Pengalaman Retret (8): Dimensi lain alam pikiran

Testimoni Saudara DM, 20 tahun, mahasiswa, peserta baru.
==========

Romo, ini yang saya dapat saat mengikuti retret meditasi kemarin. Tolong diralat dan diberitahu kalau ada yang salah atau kurang sesuai. Terima kasih Romo atas fasilitasinya.

Pengalaman retret meditasi di Wisma SJ Cibulan membawa pencerahan batin yang begitu jelas dan nyata, dengan:
- Menyadari setiap gerak batin yang ada dalam hati
- Menyadari setiap detik yang berlalu dengan penuh
- Menghilangkan proses pikiran dan perasaan
- Menghayati kesatuan dengan yang Kudus
- Melihat semua hal dalam persepsi murni

Awalnya dalam menanggapi hal di dunia ini dengan baik dan mencoba bersikap layaknya Kristus saya mencoba memandang dunia dengan kaca mata positif dan apa adanya. Misalkan, itu semua hanya gambar kolaborasi garis lengkung dan lurus, gabungan dari bentuk dan warna. Pikiran manusia saja yang membuat itu seolah menjadi hal yang buruk entah apa disebutnya. Begitu juga dengan hal lain seperti ketika kita menanggapi kata-kata yang didengar. Semua itu saya lakukan dengan logika. Dan dalam berpikir pun saya cenderung memakai metode ilmiah karena menurut saya itu jalan paling ampuh dan netral.

Belakangan saya lihat proses itu tidak selamanya berhasil, karena batin dan emosi masih dapat bergejolak. Konsolasi maupun after-glow juga bisa palsu dan menipu. Baru dalam retret ini saya menyadari dimensi lain alam pikiran dan bagaimana menanggapi sesuatu berdasarkan persepsi murni yang ditangkap panca indera. Ketika pikiran dan perasaan dicoba untuk dihilangkan, ternyata ada sesuatu yang didapat. Ketika ‘nyawa’ atau ‘diri’ kita hilang, ternyata ada yang ditambahkan seperti kata-kata Yesus: Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. (Lukas 17:33). Seandainya ini bisa diterapkan setiap saat, ternyata dunia ini, semua ini, indah dan satu.

DM

2 Responses to “Pengalaman Retret (8): Dimensi lain alam pikiran”

  1. Testimoni yang singkat, padat dan berisi, ciri khas anak muda dalam wajah asli. Romo, pikiranku bergerak lagi: seandainya paroki kita dipenuhi OMK seperti ini… ahhh Romo mesti buka retret baru lagi…

    Sukses untuk DM dalam meniti jalan hidup dan olah rohani.

  2. setuju. nah… seperti inilah spiritnya. ayo2, mana yang lainnya. jangan mau dibilang OMK tidak punya pengalaman iman yang indah…
    lihat dan rasakan, betapa kehilangan diri dan segalanya terasa sangat indah…
    mau? mau? mau?

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>