Perkawinan Beda Bangsa/Budaya

Berikut kami tampilkan kasus perkawinan beda bangsa atau beda budaya. Kasus ini ditanggapi oleh Sinta Mira Wibowo, seorang psikolog muda, yang tergabung dalam team konsultasi online. (Admin)
==============

Siang Romo.. sebelumnya saya ingin bercerita tentang kakak laki2 saya. Dia menikah dengan orang jepang dan sudah punya anak satu. Dikarenakan kakak saya hingga saat ini usahanya selalu gagal, istrinya menuntut dia untuk tetap berusaha. kakak saya sudah berusaha sebaik mungkin walau baru menghasilkan sedikit. istrinya menuntut tinggal di apartment dan selalu menyalahkan kakak saya krn telah membawanya ke indonesia hanya untuk disengsarakan padahal kalau dia mau menerima apa adanya dia tidak akan bertengkar terus. efek dr pertengkaran itu orang tua saya ikut disalahkan karna mendidik anaknya menjadi begitu. Apa yg harus saya lakukan ?

Akibat pertengkaran tersebut kakak laki2 saya jarang plg ke rumah dan istrinya menteror hp orang tua saya hingga mereka merasa ketakutan setiap harinya. Karena uang yang selama ini dikeluarkan oleh istri kakak saya diperhitung kan sebagai hutang. Bagaimana solusi atas masalah ini mengingat anaknya masih 6tahun. terima kasih atas perhatian Romo. Tuhan memberkati. amien. (Angelina)
=============

Dalam banyak hal, budaya memang bisa menjadi faktor pemicu permasalahan dalam kehidupan rumah tangga. Tidak perlu antar bangsa, antar budaya dalam satu bangsa pun bisa menjadi pemicu perdebatan. Pasangan antar budaya / antar bangsa yang pada akhirnya bisa mengatasi perbedaaan budayanya adalah mereka yang bisa berkompromi tentang perbedaan tersebut.

Dalam kasus Anda ini, memang ada unsur juga perbedaan budaya yang turut mempengaruhi permasalahan. Namun, dalam suatu hubungan, pastinya ada perbedaan yang mewarnai. Entah itu perbedaan budaya, perbedaan latar ekonomi, perbedaan pendidikan, dsb. Antar pasangan yang menyadari adanya perbedaan-perbedaan tersebut, diharapkan bisa lebih terbuka dan mau saling bertoleransi untuk mencari titik kompromi perbedaan mereka.

Karena dalam masalah keluarga kakak Anda ini, ada ketidakpuasan yang dialami karena apa yang diharapkan tidak seperti yang didapatkan. Sehingga makin lama muncul dalam bentuk perilaku menuntut dari pihak istri ke keluarga suami. Hal ini juga bisa dipahami karena istri kakak Anda dalam hal ini adalah ‘perantau’ di negeri orang, dimana pastinya ada perasaan-perasaan sepi/terpisah dari akar budayanya.

Untuk menjembatani perbedaan tersebut, paling tidak keluarga harus berfokus pada kesamaan yang ada / yang dimiliki. Dalam hal ini, anak lah yang merupakan kesamaan / dan bisa menjadi penjembatan berbagai perbedaan tersebut. Sebagai anggota keluarga, mungkin Anda bisa mengingatkan kakak Anda, bahwa kepentingan anak harus lebih diutamakan diatas kepentingan masing-masing.

Orang tua dan keluarga (termasuk Anda) diharapkan tetap bisa aktif memberikan dukungan pada kakak Anda untuk mengingatkannya supaya lebih mengutamakan kepentingan anak. Sebagai suami, kakak Anda juga diharapkan bisa kembali membuka komunikasi dengan istrinya, karena tanpa komunikasi yang baik, tidak akan ada solusi dari permasalahan mereka. Ketidakpuasan sang istri tidak akan terselesaikan. Karena bisa saja, masalah keluarga yang terlihat besar dan ‘menakutkan’ bersumber dari masalah komunikasi. Dukunglah kakak Anda untuk tetap berusaha membuka jalan komunikasi dengan istrinya. Perlahan, si istri semoga bisa melihat itikad baik suaminya, terutama saat ia melihat suaminya mengutamakan kepentingan anak mereka. Misalnya, tetap menyapa, memberi pujian pada istri, mengajak istri bermain dengan anak, dsb.

Semoga dengan saran-saran ini bisa membuka jalan untuk menuju pemecahan permasalahan secara bijak.

Regards,
Sinta

One Response to “Perkawinan Beda Bangsa/Budaya”

  1. Angelina, pertanyaan saya : apa yang diinginkan kakak laki-lakimu ?

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>