<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pindah Agama Mengikuti Agama Sang Pacar</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/pindah-agama-mengikuti-agama-sang-pacar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/pindah-agama-mengikuti-agama-sang-pacar/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 10:39:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Sandra</title>
		<link>http://gerejastanna.org/pindah-agama-mengikuti-agama-sang-pacar/comment-page-1/#comment-2933</link>
		<dc:creator>Sandra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 05:06:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=380#comment-2933</guid>
		<description>Dear All,

Saya sebagai perwakilan putri yg dibhs dlm topik berikut sebenarnya jg merasa kecewa dan sedih dgn keputusan yg dipilih oleh putri tsb. Saat ini lingkungan pergaulan, lingkungan kuliah, lingkungan pekerjaan saya didominasi oleh mayoritas agama yg berbeda dgn saya namun saya tdk sama sekali berniat meninggalkan Tuhan Yesus dan Bunda Maria sedikit pun. Bahkan sy pernah dipengaruhi tmn kerja sy utk pindah menjd Muslim, namun sy berdebat dgn mempertahankan agama Katolik yg sy anut. Teman sy tsb akhirnya merasa malu dan segan setiap bertemu sy skrg. Sy bukan termasuk org yg aktif dlm kegiatan-kegiatan Gereja namun sy tetap memelihara keimanan dan keteguhan sy utk menganut Katolik, dan smg keimanan sy tdk tergoyahkan smp sy tiada. Sy pernah berhub dgn pria yg tdk seiman, namun sy menolaknya krn bg sy Tuhan Yesus yg lebih utama. Sy jg pernah berhub dgn pria yg seiman namun ditentang ortu, mungkin Tuhan Yesus belom menghendaki. Ortu saya dulu menikah dgn berbeda agama, Ibu sy Muslim dan Ayah sy Katolik namun akhirnya Ibu sy berpindah menjd Katolik sejak sy lahir. Ibu sayalah yg selalu mengajarkan dan membimbing keimanan sy agar setia pada Katolik.Menurut saya, membina dan membangun keluarga tdk hanya berdasarkan kecocokan dan cinta, tp jg kesetiaan dan keimanan yg teguh pd Tuhan agar keluarga yg dibangun selalu dibimbing dan diberkati oleh Tuhan. Smg seluruh pemuda-pemudi Katolik selalu dibimbing dan dilindungi Tuhan Yesus dan Bunda Maria utk memperteguh dan mempertahankan keimanan mereka smp akhir hayat. GBU.

Salam Damai,


SND</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear All,</p>
<p>Saya sebagai perwakilan putri yg dibhs dlm topik berikut sebenarnya jg merasa kecewa dan sedih dgn keputusan yg dipilih oleh putri tsb. Saat ini lingkungan pergaulan, lingkungan kuliah, lingkungan pekerjaan saya didominasi oleh mayoritas agama yg berbeda dgn saya namun saya tdk sama sekali berniat meninggalkan Tuhan Yesus dan Bunda Maria sedikit pun. Bahkan sy pernah dipengaruhi tmn kerja sy utk pindah menjd Muslim, namun sy berdebat dgn mempertahankan agama Katolik yg sy anut. Teman sy tsb akhirnya merasa malu dan segan setiap bertemu sy skrg. Sy bukan termasuk org yg aktif dlm kegiatan-kegiatan Gereja namun sy tetap memelihara keimanan dan keteguhan sy utk menganut Katolik, dan smg keimanan sy tdk tergoyahkan smp sy tiada. Sy pernah berhub dgn pria yg tdk seiman, namun sy menolaknya krn bg sy Tuhan Yesus yg lebih utama. Sy jg pernah berhub dgn pria yg seiman namun ditentang ortu, mungkin Tuhan Yesus belom menghendaki. Ortu saya dulu menikah dgn berbeda agama, Ibu sy Muslim dan Ayah sy Katolik namun akhirnya Ibu sy berpindah menjd Katolik sejak sy lahir. Ibu sayalah yg selalu mengajarkan dan membimbing keimanan sy agar setia pada Katolik.Menurut saya, membina dan membangun keluarga tdk hanya berdasarkan kecocokan dan cinta, tp jg kesetiaan dan keimanan yg teguh pd Tuhan agar keluarga yg dibangun selalu dibimbing dan diberkati oleh Tuhan. Smg seluruh pemuda-pemudi Katolik selalu dibimbing dan dilindungi Tuhan Yesus dan Bunda Maria utk memperteguh dan mempertahankan keimanan mereka smp akhir hayat. GBU.</p>
<p>Salam Damai,</p>
<p>SND</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Besse</title>
		<link>http://gerejastanna.org/pindah-agama-mengikuti-agama-sang-pacar/comment-page-1/#comment-2930</link>
		<dc:creator>Besse</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 14:35:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=380#comment-2930</guid>
		<description>Kalau menurut aku pindah agama itu adalah hal yang paling aku benci, krn kalau itu memang agama yg di ajarkan oleh orang tua pasti benar,,, dan dalam agama saya (islam) baru akan terbentuk keluarga yang sakinah apaBilah dalam keluarga tersebut telah tercapai satu kepercayaAn.. Dan menurut saya orang yg pindah agama itu lebih memilih manusia (pacarnya) dari pada allah, maka berdosalah dia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau menurut aku pindah agama itu adalah hal yang paling aku benci, krn kalau itu memang agama yg di ajarkan oleh orang tua pasti benar,,, dan dalam agama saya (islam) baru akan terbentuk keluarga yang sakinah apaBilah dalam keluarga tersebut telah tercapai satu kepercayaAn.. Dan menurut saya orang yg pindah agama itu lebih memilih manusia (pacarnya) dari pada allah, maka berdosalah dia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aloysius Adi</title>
		<link>http://gerejastanna.org/pindah-agama-mengikuti-agama-sang-pacar/comment-page-1/#comment-2171</link>
		<dc:creator>Aloysius Adi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 17:46:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=380#comment-2171</guid>
		<description>Mas Bayu, saat saya harus berpisah dengan kekasih saya lebih dari 30 tahun yang lalu karena perbedaan agama, saya merasakan yang Mas Bayu rasakan saat ini. Pada saat itu saya bingung karena kami saling mencintai. Terus terang bukan kemampuan saya sendiri untuk memutuskan ikatan cinta yang telah terjalin (awalnya saya berharap &quot;dia&quot; dapat mengikuti agama saya yang Katolik, ternyata saya keliru, saya yang &quot;dia&quot; minta ikut agamanya).  Atas desakan orang tua dan saudara-saudara saya yang Katolik taat akhirnya dengan hati yang sangat berat saya memutuskan hubungan dengan&quot;dia&quot;. 
Benar kata orang &quot;time will heal the wound&quot;, dengan tetap setia kepada Tuhan Yesus dan menyerahkan kepadaNya untuk memberikan pasangan yang sesuai bagi saya, saya mendapatkan ganti seorang Katolik yang dalam beberapa hal lebih sesuai/cocok daripada si &quot;dia&quot;. Kini hampir 30 tahun berlalu, Tuhan membimbing keluarga kami dalam kasih yang hangat. Anak-anak tumbuh dalam iman yang mantap, kami sekeluarga aktif dalam bidang pelayanan kami masing-masing.

Mas Bayu, mari bangkit... mencari komunitas yang dapat membantu melupakan kekasih yang &quot;berat syarat&quot; tersebut. Somewhere out there ada seorang gadis anak Tuhan yang sedang menanti Anda. Terlalu besar pengorbanan yang harus Anda berikan jika untuk mendapatkan cintanya harus melepaskan Tuhan Yesus.
Semoga Tuhan memberkati &amp; membimbing Anda.
Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Bayu, saat saya harus berpisah dengan kekasih saya lebih dari 30 tahun yang lalu karena perbedaan agama, saya merasakan yang Mas Bayu rasakan saat ini. Pada saat itu saya bingung karena kami saling mencintai. Terus terang bukan kemampuan saya sendiri untuk memutuskan ikatan cinta yang telah terjalin (awalnya saya berharap &#8220;dia&#8221; dapat mengikuti agama saya yang Katolik, ternyata saya keliru, saya yang &#8220;dia&#8221; minta ikut agamanya).  Atas desakan orang tua dan saudara-saudara saya yang Katolik taat akhirnya dengan hati yang sangat berat saya memutuskan hubungan dengan&#8221;dia&#8221;.<br />
Benar kata orang &#8220;time will heal the wound&#8221;, dengan tetap setia kepada Tuhan Yesus dan menyerahkan kepadaNya untuk memberikan pasangan yang sesuai bagi saya, saya mendapatkan ganti seorang Katolik yang dalam beberapa hal lebih sesuai/cocok daripada si &#8220;dia&#8221;. Kini hampir 30 tahun berlalu, Tuhan membimbing keluarga kami dalam kasih yang hangat. Anak-anak tumbuh dalam iman yang mantap, kami sekeluarga aktif dalam bidang pelayanan kami masing-masing.</p>
<p>Mas Bayu, mari bangkit&#8230; mencari komunitas yang dapat membantu melupakan kekasih yang &#8220;berat syarat&#8221; tersebut. Somewhere out there ada seorang gadis anak Tuhan yang sedang menanti Anda. Terlalu besar pengorbanan yang harus Anda berikan jika untuk mendapatkan cintanya harus melepaskan Tuhan Yesus.<br />
Semoga Tuhan memberkati &amp; membimbing Anda.<br />
Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bayu Widhi Astono</title>
		<link>http://gerejastanna.org/pindah-agama-mengikuti-agama-sang-pacar/comment-page-1/#comment-2170</link>
		<dc:creator>Bayu Widhi Astono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 13:34:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=380#comment-2170</guid>
		<description>saya sekarang mengalami sendiri, meskipun saya laki-laki, ternyata mengalahkan perasaan cinta tidaklah mudah. saya kristen, berpacaran dengan cewek muslim..mungkin terlalu lama kita tanpa status yang pasti, tapi akhirnya dia lepaskan saya untuk kemudian memilih sahabat saya yang Katolik karena sahabat saya bersedia mengganti agamanya ke muslim. hal yang rumit, antara saya memperjuangkan sahabat saya dan juga cewek saya. sekali lagi masalah perasaan tidak akan mampu menguak hal2 yang kadang menjadi prinsip. pengetahuan agama yang mendalam pun tetep tidak mendukung. karena yang ada dipikiran saya sekarang adalah bagaimana mendapatkan wanita pujaan saya kembali, meskipun harus berselisih dengan sahabat saya. tapi akhirnya tidak ada yang benar. karena semua bertaruh iman untuk mendapatkannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sekarang mengalami sendiri, meskipun saya laki-laki, ternyata mengalahkan perasaan cinta tidaklah mudah. saya kristen, berpacaran dengan cewek muslim..mungkin terlalu lama kita tanpa status yang pasti, tapi akhirnya dia lepaskan saya untuk kemudian memilih sahabat saya yang Katolik karena sahabat saya bersedia mengganti agamanya ke muslim. hal yang rumit, antara saya memperjuangkan sahabat saya dan juga cewek saya. sekali lagi masalah perasaan tidak akan mampu menguak hal2 yang kadang menjadi prinsip. pengetahuan agama yang mendalam pun tetep tidak mendukung. karena yang ada dipikiran saya sekarang adalah bagaimana mendapatkan wanita pujaan saya kembali, meskipun harus berselisih dengan sahabat saya. tapi akhirnya tidak ada yang benar. karena semua bertaruh iman untuk mendapatkannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: J. Harjanto</title>
		<link>http://gerejastanna.org/pindah-agama-mengikuti-agama-sang-pacar/comment-page-1/#comment-1540</link>
		<dc:creator>J. Harjanto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 03:39:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=380#comment-1540</guid>
		<description>Pindah mengikuti agama sang pacar, terlihat sebagai suatu hal biasa karena sering ditemui. Apalagi bila didramatisasi dengan siapa yg lebih dominan dan berkuasa. 
menurut hemat saya yang justru perlu dicermati adalah sang tokoh Putri ini adalah:  
1. secara historis seberapa banyak ia menggali apa dan bagaimana menjadi &quot;Katholik yg BAIK &amp; BENAR&quot; baik karena keinginan pribadi, didorong oleh orang tua, lingkungan atau gereja. Karena bila Putri ini hanya Katholik NaPas (Natal &amp; Paskah) maka agama hanya sebuah syarat untuk identitas dipergaulan atau di KTP, sehingga kepindahannya tidak terlalu mengejutkan. 
2. Bila sang tokoh adalah seorang yang rajin mendalami hakekat ke Katholikannya dan komunitas sangat aktif mendukung, hal ini barangkali cukup mengejutkan.
Keputusan seseorang untuk pindah bisa dikatakan sebagai Hak azasi ybs. Yang mungkin perlu dipertanyakan adalah seberapa peduli komunitas yg ada disekeliling Putri dan putri yang lain untuk membuat/mengupayakan Katholik tetap menarik dan Up to date bukan saja sebagai the way of life atau the way of thinking, tapi Katolik benar2 merupakan Jalan Kebenaran dan Hidup seperti yang disabdakan oleh YESUS sendiri. menjadi katholik bukan suatu paksaan atau pilihan tapi menjadi Katolik adalah suatu Rahmat dari Allah baik bagi diri sendiri maupun bagi sesama. sehingga diharapkan hal seperti diatas tidak terjadi lagi. pertanyaan inipun selelu kembali ke diri saya sudahkah saya menjadi rahmat/berkat bagi sesama ....., demikian GBU.

salam
JHa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pindah mengikuti agama sang pacar, terlihat sebagai suatu hal biasa karena sering ditemui. Apalagi bila didramatisasi dengan siapa yg lebih dominan dan berkuasa.<br />
menurut hemat saya yang justru perlu dicermati adalah sang tokoh Putri ini adalah:<br />
1. secara historis seberapa banyak ia menggali apa dan bagaimana menjadi &#8220;Katholik yg BAIK &amp; BENAR&#8221; baik karena keinginan pribadi, didorong oleh orang tua, lingkungan atau gereja. Karena bila Putri ini hanya Katholik NaPas (Natal &amp; Paskah) maka agama hanya sebuah syarat untuk identitas dipergaulan atau di KTP, sehingga kepindahannya tidak terlalu mengejutkan.<br />
2. Bila sang tokoh adalah seorang yang rajin mendalami hakekat ke Katholikannya dan komunitas sangat aktif mendukung, hal ini barangkali cukup mengejutkan.<br />
Keputusan seseorang untuk pindah bisa dikatakan sebagai Hak azasi ybs. Yang mungkin perlu dipertanyakan adalah seberapa peduli komunitas yg ada disekeliling Putri dan putri yang lain untuk membuat/mengupayakan Katholik tetap menarik dan Up to date bukan saja sebagai the way of life atau the way of thinking, tapi Katolik benar2 merupakan Jalan Kebenaran dan Hidup seperti yang disabdakan oleh YESUS sendiri. menjadi katholik bukan suatu paksaan atau pilihan tapi menjadi Katolik adalah suatu Rahmat dari Allah baik bagi diri sendiri maupun bagi sesama. sehingga diharapkan hal seperti diatas tidak terjadi lagi. pertanyaan inipun selelu kembali ke diri saya sudahkah saya menjadi rahmat/berkat bagi sesama &#8230;.., demikian GBU.</p>
<p>salam<br />
JHa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Verynandus Hutabalian</title>
		<link>http://gerejastanna.org/pindah-agama-mengikuti-agama-sang-pacar/comment-page-1/#comment-1539</link>
		<dc:creator>Verynandus Hutabalian</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 21:58:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=380#comment-1539</guid>
		<description>Saya belum tahu banyak tentang hal pernikahan. Di permukaan saya pernah mendengar menikah menyatukan 2 hal yang berbeda menjadi satu kesatuan dalam satu ikatan cinta dan kasih yang tidak terpisahkan kecuali kematian.
2 hal yang berbeda menjadi satu??........
Perlu kebesaran hati dan kerendahan hati untuk menjadi satu, baik itu dalam suatu konsep pemahaman agama/ menganut agama orang yang di kasihinya. Cinta= Kesetiaan dan Kasih= Pengorbanan.
Mungkin hanya itu yang saya tahu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya belum tahu banyak tentang hal pernikahan. Di permukaan saya pernah mendengar menikah menyatukan 2 hal yang berbeda menjadi satu kesatuan dalam satu ikatan cinta dan kasih yang tidak terpisahkan kecuali kematian.<br />
2 hal yang berbeda menjadi satu??&#8230;&#8230;..<br />
Perlu kebesaran hati dan kerendahan hati untuk menjadi satu, baik itu dalam suatu konsep pemahaman agama/ menganut agama orang yang di kasihinya. Cinta= Kesetiaan dan Kasih= Pengorbanan.<br />
Mungkin hanya itu yang saya tahu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Johan</title>
		<link>http://gerejastanna.org/pindah-agama-mengikuti-agama-sang-pacar/comment-page-1/#comment-1492</link>
		<dc:creator>Johan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 01:12:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=380#comment-1492</guid>
		<description>@only4JC, sebutan yang benar adalah Katolik dan Protestan. Anda perlu belajar lebih banyak mengenai pengetahuan iman Katolik, sehingga tahu betapa bedanya dengan pemahaman Protestan yang terdiri dari banyak denominasi (bahkan antar denominasi pun berbeda). Saya tidak mau bahas di sini, anda klik saja nama saya dan anda akan tahu mengenai apa yang saya bicarakan. tolong moderator next time awasi posting-posting seperti @only4JC karena bisa memancing perdebatan, ujung2nya forum konsultasi ini akan dipenuhi sampah dan berbau busuk.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@only4JC, sebutan yang benar adalah Katolik dan Protestan. Anda perlu belajar lebih banyak mengenai pengetahuan iman Katolik, sehingga tahu betapa bedanya dengan pemahaman Protestan yang terdiri dari banyak denominasi (bahkan antar denominasi pun berbeda). Saya tidak mau bahas di sini, anda klik saja nama saya dan anda akan tahu mengenai apa yang saya bicarakan. tolong moderator next time awasi posting-posting seperti @only4JC karena bisa memancing perdebatan, ujung2nya forum konsultasi ini akan dipenuhi sampah dan berbau busuk.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: only 4 JC</title>
		<link>http://gerejastanna.org/pindah-agama-mengikuti-agama-sang-pacar/comment-page-1/#comment-1491</link>
		<dc:creator>only 4 JC</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 22:21:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=380#comment-1491</guid>
		<description>Katolik dan Kristen cm dipisahkan oleh kebiasaan tata cara beribadah dan baberapa dokrin tertentu..Yesus yang kita sembah sebagai Tuhan dan Juruselamat..Yesus yang telah mati berkorban di kayu salib demi menebus dosa kita semua.syalom.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Katolik dan Kristen cm dipisahkan oleh kebiasaan tata cara beribadah dan baberapa dokrin tertentu..Yesus yang kita sembah sebagai Tuhan dan Juruselamat..Yesus yang telah mati berkorban di kayu salib demi menebus dosa kita semua.syalom.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: V</title>
		<link>http://gerejastanna.org/pindah-agama-mengikuti-agama-sang-pacar/comment-page-1/#comment-742</link>
		<dc:creator>V</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 10:19:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=380#comment-742</guid>
		<description>mmm...membaca judulnya saja sudah membuat saya tersenyum karena beberapa tahun yang lalu saya pribadi juga hampir saja melakukannya...:) (mohon maaf jika saya menulis sharing ini terlalu panjang)

pada saat itu saya sedang dalam kondisi yang serba salah karena kami berdua sejak semula sudah berkomitmen untuk menjalin hubungan yang serius...tidak hanya sekedar pacaran tetapi juga untuk menjalin hubungan ke jenjang pernikahan...

latar belakangnya adalah klasik yaitu saya menemukan pria idaman di dalam diri pasangan saya dan saya merasa sudah yakin untuk hidup bersama dengan dia...dan dia juga demikian.

perbedaannya adalah sebelum saya membuat keputusan untuk pindah agama, saya berkonsultasi terlebih dahulu dengan romo mahasiswa yang memang telah lama menjadi mentor iman saya. 

singkat cerita bahwa pindah agama atau tidak adalah keputusan yang harus saya buat secara bebas, tidak ada embel2 yang menjadi pendorongnya...tidak hanya itu...manusia satu waktu pasti akan meninggalkan kita atau ekstrimnya akan melakukan satu perbuatan pengkhianatan...sementara Yesus yang sudah aku kenal sejak aku dibaptis tak pernah sedetik pun melupakan aku apalagi meninggalkanku (mengkhianatiku)...Yesus akan selalu menunggu dengan sabar tanpa perduli apa yang aku lakukan kepadaNYA...

sejak itulah...saya kembali jatuh cinta pada Yesus dan pada kekatolikan saya...kemudian saya sampaikan kepada pasangan saya tentang keputusan saya yang tidak bisa mengkhianati cinta saya pada Yesus...tanpa terduga...pasangan saya tertarik ingin mengenal Yesus dan ingin pindah agama mengikuti agama saya dan kelak jika dia sudah seiman dengan saya maka perkawinan pun dapat dilaksanakan dengan baik...

lagi2 saya dihadapkan dengan dilema...pasangan saya berasal dari keluarga muslim yang taat...rasa2nya dia akan menghadapi halangan yang berat dari pihak keluarga...dan ternyata dia tidak keberatan akan hal tersebut...

keputusan &quot;sementara&quot; yang disampaikan oleh pasangan saya semakin membuat saya yakin bahwa dia lah &quot;soul mate&quot; bagi saya...tetapi tidak tahu kenapa...saya merasa ada sesuatu yang mengganjal di hati saya...dan saya sampaikan kepada pasangan saya untuk memberi saya waktu selama 3 bulan kemudian baru memberi persetujuan padanya untuk pindah agama yang saya anut...

selama 3 bulan penuh saya berdoa novena dan berpuasa...saya mohon pada Yesus dan Bunda Maria untuk memberi petunjuk mengenai keputusan apa yang harus saya ambil...

3 bulan telah berlalu dan petunjuk tersebut tidak muncul juga...saya semakin kalut dan bingung...akhirnya saya menyetujui pasangan saya untuk pindah agama yang saya anut dan bersedia menemani dia untuk kursus agama katolik...

sebelum hari pertama kursus dimulai, saya diminta ketemu dengan pasangan saya...pada saat itu dia menyampaikan bahwa dia tidak mungkin pindah agama karena dia juga ternyata tidak bisa mengkhianati imannya...akhirnya kita berdua pun berpisah secara baik2 dan sampai dengan saat ini kita berdua menjadi sahabat baik...meskipun sampai saat ini kami berdua sama2 belum menikah...

Tuhan memang mempunyai caraNYA sendiri di dalam menjawab semua doa saya...dan jawaban itu sangat manis...

terdapat begitu banyak latar belakang dan pertimbangan seseorang untuk pindah agama...pada saat inilah...seseorang tersebut membutuhkan satu pendampingan yang intens agar dia dapat membuat keputusan itu secara bebas...

Salam,
V</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mmm&#8230;membaca judulnya saja sudah membuat saya tersenyum karena beberapa tahun yang lalu saya pribadi juga hampir saja melakukannya&#8230;:) (mohon maaf jika saya menulis sharing ini terlalu panjang)</p>
<p>pada saat itu saya sedang dalam kondisi yang serba salah karena kami berdua sejak semula sudah berkomitmen untuk menjalin hubungan yang serius&#8230;tidak hanya sekedar pacaran tetapi juga untuk menjalin hubungan ke jenjang pernikahan&#8230;</p>
<p>latar belakangnya adalah klasik yaitu saya menemukan pria idaman di dalam diri pasangan saya dan saya merasa sudah yakin untuk hidup bersama dengan dia&#8230;dan dia juga demikian.</p>
<p>perbedaannya adalah sebelum saya membuat keputusan untuk pindah agama, saya berkonsultasi terlebih dahulu dengan romo mahasiswa yang memang telah lama menjadi mentor iman saya. </p>
<p>singkat cerita bahwa pindah agama atau tidak adalah keputusan yang harus saya buat secara bebas, tidak ada embel2 yang menjadi pendorongnya&#8230;tidak hanya itu&#8230;manusia satu waktu pasti akan meninggalkan kita atau ekstrimnya akan melakukan satu perbuatan pengkhianatan&#8230;sementara Yesus yang sudah aku kenal sejak aku dibaptis tak pernah sedetik pun melupakan aku apalagi meninggalkanku (mengkhianatiku)&#8230;Yesus akan selalu menunggu dengan sabar tanpa perduli apa yang aku lakukan kepadaNYA&#8230;</p>
<p>sejak itulah&#8230;saya kembali jatuh cinta pada Yesus dan pada kekatolikan saya&#8230;kemudian saya sampaikan kepada pasangan saya tentang keputusan saya yang tidak bisa mengkhianati cinta saya pada Yesus&#8230;tanpa terduga&#8230;pasangan saya tertarik ingin mengenal Yesus dan ingin pindah agama mengikuti agama saya dan kelak jika dia sudah seiman dengan saya maka perkawinan pun dapat dilaksanakan dengan baik&#8230;</p>
<p>lagi2 saya dihadapkan dengan dilema&#8230;pasangan saya berasal dari keluarga muslim yang taat&#8230;rasa2nya dia akan menghadapi halangan yang berat dari pihak keluarga&#8230;dan ternyata dia tidak keberatan akan hal tersebut&#8230;</p>
<p>keputusan &#8220;sementara&#8221; yang disampaikan oleh pasangan saya semakin membuat saya yakin bahwa dia lah &#8220;soul mate&#8221; bagi saya&#8230;tetapi tidak tahu kenapa&#8230;saya merasa ada sesuatu yang mengganjal di hati saya&#8230;dan saya sampaikan kepada pasangan saya untuk memberi saya waktu selama 3 bulan kemudian baru memberi persetujuan padanya untuk pindah agama yang saya anut&#8230;</p>
<p>selama 3 bulan penuh saya berdoa novena dan berpuasa&#8230;saya mohon pada Yesus dan Bunda Maria untuk memberi petunjuk mengenai keputusan apa yang harus saya ambil&#8230;</p>
<p>3 bulan telah berlalu dan petunjuk tersebut tidak muncul juga&#8230;saya semakin kalut dan bingung&#8230;akhirnya saya menyetujui pasangan saya untuk pindah agama yang saya anut dan bersedia menemani dia untuk kursus agama katolik&#8230;</p>
<p>sebelum hari pertama kursus dimulai, saya diminta ketemu dengan pasangan saya&#8230;pada saat itu dia menyampaikan bahwa dia tidak mungkin pindah agama karena dia juga ternyata tidak bisa mengkhianati imannya&#8230;akhirnya kita berdua pun berpisah secara baik2 dan sampai dengan saat ini kita berdua menjadi sahabat baik&#8230;meskipun sampai saat ini kami berdua sama2 belum menikah&#8230;</p>
<p>Tuhan memang mempunyai caraNYA sendiri di dalam menjawab semua doa saya&#8230;dan jawaban itu sangat manis&#8230;</p>
<p>terdapat begitu banyak latar belakang dan pertimbangan seseorang untuk pindah agama&#8230;pada saat inilah&#8230;seseorang tersebut membutuhkan satu pendampingan yang intens agar dia dapat membuat keputusan itu secara bebas&#8230;</p>
<p>Salam,<br />
V</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: david(klender)</title>
		<link>http://gerejastanna.org/pindah-agama-mengikuti-agama-sang-pacar/comment-page-1/#comment-727</link>
		<dc:creator>david(klender)</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 14:22:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=380#comment-727</guid>
		<description>menurut saya perpindahan agama untuk suatu pernikahan adalah hal yg wajar jika mempelai tersebut menghormati dan menjalan kan apa yg sudah menjadi pilihan nya dengan sebaik2x nya.banyak sekali saudara2x saya yg memempunyai pasangan bukan beragama katolik tapi puji Tuhan mereka masuk menjadi katolik,dan menjalankan pilihannya dengan baik,tetapi tante saya yg menikah sirih dengan org muslim yg sekarang gajelas agamanya apa...itulah yg parah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut saya perpindahan agama untuk suatu pernikahan adalah hal yg wajar jika mempelai tersebut menghormati dan menjalan kan apa yg sudah menjadi pilihan nya dengan sebaik2x nya.banyak sekali saudara2x saya yg memempunyai pasangan bukan beragama katolik tapi puji Tuhan mereka masuk menjadi katolik,dan menjalankan pilihannya dengan baik,tetapi tante saya yg menikah sirih dengan org muslim yg sekarang gajelas agamanya apa&#8230;itulah yg parah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
