Perkawinan Batal Sehari Sebelum Hari “H”

Berikut ini adalah kasus calon suami istri, “G” (mengaku masih Katolik) dan “M” (Katolik), yang akan menikah tanggal 15 Mei 2009 di Gereja Katedral Jakarta. Keduanya sudah menjalani proses kanonik di Gereja St. Anna. Seminggu sebelum hari H, ada informasi bahwa “G” masih terikat perkawinan dengan “DP”. “DP” adalah istri dari “G”, seorang Moslem, dan menjelaskan bahwa sampai sekarang mereka belum bercerai. Mulanya “DP” memberikan informasi ini kepada Rm Sudrijanta melalui Surat Pembaca di Kompas online dan SMS.

Berikut ini adalah dialog antara Rm Sudrijanta, pastor yang melakukan penyelidikan Kanonik dengan “DP”. Dialog ini merupakan upaya klarifikasi untuk memperjelas status “G”. Sehari sebelum hari H, “G” tidak bisa membuktikan bahwa dirinya sudah bercerai dari “DP”. Oleh karena itu, perkawinan “G” dan “M” tidak bisa dilangsungkan.

Dari dialog ini terungkap bahwa “G” memiliki masalah perdata yakni perceraian yang belum selesai dan masalah pidana yakni soal hutang-piutang. Mengetahui bahwa “G” adalah calon suami yang bermasalah, maka “M” dan keluarganya memutuskan untuk menunda atau membatalkan perkawinan.

Kasus ini menarik sebagai pembelajaran bagi calon pasangan perkawinan agar mengenal sungguh-sungguh pasangannya sebelum memutuskan untuk menikah. (Admin)
==============

http://kompas.com/suratpembaca/read/7358

WNA PEMEGANG PASPORT NX1RCR333
Suami WNA Kabur ke Indonesia Karena Hutang

SABTU, 9 MEI 2009 | 16:16 WIB
Saya seorang istri yang dinikahi 13 tahun oleh seorang warga negara Belanda (orangtua Indonesia kelahiran Belanda). Karena sudah beberapa kali berselingkuh saya minta cerai di Belanda, sejak 1 Desember 2009 suami kabur ke Indonesia dengan meninggalkan hutang dimana-mana.

Saat ini saya harus menanggung hutang hypothek rumah dan gaji dipotong gara-gara hutang. Suami meninggalkan Belanda karena tidak memiliki pekerjaan dan saat ini sedang menjalin hubungan dengan seoang wanita pegawai negeri yang dikenalnya baru 2 hari di Belanda (bulan Oktober 2008). Perkenalan suami dengan wanita ini gara-gara suami diberi pekerjaan sebagai supir oleh teman untuk mengantar rombongan selama di Belanda. Salah satu rombongan seorang wanita yang baru dikenalnya 2 hari. Saat bertugas sebagai supir mengantar tamu suami pernah pulang pagi dimana saya sudah menduga ada sesuatu yang tidak beres.

Karena tingkah laku suami kepada salah seorang perempuan dirombongan itu, sempat ditegor oleh bosnya sampai saya malu mendengarnya cerita ini, karena banyak orang yang menyaksikan. Hukum di Belanda karena saya masih berstatus menikah dengan suami dan dia tidak bekerja segala hutang saya harus menanggungnya. Uang pesangon saya di perusahaan lain sudah pernah diambil oleh bank sebanyak 15000 Euro, saat ini gaji saya dipotong 561 Euro oleh bank tiap bulan, belum lagi saya musti bayar hypothek rumah kurang lebih 1222 Euro yang belum terjual. Saat krisis seperti ini menjual rumah sulit sekali.

Karena tidak kuat dengan tekanan dari hutang sana sini dan saya tetap bekerja keras, saya mengalami pendarahan hampir 3 bulan. Saat ini suami dicari oleh beberapa instansi yang menagih hutangnya. Yang lebih mengesalkan bila saya urusan selesai hutang-hutang dibagi dua dimana hutang-hutang dari suami untuk biaya berselingkuh dengan pembayaran handphone dan lain lain. Gara-gara suami mau beli mobil padahal dia tidak punya kerjaan akhirnya kami harus kabur kerumah mertua, karena di kejar-kejar penagih hutang sampai namanya dicantumkan dikoran pada tanggal 21 Mei 2008 di Belanda. Melalui koran pembaca ini saya ingin menghimbau atau mengingatkan kepada wanita berhati-hatilah bila anda akan menikah dengan warga negara asing. Pelajari hukum yang berlaku.

Minggu depan ini tepatnya tanggal 15 Mei 2009 suami akan menikah dengan wanita pegawai negeri, dimana status suami belum becerai dengan saya. Bila mengikuti hukum Belanda suami sedang melanggar hukum bigami namanya dan bisa kena straaf. Saya mohon informasi bagaimana hukum yang berlaku di Indonesia dengan masalah saya ini, karena saat ini suami memakai 2 identitas. Saya sendiri warga negara Indonesia. Saya tidak menerima perlakuan suami yang selama perkawinan 13 tahun saya sudah cukup membantu membayar hutang-hutangnya dan diperlakukan tidak wajar sebagai istri.
Mohon bantuan dimana keadilan seorang istri yang diperlukan tidak adil oleh suami warga negara asing. Persoalan saya saat ini sedang ditangani advokaat di Belanda. Saya baru tadi malam mendengar suami akan menikahi perempuan itu tanggal 15 Mei 2009. Saya hanya membutuhkan tanggung jawab suami sebagai laki-laki untuk menyelesaikan masalah perceraian ini bukan membuat masalah baru di Indonesia
Terima kasih sebelumnya atas bantuan dan kerjasamanya

“DP”
Zoetermeer, Nederland
=============

Selasa, 12 Mei, 2009, 6:48 AM
Ibu ”DP” Yth,
Trimakasih atas informasi yang anda sampaikan dalam surat pembaca di kompas online dan sms. Agar lebih leluasa, saya usul supaya kita berkomunikasi lewat email.

Saya adalah seorang pastor Katolik yang melakukan penyelidikan kanonik atas calon mempelai yang bernama “G” dan “M”.

Saya tidak mendapatkan informasi langsung dari mereka bahwa “G” pernah menikah. Pagi ini saya mendapat telpon dari sekretariat Gereja Katedral dan ”DN” yang mengaku sebagai adik anda.

Mengingat “G” dan “M” berencana akan menikah di Gereja Katedral tanggal 15 Mei 2009, saya mohon anda berkenan untuk memberikan klarifikasi yang saya perlukan tidak lebih dari 1 hari ke depan.

1. Kapan anda melangsungkan pernikahan dengan “G” dan dengan cara apa (KUA)?
2. Apakah benar bahwa anda sudah bercerai secara sipil di Belanda tahun 2005? “M” mengatakan bahwa “G” memiliki surat cerai tahun 2005 dan surat itu akan segera diserahkan kepada saya.
3. Sudah berapa lama anda berpisah rumah dari suami anda?
4. Apa pendidikan terakhir suami anda dan apa profesinya?
5. Berapa jumlah total hutang yang dimiliki oleh suami? Bisakah anda jelaskan mengapa suami anda jatuh dalam jerat hutang? Apakah hutang tersebut murni hutang dari suami anda atau anda juga ikut andil secara langsung atau tidak langsung dalam transaksi utang tersebut.

Informasi anda sangat penting dan sangat menentukan apakah “G” dan “M” bisa melangsungkan pernikahan secara sah di Gereja Katolik.

Trimakasih atas kerjasamanya.
J Sudrijanta SJ
www.gerejastanna.org
==============
Date: Tuesday, 12 May, 2009, 6:14 AM
Bapak Sudrijanta yang terhormat,

Pertanyaan bapak akan saya jawab langsung dibawah sebelah pertanyaan bapak dengan warna biru . Maaf saat ini saya mau berangkat ke kantor akan saya jawab sebenarnya dalam keadaan sadar dan sehat walafiat, saya akan melampirkan surat dari advocaat di Belanda kalau dia tidak boleh menikah karena advocaat “G” minta ditunda. Besok ada sidang ke 2 dimana advocaatnya akan hadir. Nanti malam akan saya sambung lagi saya musti cari kerja supaya saya bisa hidup terus disini.

1. Kapan anda melangsungkan pernikahan dengan “G” dan dengan cara apa (KUA)? Kami menikah pada tgl 30 november 1995 secara KUA di mesjid Al Muhajiri

2. Apakah benar bahwa anda sudah bercerai secara sipil di Belanda tahun 2005? “M” mengatakan bahwa “G” memiliki surat cerai tahun 2005 dan surat itu akan segera diserahkan kepada saya. tahun 2005 kami memang hampir bercerai karena dia berselingkuh beberapa kali, tapi dia minta kembali sampai mencium kaki saya minta maaf dikarenakan jantungnya sakit. Saya memaafkan dan dia sendiri mengajukan ke advocaat utk perceraian dicabut

3. Sudah berapa lama anda berpisah rumah dari suami anda? Saat saya mengetahui suami berselingkuh dengan “M” karena dada saya sakit saya meninggalkan rumah mertua tgl 01 Nov 2008 utk menenangkan hati dan perasaan saya saat itu. Setelah 2 minggu saya ajak bicara dia baik2 teryata dia tidak mau dan saya minta tanggung jawabnya utk membayar rumah dan hypotheek sama sekali dia tidak bertanggung jawab. Tanpa sepengetahuan saya dia kabur 01 Dec 2008 dan banyak beberapa kali surat tagihan hutang dan orang menelpon

4. Apa pendidikan terakhir suami anda dan apa profesinya? pendidikan terakhir suami SMEA pembukuan,STM dan Turis. Sejak september 2008 dia tidak bekerja selama perkawinan 13 tahun dia lebih banyak tidak bekerjanya, karena sering dikeluarkan karena ulahnya sendiri. Profesi terakhir administrasi pembukuan

5. Berapa jumlah total hutang yang dimiliki oleh suami? Bisakah anda jelaskan mengapa suami anda jatuh dalam jerat hutang? Apakah hutang tersebut murni hutang dari suami anda atau anda juga ikut andil secara langsung atau tidak langsung dalam transaksi utang tersebut. Saat ini saya tidak bisa detai berapa hutang2nya yang dia perbuat kami memiliki 2 hypotheek : Hypotheek rumah 262.000 euro, hypotheek ke 2 45.000 euro, bank ABN 20000 ini yang saya ikut tanda tangan karena dipaksa. Setelah itu dia punya hutang mobil yang saat ini dia dikejar2 yg berwajib saya tidak tahu, hutang hp saat berselingkuh dengan ”GR” dan ”IR” 6000 euro, hutang telp lain 2500 euro ini semua saya tidak tahu. Dan masih banyak lagi hutang yang saya tidak bisa lacak karena sudah saya serahkan ke orang tuanya.

Hormat saya,

”DP”
===========

Tanggal: Selasa, 12 Mei, 2009, 8:27 AM
Ibu “DP”,
Trimakasih atas jawaban anda.
Semoga anda tetap kuat dan mendapatkan pekerjaan yang
mapan.
Sudrijanta
==========

Date: Tuesday, 12 May, 2009, 8:30 PM
Bapak Sudrijanta yang terhormat,

Sebenarnya hati saya menolak untuk membeberkan tingkah laku suami, karena biar bagaimanapun saya pernah hidup dan menikah dengannya. Tapi saya menulis di kontak pembaca untuk menghimbau wanita2 agar tidak terjerat janji2 palsu. Selain itu sebenarnya saya sama “G” masih ada hubungan saudara oma saya panggil omanya “G” tante. Jadi bisa bapak bayangkan bagaimana perasaan saudara2 saya dan dia saat ini.

Sejak awal menikah teryata sudah banyak kebohongan yang saya baru ketahui setelah 8 bulan menikah dengannya. ”G” teryata berani berbohong ke negara masalah uang. Di Belanda orang tidak bekerja mendapat bantuan dari negara tapi bila kembali mendapatkan pekerjaan musti lapor ke negara. Teryata dia ingin dua2nya dapat akhirnya dia musti bayar kembali dan mendapat hukuman boleh pilih kerja tanpa dibayar atau masuk penjara 3 bulan. Nama dia juga pernah tercatat di kantor kehakiman karena ada sesuatu masalah yang kurang baik. Beberapa bulan sebelum kenal “M” dia mau membeli mobil padahal dia tidak punya kerja dan kita sudah punya mobil bagus (ini hobinya maunya yang mahal2).

Tanpa sepengetahuan saya dia menandatangani surat kontrak dimana kalau di Belanda bila tidak jadi kena denda 8% dari harga mobil. Akhirnya datang orang hukum kerumah mau ambil barang2 yg ada dirumah krn denda karena ketakutan kita pindah kerumah mertua dan barang2 disimpan di penyimpanan barang. Bulan Oktober 2008 “M” datang sama rombongan “sebuah departemen pemerintah” 13 orang, karena suami nganggur suminya teman atase “sebuah departemen pemerintah” minta bantuan untuk jadi supir dan guide.

Disinilah mulai petaka saya dalam 2 hari mereka langsung akrab dan “G” pernah pulang sampai subuh, dimana tidak ada tamu yang diantar sampai subuh. Saya sebagai istri menunggu setia tidak tidur sampai subuh karena “G” mengaku tidak enak badan. Seperti biasanya kalau ditanya selalu tidak jelas dan saya lansung membaca gelagatnya (karena ini untuk yg ke 6 kali). Saat saya menanyakan uang hasil bekerja selama beberapa hari dia bilang habis padahal dia sudah banyak hutang bertumpuk dimana-mana. Teryata dia membelikan sepatu mahal buat “M”, padahal saya bekerja untuk bayar rumah yang tidak murah dan mobil yang mahal dan makan untuk hidup.

Begitulah awal cerita mereka berkenalan. “M” juga tahu bahwa kami masih terikat perkawinan karena saya pernah sms. Selama proces perceraian suami berkali-kali dipanggil sidang dari beberapa instansi yg berhutang tapi dia sudah kabur ke Indonesia. Jadi kesimpulannya apabila “G” kembali kemungkinan besar ditangkap di bandara. Karena pagi ini ada dikoran siapa yang hutang lebih dari 50000 euro mau ke luar negri akan diminta langsung tagihannya atau masuk penjara.

Yang saya tidak mengerti jaman sedang susah begini kok masih ada perempuan ingin menikah dengan laki2 yang banyak masalah dan tidak punya pekerjaan. Maaf bapak Sudri saya sudah panjang lebar ceritanay mudah2an bapak mengerti situasi saya.

Hormat saya, “DP”
===========

Tanggal: Rabu, 13 Mei, 2009, 6:12 PM
Mbak “DP”,
Pengacara “G” Kamis pagi akan datang. “G” janji untuk membawa sertifikat perceraian. Saya minta yang asli dalam bahasa belanda. Tetapi dia bilang sedang diproses. Maksudnya apa saya tidak tahu. Sebagai gantinya akan diberikan surat terjemahan dalam bahasa Indonesia. Isinya apa saya belum tahu.

Bisakah anda sedikit memberi saya gambaran tentang proses perceraian anda? Saya harap saya sudah mendapat jawaban anda sebelum pukul 10.00 Kamis pagi ini supaya saya bisa konfrontasikan dengan pengacara “G” pukul 11.00.

Trimakasih,
Sudrijanta
==========

Wednesday, 13 May, 2009 5:49 PM
Bapak Sudrijanta yang terhormat,

Saya punya bukti surat penarikan perceraian dari advokaat dia ”DHB” (th 2006) dan advokaat saya karena kita mau mencoba rujuk kembali waktu itu (dalam bahasa Belanda). Saat dia minta kembali ke saya th 2006 dia sampai mencium kaki saya karena jantungnya sakit katanya. “G” waktu umur 9 yahun pernah diopearasi jantung. Saat ini saya ada kesulitan kirim tanda bukti via yahoo. akan sy coba via email teman saya.

Proces perceraian saya waktu itu tgl 5 februari sidang pertama dimana 1 bulan sebelumnya kita dapat pangilan dari pengadilan, Surat panggilan “G” saya sampaikan keorang tuanya. Saat sidang pertama dia tidak hadir dan dia juga tidak punya advokat. Saat proces perceraain ini “G” banyak panggilan sidang dari instantie hutang2nya yang saya tidak tahu. Saya baru mendengar 7 mei dari advokaat saya ”DHE” bahwa “G” baru punya advokaat dan dia minta perpanjangan sidang perceraian 2 bulan, tapi saya tidak setuju saya mau secepatnya perceraian supaya saya bisa makan dan hidup tenang, Karena saat ini saya musti bayar rumah 1222 euro ditambah gaji saya dipotong 561 euro belum lagi hutang2 yang lain sebesar 300 euro dan asuransi hidup saya.

Saat ini saya hidupnya kaya gembel kesana kemari cari tempat tinggal tidur, padahal saya bayar rumah tiap bulan karena isi rumah semua disimpan di gudang. Bapak bisa bayangkan bagaimana saya bisa makan dll, gaji saya tidak cukup untuk membayar semua ini. Makanya advokat saya juga cuma memberi 1 bulan yaitu sampai 17 juni 2009. Sebenarnya tgl 13 mei ini harusnya sidang perceraian musti berlangsung gara2 dia minta perpanjangan jadi ditunda. Bapak Sudri saya cukup prihatin nantinya kasihan “M”, saya hidup 13 tahun dgn “G” dengan harapan dia menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab, Saya sudah cukup kesabaran saya dan saya berani bersumpah demi Tuhan apa yang saya beri keterangan ini jujur dan tidak dibuat2.

Hidup saya sudah cukup menderita saya sudah mengalami miskram 3 kali dan th ini sejak problem ini saya mengalami pendarahan hampir 3 bulan (tanda bukti ada di dokter). Dan saya belum pernah seumur perkawinan saya dengan “G” berselingkuh sampai hari inipun juga tidak. Saya pergi tgl 1 nov 2009 dari rumah orang tuanya, itu karena problemnya sudah terlalu banyak yang dia buat dan berserlingkuh dgn “M”. “G” tidak mengaku waktu itu dia bilang tidak mungkin baru kenal 2 hari dan dia tidak mencitai “M”. Saya benar2 terpukul dengan kejadian ini apalagi saya melihat surat undangan itu, saya tidak menyangka dia tega berbuat ini semua.

Saya mengharapkan perceraian dengan baik2 bukan seperti ini. Saya sudah dari awal mengajak bercerai baik2 tapi dia malah kabur dan membuktikan kebohongannya sendiri soal “M”. Demikianlah surat keterangan dari saya mudah2an ini sudah cukup untuk memberi gambaran kepada bapak. Tolong apabila masih membutuhkan surat2 lainnya disms ke saya dgn perbedaan waktu 6 jam.

Hormat saya, “DP”
=============
Date: Wednesday, 13 May, 2009, 6:18 PM

Ade ini surat2 tanda bukti yang dibutuhkan dan surat penarikan perceraian th 2006 dari advokaat “G” dan saya dalam bahasa Belanda (intrekken berarti ditarik kembali).
wassalam, “DP”
=============

Date: Thursday, 14 May, 2009, 4:25 AM
Selamat pagi Pak,
Berikut bukti surat2 dr kakak saya (Ibu “DP”), account emailnya rusak, tdk dpt kirim email/attachment.
Surat2 sbb:
1. Surat bukti dr advokat “DP” menunjukkan bhw mereka belum pernah bercerai.
2. Surat keterangan walikota (zoetermeer) tercatat nikah di tahun 2005
3. Surat dari advokatnya “G”.
4. Surat tanda bukti cerai yang ditarik kembali (advokat).
Terima Kasih Pak Sudri atas bantuannya, kami mohon dengan adanya ini “G” dpt bertanggung jawab terlebih dahulu.

=============
Thursday, 14 May, 2009 6:39 AM
Mbak “DP”,

“G” dan keluarga baru saja pulang. Mereka tidak bisa membuktikan bahwa “G” sudah bercerai secara sah. Maka perkawinan mereka tidak bisa diproses.

Dengan ini klarifikasi tentang kasus “G” saya cukupkan sekian.

Trimakasih atas informasi yang diberikan kepada saya. Semoga anda bisa melanjutkan hidup anda lebih damai.

Apakah diperbolehkan dialog saya dengan anda saya posting di situs resmi www.gerejastanna.org agar orang lain bisa belajar dari kasus anda?

Wassalam,
Sudrijanta
=============

Date: Thursday, 14 May, 2009, 4:21 PM
Bapak Sudrijanta yang terhormat,

Terimakasih atas bantuan bapak selama ini. Berarti kita telah menyelamatkan “M” sebelum terlanjur menjadi korban. Biarlah saya saja yang mengalami ini semua sudah takdir saya. Dengan rasa respect dan hormat saya izinkan obrolan bapak dengan saya, demi pelajaran buat semua orang, hanya nama saya mohon di samarkan untuk menjaga privacy saya pribadi. Terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya yang baik. Mohon doa bapak supaya sidang saya berjalan lancar tanpa keributan lagi.

Hormat saya,”DP”
============

Friday, 15 May, 2009 7:45 AM
Mbak “DP”,

Trimakasih juga atas kesediaan dan kebesaran hati anda dalam merespond pertanyaan-pertanyaan saya.

Hari ini mustinya “M” melangsungkan pernikahannya dengan “G”. Meski batal, ini tentu baik bagi “M”. Anda benar, “M” justru terselamatkan.

Andalah yang paling berjasa menyelamatkan “M”. Pertemuan-pertemuan saya dengan “G” dan keluarganya selalu panas dan alot. Sejak awal saya membaca pasti ada sesuatu yang tidak beres. Untunglah, pada Kamis pagi kemarin, saya sudah mendapatkan dokumen-dokumen yang anda kirimkan. Begitu saya tunjukkan dokumen-dokumen tersebut, “G” dan keluarganya terperangah, terkejut, terdiam. Saat itulah saya mengatakan bahwa saya tidak lagi bisa membantu. Kasus ditutup. Titik.

Pada menit-menit terakhir sebelum pergi, mereka minta email anda dan dokumen-dokumen yang anda kirimkan. Saya bilang, “Sorry, it’s over; the case is already closed.”

Mereka bertanya bagaimana dengan kerugian yang harus mereka tanggung, tiket pesawat Belanda-Indonesia, biaya pesta dan segala sesuatu yang sudah dibayar. Saya hanya bisa menjawab, “Sorry, that is not my business.”

Itulah akhir dari pertemuan kami. Mereka pamit dengan mengatakan bahwa mereka sangat malu dengan ini semua.

Saya lupa menyampaikan salam anda untuk Ibunda “G”. Maaf untuk kelalaian ini.

Keluarga “M” juga menyampaikan trimakasih kepada anda dan keluarga. Karena keterbukaan anda, “M” bisa diselamatkan. Keluarganya bersyukur ini akhir yang paling baik.

Wassalam,
Sudrijanta
==========
Friday, 15 May, 2009 10:18 PM
Bapak Sudrijanta yang terhormat,

Saat saya mendengar tidak jadinya perkawinan antara “M” dan “G” perasaan saya double yaitu perasaan tidak enak dengan keluarganya “M” dan ada perasaan ketenangan dapat menyelamatkan “M” dari kesulitan besar yang akan ia hadapi kalau pernikahan ini diteruskan. Karena menurut hukum di Belanda “G” sudah merencanakan Bigami yang akan mendapat hukuman 4 atau 5 tahun penjara, bisa bapak bayangkan bila ini terjadi berarti perkawinannya tidak diakui dan “G” masuk penjara. Seandainya “G” dari awal bercerai baik2 dengan saya seperti yang saya minta sejak bulan Januari ini semua tidak akan terjadi.

Bapak Sudri saya dan kel besar tidak pernah ada niatan sedikitpun untuk menghalangi pernikahan ini, saya hanya minta pertanggung jawaban “G” dengan segala perbuatannya selama ini. Maaf Pak Sudri kel “G” bisa2nya bicara soal biaya tiket dll, padahal waktu saya sms ibunda “G” bilang tidak tahu menahu soal pernikahan ini dan tidak mengeluarkan biaya apapun serta “G” juga karena tidak punya uang secentpun??Semua biaya dikeluarkan dari kel “M” menurut mereka.Terima kasih bapak tidak memberikan email2 saya ke bapak ke mereka, saya tahu itu semua mau mereka gunakan disidang di Belanda. Mereka lupa saat ini semua terjadi di Indonesia berarti hukum yang dipakai hukum Indonesia (maaf mudah2an kata2 saya ini tidak salah berdasarkan apa yang saya baca).

Saya bersyukur dengan kebaikan teman saya tempat menumpang tidur dan makan selama ini mempunyai scaner sehingga dengan tekhnologi walaupun kita berjarak cukup jauh, masih dapat mengirimkan segala dokumen dan email ke bapak. Bapak Sudri tolong berikan dorongan moril dan doa kepada orang tua “M” dan “M” sendiri, saya bisa merasakan perasaan mereka, saya akan mendoakan dari jauh semoga mereka kuat menghadapi cobaan dari Tuhan. amien. Sampaikan salam hormat saya kepada bapak dan Ibunya M. Saya sudah tidak memiliki orang tua lagi, bila menghadapi hal seperti ini hanya orang tua dan keluarga kita yang akan selalu membantu. Insyaallah bila saya ada rezeki berlibur ke Indonesia saya mencoba menemui bapak. Mohon doa restu dari bapak untuk selanjutnya saya berjuang dengan keadilan di Belanda.

Hormat saya, “DP”

3 Responses to “Perkawinan Batal Sehari Sebelum Hari “H””

  1. Dear Rm Sudri,

    Great job,akhirnya on the last minutes, bisa menyelamatkan seseorang.Proses kanonik yang cukup complicated namun berkat kemajuan IT yg bisa membantu pekerjaan kita dan memberikan fakta dan bukti yang up to date dan akurat, much appreciated.
    Posting yang baik di website st anna supaya semua bisa mengambil manfaatnya. Selamat berkaya, good luck and all the best.

    Salam,
    mary

  2. Romo, dr segi kanonik hampir tidak masalah sehingga hampir dilangsungkan sakramen pernikahan, untung Rm ada bakat jadi “detektif” ya Mo, hebat deh, perlu dikembangkan terus Rm…

    salam,
    mary

  3. Romo,

    1 Jiwa baru saja diselamatkan, karena ketekunan romo mencari jawaban atas kejanggalan yang telah terjadi.

    Sebagai pembaca, saya hanya berdoa M maupun DP bisa melewati masa masa sulit ini.

    Saya yakin ini masa masa yang berat bagi m dan keluarganya,dimanapun pembatalan pernikahan bukan sesuatu yang menyenangkan, namun dalam kasus ini jiwa m telah diselamatkan dari perkawinan yang akan dipenuhi oleh masalah.

    Salut untuk romo sudri, Semoga romo tetap teliti dalam setiap penyelidikan kanonik!