah menambah beban pikirannya dengan urusan pembatalan pernikahan, yang proses dan jawaban membutuhkan waktu yang relatif lama dan belum tentu dikabulkan.

    sebagai info tambahan bisa di baca di http://www.indocell.net/yesaya/pustaka2/id347.htm

    May God bless and protect your sister and her children.

  212. dear romo,
    romo saya ingin bertanya sebenarnya jika kedua pasangan katolik apa syaratnya untuk dapat menikah resmi di gereja katolik?
    lalu bagaimana jika pihak mempelai pria tidak mendapat restu dari keluarganya, apakah pernikahan ini masih dapat dilangsungkan?

  213. untuk prosedur perkawinan bisa di lihat di posting paling atas..

    apakah bisa menikah tanpa restu keluarga ? pada prinsipnya bisa saja, selama semua persyaratan terpenuhi menurut hukum Gereja dan secara prosedural gerejawi. Tetapi ada baiknya meminta nasihat dari romo Paroki, dan meminta usaha mediasi dengan keluarga calon suami anda.
    SAya rasa menikah tanpa restu orang tua menjadi beban yang cukup berat saat melangkah memasuki gerbang pernikahan, bukan karena faktor legalitas-nya tetapi faktor hubungan orangtua dan anak. kamu bisa bandingkan usia hubungan anda dan pasangan anda secara moral tanpa ikatan sah sebagai suami dan isteri, dengan usia hubungannya secara moral sebagai seorang anak dengan orang tuanya.. secara psikologis sebaiknya hal ini pun dibenahi sebelum mengikat janji di depan altar..

    May God bless your steps..

  214. shaloom Romo,

    1.Saya ingin tanya kepada Romo tentang Hukum Perkawinan Katolik.
    dapatkah seorang katolik ( kawan saya ) yang sudah bercerai lewat PN mengajukan pemberkatan perkawinan ke – 2 nya digereja katolik ?
    2.Berkaitan dengan pertanyaan pertama posisi mereka berbeda agama yang perempuan seorang gadis ( muslim )bagaimana prosedur perkawinannya jika gereja mengijinkan perkawinan ke-2 nya?.

  215. @yanuar

    1. Apakah pernikahan pertamanya sah dalam GEreja Katolik dan telah disempurnakan dengan hubungan suami isteri ? jika ya, maka jawabannya adalah TIDAK !

    2. walaupun sudah diceraikan PN,GEreja tetap mengakui pernikahan tersebut. Sang suami atau sang isteri bisa menikah kembali ke dalam Gereja Katolik, apabila salah satunya telah meninggal dunia.

    Jika pernikahan pertamanya tidak sah dalam Gereja Katolik, jawabannya si pria maupun si isteri statusnya bebas menikah selama tidak ada halangan lain.

    Status bebas menikah juga bisa diperoleh kembali apabila permohonan pembatalan perkawinannya dikabulkan oleh tribunal Gereja.. mengenai hal pembatalan ini kamu bisa baca kasus-kasus lain di website ini. Sederhananya pembatalan hanya bisa diajukan apabila perkawinan yang disahkan menurut hukum Gereja KAtolik tersebut, sudah cacat (memiliki halangan) sejak mulanya sebelum atau saat dikukuhkan.

    semoga membantu..

  216. Terima kasih sebelumnya atas respon email bapak/romo terhadap permasalahan saya.
    Romo menjelaskan alasan kenapa saya tidak bisa menikah dengan duda karena romo takut perceraian itu bisa terulang kembali dan menimpa saya karena pemberkatan pernikahan di gereja katholik tidak mengikat pasangan saya (muslim). Karena alasan itulah romo meminta saya agar pasangan saya dibaptis secara katholik.
    Saya juga sudah mengutarakan pada romo paroki saat itu bahwa pasangan saya sudah resmi bercerai dan ada bukti akta cerai asli dari pengadilan namun romo tetap tidak memberikan ijin saya untuk menikah sebelum pasangan saya dibaptis secara katholik.
    Saya mohon saran dari bapak/romo mengenai permasalahan saya ini,apakah saya bisa menikah di paroki lain karena dari info yang saya peroleh saya harus menyertakan surat pengantar dari paroki asal?jika bisa apakah saya harus pindah paroki dulu?dan jika memang memerlukan surat pengantar apakah mungkin romo akan memberikan surat pengantar itu kepada saya untuk dapat menikah di paroki lain?

    Terima Kasih n GBU

  217. @Teresia, terus terang saya mendukung pernyataan Romo walaupun saya tidak berada dalam posisi dapat melarang pernikahan itu terjadi, jika kamu bersikukuh untuk melanjutkan rencana kamu.

    Kamu harus menyelidiki mengapa perceraian sebelumnya bisa terjadi. Jangan hanya dari kata-kata teman pria-mu, tetapi dari orang-orang yang menjadi saksi, entah dari keluarganya, atau teman-temannya, bahkan bila perlu dari mantan isteri-nya.

    siapa yang mengajukan perceraian, dan apa penyebabnya..

    Misal : isteri tidak tahan karena prilaku suami yang tidak bertanggungjawab atau kebiasaan jorok yang kronis atau karena sang suami meminta hal yang aneh-aneh dalam berhubungan seksual atau karena sang suami memiliki penyakit, suami lebih suka main game, suami senang berjudi,

    ataukah karena suami merasa tidak cocok dengan sang isteri, suami merasa sang isteri tidak melayaninya sebagai isteri dengan baik, suami berselingkuh, isteri sakit-sakitan.

    bila alasan perceraian seperti contoh-contoh yang saya sebutkan, maka sebaiknya kamu batalkan rencana menikah dengannya. Tidak ada jaminan ia tidak menceraikan kamu dengan alasan yang sama atau kamu mengalami hal yang sama yang bisa menjadi sumber pertikaian di dalam perkawinan.

    Juga lihat seberapa besar perjuangannya mempertahankan rumah tangganya dahulu, harus kamu pertimbangkan.

    Berbeda dengan posisi kamu, sebagai seorang Katolik, hukum Islam memberi kebebasan umatnya menikah secara Islam setelah pasangan resmi bercerai, berapa kali pun ia bercerai. Bahkan hukum Islam menjamin sang suami berpoligami (jika tidak mau diceraikan, maka ijin poligami diberikan. Posisi perempuan seringkali lemah dalam hal ini).

    Perlu kamu ketahui juga.. dalam pernikahan beda agama Baptis Katolik-non Kristen, kamu membutuhkan surat dispensasi dari keuskupan…kamu juga dilarang melakukan pengukuhan dengant tata cara agama Islam, baik sebelum atau sesudah pengukuhan dengan norma Katolik. dan kamu diminta juga berjanji untuk sekuat tenaga membawa anak-anakmu ke dalam GEreja Katolik.

    Jika teman priamu setuju (tetap tidak ada jaminan), itu sebenarnya berarti ia telah murtad dari agamanya, karena menikah di luar hukum Islam. Hal ini memberikan alasan utnuk mengajukan perceraian dengan alasan ingin kembali ke ajaran agama. Islam akan melihat hal itu sebagai bentuk pertobatan.

    Memang tidak ada jaminan, bila ia dibaptis sekalipun hal itu tidak dilakukan.. itu sebabnya bukan masalah apakah ia mau dibaptis atau tidak dalam kasus kamu, tetapi alasan ia menikahimu, kesetiaannya dalam janji perkawinan, dan ketulusan untuk memberimu kebebasan untuk menjalankan kewajibanmu sebagai seorang Katolik termasuk menepati janji untuk membawa anak-anaknya dibaptis menjadi Katolik.

    untuk sementara itu dulu…

    May God bless your steps..

  218. Yth. P. Johan,
    saya sampaikan byk terima kasih atas saran & masukan dr bapak thdp permslhan saya. Saya akan memikirkan dengan sungguh-sungguh keputusan untuk membina RT dgn pasangan agar tidak ada penyesalan dkemudian hari.

    GBU ^_^

  219. saya seorang kristen mempunyai problem dimana saya berencana menikah dengan seorang pria katolik. tp sampai sekarang mama saya tidak memberi restu dengan alasan berbeda suku. apakah salah jika saya tetap melanjutkan rencana saya dengan tidak melibatkan/memberitahukan mama saya tgl pelaksanaan. karena sebelumnya saya sudah bilang sama mama saya kalau saya akan tetap menikah tp persetujuan dari mama saya dan mama saya menyahutinya terserah kamu.

    terima kasih untuk solusinya :)

  220. salam sejahtera romo…
    saya mau tanya kl pasangan sm2 katolik tetapi sdh hamil duluan sblm nikah apakah msh bs pemberkatan scr katolik?hrs ikt kpp dl atau gmn?
    thanks mo..

  221. @anton jika saya adalah romo anda, dimana anda datang meminta hal itu, saya pasti akan menolaknya, karena anda tidak memiliki dasar yang kuat untuk menikah… tetapi silahkan anda datang ke romo paroki di mana anda berdomisili untuk menanyakan hal itu..

    saya sangat menyarankan anda mempertimbangkan masak-masak keputusan anda menikah dengannya.. apakah secara moral dan finansial anda berdua siap menjadi orang tua ?

    coba kamu baca di http://gerejastanna.org/gadis-15th-hamil-3-bulan-ingin-dinikahi/

    semoga bisa memberikan pencerahan untuk keputusan yang harus kalian berdua akan ambil.. dan berdoalah semoga apa yang kalian putuskan sesuai dengan kehendak Allah.

    tetapi sebelum itu dan yang utama harus kalian berdua lakukan adalah menerima sakramen tobat, untuk berdamai dengan Allah, mohon ampun karena kelalaian dan dosa-dosamu (termasuk berhubungan seksual di luar nikah) sehingga masalah ini datang padamu..

    May God bless your steps..

  222. romo sy ingin tanya

    boleh gak klo pemberkatan nikah di laksanakan pada bulan desember

  223. @hendro.. di atas saya sudah pernah jawab ini…coba deh kamu search page dengan kata “advent”…(tekan Ctrl + F)

  224. romo, saya mau nanya bacaan mazmur apa yg cocok dipakai untuk pemberkatan pernikahan katholik denga non katholik?

  225. Romo pasangan wanita saya islam saya sendiri katolik, kedua orang tua kami menginginkan kami menikah sesuai keyakinan kami sendiri2 saat ini.
    Apakah bisa kami menikah dengan dua keyakinan ini?
    mohon bantuannya romo.

  226. @johny,

    http://catholicweddinghelp.com/topics/readings-rite.htm#OT

    @Bernadus Purwoko

    Pertanyaan ini sudah sering dibahas dan dijawab di website ini.

    SEorang Katolik terikat hukum Katolik (Sama halnya Islam pun demikian). Tetapi Pernikahan Islam mengharuskan dirimu murtad dari agamamu. Dan bila itu kamu lakukan maka kamu akan terpisah dari GEreja-Nya yang kudus.

    Hukum Gereja melarang kamu mengukuhkan pernikahanmu sebelum atau sesudah pengukuhan Katolik dengan pengukuhan agama lain. Dengan kata lain hanya satu kali pengukuhan yaitu dengan tata cara kanonik GEreja Katolik.
    Dengan Ijin Uskup bisa saja dilakukan di luar gereja, yaitu di tempat lain yang layak.

    Ada hal lain yang perlu kamu ketahui. Yaitu kamu membutuhkan dispensasi dari ordinaris wilayah atau keuskupan untuk menikahi pasanganmu yang non-baptis. Kamu diminta berjanji untuk menjaga iman-mu dari bahaya, artinya kamu harus tetap bebas melaksanakan dan tidak boleh mengabaikan kewajibanmu sebagai seorang Katolik. dan tidak melakukan segala sesuatu yang bertentangan degnan iman Gereja Katolik. Kamu diminta berjanji dengan segenap kekuatan dan akal budimu untuk membawa anak-anakmu ke dalam GEreja KAtolik.

    Jika orang tuanya bersikukuh, dan pasanganmu demikian, maka saya sangat menyarankan anda mempertimbangkan kembali pernikahan itu. Mengapa ? karena itu adalah indikasi suatu potensi masalah dalam kehidupan pernikahanmu kelak. (bisa jadi orang tuanya akan mendominasi keputusannya dalam kehidupan perkawinanmu, atau ikut campur dalam masalah perkawinanmu atau keluargamu kelak)

    Banyak orang bertanya : “bagaimana saya bisa mengetahui jodoh saya ?” salah satu tandanya adalah bahwa ia tidak akan menjauhkan dirinya (diri anda) dari Allah yang terlebih dahulu telah mencintai kita. Bila pasangan justru meminta kita murtad dari iman untuk menikahinya, maka itu bukan jodoh dari Tuhan.

    Saya tidak bermaksud menakut-nakuti anda, hanya mengingatkan bahwa kebahagiaan yang tentunya anda inginkan tentunya bukan saja pada saat menikahinya, tetapi pada saat anda menjalani perkawinan dan pada saat membentuk keluarga bersama anak-anak anda kelak. Perbedaan iman dalam kehidupan perkawinan bukanlah menjadi hal baru untuk diketahui merupakan tantangan yang tidak bisa dipandang enteng.

    Semoga pasanganmu tidak berkeberatan untuk menikah dengan satu kali pengukuhan yaitu dengan tata cara yang sah menurut hukum Gereja Katolik.

    untuk sementara itu dulu..

    May God bless your steps.

  227. romo saya saat ini sedang mengikuti katakumen dan akan babtis bln desember, saya akan menikah bln januari di gereja pasangan saya, dan saya sudah mengikuti kpp.
    1. dalam kpp di sebutkan harus menghadap pastor gereja cew, ber 2 dengan pasagan. itu dilakukan kapan yah? setelah kanonik atau sebelum ( karena kanonik di lakukan di gereja pasangan saya )
    2. apa kah saya boleh mendapat sakramen perkawinan dan menerima hosti setelah babtis ( apa bila surat baptis blm saya terima )

  228. @lidya

    1. jika penyelidikan Kanonik sudah dilakukan di Gereja pasangan anda, tidak perlu lagi menghadap ke pastor Gereja anda.

    Ada kesalahan persepsi sebagian umat Katolik, bahwa pernikahan Katolik harus dilakukan di Gereja mempelai perempuan. Yang benar adalah bukan keharusan, melainkan apabila pasangan mendapat halangan pelayanan pernikahan di Gereja lain (tentu saja dalam kondisi segala syarat pernikahan KAtolik terpenuhi), maka Gereja mempelai perempuan harus memberikan pelayanan itu.

    2. Tentu saja :) ketika kamu telah dibaptis, kamu telah sah menjadi seorang Katolik. Dan bisa menerima komuni suci (karena kamu baptis dewasa. Dalam satu kesempatan, bisa saja sakramen inisiasi diterima sekaligus – Baptis, Penguatan dan Ekaristi). Lebih jelasnya silahkan anda menanyakan kepada pastor paroki :)

    Dan ketika kamu menikah di bulan Januari, otomatis pernikahanmu adalah Sakramen.

    Selamat ya.. semoga kalian berdua sungguh menjadi saksi Cinta-Nya di dunia.. MAy God bless your steps..

  229. Dear Romo,

    Saya seorang yang telah lari meninggalkan iman katolik dan telah menikah selama hampir 7 tahun bersama istri saya yang seorang muslim. Saya telah dikaruniai seorang anak. Saya ingin kembali ke iman katolik saya dan dapat diberkati pernikahan saya. Sekitar 3 tahun yang lalu saya pernah menanyakan hal ini pada romo paroki ditempat saya, dan romo berkata klo saya harus merenungi apa yang telah saya perbuat. Dan semenjak itu saya tidak pernah menanyakan hal itu lagi. Mohon pada romo apakah ada jalan yang harus saya tempuh, agar saya bisa kembali pada iman katolik saya, dan bagaimana dengan pernikahan saya?

    Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih.

    F Eko Y

  230. dear romo
    sy memiliki pasangan dr beda keyakinan sy hindu pasangan sy katholik,yg ingin sy tayakan sblm kami melangsungkan pernikahan sy yg dr beda agama berencana akan mengikuti calon suami sy yaitu mjd umat katholik proses apa saja yg perlu sy laksanakan sblm pernikahan?apa nanti kursus persiapan sblm menikah bersama-sama dgn calon suami sy?sy mulai belajar otodidak krn sy ingin mengenal agama katholik terlebih dahulu setidaknya rasa ingin tahu sy dpt sy atasi.mohon bimbingannya makasi

  231. @Eko… pertanyaannya : jika kamu kembali, bisakah kamu menjaga imanmu dari bahaya (termasuk menjalankan kewajibanmu sebagai seorang KAtolik) dalam pernikahanmu saat ini ?

    jika jawaban ya, segera temui pastor parokimu dan nyatakan niatmu untuk konvalidasi (pemberesan) pernikahanmu, sehingga pernikahanmu sah menurut Gereja Katolik, dan kamu pun memperbaiki hubunganmu dengan Allah dan Gereja-Nya.

    mungkin topik http://gerejastanna.org/perkawinan-beda-agama/comment-page-1/#comment-4681 juga dapat memberi inspirasi bagimu..

    May God bless your steps..

  232. @Putri.. tanyakan kepada sekretariat paroki untuk baptis dewasa, selama 1 tahun kamu akan belajar mengenai iman Katolik sebelum hari pembaptisan. Kamu boleh mengikuti KPP (Kursus Persiapan Perkawinan) malah sangat dianjurkan.

    Kelak bila dirimu sudah dibaptis Katolik, maka secara otomatis pernikahanmu bersifat sakramen… :)

    selamat ya…semoga segala persiapannya lancar..

    May God bless your steps..

  233. Dear Romo,

    Saya memiliki pasangan katolik (saya beragama Kristen).kami merencanakan pemberkatan nikah di gereja katolik…menurut informsi dari beberapa teman katolik,terdapat batas quota utk melaksanakan pernikahan dng dispensasi.(dmn saat menikah sy msh beragama Kristen dan pasangan katolik).Dan teman menyarankan utk segera kanonik dng pastur dr greja katolik agar tdk melebhi batas quota.yang sy tanyakan Apa memang Ada batas quota tsb Dan jika ternyata sdh melebihi batas quota,solusi Apa yg trbaik agr pernikahan tsb terlaksana di grja katolik dng diapensasi.krn kalo tdk maka menemui jln buntu krn Ada quota.mohon pencerahannya romo.thx

  234. Dear Romo

    saya dan clon suami saya adalaha jemaat dari gereja bethel, sedangkan calon saya adalah jemaat dari gereja Santa anna. kami ada rencana untuk menikah, tapi keluarga saya menginginkan agar kami menikah secara kristen di gereja bethel, tapi calon say juga menginginkan kami diteguhkan di katolik. apakah ha ini bisa dlakukan?klo bisaapa prosedurnya? karena bil di bethel seelum masuk pernikahan, hars dibbtis selam dulu, dan apakah dia oleh mengikuti semua tata cara gereja bethel, dan apakah saya juga harus mengikuti tata cara gereja katolik, apa saja tahapan yang harus kami lalui romo?
    trima kasih.
    salam damai

  235. dear romo..
    saya mau tanya..
    untuk mendapatkan dispensasi dari keuskupan untuk pernikahan beda agama apakah sulit? berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengurusnya?dan dalam kondisi apa suatu permohonan dispensasi tidak dikabulkan? terimakasih..

  236. bisa seorang umat gereja katolik menikah secara tata gereja lain? dalam hal ini gereja Bethel Indonesia?

  237. @Yosephine, abaikan informasi ngaco dari teman-teman-mu itu. Hukum Gereja sama sekali tidak mengatur mengenai hal konyol seperti itu mengenai pernikahan beda agama.

    May God bless your steps…

    @sisi, Pertama kali yang harus dilakukan adalah, mendapatkan ijin dari ordinaris wilayah atau Keuskupan untuk menikah.

    Mengenai tempat, Sebenarnya pastor paroki dengan ijin dari keuskupan bisa mengukuhkan pernikahan kalian di tempat lain yang layak bukan di gereja, namun tata caranya tetap tidak boleh bertentangan dengan hukum Gereja Katolik.

    Baptis ulang adalah bentuk peng-ingkar-an iman Katolik, dan ini adalah dosa berat. PAsanganmu akan terpisah dari Bunda GEreja secara otomatis bila hal tsb. dilakukan.

    Sehingga satu-satunya cara tampkanya adalah menikah dennga tata cara pengukuhan sesuai dengan Gereja Katolik. Bisa saja pendeta memberikan nasihat dalam homili dan turut mendoakan kalian dalam pengukuhan itu tetapi hal ini harus dibicarakan dan diijinkan sejak awal oleh pastor yang mengukuhkan.

    mengenai prosedur pernikahan Katolik selain ijin dari keuskupan, sisanya bisa dibaca dari artikel paling awal di topik ini.

    May God bless your steps..

    @Rafaela,

    mendapatkan dispesasi tidaklah sulit, mengenai berapa lama, sekitar 2-4 minggu, tetapi untuk pastinya bisa ditanyakan ke keuskupan langsung.
    Memang bisa saja tidak didapat, apabila kamu tidak mau hidup berdamai dengan Ke-katolik-annya dalam perkawinan nanti :)

    pada saat mengajukan dispensasi, si Katolik harus berjanji untuk

    1. membuang semua bahaya terhadap imannya. (ini berarti si KAtolik juga akan dapat menjalankan kewajiban2nya sebagai seorang Katolik, termasuk ke Gereja setiap hari Minggu,juga ia tidak boleh berpartisipasi aktif dalam upacara keagamaan pasangannya)
    2. berusaha semaksimal mungkin membawa anak-anaknya untuk dibaptis dalam Gereja Katolik
    3. Dan baik yang Katolik dan Yang Non-Katolik tidak boleh mengabaikan dan menolak tujuan dan sifat sebuah pernikahan Katolik

    semoga cukup jelas

    May God bless your steps..

    @MS.. Tidak. Silahkan membaca juga jawaban saya kepada @sisi..

    May God bless your steps..

  238. Romo terkasih,
    Anak saya cowok katolik ingin menikah dengan cewek Budha dengan pemberkatan secara katolik yang dilakukan diluar gereja (outdoor) Apa saja syarat-syarat yang dibutuhkan ?
    Mohon pencerahan. Terima kasih.

  239. @iman, pertama yang harus disadari, bahwa pernikahan KAtolik bukan semata-mata meresmikan hubungan anak anda dengan pasangannya menjadi suami dan isteri secara hukum, melainkan adalah melaksanakan perintah Allah. Dan karena hal ini dilakukan untuk Allah, maka cobalah mempertimbangkan kembali alasan memilih di luar Gereja untuk menikah. Jika semata hanya supaya kelihatan keren, romantis, murah, atau alasan duniawi lainnya, nasihati anak anda untuk memilih menikah di dalam Gereja atau tempat yang lebih layak untuk mengikat janji perkawinan di hadapan Allah.

    Tetapi bila hal di atas sudah di sadari, maka syarat yang harus dipenuhi adalah ijin dari Uskup. (KHK 1118)
    Bagaimana pun perkawinan anak anda dan pasangannya yang berbeda agama pun membutuhkan dispensasi dari ordinaris wilayah atau keuskupan. Dan dalam kaitannya dengan hal ini, maka anak anda akan diminta berjanji untuk menjaga imannya dari bahaya (termasuk tidak boleh mengikuti secara aktif perayaan agama pasangannya, tetap ke Gereja setiap hari Minggu dan melaksanakan kewajibannya yang lain sebagai seorang Katolik), berusaha semaksimal mungkin membawa anak-anaknya ke dalam Gereja Katolik, dan baik anak anda dan pasanganya memahami tujuan dan makna perkawinan Katolik.

    silahkan bertemu pastor paroki untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai hal di atas

    May God bless your steps..

  240. Selamat siang Romo,

    Nama saya lisar, ada rencana menikah, saya dan pasangan saya sama-sama Katolik, kendala yg saya hadapi sekarang belum menerima Sakramen Krisma, apakah sakramen perkawinan sah bila salah satu belum menerima Sakramen Krisma? dan apakah memungkinkan pada saat bersamaan menerima Sakramen Krisma maupun Sakramen Perkawinan.

    sebelumnya saya ucapkan terima kasih Romo atas tanggapannya.

  241. Dear romo
    maaf mengganggu waktunya,sya kristen protestan dan pacar sya hindu,kami berencana mau menikah di katolik,apakah saya harus masuk katolik terlebih dahulu dan apa aja yang harus sya persiapkan?dan kami berencana menikah juni 2012,mohon bantuannya romo.terimakasih

  242. @Lisar…dari Kitab Hukum Kanonik

    “1065. Orang-orang katolik yang belum menerima sakramen penguatan, hendaklah menerimanya sebelum diizinkan menikah, bila hal itu dapat dilaksanakan tanpa keberatan besar”

    Silahkan ke romo paroki untuk meminta nasihat…

    @Erny… untuk menikah di dalam Gereja Katolik, tentu saja salah satu dari kalian haruslah seorang Katolik.

    Tetapi jika alasan kamu menjadi Katolik karena di gereja Protestan-mu kamu dilarang menikah dengan pacarmu yang tidak seiman, maka sebaiknya kamu menunda niatmu itu, karena imanmu bagai rumah dibangun di atas pasir…

  243. Saya beragama Katolik. Calon saya beragama Kristen (tapi belum baptis) mau mengikuti pembelajaran agama Katolik. Kira-kira berapa pembelajaran tersebut berlangsung?
    Kalau lama, apakah bisa pemberkatan perkawinan dulu? Nanti setelah pemberkatan, baru kemudian baptis.. Bagaimana? Berarti tidak sakramen perkawinan? Terima kasih.

  244. tolong bantu saya Romo.
    saya beragama katolik dan mau menikah di bulan 3 ini tahun 2012 ,
    tapi kata pihak gereja tidak boleh melakukan pernikahan di bulan 3 karna adanya prapaskah,,,
    mohon penjelasannya sekali…….!!!!
    karna segala sesutaunya sudah disediakan begitupun tempat yang sudah di boking dll nya ,.
    sampai-sampai saya disuruh pindah gereja atau cari geraja lain yang bisa dibulan 3..apakah saya harus pindah gereja lain ?
    sekali lagi mohon penjelasannya ”’
    terimakasih

  245. @Paulus, untuk menikah dengan pasangan berbeda agama di Gereja KAtolik tidak perlu pasangan harus menjadi Katolik terlebih dahulu, tetapi harus mendapatkan ijin atau dispensasi dari ordinaris wilayah atau keuskupan.

    Pasangan KAtolik yang ketika menikah belum Katolik, lalu setelah menikah menjadi Katolik maka status perkawinannya otomatis menjadi Sakramen.

    Hope this helps..

    @Guntur

    Lihat jawaban saya di topik ini tanggal “Nov 19th, 2010 at 7:15 am”

    Jika memang pastor kepala paroki memutuskan tidak mengadakan pelayanan misa perkawinan selama masa pra Paskah tanpa pengecualian, maka tidak ada cara lain kecuali mencari paroki lain yang menyediakan pelayanan tersebut. Tetapi cobalah bernegosiasi dulu dengan pastor kepala paroki.

    May God bless your steps..

  246. Halo romo saya mau tanya. Saya katolik dibabtis bayi tapi belum menerima sakramen komuni dan khrisma. Apakah bisa menikah secara katolik? Kebetulan pasangan saya juga bukan non katolik

  247. saya bukan Romo, tetapi saya akan membantu menjawabnya :

    Hukum Gereja mengatakan bila tidak ada gangguan/kesulitan serius, maka anda diminta menerima sakramen krisma dahulu sebelum menikah, dan sangat menyarankan bahwa anda menerima sakramen tobat dan sakramen Ekaristi. (KHK 1065)

    Bukan berarti anda tidak dapat menikah di dalam Gereja Katolik, karenanya. Itu sebabnya saya menyarankan anda berkonsultasi dengan pastor paroki terkait hal ini. Untuk sakramen tobat dan Ekaristi, bisa saja dibuat kebijakan, bahwa hal itu menjadi bagian dalam persiapan perkawinan. Sedangkan untuk sakramen Krisma, sebagian pastor mengharuskan hal ini diterimakan terlebih dahulu, dan bila anda menemuinya demikian, maka anda harus memiliki alasan berat mengapa perkawinan tersebut sulit atau tidak dapat ditunda, dan selanjutnya tergantung penilaian pastor paroki terhadap alasan tersebut :)

    May God bless your steps..

  248. Saya dan calon istri saya berencana untuk menikah, tapi kami ada rencana untuk upacara pemberkatan nikahnya bukan di gereja paroki, tapi di sebuah kapel susteran setengah kilometer jaraknya dari gereja paroki. Kapel itu biasa digunakan untuk misa harian 3 kali seminggu dan misa sekolah 2 kali sebulan.
    Alasan kami memilih kapel karena kapel lebih kecil dan kami harus melakukan penghematan biaya, undangan jg gak banyak, dan pesta kecil langsung di komplek susteran.

    Pertanyaan saya:
    Apakah diperbolehkan pemberkatan perkawinan kami dilaksanakan di kapel itu atau harus di gereja paroki?

    mohon petunjuknya. Matur nuwun…,

  249. Saya dan pasangan saya berencana mengikuti KPP tahun ini tetapi pernikahan masih tahun depan. Dan apa sertifikat KPP ada batas waktunya??apa boleh mengikuti KPP thn ini tetapi menikah masih lama?

    Terima Kasih,Berkah Dalem.

  250. @Maria.. kalo mau ikut KPP tahun ini boleh2 saja, tetapi masa berlaku sertifikat KPP tetap 6 bulan..

  251. Yth.Romo..

    Salam damai.. :)

    Saya ada rencana menikah tahun ini dan calon suami saya adalah umat GKI.
    Dengan beberapa pertimbangan,kami memutuskan utk melakukan pemberkatan di GKI.
    Pertimbangannya antara lain,calon suami dan calon mertua saya adalah aktivis dan sangat menginginkan pemberkatan dilakukan di GKI.
    Mereka juga sudah sangat membantu keluarga saya sehingga saya merasa tidak enak menolaknya.

    Mereka menghargai niat saya menjadi Katolik dan GKI bisa melaksanakan pemberkatan pernikahan beda agama.

    Berdasarkan informasi yang saya dapatkan,pernikahan saya tidak bisa diakui di Gereja Katolik dan saya dilarang menerima Sakramen sampai pernikahan saya dibereskan di Gereja Katolik.

    Saya pernah meminta apakah Pastur di Paroki bersedia melakukan pemberkatan pernikahan Ekumenis,tp tidak bersedia.

    Apakah dng kondisi seperti saya,ada surat dispensasi yang bisa diterbitkan agar saya mendapat izin pemberkatan pernikahan di luar Gereja Katolik?

    Terima kasih.
    Salam damai..

  252. Romo, saya Katolik hendak menikah Oktober 2012, pasangan Kristen GBI. Kita sudah melakukan KPP. Calon suami setuju pemberkatan di Gereja Katolik, tapi dia masih belum bisa terima apabila ada anak nanti, kami harus memberikan sakramen baptis. Kira-kira bisakah memberikan saran kepada saya untuk disampaikan kepada calon suami. Prinsip saya sendiri sebenarnya:memberikan freewill untuk anak tersebut bila beranjak dewasa untuk memilih. Saya sendiri batu menjadi Katolik pada saat SMP, background family beragama Budha. Tolong dinantu. Thanks

  253. @Piona… apakah kamu sudah dibaptis KAtolik ?

    Jika ya, maka kamu bisa meminta ijin dari Keuskupan di tempat lain yang layak. Ini bukan ijin menikah di luar GEreja Katolik, karena ijin tersebut tidak ada. Bagaimanapun seorang Katolik harus terlebih dahulu mendapatkan ijin untuk menikah dengan seorang non-baptis Katolik.
    Seorang Katolik harus menikah dengan tata cara sesuai hukum Kanonik GEreja Katolik. MEngapa ? supaya dapat dipastikan, janjimu ketika meminta ijin menikah tetap terpenuhi, yaitu menjaga imanmu dari segala bahaya termasuk menghindari segala macam tradisi yang melukai iman Katolik (umat Katolik dilarang berpartisipasi aktif dalam perjamuan gereja Protestan), selain itu kamu juga harus berjanji dengan sungguh-sungguh berusaha membawa anak-anakmu kelak ke dalam Gereja Katolik.
    KArenanya Gereja melarang umatnya untuk mengukuhkan perkawinan dengan tata cara agama lain baik sebelum atau sesudah peneguhan menurut hukum Gereja Katolik.

    jika PAstor paroki tidak bersedia melakukan pemberkatan di tempat lain tersebut, cobalah mencari pastor lain yang bersedia. Seharusnya ini tidak menjadi masalah jika ijin untuk menikah beda agama dan ijin menikah di tempat lain yang layak itu sudah kamu dapatkan. KEcuali ada keraguan berat bahwa kamu terhalang untuk menjalankan janjimu, maka ijin ini tidak dapat kamu peroleh.

    Hope this helps..

  254. @Sansan,

    untuk menikah beda agama non-baptis Katolik, anda membutuhkan ijin dari Keuskupan, dan memang di sana anda diminta berjanji untuk menjaga iman anda dari bahaya dan juga dnegna sungguh2 berusaha membawa anak-anakmu dalam GEreja KAtolik.

    Terus terang melihat gelagat keberatan suamimu saya khawatir anda pun sulit menjaga imanmu dari bahaya, yaitu menjalankan kewajibanmu sebagai seorang Katolik. Jadi ini harus digali lebih dalam, mengapa suami anda keberatan dan apa arti baptisan dalam pikirannya, bagaimana iman Katolik dimatanya. BArulah kita bisa menjawab keberatan itu.

    May God bless your steps

  255. Romo,saya dulu beragama katholik,tp menikah dikua,dan sekarang ingin kembali lagi kegereja,apa yang harus saya lakukan tanpa harus bercerai dengan suami saya,bisakah melakukan pemberesan nikah,terimakasih

  256. Romo, saya mau nanya..
    saya Katolik dan Calon Budha, dan kami akan melangsungkan pemberkatan dengan cara agama Budha, dan informasi yang saya dapat, apabila saya tidak melangsungkan pemberkatan dengan agama Katolik, maka saya tidak boleh menerima Hosti Kudus. Namun ada cara untuk dapat menerima kembali Hosti Kudus tersebut, yaitu dengan melakukan pemberesan perkawinan. Mohon diinformasikan pengertian pemberesan perkawinan dan syarat-syarat maupun tata cara nya..
    Terima kasih

  257. @eerliani…segeralah menemui pastor paroki dan nyatakan keinginan anda.. perkawinan anda harus dibereskan (konvalidasi), dan terimalah sakramen tobat ..

    PAstikan saja bahwa suami anda sungguh mau hidup berdamai dalam perkawinan bila anda kembali ke pangkuan Gereja Katolik..

    Segeralah jawab panggilan-Nya untukmu kembali ke pangkuan Gereja-Nya dan semoga saja ini langkah awal untuk membawa seluruh keluargamu kelak menjadi bagian dalam Tubuh-Nya…

    May God bless your steps…

  258. Pak Johan,

    Saya seorang katolik, pasangan saya Konghucu, kami berencana untuk melakukan pemberkatan pernikahan secara katolik.
    Apakah boleh, beberapa hari setelah pemberkatan (atau sebelum pemberkatan), saya diajak oleh keluarga pasangan saya untuk melakukan penghormatan (pai-pai menggunakan yosua) di klenteng?
    Terima kasih

  259. @GAby & Kris.. sebelum perkawinan kalian terdahulu mendapat status NULL dari Tribunal, maka kalian tidak bisa menikah di dalam Gereja Katolik. Perkawinan kalian terdahulu walau sudah diceraikan secara sipil masih sah di mata Gereja.

    Sebaiknya kalian berkonsultasi dengan romo paroki, termasuk untuk melihat apakah pernikahan kalian terdahulu memiliki alasan untuk mendapat anulasi.

  260. @Mayang… kamu tidak boleh melakukan hal itu. pai-pai di kelenteng berarti menghormati dewa dewi mereka yang jelas merupakan dosa berat.

    Bukankah dalam meminta dispensasi untuk menikah beda agama, kamu juga berjanji untuk menjaga imanmu dari bahaya ?..

    May God bless your steps..

  261. saya ingin bertanya..saya dan pasangan saya pernah tdur bersama tetapi tidak melakukan hbungan kelamin..dan kami telah membuat pengakuan dosa .soalan yg saya mau tanyakan
    1. masih bisa kah kami menerima sakremen perkahwinan di gereja apabila kmi telah membuat pengakuan dosa dan tidak mengulangi perbuatan itu? atau kami hanya diberi pemberkatan sahaja?

  262. @Louisa, Sakramen Pernikahan diberikan kepada mereka yang telah dibaptis secara valid menurut Gereja Katolik. Jadi bila anda dan calon pasangan anda adalah seorang Katolik atau seorang Protestan namun baptisannya valid menurut Gereja Katolik, tentu saja pernikahan kalian akan bersifat Sakramen.

    May God bless your steps..

  263. Salam romo
    Tahun ini kami sedang melakukan persiapan pernikahan kami.
    calon istri saya bertempat tinggal di luar kota jakarta dikarenakan hal pekerjaan dan memang keluarganya juga tinggal disana, adapun calon saya adalah pemeluk kristen protestan.

    kami memutuskan untuk menggunakan cara katolik, adakah hal-hal yang memungkinkan untuk melewati pendidikan pranikah terpisah atau dgn waktu singkat dan untuk melakukan pemberkatan di gereja st.anna – jakarta
    dikarenakan keinginan, sebelum tahun ini kami sudah menjadi suami-istri ?

    apakah diperlukan surat pengantar dari lingkungan ataupun paroki untuk hal ini (apabila pendidikan pranikah dilakukan terpisah / dalam waktu efisien – intensitas pertemuan di padatkan) ?

    mohon asistensinya
    terima kasih sebelumnya romo.

  264. saya (katolik) mau menikah dg calon istri saya (islam). dia mau ikut masuk katolik. persiapan apa yg harus dimulai oleh kami untuk melaksanakan pernikahan secara katolik? terima kasih.

  265. Dear Romo dan admin,

    Shalom..

    Saya dan kekasih berdomisili di singapura, saya katolik dan pasangan saya dari scotland adalah tidak percaya dgn Tuhan :(, dia setuju dari awal hubungan untuk menikah dalam agama katolik-pergi ke gereja-ikut EE enggagement encounter, adiknya beritahu saya kalau mrk sudah mendpt sakramen baptis waktu kecil tp tidak menyimpan suratnya, dia bersedia mengurusi surat babtis katoliknya yg hilang, situasi nya sekarang complicated sekali saya pusing, kami berniat menikah pemberkatan gereja katolik di bali dan catatan sipil /ROM registry of marriage di singapore, apakah itu bisa/legal di masing2 negara romo?
    dan EE di singapore bisakah di akui di indonesia vice versa?

    Jika pasangan saya gagal mendapatkan surat pembaharuan babtisnya, apakah dia consider non baptis dan saya harus urus dispensasi dari keuskupan? bisakah itu di urus keuskupan tempat domisili saya di singapura atau harus di indonesia? Saya permanent resident dan sudah 12tahun menetap disini. Kita berencana utk berkeluarga di sini. Saya memang bisa menanyakan ke paroki disini, tp rasanya lebih afdol menanyakan gereja di indo.

    Saya baca ttg kanonik, bisakah itu dilakukan di singapore jg? apakah bahasa inggrisnya untuk kanonik?

    Saya selalu berdoa semoga dia adalah dia bisa pelan2 menjadi iman katolik yg sejati. Saya sedih kalau memikirkan akan mengurus anak2 dalam katolik sendiri tanpa pasangan seiman. Maafkan saya jika merasa sebagai individu katolik tidak bs memaksa dia utk menjadi anggota gereja, krn kalo dipaksa dia hanya akan ikut sakramen demi cinta saja, bukan krn demi Tuhan, mohon bantuannya. Kami pernah diskusi beberapa kali soal ini, dan selalu end up bitter krn sama2 sakit hati, dia merasa iman dan kepercayaan tidak Dia ingin sekali dan sungguh2 ingin menikah dgn saya dalam katolik tp saya lihat dia belom tersentuh imannya, saya ga mau terkesan memaksakan kehendak agama saya ke dia. mohon saran dan doa nya, terimakasih..

  266. Salam Romo,

    Saya ingin menanyakan mengenai Saudara perempuan saya. Dia cewek katolik belum menikah, sekarang pacaran dengan seorang Duda beragama muslim.
    Dia dan pasangannya berniat untuk menikah secara katolik tetapi cowoknya tidak ingin menjadi katolik. Mereka juga sudah sepakat kalau anak-anak nantinya akan menjadi katolik.
    Apakah pernikahan secara katolik dengan kondisi ini mungkin untuk dilaksanakan? Mohon tanggapan dari Romo. Terima Kasih.

  267. @andy.. kpp bisa dilakukan terpisah, begitu pula penyelidikan kanonik (hasil penyelidikan kanonik dikirimkan oleh pastor penyelidik ke paroki dimana calon mempelai melangsungkan perkawinan).. tetapi tentu saja waktu dan agenda pertemuan sudah diatur oleh panitia penyelenggara. kecuali dalam situasi mendesak/darurat, kursus pra nikah bisa diadakan dalam waktu yang relatif singkat secara privat, dan Imam memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa kedua mempelai (anda dan pasangan anda) mengetahui hakikat, tujuan dan arti perkawinan Katolik.

    perlu diingat pernikahan anda juga membutuhkan ijin dari keuskupan, dan bila baptisan Protestan istri anda sah menurut Gereja KAtolik, maka pernikahan kalian adalah sakramen.

    dan untuk anda tentu saja untuk menikah formulir pendaftaran perlu ditandatangani oleh ketua lingkungan dimana anda berdomisili (coba sempatkan diri anda membaca prosedur di atas)

    semoga membantu.. May God bless your steps..

  268. @ ARy.. akan sangat baik bila pasangan anda dibaptis terlebih dahulu sehingga perkawinan anda tidak membutuhkan dispensasi dan bersifat sakramen.

    Tetapi jika pacar anda masih sebagai beragama Islam, ketika waktu perkawinan nanti, maka anda membutuhkan dispensasi dari ordinaris wilayah atau keuskupan. anda diminta berjanji untuk menjaga iman anda dari bahaya (Termasuk tidak mengukuhkan perkawinan anda secara Islam) dan dengan sungguh2 berusaha membawa anak-anak anda ke dalam Gereja Katolik.

    Dan ketika nanti isteri anda telah menjadi Katolik, maka secara otomatis perkawinan anda menjadi Sakramen.

    silahkan anda berdiskusi dengan pastor paroki anda..

    Hope this helps.. May God bless your steps.

  269. shalom aleichem May..

    Terus terang membaca kisah anda, saya khawatir, kelak keyakinannya menjadi halangan bagi anda menjalankan kewajiban anda sebagai seorang KAtolik, dan juga membawa anak-anak ke dalam Gereja Katolik.

    Dan saya yakin, jika Imam mengetahui hal mengenai keyakinan suami anda, ia berkeberatan untuk mengukuhkan perkawinan kalian, melihat potensi masalah tersebut, dan sebuah perkawinan Katolik adalah merupakan rencana Allah. Manusia harus menghormati hal ini sebagai sesuatu yang sakral karena berasal dari Allah. Bila pasanganmu tidak percaya adanay Tuhan, maka ia pun tidak memiliki rasa hormat kepada institusi perkawinan Gereja.
    Rasanya ia sudah terpengaruh kehidupan sekuler sehingga meninggalkan imannya.. kehidupan sekuler sangat dipengaruhi oelh material, ilmu pengetahuan modern yang canggih, dan paham tidak perlu agama untuk mendefinisikan kebaikan.

    SAya sangat menyarankan anda mengundur rencana perkawinan anda, memastikan bahwa hal di atas tidak menjadi potensi masalah di kemudian hari.

    MEngenai pertanyaanmu :

    Penyelidikan kanonik bisa dilakuan di Singapura, dan bila perkawinan akan di lakukan di Bali, maka hasil penyelidikan di kirimkan ke Gereja di mana kalian akan melangsungkan perkawinan untuk dibaca oleh pastor yang akan mengukuhkan perkawinan kalian.

    Mengenai catatan sipil, walaupun perkawinan itu tercatat di Singapura tetap saja harus dilaporkan ke catatan sipil di Indonesia untuk legalitas (kecuali anda sudah bukan WNI). Jika tidak dilaporkan maka secara negara perkawinan kalian tidaklah sah.

    Begitu juga sebaliknya, catatan sipil di Indonesia tidak berlaku untuk Singapura, kecuali kalian juga mendaftarkannya di sana. Jadi bisa saja ada pasangan yang memiliki perkawinan legal di beda negara, karena masing-masing negara tidak tahu menahu perkawinan sebelumnya.

    saya yakin, jika ia sungguh pernah di baptis, ia dapat memperbaharui surat baptisnya di mana ia dulu di baptis.

    again.. cobalah berpikir kembali bagaimana kalian dapat membina, teruta memberikan pendidikan moral dan iman kepada anak-anak anda kelak, bila ayahnya memberikan contoh perbuatan dan didikan yang berbeda. Tantanganya akan sangat berat, terutama ia adalah kepala keluarga.

    Dekatkan diri anda kepada Allah, dan mohon petunjuk-Nya.

    semoga anda memutuskannya secara bijak

    MAy God bless your steps..

  270. Selamat sore Romo,

    Saya hendak bertanya mengenai ketentuan Gereja mengenai pernikahan dengan pasangan agnostik. Saya Katolik dan pasangan saya WNA Cuba agnostik. Di negara asal pasangan saya memang tidak terlalu ditekankan masalah pendidikan agama dan keharusan untuk memeluk salah satu agama, sehingga dia tumbuh dengan paham agnostik. Dengan kondisi seperti ini, apakah kami masih bisa melakukan pernikahan secara Katolik? Pasangan saya tidak berkeberatan dengan melangsungkan pernikahan secara Katolik dan menjalani semua proses2nya.

    Jika memungkinkan, langkah2 apa saja yang harus kami lakukan? Oh ya, posisi saya sekarang berada di Jakarta tapi saya ingin pernikahan saya dilakukan di gereja di Malang karena semua keluarga saya berada di sana.

    Terima kasih sebelumnya atas saran yang diberikan.

    JBU.

  271. dear romo….dan admin

    seingat saya , saya pernah menikah di luar negri/swedia/belgia dengan seorang WNA denga agama katholik marutiti….( dulu saya muslim )….tetapi karena suatu hal…saya tidak ingat akan kejadian nikah itu sehingga saya menikah lagi…..setelah mata batin terbuka baru ingat kalau saya pernah menikah dan punya anak….dapatkah saya melacak saya benar menikah atau tidak? lewat jalur mana ?….karena kadang ingatan saya hilang timbul ( tabrakan kena ke saraf)…kalau memang benar….berarti pernikahan saya sekarang syah atau tidak? saya ingin ketemu anak saya dan suami yang dulu

  272. Sore Romo,

    Saya pria, Katolik, mempunyai pacar dari gereja Kristen (Gereja Baptis Indonesia). Saya posisi di Jakarta dan dia di Kediri.
    Kami ingin melanjutkan hubungan kami ke jenjang pernikahan. Kami sepakat bahwa agama adalah hak pribadi masing-masing, sehingga kami akan menghormati hak tersebut (tidak memaksa salah satu untuk pindah agama).
    Yang menjadi masalah adalah, karena kami berencana menikah di tempat yang perempuan, dia tidak mau menikah secara Katolik karena tidak enak dengan relasi keluarganya kalau menikah di rumah sendiri tapi di gereja orang lain (kira2 begitu ringkasnya). Sedangkan untuk menikah di Jakarta tidak memungkinkan karena kondisi orang tuanya.
    Saya sudah baca2 ada pernikahan secara ekumenis/oikumene di mana pemberkatan bisa dilangsungkan di gereja Kristen tapi dihadiri juga oleh pastor Katolik, sehingga pernikahan saya pun masih dianggap sah/resmi secara Katolik, sehingga saya tidak terkena eks-komunikasi dari Gereja Katolik.
    Yang ingin saya tanyakan :
    1. Apakah pernikahan ini berlaku untuk semua gereja Kristen?
    2. Apakah semua romo/pastur di Gereja Katolik bisa untuk diminta melakukan pernikahan secara ekumenis ini? Atau hanya romo2 tertentu saja yang berkenan? Apakah ada peraturan khusus dari Gereja Katolik mengenai pernikahan ekumenis?
    3. Syarat-syarat apa saja yang diperlukan dan apa saja yang harus kami siapkan untuk pernikahan ekumenis?

    Mohon nasehat dari Romo…
    Matur nuwun

  273. Dear Romo,
    saya wanita katholik (WNI) berdomisili di bekasi, sedangkan calon saya katholik warga negara timor leste berdomisili di bandung, Jawa barat. Tahun depan kami berencana ingin menikah secara katholik .
    yang ingin saya tanyakan Romo :
    1. dokumen apa saja yang harus kami (saya & calon) persiapkan
    utk pernikahan katholik.
    2. Sebaiknya dimana pernikahan tersebut dilaksanakan ( di
    indonesia atau timor leste ) jika dilihat dari sisi
    hukum agar saya tetap mendapatkan perlindungan hukum di
    indonesia & tidak kehilangan kewarganegaraan saya.

    mohon bantuan penjelasannya Romo. terima kasih.

  274. Bila terjadi masalah misalnya gugat cerai, dalam perkawinan Katolik yang belum dicatat oleh Pencatatan Sipil, apakah ada wewenang PengadilanNegeri untuk menyelesaikannya?

  275. @Putri, saya kira harus dilihat paham agnostic-nya bagaimana. bila ia merupakan agnostic atheist atau agnostic yang tidak percaya akan keberadaan Allah, maka kemungkinan besar GEreja tidak akan mengabulkan permohonanmu untuk menikah dengannya (bagaimana pun anda memerlukan dispensasi untuk menikah dengan pasangan anda). HAl ini dilakukan demi melindungi iman anda karena sudah dapat dipastikan iman anda berhadapan dengan bahaya besar dan merupakan tantangan yang berat dalam mendidik dan membawa anak-anak anda ke dalam iman KAtolik sesuai dengan janji anda untuk mendapatkan dispensasi perkawinan.

    Untuk lebih jelasnya, silahkan berdiskusi dengan pastor paroki dimana anda berdomisili.

    Semoga cukup dipahami.. May God bless your steps..

  276. @Nanik,

    terus terang I can’t help on this issue.. anda membutuhkan bantuan profesional, ada beberapa metode medis, salah satunya dengan hipnotis untuk menggali alam bawah sadar anda dan menemukan mengenai ingatan yang hilang tersebut atau untuk memastikan bahwa hal tsb. bukan hanyalah halusinasi yang bagi anda adalah kenyataan

    Jika anda ingat atau memiliki dokumen dimana anda menikah dulu di Gereja Katolik, maka tentunya anda bisa mencari catatan perkawinan anda di Gereja Katolik tsb.

    Seharusnya hal ini disampaikan saat penyelidikan kanonik, sehingga pastor paroki dapat memutuskan apakah anda NULL untuk dapat menikah secara Katolik atau tidak. Namun menurut saya, bila anda sungguh-sungguh tidak dapat mengingat apakah anda pernah menikah atau tidak, maka perkawinan saat ini dianggap sah hingga terbukti sebaliknya dikemudian hari. Jika terbukti, anda sudah menikah di kemudian hari, maka perkawinan ke-2 ini memiliki alasan berat untuk dibatalkan, jika tidak anda jatuh ke dalam dosa berat.

    Hope this helps

    May God bless your steps..

  277. @Yoseph

    1. Apakah pernikahan ini berlaku untuk semua gereja Kristen?

    JAWAB : tentu saja..

    2. Apakah semua romo/pastur di Gereja Katolik bisa untuk diminta melakukan pernikahan secara ekumenis ini? Atau hanya romo2 tertentu saja yang berkenan? Apakah ada peraturan khusus
    dari Gereja Katolik mengenai pernikahan ekumenis?

    JAWAB : semua Iman Katolik jika berkenan dapat melakukannya. Tidak ada peraturan khusus yang mengatur tata cara perkawinan ekumenis ini. Namun yang pasti tidak boleh bertentangan dengan ajaran GEreja Katolik.

    3. Syarat-syarat apa saja yang diperlukan dan apa saja yang harus kami siapkan untuk pernikahan ekumenis?

    JAWAB : Syarat utama adalah mendapatkan ijin dari keuskupan, selanjutnya silahkan menghubungi sekretariat atau romo paroki untuk menanyakan atau mendikusikannya. Termasuk tata cara perkawinan yang dilakukan. Yang jelas tidak boleh ada baptis ulang sebagai syarat perkawinan di gereja Protestan tsb.

    Hope this helps..

    May God bless your steps..

  278. @Josephine, mengenai pertanyaan pertama anda bisa menanyakan langsung ke paroki dimana anda berdomisili…

    pertanyaa ke-2 doesn’t matter pernikahannya dilangsungkan dimana selama itu masih Gereja Katolik.

    namun terkait dengan perlindungan hukum, sebaiknya perkawinan tsb di catatkan/didaftarkan di kedua negara.
    menurut UU no 12, 2006.. anda bisa saja kehilangan kewarganegaraan anda apabila hukum negara suami anda menyatakan bahwa setelah menikah kewarganegaraan isteri mengikuti kewarganegaraan suami, kecuali anda menyatakan kehendak untuk tetap menjadi WNI ke pejabat pemerintah dimana anda berdomisili.. untuk lebih jelas anda bisa menanyakan ke dinas kependudukan dan catatan sipil ..

    Hope this helps..

  279. Yth Romo..
    saya ingin bertanya, saya mau nikah di gereja katolik di malang tapi sy domisili di jakarta, sedangkan sedangkan calon istri saya orang blitar dan beragam kristen protestan.

    surat2 apa aja yang diperlukan untuk numpang nikah di daerah lain? (untuk surat2 dari gereja di jakarta udah selesai saya urus).

    dan dimanakah saya harus mengurus catatan sipilnya, Dijakarta atau di malang?

    terima kasih sebelumnya Romo

  280. dear Romo

    Puji Tuhan saya bisa temukan web ini,saya seorang kristen yg sdh dibaptis selam,dan saya sdh 10 tahun singleparent (cerai hidup),py anak 1.
    Pertanyaan saya,sy mau menikah secara katholik dgn pacar sy yg kebetulan duda cerai mati py 2ank,tapi sy ttp mempertahankan kekristenan saya,apakah GK menerima kondisi saya?sy kasihan sm anak2nya yg ditinggal mati ibunya dan sy ikhlas ank2 didik secara katholik,terimakasih.

  281. Romo saya seorang wanita kristen berumur 28 tahun dan sudah berpavaran selama 7 tahun dengan pria Kristen berumur 28 tahun juga.
    Masalahnya saya tidak di restui oleh orang tua saya alasannya tidak mapan.
    Saya tinggal di bandung..
    Romo bisakah saya menikah tanpa restu org tua? Krn saya sudah tua.
    7 tahun pula org tua saya tdk memberi restu.
    Mohon petunjuknya romo.

  282. selamat siang romo,

    saya mau menanyakan perihal pembaptisan.
    sejak sekolah saya sudah mulai ke gereja, namun sampai saat ini saya belum di babtis.
    sebentar lagi pada bulan juni, saya akan melangsungkan pernikahan dan pasangan saya beragama katolik.
    dan saya pribadi, terlepas dari dikarenakan akan menikah memang ingin sekali di baptis secara katolik, dan bisa menerima pemberkatan pernikahan secara katolik.
    yang ingin saya tanyakan, bisakah saya menerima pembaptisan tanpa mengikuti pelajaran agama terlebih dahulu ? dan apakah pembaptisan bisa dilakukan di luar paskah dan natal?

    Terima Kasih

  283. Yth. Romo,
    saya mau tanya, saya seorang katolik tetapi waktu menikah saya menikah di gereja kristen mengikuti mantan suami saya, dan saya tidak meminta ijin dispensasi dari gereja.
    sekarang saya sudah berpisah dan sudah mendapatkan surat cerainya.
    sekarang saya mendapatkan calon suami beragama katolik dan kami ingin pernikahan kami dilangsungkan di gereja katolik seperti keyakinan kami dari kecil.
    pertanyaan saya, apakah saya bisa menikah di gereja katolik?
    saya harus bagaimana? apakah perlu melakukan sakramen tobat?

    mohon arahannya romo, terima kasih.

  284. Romo,
    saya katolik dan calon istri saya budha.
    saat ini dia sudah sering ikut saya ke gereja dan ingin menjadi katolik, saat pasakah kemarin. dia belum sempat di batis.
    apakah dia bisa di baptis di hari biasa agar kami bisa segera menikah?
    terima kasih

  285. V. DOKUMEN YANG PERLU DIPERSIAPKAN UNTUK MENGURUS DI CATATAN SIPIL

    1. Fotokopi surat baptis terbaru dan fotokopi surat nikah gereja

    Yang dimaksud fotokopi surat nikah itu seperti apakah? Surat keterangan menikah atau akte pernikahan dari gereja?

    Mohon penjelasan karena saya masih kurang paham.

    Terima kasih. GOD Bless

  286. @Stevanus, penyelidikan kanonik dilakukan di Jakarta, surat penyelidikan kanonik di kirim ke Malang. Catatan sipil sebaiknya dibuat dimana anda berdomisili.

    @Conny, Gereja KAtolik mengakui perkawinan Kristen sebagai perkawinan yang sah. Jika perkawinanmu terdahulu diberkati secara kristiani, terlebih jika baptisan Protestan anda diakui Gereja KAtolik, maka anda harus mendapat status NUL terlebih dahulu sebelum dapat menikah di dalam Gereja KAtolik.

    @Martha, yang anda maksud “Kristen” apakah “Protestan” ? tentunya anda tahu anda tidak dapat menikah di dalam Gereja KAtolik. NAmun jika anda menanyakan bagaimana menurut hukum Gereja KAtolik terhadap kasus yang sama bila dialami umat Katolik. MAka jawabannya “ya, mereka bisa menikah tanpa restu orang tua”

    @Yosita, jawabannya “pada umumnya tidak bisa, kecuali dalam kasus khusus. Dan anda tidak termasuk dalam kasus khusus tersebut.” jadi anda harus belajar mengenai iman KAtolik sebelum menerima baptisan. Tentu saja anda tetap dapat menikah dan diberkati di dalam Gereja Katolik dengan dispensasi (bila anda beragama Non-Kristen). Kelak bila anda sudah dibaptis, maka secara otomatis perkawinan kalian menjadi Sakramen.

    @vena, anda harus mendapatkan status NUL terhadap perkawinan anda terdahulu, bila hendak menikah di dalam GEreja Katolik. TEtapi yang paling penting adalah segeralah menemui pastor paroki dan meminta sakramen tobat karena menikah di luar GEreja KAtolik.

    @Ferrenz, ya.. surat nikah yang ditandatangani saat pengukuhan perkawinan di GEreja Katolik.

  287. Pagi, Romo
    apa boleh saya mendapat alamat email yg pernah tanya ke romo mengenai pernikahan campur dengan WNA? apakah di gereja Romo menyediakan kursus perkawinan dalam bahasa Inggris? terimakasih

  288. selamat siang romo, Saya Raden maaf Romo mau bertanya?
    1. Apa saja yang diperlukan dalam pemberkatan katholik?
    2. Kalo saya non-katholik Kristen dan pasangan saya katholik apakah pemberkatan disertai dengan komuni atau hanya pemberkatan?
    3. Saya mau bertanya KPP itu dilaksanakan berapa hari mo?
    4. Kalo sudah berumahtangga menurut Romo bagaimana sebaiknya mendidik iman dari anak-anak saya kelak, apakah semuanya harus mengikuti iman calon saya?
    5. saya non- katholik belum mengerti Doa-doa apa saja di dalam Katholik?
    Trimakasih Mohon penjelasannya dari Romo. Gbu

  289. dear romo,

    Saya mau tanya romo, saya katolik dan calon istri saya baru saja menjadi katolik dan kami akan menikah di gereja katolik dlam waktu dekat, tetapi ayah dari calon istri saya tidak merestui, karena dia muslim. Bagaimana ya romo ?

    Terima kasih

  290. Ijin bertanya Romo…
    saya seorang katolik yang akan menikah dengan calon istri berasal dari gereja bethel dan pernah menikah sebelumnya secara gereja bethel dan telah bercerai dan memegang surat cerai dari pengadilan.kami bersepakat untuk menikah secara katolik dan baru selesai mengikuti kursus nikah di gereja katolik.
    istri saya telah juga menjalani pembelajaran agama katolik dan siap untuk menikah.
    saya ingin tau apakah ada halangan menikah yang akan kami hadapi ???

  291. dear romo, romo saya punya pertanyaan, bilamana seorang katolik akan menikah diakan harus memperbaruhi surat baptisnya, tetapi masalahnya surat baptis aslinya tidak ada dan di buku baptis gereja tidak ada catatan mengenai baptisan orang yang akan menikah tersebut, sedangkan dia mengaku di baptis di gereja A. apakah orang tersebut bisa menikah tanpa surat baptis? atau ada cara lainya? terima kaasih

  292. dear Romo
    saya wanita katolik 27 tahun, saya sudah berpacaran dengan seorang pria, non katolik selama 8 tahun dan berencana menikah tahun depan. calon suami saya tidak berkeberatan untuk menikah dengan tata cara katolik di gereja katolik, sehingga saya tenang2 saja, tetapi ternyata calon ibu mertua saya berkeberatan, beliau meminta untuk upacara pernikahan dilakukan tidak di gereja, tidak masalah dengan tata upacara katolik tp jangan di gereja. pertanyaan saya, bisakah seorang romo melakukan pemberkatan di tempat selain gereja/kapel seperti hotel, gedung atau rumah?

    terima kasih

  293. Dear Romo,

    Saya ingin bertanya , saya seorang Katolik begitu juga dengan calon saya, dia adalah WNI tetapi berdomisili dan bekerja di Canada dan dikarenakan kesibukan pekerjaan, dia hanya bisa cuti seminggu sebelum hari H untuk melangsungkan pemberkatan di paroki Jakarta, berikut ini pertanyaanku :
    1) Bagaimana dengan KPP kami, apakah jika ia mengikuti KPP di Canada , sertifikatnya bisa diterima di Paroki Jakarta ?
    2) Bagaimana pula dengan Kanoniknya , apakah bisa seminggu sebelum hari H ? Atau bisa dilaksanakan terpisah pula ?

    Mohon bimbingan dan saran dari Romo , terima kasih .

  294. Dear Romo,
    saya ingin menanyakan bagaimana prosedur pembaharuan nikah KATOLIK, krn 3bln yang lalu saya melangsungkan pernikahan di Gereja Kristen Baptis.
    mohon petunjuk nya romo
    terimakasih

  295. Dear Romo, saya katolik dan pacar saya kristen, saya ingin menanyakan apa bisa dilakukan 2x pemberkatan? Di gereja yg berbeda, gereja dy dan grja saya? Terima kasih romo atas informasinya :)

  296. Malam romo
    Romo saya katholik dan pacar saya budha. Kondisi saya sekarang hamil 1bulan. Apakah bisa melakukan pemberkatan pernikahan secepat mungkin. Mohon petunjuknya romo

  297. @stephanie: konsultasikan langsung ke romo parokimu baik2.. pasti dimudahkan ko.

  298. Dear all,

    lama saya tidak bertandang ke website ini, karena saya pikir pengurusnya sudah meninggalkannya dan tampaknya para Imam yang bertugas di Gereja ini, tidak terlalu peduli dengan hidup-matinya website ini. maaf jika kata-kata saya terlalu pedas.

    @bagi mereka yang menikah beda agama, cobalah mencari topik2 lama yang pernah ada di website ini, baca dengan sabar pertanyaan2 anda pernah di jawab sebelumnya, baik mengenai masalah pasangan yang pernah menikah di gereja lain sebelumnya (selama pasangan sudah berstatus NULL terhadap pernikahannya terdahulu tidak ada halangan, silahkan ke keuskupan untuk mengetahui mengenai hal ini sekaligus mendapatkan ijin), mereka ingin menikah di tempat lain selain di dalam gereja(boleh dengan ijin), yang ingin mengukuhkan perkawinannya dengan tatacara agama lain (tidak boleh), yang menikah di luar gereja dan ingin dibereskan (konvalidasi, silahkan ke romo paroki), dan mengenai surat baptis, seharusnya catatan baptis tersebut ada di paroki di mana ia dibaptis. Jika tidak ada, perlu ada saksi-saksi Katolik yang menguatkan dan tahu bahwa ia telah di baptis dan mengurus surat baptisnya tersebut, karena bila ada keraguan mengenai baptisnya, maka ia tidak dapat menerima sakramen perkawinan saat menikah dengan seorang Katolik. Hal ini penting, karena dari sana juga diketahui status si “Katolik”, apakah bebas menikah atau tidak.

    @Stephanie…Mengenai menikah karena hamil, sebaiknya dipikirkan masak-masak dengan berkonsultasi dengan pastor paroki, karena perkawinan dengan alasan ini sangat besar kemungkinannya mengalami masalah rumah tangga yang mengarah kepada perceraian. Bagaimana pun perkawinan kalian membutuhkan dispensasi dari Uskup karena perbedaan agama.
    ada satu topik, dimana saya menyarankan untuk tidak menikah dan melahirkan anak tersebut tanpa perkawinan, tentu saja ini membutuhkan pengorbanan yang sangat besar dari sang ibu terutama menghadapi hukuman sosial dan tidak sedikit ibu yang meninggalkan anaknya setelah melahirkan karena rasa malu atau juga karena rasa benci, tetapi terpujilah ia yang mau melahirkan dan merawat sang bayi karena iman dan pertobatannya. Dukungan keluarga sang ibu sangatlah besar pengaruhnya untuk menjalankan perjuangannya.

    untuk sementara itu tanggapan singkat saya.. semoga sedikit membantu.. May God bless your steps

  299. selamat malam romo,say mohon bantuan dari romo,,kami mau menikah,,saya dan calon saya sama2 janda da duda,,tapi yg jadi masalah,calon saya sdh pernah menikah katolik,dan dia sdh pisah secara agama,dan cerai secara pengadilan,dan juga mntan istrinya yg dulu sdh menikah lagi dgn org lain,,yg jadi prtanyaan sy,,bagaimana caranya kami menikah dgn cara katolik pada umumnya secara sy blm pernah menikah katolik mskipun sy sdh katolik,,bagaimana solusinya romo,agar kami bisa menikah secara katolik,,knapa kami mau menikah saja sangat sulit sekali,,

    mohon penjelasannya romo,,kami benar2 mohon dengan sangat bagaimana solusinya,,terimakasih romo,,selamat malam,,semoga tuhan memeberkati,,
    amin

  300. nb: maaf romo,,calon saya sdh lama berpisah selitar 2,5 thn romo,,kami mohon romo,kami bnar2 bingung dan putus asa,,
    terimakasih romo

  301. mat malam romo,, saya mau nanya bagaimana moral perkawinan kristiani dalam kasus poligami??terima kasih romo.

  302. @yunita kalau susah menikah secara katolik ya menikah secara yang lain aja.

  303. Dear Yunita, berpisah secara agama KAtolik harus ditentukan dengan anulasi dari tribunal. Tetapi prinsip perkawinan Katolik adalah tidak terceraikan, dan anulasi hanya diberikan untuk kasus-kasus khusus. Silahkan berkonsultasi degnan romo paroki apakah perceraiannya bisa disebut kasus khusus untuk mengajukan permohonan anulasi.

    Selama ia belum mendapatkan status null dari pengadilan Gereja terhadap perkawinannya terdahulu, maka ia akan terhalang untuk menikah di dalam GEreja Katolik.

    PAsangan anda seorang Katolik ? jika ya, seharusnya ia tahu mengenai hal ini, mengapa ia masih “nekat” menjalin hubungan dengan anda ? Tidakkah ia menjelaskan kondisinya kepada anda ? jika ya, berarti anda sudah tahu resiko ini, bukan ?

    Saran saya : selama tidak ada kejelasan mengenai status hubungan anda, saya sangat menyarankan anda menjaga jarak dengan teman pria anda. Ini demi kebaikan anda, dan juga demi kebaikan pasangan anda. Walaupun isterinya sudah menikah lagi (ia akan menerima upahnya kelak karena mengkhianati perkawinannya terdahulu). Godaan terberat yang anda hadapi adalah menikah dengannya di luar Gereja, tentu saja ini keinginan Iblis, karena sekali kayuh dua pulau terlampui. Anda dan dia masuk ke dalam pengkhianatan iman.

    Ingatlah bahwa jika anda sungguh mencintai dia, maka anda tidak akan membuat dia lebih jauh masuk ke dalam jurang dosa. Dan jika ini cinta dari Allah, maka anda pun tidak menjauh dari-Nya karena hubungan kalian.

    Lakukan apa yang diinginkan oleh Gereja yang adalah Tubuh-Nya. jika pembatalan perkawinannya dikabulkan Gereja, maka kalian bisa menikah di dalam GEreja Katolik. Jika tidak, maka bantulah satu sama lain untuk menjaga iman kalian kepada Allah yang telah lebih dulu mencintai kalian.

    Semoga anda mengambil keputusan dengan bijak seturut ajaran Gereja-Nya.

    May God bless your steps.

  304. Horas Romo
    Saya rencana mau nikah dengan calon istri yg protestan dan berencana nikah dalam upacara Katolik. Rencana pernikahan di Medan.
    Selain kursus pranikah dan kanonik persiapan apa lagi yg harus dilakukan agar pada saat pernikahan ada misa.

  305. Kepada Romo,

    mohon saya diberi petunjuk

    Saya telah menikah 2 tahun lebih di Hongaria, dan belum pulang hingga saat ini. Tapi saya dan suami mempunyai rencana pulang ke Indonesia tahun ini, tapi hanya untuk 1-3 bulan saja. Dan harapan saya, sesampainya kami di Indonesia, saya ingin sekali mengadakan pemberkatan perkawinan di Gereja Katolik. Tapi karena suami saya non Katolik, apa yang harus saya lakukan agar pemberkatan itu terlaksana ? dan apakah pemberkatan tersebut bisa terjadi ?

    Disini yang saya maksud adalah pemberkatannya saja, karena saya telah menikah di Hongaria. Kira-kira bisa tidak ya Romo?

    Terima kasih sebelumnya

    salam

  306. Dear Romo & admin,
    Mohon maaf sebelumnya jika pertanyaan ini berulang.
    Saya katolik, berencana menikah dgn mantan pacar (muslim) yg sudah janda anak satu, cerai resmi dari pengadilan agama. Beliau bersedia ikut KPP namun bringing langkah apa yg harus dimulai. Saya kerja di Surabaya tp memiliki KTP Kediri. Calon pasangan saya tinggal di Jakarta. Bagaimana caranya agar dia bisa ikut kpp? Apa syarat nya?
    Jika kami ingin menikah di GK di Kediri, bisakah saya ikut kpp di Surabaya?
    Terimakasih in advance for the answer.

  307. *bringing; maksudnya bingung, maaf salah ketik

  308. Salam Damai Dalam Kasih Kristus,

    Saya ingin menanyakan mengenai KPP untuk saya dan calon saya yang WNA (Katholik) dan tidak tingal di Indonesia namun kami akan melakukan pernikahan Katholik di Jakarta :

    1. Apakah Gereja Katholik di Indonesia sudah dapat menerima/mengakui sertifikat dari Catholic Married Preparation Class Online ? (catholicmarriageprepclass.com)

    2. Adakah KPP dalam bahasa Inggris ? karena 2 hari penuh KPP dalam bahasa Indonesia akan sulit bagi pasangan saya.

    Terima Kasih, God bless

    Salam
    Moniq

  309. untuk susunan uparaca pernikahan dengan pasangan yang masih katakumen gimana ya Romo..

  310. mohon bantuannya untuk dikirimkan ke email saya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih. gbu

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>