Prosedur Perkawinan Beda Agama (1)

Romo, saya pacaran dngn orang yg tidak seiman (islam). Kami punya rencana untk menikah.tp keluarga pacar saya tidak mengizinkan dia untk pindah agama dan saya jg tdk bs meninggalkan gereja. Bagaimana tntng menikah beda agama? Apakah ada dispensasi dari gereja? Saya minta penjelasan dr romo….makash sebelumnya….Tuhan memberkati
AA
===========
Kalau cukup alasan untuk dispensasi, tentu saja pastor paroki anda akan membantu mencarikan surat dispensasi. Silahkan datang ke pastor paroki anda. Untuk keperluan penyelidikan kanonik, akan diminta kehadiran dua orang saksi dari pihak calon anda bahwa calon anda tidak terikat perkawinan. Untuk anda cukup membawa surat baptis terbaru.
Sudrijanta

36 Responses to “Prosedur Perkawinan Beda Agama (1)”

  1. Mohon bantuan dan sarannya. Saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan pasangan yang berbeda agama. Kami berniat meneruskan hubungan kami untuk lebih serius lagi ke jenjang pernikahan. Yang jadi pertanyaan saya, bagaimana cara melangsungkan pernikahan kami dan apakah nanti pernikahan kami bisa dianggap sah ?

    FW

  2. jika pasangan anda non-Kristen maka anda membutuhkan dispensasi dari keuskupan.. jika pasangan anda non-baptis Katolik anda membutuhkan ijin dari keuskupan..

    sebagai seorang Katolik, anda diminta berjanji untuk menjaga iman anda dari bahaya [artinya anda tetap bisa menjalankan kewajiban anda sebagai Katolik sesudah pengukuhan], dan dengan semaksimal usaha anda membawa anak-anak anda ke dalam Gereja Katolik. Pasangan anda pun harus tahu apa itu pernikahan di dalam Gereja Katolik (contohnya, pernikahan Katolik adalah pernikahan monogami dan tidak terpisahkan]

    anda hanya boleh mengukuhkan pernikahan di dalam GEreja Katolik. Pengukuhan di luar Gereja KAtolik baik sebelum atau sesudah pengukuhan Gereja Katolik dilarang.

    Pernikahan di dalam Gereja Katolik sah menurut hukum Gereja Katolik.. tetapi masih ada satu hal lagi yaitu sah menurut hukum negara. Dan pada umumnya UU no 1 tahun 1974 tentang perkawinan masih menyisakan kesulitan pencatatan untuk pasangan beda agama.. dalam kasus ini sebaiknya anda berkonsultasi dengan pihak paroki dimana pernikahan anda nanti dikukuhkan. Mungkin mereka bisa membantu.

  3. Romo, saya pacaran dengan beda agama (muslim) Kami punya rencana untk menikah.

    dimana saya tidak menuntut untuk pacar saya ikut agama saya, begitu juga pacar saya. Dan keluarga kami pun menerima dengan perbedaan kami.

    Saya baca artikel – artikel, harus ada ijin dari keuskupan dan anak kami harus ikut iman katolik.
    yang saya tanyakan :

    1. prosedur apa saja utnuk meminta ijin dari keuskupan ?
    2. setelah dapat ijin dari keuskupan dan menikah di gereja kita harus kemana (KUA atao penghulu)untuk meminta ijin dari pihak muslim?
    3. untuk pelaksaann pernikahan yang didahulukan yang mana terlebih dahulu, gereja atau penghulu ?
    4. apakah diharuskan untuk anak – anak kami mengikuti iman katolik ?
    5. apakah boleh tunangan dahulu ?

    demikian romo, saya ucapkan terimakasih sebelumnya.

    salam
    heru

  4. @Heru

    1. prosedur apa saja utnuk meminta ijin dari keuskupan ?

    JAWAB : yang anda butuhkan adalah dispensasi bukan ijin, silahkan datang ke keuskupan atau ke paroki di mana anda berdomisili untuk keterangan lebih lanjut.

    2. setelah dapat ijin dari keuskupan dan menikah di gereja kita harus kemana (KUA atao penghulu)untuk meminta ijin dari pihak muslim?

    JAWAB : setelah pernikahan yang dikukuhkan di Gereja, akan dikukuhkan oleh hukum negara melalui pencatatan sipil. Pencatatan di KUA hanya untuk pernikahan secara Islam. Tidak perlu meminta ijin secara Islam, karena secara Islam pernikahan beda agama jelas dilarang (tidak ada dispensasi apa pun, kecuali anda murtad)

    3. untuk pelaksanaan pernikahan yang didahulukan yang mana terlebih dahulu, gereja atau penghulu ?

    JAWAB : anda, sebagai seorang Katolik, dilarang oleh Gereja untuk mengukuhkan pernikahan baik sebelum atau sesudah pengukuhan Gereja dengan tata cara agama lain.

    4. apakah diharuskan untuk anak anak kami mengikuti iman katolik ?

    JAWAB : dalam pernikahan beda agama, sebagai syarat mendapatkan dispensasi, anda diminta berjanji untuk menjaga iman anda dari segala bahaya yang mungkin ditimbulkan dari pernikahan beda agama ini, dan anda pun harus berjanji dengan segenap kekuatan anda membawa anak-anak anda untuk dididik dan dibaptis dalam Gereja Katolik. Ini adalah kewajiban anda.

    5. apakah boleh tunangan dahulu ?

    JAWAB : boleh. Namun, perlu diingat tunangan bukanlah ikatan resmi yang disahkan oleh Gereja. Jadi tetaplah menjaga hubungan yang sehat hingga pernikahan kalian dikukuhkan oleh Gereja.

    Pernikahan beda agama adalah suatu tantangan dan ujian bagi iman anda. Bagaimana anda bisa menerapkannya dalam kehidupan suami isteri, dan dalam keluarga. Terlebih ketika anda berada di tengah keluarga pasangan anda yang berbeda agama.

    May God bless your steps..

  5. Romo, saya mau bertanya. Saya dan pasangan berniat menikah. Saya katolik babtisan (bukan dari lahir) di KTP agama saya kristen, sedangkan pasangan beragama katolik tetapi belum dibabtis karena orang tua nya belum mengizinkan, di KTP agama dia Kristen.

    Yang ingin saya tanyakan adalah:

    Untuk menikah, orang tua pasangan mengajukan syarat agar dilaksanakan pemberkatan juga di vihara, sedangkan kami berdua bukanlah pemeluk agama tersebut. Apabila tidak dipenuhi, mereka tidak mau datang ke pemberkatan nikah kami, bahkan mengancam tidak perlu mencantumkan nama mereka di kartu undangan. Apa yang harus saya lakukan? Dosa kah saya apabila memenuhi syarat tersebut? Mama saya yang beragama Budha saja terbingung-bingung dengan syarat yg diajukan tersebut. Bahkan dia sampai berkata, saya harus bertanya dulu kepada pastur apakah bisa seperti itu.

    Mohon saran dan bimbingan dari romo.

    Terima kasih sebelumnya

    LM

  6. @LM, pertama saya ingin luruskan dahulu mengenai status Katolik yang anda dan calon anda.

    Anda adalah Katolik, karena baptisan anda sudah disahkan dalam Gereja Katolik, walaupun KTP anda masih Protestan. Sedangkan calon anda, bukan seorang Katolik, tetapi partisipan. Ia dikatakan Katolik, bila ia sudah dibaptis atau baptisan yang ia terima di gereja Protestan di akui dalam Gereja Katolik.

    apakah berdosa jika kalian menikah di Vihara ? YA ! tentu saja, menikah di Vihara sama saja dengan pengingkaran iman. Itu sebabnya Gereja melarang pasangan beda agama untuk mengukuhkan pernikahan di luar pengukuhan Kanonik sebelum atau sesudahnya.

    Jadi jangan turuti syarat itu, apapun ancaman yang mereka berikan. SEsungguhnya jika tidak ada jalan damai yang bisa ditempuh, dan segala persyaratan terpenuhi, maka anda dan pasangan anda pun tetap bisa menikah di dalam GEreja Katolik. Yang terpenting adalah restu dari Allah, bukan restu manusia. Tetapi bagaimana pun cara-cara damai perlu diusahakan. Anda, terutama pasangan anda harus bisa meyakinkan kedua orang tuanya. Diskusikan apa yang mereka khawatirkan, dan yakinkan bahwa kekhawatiran itu tidak perlu.

    Dan bagi anda dan pasangan, ini merupakan tantangan terhadap iman kalian, jika orang tua pasanganmu begitu membela imannya, bagaimana (terutama) kamu yang Katolik membela imanmu. Ingatlah Yesus yang terlebih dahulu mencintaimu.

    May God bless your steps…

  7. Dear romo,

    Ralat : ktp pasangan budha, bukan kristen.

    Terima kasih sekali atas jawabannya yg menenangkan. :) Semoga Tuhan Yesus Kristus senantiasa menyertai langkah kami berdua dan menyertai pelayanan romo.

    Salam,
    LM

  8. Romo,

    Saya seorang katolik berencana menikah tahun ini. Pasangan saya belum pernah dibabtis/disahkan dalam agama apapun (kalau di KTPnya ditulis Kristen).

    Tadinya saya pikir saya memerlukan dispensasi untuk nikah beda agama, tapi dari jawaban yg romo berikan kepada FW (26 Juni 2010) saya jadi bingung :

    “jika pasangan anda non-Kristen maka anda membutuhkan dispensasi dari keuskupan.. jika pasangan anda non-baptis Katolik anda membutuhkan ijin dari keuskupan..”

    1. apa maksudnya non-baptis Katolik?Apakah maksudnya telah ikut Katekisasi tapi belum dibabtis?

    2. Dalam kasus saya apa yang mesti saya lakukan? Sebagai catatan pasangan saya dibesarkan dan percaya terhadap Katolik hanya saja dia belum mau dibaptis.

    3. Jika perlu mendapatkan dispensasi, apa saja yang perlu saya siapkan?

    4. Soal KPP (Kursus Persiapan Pernikahan) yang mana yang benar :
    dispensasi dulu baru KPP atau KPP dulu baru dispensasi?

    5. Apa benar KPP hanya berlaku selama 6 bulan? jadi jika saya mengambil KPP bulan 1 dan ingin menikah bukan 9 maka saya perlu ambil KPP lagi paling cepat bulan 3?

    6. Jika saya ingin menikah di Paroki yang berbeda apa saja yang diperlukan? Hal ini saya tanyakan karena paroki tempat saya dibaptis sudah ditutup paksa. Kabar terakhir yang saya terima mereka mengadakan ibadat di aula sekolah.

    Maaf kalau pertanyaannya banyak, sebab saya tanya 3 sumber jawabannya berbeda – beda.

    Terima kasih

  9. @Willy

    1. non-baptis Katolik adalah mereka yang dibaptis di luar Gereja Katolik, contohnya Protestan.

    2. Coba selidiki dengan benar apakah ia sudah dibaptis di gereja-nya, lalu konsultasikan dengan romo paroki. Jika belum, kemungkinan besar yang dibutuhkan adalah dispensasi.

    3. untuk hal ini silahkan kamu berkonsultasi dengan romo paroki atau bisa juga langsung mendatangi keuskupan dimana kamu berdomisili.

    4. kamu bisa KPP sebelum mengurus dispensasi.

    5. silahkan kamu menanyakan hal ini di paroki dimana KPP itu kamu ikuti.

    6. Tidak masalah, silahkan tanyakan persyaratan administrasinya di paroki di mana pengukuhan akan dilakukan

    Hope those help

  10. Mohon bantuan dan sarannya. Saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan pasangan yang berbeda agama. Kami berniat meneruskan hubungan kami untuk lebih serius lagi ke jenjang pernikahan,saya ber agama kristen(protestan)dan pasangan saya kristen(katolik)yang menjadi pertanyaan saya apakah kami dapat melangsungkan pernikahan?dan bagai mana pelaksanaan pernikahannya?

    mohon saran nya
    salam
    aris

  11. mlm romo…

    saya sudah berpacaran satu tahun dengan pacar saya yg seorang muslim.
    untuk saat ini kita belum memikirkan hal serius tp terkadang saya bercanda dengan dia bila pacaran kita sampai saat menikah bagaimana??dy menjawab ya kamu hrus ikut aku..
    saya masih bingung romo memang saya terlahir d keluarga yang campur keluarga ibu saya muslim dan keluarga bapak saya katolik, meski mama saya sudah katolik sejak sebelum menikah… hal yang ingin saya tanyakan apakah mungkin dengan beda agama dapat mendapatkan pernikahan d gereja katolik yg sah?? dan bagaimana carany..
    jujur saya tidak bisa meninggalkan Yesus dalam hati saya…
    tp terkadang saya berpikir apa ini karma

    mohon sarannya
    salam niar

  12. @Aris, jawabannya “bisa”.. pasangan anda harus mendapatkan ijin dari keuskupan untuk menikah dengan anda, dan di sana ia harus berjanji untuk menjaga imannya dari bahaya (artinya juga tetap menjalankan kewajibannya sbg seorang KAtolik, dan anda tidak keberatan dan tidak akan menghalanginya), berusaha dengan sungguh-sungguh membawa anak-anaknya ke dalam Gereja Katolik.

    perkawinan tersebut harus dikukuhkan sesuai norma yang tidak bertentangan dengan Gereja Katolik (tentu saja ini sesuai dengan janjinya kepada Gereja)

    untuk lebih jelasnya silahkan berkonsultasi degnan romo paroki..

    Hope this helps..

  13. @Niar.. bila itu jawaban yang anda dapat dari teman pria anda maka ada kemungkinan ia menolak untuk menikah dalam Gereja Katolik, walaupun hal itu mungkin dilakukan dengan dispensasi dari Keuskupan.

    Tidak diijinkan untuk mengukuhkan perkawinan dengan tata cara agama lain baik sebelum atau sesudah peneguhan perkawinan menurut hukum Gereja Katolik.

    Niar, dalam hal ini, iman anda diuji, apakah anda akan mengkhianati-Nya yang telah lebih dulu mencintai anda demi cinta duniawi ataukah anda tegar bertahan dan membela iman anda. ingatlah bahwa makna perkawinan di dalam Islam sesungguhnya berbeda dengan agama Katolik. Perkawinan Katolik yang ratum et consummatum (sah dan sempurna) tidak bisa dipisahkan oleh kekuatan manusia kecuali oleh kematian, dan perkawinan KAtolik bersifat monogami. Kedua hal ini tidak ada dalam hukum agama Islam. Dan apakah ia tidak keberatan dan berjanji tidak akan menghalangi anda menjadi seorang Katolik bila kelak ia menjadi isteri anda ? Karena untuk meminta dispensasi anda harus berjanji untuk hal ini, dan anda berjanji dengan sungguh-sungguh membawa anak-anak anda kelak ke dalam GEreja Katolik. Apakah hal ini juga sudah menjadi keberatan ia sejak awal ?

    Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan dipikirkan secara bijaksana dari sekedar bisa atau tidaknya menikah di dalam Gereja Katolik untuk pasangan beda agama.

    Saya beberapa kali menulis di sini, bahwa jodoh dari Tuhan, pastilah tidak akan pernah menjauhkan diri anda daripada-Nya. Jika calon suami anda meminta anda untuk murtad dan menikah menurut agamanya, bukankah ini sebuah tanda yang harus kamu pertimbangkan dalam memilihnya sebagai teman hidup anda ?

    Berdoalah kepada Allah mohon bimbingan dan petunjuk-Nya, agar apa pun keputusanmu anda tidak akan menyakiti atau mengkhianati cinta-Nya. Lakukan devosi atau novena, rajinlah menerima sakramen Ekaristi.. cobalah menggali diri teman pria anda, bagaiaman pendapatnya tentang iman anda, tentang arti perkawinan Katolik, tentang perceraian, dan ujilah semua jawabannya kembali. Maka saya percaya anda bisa menemukan jawaban yang sesuai dengan kehendak Allah.

    May God bless your steps..

  14. Romo, saya ingin bertanya…
    Sekarang saya baru pacaran dan cow saya seorang kristen yang kuat. Latar belakang keluarganya jg begitu.
    Dia meminta saya untuk share (kita tetap pada keyakinan masing2). Tetapi dalam hati saya, saya ingin kelak mempunyai pasangan hidup yang seiman. Sehingga kelak saya memiliki keluarga kecil yang berbasis iman katolik.
    Dan sekarang saya sudah terlanjur nyaman dan sayang dgnnya.
    Mohon saran dari romo, apakah layak hubungan ini saya pertahankan?

  15. dear romo
    agama saya muslim,agama calon saya katolik,kami ingin melanjutkan hub ini ke jenjang pernikahan.saya bersedia ketika membina rumah tangga ikut pada keyakinan suami saya.permintaan ortu saya yang terakhir adalah menikah harus sah secara agama islam,bagaimana solusinya romo???

  16. @Laurensia.. Apakah ia menerima iman Katolikmu ? artinya ia dengan rela tidak akan menghalangimu menjalankan kewajibanmu sebagai seorang Katolik, termasuk pergi ke Gereja Katolik setiap hari Minggu dan hari raya Katolik lainnya ? Termasuk menikah dengan sah menurut Gereja Katolik.

    Pernikahanmu membutuhkan restu dari Gereja yaitu ijin dari ordinaris Wilayah atau Keuskupan. Dan sebagai seorang KAtolik, kamu harus berjanji menjaga imanmu dari bahaya (Termasuk ajakan untuk berpartisipasi aktif dalam perjamuan Protestan), dan dengan sungguh-sungguh berusaha membawa anak-anakmu ke dalam Gereja Katolik.

    Cobalah anda mulai mencermati apakah masalah beda agama ini akan menjadi bibit potensi masalah dalam keluarga kelak bila anda menikah dengannya. Caranya : anda bisa mulai bertanya mengenai pendapatnya tentang ajaran Gereja KAtolik, seperti baptis bayi, penghormatan umat KAtolik kepada bunda Maria, roti dan anggur yang menjadi Tubuh dan Darah Kristus dalam perjamuan Ekaristi, Doa bersama orang-orang Kudus, api penyucian, dst.

    Laurensia, jika ia begitu kuat membela imannya, bagaimana dengan anda ? Seberapa besar imanmu ? seperti biji sesawi yang memindahkan gunung ? atau seperti rumah yang dibangun di atas pasir ? Bisa jadi ini adalah godaan iman terberat yang akan kamu hadapi.. semoga kamu memilih dengan bijaksana..

    berdoalah mohon bantuan Roh Kudus, berdoalah kepada Bunda Maria, mintalah bantuannya untuk dapat meneladani hidupnya yang mencinta Yesus sedemian besarnya.. mintalah ia menyampaikan doa-doamu kepada Putra-Nya, Tuhan kita..

    May God bless your steps..

  17. @Devia… permintaan orang tuamu adalah pengingkaran iman bagi calon suamimu yang KAtolik.. Pernikahannya menurut Gereja KAtolik adalah pernikahan yang tidak sah dan merupakan pelanggaran hukum Gereja. bila ia melakukannya, ia mengkhianati imannya dan membuatnya berdosa berat sehingga ia tidak layak menerima Sakramen dari Gereja Katolik.

    satu-satunya cara anda membantunya menjaga imannya adalah meminta dispensasi untuk menikah di dalam GEreja Katolik, karena menikahi anda yang seorang muslim.

    semoga anda menyampaikan hal ini kepada teman pria anda.

    May God bless your steps..

  18. Romo saya wanita muslim dan berencana untuk menikah dengan seorang WNA beragama katolik, pasangan saya ingin pernikahanya dilangsungkan di indonesia, apakah bisa jika kami menikah d salah satu greja katolik d indonesia dan apakah pernikahan kami nantinya bisa diakui sah secara hukum?. Mohon bimbingannya Romo..Trims

  19. Romo, saya seorang khatolik berasal dari paroki Pasar Merah Medan Sumatera Utara.
    sekarang saya berdomisili di jakarta selatan, dan sering melaksanakan missa di paroki st.thomas kelapa dua Depok.
    saya berpacaran dengan seorang wanita non khatolik (Muslim), dan sekarang kami sudah menjalin hubungan kekasih selama 3tahun lebih, dan berencana ingin melangsungkan hubungan kami ke jenjang pernikahan.
    selama menjalin hubungan, saya selalu mendapat penolakan dari pihak keluarga kekasih saya, saya sudah melakukan mediasi untuk menemukan jalan terbaik untuk kami (namun;selalu mendapat penolakan dan tidak memberikan kami kesempatan untuk mengeluarkan pendapat sedikitpun).
    pacar saya sekarang sedang mengandung hasil dari kesalahan kami yang sedah berusia 5bulan Romo.
    jalan buntu sekarang saya temukan,saya bingung harus bagaimana romo,saya ingin bermediasi lagi ke keluarga kekasih saya, saya pikir itu jalan yang salah, karena saya tahu itu akan sama saja membunuh anak dalam kandungan kekasih saya.
    saya ingin melangsungkan pernikahan Romo,saya tidak mendesar kekasih saya untuk ikut dengan agama saya, namun apakah nantinya kalau saya dan kekasih saya melangsungkan pernikah secara khatolik dan pasangan saya akan tetap pada pendiriannya sebagai muslim, apa itu sah dimata Gereja Khatolik romo?
    kalau nantinya saya harus menikah secara Islam apa saya berdosa, jika itu jalan satu-satunya yang saya punya untuk menyelamatkan anak kami romo?

    dan, jika saya menikah secara katolik tanpa persetujuan orangtua kekasih saya, dan melakukan pernikahan secara diam-diam, apa hal tersebut diijinkan oleh pihak gereja romo?
    saya bingung, saya belum berkonsultasi di Paroki tempat saya sering melakukan ekaristi.
    namun jika diperbolehkan saya menikah secar khatolik dengan pikiran saya tadi, apa saya dapat melakukan sakramen perkawinan di paroki itu(saya belum terdaftar secara resmi sebagai umat paroki tersebut).
    mohon jawabannya romo…
    jika romo ingin membantu saya meretas masalah saya ini, saya sertakan alamat e-mail saya dan nomor tlp saya yang bisa dihubungi.

    e-mail : Fransray.lg@gmail.com
    no.telp: 082125228434

    sebelumnya, saya mengucapkan terimakasih romo…
    salam saya, franscesco Ray Lumban Gaol…
    Tuhan Memberkati…
    benedicat nos Deus singulos gradus.
    Gratias tibi pater.

  20. Romo saya wanita katolik dan pasangan saya jg katolik, lalu ada yang menyarankan kami menikah dengan pasangan lain di waktu yg sama, dalam hal ini adik saya sendiri ( katolik ) dan suaminya ( islam ), mereka sudah menikah secara islam dan di karuniai seorang anak ( 3 tahun ). Apa boleh?
    Setau saya katolik dan katolik menerima sakramen, sedangkan katolik dan non katolik hanya pemberkatan saja. lalu bagaimana misanya? apa mereka akan bersama2 di altar dengan kami?

  21. Romo, saya wanita katolik ϑαņ pasangan saya muslim. Kami berencana utk menikah, ϑαņ telah sepakat utk tetap masing2 agama. Awal’y dy menyetujui utk pmberkatan secara katolik, tetapi saat ini dy bimbang. Dy khawatir klo dberkati d gereja otomatis dy pindah agama. Padahal tidak seperti itu kenyataannya nti. Mhon bantuannya agar saya bisa memberikan penjelasan padanya, bahwa dengan menikah n dberkati d gereja bukan berarti dy pindah agama katolik. Trims Romo…

  22. @Fransesco.. saya tidak tahu, apakah jawaban ini terlambat atau tidak..

    ada beberapa hal yang perlu anda lakukan

    1. carilah romo paroki dan minta sakramen tobat atas perbuatan kamu melakukan hubungan intim di luar perkawinan

    2. Bahaya yang akan terjadi pada anak dalam kandungan pacar anda, masih sebatas dugaan yang bersumber dari ketakutan anda. Jadi sebaiknya anda atasi dulu ketakutan anda, temui keluarganya, dan bertanggungjawablah. Karena cepat atau lambat, kehamilan tersebut akan diketahui oleh keluarganya. Lebih baik anda bertanggungjawab dengan melakukan hal tersebut daripada mereka menemukan sendiri perbuatan kalian.

    Lagi pula, Kandungan yang berusia 5 bulan secara hukum islam sudah diharamkan untuk digugurkan.

    3. Opsi : Katakan kepada keluarga pacar anda secara jujur, bahwa anda bersedia bertanggung jawab atas perbuatan anda, namun anda juga tidak ingin mengkhianati iman. tawarkan jalan keluar, bahwa anda akan menikah dengan pacar anda menurut Gereja Katolik walaupun isteri anda tetap menganut imannya saat dan setelah menikah nanti.

    4. Anda konsekuensi yang harus anda sadari, bahwa jika pengaruh keluarganya sangat besar terhadap anaknya yang adalah pacar anda saat ini, ketika akhirnya kalian diijinkan untuk menikah.

    Ada potensi masalah mengenai iman bisa terjadi di kemudian hari. Terlebih bila anda berselisih dengan isteri anda kelak dan ia meminta dukungan dari keluarganya (yang jelas2 saat ini menolak anda), bahwa tidak tertutup kemungkinan mereka mendesak anaknya untuk bercerai (dalam Islam hukumnya halal, terlebih karena menikah dengan seorang yang bukan Islam). Ada banyak kasus dimana suami/isteri kembali kepada agamanya dan menceraikan pasangannya, bahkan meninggalkan anaknya.

    Saya bukan mengatakan bahwa sebaiknya anda tidak menikahinya.
    Saya sarankan anda tidak peduli untuk melihat kemungkinan tersebut, dan menganggapnya omong kosong.

    jika cinta kalian jauh lebih besar daripada kekhawatiran akan kehamilan di luar nikah yang terjadi saat ini, dan cinta itu menjadi dasar perkawinan kalian, maka tentunya kalian akan bisa melalui segala rintangan dan tantangan dalam kehidupan berkeluarga kelak. Namun saat ini anda berdua mungkin sulit menemukan fakta ini karena diri anda dan dirinya dipenuhi kekhawatiran.

    Saya berharap anda bisa melihat apakah potensi itu besar atau kecil di kemudian hari. Jika anda melihat cukup besar, maka sebaiknya anda berdialog dengan pasangan anda terlebih dahulu. Ingatlah seharusnya bukan karena kehamilan anda menikah dengannya tetapi harus karena cinta. Dan seharusnya cinta ini adalah perekat kalian dalam menghadapi segalam permasalahan suami isteri atau keluarga di kemudian hari. Menjadi satu daging… so, you need, you must find the love, both of you..

    Pastor paroki berhak menolak untuk menikahkan kalian, bila tersirat alasan kalian lebih cenderung karena kekhwatiran atas kehamilan di luar nikah. pernikahan yang didasari hanya karena faktor hamil di luar nikah, berpotensi besar terhadap perceraian.

    5. segerelah menemui pastor paroki untuk berdiskusi.. sebaiknya kalian berdua.. but first, Francesco, dapatkan pengampunan dari Allah…

    May God bless your steps..

  23. @Lenny, adik anda telah berdosa berat karena menikah di luar Gereja, di mata Gereja perkawinan mereka tidak sah, dan adik anda hidup dalam percabulan karena melakukan hubungan suami isteri di luar perkawinan. Dirinya kini tidak memiliki hak dalam sakramen Gereja. Jika adik anda, ingin kembali ke pangkuan Gereja, maka adik anda harus bertobat dan melakukan konvalidasi atas perkawinannya, supaya perkawinannya sah secara Gereja. Sebenarnya bukan melangsungkan perkawinan.

    Pertobatan, dan konvalidasi perkawinan. Tentu saja sebelumnya suaminya harus berjanji bahwa ia akan tetap hidup dengan damai dengan adik anda dalam perbedaan iman setelah konvalidasi nanti. hidup damai termasuk mengijinkan adik anda menjalankan kewajiban2nya sebagai seorang Katolik.

    Anda benar, perkawinan mereka bukan bersifat sakramen. Saya tidak tahu apakah sebelumnya pernah ada kasus seperti anda, namun Saya sangat menyarankan sebaiknya tidak dilakukan bersama-sama.
    Bagaimana pun menurut saya, seharusnya moment tersebut adalah moment yang istimewa dan khusus bagi anda dan pasangan anda. Moment ini tidak sama atmosfir-nya dengan moment bagi adik anda dan suaminya yang menurut iman Katolik, merupakan perkawinan yang tidak sempurna, karena bukan bersifat sakramen.

    May God bless your steps..

  24. @Lya, GEreja Katolik tidak pernah memaksa pasangan mempelai yang bukan Katolik menjadi Katolik setelah perkawinan. Menjadi seorang Katolik harus menerima sakramen baptis yang sah menurut Gereja Katolik, jadi bukan karena sakramen perkawinan seseorang menjadi Katolik.

    Namun ada hal lain yang perlu anda ketahui dan juga hal yang perlu didiskusikan dengannya, bahwa perkawinan kalian memerlukan dispensasi dari ordinaris wilayah atau Keuskupan. bahwa anda diminta berjanji untuk melindungi iman anda dari bahaya. Artinya harus ada perjanjian bahwa perkawinan itu kelak tidak akan menghalangi anda menjalankan kewajiban2 anda sebagai seorang Katolik. Anda diminta berjanji untuk secara sungguh-sungguh membawa anak-anak anda kelak ke dalam Gereja Katolik. Dan kalian berdua tentunya harus memahami makna dan sifat perkawinan Katolik yang monogami dan tidak terceraikan kecuali oleh maut.

    semoga membantu..

    May God bless your steps..

  25. Romo saya wanita muslim dan berencana untuk menikah dengan seorang WNA beragama katolik, pasangan saya ingin pernikahanya dilangsungkan di indonesia, apakah bisa jika kami menikah d salah satu greja katolik d indonesia dan apakah pernikahan kami nantinya bisa diakui sah secara hukum?. Mohon bimbingannya Romo..Trims

    @Jeny, tentu saja anda bisa menikah di dalam Gereja Katolik di Indonesia, namun ia harus mendapatkan dispensasi dari Keuskupan di mana ia berdomisili terlebih dahulu untuk menikah dengan anda. Kecuali ia, mau mengurus hal ini di Indonesia. Hal ini tidak bisa anda yang mengurus di keuskupan, karena ia-lah yang beragama Katolik.
    Hal ke-2 adalah mengenai penyelidikan kanonik, setelah mendapatkan dispensasi tentunya syarat2 lain harus dipenuhi untuk menikah di Gereja Katolik (sama halnya dengan pasangan yang beragama Katolik), salah satunya penyelidikan Kanonik dan kurus perkawinan Katolik.

    untuk penyelidikan Kanonik, calon suami anda, bisa saja melakukannya di negara asalnya dan hasil penyelidikan dikirimkan ke Gereja Katolik yang akan menjadi tempat pilihan anda dan pasangan anda menikah. Anda pun harus melakukan penyelidikan Kanonik di Gereja yang dipilih dimana anda akan menikah. Anda membutuhkan 2 orang saksi yang menyatakan bahwa status anda liber (bebas, tidak terikat) untuk menikah dengan calon suami anda tersebut. Jangan khawatir, prosesnya tidak “menakutkan” seperti judulnya.

    Mengenai kursus perkawinan Katolik, saya menyarankan anda mengikutinya.Ini bukan pelajaran agama untuk menjadi KAtolik, melainkan pelajaran supaya anda lebih memahami mengenai arti perkawinan Katolik yang bersifat monogami dan tidak terceraikan. Bagaimana membangun keluarga yang harmonis seperti kehendak Allah.

    Setelah semua hal di atas dilalui dan segala persyaratan administrasi dipenuhi, tentu saja perkawinan anda dan pasangan anda dapat dikukuhkan di Gereja Katolik di Indonesia.

    Mengenai status perkawinan tersebut dalam hukum negara, memang hukum perkawinan di Indonesia masih menghalangi perkawinan beda agama (itu sebabnya banyak pasangan beda agama menikah di luar Indonesia, kemudia mendaftarkan perkawinan tersebut di catatan sipil). Namun saya menyarankan anda untuk berdiskusi dengan sekretariat paroki Gereja Katolik, mungkin mereka bisa memberi bantuan atau memberi informasi untuk jalan keluar masalah ini.

    Percayalah, Allah akan membantu kalian untuk mengikatkan tali cinta kalian di hadapan Allah di depan altar Gereja-Nya yang Kudus. Jika Ia menghendaki maka akan terjadi.

    May God bless your steps..

  26. Romo, saya beragama katolik dan calon saya beragama kristen GMIT. kami punya masalah mengenai permberkatan nikah. orang tua pasangan saya menginginkan kami nikah bedah agama tetapi dilangsungkan digereja GMIT. setelah berkonsultasi dengan pendeta di gereja calon saya, mereka tidak keberatan dan keluarga saya juga setuju. yang ingin saya tanyakan bagaimana tanggapan gereja katolik dan apa jalan yang kami harus tempuh agar pernikahan kami tetap diakui oleh dua gereja (kriten-Katolik). Bagi saya dan pasangan saya, kami tidak mau melakukan suatu pernikahan dengan cara paksaan dan tetap menghormati keyakinan kami masing-masing.terima kasih atas penjelasanya Romo!

  27. Romo, saya telah menerima sakramen pernikahan, Dan Kami nikah berbeda gereja, istri saya beragama pantekosta.sebelum menerima sakramen pernikahan, Kami berdua mengikuti kursus, Dan saya mengurus semua prosedur dari gereja .dan juga istri saya membuat pernyataan bahwa apabila mempunyai anak, akan mengikuti agama ayahnya.kami telah menikah hampir satu tahun, Dan memiliki seorang putri, sekarang berusia 3 bulan.permasalahan nya sekarang, istri saya selalu ingin membawa anak saya ke gereja nya, Dan saya merasa istri saya hanya membuat pernyataan palsu, atau hanya membohongi supaya Kami dapat menerima sakramen pernikahan .mohon penjelasan Dan jalan keluar dari Romo, thanks

  28. Romo, saya berhubungan dengan wanita beda agama, dan dalam waktu dekat saya ingin menikah, apakah bisa kita nikah beda agama, dan apa aja persyaratannya Romo, kebetulan saya kristen protestan. Minta solusinya Romo atas masalah ini. TUHAN YESUS MEMBERKATI

  29. Salam romo,

    Saya sudah 9 tahun pacaran dengan wanita katolik babtis katolik,sedangkan saya babti buddha,kami ingin ke jenjang pernikahan,kendala utama kami adalah agama,menurut info yg saya peroleh kalo kami tetap beda agama maka pasangan saya tidak bisa lagi menerima komuni maka dia ingin saya juga katolik sedangkan saya belum percaya terhadap katolik,pasangan sy menyarankan sy d babtis toh slama ini sy jg sering ke greja krn menemaninya,sedangkan prinsip sy agama itu bukan mainan yg bisa d bohongi,agama adalah hak yg paling hakiki.solusinya sy bersedia d berkati d gereja tp jgn paksa saya utk d babtis krn kalau sy d babtis maka sy akan berani berbohong pada allah bapa ketika saya d babtis pasti akan ada pertanyaan apakah anda yakin dan percaya dengan yesus kristus?sy akan jawab iya demi lancarnya perkawinan tp sy membohongi tuhan dan iman sy sendiri,pertanyaan sy kenapa pihak katolik memperlakukan pasangan beda agama berbeda?dgn tidak bisa terima komuni?apa itu tidak sama saja dengan mengucilkan pasangan saya padahal iman dia bagus,dan apakah anda yakin kalo tuhan menentang perkawinan berbeda agama?selama kami bisa membina keluarga dengan baik?dan berprilaku baik,apakah menjadi penting beda agama?bukankan sejak perjanjian baru berlaku hukum kasih yg d buddhis juga d ajarkan hal yg sama?harap penjelasannya romo terima kasih.

  30. Selamat siang romo, saya mau menanyakan saya dan pasangan saya berencana utk melanjutkan hubungan kami kejenjang yang lebih serius yaitu PERNIKAHAN. tapi kendala dikami berdua adalah saya beragama Kristen Protestan dan terdaftar di Gereja Kristus Petamburan sedangkan pasangan saya beragama Katolik dan terdaftar di Gereja St. Barnabas Pamulang. kami berdua masih sangat awan dan belum memiliki gambaran apa sajakah yang harus kami persiapkan mengenai persayaratan dalam gereja. kami berdua ingin menikah secara kristen tetapi saya jg berharap, bila nantinya pasangan saya sewaktu-waktu ingin beribadah kekatolik dia tetap bisa diterima dan dapat beribadah. kira2 persyaratan apa yang harus kami berdua siapkan dan lengkapi agar rencana pernikahan kami nanti dapat berjalan dengan baik dan lancar.

    terima kasih romo.

  31. Selamat malam Romo

    Saya mempunyai beberapa pertanyaan :

    1. Kebetulan saya dan pasangan sudah menikah secara sipil di luar negeri. Saya Katolik dan suami saya Islam. Namun walaupun sudah menikah secara sipil dan sudah mempunyai akte pernikahan, kami ingin meminta pemberkatan pernikahan di Gereja, apakah memungkinkan?

    2. Mohon maaf atas pertanyaan yang sensitif ini, namun saya perlu mengetahui mengapa sebagai seorang Katolik yang menikah dengan seorang Islam saya tidak diperbolehkan melakukan pemberkatan pernikahan dengan tata cara Islam juga?

    Mohon infonya. Tuhan memberkati

  32. Mlm romo,
    Kami berencana menikah. Saya beragama kristen protestan , calon saya muslim.
    Apa yg hrs kami lakukakan agar pernikahan kami sah secara hukum dan agama.
    Dan pernikahan hrs kami lakukan dg cara apa?
    Karena kami berdua bersikukuh dengan agama kami masing-masing.
    Kami tunggu penjelasan dan kabar bauk dr romo.
    Terima kasih dan Tuhan Yesus memberkati romo selalu

  33. Met malem Romo :
    Romo, saya muslim, ingin menikah dengan wanita katolik udah babtisan dari lahir. saya ingin menikah secara katolik, yang ingin saya tanyakan apakah dalam catatan sipil harus mengganti identitas KTP saya dari Islam jadi Katolik, jika menikah secara katolik? trims

  34. Dear Romo,
    Saya Katolik tapi belum baptis, sejak lahir dilahirkan dari keluarga yg menikah di cacatatn sipil (pembaharuan pernikahan orangtua sudah saat ini), saya sudah berpacaran dengan wanita muslim selama kurang lebih 5 thn. saya bingung romo, kita berbeda keyakinan ingin bersatu dalam penikahan yg sah tanpa merubah keyakinan kita masing2. saya sudah menyakinkan dia bahwa gereja katholik memberi jalan untuk kasus kita ini. pada saat ini saya telah mengikuti katekis selama hampir 1 setengah tahun, moga2 desember nanti saya dibaptis. oh ya romo saya juga sudah di desak oleh orang tua pasangan saya agar segera menikah. syarat2 apa saja yg musti saya penuhi untuk menikah di gereja katolik, dan berapa lamakah proses keluarnya surat baptis, dan estimasi waktu dari pengajuan ke paroki untuk menikah hingga pelaksannanya. terima kasih romo saya bisa curhat :)

  35. dear romo.
    sy mau tanya rm.
    sy(pr)brncna menikah dgn duda bragama islam.
    kmi brncna nikah secara katolik.
    krna pcr sy ini mau masuk mjd agama katolik.
    bgmn syarat nya romo,krna yg sy dpt info,kalau duda lbh sulit dlm mengajukan dispensasi nya.
    trims rm.

  36. dear romo,
    saya wanita beragama islam dan sama sudah menjalin hubungan selama 3 tahun dengan laki-laki beragama khatolik..
    kami berencana ingin menikah secara dispensasi, lalu bagaimana caranya dan apakah pernikahan kami sah??
    lalu apakah anak-anak kami nanti harus beragama khatolik?
    mohon bimbingannya, terimakasih.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>