Pengalaman Retret 2010 (8): Melihat Sang Tunggal

Retret meditasi tanggal 12-16 Maret 2010 di Wisma Cibulan diikuti 11 peserta. Berikut adalah sebagian dari testimoni mereka.
========
Testimoni AW, 36 tahun, karyawan.

Terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan Romo selama retret berlangsung. Saya mengalami banyak hal baru yang berbeda dan belum pernah dirasakan sebelumnya.

Sebelum saya berangkat mengikuti Retret, saya telah membaca hingga tuntas buku “Revolusi Batin Adalah Revolusi Sosial” (RBARS), dan selama 3 minggu berturut-turut setiap hari Sabtu mengikuti meditasi yang diadakan di Gereja St. Anna Duren Sawit. Hal ini saya lakukan karena keingintahuan saya yang sangat besar untuk mengetahui atau merasakan “SANG TUNGGAL” yang ada di dalam segala sesuatu. Pemahaman yang saya rasakan hanya sebatas yang saya ketahui melalui buku “RBARS”.

Saya pun mendapat kesempatan mengikuti Retret (tgl 12-16 Maret 2010). Tahap awal saya beranggapan bahwa saya mengikuti Retret ini hanya sebatas ingin mengetahui Retret itu saja, tidak lebih. Karena saya berasumsi pemahamannya adalah sama dengan yang saya ketahui melalui buku “RBARS”. Saya berangkat dengan tanpa tujuan yang akan dicapai.

Hari pertama Retret, Romo memberikan sedikit penjelasan tentang “Self – No Self”.
Pada hari pertama saya belum mengalami sesuatu, karena waktunya terlalu singkat.

Hari kedua dan ketiga, saya menyadari setiap gerak pikiran yang datang. Saya mengalami keadaan yang datar. Apa saja yang saya lihat, semuanya datar, seperti saya berada di atas perahu di tengah lautan, sejauh mata memandang semuanya datar.

Hari Keempat, sebelum meditasi saya ada pertanyaan kepada Romo, yaitu tentang perlu tidaknya kalimat pendarasan diucapakan sebelum atau selama meditasi (seperti ada tertulis di dalam buku RBARS bahwa kalimat pendarasan bisa membantu untuk memasuki keheningan). Romo menjelaskan bahwa kalimat pendarasan tidak diperlukan, bahkan satu patah katapun tidak diperlukan pada saat meditasi. Kami diminta untuk melepaskan semua dogma atau ajaran yang kami ketahui.

Karena penjelasan Romo berbeda dengan apa yang dituliskannya dalam buku RBARS, batin saya konflik, saya ingin segera bicara lagi dengan Romo selepas meditasi untuk klarifikasi tentang hal ini. Dalam batin yang konflik itu, sejenak saya menyadarinya dan tanpa saya sadari saya memasuki keheningan, dimana dalam walking meditation saya merasakan tubuh saya berjalan tanpa ada pikiran (seperti mayat hidup atau saya lebih suka menyebutnya sebagai Sang Tunggal yang bangkit). Dan pada saat memberikan hormat/membungkukkan ˝ badan (sebelum meditasi duduk), seakan saya diberitahu bahwa tidak ada yang perlu diklarifikasi, karena semua yang kamu lihat saat ini juga adalah “SANG TUNGGAL’ dan pada saat itu juga seakan saya melihat semua peserta yang ada di hadapan saya adalah sesuatu yang sama tapi tidak terlihat jelas dalam rupa/bentuk apa (ini terjadi hanya sebentar, mungkin hanya satu detik). Kemudian saya meditasi duduk. Pada saat meditasi dudukpun seakan saya diberitahu agar saya tidak terjebak di dalam pikiran. Yang penting untuk dilakukan adalah hanya menyadari saat ini sehingga tidak terjebak dalam arus pikiran yang sangat licin. Seketika itu saya menyadari bahwa saya dalam posisi meditasi duduk. Dalam keheningan meditasi duduk saya diperlihatkan realita kehidupan yang pernah saya hadapi namun selama ini tidak pernah saya berikan perhatian.

Pada hari kelima, saya mencoba merasakan pengalaman yang sama seperti hari-hari sebelumnya, namun yang terjadi adalah sebaliknya, saya tidak mengalami apapun.

Saya menyadari bahwa retret meditasi ini harus berakhir. Peserta diminta untuk melakukan pembiasaan meditasi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan batin dan pikiran akan bisa tertib

Penting untuk saya ketahui :
1. Pengalaman setiap meditasi akan datang berbeda.
2. Pengalaman meditasi tidak berakar dalam pikiran, sehingga kita tidak bisa untuk mengkondisikan hal yang sama dalam tiap meditasi.
3. Dengan menyadari saat ini, sang ego akan dikesampingkan, yang bangkit adalah SANG TUNGGAL.

AW

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>