PROGRAM PINJAMAN KAKI LIMA
(Inovasi Keuangan Mikro – Credit Union)
Mengantar usahawan kecil menjadi anggota CUBG dan
Membantu CUBG menjangkau usahawan kecil
Latar Belakang
Menurut data pemerintah Indonesia, mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan sejumlah 37 juta. Angka ini diambil dari pendapatan Rp 166,697 per kapita per bulan atau US$ 0,58/hari. Menurut Bank Dunia, mereka yang pendapatannya US$ 1 per hari, jumlahnya lebih dari 63 juta. Sedang jika memakai garis kemiskinan moderat Bank Dunia sebesar US$ 2 per hari, jumlah orang miskin di Indonesia sekitar 126 juta jiwa atau sekitar 50% dari jumlah penduduk 230 juta.
Kebanyakan dari golongan miskin ini mempunyai usaha kecil. Namun mereka tidak mempunyai akses pada lembaga keuangan formal. Hadirnya sekitar 50.000 lembaga kredit mikro belum cukup mampu menjangkau kebutuhan mereka.
Credit Union Bererod Gratia (CUBG) berpotensi untuk membantu anggotanya untuk meningkatkan kesejahteraan. Meskipun sudah ada produk pinjaman kapitalisasi sebesar Rp 2.000.000 yang memungkinkan orang dengan penghasilan rendah menjadi anggota CUBG, namun kewajiban untuk melunasi pinjaman tersebut tetap dirasa berat oleh kelompok miskin. Akibatnya pelayanan CUBG sulit menjangkau kelompok yang sungguh miskin. Padahal mereka butuh tambahan modal supaya dapat meningkatkan omset usaha.
Untuk menjawab persoalan itu, para aktivis CUBG Duren Sawit, bekerjasama dengan PSE Paroki Santa Anna merancang Program Inovasi Keuangan Mikro Credit Union (Credit Union Microfinance Innovation – CUMI). Agar orang mudah memahami, program ini dinamai PROGRAM PINJAMAN KAKI LIMA (PPKL).
Dengan memberikan pinjaman modal tanpa agunan kepada para anggota, PPKL diharapkan dapat mengantar masyarakat miskin untuk meningkatkan pendapatan dan tabungan. PPKL tidak lain merupakan persiapan untuk anggota CUBG. Setelah lulus dari program PPKL dan menjadi anggota CUBG, mantan anggota PPKL akan memperoleh banyak keuntungan sebagai anggota CUBG seperti memperoleh pinjaman dalam jumlah yang lebih besar, menabung dengan balas jasa simpanan dan perlindungan pinjaman dan asuransi jiwa.
VISI
Meningkatkan pendapatan bagi para usahawan kecil di Jakarta Timur dan membantu mereka untuk meningkatkan tabungan dan investasi di CUBG.
MISI
PROGRAM PINJAMAN KAKI LIMA mempunyai misi untuk memberikan pelayanan keuangan mikro (pinjaman dan tabungan) bagi para usahawan kecil dan mengarahkan mereka menjadi anggota Credit Union Bererod Gratia.
STRATEGI
Supaya mampu melayani dan mendampingi para peminjam secara intensif dan professional, sederhana dan cepat, PPKL digerakkan oleh Tim Khusus. Tim ini mempunyai kewenangan untuk merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi program-program kerja PPKL. Ia juga mempunyai kewenangan untuk melakukan kerjasama dengan pihak-pihak lain untuk mendukung visi dan misi PPKL.
SUMBER PENDANAAN
PPKL mencari sumber pendanaan dari anggota, lembaga lain maupun donatur/investor per orangan. Tabel berikut merupakan skema pendanaannya.
Sumber Pendanaan Balas Jasa
A. Anggota: 14% per 12 bulan
B. Donasi perorangan atau Lembanga Lain: 0%
C. Pinjaman Lembaga Lain: Sesuai perjanjian
D. Pinjaman filantropi perorangan: 0%
BESARAN PINJAMAN DAN BUNGA
Pinjaman diberikan dengan model tahapan antara Rp 500.000 sampai Rp 3.000.000. Peminjam yang memiliki catatan tabungan dan pengembalian pinjaman yang baik mempunyai jaminan mendapatkan pinjaman yang lebih besar.
1. Pinjaman diberikan tanpa agunan
2. Jangka waktu peminjaman antara 4-24 minggu
3. Bunga pinjaman sebesar 0.75% per minggu tetap.
4. Setoran dilakukan mingguan (7 hari)
5. Biaya pelayanan Rp 25.000.
6. Denda keterlambatan 3% dari cicilan dan bunga.
Paket Pinjaman
1. Rp 500.000,-
2. Rp 750.000,-
3. Rp 1.000.000,-
4. Rp 1.500.000,-
5. Rp 2.000.000,-
TARGET PEMINJAM
1. Pinjaman diberikan untuk kegiatan usaha saja
2. Calon peminjam berpendapatan kurang dari Rp 1,5 juta per bulan
3. Tidak punya akses pada lembaga keuangan formal
4. Peminjam punya usaha produktif
5. Calon peminjam yang belum mempunyai usaha dapat memperoleh pinjaman dengan syarat bergabung dalam satu kelompok yang minimal dua anggotanya sudah punya usaha.
6. Peminjam perempuan mendapat prioritas
TAHAP-TAHAP PEMINJAMAN
1. Calon peminjam membentuk kelompok dengan anggota 5 orang. Anggota keluarga tidak boleh berada dalam satu kelompok. Kelompok sedapat mungkin tinggal atau punya usaha di tempat yang saling berdekatan.
2. Calon anggota menyerahkan fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga) kepada Staf atau relawan PPKL. Staf atau relawan PPKL memberikan pelatihan selama minimal 2 jam dalam hal manajemen usaha kecil dan tata cara pelaksanaan program PPKL.
3. Kalau berjalan baik, kelompok disahkan. Angota memilih dua orang sebagai Ketua dan Bendahara.
4. Seminggu setelah kelompok disahkan, dua atau tiga orang anggota memperoleh pinjaman pertama.
5. Pencairan pinjaman harus dihadiri seluruh anggota dan anggota lain berperan sebagai penjamin.
6. Peminjam mengangsur satu minggu setelah menerima pinjaman.
7. Pinjaman kedua diberikan kepada dua atu tiga orang berikutnya setelah pinjaman pertama diangsur secara tertib selama dua minggu.
8. Setiap anggota dapat mengajukan pinjaman baru jika pinjamannya sudah lunas dan tidak ada anggota yang lalai mengangsur.
9. Kelalaian pinjaman ditanggung renteng; pinjaman berikutnya tidak dapat dikucurkan sebelum kelalaian pinjaman diselesaikan.
TABUNGAN
• Anggota wajib menabung tiap minggu minimal Rp 5.000.
PERTEMUAN KELOMPOK
• Kelompok bertemu seminggu sekali dengan Staf atau relawan PPKL untuk menyerahkan cicilan pinjaman beserta bunga dan tabungannya, berbagi pengalaman, memberikan usulan ataupun mendapatkan informasi atau pelatihan dari Staf atau relawan PPKL.
Alamat kantor:
Gedung Yos Sudarso, Jl. Laut Arafuru Blok A7 No 7, Kav AL, Duren Sawit, Jakarta Timur 13440, tlp 021-8612817, 86602879 ext. 26.







Saya rasa ini solusi yang baik untuk umat paroki terutama yang memiliki usaha kecil yang produktif dan sulit mengembangkan usaha yang kompetitif dengan usaha sejenis.
Saya tidak mengetahui dengan jelas apakah program ini sudah menjangkau ke seluruh umat melalui ketua lingkungan masing-masing atau melalui media yang lain, karena kalau Program yang Bagus ini hanya ada di Website St Anna dan belum sampai ke target umat/kelompok yang dimaksud diatas sangat disayangkan. Umumnya sebagian umat jarang membuka Website St. Anna, maka informasi ini belum maksimal sampai ke umat/kelompok.
Semoga dengan adanya PPKL ini umat mampu meningkatkan usaha dan taraf hidup serta berinvestasi dengan menjadi anggota di CUBG.
Christina L.
hai cristine, saya juga tertarik ingin membantu, namun dari mana mulai nya? sebab biasanya usaha kecil malu jika ia punya kesulitan untuk menyampaikan kepada kita ini. saya hanya melirik sebagian didaerah tempat tinggal saya di pondok kelapa, yaitu tukang sayur yang menetap di pos. tukang ojek langganan putraku untuk menghantar kegereja dan si penjual jamu langganan dan tukang kue pagi hari yg sering menawarkan dagangan nya. pernah kutanya, ia ambil dengan orang lain,ia hanya menjualnya saja.
namun untuk mengelompokan nya, saya rasa sedikit mendapatkan kesulitan, namun tidak ada salah nya saya mencoba, bertanya kepada mereka. kalau-kalau mereka butuh dana,yang entah dapat dari mana? sehingga, bisa lanjut terus usahanya agar lebih berkembang dan terus berjualan. moga-moga tidak mendapatkan kesulitan untuk mempercayai orang lain ya.
tapi prakteknya, saya inginkan tiem dari cu sendiri yang mensurvei,saya hanya memperkenalkannya saja. boleh khn? sebab setahu saya mereka kebanyakan pendatang dari daerah, di sini mengontrak. apa itu dapat diberi kesempatan?
harapan saya, cristine yang lebih banyak dan lebih dulu berkecimpung di st anna &banyak mengenal umatnya, ayo dong beri dukungan nyata sehingga cu ini berkembang dengan berbagai program….
salam
r.m
Kemarin Rabu malam waktu Misa Lingkungan ditempat saya ,setelah Misa saya coba sosialisasikan kepada warga secara umum dan print out nya saya berikan ke sie sosial Lingkungan , supaya yang berminat bisa daftar via sie sosial Lingkungan kami. Juga email Rm Sudri saya forward kan kepada teman-teman di Lingkungan yang punya email supaya mereka juga bisa mensosialisakan ke mereka yang memerlukan.
Anda semua juga bisa membantu mensosialisasikannya karena kita tahu sebagian warga tidak punya akses internet, nah print out, fotocopy and bagikan kepada mereka2 supaya mereka bisa peljari details nya
salam,
mary
Yth:Romo dan staf CU sdr sari dan rosa
trima kasih buat semuanya atas kebaikan yang diberikan koperasi
gereja santa anna sangat-sangat membantu buat kita2 pedagang kecil.bingung kesana-kemari untuk mencari tambahan modal,untung saja ada ibu2 dari gereja mau memberikan solusi/jalan keluar bagi kami.
itu ujar’salah seorang kepala kelompok PPKL yang menjadi bagian program microfinance.seorang penjual kue keliling bernama patijem.patijem ini selaku kepala kelompok satu dan juga refrensi kelompok dua,ia mengatakan kepada saya dengan rasa syukur dan sangat berhati2 sekali.
dan ia juga yg membantu dlm setiap kelompok mengingatkan akan kewajiban dlm tiap2 mgg untuk menitip setor kepada saya.
memang kalau kita tak mengenal dan mencoba,kita tak pernah paham
akan kesulitan mereka2 ini,pribahasa tak kenal maka tak sayang.
walaupun kita tdk satu iman kalau saja hati kita tergerak,semua
dapat mendatangkan banyak pertolongan bagi sesama.
mgg ini kelompok 1 dan 2 sdh berjln ke 6 dan ke 3
syukur sampai saat ini lancar& tertib.itu yg membuat saya bersemangat membantunya sbg pos,terpancar dari wajah mereka
saat memberi angsurannya kalau mereka tdk mau dinilai lalai&
sangat berharap masih bisa dimulai lagi untuk kelompok2 barunya.
mereka ini kebanyakan para perantau dari pelosok desa,namun berjuang untuk bekerja membantu perekonomian keluarga,dan mayoritas para ibu2.
sampai saat ini,yang saya lihat&ketahui mrk2 adalah:penjual sayur,penjual kue,warung,penjual oli.semua mempunyai usaha.
tanpa disadari,mereka sebenarnya sdh sangat menanti-nanti program ini.dan dari pembicaraan satu ke satu yg lainnya,sehingga banyak kelompok lain lagi ingin diberikan kesempatan sama spt kelompok1&2.
apakah masih terbuka kesempatan ini?untuk kelompok baru?
&lokasi tdk jauh dgn yg ke1&2.
terima kasih kepada Romo Sudri yang membuat bagian program ini.
terima kasih buat Sari dan rosa yg jg sdh bersusah payah mensurvei tmp mereka.semoga kalian tetap sehat dn ttp semangat.bergandeng tangan untuk menolong sesama siapapun ia.
karena senyum kita,dan pengorbanan kalian,membawa kepada mereka
bagai pertolongan dikala mendesak&kesulitan ekonomi saat ini.
GBU ALL
kembali lagi saya datang dikolom ini,sebagai tanda terima kasih
dari satu kelompok lagi yg ke 4.PPKL ini.
sudah beberapa minggu mereka yg terdiri dari 5 orang yang statusnya,adalah penjual minyak literan,penjual kue keliling,penjual sarapan pagi keliling,penjual pecel disore hari.
menemui saya,selaku Pos pembayaraan di daerah Pondok Kelapa..
yang dibantu..adalah orang-orang yg benar2 membutuhkan uluran bantuan dana dari kita semua,
Mereka,satu persatu penuh semangat untuk membayar tiap2 minggu.
dan berterima kasih,kepada..Tim CU,yg tergerak hatinya mau membantu mereka,mendapatkan pinjaman dengan bunga yg relatif terjangkau bagi mereka,sehingga PUJI ALLAH baginya,keluarga mereka sekarang masih bisa eksis berjualan tiap2 harian nya.
sehingga pembayaraan sekolah anak2 mereka,juga tidak lagi tersendat2,tiada kata yg paling Indah,yg ia sampaikan,buat
Tim CU ini,yg sudah memberikan program baiknya,bagi kami orang kecil..ujar ketua kelompok..Mba Patijem..yg sangat rajin kerumah
setiap hari sabtu,untuk membayar setoran.
Kalau saja,semua umat tergerak&bisa melihat dalam-dalam,apa saja
yang sudah dilakukan oleh Pengurus Dewan Paroki berserta..Pastor2 yg terlibat,sangat2 lah kita bisa memahami.
kalau..mereka2 ini,bisa kita beri penghargaan.
namun kami semua sebagai umat yg sudah tau beres nya saja.
Hanya bisa mengucapkan Banyak-banyak terima kasih,atas kemajuan
dari Paroki kita ini.St Anna..
semoga kedepan nya…Paroki ini semakin baik&Penuh Cinta Kasih
agar semua memandang dari apapun yg di kerjakan&diberikan
BAIK ADANYA…
SEMOGA RAHMAT TUHAN KITA YESUS KRISTUS TERUS TINGGAL DIHATI KALIAN SEMUA….
salam