Pengalaman retret 2010 (3): Mengenal diri dengan mengamati pikiran

Testimoni FFW, 46th, karyawan.
=========
Sebelumnya saya sudah pernah latihan meditasi dengan metoda yang sama, tetapi baru pertama kali dengan Romo Sudrijanta. Latihan ini sangat menarik karena dalam meditasi ini kita melakukan pengenalan diri dengan mengamati pikiran kita. Pikiran ini setara dengan ego (aku).

Pikiran merupakan respon dari rangsangan. Pikiran timbul dari dua hal, pertama berasal dari sensor tubuh lewat panca indra dan yang kedua berasal dari ingatan/memory pengalaman masa lalu. Pikiran akan menanggapi semua repon itu. Pikiran akan selalu timbul dari waktu ke waktu, dan saat pikiran pindah dari satu pikiran ke pikiran yang lain maka di situ ada jeda, yang waktunya sangat singkat.

Pada saat kita sadar/eling/aware akan adanya pikiran, maka pikiran akan berhenti. Dalam meditasi ini, berusaha mengamati pikiran tersebut sehingga pikiran kita dapat berhenti walaupun hanya sesaat, sedetik dan mungkin sepersekian detik. Dengan diamati, maka kita dapat memperbesar jeda tersebut.

Segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah akibat dari pikiran. Dengan adanya pikiran maka ada dimensi waktu dan ruang. Saat pikiran berhenti, maka dimensi waktu dan ruang tidak ada lagi dan kita masuk dalam keabadian. Saat pikiran berhenti dan masuk ke dalam keabadian, pada saat itulah kita bisa masuk ke hadirat Allah. Allah yang abadi tidak mungkin bisa dicapai oleh tubuh yang fana yang tidak abadi yang diakibatkan adanya pikiran (ego) tersebut.

Meditasi ini sangat unik, karena kegiatan utama dari meditasi ini adalah mengamati pikiran saja tanpa tujuan apapun. Pada saat kita menginginkan tujuan tertentu, maka saat itu kita dikuasai oleh pikiran dan meditasi ini tidak berhasil.

Pengalaman saya dalam meditasi adalah sangat sulit untuk bisa sadar/eling dalam waktu yang lama. Pikiran saling mengisi berurutan mulai dari urusan kantor, pribadi, dan pengalaman masa lalu. Tetapi setelah beberapa saat kadang saya dapat mencapai keadaan hening/eling cukup lama walau masih sesekali ada pikiran yang lewat. Saat itu kadang saya seperti melihat cahaya warna-warni yang sangat terang tetapi tidak menyilaukan. Pengalaman ini sangat menenangkan.

Pada suatu saat, saya pernah mengalami apa yang disebut saat titik hening. Pengalaman ini tidak bisa dijelaskan dalam kata-kata karena sesuatu yang adikodrati tidak mungkin bisa dijelaskan dengan kata-kata yang terbatas dan hasil dari pikiran. Pengalaman ini saya dapatkan dengan meditasi duduk yang cukup lama, dan saya tahu kalau saya mengalaminya dan saya meyakininya. Pada saat ragu, maka pasti kita tidak sampai pada titik hening itu.

Sesuatu yang menarik di sini adalah pada kali lain saya bermeditasi dan saya menginginkan hal-hal menenangkan, damai, pengalaman adikodrati yang pernah saya alami, maka saya tidak bisa mengalaminya lagi. Pada saat itu saya sudah lekat dengan keinginan itu, maka saya tidak bisa mengalaminya lagi. Itulah uniknya meditasi ini. Pada saat kita mempunyai tujuan mengalami sesuatu, maka kita tidak bisa mengalaminya. Berbahagialah orang yang belum pernah mangalaminya, karena anda akan lebih mudah mengalaminya.

Dalam kehidupan sehari-hari meditasi ini sangat berguna buat saya. Beberapa hal yang dapat saya sharingkan:
- Saya bisa lebih kreatif (karena pada saat eling kita terkoneksi dengan intelegensia tinggi),
- Mengontrol emosi, misalnya kita diejek (karena makin sering eling kita tidak reaktif terhadap rangsangan luar, tetapi kita punya waktu beberapa saat untuk bereaksi. Reaksi tersebut bisa dokontrol secara sadar misalnya marah, memberi nasehat, diam dan refleksi untuk memperbaiki atau diam saja menganggap orang tidak waras)
- Bisa berbuat baik lebih banyak tanpa pamrih, dimana sebelumnya kita sering jengkel kalau perbuatan baik kita tidak diperhatikan, dihargai, dll.

Selain itu, misa penutup juga merupakan pengalaman yang sangat menarik. Dari situ saya mendapatkan penjelasan yang menarik tentang relasi antara meditasi ini dengan iman Katolik

Sekian mungkin bisa berguna bagi teman yang lain.

Salam,
FFW

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>