<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Perkawinan Beda Agama</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/perkawinan-beda-agama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/perkawinan-beda-agama/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 10:39:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Jeffry kellen</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perkawinan-beda-agama/comment-page-1/#comment-3060</link>
		<dc:creator>Jeffry kellen</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 10:09:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=457#comment-3060</guid>
		<description>slmat romo,
pertanyaan saya sdrhana romo, mengapa gereja meminta pihak katolik membuat janji? sedangkan pihak islam hanya diberitahu? pertanyaan ini dalam kaitannya dengan kawin campur beda agama: katolik-islam

========
Jeffry,
Apakah maksud pertanyaam Anda mengapa pihak Islam tidak berjanji untuk mendidik anak secara Katolik tetapi cukup diberitahu? Bukankah jawabannya sudah jelas ada dalam pertanyaan itu? Pihak Islam tidak membuat janji untuk mendidik anak secara Katolik karena dia sendiri bukan Katolik. Sedangkan pihak Katolik membuat janji untuk memastikan bahwa anak dari keluarga kawin campur dididik secara Katolik. Janji diperlukan karena ada kemungkinan bahaya anak tidak dididik secara Katolik.

js</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>slmat romo,<br />
pertanyaan saya sdrhana romo, mengapa gereja meminta pihak katolik membuat janji? sedangkan pihak islam hanya diberitahu? pertanyaan ini dalam kaitannya dengan kawin campur beda agama: katolik-islam</p>
<p>========<br />
Jeffry,<br />
Apakah maksud pertanyaam Anda mengapa pihak Islam tidak berjanji untuk mendidik anak secara Katolik tetapi cukup diberitahu? Bukankah jawabannya sudah jelas ada dalam pertanyaan itu? Pihak Islam tidak membuat janji untuk mendidik anak secara Katolik karena dia sendiri bukan Katolik. Sedangkan pihak Katolik membuat janji untuk memastikan bahwa anak dari keluarga kawin campur dididik secara Katolik. Janji diperlukan karena ada kemungkinan bahaya anak tidak dididik secara Katolik.</p>
<p>js</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perkawinan-beda-agama/comment-page-1/#comment-2952</link>
		<dc:creator>johan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 11:20:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=457#comment-2952</guid>
		<description>@Desy,

1. YA. Dan itu berlaku universal, bukan saja di Indonesia.
2. Jika si Katolik telah melakukan usaha maksimal tetapi akhirnya anak-anakmu memeluk agama pasangannya atau agama lain, maka si Katolik tidak bersalah. Tetapi yang dimaksud maksimal adalah sungguh-sungguh segala daya upaya yang bisa dilakukan sudah secara nyata dilakukan.
3. setelah menikah di Gereja Katolik, maka pernikahan kalian sah menurut hukum Gereja Katolik. TEtapi pernikahan kalian perlu dicatat oleh negara agar sah menurut hukum negara. pernikahan di Gereja Katolik dicatat di pencatatan sipil. Sedangkan KUA hanya untuk pernikahan yang dikukuhkan secara Islam. Kalo sudah dicatatan sipil tidak perlu ke KUA.

Hukum Kanonik dengan tegas melarang pengukuhan baik sesudah atau sebelum pengukuhan Gereja Katolik. Jadi setelah atau sebelum dikukuhkan dalam GK, kamu dilarang mengukuhkan pernikahanmu secara Islam. 

May God bless your steps..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Desy,</p>
<p>1. YA. Dan itu berlaku universal, bukan saja di Indonesia.<br />
2. Jika si Katolik telah melakukan usaha maksimal tetapi akhirnya anak-anakmu memeluk agama pasangannya atau agama lain, maka si Katolik tidak bersalah. Tetapi yang dimaksud maksimal adalah sungguh-sungguh segala daya upaya yang bisa dilakukan sudah secara nyata dilakukan.<br />
3. setelah menikah di Gereja Katolik, maka pernikahan kalian sah menurut hukum Gereja Katolik. TEtapi pernikahan kalian perlu dicatat oleh negara agar sah menurut hukum negara. pernikahan di Gereja Katolik dicatat di pencatatan sipil. Sedangkan KUA hanya untuk pernikahan yang dikukuhkan secara Islam. Kalo sudah dicatatan sipil tidak perlu ke KUA.</p>
<p>Hukum Kanonik dengan tegas melarang pengukuhan baik sesudah atau sebelum pengukuhan Gereja Katolik. Jadi setelah atau sebelum dikukuhkan dalam GK, kamu dilarang mengukuhkan pernikahanmu secara Islam. </p>
<p>May God bless your steps..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Desy</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perkawinan-beda-agama/comment-page-1/#comment-2951</link>
		<dc:creator>Desy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 04:02:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=457#comment-2951</guid>
		<description>Dear Romo,

Saya ingin menanyakan beberapa hal tentang pernikahan beda agama. Saya katolik dan kekasih saya non-katolik. Kami ingin bisa menikah. Setelah membaca website ini dan jawaban2 romo yang sangat informatif dan bijaksana, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan:
1. Apakah syarat meikah antara katolik dan non-katolik berlaku sama di semua gereja katolik di Indonesia?
2. Bagaimana persisnya dengan syarat ‘berusaha maksimal mendidik anak secara katolik?’ Apakah syarat ini berarti bahwa anak-anak harus memeluk agama katolik, atau lebih ditekankan pada nilai-nilai hidup secara katolik meskipun misalnya pada suatu hari nanti ia memilih untuk memeluk agama lain (bahkan agama yang berbeda sama-sekali dari orangtuanya?).
3. Setelah selesai mengurus semua syarat,tentunya kami bisa menikah di Gereja katolik. Tetapi kemudian bagaimana dengan yang non-katolik? Muslim misalnya. Apakah kami perlu menikah di KUA juga?
Mohon pencerahannya. Terimakasih Romo.

salam,
*desy</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Romo,</p>
<p>Saya ingin menanyakan beberapa hal tentang pernikahan beda agama. Saya katolik dan kekasih saya non-katolik. Kami ingin bisa menikah. Setelah membaca website ini dan jawaban2 romo yang sangat informatif dan bijaksana, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan:<br />
1. Apakah syarat meikah antara katolik dan non-katolik berlaku sama di semua gereja katolik di Indonesia?<br />
2. Bagaimana persisnya dengan syarat ‘berusaha maksimal mendidik anak secara katolik?’ Apakah syarat ini berarti bahwa anak-anak harus memeluk agama katolik, atau lebih ditekankan pada nilai-nilai hidup secara katolik meskipun misalnya pada suatu hari nanti ia memilih untuk memeluk agama lain (bahkan agama yang berbeda sama-sekali dari orangtuanya?).<br />
3. Setelah selesai mengurus semua syarat,tentunya kami bisa menikah di Gereja katolik. Tetapi kemudian bagaimana dengan yang non-katolik? Muslim misalnya. Apakah kami perlu menikah di KUA juga?<br />
Mohon pencerahannya. Terimakasih Romo.</p>
<p>salam,<br />
*desy</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Simple Pilgrim</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perkawinan-beda-agama/comment-page-1/#comment-1272</link>
		<dc:creator>Simple Pilgrim</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 18:18:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=457#comment-1272</guid>
		<description>&quot;....tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada Siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.&quot;
(2 Timotius 1 : 12)

Sorry,I mistyped. Namun bacalah juga 2 Timotius 4, isinya sungguh memberkati dan menguatkan kita yang percaya.

&quot;Kata Yesus: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.&quot;
(Yohanes 14 : 6)

Tiga cara biasanya ditempuh orang untuk sembuh :
1. Datang pada Tuhan
2. Mencoba kekuatan sendiri,tanpa mengandalkan Tuhan
3. Mencari kekuatan lain, alias kuasa gelap (dukun,alternatif dengan mantra,dsb.)

Apakah ketiga cara tersebut sama benarnya dan sesuai kehendak Tuhan?


Jika ada berbagai macam pandangan yang berbeda satu dengan lainnya,tidak mungkin semuanya sama-sama benar.

Jika agama lain benar,maka kristianitas salah besar.

Jika kristianitas-lah yang benar,maka yang lain ...?


Selidikilah aku,ya Allah,dan kenallah hatiku,
ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
lihatlah apakah jalanku serong,
dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mazmur 139:23-24)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;&#8230;.tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada Siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.&#8221;<br />
(2 Timotius 1 : 12)</p>
<p>Sorry,I mistyped. Namun bacalah juga 2 Timotius 4, isinya sungguh memberkati dan menguatkan kita yang percaya.</p>
<p>&#8220;Kata Yesus: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.&#8221;<br />
(Yohanes 14 : 6)</p>
<p>Tiga cara biasanya ditempuh orang untuk sembuh :<br />
1. Datang pada Tuhan<br />
2. Mencoba kekuatan sendiri,tanpa mengandalkan Tuhan<br />
3. Mencari kekuatan lain, alias kuasa gelap (dukun,alternatif dengan mantra,dsb.)</p>
<p>Apakah ketiga cara tersebut sama benarnya dan sesuai kehendak Tuhan?</p>
<p>Jika ada berbagai macam pandangan yang berbeda satu dengan lainnya,tidak mungkin semuanya sama-sama benar.</p>
<p>Jika agama lain benar,maka kristianitas salah besar.</p>
<p>Jika kristianitas-lah yang benar,maka yang lain &#8230;?</p>
<p>Selidikilah aku,ya Allah,dan kenallah hatiku,<br />
ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;<br />
lihatlah apakah jalanku serong,<br />
dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mazmur 139:23-24)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Simple Pilgrim</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perkawinan-beda-agama/comment-page-1/#comment-1271</link>
		<dc:creator>Simple Pilgrim</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 16:39:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=457#comment-1271</guid>
		<description>.......
Sebelumnya saya minta maaf bila saya terlalu lurus dan gamblang dalam menyampaikan kata-kata sehingga mungkin telah menjadi suatu batu sandungan bagi Saudara/i sekalian yang kurang sepaham.

Cinta dan romantisme memang perlu adanya,tetapi apalah artinya itu semua jika tidak diberkati dan diperkenan oleh Tuhan? Adam dan Hawa,pasangan suami-istri pertama yang diciptakan oleh Allah merupakan bukti bahwa manusia diciptakan untuk saling melengkapi. Tetapi jangan pula dilupakan,bahwa Tuhan sendirilah yang memberkatinya.

Apakah Saudara mengingat kelanjutan kisah tersebut? Setelah kejatuhan manusia dalam dosa, apa yang terjadi? Anak-anak Tuhan mengambil pasangan yang bukan dari kaumnya,lalu muncul poligami,terjadi berbagai macam kekacauan,bahkan ada umat Tuhan yang sampai hati melakukan incest... apakah Anda sudah pernah membacanya? 
Apakah Saudara sungguh berpikir bahwa Tuhan berkenan atas semua pasangan tersebut,tanpa memandang kondisi masing-masing?

Saya percaya,karena Tuhan tahu apa yang terbaik bagi umat-Nya,maka Ia menetapkan berbagai-bagai peraturan. Tentunya juga peraturan mengenai perkawinan. Bahkan,perkawinan adalah hal yang sangat sakral di dalam Gereja,karena menggambarkan hubungan Kristus dengan jemaat.
Pertanyaan saya : apakah dengan pasangan yang berbeda iman,gambaran hubungan Kristus dengan jemaat-Nya ini dapat terwujud?

Kemudian saya tergelitik dengan pertanyaan: &quot;apakah itu agama?&quot; Berdasarkan berbagai pengajaran yang pernah saya dengar, agama adalah upaya manusia dalam mencari Allah, Tuhan yang sejati.
Tetapi kristianitas itu berbeda,ia bukanlah sekadar agama biasa.
Sebab hanya kristianitas yang mengakui bahwa Tuhan yang Maha Kasih itu sendiri yang lebih dahulu datang dan mencari manusia, karena itu kita sebagai umat-Nya hanya merespon terhadap kasih tersebut. 
Apakah Anda sungguh berpikir bahwa manusia yang begitu terbatas akan dapat, dengan kemampuannya sendiri,mencari dan kemudian menemukan Allah yang begitu tidak terbatas?

Saya tidak bermaksud bersikap munafik maupun fanatik,dan meskipun sebagian orang menganggapnya demikian,saya tidak keberatan. 

Saya bukan orang pandai, dan saya bahkan juga bukan Bapak Johan (beliau akan dapat menulis tanggapan dengan jauh lebih baik. 

Saya hanya berusaha menyampaikan pandangan saya,yang saya dasarkan pada Alkitab,sekiranya dapat menjadi berkat. Saya sudah mengatakan sebelumnya, selidikilah Kitab Suci sebelum Saudara memutuskan apakah yang saya kemukakan itu benar atau salah.
 
Sebab seperti Rasul Paulus,saya berani mengatakan:
&quot;I know whom I believe&quot;(2Tim 4:12) and I also know what He wants from me.

Do you, brothers and sisters in Christ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;&#8230;.<br />
Sebelumnya saya minta maaf bila saya terlalu lurus dan gamblang dalam menyampaikan kata-kata sehingga mungkin telah menjadi suatu batu sandungan bagi Saudara/i sekalian yang kurang sepaham.</p>
<p>Cinta dan romantisme memang perlu adanya,tetapi apalah artinya itu semua jika tidak diberkati dan diperkenan oleh Tuhan? Adam dan Hawa,pasangan suami-istri pertama yang diciptakan oleh Allah merupakan bukti bahwa manusia diciptakan untuk saling melengkapi. Tetapi jangan pula dilupakan,bahwa Tuhan sendirilah yang memberkatinya.</p>
<p>Apakah Saudara mengingat kelanjutan kisah tersebut? Setelah kejatuhan manusia dalam dosa, apa yang terjadi? Anak-anak Tuhan mengambil pasangan yang bukan dari kaumnya,lalu muncul poligami,terjadi berbagai macam kekacauan,bahkan ada umat Tuhan yang sampai hati melakukan incest&#8230; apakah Anda sudah pernah membacanya?<br />
Apakah Saudara sungguh berpikir bahwa Tuhan berkenan atas semua pasangan tersebut,tanpa memandang kondisi masing-masing?</p>
<p>Saya percaya,karena Tuhan tahu apa yang terbaik bagi umat-Nya,maka Ia menetapkan berbagai-bagai peraturan. Tentunya juga peraturan mengenai perkawinan. Bahkan,perkawinan adalah hal yang sangat sakral di dalam Gereja,karena menggambarkan hubungan Kristus dengan jemaat.<br />
Pertanyaan saya : apakah dengan pasangan yang berbeda iman,gambaran hubungan Kristus dengan jemaat-Nya ini dapat terwujud?</p>
<p>Kemudian saya tergelitik dengan pertanyaan: &#8220;apakah itu agama?&#8221; Berdasarkan berbagai pengajaran yang pernah saya dengar, agama adalah upaya manusia dalam mencari Allah, Tuhan yang sejati.<br />
Tetapi kristianitas itu berbeda,ia bukanlah sekadar agama biasa.<br />
Sebab hanya kristianitas yang mengakui bahwa Tuhan yang Maha Kasih itu sendiri yang lebih dahulu datang dan mencari manusia, karena itu kita sebagai umat-Nya hanya merespon terhadap kasih tersebut.<br />
Apakah Anda sungguh berpikir bahwa manusia yang begitu terbatas akan dapat, dengan kemampuannya sendiri,mencari dan kemudian menemukan Allah yang begitu tidak terbatas?</p>
<p>Saya tidak bermaksud bersikap munafik maupun fanatik,dan meskipun sebagian orang menganggapnya demikian,saya tidak keberatan. </p>
<p>Saya bukan orang pandai, dan saya bahkan juga bukan Bapak Johan (beliau akan dapat menulis tanggapan dengan jauh lebih baik. </p>
<p>Saya hanya berusaha menyampaikan pandangan saya,yang saya dasarkan pada Alkitab,sekiranya dapat menjadi berkat. Saya sudah mengatakan sebelumnya, selidikilah Kitab Suci sebelum Saudara memutuskan apakah yang saya kemukakan itu benar atau salah.</p>
<p>Sebab seperti Rasul Paulus,saya berani mengatakan:<br />
&#8220;I know whom I believe&#8221;(2Tim 4:12) and I also know what He wants from me.</p>
<p>Do you, brothers and sisters in Christ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Johan</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perkawinan-beda-agama/comment-page-1/#comment-1269</link>
		<dc:creator>Johan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 07:30:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=457#comment-1269</guid>
		<description>@Paimin... 

@Paimin 

1. saya tidak pernah mengatakan apa yang anda tuliskan itu.. silahkan cek..

2. walaupun itu bukan tulisan saya, pendapat itu adalah pilihan si penulis, anda atau siapa pun tidak perlu membuat justifikasi. Karena tidak ada seorang pun manusia di dunia mampu melihat yang di dalam hati manusia lain, kecuali Tuhan. (1Sam 16:7, Rm. 2:16)

3. seorang Katolik memberikan jawaban atas semua permasalahan sesuai dengan iman Katolik yang benar. Oleh karenanya sebelum menuliskan kata di dunia maya ujilah jawaban anda kembali dengan ajaran Gereja Katolik. (Efesus 5:6-11) Apa pun yang anda tuliskan di sini menjadi tanggungjawab anda bukan saja di dunia tetapi di akhirat nanti.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Paimin&#8230; </p>
<p>@Paimin </p>
<p>1. saya tidak pernah mengatakan apa yang anda tuliskan itu.. silahkan cek..</p>
<p>2. walaupun itu bukan tulisan saya, pendapat itu adalah pilihan si penulis, anda atau siapa pun tidak perlu membuat justifikasi. Karena tidak ada seorang pun manusia di dunia mampu melihat yang di dalam hati manusia lain, kecuali Tuhan. (1Sam 16:7, Rm. 2:16)</p>
<p>3. seorang Katolik memberikan jawaban atas semua permasalahan sesuai dengan iman Katolik yang benar. Oleh karenanya sebelum menuliskan kata di dunia maya ujilah jawaban anda kembali dengan ajaran Gereja Katolik. (Efesus 5:6-11) Apa pun yang anda tuliskan di sini menjadi tanggungjawab anda bukan saja di dunia tetapi di akhirat nanti.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: paimin</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perkawinan-beda-agama/comment-page-1/#comment-1268</link>
		<dc:creator>paimin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 04:45:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=457#comment-1268</guid>
		<description>@ : Johan

Saya juga percaya &quot;Cinta sejati yang saya kenal datangnya dari Tuhan,Allah yang sejati,yang saya sembah dalam nama Yesus Kristus&quot;. saya merasakan dan mengalaminya.

Tapi... Tapi nih........

Saya.. engga percaya... atas apa yg bpk katakan ini :
&quot;Maaf,saya bukan orang yang percaya akan cinta romantisme belaka. Saya juga ragu bahwa cinta semu yang hangat, kelihatannya murni dan tulus ala dunia ini akan cukup kuat bertahan melalui berbagai-bagai ujian kehidupan&quot;.

Apakah engga terlalu Munaf...........?

Trims....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ : Johan</p>
<p>Saya juga percaya &#8220;Cinta sejati yang saya kenal datangnya dari Tuhan,Allah yang sejati,yang saya sembah dalam nama Yesus Kristus&#8221;. saya merasakan dan mengalaminya.</p>
<p>Tapi&#8230; Tapi nih&#8230;&#8230;..</p>
<p>Saya.. engga percaya&#8230; atas apa yg bpk katakan ini :<br />
&#8220;Maaf,saya bukan orang yang percaya akan cinta romantisme belaka. Saya juga ragu bahwa cinta semu yang hangat, kelihatannya murni dan tulus ala dunia ini akan cukup kuat bertahan melalui berbagai-bagai ujian kehidupan&#8221;.</p>
<p>Apakah engga terlalu Munaf&#8230;&#8230;&#8230;..?</p>
<p>Trims&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Johan</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perkawinan-beda-agama/comment-page-1/#comment-1254</link>
		<dc:creator>Johan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 06:39:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=457#comment-1254</guid>
		<description>@Ifvan, jika saya sebagai moderator saya pasti langsung men-delete komentar anda di atas. namun karena saya bukan moderator saya minta mereka yang ingin menjadi orang Katolik yang Katolik untuk mengabaikan tulisan Ifvan.

1. komentar anda justru berasal dari dunia, bukan dari Tuhan yang telah mewariskan ajaran-Nya kepada Gereja.

2. pandangan anda sama sekali tidak Katolik, bahkan sebaliknya menjadi batu sandungan bagi mereka yang ingin hidup dalam kebenaran iman Katolik. sebaiknya anda belajar lagi apa itu ajaran Gereja Katolik (bukankah kamu tidak tahu apa itu AGAMA ?). Dan dalam topik ini anda tidak tahu apa-apa. Dan sebelum anda melakukan hal itu atau anda terlalu angkuh untuk melakukannya, jangan menjadi batu sandungan bagi orang Katolik lain.

3. Jika anda tidak menerima kritik saya ini, anda pasti akan berkomentar lagi di sini membela diri anda. Jika Itu anda lakukan, maka anda sendiri sudah menunjukkan sifat fanatik berlebihan, yaitu kepada apa yang anda pahami sendiri saat ini. Jadi sebelum kamu melakukannya silahkan anda bandingkan tulisan anda dengan ajaran Gereja Katolik, bukan &quot;ajaran ifvan&quot; yang belum Katolik dan sudah terbukti di sini memang tidak Katolik.
Ini salah satunya :

anda mengatakan &quot;buat apa Tuhan menciptakan manusia dan segalanya secara berpasang-pasang.&quot;

silahkan anda baca Matius 19:12

darimana anda dapat ajaran bahwa Tuhan menciptakan manusia dan segalanya secara berpasang-pasang ? Tahukah kamu agama apa yang mengajarkan hal ini ? jika tidak tahu, silahkan kamu cari tahu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ifvan, jika saya sebagai moderator saya pasti langsung men-delete komentar anda di atas. namun karena saya bukan moderator saya minta mereka yang ingin menjadi orang Katolik yang Katolik untuk mengabaikan tulisan Ifvan.</p>
<p>1. komentar anda justru berasal dari dunia, bukan dari Tuhan yang telah mewariskan ajaran-Nya kepada Gereja.</p>
<p>2. pandangan anda sama sekali tidak Katolik, bahkan sebaliknya menjadi batu sandungan bagi mereka yang ingin hidup dalam kebenaran iman Katolik. sebaiknya anda belajar lagi apa itu ajaran Gereja Katolik (bukankah kamu tidak tahu apa itu AGAMA ?). Dan dalam topik ini anda tidak tahu apa-apa. Dan sebelum anda melakukan hal itu atau anda terlalu angkuh untuk melakukannya, jangan menjadi batu sandungan bagi orang Katolik lain.</p>
<p>3. Jika anda tidak menerima kritik saya ini, anda pasti akan berkomentar lagi di sini membela diri anda. Jika Itu anda lakukan, maka anda sendiri sudah menunjukkan sifat fanatik berlebihan, yaitu kepada apa yang anda pahami sendiri saat ini. Jadi sebelum kamu melakukannya silahkan anda bandingkan tulisan anda dengan ajaran Gereja Katolik, bukan &#8220;ajaran ifvan&#8221; yang belum Katolik dan sudah terbukti di sini memang tidak Katolik.<br />
Ini salah satunya :</p>
<p>anda mengatakan &#8220;buat apa Tuhan menciptakan manusia dan segalanya secara berpasang-pasang.&#8221;</p>
<p>silahkan anda baca Matius 19:12</p>
<p>darimana anda dapat ajaran bahwa Tuhan menciptakan manusia dan segalanya secara berpasang-pasang ? Tahukah kamu agama apa yang mengajarkan hal ini ? jika tidak tahu, silahkan kamu cari tahu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ifvan</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perkawinan-beda-agama/comment-page-1/#comment-1251</link>
		<dc:creator>ifvan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 05:28:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=457#comment-1251</guid>
		<description>Saya turut prihatin apabila ada diantara Saudara/i sekalian yang berlabel “kristen katolik” alias pengikut Kristus,namun masih memiliki pandangan yang setipe dengan orang-orang dunia. Seingat saya,Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia dan murid-muridNya bukan dari dunia ini.

Maaf,saya bukan orang yang percaya akan cinta romantisme belaka. Saya juga ragu bahwa cinta semu yang hangat, kelihatannya murni dan tulus ala dunia ini akan cukup kuat bertahan melalui berbagai-bagai ujian kehidupan.

Cinta sejati yang saya kenal datangnya dari Tuhan,Allah yang sejati,yang saya sembah dalam nama Yesus Kristus.
Seperti dikatakan dalam Yohanes 3 : 16
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADANYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

saya bukan tidak percaya akan cintakaih Yesus...!  saya percaya dan saya juga sangat percaya itu. tapi saya juga munafik kalo saya engga percaya &quot;cinta &amp; romantisme&quot; kalo saya engga percaya itu sama saja saya engga percaya sapa yg menciptakan saya.
buat apa Tuhan menciptakan manusia dan segalanya secara berpasang-pasang. apa jadinya hidup ini kalo engga ada &quot;cinta &amp; romantisme&quot; apakah, manusia hidup berpasangan tanpa ada landasan &quot;cinta &amp; romantisme&quot; ? apakah bisa ?

Mungkin, kalo semua orang seDunia ini cara berpikirnya seperti anda semua, Dunia ini akan damai tak ada perang dan tidak akan adanya bermunculan perbedaan agama dan aliran kepercayaan dan semacamnya.
Dan sadarkar, bahawa memang tidak di pungkiri bahawa sifat manusia itu memang rakus dna tak pernah puas. itu tidak bisa di rubah tapi hanya bisa di luruskan.
dan satu yang perlu semua tahu.. karna say sendiri juga tidak tahu..
apasih itu AGAMA ? kenapa selalu menjadi sandungan.
sedangkan kita semua tahu... Tuhan itu cuma satu.

Kalo ibarat... Tuhan itu sama dengan Kesembuhan. sedangkan manusia yg sedang sakit sementara dia ingin sembuh. bagaimana ?
cara dan jalan untuk sembuh kan tidak cuma satu, bisa.
1. kerumah sakit.
2. langsung kedokter, kalo yg punya dokter pribadi.
3. minum obat
4. minum jamu

Boleh, fanatik, tapi jangan belebihan...!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya turut prihatin apabila ada diantara Saudara/i sekalian yang berlabel “kristen katolik” alias pengikut Kristus,namun masih memiliki pandangan yang setipe dengan orang-orang dunia. Seingat saya,Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia dan murid-muridNya bukan dari dunia ini.</p>
<p>Maaf,saya bukan orang yang percaya akan cinta romantisme belaka. Saya juga ragu bahwa cinta semu yang hangat, kelihatannya murni dan tulus ala dunia ini akan cukup kuat bertahan melalui berbagai-bagai ujian kehidupan.</p>
<p>Cinta sejati yang saya kenal datangnya dari Tuhan,Allah yang sejati,yang saya sembah dalam nama Yesus Kristus.<br />
Seperti dikatakan dalam Yohanes 3 : 16<br />
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADANYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”</p>
<p>saya bukan tidak percaya akan cintakaih Yesus&#8230;!  saya percaya dan saya juga sangat percaya itu. tapi saya juga munafik kalo saya engga percaya &#8220;cinta &amp; romantisme&#8221; kalo saya engga percaya itu sama saja saya engga percaya sapa yg menciptakan saya.<br />
buat apa Tuhan menciptakan manusia dan segalanya secara berpasang-pasang. apa jadinya hidup ini kalo engga ada &#8220;cinta &amp; romantisme&#8221; apakah, manusia hidup berpasangan tanpa ada landasan &#8220;cinta &amp; romantisme&#8221; ? apakah bisa ?</p>
<p>Mungkin, kalo semua orang seDunia ini cara berpikirnya seperti anda semua, Dunia ini akan damai tak ada perang dan tidak akan adanya bermunculan perbedaan agama dan aliran kepercayaan dan semacamnya.<br />
Dan sadarkar, bahawa memang tidak di pungkiri bahawa sifat manusia itu memang rakus dna tak pernah puas. itu tidak bisa di rubah tapi hanya bisa di luruskan.<br />
dan satu yang perlu semua tahu.. karna say sendiri juga tidak tahu..<br />
apasih itu AGAMA ? kenapa selalu menjadi sandungan.<br />
sedangkan kita semua tahu&#8230; Tuhan itu cuma satu.</p>
<p>Kalo ibarat&#8230; Tuhan itu sama dengan Kesembuhan. sedangkan manusia yg sedang sakit sementara dia ingin sembuh. bagaimana ?<br />
cara dan jalan untuk sembuh kan tidak cuma satu, bisa.<br />
1. kerumah sakit.<br />
2. langsung kedokter, kalo yg punya dokter pribadi.<br />
3. minum obat<br />
4. minum jamu</p>
<p>Boleh, fanatik, tapi jangan belebihan&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Simple Pilgrim</title>
		<link>http://gerejastanna.org/perkawinan-beda-agama/comment-page-1/#comment-1189</link>
		<dc:creator>Simple Pilgrim</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 16:07:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=457#comment-1189</guid>
		<description>.........

Manusia menyukai apa yang menyenangkan bagi dirinya sendiri dan cenderung mencoba menetralisir hukum-hukum Tuhan sesuai dengan kehendaknya untuk memuaskan keinginan dagingnya.

Jika Anda masih mempertanyakan apakah Allah kita berkenan kepada perkawinan beda agama, sebaiknya baca kembali 2Kor 6 : 14 - 18.
Bila Anda masih ragu juga, selidikilah Alkitab. Sejak zaman Perjanjian Lama pun umat Tuhan selalu diarahkan untuk mencari pasangan hidup di tengah-tengah kaumnya sendiri. Mengapa? Karena bangsa-bangsa yang lainnya tidak mengenal Yahwe, Tuhan yang sejati,dan mereka disebut sebagai para penyembah berhala.

Saya turut prihatin apabila ada diantara Saudara/i sekalian yang berlabel &quot;kristen katolik&quot; alias pengikut Kristus,namun masih memiliki pandangan yang setipe dengan orang-orang dunia. Seingat saya,Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia dan murid-muridNya bukan dari dunia ini.

Maaf,saya bukan orang yang percaya akan cinta romantisme belaka. Saya juga ragu bahwa cinta semu yang hangat, kelihatannya murni dan tulus ala dunia ini akan cukup kuat bertahan melalui berbagai-bagai ujian kehidupan. 

Cinta sejati yang saya kenal datangnya dari Tuhan,Allah yang sejati,yang saya sembah dalam nama Yesus Kristus.
Seperti dikatakan dalam Yohanes 3 : 16
&quot;Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADANYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.&quot;

Pertimbangkanlah kembali. Pilihan ada di tangan Anda.
Tuhan Yesus memberkati.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Manusia menyukai apa yang menyenangkan bagi dirinya sendiri dan cenderung mencoba menetralisir hukum-hukum Tuhan sesuai dengan kehendaknya untuk memuaskan keinginan dagingnya.</p>
<p>Jika Anda masih mempertanyakan apakah Allah kita berkenan kepada perkawinan beda agama, sebaiknya baca kembali 2Kor 6 : 14 &#8211; 18.<br />
Bila Anda masih ragu juga, selidikilah Alkitab. Sejak zaman Perjanjian Lama pun umat Tuhan selalu diarahkan untuk mencari pasangan hidup di tengah-tengah kaumnya sendiri. Mengapa? Karena bangsa-bangsa yang lainnya tidak mengenal Yahwe, Tuhan yang sejati,dan mereka disebut sebagai para penyembah berhala.</p>
<p>Saya turut prihatin apabila ada diantara Saudara/i sekalian yang berlabel &#8220;kristen katolik&#8221; alias pengikut Kristus,namun masih memiliki pandangan yang setipe dengan orang-orang dunia. Seingat saya,Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia dan murid-muridNya bukan dari dunia ini.</p>
<p>Maaf,saya bukan orang yang percaya akan cinta romantisme belaka. Saya juga ragu bahwa cinta semu yang hangat, kelihatannya murni dan tulus ala dunia ini akan cukup kuat bertahan melalui berbagai-bagai ujian kehidupan. </p>
<p>Cinta sejati yang saya kenal datangnya dari Tuhan,Allah yang sejati,yang saya sembah dalam nama Yesus Kristus.<br />
Seperti dikatakan dalam Yohanes 3 : 16<br />
&#8220;Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADANYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.&#8221;</p>
<p>Pertimbangkanlah kembali. Pilihan ada di tangan Anda.<br />
Tuhan Yesus memberkati.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
