Perkawinan Beda Agama

Banyak masalah unik muncul pada perkawinan beda agama yang barangkali tidak muncul pada perkawinan seagama. Berikut ini adalah contoh kasusnya. Silahkan menanggapi.
==========

salam damai, saya menikah thn 2007 secara dispensasi….sekarang ini saya di hadapkan pada masalah bagaimana meminta maaf kepada mertua saya…tapi mertua saya selalu menyudutkan istri saya dengan kata2\”mendoakan orang tua untuk mati dan masuk neraka\”……saya bingung dalam menyikapi soal ini…..saat ini istri saya mendesak untuk ikut dengan dia dengan kata lain saya pindah keyakinan untuk masuk ke islam….tapi hati saya bergejolak…..bagaimana saya harus menyikapi ini romo….apakah pernikahan ini masih bisa dilanjutkan…..
Rky
==========
Saya sudah menikah tapi secara muslim . . . saya bisa komuni lg gimana caranya ya??? suami saya terlalu fanatik untuk ke gerja saja saya ngumpet-ngumpet… tapi saat ini hubungan kita sudah tidak harmonis lagi . . . sudah hampir 3 bulan kita pisah rumah dan rencananya saya minta cerai saja…

saya mohon bantuannya mencarikan solusi masalah saya. trima kasih atas tanggapannya.
Bel
==========

55 Responses to “Perkawinan Beda Agama”

  1. Sudah 12 tahun saya pacaran dengan pacar saya, seorang wanita Muslim, dan sampai detik ini kami tidak pernah punya masalah yang runcing tentang agama. Tahun 2005, tanpa sepengetahuan saya, dan bahkan orangtuanya, dia ikut katekumen dan masuk Katolik. Saya agak kaget, dan bertanya ke dia, kenapa? Jawabnya singkat saja, “Kasian anak2 kita nanti, bingung pilih yang mana.” Bulan Oktober nanti kami berencana menikah–secara Katolik tentunya– tanpa sepengetahuan orangtuanya. Kami berdua punya prinsip yang seragam: semua agama baik, cuma tinggal tergantung manusianya. Prinsip saya sebenarnya lain lagi: saya ikut Yesus, bukan agamanya. Perjalanan jadi mudah karena sepertinya tujuan kami sama: punya keluarga kecil yang hangat dan penuh cinta. Itu saja.

    Mungkin terdengar agak sedikit agnostik. Tapi saya percaya cinta yang universal sesungguhnya mengatasi agama. Di mana pun, apa pun.

    Maaf kalau saya agak sedikit berbeda.

    Salam,
    MWM

  2. Rizky ytk, perkawinan campur selalu membawa resiko kesalahpahaman dan usaha yang lebih besar untuk saling memberi ruang menghormati dan mengembangkan keyakinan masing-masing, kecuali ada kesepakatan atau ada proses alami salah satu ikut keyakinan yang lain. Saya menangkap ada 2 persoalan yang Anda ajukan. Pertama soal “meminta maaf kepada mertua”. Ijinkan saya mohon penjelasan lebih lanjut: apakah kesalahan yang hendak dimintakan maaf itu? Bagaimana hal ihwalnya mertua menyatakan “mendoakan orang tua untuk mati dan masuk neraka?” Kedua, desakan istri Anda agar Anda pindah keyakinan untuk masuk Islam, sementara hati Anda bergejolak, yang saya mengerti sebagai tidak bisa menerima ajakan itu. Dalam iman Katolik, pernikahan adalah suatu perjanjian yang sangat serius. Baik diingat lagi janji Anda berdua saat menjalani pernikahan Gereja dengan dispensasi. Setia dalam untung dan malang, suka dan duka, sehat maupun sakit. Janji untuk mencintai dan menghormati seumur hidup. Cobalah tetap tenang dengan menyadari banyak perkawinan yang langgeng juga mengalami gejolak pada waktu-waktu tertentu, sebelum akhirnya menjadi lebih stabil. Biasanya masalah pokoknya adalah komunikasi. Berbincang dengan pasutri yang sudah makan asam garam kehidupan kiranya akan banyak membantu. Maka saya usul, pertama teguhkan lagi komitmen untuk setia, mencintai dan menghormati istri Anda dan mempertahankan perkawinan ini. Ini termasuk belajar bersama mewujudkan nilai2 itu dalam menghadapi segala persoalan yang ada. Kedua, tentang iman, bertahanlah dengan suara hati Anda Disatu sisi Anda memang harus menghormati dan mencintai istri Anda, disisi lain itu hanya bisa dijalankan kalau Anda cukup menghormati dan mencintai diri Anda sendiri. Pindah agama kalau tidak didasari keyakinan sungguh, tidak menyelesaikan persoalan bahkan bisa membuat persoalan baru berkait dengan integritas diri Anda sendiri. Ketiga, soal meminta maaf kepada mertua, masalahnya belum cukup jelas bagi saya, tetapi prinsip dasarnya setiap permintaan maaf haruslah dilakukan dengan tulus dan jujur. Tulus artinya memang melihat dan menerima diri salah, menyesal dan benar-benar berharap tanggapan pihak lain untuk memaafkan -meski soal dimaafkan atau tidak juga tidak bisa dipaksakan pada pihak lain. Jujur artinya persoalannya dibicarakan terbuka apa adanya tidak ditutup-tutupi, seimbang, tidak asal menyenangkan/memenangkan diri sendiri atau orang lain. Biasanya terkait dengan permintaan maaf, ada janji untuk memperbaiki diri. Keempat, jika dipandang perlu, baik kiranya melibatkan pihak lain, keluarga2 yang cukup bisa menjembatani komunikasi anda dan istri serta mertua. Ada teman-teman dari Sie Kerasulan Keluarga di St Anna yang siap membantu, kalau Anda mau dan menghendaki. Silahkan menghubungi mereka via sekretariat atau via Romo Paroki. Semoga membantu, doaku untukmu.

  3. Saudari Endah, pernikahan Anda secara muslim tidaklah sah menurut hukum Gereja. Anda sudah memahami itu dan konsekuensinya, tidak bisa menerima komuni karena tanpa pernikahan Gereja Anda dipandang memisahkan diri dari hidup dalam kesatuan Gereja, meski tentu tetap bisa ikut misa dan aktivitas menggereja lain. Kalau hubungan Anda harmonis, perkawinan Anda bisa saja diupayakan untuk diteguhkan secara Katolik, juga kalau ada keberatan dari pihak suami Anda, bisa diupayakan dispensasi. Tapi mengingat hubungan tidak harmonis lagi, bahkan sudah pisah rumah, peneguhan secara Katolik nampaknya bukan solusi terbaik. Silahkan datang dan berbicara langsung dengan Romo Paroki agar persoalan Anda bisa dipahami lebih jelas. Pada dasarnya Anda bisa menerima komuni lagi kalau persoalan sudah diperjelas, dibereskan, sehingga Anda siap menerima Sakramen Tobat sebagai pintu masuk perdamaian dengan Allah dan Gereja. Bagaimana membereskan perkawinan Anda, baik dilakukan dalam konsultasi langsung dengan Pastor Paroki agar jelas semua, terutama dalam menentukan langkah2 yang terbaik bagi kesejahteraan hidup rohani Anda. Salam dan doa.

  4. Halo Romo Ardi yang berani tidak berbendera ditengah para pemegang bendera. Tabik padamu!

    Dapat salam dari para pemain akordeon di Napoli dan sekitarnya. Mereka-mereka yang biasa kongkow di depan katedral sepi, atau yang di kafe-kafe menghibur para turis bertelanjang dada, berisi.

    Mereka titip pesan untuk mainkan terus saronnya. Masakan gamelan hanya gong yang dibunyikan. Kan mendingan langsung ke sumber bunyinya!

    Oya, kolektenya nunggak dulu ya. Ketimbang latah sekedar biar gak malu. Toh, para cendekia tak kan menggerutu. Apalagi para bijaksana, ya… memahamilah tentu.

    Ok, saya pamit dulu. Ngamen lagi, cari kolekte untuk beli panini.

    “O Sole Mio!”

    Grazie mille, arrivederci!
    :)

  5. salam dalam kasih Kristus. romo..saya mempunyai pacar anak muslim yang sangat fanatik pada agamanya.. kami bertemu 1 tahun lalu dan dia dah kerja sementara saya masih kuliah.. selama ini dia banyak membantu saya dalam hal ekonomi. saya dan dia sangat mencintai tetapi kami masih kuat memegang agama masing-masing.. orangtuanya dan dia menginginkan kami menikah secara muslim sementara saya dan orangtua juga menginginkan menikah secara katolik..pernah dia mnyuruh aku untuk mualaf tp sangat berat aku untuk melakukan hal itu.maklum ortuku juga sangat tekun mengikuti st ana.. saat ini saya bingung untuk menentukan.. tolong saya romo..gimana supaya kami jangan dipisahkan.. salam damai
    ==========
    Reno,
    Coba anda pertimbangkan kembali apakah calon anda sebagai pribadi memang cocok sebagai pasangan hidup anda dan sebagai ayah bagi anak-anak anda kelak.

    Kalau ada keraguan, berarti ada sesuatu yang perlu anda lihat kembali. Kalau sudah mantap, barulah anda berpikir untuk menikah.

    Anda sekarang berada dalam keadaan bingung. Barangkali anda bisa mengambil jarak lebih dahulu agar anda memiliki kesempatan pribadi untuk menimbang-nimbang kembali secara jernih hubungan anda.

    Sudrijanta

  6. Dear Reno… coba kamu daraskan doa ini..

    Doa kepada Santo Rafael

    Santo Rafael, pelindung yang penuh kasih untuk kami yang mencari teman hidup, tolonglah kami dalam keputusan yang penting dalam hidup kami. Temukan bagi kami sebagai seorang penolong, seorang yang sifatnya mencerminkan kemiripan sifat Yesus dan Maria. Semoga ia jujur, setia, murni, tulus dan mulia, sehingga dengan usaha-usaha yang dipersatukan dan dengan kesucian dan cinta yang tidak mementingkan diri sendiri kami berdua dapat berjalan kepada kesempurnaan diri kami dalam jiwa dan raga, sama halnya untuk anak-anak yang Tuhan akan percayakan dalam asuhan kami kelak.

    Santo Rafael, malaikat cinta yang suci, berkatilah hubungan kami dan cinta kami sehingga dosa tidak akan pernah menjadi bagian di dalamnya. Semoga cinta kami mempersatukan kami demikian dekat sehingga rumah masa depan kami semakin mirip dengan rumah Keluarga Kudus Nazareth. Persembahkanlah doa-doa kami kepada Allah untuk kami berdua dan mohonkan berkat Allah atas hubungan kami, seperti engkau yang telah menebarkan berkat untuk Tobiah dan Sarah.

    Santo Rafael, sahabat kaum muda, jadilah teman kami, supaya kami selalu menjadi temanmu. Kami ingin melibatkanmu dalam kebutuhan2 kami.

    Kepada bimbingan istimewamu kami percayakan keputusan yang kami buat untuk pasangan hidup kami kelak. Arahkan kami kepada seorang yang terbaik buat kami untuk bekerja sama dalam menjalankan Kehendak Kudus Allah, dimana kami dapat tinggal dalam kedamaian, cinta dan harmoni di dalam hidup ini, dan mencapai kebahagiaan kekal kelak selanjutnya.

    Amin

    Jika sulit bagimu mendaraskan doa di atas, jadikan peringatan dini bagi dirimu, bahwa pasanganmu kelak akan menjauhkan dirimu dari rahmat Allah.
    Jika kamu bisa mendaraskannya, ingatlah setiap kata yang kamu katakan di sana, sebagai penguat iman-mu, untuk memenangkan dirimu atas segala godaan untuk meninggalkan Allah yang telah terlebih dulu mencintaimu.

  7. ………

    Manusia menyukai apa yang menyenangkan bagi dirinya sendiri dan cenderung mencoba menetralisir hukum-hukum Tuhan sesuai dengan kehendaknya untuk memuaskan keinginan dagingnya.

    Jika Anda masih mempertanyakan apakah Allah kita berkenan kepada perkawinan beda agama, sebaiknya baca kembali 2Kor 6 : 14 – 18.
    Bila Anda masih ragu juga, selidikilah Alkitab. Sejak zaman Perjanjian Lama pun umat Tuhan selalu diarahkan untuk mencari pasangan hidup di tengah-tengah kaumnya sendiri. Mengapa? Karena bangsa-bangsa yang lainnya tidak mengenal Yahwe, Tuhan yang sejati,dan mereka disebut sebagai para penyembah berhala.

    Saya turut prihatin apabila ada diantara Saudara/i sekalian yang berlabel “kristen katolik” alias pengikut Kristus,namun masih memiliki pandangan yang setipe dengan orang-orang dunia. Seingat saya,Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia dan murid-muridNya bukan dari dunia ini.

    Maaf,saya bukan orang yang percaya akan cinta romantisme belaka. Saya juga ragu bahwa cinta semu yang hangat, kelihatannya murni dan tulus ala dunia ini akan cukup kuat bertahan melalui berbagai-bagai ujian kehidupan.

    Cinta sejati yang saya kenal datangnya dari Tuhan,Allah yang sejati,yang saya sembah dalam nama Yesus Kristus.
    Seperti dikatakan dalam Yohanes 3 : 16
    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADANYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

    Pertimbangkanlah kembali. Pilihan ada di tangan Anda.
    Tuhan Yesus memberkati.

  8. Saya turut prihatin apabila ada diantara Saudara/i sekalian yang berlabel “kristen katolik” alias pengikut Kristus,namun masih memiliki pandangan yang setipe dengan orang-orang dunia. Seingat saya,Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia dan murid-muridNya bukan dari dunia ini.

    Maaf,saya bukan orang yang percaya akan cinta romantisme belaka. Saya juga ragu bahwa cinta semu yang hangat, kelihatannya murni dan tulus ala dunia ini akan cukup kuat bertahan melalui berbagai-bagai ujian kehidupan.

    Cinta sejati yang saya kenal datangnya dari Tuhan,Allah yang sejati,yang saya sembah dalam nama Yesus Kristus.
    Seperti dikatakan dalam Yohanes 3 : 16
    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADANYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

    saya bukan tidak percaya akan cintakaih Yesus…! saya percaya dan saya juga sangat percaya itu. tapi saya juga munafik kalo saya engga percaya “cinta & romantisme” kalo saya engga percaya itu sama saja saya engga percaya sapa yg menciptakan saya.
    buat apa Tuhan menciptakan manusia dan segalanya secara berpasang-pasang. apa jadinya hidup ini kalo engga ada “cinta & romantisme” apakah, manusia hidup berpasangan tanpa ada landasan “cinta & romantisme” ? apakah bisa ?

    Mungkin, kalo semua orang seDunia ini cara berpikirnya seperti anda semua, Dunia ini akan damai tak ada perang dan tidak akan adanya bermunculan perbedaan agama dan aliran kepercayaan dan semacamnya.
    Dan sadarkar, bahawa memang tidak di pungkiri bahawa sifat manusia itu memang rakus dna tak pernah puas. itu tidak bisa di rubah tapi hanya bisa di luruskan.
    dan satu yang perlu semua tahu.. karna say sendiri juga tidak tahu..
    apasih itu AGAMA ? kenapa selalu menjadi sandungan.
    sedangkan kita semua tahu… Tuhan itu cuma satu.

    Kalo ibarat… Tuhan itu sama dengan Kesembuhan. sedangkan manusia yg sedang sakit sementara dia ingin sembuh. bagaimana ?
    cara dan jalan untuk sembuh kan tidak cuma satu, bisa.
    1. kerumah sakit.
    2. langsung kedokter, kalo yg punya dokter pribadi.
    3. minum obat
    4. minum jamu

    Boleh, fanatik, tapi jangan belebihan…!

  9. @Ifvan, jika saya sebagai moderator saya pasti langsung men-delete komentar anda di atas. namun karena saya bukan moderator saya minta mereka yang ingin menjadi orang Katolik yang Katolik untuk mengabaikan tulisan Ifvan.

    1. komentar anda justru berasal dari dunia, bukan dari Tuhan yang telah mewariskan ajaran-Nya kepada Gereja.

    2. pandangan anda sama sekali tidak Katolik, bahkan sebaliknya menjadi batu sandungan bagi mereka yang ingin hidup dalam kebenaran iman Katolik. sebaiknya anda belajar lagi apa itu ajaran Gereja Katolik (bukankah kamu tidak tahu apa itu AGAMA ?). Dan dalam topik ini anda tidak tahu apa-apa. Dan sebelum anda melakukan hal itu atau anda terlalu angkuh untuk melakukannya, jangan menjadi batu sandungan bagi orang Katolik lain.

    3. Jika anda tidak menerima kritik saya ini, anda pasti akan berkomentar lagi di sini membela diri anda. Jika Itu anda lakukan, maka anda sendiri sudah menunjukkan sifat fanatik berlebihan, yaitu kepada apa yang anda pahami sendiri saat ini. Jadi sebelum kamu melakukannya silahkan anda bandingkan tulisan anda dengan ajaran Gereja Katolik, bukan “ajaran ifvan” yang belum Katolik dan sudah terbukti di sini memang tidak Katolik.
    Ini salah satunya :

    anda mengatakan “buat apa Tuhan menciptakan manusia dan segalanya secara berpasang-pasang.”

    silahkan anda baca Matius 19:12

    darimana anda dapat ajaran bahwa Tuhan menciptakan manusia dan segalanya secara berpasang-pasang ? Tahukah kamu agama apa yang mengajarkan hal ini ? jika tidak tahu, silahkan kamu cari tahu.

  10. @ : Johan

    Saya juga percaya “Cinta sejati yang saya kenal datangnya dari Tuhan,Allah yang sejati,yang saya sembah dalam nama Yesus Kristus”. saya merasakan dan mengalaminya.

    Tapi… Tapi nih……..

    Saya.. engga percaya… atas apa yg bpk katakan ini :
    “Maaf,saya bukan orang yang percaya akan cinta romantisme belaka. Saya juga ragu bahwa cinta semu yang hangat, kelihatannya murni dan tulus ala dunia ini akan cukup kuat bertahan melalui berbagai-bagai ujian kehidupan”.

    Apakah engga terlalu Munaf………..?

    Trims….

  11. @Paimin…

    @Paimin

    1. saya tidak pernah mengatakan apa yang anda tuliskan itu.. silahkan cek..

    2. walaupun itu bukan tulisan saya, pendapat itu adalah pilihan si penulis, anda atau siapa pun tidak perlu membuat justifikasi. Karena tidak ada seorang pun manusia di dunia mampu melihat yang di dalam hati manusia lain, kecuali Tuhan. (1Sam 16:7, Rm. 2:16)

    3. seorang Katolik memberikan jawaban atas semua permasalahan sesuai dengan iman Katolik yang benar. Oleh karenanya sebelum menuliskan kata di dunia maya ujilah jawaban anda kembali dengan ajaran Gereja Katolik. (Efesus 5:6-11) Apa pun yang anda tuliskan di sini menjadi tanggungjawab anda bukan saja di dunia tetapi di akhirat nanti.

  12. …….
    Sebelumnya saya minta maaf bila saya terlalu lurus dan gamblang dalam menyampaikan kata-kata sehingga mungkin telah menjadi suatu batu sandungan bagi Saudara/i sekalian yang kurang sepaham.

    Cinta dan romantisme memang perlu adanya,tetapi apalah artinya itu semua jika tidak diberkati dan diperkenan oleh Tuhan? Adam dan Hawa,pasangan suami-istri pertama yang diciptakan oleh Allah merupakan bukti bahwa manusia diciptakan untuk saling melengkapi. Tetapi jangan pula dilupakan,bahwa Tuhan sendirilah yang memberkatinya.

    Apakah Saudara mengingat kelanjutan kisah tersebut? Setelah kejatuhan manusia dalam dosa, apa yang terjadi? Anak-anak Tuhan mengambil pasangan yang bukan dari kaumnya,lalu muncul poligami,terjadi berbagai macam kekacauan,bahkan ada umat Tuhan yang sampai hati melakukan incest… apakah Anda sudah pernah membacanya?
    Apakah Saudara sungguh berpikir bahwa Tuhan berkenan atas semua pasangan tersebut,tanpa memandang kondisi masing-masing?

    Saya percaya,karena Tuhan tahu apa yang terbaik bagi umat-Nya,maka Ia menetapkan berbagai-bagai peraturan. Tentunya juga peraturan mengenai perkawinan. Bahkan,perkawinan adalah hal yang sangat sakral di dalam Gereja,karena menggambarkan hubungan Kristus dengan jemaat.
    Pertanyaan saya : apakah dengan pasangan yang berbeda iman,gambaran hubungan Kristus dengan jemaat-Nya ini dapat terwujud?

    Kemudian saya tergelitik dengan pertanyaan: “apakah itu agama?” Berdasarkan berbagai pengajaran yang pernah saya dengar, agama adalah upaya manusia dalam mencari Allah, Tuhan yang sejati.
    Tetapi kristianitas itu berbeda,ia bukanlah sekadar agama biasa.
    Sebab hanya kristianitas yang mengakui bahwa Tuhan yang Maha Kasih itu sendiri yang lebih dahulu datang dan mencari manusia, karena itu kita sebagai umat-Nya hanya merespon terhadap kasih tersebut.
    Apakah Anda sungguh berpikir bahwa manusia yang begitu terbatas akan dapat, dengan kemampuannya sendiri,mencari dan kemudian menemukan Allah yang begitu tidak terbatas?

    Saya tidak bermaksud bersikap munafik maupun fanatik,dan meskipun sebagian orang menganggapnya demikian,saya tidak keberatan.

    Saya bukan orang pandai, dan saya bahkan juga bukan Bapak Johan (beliau akan dapat menulis tanggapan dengan jauh lebih baik.

    Saya hanya berusaha menyampaikan pandangan saya,yang saya dasarkan pada Alkitab,sekiranya dapat menjadi berkat. Saya sudah mengatakan sebelumnya, selidikilah Kitab Suci sebelum Saudara memutuskan apakah yang saya kemukakan itu benar atau salah.

    Sebab seperti Rasul Paulus,saya berani mengatakan:
    “I know whom I believe”(2Tim 4:12) and I also know what He wants from me.

    Do you, brothers and sisters in Christ?

  13. “….tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada Siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.”
    (2 Timotius 1 : 12)

    Sorry,I mistyped. Namun bacalah juga 2 Timotius 4, isinya sungguh memberkati dan menguatkan kita yang percaya.

    “Kata Yesus: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
    (Yohanes 14 : 6)

    Tiga cara biasanya ditempuh orang untuk sembuh :
    1. Datang pada Tuhan
    2. Mencoba kekuatan sendiri,tanpa mengandalkan Tuhan
    3. Mencari kekuatan lain, alias kuasa gelap (dukun,alternatif dengan mantra,dsb.)

    Apakah ketiga cara tersebut sama benarnya dan sesuai kehendak Tuhan?

    Jika ada berbagai macam pandangan yang berbeda satu dengan lainnya,tidak mungkin semuanya sama-sama benar.

    Jika agama lain benar,maka kristianitas salah besar.

    Jika kristianitas-lah yang benar,maka yang lain …?

    Selidikilah aku,ya Allah,dan kenallah hatiku,
    ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
    lihatlah apakah jalanku serong,
    dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mazmur 139:23-24)

  14. Dear Romo,

    Saya ingin menanyakan beberapa hal tentang pernikahan beda agama. Saya katolik dan kekasih saya non-katolik. Kami ingin bisa menikah. Setelah membaca website ini dan jawaban2 romo yang sangat informatif dan bijaksana, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan:
    1. Apakah syarat meikah antara katolik dan non-katolik berlaku sama di semua gereja katolik di Indonesia?
    2. Bagaimana persisnya dengan syarat ‘berusaha maksimal mendidik anak secara katolik?’ Apakah syarat ini berarti bahwa anak-anak harus memeluk agama katolik, atau lebih ditekankan pada nilai-nilai hidup secara katolik meskipun misalnya pada suatu hari nanti ia memilih untuk memeluk agama lain (bahkan agama yang berbeda sama-sekali dari orangtuanya?).
    3. Setelah selesai mengurus semua syarat,tentunya kami bisa menikah di Gereja katolik. Tetapi kemudian bagaimana dengan yang non-katolik? Muslim misalnya. Apakah kami perlu menikah di KUA juga?
    Mohon pencerahannya. Terimakasih Romo.

    salam,
    *desy

  15. @Desy,

    1. YA. Dan itu berlaku universal, bukan saja di Indonesia.
    2. Jika si Katolik telah melakukan usaha maksimal tetapi akhirnya anak-anakmu memeluk agama pasangannya atau agama lain, maka si Katolik tidak bersalah. Tetapi yang dimaksud maksimal adalah sungguh-sungguh segala daya upaya yang bisa dilakukan sudah secara nyata dilakukan.
    3. setelah menikah di Gereja Katolik, maka pernikahan kalian sah menurut hukum Gereja Katolik. TEtapi pernikahan kalian perlu dicatat oleh negara agar sah menurut hukum negara. pernikahan di Gereja Katolik dicatat di pencatatan sipil. Sedangkan KUA hanya untuk pernikahan yang dikukuhkan secara Islam. Kalo sudah dicatatan sipil tidak perlu ke KUA.

    Hukum Kanonik dengan tegas melarang pengukuhan baik sesudah atau sebelum pengukuhan Gereja Katolik. Jadi setelah atau sebelum dikukuhkan dalam GK, kamu dilarang mengukuhkan pernikahanmu secara Islam.

    May God bless your steps..

  16. slmat romo,
    pertanyaan saya sdrhana romo, mengapa gereja meminta pihak katolik membuat janji? sedangkan pihak islam hanya diberitahu? pertanyaan ini dalam kaitannya dengan kawin campur beda agama: katolik-islam

    ========
    Jeffry,
    Apakah maksud pertanyaam Anda mengapa pihak Islam tidak berjanji untuk mendidik anak secara Katolik tetapi cukup diberitahu? Bukankah jawabannya sudah jelas ada dalam pertanyaan itu? Pihak Islam tidak membuat janji untuk mendidik anak secara Katolik karena dia sendiri bukan Katolik. Sedangkan pihak Katolik membuat janji untuk memastikan bahwa anak dari keluarga kawin campur dididik secara Katolik. Janji diperlukan karena ada kemungkinan bahaya anak tidak dididik secara Katolik.

    js

  17. berkat dalem romo,,,
    Saya wanita katolik yang ingin menikah dengan pria beragama islam.Tapi dari pihak menginginkan pernikahan di KUA.Padahal saat menikah KUA saya diwajibkan membaca syahadat islam yang berarti saya sudah masuk agama islam.
    Yang ingin saya tanyakan:
    1.apakah masih bisa mendapat pengampunan dan dispensasi agar pernikahan saya mendapat pengukuhan dari gereja dan saya tetap bisa menerima komuni lagi??
    2.Jikalau bisa,,berapa lama setelah saya sah menikah KUA proses pengukuhan perkawinan saya secara katolik dapat diproses?
    terima kasih.

  18. @neeta.. sebelum terlambat sebaiknya kamu batalkan pernikahanmu dengan pria muslim tersebut.
    Sudah ada tandanya bahwa mereka tidak setuju kamu tetap memeluk agamamu setelah menikah kelak. Anda kemungkinan besar akan dicegah untuk menjalani kewajibanmu sebagai seorang KAtolik. Tentu saja, ini bisa menjadi sumber kemelut dalam RT anda kelak. Jangan terbuai dengan janji muluk yang mudah diingkari.

    Pernikahanmu dengan pengukuhan secara Islam jelas dilarang oleh Gereja. Jika ia bersikukuh menikahimu secara Islam, mengapa kamu tidak bisa mengambil sikap untuk mempertahankan imanmu ? di dalam Islam di larang pernikahan beda agama. Dengan cara mengukuhkan pernikahan secara Islam, memaksa dirimu untuk murtad dari agamamu, mengingkari imanmu, menjauhkan dirimu dari Allah dan Gereja-Nya yang satu, kudus, Katolik dan Apostolik.

    Jadi pilihanmu, melakukan pernikahan Katolik yang sah menurut hukum Gereja Katolik atau murtad dari Katolik (walaupun Allah tetap menerimamu dalam pertobatan, tetapi pertobatan membutuhkan silih dan bila kamu kesulitan menjalankan kewajibanmu sebagai seorang Katolik, bagaimana kamu bisa mempertanggungjawabkan imanmu dihadapan Allah kelak?)

    Semoga kamu memilih sesuai dengan kehendak Allah.

    May God bring you the light to see the path He has given you with His blood.

  19. Saya ada pertanyaan2 berikut menyangkut pernikahan antara umat katholik dan non-khatolik.
    1. Apakah pernikahan diatas bisa berlangsung di gereja katholik?
    2. Utk pernikahan mix seperti ini, syarat2 dan processnya apa aja.
    3. Misalnya kalo pernikahannya tidak secara katholik i.e. tidak melibatkan gereja, apakah yg umat katholik tersebut di bilang telah berzinah dan berbuat dosa?

    Umi

  20. 1. Apakah pernikahan diatas bisa berlangsung di gereja katholik?

    JAWAB : Bisa

    2. Utk pernikahan mix seperti ini, syarat2 dan processnya apa aja.

    JAWAB : mendapatkan dispensasi dari ordaniris wilayah atau keuskupan. Si Katolik diminta berjanji untuk menjaga imannya dari bahaya (artinya tetap dapat menjalankan kewajiban dan si pasangan non-Katolik tidak akan menghalangi-halangi), dan berusaha semaksimal mungkin untuk membawa anak-anaknya ke dalam GEreja KAtolik.

    3. Misalnya kalo pernikahannya tidak secara katholik i.e. tidak melibatkan gereja, apakah yg umat katholik tersebut di bilang telah berzinah dan berbuat dosa?

    JAWAB : ya. Oleh karenanya ia harus bertobat dan membereskan pernikahannya di Gereja Katolik.

  21. salam sejatera,romo

    saya ingin minta pendapat romo tentang pernikahan beda agama.saya punya pacar gadis islam dimana hubungan kami udah berjalan cukup lama kami ingin menikah. saya mengajak pacar saya untuk menikah secara katholik dan pacar saya menyetujui tapi dia juga minta untuk ada akad nikah secara islam. selama kami jalan hubungan ini kami saling menghargai perbedaan prinsip walau pun sering ada percecokan dlm hubugan ini.

    1 yang ingin saya tanyakan apakah pernikahan seperti ini sah atau tidak?
    2 apakah Pembekatan di grj katolik bisa dilakukan dengan beda agama?
    3 apakah pemberkatan dan akad bisa diperbolekan untuk dilakunkan.

    trima kasih

  22. 1. Dari Kitab Hukum Kanonik 1127 par 3

    “Dilarang, baik sebelum maupun sesudah perayaan kanonik menurut norma § 1, mengadakan perayaan keagamaan lain bagi perkawinan itu dengan maksud untuk menyatakan atau memperbarui kesepakatan nikah; demikian pula jangan mengadakan perayaan keagamaan, dimana peneguh katolik dan pelayan tidak katolik menanyakan kesepakatan mempelai secara bersama-sama, dengan melakukan ritusnya sendiri-sendiri.”

    Pengukuhan dengan agama lain tentu saja tidak sah, bila kamu lakukan sebelum atau sesudahnya, kamu sudah berdosa berat karena telah melanggar hukum GEreja.. sehingga kamu tidak bisa menerima Sakramen sebelum mengakui dosa beratmu itu..

    Melakukan akad nikah secara Islam, berarti kamu murtad dari agamamu, mengkhianati iman Katolik-mu…

    Coba kamu selidiki, apakah keluarganya setuju bila ia menikah denganmu di dalam Gereja KAtolik.. jika tidak, permintaan akad nikah secara Islam pasanganmu itu hanya akal2an yang berpotensi menjadi masalah kelak dikemudian hari. sebaiknya kamu pertimbangkan kembali keputusanmu untuk menikah. Mungkin nasihat ini tidak populer, tetapi renungkanlah dengan bijak, apakah keinginanmu yang sebenarnya dalam pernikahan ini ? pemenuhan hasrat seksual ? mengesahkan hidup bersama dalam satu atap ? membangun keluarga bahagia (hidup rukun damai sejahtera) sesuai kehendak Allah ?

    2. Tentu saja bisa, dengan dispensasi dari ordinaris wilayah atau keuskupan.

    3. lihat jawaban pertama..

    May God bless your steps..
    2.

  23. Rm, saya menikah scr katolik dan pasangan saya protestan. sekarang kami sdg ada masalah, kelihatannya sepele yi. Plg grj saya mampir makan bersama teman2 tp tdk langsung memberi kabar ke suami. Permasalahannya adalah saya diminta untuk memilih antara perkawinan dan gereja. Saya bingung, pinginnya pilih dua-duanya. Tp suami saya juga melarang untuk melakukan ibadat dirumah, dan kalo bawa anak ke gereja hrs seijin dia. Saya mesti gimana?

  24. @Defi.. .
    saya tidak melihat bahwa kemarahan suami anda hingga mengeluarkan ancaman tersebut, bukan hanya karena masalah sepele yang anda sebutkan. Saya berpikir itu adalah ekspresi dari satu atau kumpulan masalah lain yang lebih besar, yang kemungkinan besar tidak anda sadari. Belum tentu dari diri anda atau keluarga, bisa juga faktor eksternal.

    JAdi anda perlu membuka komunikasi dengan suami anda.. Hal ini menurut saya sangat penting. kehidupan perkawinan di bawah bayang-bayang suatu ancaman sudah menciptakan atmosfir yang tidak baik, karena hal ini akan menjadi batu sandungan untuk komunikasi, kepercayaan satu sama lain, kerja sama, pengambilan keputusan, atau perencanaan keluarga. Perlu dicari tahu akarnya, supaya bisa disembuhkan.

    Mungkin pertanyaan ini bisa menjadi awal instropeksi :

    1. apakah sebelum menikah dengan anda, suami anda tidak keberatan tanpa syarat, bahwa anda setelah menikah tetap menjalankan kewajiban sebagai seorang Katolik dan anak-anak anda kelak di bawa ke dalam Gereja KAtolik ?

    karena untuk menikah dengan kondisi beda agama seperti kalian, membutuhkan ijin dari ordinaris wilayah atau keuskupan, dan pada saat itu anda diminta berjanji seperti yang saya tanyakan di atas, dan selain itu seharusnya anda dan suami sudah mengerti arti pernikahan Katolik.

    2. bagaimana kehidupan beriman suami anda ? apakah seorang yang taat akan imannya atau hanya ikut2an ?

    3. bagaimana selama ini sikapnya dengan anda dan anak-anak anda ? apakah ia cukup meluangkan waktu bersama keluarga ? bagaimana cara ia mengatasi masalah keluarga selama ini ? apakah segala sesuatunya ia putuskan sendiri ?

    4. bagaimana pengaruh keluarganya dalam kehidupannya ? PErnahkah keluarganya ikut campur dalam masalah keluarga atau pengambilan keputusan dalam keluarga anda ? apakah hubungan anda dengan keluarganya cukup harmonis ? dan bagaimana hubungannya dengan keluarga anda ? dan bagaimana sebaliknya ?

    5. bagaimana dengan pekerjaan suami anda ? apakah anda juga mengenal teman-teman kerjanya ? apakah ia pernah menceritakan mengenai pekerjaannya kepada anda ?

    6. bagaimana komunikasi anda dengannya ? apakah anda berdua cukup sering berdialog ? berdiskusi dalam mengambil keputusan ?

    7. bagaimana dengan masalah keuangan ? apakah keuangan RT diatur sepenuhnya oleh anda ? apakah anda juga bekerja ? apakah keuangan menjadi masalah dalam keluarga anda ?

    Jika ada hambatan dalam komunikasi, maka sebaiknya untuk menyelesaikan masalah tersebut anda dibantu oleh seorang konselor, atau seseorang yang disegani oleh kalian berdua. Bagaimana pun suami tidak boleh menggunakan ancaman untuk memaksa anggota keluarga yang lain mengikuti keinginan atau keputusannya. Bila suami melarang kegiatan gereja lingkungan di rumah kalian, bukanlah hal yang besar. tetapi melarang anda dan anak-anak anda ke Gereja ini adalah masalah penting. Selain melanggar hukum negara yang melindungi setiap warganya menjalankan ibadah sesuai dengan imannya, juga membahayakan iman anda dan anak-anak anda. untuk itu anda sebaiknya berdiskusi juga dengan romo paroki mengenai hal ini.

    Anda bisa membicarakan hal ini dengan keluarga anda, tetapi bukan meminta mereka terlibat dalam masalah tersebut [karena bisa memperkeruh masalah], tetapi meminta dukungan secara moral untuk anda dan juga anak-anak anda.

    untuk sementara itu dulu… May God bless your steps..and protect you and your child.

  25. Yth Romo Johan
    sebelumnya saya mohon maaf apabila saya ikut menanggapi forum ini.Terima kasih atas kesediaan romo menjawab pertanyan2 dari kami2 yang membutuhkan bimbingan dan pencerahan.hanya sangat disanyangkan apabila tangapan romo pada akhirnya menyinggung pihak lain.Sebagaimana kita ketahui fourm ini adalah forum bebas dimana semua pihak dapat akses termasuk non katolik,jadi ada baiknya berhati2 dalam memberi tanggapan.mengutip salah satu tanggapan romo pada tgl 7 feb 2011:permintaan akad nikah secara islam pasanganmu itu hanya akal2an.apakah maksud dari tanggapan romo tersebut?dalam hal ini saya adalah orang yang romo tuduh melakukan akal2an tersebut.Demi Tuhan tidak ada sedikitpun niat saya untuk mengakali org yg saya kasihi,bahkan untuk kebaikannya saya rela mengorbankan perasaan saya untuk berpisah dengannya.
    Mungkin romo tidak pernah ada pada posisi kami,yang mencintai orang dengan beda keyakinan.Kasih adalah Anugrah Tuhan yang patut kita syukuri,andai kami bisa memilih mungkin kami hanya ingin mencintai orang yg seiman dengan kita.namun cinta kasih datang pada siapapun yang dikehendakiNya.Pada dasarnya kami mencari petunjuk & jalan dalam persoalan yang kami hadapi,tidak ada pemaksaan sedikitpun dalam hal ini.
    Sangat disayangkan apabila romo sebagi seorang panutan menuduh seseorang melakukan akal2an sedangkan yang tahu isi hati & yang pantas menghakimi hanya Tuhan,mengutip tanggapan romo tgl 5/5/09:tidak ada seorangpun manusia didunia mampu melihat didalam hati manusia kecuali Tuhan (1Sam 16:17,Rm.2:16)
    Alangkah baiknya tanggapan dibatasi sebatas ajaran agama yang romo yakini tanpa harus menyinggung/menghakimi orang2/ajaran agama lain.
    Sekali lagi saya mohon maaf,tidak ada maksud apapun dari tulisan saya ini sekedar masukan demi tercapainya kerukunan antar umat beragama.
    terima kasih
    Tuhan Memberkti..

  26. Dear ibu Yanti
    Sekedar informasi untuk anda dan yang lainnya agar terhindar dari kesalahan pahaman, sdr Johan itu bukanlah seorang romo, paling tidak di Santa Anna ! Mengenai apa yang ditulisnya itu sepenuhnya pendapat pribadi. Sangat disayangkan admin disini tidak mengklarifikasi hal ini, karena dapat menimbulkan citra yang kurang baik mengenai Gereja Santa Anna serta romo2 nya.
    atau memang mungkin Gereja kita ini seperti itu ?

  27. @Yanti..

    saya minta maaf karena perasaan anda tersebut. TEtapi anda salah paham.

    Saya akan jelaskan maksud saya dengan “akal2an” yang saya tulis.

    “akal2an” yang saya maksud adalah keseluruhan proses, bukan ditujukan kepada individu yang terlibat di dalamnya. Perkawinan yang dilakukan dengan dua tatacara agama yang berbeda, adalah “akal2an” dimana kedua pihak di-entertain, dipuaskan, seakan-akan kondisi itu diterima oleh hukum agama masing-masing. PAdahal tidaklah demikian.

    saya bahkan pernah mengetahui, seorang romo paroki menyarankan hal ini kepada umat Katolik yang memiliki pasangan beda agama. Ini adalah “akal2an” supaya kedua belah pihak yang tidak mau mengalah dipuaskan dengan jalan keluar itu. PAdahal konsekuensinya bagi si Katolik berdosa berat karena melanggar hukum Gereja.

    Anda boleh cross check, apakah menikah dengan seorang Katolik di Gereja Katolik diperkenankan menurut hukum Islam.

    itu yang saya maksud “akal2an”. bukan anda mengakali pasangan anda, atau sebaliknya. Tetapi jalan keluar yang berusaha “mengakali” hukum Gereja Katolik [dan juga hukum Islam].

    Anda boleh marah karena terbawa oleh perasaan anda saat ini berpisah dengan orang yang anda sayangi, tetapi silahkan anda berpikir dan menelaah dengan tenang apa yang saya tulis dan jelaskan ini, dan anda akan tahu bahwa itu adalah kebenaran yang tidak bisa anda pungkiri. DAlam hubungan pasangan beda agama menuntut pengorbanan besar. di dalam ajaran Gereja Katolik justru pengorbanan itu harus dilakukan untuk membalas kebaikan Allah yang telah lebih dulu melakukannya bagi manusia, bukan sebaliknya, membalasnya dengan memungkiri iman.

    Jika anda memutuskan berpisah darinya, maka anda telah menyatakan lebih memilih untuk tidak mengingkari iman anda, dibandingkan bersatu dengannya dalam ikatan pernikahan yang diberkati dalam GEreja Katolik. Mengapa anda harus marah karena anda memutuskan hal itu ? Bukankah sebaliknya anda harus bersyukur karena dengan demikian, anda pun tidak memaksa orang yang anda kasihi untuk mengingkari imannya kepada Yesus Kristus dan Gerejanya yang satu, kudus, Katolik dan Apostolik ?

    @Balky.. anda lebih memikirkan citra Gereja Santa Anna atau lebih memilih menyampaikan kebenaran ajaran GEreja Katolik ? Coba renungkan dan cari jawabannya dengan segenap pikiran, akal budi dan kekuatan yang Allah berikan. Manakah jawaban yang disukai Allah untuk umat-nya lakukan..

    May God bless your steps..

  28. @Johan
    Anda mungkin kurang mengerti maksud posting saya, Saya tegaskan lagi bahwa posting saya adalah untuk mengklarifikasi postingan ibu yanti bahwa anda bukan seorang romo paling enggak di Santa Anna, Benar apa enggak pernyataan itu ? Ini tidak ada hubungannya dengan kebenaran ajaran gereja Katolik atau gereja manapun.

  29. Romo Johan..saya tidak marah seperti yg romo katakan,hanya saja tolong berhati2 dengan istilah yang dipakai karena tidak semua orang mengerti dg maksu romo,,perpisahan saya dengan kekasih saya adalah demi kebaikan nya karena sayapun tak ingin dia memungkiri imannya,tapi saya jadi bingung kenapa anda membicarakan seorang romo paroki dengan pendapat yg berbeda..menyalahkan tindakan romo paroki tersebut?
    lalu siapa yang dapat dipercaya..sebelum ini sayapun beberapakali mengikuti peribadatan digereja katolik, untuk mengetahui lebih banyak tentang agama yg dianut kekasih saya,sayangnya setelah saya baca tanggapan romo lalu kutipan romo ttg romo paroki yang… tidak membuat saya yakin justru membuat saya bingung..apakah memang ada beberapa ajaran yg bebeda

    @balky:maaf saya jadi tdk mengerti..mana yg benar?tp bila anda yg benar,trims infonya

  30. Saya adalah awam katolik..bukan seorang Imam.saya sudah beberapa kali menyatakan hal ini di website ini.
    @yanti.walaupun saya seorang awam, tidak ada yang info yang salah dari yang telah saya sampaikan. Seorang romo pun bisa berbuat salah, dan bisa ragu memberi jawaban yang tidak populer.
    Landasan tulisan saya dari kitab hukum kanonik 1983 Gereja Katolik No 1127 par 3.silahkan anda tanyakan ke Imam Katolik yang anda kenal, apakah perkawinan boleh diadakan dengan tatacara agama berbeda baik sebelum atau sesudah perkawinan.selain itu sebelumnya si katolik harus mendapatkan dispensasi menikah dengan pasangan non kristen.si katolik pun berjanji untuk menjaga imannya dari bahaya (dan tentu saja dengan melanggar hukum Gereja,ia mengingkari janjinya), si Katolik pun berjanji untuk secara maksimal membawa anak-anaknya ke dalam Gereja Katolik.seorang Imam Katoli yang menyarankan si katolik untuk melanggar hukum gereja, telah menjerumuskan si Katolik kedalam dosa berat dan Imam tersebut berdosa berat karena berpartisipasi di dalamnya.itu sebabnya, saya mengajak umat Katolik yang PEDULI untuk lebih banyak berdoa bagi Imam2 kita, untuk setia pada janji Imamat mereka dan sebagai gembala yang baik membawa umatnya kepada keselamatan.
    Yanti, sudahkah kamu bertanya kepada kaum religius agamamu mengenai hukum Islam tentang menikahi laki-laki Katolik di dalam Gereja Katolik?
    Siapa yang anda percaya? Percayalah pada kebenaran ajaran Gereja Katolik.anda boleh cross check semua informasi yang saya sampaikan di atas. Sayang sekali, anda telah datang ke Gereja, mengapa anda tidak mencari tahu lebih bananyak lagi..mengapa anda berhenti..padahal anda begitu dekat dengan kebenaran itu.dan jika anda lebih menghayati makna Ekaristi,anda bisa mendengarkan panggilan Allah dan anda bisa bersatu dengan pasangan anda dalam ikatan perkawinan yang diberkati Allah di dalam Gereja-Nya, dan anda dan pasangan anda bersama kelak dapat membangun gereja domestik di dalam keluarga seperti yang Ia kehendaki.Itulah makna cinta sejati yang diberikan oleh-Nya bagi manusia.

  31. Dear ibu Yanti
    Jadi sekarang sudah jelas bukan statusnya ?
    Mengenai apakah ada ajaran yang berbeda atau tidak, dapat saya katakan seperti yang ibu katakan pada 1 Juni, “Alangkah baiknya tanggapan dibatasi sebatas yang di yakini tanpa harus menyinggung keyakinan yang lain”. Tanggapan akan diberikan apabila yang bertanya adalah mantan pacar anda. terimakasih

  32. @Balky.. menyinggung keyakinan lain itu tidak melulu dikonotasikan negatif. Dan di dalam website ini tidak melulu, harus orang Katolik yang bertanya. Siapa pun boleh bertanya di website ini.

    @Yanti saya akan bantu silahkan kamu buka link

    http://tausyiah275.blogsome.com/2006/08/17/pernikahan-beda-agama-kasus-lelaki-muslim-perempuan-non-muslim/

    LAlu apakah ada ajaran yang berbeda dalam KAtolik.. kemungkinan besar adalah penafsiran individu yang berbeda tetapi Gereja Katolik memiliki magisterium yang memiliki kuasa untuk menafsirkan yang benar bagi umat Katolik, sehingga umatnya tidak akan tersesat.

    Jadi bila ingin tahu yang benar, gali lebih dalam lagi, bukan dari individunya tetapi dari berbagai sumber Katolik yang bisa dipercaya, seperti dokumen-dokumen Takhta Suci Vatikan, surat atau tulisan para BApak Gereja, para Santo seperti SAnto Thomas Aquinas.

    Nah mengenai pernikahan beda agama hal itu sudah diatur dalam hukum Gereja, yaitu Kitab Hukum Kanonik 1983

    salah satu dokumen Gereja yagn membahas mengenai hal ini adalah
    Motu Proprio Paus Paulus VI

    http://www.vatican.va/holy_father/paul_vi/motu_proprio/documents/hf_p-vi_motu-proprio_19700331_matrimonia-mixta_en.html

    saya akan kutip sebagian di sini :

    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    “The faithful must therefore be taught that, although the Church somewhat relaxes ecclesiastical discipline in particular cases, she can never remove the obligation of the Catholic party, which, by divine law, namely by the plan of salvation instituted through Christ, is imposed according to the various situations.

    Orang beriman [Katolik] harus karenanya diajarkan bahwa, meskipun Gereja sedikit santai mengendurkan disiplin Gerejawi dalam beberapa kasus tertentu, GEreja tidak dapat menghapus kewajiban pihak Katolik, yang, oleh hukum ilahi, yaitu oleh rencana keselamatan yang diinstitusi melalui Kristus, ditentukan menurut situasi yang beragam.

    The faithful should therefore be reminded that the Catholic party in a marriage has the duty of preserving his or her own faith. Nor is it ever permitted to expose oneself to a proximate danger of losing it.

    Orang beriman [Katolik] harus karenanya diingatkan bahwa pihak Katolik dalam suatu perkawinan memiliki kewajiban untuk menjaga imannya sendiri. Atau juga tidak pernah diijinkan untuk membiarkan dirinya ke dalam bahaya yang dekat dengan menghilangkannya [iman].

    Accordingly, in order that ecclesiastical discipline on mixed marriages be more perfectly formulated and that, without violating divine law, canon law should have regard for the differing circumstances of married couples, in accordance with the mind of the Second Vatican Council expressed especially in the decree Unitatis Redintegratio(7) and in the declaration Dignitatis Humanae,(8) and also in careful consideration of the wishes expressed in the Synod of Bishops, we, by our own authority, and after mature deliberation, establish and decree the following norms:

    Maka, dalam rangka bahwa disiplin gerejawi atas perkawinan campur diformulasikan secara lebih sempurna dan bahwa, tanpa melanggar hukum ilahi, hukum kanon harus memiliki perhatian untuk membedakan kondisi-kondisi pasangan yang dinikahkan, sesuai dengan pemikiran Konsili Vatikan II yang diekspresikan secara khusus di dalam dekrit Unitatis Redintegratio dan dalam deklarasi Dignitis Humanae, dan juga dalam pertimbangan yang hati-hati dari harapan-harapan yang diekspresikan dalam Sinode para Uskup, menetapkan dan memutuskan norma-norma berikut :


    2. A marriage between two persons of whom one has been baptized in the Catholic Church or received into it, while the other is unbaptized, entered into without previous dispensation by the local Ordinary, is invalid.

    2. Suatu perkawinan antara dua orang dimana salah satunya telah dibaptis di dalam Gereja Katolik atau diterima di dalamnya, sementara yang lain tidak terbaptis, dijalankan tanpa dispensasi sebelumnya oleh Ordinaris lokal, adalah tidak sah.

    4. To obtain from the local Ordinary dispensation from an impediment, the Catholic party shall declare that he is ready to remove dangers of falling from the faith. He is also gravely bound to make a sincere promise to do all in his power to have all the children baptized and brought up in the Catholic Church

    4. Untuk mendapatkan dari Ordinaris lokal dispensasi dari suatu halangan, pihak Katolik harus menyatakan bahwa ia siap untuk menghapus bahaya-bahaya keruntuhan dari iman. Ia juga terikat serius untuk membuat janji yang tulus untuk melakukan segalanya dalam kekuatannya untuk membawa seluruh anak-anaknya dibaptis dan dibawa ke dalam Gereja Katolik

    ….

    13. The celebration of marriage before a Catholic priest or deacon and a non-Catholic minister, performing their respective rites together, is forbidden. Nor is it permitted to have another religious marriage ceremony before or after the Catholic ceremony, for the purpose of giving or renewing matrimonial consent.

    13. Perayaan perkawinan dihadapan seorang Iman Katolik atau Diakon dan seorang pelayan Non-Katolik, dengan menjalankan tata cara masing-masing secara bersama-sama, adalah dilarang. Juga tidak diijinkan untuk memiliki tatacara perkawinan religius yang lain sebelum atau sesudah tatacara Katolik, untuk tujuan memberi atau memperbaharui persetujuan perkawinan.

    +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    Jadi mana yang benar dalam menjawab hal perkawinan beda agama menurut hukum Gereja ? anda sekarang sudah tahu..

    bukan semata kata seorang Johan dan Balky yang awam, administrator website ini dan juga bukan kata Pastor Santa Anna, tetapi apa yang telah ditetapkan oleh Gereja Katolik, terlepas darimana hal itu kamu peroleh, entah dari seorang Johan atau seorang romo paroki atau bahkan dari media komunikasi.

    May God bless your steps

  33. kuq kyke pak johan mlh muter2 y?
    Gag ada yg slh atas apa yg anda jelaskan mengenai pernikahan beda agama.
    hanya mungkin kta2 anda saja yang ‘sedikit’ tpi membuat tidak berkenan d hati, jdi y… gag usah muter2 menjelaskannya dan seolah2 membela diri gtu….

  34. @rose, bagian mana yang anda katakan “muter-muter” ? jika anda membaca topik ini dan topik lain, memang jawabannya ya itu-itu saja, karena memang ajaran Katolik ya itu. Tidak berubah.

    Anda mungkin merasa “muter-muter” karena anda tidak menyimak seluruh pertanyaan di website ini, hanya bagian tertentu saja yang kebetulan membahas pernikahan beda agama.

    SAya tidak merasa sedang membela diri, saya hanya menjelaskan apa yang saya tulis, dan saya tetap pada apa yang saya tulis, bahwa pernikahan dengan dua tata cara berbeda baik sebelum atau sesudah tata cara kanonik adalah penyelesaian akal2an. Jika seseorang tidak berkenan akan sebutan akal2an, silahkan mendefinisikan dengan istilah lain.. tetapi tetap saja secara de facto, itu hanya berusaha “membohongi” hukum sebenarnya, dan itu sia-sia, tokh hukum tetap tidak bisa diubah, dan perbuatan itu tidak dibenarkan oleh Gereja Katolik atau hukum Islam dalam kasus di atas.

    Hal lain yang saya ingin tegaskan, umat sering kali merasa puas bila yang menjawab adalah seorang Imam Katolik.

    1. kesibukan pastor paroki menyebabkan sulit membagi perhatian kepada ribuan umat paroki bahkan di website ini bukan saja dari paroki Santa Anna tetapi juga dari paroki lain di seluruh indonesia atau bahkan mungkin umat Katolik Indonesia di luar negri. Jadi jika anda perhatikan, jauh lebih banyak awam yang menjawab dibandingkan kaum religius di website ini.

    2. harta kekayaan ilmu pengetahuan GEreja KAtolik tidak eksklusif milik kaum religius, umat Katolik siapa pun yang ingin tahu dan belajar bisa mendapatkannya. Dan pengetahuan akan Gereja Katolik ini diperkenankan disebarluaskan kepada siapa pun, baik kepada sesama umat Katolik atau mereka yang berbeda agama tetapi tertarik untuk mengetahuinya.

    3. Apa yang disampaikan di website ini, entah dari seorang pastor paroki, seorang Imam atau seorang awam sekali pun harus diuji kembali menurut iman KAtolik yang benar. Bukan hanya semata karena perasaan nyaman atau disenangkan. Ajaran Yesus pun tidak melulu membuat orang nyaman atau senang. Jadi ujilah dengan lebih banyak mencari tahu dan terlibat dalam diskusi yang mengarah kepada pengembangan rohani. Cari tahu, bukan saja dari kaum religius, tetapi dari semua tulisan atau artikel KAtolik yang tersedia di dunia maya atau melalui buku-buku Katolik. Mengapa saya katakan perlu ada diskusi, karena tidak semua informasi dari media-media itu benar sesuai dengan ajaran Gereja Katolik yang Apostolik, banyak juga yang menyesatkan atau menyudutkan.
    contoh yang baru saja terjadi, di salah satu topik di website ini, dimana umat salah paham mengenai tradisi stipendium dan isu mengenai surat pengampunan dosa dalam GEreja Katolik.

    4. Umat harus saling mendukung di dalam persekutuan Gereja Katolik yang satu, kudus, Katolik dan Apostolik.
    umat yang tahu bahwa itu salah harus berani menyatakan bahwa itu salah. begitu pula bila hal itu adalah kebenaran, harus dinyatakan benar. Allah akan menuntut pertanggungjawaban kita, bahwa kita yang tahu tidak menyatakan hal itu, sehingga membuat saudara-saudara kita berbuat dosa. Banyak orang Katolik sungkan, merasa takut dikritisi seperti yang dilakukan Rose dan beberapa peserta di sini, ragu untuk menjadi tidak populer dengan jawaban yang diberikan (padahal jawaban itu sesuai dengan iman Katolik) atau takut menyinggung perasaan orang lain. Padahal semuanya itu justru menghambat pertumbuhan iman diri sendiri dan juga orang lain.
    Kita umat Katolik harus lebih berani menyatakan iman kita lewat perbuatan-perbuatan. TErmasuk di dalamnya lewat tulisan di website ini.

    Semua tulisan saya adalah karena kasih saya kepada Allah dan kepada sesama. Kasih itu tidak melulu identik dengan perasaan yang indah. Kasih itu bisa menyakitkan. Yesus, Tuhan kita sudah memberi contoh, bagaimana Ia sengsara dan mati karena kasih kepada kita.
    Bunda Maria, betapa hatinya tertusuk pedang seperti yang diramalkan oleh Simeon karena kasihnya kepada Yesus. Masih banyak lagi contohnya dari para orang Kudus.

    Ini adalah tulisan saya terakhir menanggapi hal Yanti. kecuali ada pertanyaan lain tentang iman dan ajaran Gereja KAtolik terkait dengan pernikahan beda agama.

  35. Dear Sdr. Johan,

    Saya termasuk orang yang sangat antusias dengan tulisan saudara Johan mengenai konvalidasi (yang saudara tulis tgl 26 Juli 2008 di topik Kembali ke Gereja).
    Singkat cerita, saya Katolik, saya menikah di KUA th. 2001. Saat itu saya tidak tahu banyak tentang konsekuensi nikah beda agama. Memang ada perjanjian di antara kami kalau kami akan tetap menjalani agama masing-masing. Jadi memang itu yg terjadi sampai sekarang. Yg membuat saya terkejut, setelah menikah dan saat saya hendak mengaku dosa saat menjelang Paskah, Pastor yg sedang melayani pengakuan dosa menjelaskan bahwa saya terlibat dosa besar dan saya baru tahu kalau karena pernikahan itu saya tak bisa menerima komuni dan sakramen lain. Anak saya 2, anak pertama dididik secara agama Islam (oleh ayahnya, keluarga ayahnya dan sekolahnya), anak ke 2 saya dididik secara Katolik (oleh saya, dan selalu ke gereja bersama saya).
    Suami saya tidak bersedia mengikuti pemberesan pernikahan di gereja. Dia mau mengantar dan menjemput saya ke/di gereja, tetapi tidak mau terlibat dengan agama saya.
    Saya sungguh rindu bisa dipulihkan hubungan saya dengan gereja dan sakramen-sakramennya.
    Mohon pencerahannya mengenai konvalidasi di atas dan bagaimana cara mendapatkannya. Terima kasih banyak atas waktu dan kepedulian Sdr. Johan pada kami-kami ini yang bermasalah.
    God bless you always.

    Tambahan : saya berdomisili di Batam

  36. @Sandra, Puji Tuhan karena anda diingatkan oleh Allah karena Ia mencintai anda dan menginginkan anda kembali dalam pangkuan Gereja-Nya yang kudus.

    Sebenarnya konvalidasi tidak perlu kehadiran pihak yang berbeda agama. Tetapi persetujuan itu memang perlu. Artinya bahwa suami anda mau hidup damai dalam pernikahan yang sekarang kalian jalani. Dan ia memberikan ijin bagi anda dan anak anda untuk menjalani kewajiban sebagai seorang Katolik, dan tidak menuntut sesuatu yang membahayakan iman anda dan anak anda. Hal ini untuk menjamin bahwa pertobatan anda benar-benar memberi vitamin dan enerji bagi pertumbuhan iman anda dan juga [terutama] anak anda.

    Segeralah ke romo dan nyatakan kehendak anda untuk melakukan konvalidasi ini. Allah telah menanti anda sekian lama.

    May God bless your steps.

  37. @Sdr. Johan,

    Terima kasih atas jawabannya. Mohon dukungan doanya agar keinginan saya agar diterima kembali oleh gereja dengan penuh segera terwujud.

    God bless you always.

  38. saya beragama kristen, tapi suami saya beragama katolik. dan kita menikah secara katolik. saya bimlmbang di satu sisi saya igin bertahan dengan keyakinan saya, tetapi suami saya menginginkan saya ikut dia. selama ini saya di gereja katolik. saya ingin belajar lebih dalam tentang agama katolik, tapi saya bingung mau memulai. saya mencoba menyakinkan hati saya. tolong saya untuk bisa menemukan jawaban yang tepat dari dilema saya.

  39. @tatik.. saya ingin bertanya dulu : Apa yang membuat anda bimbang ? Apakah suamimu memaksamu ? Jika ya, katakan kepadanya hal ini tidak sesuai dengan iman Katolik.

    May God bless your steps..

  40. Bu Tatik, coba hubungi ketua Lingkungan ditempat ibu tinggal dan nanti ketua Lingkungan akan menunjukkan kepada siapa ibu bisa belajar agama, semoga saat ibu memilih keyakinan sebagai seorang Katolik tidak bingung dan mantap GBU

  41. @ Sdr. Johan,

    Bro Johan, saya Sandra yang pernah menulis tgl 1 November 2001 di laman ini juga.

    Saya sudah menemui Romo Paroki saya dan menyampaikan masalah saya bulan Desember lalu. Atas petunjuk Romo tersebut saya diminta untuk menuliskan kronologis pernikahan saya dan keadaan saya saat ini disertai dengan foto copy surat babtis saya yang terbaru. Saya juga sudah memenuhi permintaan Romo tersebut seminggu kemudian, dan Romo tersebut berjanji akan menyampaikan kepada Uskup Pangkal Pinang.

    Saya sangat maklum jika Bapak Uskup maupun Pastor paroki adalah orang yang sangat sibuk, jadi sampai saat saya menulis surat ini, masih belum ada berita tentang surat saya kepada Bapak Uskup tersebut. Saya sudah 2 kali berkomunikasi dengan Romo Paroki, dan beliau menyatakan jika surat saya masih dalam proses.

    Saya pribadi ada kecemasan kalau-kalau surat saya bakalan tertumpuk dan terlupakan mengingat kesibukan seorang Uskup. Atau bisa juga permohonan saya agar diampuni dan diterima kembali oleh gereja, akan ditolak.

    Saya menerima masukan dan saran dari Sdr. Johan atau siapapun yang berkenan memberi masukan kepada saya, apalagi yang harus saya lakukan selain menunggu dan berdoa?

    Kenapa ya, katanya Tuhan Yesus datang buat orang sakit atau berdosa, bukan buat orang yang sehat. Tetapi sudah bertahun-tahun saya berdoa dan berusaha, kenapa masih saja belum berhasil.

  42. @Sandra… apakah anda yang meminta konvalidasi ?

    Jika ya, jangan pernah berputus asa, seringkali Iblis datang mencobai diri kita di saat kita sangat membutuhkan pertolongan Allah.

    anda bisa saja menghubungi keuskupan menanyakan mengenai permohonan konvalidasi perkawinan anda.

    Jln. Stasiun XXI 545-A
    Pangkal Pinang 33147
    Telp. 0717-424014 Fax. 0717-432152

    Hal yang perlu diselidiki dan dibuktikan adalah bahwa tidak adanya cacat dalam janji perkawinan kalian atau benar suami anda tetap berkehendak untuk hidup damai dalam perkawinan dengan anda setelah anda kembali ke pangkuan Gereja, karena setelah anda kembali, anda diminta berjanji untuk membuang segala bentuk bahaya terhadap iman anda , dan juga berjanji dengan sungguh2 dengan kekuatannya membawa anak-anak anda ke dalam Gereja Katolik (ini tantangan besar dalam perkawinan beda agama, terutama bila suami anda memiliki iman yang kuat terhadap agamanya).

    Once again.. jangan berputus asa.. dalam masa penantian ini, rajinlah berdoa, mengikuti liturgi Ekaristi walau tidak menerima komuni.. rajin berdevosi atau melakukan novena orang kudus… pada saatnya nanti Allah akan menjawab doa-doa anda…percayalah..

    May God bless your steps…

  43. @ Sdr. Johan,

    Puji Tuhan, pada tgl. 11 Maret 2012 kemarin Rm. Thomas, Pastor Paroki St. Damian Bengkong Batam memberitahukan pada saya untuk mengikuti Ibadat Tobat tgl 26 Maret 2012 ini untuk selanjutnya akan pasti diproses pemulihan hubungan saya dengan gereja. Menurut Beliau, Paskah nanti saya sudah bisa menerima komuni lagi.

    Secara khusus saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Sdr. Johan yang sudah banyak meluangkan waktu dan menyumbangkan pengetahuannya ttg hukum-hukum kanonik gereja. Saya juga sangat bersyukur dengan adanya site gereja St Anna ini, yang dengan kebetulan saya dapatkan dari hasil search di google. Berkat bantuan Sdr. Johan dan media site ini,Tuhan boleh meminjam tangan untuk menolong saya.

    May God bless these wonderful persons here. Amen

  44. @Sandra…
    Semua ini adalah kehendak Allah.. Puji Tuhan, Alleluya..

  45. sy thomas, sy sudah menikah 5 tahun yg lalu dgn istri non katolik dan sy menikah di KUA, saat ini kami berdua sudah sepakat utk mendapatkan pemberkatan nikah secara katolik dan jg istri sudah mau utk ikut kursus persiapan permandian dewasa. yang ingin sy tanyakan adalah, konsekuensi apa yg harus sy jalani karna sudah menikah di KUA dan bgmn caranya utk dapat menerima pemberkatan nikah secara katolik dan berapa lama kira2 prosesnya ? karna saat ini istri sy sedang hamil anak pertama, dan kami menginginkan agar pas lahir nanti kami berdua sudah menikah secara katolik.
    terima kasih.

  46. @Thomas, karena anda menikah di luar GEreja Katolik, maka anda terpisah dari Gereja KAtolik dan kehilangan hak dalam sakramen. Perkawinan anda di mata Gereja adalah tidak sah.

    Oleh karenanya, karena Allah telah memanggil anda untuk pulang ke pangkuan Gereja-Nya, maka segeralah bertemu dengan pastor paroki untuk meminta pemberesan perkawinan anda (konvalidasi), dimana salah satu bagiannya adalah pengakuan iman dan sakramen tobat. Setelah perkawinan anda dicatatkan di Gereja Katolik, maka perkawinan tersebut sah, dan hubungan anda dengan Allah dipulihkan.

    Bisa saja dilakukan pembaharuan janji perkawinan jika isteri menyetujui, walaupun ini bukan suatu keharusan, tetapi sangat baik untuk menguatkan kembali ikatan perkawinan kalian. Kelak bila isteri anda sudah dibaptis maka otomatis perkawinan kalian menjadi Sakramen.

    Selamat, dan semoga Allah memberkati anda, isteri dan anak yang dikandungnya… May God bless your steps..

  47. Syalom…
    saya Valen, saya Katolik dan calon Budha, bulan September, kami akan melangsungkan pemberkatan pernikahan secara agama Budha. Dan berdasarkan informasi yang saya terima, saya tidak boleh menerima Komuni selama saya belum terdaftar dalam Gereja. Lalu apa yang harus saya lakukan agar tetap dapat menerima Komuni.
    Terima kasih

  48. @VAlentina… menikahlah dalam Gereja Katolik.. pengukuhan menurut agama Budha, melukai iman. Jika pasangan memaksa, maka ini indikasi yang tidak baik, bahwa dalam kehidupan perkawinan pun anda akan sulit menjaga imanmu dari bahaya, terlebih membawa anak-anak anda kelak ke dalam Gereja Katolik.

    Semoga anda mempertimbangkan hal ini dengan bijaksana..

  49. salom” mohon penjelasannya…romo……………
    tentang suami yang meninggal istrinya, tetapi kepengen menikah lagi dengan wanita yang belum menerimah sakramaen perkawinan dimanan, wanita tersebut b eragama protestan. sedangkan calon suami tersebut beragama katolik. nah, yang saya tanyakan” bagaimana prosedur pelaksanaan tersebut manakala melangsungkan perkawinan menurut aturan katolik.

  50. salom” mohon penjelasannya…romo……………
    tentang suami yang meninggal istrinya, tetapi kepengen menikah lagi dengan wanita yang belum menerimah sakramaen perkawinan dimanan, wanita tersebut b eragama protestan. sedangkan calon suami tersebut beragama katolik. nah, yang saya tanyakan” bagaimana prosedur pelaksanaan tersebut manakala melangsungkan perkawinan menurut aturan katolik.

  51. Dear Johan, Natal kemaren thn 2012 istri sy sudah menerima sakramen babtis, ekaristi dan krisma. Puji Tuhan. Saat ini kami ingin membereskan perkawinan kami secara Katolik. Apakah syarat2nya ? Dokumen apa saja yg dibutuhkan dan brp lama kira2 prosesnya ? Karna anak kami sudah 2 bln umurnya dan kami ingin agar dia bisa dibabtis, karna syaratnya butuh surat nikah Katolik. Terima kasih.

  52. dear romo

    romo saya pengalaman saya sama dengan pengalaman saudara reno, saya mempunyai pacar orang muslim, kita berjalan dua tahun…tp ibu dari pacar saya seorang pendeta dan sudah meninggal, tp bpk dari pacar saya seorang muslim (beliau msh ada),kita berpacaran 2th…sampai akhirnya pacar saya membahas tentang perbedaan agama kita…

    pada akhirnya kita memutuskan untuk berjaga jarak, dengan tujuan kita sama2 merenung…

    tp entah mengapa, smakin saya dan pasangan saya jauh, rasa sayang dan cinta itu smakin besar….bahkan di saat saya berdoa..rasa sayang saya terhadap pasangan saya semakin besar

    tp kita berdua sama2 masih memegang teguh iman kami masing…
    kami sudah berusaha meminta ijin dan restu dari dari orang tua kita masing, dan beliu bilang smuanya di serahkan kepada kami berdua…

    pertanyaan saya romo, langkah apa yg harus saya dan pasangan saya ambil?? dan saat kita menjalin rumah tangga dengan 2 keyakinan yg berbeda apakah itu dosa??

    terima kasih

    Tuhan yesus memberkati

  53. @Valentina, sebagai seorang Katolik kamu akan terekskomunikasi dari GEreja Katolik, kehilangan hak kamu dari Sakramen dan terpisah dari bunda Gereja, hubunganmu dengan Allah terputus karena dosa berat menikah di luar GEreja Katolik.

    Perkawinanmu yang kelak dikukuhkan secara Budha, adalah pengingkaran Iman-mu, penolakan terhadap kebenaran akan Kristus dan segala ajaran dan perintah-Nya.

    Satu-satunya cara untuk menghindari hal ini adalah perkawinanmu harus dikukuhkan menurut hukum Gereja Katolik. Jika pasanganmu menginginkan perkawinan dikukuhkan dalam agama yang ia imani, mengapa ia tidak bisa menerima bila kamu menginginkan hal yang sama ? Jika ia bersikeras, ini merupakan cerminan, bahwa dalam perkawinan anda kelak, iman anda dalam bahaya yang akan sulit anda hindari, dan potensial membuat anda sulit untuk menjalankan kewajiban anda sebagai seorang Katolik, anda mungkin sulit kembali ke pangkuan Gereja, terlebih mendidik dan membawa anak-anak anda ke dalam GEreja. Ingatlah bahwa dalam agama Budha, mereka mengijinkan poligami,dan perceraian dalam perkawinan. Mereka percaya dewa-dewi, dan tidak percaya adanya Allah Sang Pencipta. Iman ini sangat bertentangan dengan iman Katolik.

    Semoga anda sungguh2 mempertimbangkan semua yang saya katakan ini sebelum memutuskan untuk mengingkari iman anda dengan menikah di luar Gereja KAtolik. Berdoalah kepada Allah, hadirilah sakramen Ekaristi. mohon bantuan Bunda Maria mendoakan anda, dan semoga anda dapat mendengarkan suara Allah di dalam hati nurani anda.

  54. @Thomas, Puji Tuhan dan selamat atas baptisan yang telah diterima oleh isterimu.. Dan Sebaiknya anda segera bertemu pastor paroki untuk membereskan perkawinan kalian.

    @danar, menikah dengan pasangan beda agama bukanlah suatu dosa selama perkawinan itu dilakukans sesuai hukum GEreja Katolik. Karena bila perkawinan anda dikukuhkan secara Islam, maka ini merupakan bentuk pengingkaran Iman.

    Jadi satu-satunya cara adalah menikah menurut hukum Gereja Katolik, yaitu dengan dispensasi dari Keuskupan. Jika temanmu menolak, maka ini merupakan keputusannya. Saya percaya, di dala hati kecilnya, Ia tentu berharap, iman anda goyah. Seperti halnya anda berharap, ia mau menikah di dalam GEreja Katolik.

    Danar, ingatlah bahwa cinta sejati adalah cinta dari Allah. Allah yang terlebih dahulu mengasihimu. Jangan kau sia-siakan cinta-Nya yang besar ini dengan meninggalkan-Nya demi iman pria yang kamu dambakan. Ini merupakan ujian berat bagi iman-mu. Jika kamu dapat melaluinya dengan baik, kelak keputusanmu itu akan menjadi panutan bagi anak-anakmu. bErdoalah kepada Allah, dekatkan dirimu kepada-Nya. Berdoalah novena kepada Bunda Maria, mintalah bantuannya untuk mendoakanmu.

    May God bless your steps..

  55. Dear romo,

    Saya adalah seorang perempuan beragama katolik. Sudah 5 tahun saya berpacaran dengan seorang pria beragama islam. Kami sama-sama menghormati agama satu sama lain. Dia sering menemani saya ke gereja, dan belakangan saya juga menemani dia berpuasa selama ramadhan walaupun saya berpuasa secara katolik. Kami sudah “sreg” dengan agama kami masing-masing, dan tidak berniat pindah agama. Kami ingin menikah, dia setuju untuk melakukan pemberkatan di gereja, tapi juga ingin supaya ada akad nikah secara islam agar tidak dianggap zina di agamanya. tapi bagaimana caranya supaya pernikahan kami sah bagi 2 belah pihak, jika gereja katolik tidak mengizinkan akad nikah dilakukan selain pemberkatan secara katolik?

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>