Pengalaman Retret (4): Sukacita yang Lain

Testimoni Ibu MNU, 44 tahun, karyawan swasta, peserta baru.
==========

Dear Romo Sudri,

Terima kasih banyak untuk bimbingannya, dan saya mengalami banyak hal2 yang baru yang berbeda sama sekali.

Selama retret, saya belajar bagaimana untuk mengenali diri, dan banyak pengalaman2 yang tidak pernah saya alami.

Ternyata tidak mudah juga untuk doa hening, apalagi kalau kita dalam posisi walking meditation. Memandang tetapi tidak berpikir dan berbicara, duduk pejamkan mata tetapi tidak tertidur, tidak melamun, menepiskan obyek dan gangguan lain.

Meditasi bersama pagi buta, membawa saya kepada pengalaman lain dimana dari dalam diri saya terutama sekitar hati keluar getaran2 seperti kesemutan dengan gambaran kotak kubus2 kecil yang keluar dalam bentuk seperti gelombang yang menyebar keseluruh bagian tubuh, dihalau tetapi kembali lagi hingga 3 kali.

Setelah retret, saya pun merasakan bahwa saya menjadi seperti bukan diri saya sendiri, bukan suka cita seperti biasa yang saya dapatkan seperti ketika ikut retret ditempat lain (PDKK atau Persekutuan Doa Kharismatik Katolik), melainkan rasa memiliki yang memudar, tidak berbeban, dan hal lainnya adalah rasa sakit dikaki saya berkurang.

Akan saya coba teruskan meditasi duduknya setiap pagi dini hari, dan walking meditasi dalam kegiatan sepanjang hari.

MNU

One Response to “Pengalaman Retret (4): Sukacita yang Lain”

  1. Dari pengalaman saya dalam kharismatik, suka cita yang dirasakan adalah histeria. Sedangkan dalam meditasi, suka cita yang dirasakan adalah pelepasan dari beban, suatu keheningan yang mendamaikan.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>