<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Perubahan Fundamental dari Mutasi Psikologis</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/perubahan-fundamental-dari-mutasi-psikologis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/perubahan-fundamental-dari-mutasi-psikologis/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 06:57:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Verynandus Hutabalian</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perubahan-fundamental-dari-mutasi-psikologis/comment-page-1/#comment-2315</link>
		<dc:creator>Verynandus Hutabalian</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 08:02:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1101#comment-2315</guid>
		<description>Salam Hangat Romo, J. Sudrijanta. SJ

Terima kasih atas tanggapan dan saran Romo atas pertanyaan saya. Memang sangat sulit menembus/menemukan batasan akan diri saya. Suatu saat saya akan menemukanNya paling tidak bersentuhan dengan batasan tersebut. Saran dan masukan Romo sangat berguna bagi saya.

Salam hangat

Verynandus Hutabalian</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Hangat Romo, J. Sudrijanta. SJ</p>
<p>Terima kasih atas tanggapan dan saran Romo atas pertanyaan saya. Memang sangat sulit menembus/menemukan batasan akan diri saya. Suatu saat saya akan menemukanNya paling tidak bersentuhan dengan batasan tersebut. Saran dan masukan Romo sangat berguna bagi saya.</p>
<p>Salam hangat</p>
<p>Verynandus Hutabalian</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: J. Sudrijanta, SJ</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perubahan-fundamental-dari-mutasi-psikologis/comment-page-1/#comment-2309</link>
		<dc:creator>J. Sudrijanta, SJ</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 14:21:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1101#comment-2309</guid>
		<description>@V. Hutabalian: Kalau mau lebih mengenal &quot;Tuhan mystical&quot;, janganlah terlalu banyak berpikir tentang Tuhan. Amatilah gerak batinmu, pikiran,perasaan, keinginan, dst.Itulah langkah pertama sekaligus langkah terakhir.Sebab dengan menyadari gerak-gerik diri, ada kemungkinan diri tertembus dan Tuhan barangkali akan menampakkan wajahNya sendiri dengan caraNya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@V. Hutabalian: Kalau mau lebih mengenal &#8220;Tuhan mystical&#8221;, janganlah terlalu banyak berpikir tentang Tuhan. Amatilah gerak batinmu, pikiran,perasaan, keinginan, dst.Itulah langkah pertama sekaligus langkah terakhir.Sebab dengan menyadari gerak-gerik diri, ada kemungkinan diri tertembus dan Tuhan barangkali akan menampakkan wajahNya sendiri dengan caraNya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Verynandus Hutabalian</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perubahan-fundamental-dari-mutasi-psikologis/comment-page-1/#comment-2306</link>
		<dc:creator>Verynandus Hutabalian</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 13:24:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1101#comment-2306</guid>
		<description>Salam Hangat, Romo J. Sudrijanta, SJ

Sangat menyegarkan berdiskusi dengan Romo. Penjelasan Romo mengarahkan konseptual sudut pandang yang sedikit berbeda akan eksistensi Tuhan bagi tahapan dangkal pemikiran saya akan Dia.

Sampai sekarang saya masih merasa dan menyadari Tuhan adalah suatu sosok yang lahir dari perjalanan ingatan manusia (baik secara nyata (real) atau sebatas spiritual yang menghasilkan tradisi).

Apakah Tuhan di luar proses Ingatan Manusia?
Dari pernyataan Romo atas pertanyaan saya:
&lt;b&gt;“Di manakah posisi Tuhan dalam ruang lingkup yang Romo berikan dalam pribadi manusia?”
Kalau kita mendekati Tuhan lewat pikiran, maka kita bertemu dengan “Tuhan konseptual”. Kalau Tuhan kita dekati tidak melalui pikiran, maka mungkin kita bertemu “Tuhan mystical”.&lt;/b&gt;

Seandainya Tuhan di luar dari perjalanan ingatan manusia, Bagaimanakah manusia mampu bertemu &lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;Tuhan mystical&quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;?

Saya berharap Romo senantiasa berkenan memberi tanggapan atas pertanyaan saya.

Salam hangat,

Verynandus Hutabalian</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Hangat, Romo J. Sudrijanta, SJ</p>
<p>Sangat menyegarkan berdiskusi dengan Romo. Penjelasan Romo mengarahkan konseptual sudut pandang yang sedikit berbeda akan eksistensi Tuhan bagi tahapan dangkal pemikiran saya akan Dia.</p>
<p>Sampai sekarang saya masih merasa dan menyadari Tuhan adalah suatu sosok yang lahir dari perjalanan ingatan manusia (baik secara nyata (real) atau sebatas spiritual yang menghasilkan tradisi).</p>
<p>Apakah Tuhan di luar proses Ingatan Manusia?<br />
Dari pernyataan Romo atas pertanyaan saya:<br />
<b>“Di manakah posisi Tuhan dalam ruang lingkup yang Romo berikan dalam pribadi manusia?”<br />
Kalau kita mendekati Tuhan lewat pikiran, maka kita bertemu dengan “Tuhan konseptual”. Kalau Tuhan kita dekati tidak melalui pikiran, maka mungkin kita bertemu “Tuhan mystical”.</b></p>
<p>Seandainya Tuhan di luar dari perjalanan ingatan manusia, Bagaimanakah manusia mampu bertemu <b><i>&#8220;Tuhan mystical&#8221;</i></b>?</p>
<p>Saya berharap Romo senantiasa berkenan memberi tanggapan atas pertanyaan saya.</p>
<p>Salam hangat,</p>
<p>Verynandus Hutabalian</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: J. Sudrijanta, SJ</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perubahan-fundamental-dari-mutasi-psikologis/comment-page-1/#comment-2293</link>
		<dc:creator>J. Sudrijanta, SJ</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 11:01:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1101#comment-2293</guid>
		<description>@V.Hutabalian: &quot;Menurut Romo Hati Nurani masuk dalam ruang lingkup apa dalam sgala tindakan manusia?&quot;
Bukankah hati nurani merupakan nilai-nilai yang dibatinkan dalam diri seseorang? Tidak banyak orang berani memasuki pengalaman perjumpaan langsung dengan Tuhan atau pengalaman mystical. Bagi para mistik, &quot;Tuhan&quot; menjadi pusat penggerak hidupnya secara aktuil. Bagi yang belum memiliki pengalaman mystical, pedoman-pedoman kebaikan termasuk suara hati dijadikan pedoman perilaku. Suara hati barangkali berfungsi semacam &quot;kompensasi&quot; bagi mereka yang belum memasuki pengalaman mistik lalu orang menyebutnya &quot;suara Tuhan&quot;.

&quot;Di manakah posisi Tuhan dalam ruang lingkup yang Romo berikan dalam pribadi manusia?&quot;
Kalau kita mendekati Tuhan lewat pikiran, maka kita bertemu dengan &quot;Tuhan konseptual&quot;. Kalau Tuhan kita dekati tidak melalui pikiran, maka mungkin kita bertemu &quot;Tuhan mystical&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@V.Hutabalian: &#8220;Menurut Romo Hati Nurani masuk dalam ruang lingkup apa dalam sgala tindakan manusia?&#8221;<br />
Bukankah hati nurani merupakan nilai-nilai yang dibatinkan dalam diri seseorang? Tidak banyak orang berani memasuki pengalaman perjumpaan langsung dengan Tuhan atau pengalaman mystical. Bagi para mistik, &#8220;Tuhan&#8221; menjadi pusat penggerak hidupnya secara aktuil. Bagi yang belum memiliki pengalaman mystical, pedoman-pedoman kebaikan termasuk suara hati dijadikan pedoman perilaku. Suara hati barangkali berfungsi semacam &#8220;kompensasi&#8221; bagi mereka yang belum memasuki pengalaman mistik lalu orang menyebutnya &#8220;suara Tuhan&#8221;.</p>
<p>&#8220;Di manakah posisi Tuhan dalam ruang lingkup yang Romo berikan dalam pribadi manusia?&#8221;<br />
Kalau kita mendekati Tuhan lewat pikiran, maka kita bertemu dengan &#8220;Tuhan konseptual&#8221;. Kalau Tuhan kita dekati tidak melalui pikiran, maka mungkin kita bertemu &#8220;Tuhan mystical&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Verynandus Hutabalian</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perubahan-fundamental-dari-mutasi-psikologis/comment-page-1/#comment-2287</link>
		<dc:creator>Verynandus Hutabalian</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 08:18:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1101#comment-2287</guid>
		<description>Salam Hangat, Romo J. Sudrijanta, SJ 

Terimakasih tanggapan Romo atas pertanyaan-pertanyaan saya. Paparan Romo membuat saya mengerti arah perenungan yang Romo tuliskan.

Masih ada hal mengganjal di pikiran saya dari dulu mengenai segala tindakan yang dilakukan oleh manusia. &lt;b&gt; Adakah relevansi sgala tindakan manusia dengan hati nurani? atau Apakah sgala tindakan manusia hanyan intervensi dari pikiran? Maksud saya disini sgala tindakan dengan jiwa sadar (terkendali)&lt;/b&gt;

Romo dalam penjelasannya berbicara tentang sgala ruang lingkup pikiran, dari paparan Romo mengatakan &lt;b&gt;kesadaran-pikiran (conscious mind), pikiran-bawah sadar (sub-conscious mind), dan pikiran tidak-sadar (un-conscious mind)&lt;/b&gt;.

Menurut Romo Hati Nurani masuk dalam ruang lingkup apa dalam sgala tindakan manusia?

Di manakah posisi Tuhan dalam ruang lingkup yang Romo berikan dalam pribadi manusia? (Dalam pemikiran saya di sini selain Sesama dan lingkungannya yang mengingatkan/menunjukkan eksistensi Tuhan).

Saya berharap Romo berkenan kembali memberikan sgala pencerahan,  tanggapan dan koreksi atas pertanyaan saya.

Salam Hangat,

V. Hutabalian</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Hangat, Romo J. Sudrijanta, SJ </p>
<p>Terimakasih tanggapan Romo atas pertanyaan-pertanyaan saya. Paparan Romo membuat saya mengerti arah perenungan yang Romo tuliskan.</p>
<p>Masih ada hal mengganjal di pikiran saya dari dulu mengenai segala tindakan yang dilakukan oleh manusia. <b> Adakah relevansi sgala tindakan manusia dengan hati nurani? atau Apakah sgala tindakan manusia hanyan intervensi dari pikiran? Maksud saya disini sgala tindakan dengan jiwa sadar (terkendali)</b></p>
<p>Romo dalam penjelasannya berbicara tentang sgala ruang lingkup pikiran, dari paparan Romo mengatakan <b>kesadaran-pikiran (conscious mind), pikiran-bawah sadar (sub-conscious mind), dan pikiran tidak-sadar (un-conscious mind)</b>.</p>
<p>Menurut Romo Hati Nurani masuk dalam ruang lingkup apa dalam sgala tindakan manusia?</p>
<p>Di manakah posisi Tuhan dalam ruang lingkup yang Romo berikan dalam pribadi manusia? (Dalam pemikiran saya di sini selain Sesama dan lingkungannya yang mengingatkan/menunjukkan eksistensi Tuhan).</p>
<p>Saya berharap Romo berkenan kembali memberikan sgala pencerahan,  tanggapan dan koreksi atas pertanyaan saya.</p>
<p>Salam Hangat,</p>
<p>V. Hutabalian</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Irene</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perubahan-fundamental-dari-mutasi-psikologis/comment-page-1/#comment-2285</link>
		<dc:creator>Irene</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 04:57:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1101#comment-2285</guid>
		<description>Romo, saya senang membaca komentar, tanggapan,diskusi diatas,begitu dong..Romo, bila ada komentar diberi response,sehingga Web St Anna menjadi hidup....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Romo, saya senang membaca komentar, tanggapan,diskusi diatas,begitu dong..Romo, bila ada komentar diberi response,sehingga Web St Anna menjadi hidup&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: J. Sudrijanta, SJ</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perubahan-fundamental-dari-mutasi-psikologis/comment-page-1/#comment-2281</link>
		<dc:creator>J. Sudrijanta, SJ</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 00:11:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1101#comment-2281</guid>
		<description>@Rin. Kalau kita tidak punya uang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, ya optimalkan pikiran untuk bekerja dan mencari uang. Itu normal. 

Tapi kalau kita bekerja karena kita takut miskin, maka di situ sudah ada masalah kejiwaan yang diciptakan oleh memory psikologis. Takut miskin itu bisa mendera siapa saja, baik orang yang punya uang banyak atau sedikit. 

Kalau Anda tidak punya uang dan ketawa saja, itu artinya Anda tidak punya problem psikologis, bukan? Kalau Anda tidak punya uang lalu tidak bisa ketawa lagi, mudah marah, brutal, maka barangkali pikiran-psikologis sudah bekerja mempengaruhi batin Anda.

========

@Verynandus Hutabalian. “Setelah saya membaca tulisan Romo J. Sudrijanta, SJ Perubahan Fundamental dari Mutasi Psikologis, sangat sulit bagi saya untuk memahami perenungan yang Romo berikan mungkin tulisan Romo di atas lebih mengarah ke Motivasi/pengembangan diri (menurut saya).”
Perubahan fundamental tidak berasal dari pikiran. Sementara teori-teori motivasi atau pengembangan diri masih bergerak pada tataran pikiran. Pikiran lama diganti pikiran baru, pikiran negatif diganti pikiran positif. Tapi keduanya tetap pikiran.

“Bagi saya orang bijaksana itu terbentuk dari tempaan segala ingatan psikologis negatif dan positif perjalanan hidupnya (sejauh mana ia memaknai perjalanan kehidupannya).”
Selama ”bijaksana” hanya sebatas produk pengolahan pikiran, maka itu bukan kebijaksanaan yang sesungguhnya.

“Menurut Romo Apakah seseorang dapat berubah secara total?”
Ya, perubahan total itu terjadi setiap moment kalau kita melihatnya dengan persepsi langsung. Perubahan total ini terjadi ketika batin menerobos dirinya sendiri. 

Dalam berbagai retret yang saya dampingi, saya melihat tidak sedikit orang mengalami perubahan total ini. Ketika kesadaran-pikiran (conscious mind), pikiran-bawah sadar (sub-conscious mind), dan pikiran tidak-sadar (un-conscious mind) berhasil tertembus, orang mengalami perubahan-perubahan fundamental itu.

”Bagaimana suatu ajaran Agama memaknai/menyikapi Perubahan Fundamental dari Mutasi Psikologis dan solusi yang diberikan mengenai hal ini?”
Perubahan total itu dalam bahasa agama disebut pertobatan. Tapi pertobatan kebanyakan orang tidak cukup fundamental, tidak cukup mengubah struktur batinnya sendiri yang terpenjara oleh pikiran/ego. Maka amat penting mengenali gerak diri yang adalah pikiran, perasaan, keinginan, kehendak, dst.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Rin. Kalau kita tidak punya uang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, ya optimalkan pikiran untuk bekerja dan mencari uang. Itu normal. </p>
<p>Tapi kalau kita bekerja karena kita takut miskin, maka di situ sudah ada masalah kejiwaan yang diciptakan oleh memory psikologis. Takut miskin itu bisa mendera siapa saja, baik orang yang punya uang banyak atau sedikit. </p>
<p>Kalau Anda tidak punya uang dan ketawa saja, itu artinya Anda tidak punya problem psikologis, bukan? Kalau Anda tidak punya uang lalu tidak bisa ketawa lagi, mudah marah, brutal, maka barangkali pikiran-psikologis sudah bekerja mempengaruhi batin Anda.</p>
<p>========</p>
<p>@Verynandus Hutabalian. “Setelah saya membaca tulisan Romo J. Sudrijanta, SJ Perubahan Fundamental dari Mutasi Psikologis, sangat sulit bagi saya untuk memahami perenungan yang Romo berikan mungkin tulisan Romo di atas lebih mengarah ke Motivasi/pengembangan diri (menurut saya).”<br />
Perubahan fundamental tidak berasal dari pikiran. Sementara teori-teori motivasi atau pengembangan diri masih bergerak pada tataran pikiran. Pikiran lama diganti pikiran baru, pikiran negatif diganti pikiran positif. Tapi keduanya tetap pikiran.</p>
<p>“Bagi saya orang bijaksana itu terbentuk dari tempaan segala ingatan psikologis negatif dan positif perjalanan hidupnya (sejauh mana ia memaknai perjalanan kehidupannya).”<br />
Selama ”bijaksana” hanya sebatas produk pengolahan pikiran, maka itu bukan kebijaksanaan yang sesungguhnya.</p>
<p>“Menurut Romo Apakah seseorang dapat berubah secara total?”<br />
Ya, perubahan total itu terjadi setiap moment kalau kita melihatnya dengan persepsi langsung. Perubahan total ini terjadi ketika batin menerobos dirinya sendiri. </p>
<p>Dalam berbagai retret yang saya dampingi, saya melihat tidak sedikit orang mengalami perubahan total ini. Ketika kesadaran-pikiran (conscious mind), pikiran-bawah sadar (sub-conscious mind), dan pikiran tidak-sadar (un-conscious mind) berhasil tertembus, orang mengalami perubahan-perubahan fundamental itu.</p>
<p>”Bagaimana suatu ajaran Agama memaknai/menyikapi Perubahan Fundamental dari Mutasi Psikologis dan solusi yang diberikan mengenai hal ini?”<br />
Perubahan total itu dalam bahasa agama disebut pertobatan. Tapi pertobatan kebanyakan orang tidak cukup fundamental, tidak cukup mengubah struktur batinnya sendiri yang terpenjara oleh pikiran/ego. Maka amat penting mengenali gerak diri yang adalah pikiran, perasaan, keinginan, kehendak, dst.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Verynandus Hutabalian</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perubahan-fundamental-dari-mutasi-psikologis/comment-page-1/#comment-2269</link>
		<dc:creator>Verynandus Hutabalian</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 19:45:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1101#comment-2269</guid>
		<description>Salam Hangat Romo,

Setelah saya membaca tulisan Romo J. Sudrijanta, SJ Perubahan Fundamental dari Mutasi Psikologis, sangat sulit bagi saya untuk memahami perenungan yang Romo berikan mungkin tulisan Romo di atas lebih mengarah ke Motivasi/pengembangan diri (menurut saya).

Romo menuliskan kalimat ini di akhir tulisan Romo &lt;b&gt; Bisakah kita melihat masalah-masalah kita tanpa ingatan-psikologis sehingga batin sepenuhnya bebas bergerak seperti arus sungai yang terus berubah?* &lt;/b&gt;

Yang mau saya tanyakan kepada Romo:

Apakah perubahan yang Romo katakan mengenai sungai yang selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu merupakan cakupan suatu hal yang positif(definisi batin bergerak bebas yang Romo maksudkan)? Bagi saya hal ini sedikit ambiguitas.

Apakah dalam sgala tidakan manusia merupakan suatu intervensi dari pemikiran manusia? Bagaimanakah hubungan suatu pemikiran dengan hati nurani manusia?

Manusia diharapkan dalam hidupnya berlaku bijaksana dalam segala tindakannya, menurut Romo hal apa yang membuat orang menjadi Bijaksana? Bagi saya orang bijaksana itu terbentuk dari tempaan sgala ingatan psikologis negatif dan positif perjalanan hidupnya (sejauh mana ia memaknai perjalanan kehidupannya).

Menurut Romo Apakah seseorang dapat berubah secara total? 

Bagaimana suatu ajaran Agama memaknai/menyikapi Perubahan Fundamental dari Mutasi Psikologis dan solusi yang diberikan mengenai hal ini?

Apakah suatu saat ada pergeseran makna pertobatan dalam ajaran agama dengan Perubahan Fundamental dari Mutasi Psikologis?

Ini pertanyaan yang terlintas di pikiran saya setelah membaca tulisan Romo. Saya berharap Romo berkenan memberikan tanggapan/koreksi atas pertanyaan saya.

Salam Hangat,

Verynandus Hutabalian</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Hangat Romo,</p>
<p>Setelah saya membaca tulisan Romo J. Sudrijanta, SJ Perubahan Fundamental dari Mutasi Psikologis, sangat sulit bagi saya untuk memahami perenungan yang Romo berikan mungkin tulisan Romo di atas lebih mengarah ke Motivasi/pengembangan diri (menurut saya).</p>
<p>Romo menuliskan kalimat ini di akhir tulisan Romo <b> Bisakah kita melihat masalah-masalah kita tanpa ingatan-psikologis sehingga batin sepenuhnya bebas bergerak seperti arus sungai yang terus berubah?* </b></p>
<p>Yang mau saya tanyakan kepada Romo:</p>
<p>Apakah perubahan yang Romo katakan mengenai sungai yang selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu merupakan cakupan suatu hal yang positif(definisi batin bergerak bebas yang Romo maksudkan)? Bagi saya hal ini sedikit ambiguitas.</p>
<p>Apakah dalam sgala tidakan manusia merupakan suatu intervensi dari pemikiran manusia? Bagaimanakah hubungan suatu pemikiran dengan hati nurani manusia?</p>
<p>Manusia diharapkan dalam hidupnya berlaku bijaksana dalam segala tindakannya, menurut Romo hal apa yang membuat orang menjadi Bijaksana? Bagi saya orang bijaksana itu terbentuk dari tempaan sgala ingatan psikologis negatif dan positif perjalanan hidupnya (sejauh mana ia memaknai perjalanan kehidupannya).</p>
<p>Menurut Romo Apakah seseorang dapat berubah secara total? </p>
<p>Bagaimana suatu ajaran Agama memaknai/menyikapi Perubahan Fundamental dari Mutasi Psikologis dan solusi yang diberikan mengenai hal ini?</p>
<p>Apakah suatu saat ada pergeseran makna pertobatan dalam ajaran agama dengan Perubahan Fundamental dari Mutasi Psikologis?</p>
<p>Ini pertanyaan yang terlintas di pikiran saya setelah membaca tulisan Romo. Saya berharap Romo berkenan memberikan tanggapan/koreksi atas pertanyaan saya.</p>
<p>Salam Hangat,</p>
<p>Verynandus Hutabalian</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adi</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perubahan-fundamental-dari-mutasi-psikologis/comment-page-1/#comment-2267</link>
		<dc:creator>Adi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 01:53:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1101#comment-2267</guid>
		<description>saya memahami metamorfose ini adalah perubahan seekor kepompong menjadi kupu-kupu. Suatu perubahan baru sama sekali, meski jejak-jejak masih bisa dilacak. Sebagaimana perubahan ujud Tuhan Yesus Kristus di atas Gunung Tabor, suatu metamorfose tubuh duniawi ke tubuh mulia. Demikian suatu perubahan habitus lama menjadi suatu habitus baru. Suatu metanoia. Suatu pertobatan.
Seperti perintah Yesus Kristus, supaya engkau sempurna sebagaimana Bapamu sempurna adanya. Suatu &quot;gerak&quot; atau &quot;perubahan&quot; yang siklis-ke depan. Bukan sirkuler, hanya berputar-putar sebagaimana faham inkarnasi. Gerak ke arah sempurna, itulah faham kristiani.

salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya memahami metamorfose ini adalah perubahan seekor kepompong menjadi kupu-kupu. Suatu perubahan baru sama sekali, meski jejak-jejak masih bisa dilacak. Sebagaimana perubahan ujud Tuhan Yesus Kristus di atas Gunung Tabor, suatu metamorfose tubuh duniawi ke tubuh mulia. Demikian suatu perubahan habitus lama menjadi suatu habitus baru. Suatu metanoia. Suatu pertobatan.<br />
Seperti perintah Yesus Kristus, supaya engkau sempurna sebagaimana Bapamu sempurna adanya. Suatu &#8220;gerak&#8221; atau &#8220;perubahan&#8221; yang siklis-ke depan. Bukan sirkuler, hanya berputar-putar sebagaimana faham inkarnasi. Gerak ke arah sempurna, itulah faham kristiani.</p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibnurini</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perubahan-fundamental-dari-mutasi-psikologis/comment-page-1/#comment-2266</link>
		<dc:creator>ibnurini</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 04:19:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1101#comment-2266</guid>
		<description>Hallo mo!
Terima kasih untuk response.

Contohnya gini mo.  Ini real ya, pengalaman saya. 
Waktu kecil, ortu saya pernah jatuh miskin karena G30S PKI.  Tapi, bagaimanapun kami masih tetap bisa makan karena ibu saya kerja keras jualan apapun, saya sulung jadi saya bantu ibu saya jualan.  Kami bersaudara juga masih disekolahkan di Asisi.  Dari situ saya tau betul bahwa Tuhan PASTI menolong kita.
Maka, sekarang kalo saya sedang tidak punya uang, saya tetap tau bahwa Tuhan pasti menolong.  Oleh karenanya saya ya bahagia saja walau tidak punya uang.  Saya terus saja berterima kasih karena pagi pagi masih menghirup udara segar.  Masih ada keluarga. Masih ada macem macem lah.  Saya masih lihat segalanya adalah baik, walau sedang tidak punya uang.  Cara yang paling gampang sih ya minta uang saja ke suami saya to.... dan kalopun misalnya dia juga gak punya uang ya ketawa aja sama sama... lucu ya sama sama kerja koq gak punya uang....

So, perubahannya gimana mo?
Apa romo punya ide saya mesti minta uang ke pak Budi PSE gitu?! Hahahahahaaa.....

Salam berkah Dalem, rin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo mo!<br />
Terima kasih untuk response.</p>
<p>Contohnya gini mo.  Ini real ya, pengalaman saya.<br />
Waktu kecil, ortu saya pernah jatuh miskin karena G30S PKI.  Tapi, bagaimanapun kami masih tetap bisa makan karena ibu saya kerja keras jualan apapun, saya sulung jadi saya bantu ibu saya jualan.  Kami bersaudara juga masih disekolahkan di Asisi.  Dari situ saya tau betul bahwa Tuhan PASTI menolong kita.<br />
Maka, sekarang kalo saya sedang tidak punya uang, saya tetap tau bahwa Tuhan pasti menolong.  Oleh karenanya saya ya bahagia saja walau tidak punya uang.  Saya terus saja berterima kasih karena pagi pagi masih menghirup udara segar.  Masih ada keluarga. Masih ada macem macem lah.  Saya masih lihat segalanya adalah baik, walau sedang tidak punya uang.  Cara yang paling gampang sih ya minta uang saja ke suami saya to&#8230;. dan kalopun misalnya dia juga gak punya uang ya ketawa aja sama sama&#8230; lucu ya sama sama kerja koq gak punya uang&#8230;.</p>
<p>So, perubahannya gimana mo?<br />
Apa romo punya ide saya mesti minta uang ke pak Budi PSE gitu?! Hahahahahaaa&#8230;..</p>
<p>Salam berkah Dalem, rin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
