Perkawinan Beda Agama
Banyak masalah unik muncul pada perkawinan beda agama yang barangkali tidak muncul pada perkawinan seagama. Berikut ini adalah contoh kasusnya. Silahkan menanggapi.
==========
salam damai, saya menikah thn 2007 secara dispensasi….sekarang ini saya di hadapkan pada masalah bagaimana meminta maaf kepada mertua saya…tapi mertua saya selalu menyudutkan istri saya dengan kata2\”mendoakan orang tua untuk mati dan masuk neraka\”……saya bingung dalam menyikapi soal ini…..saat ini istri saya mendesak untuk ikut dengan dia dengan kata lain saya pindah keyakinan untuk masuk ke islam….tapi hati saya bergejolak…..bagaimana saya harus menyikapi ini romo….apakah pernikahan ini masih bisa dilanjutkan…..
Rky
==========
Saya sudah menikah tapi secara muslim . . . saya bisa komuni lg gimana caranya ya??? suami saya terlalu fanatik untuk ke gerja saja saya ngumpet-ngumpet… tapi saat ini hubungan kita sudah tidak harmonis lagi . . . sudah hampir 3 bulan kita pisah rumah dan rencananya saya minta cerai saja…
saya mohon bantuannya mencarikan solusi masalah saya. trima kasih atas tanggapannya.
Bel
==========







Sudah 12 tahun saya pacaran dengan pacar saya, seorang wanita Muslim, dan sampai detik ini kami tidak pernah punya masalah yang runcing tentang agama. Tahun 2005, tanpa sepengetahuan saya, dan bahkan orangtuanya, dia ikut katekumen dan masuk Katolik. Saya agak kaget, dan bertanya ke dia, kenapa? Jawabnya singkat saja, “Kasian anak2 kita nanti, bingung pilih yang mana.” Bulan Oktober nanti kami berencana menikah–secara Katolik tentunya– tanpa sepengetahuan orangtuanya. Kami berdua punya prinsip yang seragam: semua agama baik, cuma tinggal tergantung manusianya. Prinsip saya sebenarnya lain lagi: saya ikut Yesus, bukan agamanya. Perjalanan jadi mudah karena sepertinya tujuan kami sama: punya keluarga kecil yang hangat dan penuh cinta. Itu saja.
Mungkin terdengar agak sedikit agnostik. Tapi saya percaya cinta yang universal sesungguhnya mengatasi agama. Di mana pun, apa pun.
Maaf kalau saya agak sedikit berbeda.
Salam,
MWM
Rizky ytk, perkawinan campur selalu membawa resiko kesalahpahaman dan usaha yang lebih besar untuk saling memberi ruang menghormati dan mengembangkan keyakinan masing-masing, kecuali ada kesepakatan atau ada proses alami salah satu ikut keyakinan yang lain. Saya menangkap ada 2 persoalan yang Anda ajukan. Pertama soal “meminta maaf kepada mertua”. Ijinkan saya mohon penjelasan lebih lanjut: apakah kesalahan yang hendak dimintakan maaf itu? Bagaimana hal ihwalnya mertua menyatakan “mendoakan orang tua untuk mati dan masuk neraka?” Kedua, desakan istri Anda agar Anda pindah keyakinan untuk masuk Islam, sementara hati Anda bergejolak, yang saya mengerti sebagai tidak bisa menerima ajakan itu. Dalam iman Katolik, pernikahan adalah suatu perjanjian yang sangat serius. Baik diingat lagi janji Anda berdua saat menjalani pernikahan Gereja dengan dispensasi. Setia dalam untung dan malang, suka dan duka, sehat maupun sakit. Janji untuk mencintai dan menghormati seumur hidup. Cobalah tetap tenang dengan menyadari banyak perkawinan yang langgeng juga mengalami gejolak pada waktu-waktu tertentu, sebelum akhirnya menjadi lebih stabil. Biasanya masalah pokoknya adalah komunikasi. Berbincang dengan pasutri yang sudah makan asam garam kehidupan kiranya akan banyak membantu. Maka saya usul, pertama teguhkan lagi komitmen untuk setia, mencintai dan menghormati istri Anda dan mempertahankan perkawinan ini. Ini termasuk belajar bersama mewujudkan nilai2 itu dalam menghadapi segala persoalan yang ada. Kedua, tentang iman, bertahanlah dengan suara hati Anda Disatu sisi Anda memang harus menghormati dan mencintai istri Anda, disisi lain itu hanya bisa dijalankan kalau Anda cukup menghormati dan mencintai diri Anda sendiri. Pindah agama kalau tidak didasari keyakinan sungguh, tidak menyelesaikan persoalan bahkan bisa membuat persoalan baru berkait dengan integritas diri Anda sendiri. Ketiga, soal meminta maaf kepada mertua, masalahnya belum cukup jelas bagi saya, tetapi prinsip dasarnya setiap permintaan maaf haruslah dilakukan dengan tulus dan jujur. Tulus artinya memang melihat dan menerima diri salah, menyesal dan benar-benar berharap tanggapan pihak lain untuk memaafkan -meski soal dimaafkan atau tidak juga tidak bisa dipaksakan pada pihak lain. Jujur artinya persoalannya dibicarakan terbuka apa adanya tidak ditutup-tutupi, seimbang, tidak asal menyenangkan/memenangkan diri sendiri atau orang lain. Biasanya terkait dengan permintaan maaf, ada janji untuk memperbaiki diri. Keempat, jika dipandang perlu, baik kiranya melibatkan pihak lain, keluarga2 yang cukup bisa menjembatani komunikasi anda dan istri serta mertua. Ada teman-teman dari Sie Kerasulan Keluarga di St Anna yang siap membantu, kalau Anda mau dan menghendaki. Silahkan menghubungi mereka via sekretariat atau via Romo Paroki. Semoga membantu, doaku untukmu.
Saudari Endah, pernikahan Anda secara muslim tidaklah sah menurut hukum Gereja. Anda sudah memahami itu dan konsekuensinya, tidak bisa menerima komuni karena tanpa pernikahan Gereja Anda dipandang memisahkan diri dari hidup dalam kesatuan Gereja, meski tentu tetap bisa ikut misa dan aktivitas menggereja lain. Kalau hubungan Anda harmonis, perkawinan Anda bisa saja diupayakan untuk diteguhkan secara Katolik, juga kalau ada keberatan dari pihak suami Anda, bisa diupayakan dispensasi. Tapi mengingat hubungan tidak harmonis lagi, bahkan sudah pisah rumah, peneguhan secara Katolik nampaknya bukan solusi terbaik. Silahkan datang dan berbicara langsung dengan Romo Paroki agar persoalan Anda bisa dipahami lebih jelas. Pada dasarnya Anda bisa menerima komuni lagi kalau persoalan sudah diperjelas, dibereskan, sehingga Anda siap menerima Sakramen Tobat sebagai pintu masuk perdamaian dengan Allah dan Gereja. Bagaimana membereskan perkawinan Anda, baik dilakukan dalam konsultasi langsung dengan Pastor Paroki agar jelas semua, terutama dalam menentukan langkah2 yang terbaik bagi kesejahteraan hidup rohani Anda. Salam dan doa.
Halo Romo Ardi yang berani tidak berbendera ditengah para pemegang bendera. Tabik padamu!
Dapat salam dari para pemain akordeon di Napoli dan sekitarnya. Mereka-mereka yang biasa kongkow di depan katedral sepi, atau yang di kafe-kafe menghibur para turis bertelanjang dada, berisi.
Mereka titip pesan untuk mainkan terus saronnya. Masakan gamelan hanya gong yang dibunyikan. Kan mendingan langsung ke sumber bunyinya!
Oya, kolektenya nunggak dulu ya. Ketimbang latah sekedar biar gak malu. Toh, para cendekia tak kan menggerutu. Apalagi para bijaksana, ya… memahamilah tentu.
Ok, saya pamit dulu. Ngamen lagi, cari kolekte untuk beli panini.
“O Sole Mio!”
Grazie mille, arrivederci!
salam dalam kasih Kristus. romo..saya mempunyai pacar anak muslim yang sangat fanatik pada agamanya.. kami bertemu 1 tahun lalu dan dia dah kerja sementara saya masih kuliah.. selama ini dia banyak membantu saya dalam hal ekonomi. saya dan dia sangat mencintai tetapi kami masih kuat memegang agama masing-masing.. orangtuanya dan dia menginginkan kami menikah secara muslim sementara saya dan orangtua juga menginginkan menikah secara katolik..pernah dia mnyuruh aku untuk mualaf tp sangat berat aku untuk melakukan hal itu.maklum ortuku juga sangat tekun mengikuti st ana.. saat ini saya bingung untuk menentukan.. tolong saya romo..gimana supaya kami jangan dipisahkan.. salam damai
==========
Reno,
Coba anda pertimbangkan kembali apakah calon anda sebagai pribadi memang cocok sebagai pasangan hidup anda dan sebagai ayah bagi anak-anak anda kelak.
Kalau ada keraguan, berarti ada sesuatu yang perlu anda lihat kembali. Kalau sudah mantap, barulah anda berpikir untuk menikah.
Anda sekarang berada dalam keadaan bingung. Barangkali anda bisa mengambil jarak lebih dahulu agar anda memiliki kesempatan pribadi untuk menimbang-nimbang kembali secara jernih hubungan anda.
Sudrijanta
Dear Reno… coba kamu daraskan doa ini..
Doa kepada Santo Rafael
Santo Rafael, pelindung yang penuh kasih untuk kami yang mencari teman hidup, tolonglah kami dalam keputusan yang penting dalam hidup kami. Temukan bagi kami sebagai seorang penolong, seorang yang sifatnya mencerminkan kemiripan sifat Yesus dan Maria. Semoga ia jujur, setia, murni, tulus dan mulia, sehingga dengan usaha-usaha yang dipersatukan dan dengan kesucian dan cinta yang tidak mementingkan diri sendiri kami berdua dapat berjalan kepada kesempurnaan diri kami dalam jiwa dan raga, sama halnya untuk anak-anak yang Tuhan akan percayakan dalam asuhan kami kelak.
Santo Rafael, malaikat cinta yang suci, berkatilah hubungan kami dan cinta kami sehingga dosa tidak akan pernah menjadi bagian di dalamnya. Semoga cinta kami mempersatukan kami demikian dekat sehingga rumah masa depan kami semakin mirip dengan rumah Keluarga Kudus Nazareth. Persembahkanlah doa-doa kami kepada Allah untuk kami berdua dan mohonkan berkat Allah atas hubungan kami, seperti engkau yang telah menebarkan berkat untuk Tobiah dan Sarah.
Santo Rafael, sahabat kaum muda, jadilah teman kami, supaya kami selalu menjadi temanmu. Kami ingin melibatkanmu dalam kebutuhan2 kami.
Kepada bimbingan istimewamu kami percayakan keputusan yang kami buat untuk pasangan hidup kami kelak. Arahkan kami kepada seorang yang terbaik buat kami untuk bekerja sama dalam menjalankan Kehendak Kudus Allah, dimana kami dapat tinggal dalam kedamaian, cinta dan harmoni di dalam hidup ini, dan mencapai kebahagiaan kekal kelak selanjutnya.
Amin
Jika sulit bagimu mendaraskan doa di atas, jadikan peringatan dini bagi dirimu, bahwa pasanganmu kelak akan menjauhkan dirimu dari rahmat Allah.
Jika kamu bisa mendaraskannya, ingatlah setiap kata yang kamu katakan di sana, sebagai penguat iman-mu, untuk memenangkan dirimu atas segala godaan untuk meninggalkan Allah yang telah terlebih dulu mencintaimu.
………
Manusia menyukai apa yang menyenangkan bagi dirinya sendiri dan cenderung mencoba menetralisir hukum-hukum Tuhan sesuai dengan kehendaknya untuk memuaskan keinginan dagingnya.
Jika Anda masih mempertanyakan apakah Allah kita berkenan kepada perkawinan beda agama, sebaiknya baca kembali 2Kor 6 : 14 – 18.
Bila Anda masih ragu juga, selidikilah Alkitab. Sejak zaman Perjanjian Lama pun umat Tuhan selalu diarahkan untuk mencari pasangan hidup di tengah-tengah kaumnya sendiri. Mengapa? Karena bangsa-bangsa yang lainnya tidak mengenal Yahwe, Tuhan yang sejati,dan mereka disebut sebagai para penyembah berhala.
Saya turut prihatin apabila ada diantara Saudara/i sekalian yang berlabel “kristen katolik” alias pengikut Kristus,namun masih memiliki pandangan yang setipe dengan orang-orang dunia. Seingat saya,Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia dan murid-muridNya bukan dari dunia ini.
Maaf,saya bukan orang yang percaya akan cinta romantisme belaka. Saya juga ragu bahwa cinta semu yang hangat, kelihatannya murni dan tulus ala dunia ini akan cukup kuat bertahan melalui berbagai-bagai ujian kehidupan.
Cinta sejati yang saya kenal datangnya dari Tuhan,Allah yang sejati,yang saya sembah dalam nama Yesus Kristus.
Seperti dikatakan dalam Yohanes 3 : 16
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADANYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Pertimbangkanlah kembali. Pilihan ada di tangan Anda.
Tuhan Yesus memberkati.
Saya turut prihatin apabila ada diantara Saudara/i sekalian yang berlabel “kristen katolik” alias pengikut Kristus,namun masih memiliki pandangan yang setipe dengan orang-orang dunia. Seingat saya,Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia dan murid-muridNya bukan dari dunia ini.
Maaf,saya bukan orang yang percaya akan cinta romantisme belaka. Saya juga ragu bahwa cinta semu yang hangat, kelihatannya murni dan tulus ala dunia ini akan cukup kuat bertahan melalui berbagai-bagai ujian kehidupan.
Cinta sejati yang saya kenal datangnya dari Tuhan,Allah yang sejati,yang saya sembah dalam nama Yesus Kristus.
Seperti dikatakan dalam Yohanes 3 : 16
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADANYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
saya bukan tidak percaya akan cintakaih Yesus…! saya percaya dan saya juga sangat percaya itu. tapi saya juga munafik kalo saya engga percaya “cinta & romantisme” kalo saya engga percaya itu sama saja saya engga percaya sapa yg menciptakan saya.
buat apa Tuhan menciptakan manusia dan segalanya secara berpasang-pasang. apa jadinya hidup ini kalo engga ada “cinta & romantisme” apakah, manusia hidup berpasangan tanpa ada landasan “cinta & romantisme” ? apakah bisa ?
Mungkin, kalo semua orang seDunia ini cara berpikirnya seperti anda semua, Dunia ini akan damai tak ada perang dan tidak akan adanya bermunculan perbedaan agama dan aliran kepercayaan dan semacamnya.
Dan sadarkar, bahawa memang tidak di pungkiri bahawa sifat manusia itu memang rakus dna tak pernah puas. itu tidak bisa di rubah tapi hanya bisa di luruskan.
dan satu yang perlu semua tahu.. karna say sendiri juga tidak tahu..
apasih itu AGAMA ? kenapa selalu menjadi sandungan.
sedangkan kita semua tahu… Tuhan itu cuma satu.
Kalo ibarat… Tuhan itu sama dengan Kesembuhan. sedangkan manusia yg sedang sakit sementara dia ingin sembuh. bagaimana ?
cara dan jalan untuk sembuh kan tidak cuma satu, bisa.
1. kerumah sakit.
2. langsung kedokter, kalo yg punya dokter pribadi.
3. minum obat
4. minum jamu
Boleh, fanatik, tapi jangan belebihan…!
@Ifvan, jika saya sebagai moderator saya pasti langsung men-delete komentar anda di atas. namun karena saya bukan moderator saya minta mereka yang ingin menjadi orang Katolik yang Katolik untuk mengabaikan tulisan Ifvan.
1. komentar anda justru berasal dari dunia, bukan dari Tuhan yang telah mewariskan ajaran-Nya kepada Gereja.
2. pandangan anda sama sekali tidak Katolik, bahkan sebaliknya menjadi batu sandungan bagi mereka yang ingin hidup dalam kebenaran iman Katolik. sebaiknya anda belajar lagi apa itu ajaran Gereja Katolik (bukankah kamu tidak tahu apa itu AGAMA ?). Dan dalam topik ini anda tidak tahu apa-apa. Dan sebelum anda melakukan hal itu atau anda terlalu angkuh untuk melakukannya, jangan menjadi batu sandungan bagi orang Katolik lain.
3. Jika anda tidak menerima kritik saya ini, anda pasti akan berkomentar lagi di sini membela diri anda. Jika Itu anda lakukan, maka anda sendiri sudah menunjukkan sifat fanatik berlebihan, yaitu kepada apa yang anda pahami sendiri saat ini. Jadi sebelum kamu melakukannya silahkan anda bandingkan tulisan anda dengan ajaran Gereja Katolik, bukan “ajaran ifvan” yang belum Katolik dan sudah terbukti di sini memang tidak Katolik.
Ini salah satunya :
anda mengatakan “buat apa Tuhan menciptakan manusia dan segalanya secara berpasang-pasang.”
silahkan anda baca Matius 19:12
darimana anda dapat ajaran bahwa Tuhan menciptakan manusia dan segalanya secara berpasang-pasang ? Tahukah kamu agama apa yang mengajarkan hal ini ? jika tidak tahu, silahkan kamu cari tahu.
@ : Johan
Saya juga percaya “Cinta sejati yang saya kenal datangnya dari Tuhan,Allah yang sejati,yang saya sembah dalam nama Yesus Kristus”. saya merasakan dan mengalaminya.
Tapi… Tapi nih……..
Saya.. engga percaya… atas apa yg bpk katakan ini :
“Maaf,saya bukan orang yang percaya akan cinta romantisme belaka. Saya juga ragu bahwa cinta semu yang hangat, kelihatannya murni dan tulus ala dunia ini akan cukup kuat bertahan melalui berbagai-bagai ujian kehidupan”.
Apakah engga terlalu Munaf………..?
Trims….
@Paimin…
@Paimin
1. saya tidak pernah mengatakan apa yang anda tuliskan itu.. silahkan cek..
2. walaupun itu bukan tulisan saya, pendapat itu adalah pilihan si penulis, anda atau siapa pun tidak perlu membuat justifikasi. Karena tidak ada seorang pun manusia di dunia mampu melihat yang di dalam hati manusia lain, kecuali Tuhan. (1Sam 16:7, Rm. 2:16)
3. seorang Katolik memberikan jawaban atas semua permasalahan sesuai dengan iman Katolik yang benar. Oleh karenanya sebelum menuliskan kata di dunia maya ujilah jawaban anda kembali dengan ajaran Gereja Katolik. (Efesus 5:6-11) Apa pun yang anda tuliskan di sini menjadi tanggungjawab anda bukan saja di dunia tetapi di akhirat nanti.
…….
Sebelumnya saya minta maaf bila saya terlalu lurus dan gamblang dalam menyampaikan kata-kata sehingga mungkin telah menjadi suatu batu sandungan bagi Saudara/i sekalian yang kurang sepaham.
Cinta dan romantisme memang perlu adanya,tetapi apalah artinya itu semua jika tidak diberkati dan diperkenan oleh Tuhan? Adam dan Hawa,pasangan suami-istri pertama yang diciptakan oleh Allah merupakan bukti bahwa manusia diciptakan untuk saling melengkapi. Tetapi jangan pula dilupakan,bahwa Tuhan sendirilah yang memberkatinya.
Apakah Saudara mengingat kelanjutan kisah tersebut? Setelah kejatuhan manusia dalam dosa, apa yang terjadi? Anak-anak Tuhan mengambil pasangan yang bukan dari kaumnya,lalu muncul poligami,terjadi berbagai macam kekacauan,bahkan ada umat Tuhan yang sampai hati melakukan incest… apakah Anda sudah pernah membacanya?
Apakah Saudara sungguh berpikir bahwa Tuhan berkenan atas semua pasangan tersebut,tanpa memandang kondisi masing-masing?
Saya percaya,karena Tuhan tahu apa yang terbaik bagi umat-Nya,maka Ia menetapkan berbagai-bagai peraturan. Tentunya juga peraturan mengenai perkawinan. Bahkan,perkawinan adalah hal yang sangat sakral di dalam Gereja,karena menggambarkan hubungan Kristus dengan jemaat.
Pertanyaan saya : apakah dengan pasangan yang berbeda iman,gambaran hubungan Kristus dengan jemaat-Nya ini dapat terwujud?
Kemudian saya tergelitik dengan pertanyaan: “apakah itu agama?” Berdasarkan berbagai pengajaran yang pernah saya dengar, agama adalah upaya manusia dalam mencari Allah, Tuhan yang sejati.
Tetapi kristianitas itu berbeda,ia bukanlah sekadar agama biasa.
Sebab hanya kristianitas yang mengakui bahwa Tuhan yang Maha Kasih itu sendiri yang lebih dahulu datang dan mencari manusia, karena itu kita sebagai umat-Nya hanya merespon terhadap kasih tersebut.
Apakah Anda sungguh berpikir bahwa manusia yang begitu terbatas akan dapat, dengan kemampuannya sendiri,mencari dan kemudian menemukan Allah yang begitu tidak terbatas?
Saya tidak bermaksud bersikap munafik maupun fanatik,dan meskipun sebagian orang menganggapnya demikian,saya tidak keberatan.
Saya bukan orang pandai, dan saya bahkan juga bukan Bapak Johan (beliau akan dapat menulis tanggapan dengan jauh lebih baik.
Saya hanya berusaha menyampaikan pandangan saya,yang saya dasarkan pada Alkitab,sekiranya dapat menjadi berkat. Saya sudah mengatakan sebelumnya, selidikilah Kitab Suci sebelum Saudara memutuskan apakah yang saya kemukakan itu benar atau salah.
Sebab seperti Rasul Paulus,saya berani mengatakan:
“I know whom I believe”(2Tim 4:12) and I also know what He wants from me.
Do you, brothers and sisters in Christ?
“….tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada Siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.”
(2 Timotius 1 : 12)
Sorry,I mistyped. Namun bacalah juga 2 Timotius 4, isinya sungguh memberkati dan menguatkan kita yang percaya.
“Kata Yesus: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
(Yohanes 14 : 6)
Tiga cara biasanya ditempuh orang untuk sembuh :
1. Datang pada Tuhan
2. Mencoba kekuatan sendiri,tanpa mengandalkan Tuhan
3. Mencari kekuatan lain, alias kuasa gelap (dukun,alternatif dengan mantra,dsb.)
Apakah ketiga cara tersebut sama benarnya dan sesuai kehendak Tuhan?
Jika ada berbagai macam pandangan yang berbeda satu dengan lainnya,tidak mungkin semuanya sama-sama benar.
Jika agama lain benar,maka kristianitas salah besar.
Jika kristianitas-lah yang benar,maka yang lain …?
Selidikilah aku,ya Allah,dan kenallah hatiku,
ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
lihatlah apakah jalanku serong,
dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mazmur 139:23-24)