<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Perubahan Radikal dalam Moralitas</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/perubahan-radikal-dalam-moralitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/perubahan-radikal-dalam-moralitas/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 21:35:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: veronikaaida</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perubahan-radikal-dalam-moralitas/comment-page-1/#comment-1851</link>
		<dc:creator>veronikaaida</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 07:55:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=663#comment-1851</guid>
		<description>Selamat Sore Romo..

Terima kasih atas kotbah di hr minggu kemarin dan kmdn ditulis kembali oleh Romo di web ini.

Membuka mata dan hati saya kembali utk menyadari seluruh gerak batin ini. Benar yg dikatakan Romo, bisakah jika kita mlakukan sesuatu tanpa pamrih?imbalan?atau kepentingan?

Dulu,ketika saya sering membantu atau memberikan sesuatu kepada orang lain,baik materi or non materi, saya mengharapkan ucapan terima kasih dr orang2 tsb. Ketika mrk mengucapkan terima kasih, alangkah senangnya hati saya. Namun ketika ada yg tidak mengucapkan terima kasih..saya menjadi kecewa,kesal,sedih.. Batin tidak bebas..Merusak diri saya sendiri.

Namun setelah saya melatih kesadaran dgn meditasi yg Romo ajarkan,kesadaran saya muncul. Dulu yg msh suka mengharapkan balasan or imbalan,(walaupun skedar ucapan terima kasih), sekarang saya dpt membrikan dgn batin yg bebas tanpa kepentingan apapun.

Setelh saya sadari batin yg kotor ini,skrg saya dpt mlakukan aktifitas saya tanpa kepura2an, tanpa harus terlihat perfect. Jd apa adanya,shg saya memiliki batin yg bebas. Dan saya jg tidak mengharuskan diri saya agar dapat diterima di kelompok atau di komunitas tertentu. Apa adanya,inilah diri saya,yg memiliki kelebihan dan jg memiliki banyak kekurangan dan kelemahan. Dengan tanpa adanya kepentingan trtentu,maka saya dpt memiliki batin yg bebas tanpa tekanan atau keterpaksaan.

Terima kasih Romo,memberikan Penyadaran kepada Diri Ini. Tuhan Memberkati.
Aida</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Sore Romo..</p>
<p>Terima kasih atas kotbah di hr minggu kemarin dan kmdn ditulis kembali oleh Romo di web ini.</p>
<p>Membuka mata dan hati saya kembali utk menyadari seluruh gerak batin ini. Benar yg dikatakan Romo, bisakah jika kita mlakukan sesuatu tanpa pamrih?imbalan?atau kepentingan?</p>
<p>Dulu,ketika saya sering membantu atau memberikan sesuatu kepada orang lain,baik materi or non materi, saya mengharapkan ucapan terima kasih dr orang2 tsb. Ketika mrk mengucapkan terima kasih, alangkah senangnya hati saya. Namun ketika ada yg tidak mengucapkan terima kasih..saya menjadi kecewa,kesal,sedih.. Batin tidak bebas..Merusak diri saya sendiri.</p>
<p>Namun setelah saya melatih kesadaran dgn meditasi yg Romo ajarkan,kesadaran saya muncul. Dulu yg msh suka mengharapkan balasan or imbalan,(walaupun skedar ucapan terima kasih), sekarang saya dpt membrikan dgn batin yg bebas tanpa kepentingan apapun.</p>
<p>Setelh saya sadari batin yg kotor ini,skrg saya dpt mlakukan aktifitas saya tanpa kepura2an, tanpa harus terlihat perfect. Jd apa adanya,shg saya memiliki batin yg bebas. Dan saya jg tidak mengharuskan diri saya agar dapat diterima di kelompok atau di komunitas tertentu. Apa adanya,inilah diri saya,yg memiliki kelebihan dan jg memiliki banyak kekurangan dan kelemahan. Dengan tanpa adanya kepentingan trtentu,maka saya dpt memiliki batin yg bebas tanpa tekanan atau keterpaksaan.</p>
<p>Terima kasih Romo,memberikan Penyadaran kepada Diri Ini. Tuhan Memberkati.<br />
Aida</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lily</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perubahan-radikal-dalam-moralitas/comment-page-1/#comment-1848</link>
		<dc:creator>lily</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 12:22:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=663#comment-1848</guid>
		<description>Thanks Romo, artikel diatas sangat membantu semua yg sdg saya alami: mengamati roda laws &amp; justice yg sdg ramai...sy sdh jarang baca paper,tapi tiap menit dengar dr TV yg sungguh gemuruh.... apa yg Romo tulis sgt mengena. sy jd &quot;ELING &quot; kembali langkah apa yg hrs sy lakukan. Sungguh akhir2 ini &quot;engap&quot; rasanya. kini lega sudah... kembali hanya mengamati...jgn terjebak pakai pikiran.... Mulai dg moralitas baruku spy tdk &quot;sakit&quot; lagi.

Suwun,Mo. ditunggu Buku berikutnya ya.

Bu Mary: let us just be patient, waiting the &quot;Coming Next &quot;

Luv in Christ,
ly</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks Romo, artikel diatas sangat membantu semua yg sdg saya alami: mengamati roda laws &#038; justice yg sdg ramai&#8230;sy sdh jarang baca paper,tapi tiap menit dengar dr TV yg sungguh gemuruh&#8230;. apa yg Romo tulis sgt mengena. sy jd &#8220;ELING &#8221; kembali langkah apa yg hrs sy lakukan. Sungguh akhir2 ini &#8220;engap&#8221; rasanya. kini lega sudah&#8230; kembali hanya mengamati&#8230;jgn terjebak pakai pikiran&#8230;. Mulai dg moralitas baruku spy tdk &#8220;sakit&#8221; lagi.</p>
<p>Suwun,Mo. ditunggu Buku berikutnya ya.</p>
<p>Bu Mary: let us just be patient, waiting the &#8220;Coming Next &#8221;</p>
<p>Luv in Christ,<br />
ly</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yohanes Baptis Sutarno, S.Pd</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perubahan-radikal-dalam-moralitas/comment-page-1/#comment-1847</link>
		<dc:creator>Yohanes Baptis Sutarno, S.Pd</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 00:06:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=663#comment-1847</guid>
		<description>Selamat siang Rama, Berkah Dalem,

Pastor, manusia kadang menjadi Binatang ketika berhadapan dengan Moral (Sex, Wanita, Kenikmatan sesaat, onani, Manstrubasi dan lain sebagainya) Refleksi pribadi bagi saya adalah sejauh mana Moral dan Teologi memberikan ruang kesadaran Baru bagi manusia! Dalam artian tidak lari dari realitas moral tapi masuk sebagai daya tawar. Manusia malah lebih buruk dari binatang karena berhadapan langsung dengan &quot;kenikmatan dunia&quot;.

Saya seorang Katekis. Bukan mau munafik kadang mengalami tegangan yang bersentuhan denga etika moral dan estetika moral! Kenyataanya siapah sih orangnya yang tidak terpincut ketika melihat film Parno, atau goyang Geboy dan lain sebagainya! Sebagai manusia normal (Tidak homo, bencong, gay atau lain sebagainya). Saya kadang hanya bisa meneladan St. Ignatius dengan mecambuk diri sebagai intensi kedosaan saya! Dari pada terlibat dunia moral yang penuh kebinatangan yang tak berakhlak! Mohon Petunjuk Romo Detail Moral dalam  ranah kebinatangan Versus Moral &quot;Nafsu Binatang sesat&quot;.

Berkah Dalem. Vita Mea Christi ( Hidupku Milik Kristus). Berkah Dalem.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat siang Rama, Berkah Dalem,</p>
<p>Pastor, manusia kadang menjadi Binatang ketika berhadapan dengan Moral (Sex, Wanita, Kenikmatan sesaat, onani, Manstrubasi dan lain sebagainya) Refleksi pribadi bagi saya adalah sejauh mana Moral dan Teologi memberikan ruang kesadaran Baru bagi manusia! Dalam artian tidak lari dari realitas moral tapi masuk sebagai daya tawar. Manusia malah lebih buruk dari binatang karena berhadapan langsung dengan &#8220;kenikmatan dunia&#8221;.</p>
<p>Saya seorang Katekis. Bukan mau munafik kadang mengalami tegangan yang bersentuhan denga etika moral dan estetika moral! Kenyataanya siapah sih orangnya yang tidak terpincut ketika melihat film Parno, atau goyang Geboy dan lain sebagainya! Sebagai manusia normal (Tidak homo, bencong, gay atau lain sebagainya). Saya kadang hanya bisa meneladan St. Ignatius dengan mecambuk diri sebagai intensi kedosaan saya! Dari pada terlibat dunia moral yang penuh kebinatangan yang tak berakhlak! Mohon Petunjuk Romo Detail Moral dalam  ranah kebinatangan Versus Moral &#8220;Nafsu Binatang sesat&#8221;.</p>
<p>Berkah Dalem. Vita Mea Christi ( Hidupku Milik Kristus). Berkah Dalem.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mary</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perubahan-radikal-dalam-moralitas/comment-page-1/#comment-1845</link>
		<dc:creator>mary</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 14:26:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=663#comment-1845</guid>
		<description></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat malam Romo,</p>
<p>Tulisannya sangat baik. Sebetulnya ini baik sekali kalau ada dalam buku “Revolusi Batin adalah Revolusi Sosial”. Atau nanti ini sebagai bagian dalam tulisan Revolusi Batin adalah Revolusi sosial jilid II ya Romo.</p>
<p>Meskipun hampir semua artikel dalam buku Romo sudah pernah ada dalam rubrik ini, saat saya membaca ulang terasa lebih mencerahkan dan lebih mendalam. Buku tersebut menurut saya baik bagi mereka yang ingin mempelajari dan memahami diri ini dan membantu kita mengintrospeksi tentang kehidupan rohani dan batin kita yang sering tercemar oleh kotoran-kotoran batin. Si aku selalu muncul disana dan kita sungguh bisa mendapatkan jawaban dalam buku ini. Cocok sekali untuk mereka yang selama ini lebih mengandalkan kemampuan intelektual, logika dan coba melihat dan mengolah dari sisi olah batin yang sangat berguna untuk kehidupan ini.</p>
<p>Berbicara soal moral, saya teringat pengalaman saat saya di SMP. Saat itu ada pelajaran Civics (saat ini namanya PPKN). Yang diajarkan begitu baik dalam mata ajaran tersebut yang menyangkut moral berbangsa. Namun kenyataannya begitu banyak yang menyimpang/melenceng dari prinsip-prinsip yang digariskan. Saya bertanya bertubi-tubi saat itu sama pak guru yang mengajar tentang kenyataan yang ada di negara ini. Pak guru menjawab terus namun saya tidak puas dengan jawabannya lalu bertanya lagi, lagi dan lagi sampai akhirnya pak guru tersebut menjawab: &#8220;Apa Kau pikir ada hukum yang tidak bengkok di negara ini ?&#8221; dengan logat Sumatera Utaranya yang khas. Satu kelas tertawa riuh. Saya ikut tersenyum namun nurani saya sedih saat itu. Sampai saat ini membekas dan tetap rasanya tidak bisa menerima melihat kenyataan-kenyataan yang tidak sesuai. Benar seperti yang Romo katakan bahwa mengharapkan gerak perubahan dari penguasa adalah suatu kebodohan dan kita harus membangun moral dari diri kita sendiri. </p>
<p>Dulu ada mata pelajaran Budi Pekerti yang sungguh sangat baik dalam membentuk moral yang baik bagi anak-anak sejak dini. Namun sekarang mata pelajaran tersebut dihilangkan dan penekanan pada kemampuan IQ saja. Ini suatu hal yang sungguh memprihatinkan. Betul dalam kenyataannya penerapan moralitas si &#8220;aku&#8221; masih banyak mendominasi, entah karena hubungan baik, sahabat, keluarga dan lain-lain. Sungguh butuh batin yang bebas, pendekatan dan proses belajar yang bebas lepas.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan kadangkala dalam hal-hal tertentu moralitas total dan radikal bisa dicapai karena sama sekali tidak ada pamrih, tidak ada aku dan lain-lain dalam hal bertindak. Misalnya saat tsunami, bantuan bencana alam datang dari mana-mana. Betul-betul keluar dari batin yang bebas, tidak ada si aku disana, sungguh keluar dari perasaan/batin yang murni. Namun di lain peristiwa si &#8220;aku&#8221; masih muncul karena hubungan dekat dan lain-lain. Nah Romo apakah disini bisa moralitas radikal/total itu silih berganti/ moralitas itu mengalami naik turun? Seseorang yang sudah berada dalam moralitas total dan disaat lain bisa muncul moralitas yang masih ada &#8216;aku&#8217; nya? Atau karena itulah manusia ya Romo? Tolong tanggapan Romo ya.</p>
<p>Ok gitu dulu Romo. Thanks untuk tulisannya yang sangat baik dan saya sungguh mendapatkan sesuatu yang berguna dalam tulisan ini</p>
<p>salam,<br />
mary</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
