<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Seputar Gereja St. Anna &#8211; Duren Sawit</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/pertanyaan-seputar-gereja-st-anna-duren-sawit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/pertanyaan-seputar-gereja-st-anna-duren-sawit/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 09:44:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Dian</title>
		<link>http://gerejastanna.org/pertanyaan-seputar-gereja-st-anna-duren-sawit/comment-page-1/#comment-3613</link>
		<dc:creator>Dian</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 06:39:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=247#comment-3613</guid>
		<description>Dear Ibu TK, salam kenal...

saya warga St Anna juga.sering melihat bapak yang kemungkinan sama dengan yang Ibu maksud.
Pertama saya merasa takut akan bapak tersebut, takut sewaktu2 dia mengamuk ato melakukan hal2 yang diluar dugaan,tapi kmdn saya belajar berpikir positif.
Gereja adalah Rumah Tuhan dimana setiap orang boleh mengikuti Perayaan Ekaristi tanpa melihat apakah ia sehat atau sakit,apakah ia normal atau cacat, apakah ia kaya atau miskin.Bukankah Ibu sendiri berkata bahwa jika sudah misa mulai orang itu berhenti bicara, berarti dia bisa menghormati.jika ibu merasa terganggu sebaiknya Ibu tegur secara langsung supaya jangan terlalu kencang bersuaranya.
Dan sebaiknya petugas tatib lebih aktif untuk menjaga keamanan dan kenyamanan umat dalam berdoa.

Mengenai anak2 kecil, saya sarankan kepada dewan paroki untuk menyediakan misa ke2 pagi sebagai misa anak. Jadi orang tua yang hendak memberikan pengalaman iman dengan mengajak ke Gereja tiap minggu waktunya adalah misa kedua.
Dan umat yang mengikuti misa ke2 minggu HARUS maklum jika kenyamanan atau ke khusukan nya terganggu.

Demikian saran saya,
GBU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Ibu TK, salam kenal&#8230;</p>
<p>saya warga St Anna juga.sering melihat bapak yang kemungkinan sama dengan yang Ibu maksud.<br />
Pertama saya merasa takut akan bapak tersebut, takut sewaktu2 dia mengamuk ato melakukan hal2 yang diluar dugaan,tapi kmdn saya belajar berpikir positif.<br />
Gereja adalah Rumah Tuhan dimana setiap orang boleh mengikuti Perayaan Ekaristi tanpa melihat apakah ia sehat atau sakit,apakah ia normal atau cacat, apakah ia kaya atau miskin.Bukankah Ibu sendiri berkata bahwa jika sudah misa mulai orang itu berhenti bicara, berarti dia bisa menghormati.jika ibu merasa terganggu sebaiknya Ibu tegur secara langsung supaya jangan terlalu kencang bersuaranya.<br />
Dan sebaiknya petugas tatib lebih aktif untuk menjaga keamanan dan kenyamanan umat dalam berdoa.</p>
<p>Mengenai anak2 kecil, saya sarankan kepada dewan paroki untuk menyediakan misa ke2 pagi sebagai misa anak. Jadi orang tua yang hendak memberikan pengalaman iman dengan mengajak ke Gereja tiap minggu waktunya adalah misa kedua.<br />
Dan umat yang mengikuti misa ke2 minggu HARUS maklum jika kenyamanan atau ke khusukan nya terganggu.</p>
<p>Demikian saran saya,<br />
GBU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
